<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Wisata Alam &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/wisata-alam/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 19 Jan 2021 07:55:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Wisata Alam &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Wisata Alam Batu Jati Mas Terdampak PPKM</title>
		<link>https://memontum.com/wisata-alam-batu-jati-mas-terdampak-ppkm</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Jan 2021 07:54:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Batu Jati Mas]]></category>
		<category><![CDATA[BJM]]></category>
		<category><![CDATA[Bumiaji]]></category>
		<category><![CDATA[kota batu]]></category>
		<category><![CDATA[PPKM]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Alam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=132447</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Keberadaan wana wisata alam Batu Jati Mas (BJM) yang terletak di kawasan Dusun Binangun, Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, mulai mendapat perhatian penikmat wisata. Di usianya yang baru enam bulan atau sejak Juli 2020, wisata ini menawarkan ciri khas rimbunnya pohon jati, dengan nuansa asri. &#8220;Kalau ciri khasnya di sini, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu </strong>&#8211; Keberadaan wana wisata alam Batu Jati Mas (BJM) yang terletak di kawasan Dusun Binangun, Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, mulai mendapat perhatian penikmat wisata.</p>



<p>Di usianya yang baru enam bulan atau sejak Juli 2020, wisata ini menawarkan ciri khas rimbunnya pohon jati, dengan nuansa asri.</p>



<p>&#8220;Kalau ciri khasnya di sini, banyak pepohonan jatinya. Tempatnya juga teduh. Hanya saja, sekarang lagi sepi, karena sedang PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) dan musim penghujan,&#8221; kata Pengelola BJM, Kamto, Selasa (19/01) tadi.</p>



<p>Dengan mematok tarif masuk Rp 10 ribu, pengunjung bisa menikmati fasilitas seperti wisata petik jeruk, motorcross, taman bermain dan kolam renang yang menyatu dengan alam.</p>



<p>&#8220;Selain itu, BJM membuka wisatanya dari pagi pukul 08.00 hingga 16.00 sore,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Pemberlakuan PPKM di Kota Batu yang notabene kota wisata, tambahnya, memberikan dampak penurunan di sektor wisata. Khususnya, bagi BJM yang juga merasakan dampaknya.</p>



<p>&#8220;Selama PPKM ini, kunjungan sepi. Meski pun, kita dulu juga peresmian pada era pandemi,&#8221; lanjutnya. <strong>(cw2/sit)</strong></p>



<p></p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">132447</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Keindahan Pesona Alam Persawahan Desa Kalisemut</title>
		<link>https://memontum.com/keindahan-pesona-alam-persawahan-desa-kalisemut</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Nov 2020 07:42:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[desa kalisemut]]></category>
		<category><![CDATA[persawahan]]></category>
		<category><![CDATA[ritual nglampet]]></category>
		<category><![CDATA[sumber nah]]></category>
		<category><![CDATA[terasering]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Alam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=126756</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Sawah nan hijau terhampar cantik berbaris rapi di Desa Kalisemut, Kecamatan Padang, Kabupaten Lumajang Jawa Timur. Teras-teras pada lahan miring nan terlihat indah, menjadi media bercocok tanam para petani. Menurut Kepala Desa Kalisemut, Lesus Ageng Pribadi, di antara hamparan terasering tersebut, terdapat sumber mata air yang disebut &#8216;Sumber Nah&#8217; oleh masyarakat sekitar. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Sawah nan hijau terhampar cantik berbaris rapi di Desa Kalisemut, Kecamatan Padang, Kabupaten Lumajang Jawa Timur. Teras-teras pada lahan miring nan terlihat indah, menjadi media bercocok tanam para petani.</p>
<p>Menurut Kepala Desa Kalisemut, Lesus Ageng Pribadi, di antara hamparan terasering tersebut, terdapat sumber mata air yang disebut &#8216;Sumber Nah&#8217; oleh masyarakat sekitar. Sumber Nah di Kalisemut merupakan sumber berkah banyak orang.</p>
<p>Dirinya menuturkan, untuk menjaga alam tetap lestari, &#8216;Nglampet&#8217; menjadi ritual rutin tiap tahun. Tradisi ini dilakukan, sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat atas melimpahnya Sumber Nah yang menjadi mata air banyak kehidupan di sekitarnya.</p>
<p>Masih menurut Lesus, Pemerintah Desa Kalisemut, saat ini mulai menggarap potensi desanya menjadi destinasi wisata baru di Kabupaten Lumajang.</p>
<p>&#8220;Pemerintah Desa Kalisemut berharap, terasering ini menjadi tempat wisata dan tujuannya untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat Desa Kalisemut,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Lebih lanjut dirinya menyampaikan, maraknya alih fungsi lahan persawahan menjadi area permukiman berupa pembangunan perumahan atau bangunan lain diberbagai tempat, mengakibatkan semakin mempersempit area persawahan. Hal itu, tentu berdampak pada semakin menyusutnya lahan pertanian sehingga menurunnya hasil produksi padi.</p>
<p>Dirinya bersyukur, Kabupaten Lumajang merupakan salah satu sentra produksi pangan di Jawa Timur. &#8220;Karena itu kita harus menjaga area persawahan agar lumajang tetap menjadi salah satu daerah pemasok beras,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Pihaknya juga berharap, keindahan alam hamparan sawah bernama Terasering Kalisemut, di desanya bisa menjadi sebuah tempat destinasi wisata yang bisa dikembangkan, agar bisa membantu meningkatkan perekonomian masyarakat.</p>
<p>&#8220;Selain sebagai penghasil beras, kita harapkan area persawahan terasering di desa kalisemut bisa menjadi destinasi wisata,&#8221; pungkasnya. <strong>(adi/sit)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">126756</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Intip Keindahan Pantai Damas di Trenggalek</title>
		<link>https://memontum.com/intip-keindahan-pantai-damas-di-trenggalek</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Oct 2020 07:42:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Watulimo]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai Damas]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Alam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=125318</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Kabupaten Trenggalek dikenal dengan potensi wisata alam yang luar biasa, salah satu keindahan alam yang paling sayang untuk dilewatkan adalah pantai. Berada di kawasan pesisir selatan, Trenggalek atau yang dikenal dengan Kota Keripik Tempe ini memiliki pantai-pantai yang apik dan menarik. Ada Pantai Prigi, Pantai Pasir Putih, Pantai Mutiara, Pantai Blado, Pantai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Kabupaten Trenggalek dikenal dengan potensi wisata alam yang luar biasa, salah satu keindahan alam yang paling sayang untuk dilewatkan adalah pantai. Berada di kawasan pesisir selatan, Trenggalek atau yang dikenal dengan Kota Keripik Tempe ini memiliki pantai-pantai yang apik dan menarik.</p>
<p>Ada Pantai Prigi, Pantai Pasir Putih, Pantai Mutiara, Pantai Blado, Pantai Ngampiran, Pantai Pelang dan masih banyak lagi.</p>
<p>Kali ini, kita akan membahas satu pantai nan cantik yang ada di Kecamatan Watulimo. Ya, Pantai Damas namanya.</p>
<p>Berada di Desa Karanggandu Kecamatan Watulimo, Pantai Damas merupakan pantai yang masih alami dan cantik. Untuk bisa sampai ke pantai ini, akses jalannya cukup mudah. Bisa ditempuh menggunakan roda empat maupun roda dua.</p>
<p><div id="attachment_125319" style="width: 860px" class="wp-caption alignnone"><a href="https://i0.wp.com/s3-id-jkt-1.kilatstorage.id/memontum/2020/10/Akses-jalan-Pantai-Damas.jpg?ssl=1"><img aria-describedby="caption-attachment-125319" decoding="async" class="wp-image-125319 size-full" src="https://i0.wp.com/s3-id-jkt-1.kilatstorage.id/memontum/2020/10/Akses-jalan-Pantai-Damas.jpg?resize=740%2C392&#038;ssl=1" alt="Pemandangan sekitar Pantai Damas." width="740" height="392" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/10/Akses-jalan-Pantai-Damas.jpg?w=850&amp;ssl=1 850w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/10/Akses-jalan-Pantai-Damas.jpg?resize=300%2C159&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/10/Akses-jalan-Pantai-Damas.jpg?resize=768%2C407&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/10/Akses-jalan-Pantai-Damas.jpg?resize=600%2C318&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/10/Akses-jalan-Pantai-Damas.jpg?resize=200%2C106&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></a><p id="caption-attachment-125319" class="wp-caption-text">Pemandangan sekitar Pantai Damas.</p></div></p>
<p>Setibanya di Pantai Damas, pengunjung akan dimanjakan dengan rindangnya pohon cemara yang berada di sepanjang pantai. Deburan ombak yang tak tinggi, banyak dimanfaatkan pengunjung lokal maupun luar kota untuk sekedar bermain air.</p>
<p>Salah satu pengunjung Agus Rianto mengatakan di balik keindahan Pantai Damas, sangat disayangkan karena tidak adanya campur tangan pemerintah daerah terkait pengelolaannya. &#8220;Pantai Damas ini terbilang pantai yang patut untuk dikunjungi jika ke Trenggalek. Namun sayang, kecantikan pantai ini berkurang karena adanya sampah-sampah plastik disekitar pantai,&#8221; ucapnya saat dikonfirmasi, Sabtu (10/10/2020) siang.</p>
<p>Agus juga menuturkan ia sering kali meluangkan waktu libur untuk datang ke sejumlah kawasan wisata di Trenggalek, salah satunya Pantai Damas ini.</p>
<p>&#8220;Ada beberapa hal yang menarik di pantai ini, seperti pantainya yang luas dan bisa mengajak sanak keluarga untuk bermain. Ombaknya yang tidak terlalu besar, juga bisa dimanfaatkan untuk mandi atau bermain-main dan juga rindangnya pohon Cemara yang ada sepanjang pantai menambah kesejukan yang siap dinikmati pengunjung,&#8221; jelas Agus.</p>
<p>Melihat kondisi pantai yang jarang disambangi pengunjung, Agus menyebut memang pantai ini belum dikelola secara maksimal. Dibandingkan dengan pantai yang sudah dikelola Pemerintah Daerah, tentu pengunjungnya sangat jauh berbeda.</p>
<p>“Kalau disini pengunjungnya sepi, tidak sampai 50 orang yang datang di hari libur. Berbeda dengan pantai-pantai yang sudah dikelola Pemerintah, mungkin akan lebih ramai didatangi pengunjung,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Selain bisa menikmati keindahan pantai, pengunjung juga bisa melihat para nelayan mencari ikan dengan menggunakan jaring tarik. Bahkan, pengunjung bisa membeli ikan hasil tangkapan nelayan secara langsung.</p>
<p>Ia berharap agar Pemerintah mau mengelola pantai ini agar semakin banyak pengunjung lokal maupun luar kota yang tau keberadaan dan kecantikan Pantai Damas tanpa adanya sampah-sampah berserakan dibibir maupun disekitar kawasan pantai.</p>
<p>Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Trenggalek Sunyoto membenarkan jika Pantai Damas memang belum dikelola Pemerintah Daerah.</p>
<p>&#8220;Jadi Pantai Damas itu memang belum dikelola Pemerintah Daerah. Akan tetapi statusnya masih dalam proses Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan pihak Perhutani,&#8221; kata Sunyoto.<strong> (mil/syn)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">125318</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Masih Alami, Begini Keindahan Telaga Ngudalan di Trenggalek</title>
		<link>https://memontum.com/masih-alami-begini-keindahan-telaga-ngudalan-di-trenggalek</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Oct 2020 06:27:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Kampak]]></category>
		<category><![CDATA[Telaga Ngudalan]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Alam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=125151</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Selain memiliki potensi wisata pantai nan indah, nyatanya Kabupaten Trenggalek juga memiliki keindahan telaga yang masih alami dan asri. Ya, Telaga Ngudalan namanya. Telaga ini berada di Desa Karangrejo Kecamatan Kampak Kabupaten Trenggalek. Seperti yang terlihat di lokasi, telaga ini cukup menarik mata untuk melihat. Didalam telaga, masih banyak berbagai jenis ikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Selain memiliki potensi wisata pantai nan indah, nyatanya Kabupaten Trenggalek juga memiliki keindahan telaga yang masih alami dan asri. Ya, Telaga Ngudalan namanya. Telaga ini berada di Desa Karangrejo Kecamatan Kampak Kabupaten Trenggalek.</p>
<p>Seperti yang terlihat di lokasi, telaga ini cukup menarik mata untuk melihat. Didalam telaga, masih banyak berbagai jenis ikan baik yang berukuran besar maupun kecil. Tentu sangat disayangkan, jika keindahan Telaga Ngudalan yang alami ini tidak diabadikan.</p>
<p>Salah satu pengunjung, Raka Pradana mengatakan, tidak ada seorangpun yang berani mengambil ikan yang ada di telaga ini. &#8220;Meski banyak sekali jenis ikan yang ada di telaga ini, tapi pengunjung maupun masyarakat setempat tidak berani untuk mengambil ikan disini,&#8221; ucap Raka saat dikonfirmasi, Kamis (07/10/2020) pagi.</p>
<p>Pria bertubuh besar ini menjelaskan, barang siapa yang menangkap atau mengambil ikan di telaga itu akan tertimpa musibah. &#8220;Belum diketahui keberadaannya apakah ini mitos atau apa. Jadi kalaupun mau kesini ya cukup menikmati udaranya yang sejuk dan alami saja. Sekaligus melihat kecantikan ikan-ikan yang ada disini,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Ia menuturkan jika nanti ikan-ikan tersebut diambil justru akan merusak ekosistem yang ada. Bahkan, jika ikan itu habis akan mengurangi keindahan Telaga Ngudalan yang cantik ini. &#8220;Sebisa mungkin, kita harus menjaga dan melestarikan lingkungan dan ekosistem alam yang ada. Dengan begitu, nantinya anak cucu kita bisa tetap merasakan dan bisa menikmati keindahan alam yang ada disini,&#8221; kata Raka.</p>
<p>Bagi kalian yang ingin berwisata tapi kantong pas-pasan, berwisata di Telaga Ngudalan ini bisa menjadi referensi untuk sedikit mengurangi kepenatan setelah beraktifitas. Karena disini kalian tidak perlu merogoh kocek untuk bisa menikmati kesejukan dan kejernihan air dari sumbernya.</p>
<p>Sesampainya di telaga ini, hawa dingin pun langsung bisa dirasakan. Tempat ini terasa begitu tenang, ditambah dengan jernihnya air dan ikan-ikan yang selalu mengerumuni para pengunjung yang datang.</p>
<p>Tempatnya yang nyaman, udaranya segar serta banyaknya pohon-pohon rindang juga akan memanjakan kita semua jika berkunjung ke Telaga Ngudalan ini. Untuk akses transportasi menuju telaga ini juga sangat mudah, karena bisa dijangkau oleh kendaraan roda 2 maupun roda 4.</p>
<p>Menurut warga sekitar, air Telaga Ngudalan ini juga digunakan sebagai sumber pengairan untuk sawah-sawah milik warga yang tinggal di sekitar lokaai.</p>
<p>Suasana yang sejuk dan segar membuat siapapun betah untuk menikamati wisata alam ini. Bagi kalian yang merasa galau (penat) tempat ini sangat cocok buat menenangkan diri.</p>
<p>&#8220;Tempat ini sangat cocok buat melepas kejenuhan atau ingin mencari obyek foto, karena selain kita bisa menikamati suasana telaga kita juga bisa bertatap langsung dengan persawahan yang berada di dekat telaga,&#8221; pungkasnya. <strong>(mil/syn)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">125151</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wisata Alam Taman Ayu Gogoniti, Suguhkan Pemandangan Alam yang Masih Asri</title>
		<link>https://memontum.com/wisata-alam-taman-ayu-gogoniti-suguhkan-pemandangan-alam-yang-masih-asri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Jul 2018 13:35:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Ayu Gogoniti]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Alam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/49250-wisata-alam-taman-ayu-gogoniti-suguhkan-pemandangan-alam-yang-masih-asri</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Blitar &#8211; Di Kabupaten Blitar, saat ini banyak objek wisata yang menyajikan pemandangan alam. Salah satunya adalah Taman Ayu Gogoniti. Objek wisata dengan view utama hutan pinus ini terletak di Desa Bumirejo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar. Udara segar dan pemandangan di Taman Ayu Gogoniti membuat pengunjung betah lama-lama berada di objek wisata yang terletak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Blitar</strong> &#8211; Di Kabupaten Blitar, saat ini banyak objek wisata yang menyajikan pemandangan alam. Salah satunya adalah Taman Ayu Gogoniti. Objek wisata dengan view utama hutan pinus ini terletak di Desa Bumirejo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar.</p>
<p>Udara segar dan pemandangan di Taman Ayu Gogoniti membuat pengunjung betah lama-lama berada di objek wisata yang terletak di lereng bukit Gogoniti tersebut. Meski harus sedikit mendaki, namun begitu sampai di atas, pengunjung akan langsung disambut dengan pemandangan luar biasa memanjakan mata.</p>
<p>Selain itu, pengunjung juga bisa berfoto di berbagai spot yang disediakan pengelola. Mulai dari deretan payung warna warni yang berjajar kontras dengan pemandangan hutan pinus, rumah pohon hingga puluhan merpati putih yang dibiarkan berterbangan di sekitar lokasi wisata. Pengunjung juga bisa bersantai di saung dan gazebo.</p>
<p>&#8220;Viewnya bagus, udaranya segar dan belum terlalu banyak pengunjung jadi benar-benar masih alami. Cocok untuk refresing,&#8221; ujar Nisa (23), salah satu pengunjung dari Trenggalek, Minggu (29/07/2018).</p>
<p>Selain spot-spot foto, pemandangan, serta udara segar, untuk pengunjung yang membawa anak-anak, ada pula wahana yang bisa dicoba saat berkunjung ke Taman Ayu Gogoniti. Diantaranya wahana naik delman dan berkeliling taman menggunakan ATV.</p>
<p>Tidak perlu khawatir jika merasa haus atau lapar. Karena di Taman Ayu Gogoniti juga ada kedai-kedai jajanan yang berderet di bagian bawah lereng.</p>
<p>Untuk masuk ke Taman Ayu Gogoniti, pengunjung tidak perlu merogoh kocek dalam. Karena harga tiketnya sangat terjangkau. Perorang hanya dikenakan satu tiket seharga Rp 3.000 baik untuk anak-anak ataupun orang dewasa.</p>
<p>Adapun rute ke Taman Ayu Gogoniti ini, dari Kota Blitar silahkan ambil arah ke Timur menuju Malang. Setelah melewati terminal Kesamben, anda akan melihat pertigaan ke kiri. Dari sini tinggal ikuti jalanan yang ada dan anda akan sampai di kawasan bukit Gogoniti. Di dekat lokasi juga banyak penanda arah sehingga memudahkan pengunjung mencari lokasi Taman Ayu Gogoniti. <strong>(jar/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">49250</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
