<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Wisatawan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/wisatawan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 30 May 2026 13:41:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Wisatawan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Dari Live TikTok, Sego Tempong Pasar Klojen Kota Malang Diserbu Wisatawan</title>
		<link>https://memontum.com/dari-live-tiktok-sego-tempong-pasar-klojen-kota-malang-diserbu-wisatawan</link>
					<comments>https://memontum.com/dari-live-tiktok-sego-tempong-pasar-klojen-kota-malang-diserbu-wisatawan#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 May 2026 05:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[diserbu]]></category>
		<category><![CDATA[Klojen]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[tempong]]></category>
		<category><![CDATA[tiktok]]></category>
		<category><![CDATA[Wisatawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232781</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Siaran langsung melalui TikTok membawa berkah tersendiri bagi pelaku usaha kuliner di Kota Malang. Salah satunya, seperti dirasakan Utami, pemilik Sego Tempong Mbak Uut di Pasar Klojen, yang kini makin kebanjiran pembeli dari berbagai daerah. Utami mengaku, rutin melakukan live TikTok sejak tiga bulan terakhir ini. Tidak tanggung-tanggung, pembeli datang dari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Siaran langsung melalui TikTok membawa berkah tersendiri bagi pelaku usaha kuliner di Kota Malang. Salah satunya, seperti dirasakan Utami, pemilik Sego Tempong Mbak Uut di Pasar Klojen, yang kini makin kebanjiran pembeli dari berbagai daerah.</p>



<p>Utami mengaku, rutin melakukan live TikTok sejak tiga bulan terakhir ini. Tidak tanggung-tanggung, pembeli datang dari Surabaya, Tulungagung, hingga Blitar. Bahkan, kata dia, ada yang sengaja berangkat menggunakan kereta api dan menjadikan warung Sego Tempong Mbak Uut sebagai tujuan kuliner saat berada di Pasar Klojen, Kota Malang.</p>



<p>“Dari luar kota kemarin ada dari Surabaya, Tulungagung, Blitar. Mereka datang rombongan naik HiAce ke sini cari Sego Tempong. Pas ditanya tahunya dari mana, mereka bilang dari TikTok,” ujar Utami, saat ditemui Sabtu (30/05/2026) tadi.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa live TikTok saat ini menjadi strategi promosi yang sangat efektif. Meskipun tidak bisa dilakukan setiap hari, karena keterbatasan pegawai dan tingginya antrean pembeli, dampaknya terasa signifikan terhadap peningkatan jumlah pelanggan.</p>



<p>“Sangat pengaruh banget. Yang datang dari luar kota itu banyak yang bilang tahu dari TikTok. Ada ibu-ibu rombongan, ada yang naik kereta, memang tujuannya cari Sego Tempong di sini,” katanya.</p>



<p>Utami mengaku baru membuka usahanya di Pasar Klojen sekitar satu tahun lalu. Namun, sejak awal berjualan warung miliknya sudah mendapat respons positif dari pelanggan. Kehadiran TikTok semakin mendongkrak popularitas usahanya.</p>



<p>“Awal buka sebenarnya sudah ramai, tapi setelah ada TikTok makin ramai lagi,” tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dampak peningkatan pengunjung terlihat dari jumlah bahan baku yang harus disiapkan setiap hari. Jika sebelumnya memasak sekitar 10 kilogram beras, kini kebutuhan bisa meningkat hingga 15 sampai 20 kilogram. Dalam sehari, warung Sego Tempong Mbak Uut mampu menjual sekitar 400 porsi.</p>



<p>&#8220;Kalau Sabtu, Minggu dan tanggal merah pasti lebih ramai, penjualan bisa menembus 500 porsi,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Lebih lanjut, untuk menu andalan yang paling banyak diburu pelanggan adalah Sego Tempong Ayam dengan harga Rp 18 ribu per porsi. Menu tersebut menjadi favorit karena dinilai lengkap dengan harga yang terjangkau.</p>



<p>“Yang paling laris Sego Tempong Ayam. Harganya Rp 18 ribu sudah komplit semuanya,” lanjutnya.</p>



<p>Meski menyediakan berbagai menu lain seperti ayam panggang, mangut, hingga cumi asap, Sego Tempong tetap menjadi primadona. Cita rasa khas sambal dan bahan baku yang didatangkan langsung dari Banyuwangi menjadi daya tarik tersendiri bagi pelanggan. “Tomat dan sambalnya memang dari Banyuwangi. Semua bahan utamanya dikirim dari sana,” imbuhnya.</p>



<p>Sebagai informasi, Warung Sego Tempong Mbak Uut buka setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 12.00 WIB dengan rentang harga menu Rp 18 ribu hingga Rp 30 ribu per porsi. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/dari-live-tiktok-sego-tempong-pasar-klojen-kota-malang-diserbu-wisatawan/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232781</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Libur Panjang 1 hingga 3 Mei, Destinasi Wisata di Banyuwangi Diserbu Wisatawan</title>
		<link>https://memontum.com/libur-panjang-1-hingga-3-mei-destinasi-wisata-di-banyuwangi-diserbu-wisatawan</link>
					<comments>https://memontum.com/libur-panjang-1-hingga-3-mei-destinasi-wisata-di-banyuwangi-diserbu-wisatawan#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 May 2026 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[destinasi]]></category>
		<category><![CDATA[diserbu]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[panjang]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Wisatawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232200</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Sektor pariwisata Banyuwangi mencatatkan performa impresif saat libur panjang (long weekend) tanggal 1 hingga 3 Mei 2026. Sebanyak 51.575 wisatawan, tercatat memadati berbagai destinasi unggulan di Bumi Blambangan. Dengan rincian, 50.719 orang wisatawan nusantara dan 856 orang wisatawan mancanegara. Agro Wisata Tamansuruh (AWT) sendiri, tampil sebagai primadona utama dengan angka kunjungan tertinggi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Sektor pariwisata Banyuwangi mencatatkan performa impresif saat libur panjang (long weekend) tanggal 1 hingga 3 Mei 2026. Sebanyak 51.575 wisatawan, tercatat memadati berbagai destinasi unggulan di Bumi Blambangan. Dengan rincian, 50.719 orang wisatawan nusantara dan 856 orang wisatawan mancanegara.</p>



<p>Agro Wisata Tamansuruh (AWT) sendiri, tampil sebagai primadona utama dengan angka kunjungan tertinggi mencapai 8.037 orang. Di posisi kedua, kawasan hutan ikonik De Djawatan Forest sukses memikat 7.254 pengunjung, baru kemudian Pantai Boom Marina yang mencatatkan 5.883 kunjungan.</p>



<p>Tingginya arus pelancong ini, membuktikan bahwa diversitas destinasi Banyuwangi mulai dari wisata buatan, alam, hingga pantai tetap menjadi daya tarik utama secara nasional. Meluapnya jumlah pengunjung, berdampak linear terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya sektor perhotelan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Tingkat okupansi sejumlah hotel melambung tinggi, di mana Villa So Long mencatatkan angka keterisian sebesar 90 persen. Performa serupa, juga terlihat di Ijen Estate yang mencapai 89 persen, serta Hotel Santika yang menyentuh angka 83 persen.</p>



<p>Menanggapi fenomena ini, Plt Kadisbudpar Banyuwangi, Hartono, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan cepat berpuas diri. Lonjakan ini justru menjadi momentum untuk terus membenahi aspek pelayanan dan infrastruktur di lapangan demi kenyamanan pengunjung.</p>



<p>&#8220;Lonjakan wisatawan yang luar biasa ini adalah amanah bagi kami. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas dan standar wisata agar setiap pengunjung mendapatkan pengalaman yang aman, nyaman dan berkesan selama berada di sini,&#8221; tegasnya, Selasa (05/05/2026) tadi.</p>



<p>Meledaknya angka kunjungan di awal Mei ini, diharapkan menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi lokal yang lebih luas. Dengan kolaborasi lintas sektor yang kuat, Banyuwangi optimis tren positif ini akan terus terjaga sepanjang tahun, memperkuat posisi daerah sebagai salah satu pilar pariwisata terbaik di Indonesia. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/libur-panjang-1-hingga-3-mei-destinasi-wisata-di-banyuwangi-diserbu-wisatawan/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232200</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Alun-Alun Merdeka Jadi Magnet Wisata Lebaran, Disporapar Catat Kunjungan Wisatawan Meningkat</title>
		<link>https://memontum.com/alun-alun-merdeka-jadi-magnet-wisata-lebaran-disporapar-catat-kunjungan-wisatawan-meningkat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2026 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ALun-alun]]></category>
		<category><![CDATA[Disporapar]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungan]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[magnet]]></category>
		<category><![CDATA[Meningkat]]></category>
		<category><![CDATA[merdeka]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Wisatawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231389</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Alun-Alun Merdeka Kota Malang kembali menjadi pusat keramaian wisata selama libur Lebaran 2026. Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, mencatat adanya peningkatan kunjungan wisatawan yang berdampak langsung pada ramainya destinasi wisata serta naiknya okupansi perhotelan. Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi, mengatakan pergerakan wisatawan menuju Kota Malang selama momen [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Alun-Alun Merdeka Kota Malang kembali menjadi pusat keramaian wisata selama libur Lebaran 2026. Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, mencatat adanya peningkatan kunjungan wisatawan yang berdampak langsung pada ramainya destinasi wisata serta naiknya okupansi perhotelan.</p>



<p>Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi, mengatakan pergerakan wisatawan menuju Kota Malang selama momen Lebaran terlihat cukup signifikan berdasarkan pemantauan di lapangan. Meski begitu, data pasti jumlah kunjungan wisatawan masih dalam proses rekapitulasi dan akan diumumkan pada awal April 2026.</p>



<p>“Kita lihat nanti angka pastinya di bulan April. Yang jelas, ada peningkatan kunjungan dan terlihat keramaian di beberapa titik destinasi wisata,” kata Baihaqi, Selasa (31/03/2026) tadi.</p>



<p>Menurutnya, Alun-Alun Merdeka menjadi salah satu lokasi yang paling dipadati pengunjung selama libur Lebaran. Ruang terbuka publik di pusat Kota Malang tersebut kembali menjadi magnet wisata keluarga, baik warga lokal maupun wisatawan luar daerah.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Alun-Alun Merdeka kembali menjadi magnet wisata keluarga. Hampir setiap hari terlihat ramai pengunjung yang datang untuk berwisata dan berkumpul bersama keluarga,” jelasnya.</p>



<p>Selain Alun-Alun Merdeka, sejumlah destinasi wisata tematik dan kawasan heritage juga mengalami lonjakan kunjungan, di antaranya Hawai Waterpark serta kawasan Kayutangan Heritage yang tetap menjadi tujuan favorit wisatawan.</p>



<p>Lebih lanjut, lonjakan wisatawan tersebut turut berdampak pada sektor perhotelan. Berdasarkan laporan Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), tingkat okupansi hotel di Kota Malang selama libur Lebaran mengalami peningkatan signifikan. Kondisi itu dinilai memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah, terutama pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).</p>



<p>“Okupansi penginapan meningkat. Ini tentu berdampak pada realisasi PAD Kota Malang, khususnya dari pajak hotel dan restoran,” imbuh Baihaqi. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231389</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kebijakan Tiket Terintegrasi Dongkrak Kunjungan Wisatawan di Watu Ulo dan Papuma Jember</title>
		<link>https://memontum.com/kebijakan-tiket-terintegrasi-dongkrak-kunjungan-wisatawan-di-watu-ulo-dan-papuma-jember</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Mar 2026 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dongkrak]]></category>
		<category><![CDATA[kebijakan]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungan]]></category>
		<category><![CDATA[papuma,]]></category>
		<category><![CDATA[terintegrasi]]></category>
		<category><![CDATA[Wisatawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231225</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Kepemudaan, Olah Raga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) mencatatkan pencapaian positif dalam sektor pariwisata pada momen libur Lebaran tahun 2026. Inovasi kebijakan berupa penerapan tiket terintegrasi antara dua destinasi unggulan, Pantai Watu Ulo dan Pantai Papuma, terbukti efektif menarik minat wisatawan dalam skala besar. Kebijakan ini, tidak hanya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Kepemudaan, Olah Raga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) mencatatkan pencapaian positif dalam sektor pariwisata pada momen libur Lebaran tahun 2026. Inovasi kebijakan berupa penerapan tiket terintegrasi antara dua destinasi unggulan, Pantai Watu Ulo dan Pantai Papuma, terbukti efektif menarik minat wisatawan dalam skala besar.</p>



<p>Kebijakan ini, tidak hanya menawarkan efisiensi biaya bagi pengunjung, tetapi juga memperkuat posisi Jember sebagai destinasi wisata bahari utama di Jawa Timur.</p>



<p>Kepala Disporabudpar Kabupaten Jember, Bobby Arie Sandy, menjelaskan bahwa skema satu tiket seharga Rp 12.500 memberikan akses ganda bagi wisatawan untuk mengeksplorasi eksotisme pasir putih Papuma sekaligus keunikan geologi Watu Ulo. &#8220;Langkah strategis ini diambil, untuk mengoptimalkan potensi kedua pantai yang letaknya berdampingan namun selama ini sering dikelola secara terpisah. Dengan adanya integrasi ini, wisatawan merasa mendapatkan nilai lebih (value for money) yang mendorong mereka untuk menghabiskan waktu lebih lama di kawasan tersebut,&#8221; jelasnya, Selasa (24/03/2026) tadi.</p>



<p>Data yang dihimpun melalui dashboard laporan real time, menunjukkan tren kenaikan yang sangat signifikan. Pada 21 Maret 2026, jumlah pengunjung tercatat sebanyak 1.079 orang. Namun, hanya dalam waktu 2 hari, angka tersebut melonjak drastis.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Pada 22 Maret, kunjungan menyentuh angka 3.742 orang dan puncaknya pada 23 Maret kemarin, lebih dari 6.121 wisatawan memadati area pantai. Bobby menegaskan, bahwa lonjakan ini merupakan hasil dari kesiapan infrastruktur dan promosi yang dilakukan secara masif jauh-jauh hari.</p>



<p>Selain dari sisi aksesibilitas, Pemkab Jember juga memberikan perhatian serius pada kenyamanan wisatawan di sektor kuliner. Fenomena &#8216;harga nuthuk&#8217; atau harga yang tidak wajar seringkali menjadi momok di tempat wisata.</p>



<p>Untuk mengantisipasi hal ini, Disporabudpar berkolaborasi dengan UMKM setempat untuk menetapkan standar harga transparan. Paket ekonomis mulai dari Rp 40 ribu perorang hingga paket keluarga Rp180 ribu untuk empat orang kini tersedia, memberikan kepastian bagi pelancong agar dapat menikmati hidangan laut tanpa rasa khawatir.</p>



<p>Menyambut akhir pekan yang bertepatan dengan masa libur sekolah, atmosfer pariwisata di Jember diprediksi akan semakin meriah dengan adanya Festival Pegon pada 28 Maret mendatang. Acara budaya yang melibatkan arak-arakan kereta sapi (Pegon) dari Balai Desa Sumberrejo menuju Watu Ulo ini diharapkan menjadi magnet tambahan bagi wisatawan mancanegara maupun domestik.</p>



<p>Bobby mengapresiasi seluruh petugas gabungan yang memastikan keamanan di lapangan, sembari mengimbau wisatawan untuk selalu waspada terhadap kondisi alam demi keselamatan bersama. <strong>(rio/gie/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231225</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Disporapar Kota Malang Targetkan 3,4 Juta Kunjungan Wisatawan di 2026</title>
		<link>https://memontum.com/disporapar-kota-malang-targetkan-34-juta-kunjungan-wisatawan-di-2026</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Jan 2026 08:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Disporapar]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[targetkan]]></category>
		<category><![CDATA[Wisatawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229387</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, menargetkan di tahun 2026 ini jumlah kunjungan wisata mencapai 3,4 juta. Target tersebut, dinilai realistis karena disusun berdasarkan capaian kunjungan pada tahun sebelumnya. Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi, mengatakan bahwa di tahun 2026 Pemkot Malang tidak menargetkan penambahan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, menargetkan di tahun 2026 ini jumlah kunjungan wisata mencapai 3,4 juta. Target tersebut, dinilai realistis karena disusun berdasarkan capaian kunjungan pada tahun sebelumnya.</p>



<p>Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi, mengatakan bahwa di tahun 2026 Pemkot Malang tidak menargetkan penambahan destinasi wisata baru. Namun, fokus utama diarahkan pada optimalisasi dan perawatan destinasi yang sudah ada, agar tetap menarik dan nyaman dikunjungi.</p>



<p>“Destinasi wisata tidak bertambah. Kami fokus mengoptimalkan yang ada, dilakukan perawatan supaya tetap optimal. Karena target ditentukan berdasarkan realisasi tahun sebelumnya, maka angka 3,4 juta dinilai realistis,” ujar Baihaqi, Sabtu (10/01/2026) tadi.</p>



<p>Berdasarkan data Disporapar, total kunjungan wisata Kota Malang sepanjang 2025 tercatat 3.440.427 orang, terdiri dari 3.362.133 Wisatawan Nusantara (Wisnus) dan 78.298 Wisatawan Mancanegara (Wisman). Jumlah tersebut melampaui dari target kunjungan wisata sebesar 3,3 juta.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Alhamdulillah, target kunjungan wisata 2025 bisa tercapai bahkan melampaui. Dari target 3,3 juta, realisasinya mencapai 3,4 juta wisatawan atau sekitar 103 persen,” tambahnya.</p>



<p>Sepanjang 2025, Kampung Kayutangan Heritage menjadi destinasi paling ramai dikunjungi wisatawan. Bahkan saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), jumlah pengunjung mencapai 5.000 hingga 6.000 orang perhari.</p>



<p>“Kayutangan kontribusinya besar terhadap kunjungan wisata. Selain itu, destinasi seperti Hawai Waterpark dan Kampung Warna-Warni juga masih menjadi favorit wisatawan,” ujarnya.</p>



<p>Menghadapi momen libur panjang di awal 2026 dan libur Lebaran, Disporapar mengaku telah menyiapkan langkah antisipasi dengan memperkuat koordinasi bersama pengelola destinasi wisata serta pelaku industri pariwisata. “Kami belajar dari pengalaman libur panjang tahun-tahun sebelumnya. Fokus kami di 2026 adalah pelayanan. Wisatawan harus mendapatkan kesan yang menyenangkan agar mau kembali berkunjung ke Kota Malang,” imbuh Baihaqi. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229387</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Awali Tahun 2026, Wabup Lumajang dan Forkopimda Riding Sapa Wisatawan dan Tinjau Infrastruktur</title>
		<link>https://memontum.com/awali-tahun-2026-wabup-lumajang-dan-forkopimda-riding-sapa-wisatawan-dan-tinjau-infrastruktur</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Forkopimda]]></category>
		<category><![CDATA[Infrastruktur]]></category>
		<category><![CDATA[riding]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>
		<category><![CDATA[Wisatawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229210</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), mengawali tahun 2026 sekaligus memanfaatkan momentum libur awal tahun, dengan turun langsung menyapa masyarakat dan wisatawan di sejumlah destinasi wisata di Lumajang, Kamis (01/01/2026) tadi. Mas Yudha-sapaan Wabup dan Forkopimda, melakukan riding sepeda motor ke sejumlah destinasi wisata, sebagai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), mengawali tahun 2026 sekaligus memanfaatkan momentum libur awal tahun, dengan turun langsung menyapa masyarakat dan wisatawan di sejumlah destinasi wisata di Lumajang, Kamis (01/01/2026) tadi.</p>



<p>Mas Yudha-sapaan Wabup dan Forkopimda, melakukan riding sepeda motor ke sejumlah destinasi wisata, sebagai bentuk pemantauan langsung terhadap potensi pariwisata, kondisi keamanan dan pelayanan publik. Kegiatan ini, menjadi wujud pendekatan kepemimpinan yang membumi, sekaligus strategi efektif Pemerintah Kabupaten Lumajang dalam memastikan kesiapan destinasi wisata selama masa libur Tahun Baru 2026.</p>



<p>Dalam momen itu, rombongan tidak hanya memantau tingkat kunjungan. Namun, rombongan juga meninjau infrastruktur, tata kelola kawasan, serta kenyamanan wisatawan yang datang dari berbagai daerah.</p>



<p>Dalam agenda riding tersebut, Situs Selogending di Desa Kandangan, Kecamatan Senduro, menjadi salah satu titik utama kunjungan. Rombongan Forkopimda, antara lain Dandim 0821 Lumajang, Letkol Arh Anton Subhandi, Kapolres Lumajang, AKBP Alex Sandy Siregar, Kepala Kejaksaan Negeri Lumajang, Ristu Darmawan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lumajang, Achmad Faisol Saifullah, serta Kalapas Kelas IIB Lumajang, Agus Salim.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Situs Selogending sendiri, dikenal sebagai peninggalan prasejarah sekaligus cagar budaya bernilai tinggi. Struktur punden berundak, batu-batu menhir sakral, serta keberadaan Watu Selogending dan Watu Wadung Prabu menjadi bukti jejak peradaban masa lampau yang hingga kini masih dijaga melalui tradisi dan kearifan lokal masyarakat setempat. Tatanan situs yang menyerupai Gunung Semeru semakin memperkuat nilai historis dan spiritual kawasan ini.</p>



<p>Wakil Bupati Lumajang menegaskan, bahwa kegiatan riding bukan sekadar agenda simbolik, melainkan sarana untuk menyerap aspirasi masyarakat dan memastikan kebijakan berjalan sesuai kondisi riil di lapangan. “Dengan turun langsung seperti ini, kami bisa melihat potensi wisata secara nyata, mendengar aspirasi warga, sekaligus memastikan keamanan dan kenyamanan pengunjung. Lumajang memiliki kekayaan wisata alam dan budaya yang luar biasa, dan itu harus kita jaga bersama dengan pengelolaan yang bertanggung jawab,” ujar Mas Yudha.</p>



<p>Selain promosi wisata dan pelestarian budaya, monitoring keamanan menjadi perhatian utama. Pemerintah daerah bersama unsur TNI, Polri dan instansi terkait melakukan antisipasi terhadap potensi kerawanan, kepadatan pengunjung, serta gangguan ketertiban selama libur Tahun Baru 2026, agar aktivitas masyarakat tetap berjalan kondusif.</p>



<p>“Libur awal tahun selalu diiringi peningkatan mobilitas masyarakat. Karena itu, sinergi lintas sektor menjadi kunci agar masyarakat maupun wisatawan merasa aman, nyaman dan terlindungi,” tambahnya.</p>



<p>Melalui keterlibatan aktif Forkopimda, Pemkab Lumajang berharap momentum libur awal tahun tidak hanya berdampak pada peningkatan kunjungan wisata, tetapi juga menghadirkan pengalaman positif, aman dan berkesan. Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam membangun pariwisata Lumajang yang berkelanjutan, berbasis pelestarian budaya, serta berpihak pada kenyamanan dan keselamatan masyarakat. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229210</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kunjungan Wisatawan di Banyuwangi Terus Alami Peningkatan, Basarnas Pastikan Kelancaran Arus</title>
		<link>https://memontum.com/kunjungan-wisatawan-di-banyuwangi-terus-alami-peningkatan-basarnas-pastikan-kelancaran-arus</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Dec 2025 12:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[basarnas]]></category>
		<category><![CDATA[kelancaran]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungan]]></category>
		<category><![CDATA[pastikan]]></category>
		<category><![CDATA[peningkatan]]></category>
		<category><![CDATA[Wisatawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229120</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) RI, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafi, bersama Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa dan Kapolda Jatim, Irjen Pol Nanang Avianto, datang langsung ke Banyuwangi, Senin (29/12/2025) tadi. Kedatangan rombongan, untuk memantau langsung arus selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Terlebih, kunjungan wisatawan ke Banyuwangi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) RI, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafi, bersama Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa dan Kapolda Jatim, Irjen Pol Nanang Avianto, datang langsung ke Banyuwangi, Senin (29/12/2025) tadi.</p>



<p>Kedatangan rombongan, untuk memantau langsung arus selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Terlebih, kunjungan wisatawan ke Banyuwangi diprediksi terus meningkat hingga pergantian tahun.</p>



<p>&#8220;Terima kasih atas atensi Kabasarnas, Gubernur, Kapolda, serta jajaran pada Banyuwangi. Koordinasi kian meningkatkan pelayanan dan pengamanan selama masa libur Nataru di Banyuwangi yang ramai dikunjungi wisatawan,&#8221; kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, saat mendampingi rombongan.</p>



<p>Turut mendampingi rombongan, Kasdam V/Brawijaya, Brigjen TNI Zainul Bahar, Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, Tri Handoko Seto dan stakeholder terkait. Tiba di Banyuwangi, rombongan memantau Pelabuhan Ketapang Banyuwangi. Di sana, mereka menggelar rapat koordinasi lintas instansi.</p>



<p>Setelah itu, rombongan meninjau langsung sejumlah titik layanan. Mulai dari jalur masuk kendaraan, ruang tunggu penumpang, hingga Posko Pelayanan Terpadu Natal dan Tahun Baru.</p>



<p>&#8220;Kami hadir bersama Ibu Gubernur dan Bapak Kapolda untuk memantau langsung kesiapsiagaan Natal dan Tahun Baru. Alhamdulillah, semua yang direncanakan berjalan dengan baik dan lancar,&#8221; ujar Kabasarnas Syafii.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya mengatakan, ini merupakan bagian dari tugas masing-masing instansi dalam memastikan kesiapsiagaan selama libur Nataru. &#8220;Kami juga mengimbau agar mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi. Masyarakat bisa memantau update cuaca yang bisa diakses di BMKG,&#8221; sambungnya.</p>



<p>Gubernur Khofifah menambahkan, kesiapan ASDP dan seluruh unsur pengamanan di Pelabuhan Ketapang sudah sangat baik. Perencanaan dan pelaksanaan layanan penyeberangan selama Nataru, berjalan sesuai harapan.</p>



<p>Terkait potensi hidrometeorologi, Gubernur Khofifah menjelaskan berdasarkan data BMKG Juanda, sekitar 20 persen curah hujan terjadi pada Desember, meningkat menjadi 58 persen pada Januari dan sisanya 22 persen diperkirakan turun pada Februari. &#8220;Karena itu, Pemprov Jatim telah melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sejak 5 Desember lalu hingga 31 Desember 2025,&#8221; terangnya.</p>



<p>Sementara itu, Kapolda Jatim, Irjen Pol Nanang Avianto, menambahkan, pengamanan Nataru difokuskan pada pelayanan. Seluruh instansi, kata dia, disatukan dalam satu tujuan memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. &#8220;Dengan kolaborasi semua pihak, kami ingin memastikan aktivitas masyarakat di akhir tahun bisa berjalan aman dan nyaman,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Dirinya menambahkan, tren wisata di Jawa Timur saat ini cukup tinggi, termasuk di Banyuwangi. Kesiapsiagaan personel terus ditingkatkan, terutama untuk mengantisipasi lonjakan arus balik dan potensi gangguan akibat cuaca.</p>



<p>&#8220;Semua langkah taktis sudah kami siapkan, termasuk eskalasi personel jika dibutuhkan. Kami siaga penuh untuk memastikan libur Nataru ini berjalan aman hingga selesai,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Dua hari menjelang pergantian tahun, pergerakan penumpang didominasi dari arah Bali menuju Banyuwangi. Berdasarkan data operasional Pelabuhan Ketapang pada Minggu (28/12/2025) kemarin, total penumpang yang menyeberang, baik pejalan kaki maupun di dalam kendaraan, mencapai 29.150 orang. Rinciannya, 2.234 unit roda dua, 3.103 unit kendaraan kecil (golongan IVA dan IVB), 1.872 unit truk, serta 317 unit bus. Sehingga, total kendaraan roda empat ke atas tercatat 5.292 unit dan keseluruhan kendaraan yang menyeberang mencapai 7.526 unit. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229120</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lonjakan Wisatawan Dongkrak UMKM di Kayutangan Heritage saat Libur Nataru</title>
		<link>https://memontum.com/lonjakan-wisatawan-dongkrak-umkm-di-kayutangan-heritage-saat-libur-nataru</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Dec 2025 06:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dongkrak]]></category>
		<category><![CDATA[heritage,]]></category>
		<category><![CDATA[Kayutangan]]></category>
		<category><![CDATA[lonjakan]]></category>
		<category><![CDATA[Nataru]]></category>
		<category><![CDATA[Wisatawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229041</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Lonjakan kunjungan wisatawan ke Kampung Kayutangan Heritage selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), membawa dampak signifikan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Sejumlah pelaku usaha, mengaku mengalami peningkatan penjualan. Salah satunya, seperti yang dirasakan oleh pemilik usaha Es Serut Podjok, Marisa. Dirinya menyebut, bahwa masa libur panjang ini [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Lonjakan kunjungan wisatawan ke Kampung Kayutangan Heritage selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), membawa dampak signifikan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Sejumlah pelaku usaha, mengaku mengalami peningkatan penjualan.</p>



<p>Salah satunya, seperti yang dirasakan oleh pemilik usaha Es Serut Podjok, Marisa. Dirinya menyebut, bahwa masa libur panjang ini peningkatan penjualan bisa mencapai dua kali lipat dari hari biasanya. Bahkan, bisa menjualkan hingga dua ribu cup.</p>



<p>&#8220;Kalau hari libur memang ramai. Peningkatannya bisa dua kali lipat dari hari biasa. Apalagi kalau libur panjang seperti ini. Dalam sehari bisa menghabiskan sekitar 2.000 cup es serut,&#8221; ujar Marisa, saat ditemui, Sabtu (27/12/2025) tadi.</p>



<p>Namun, menurutnya penjualan tersebut tentu juga dipengaruhi oleh kondisi cuaca. Usahanya mulai beroperasi pukul 10.00 hingga 22.00 WIB.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dampak serupa juga dirasakan Hamur Mbah Ndut 1923, salah satu kafe legendaris di kawasan Kayutangan Heritage. Pengelola kafe menyebut lonjakan wisatawan mulai terasa sejak pertengahan Desember 2025, bertepatan dengan pembagian rapor sekolah.</p>



<p>“Setelah terima rapor itu mulai ada peningkatan wisatawan yang masuk kampung. Dari ticketing, jumlahnya bisa sekitar 2.000 orang per hari,” kata Mbah Ndut-sapaannya.</p>



<p>Dirinya menjelaskan, sejak awal dibuka, kafe tersebut memang sudah ramai karena menjadi salah satu motor penggerak awal UMKM di Kampung Kayutangan Heritage. Namun, intensitas kunjungan saat libur Nataru jauh lebih tinggi dibanding hari biasa.</p>



<p>“Kami buka dari jam 8 pagi sampai maksimal jam 10 malam. Setelah itu harus tutup semua, karena ada aturan untuk memberi waktu istirahat warga,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229041</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kunjungan Wisatawan ke Kayutangan Heritage Tembus 3 Ribu Orang Perhari</title>
		<link>https://memontum.com/kunjungan-wisatawan-ke-kayutangan-heritage-tembus-3-ribu-orang-perhari</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Dec 2025 05:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[heritage,]]></category>
		<category><![CDATA[Kayutangan]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungan]]></category>
		<category><![CDATA[perhari]]></category>
		<category><![CDATA[tembus]]></category>
		<category><![CDATA[Wisatawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229038</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kawasan Kayutangan Heritage, Kota Malang, mengalami lonjakan kunjungan cukup signifikan saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Tidak hanya memadati koridor utama saja, namun wisatawan juga ramai menyusuri Kampung Kayutangan Heritage, yang dikenal dengan deretan rumah bersejarah dan bernuansa tempo dulu. Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Kayutangan Heritage, Mila Kurniawati, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kawasan Kayutangan Heritage, Kota Malang, mengalami lonjakan kunjungan cukup signifikan saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Tidak hanya memadati koridor utama saja, namun wisatawan juga ramai menyusuri Kampung Kayutangan Heritage, yang dikenal dengan deretan rumah bersejarah dan bernuansa tempo dulu.</p>



<p>Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Kayutangan Heritage, Mila Kurniawati, mengatakan bahwa kunjungan itu meningkat hingga tiga ribu pengunjung per harinya. Itu sudah terjadi sejak pertengahan Desember 2025 lalu.</p>



<p>&#8220;Mulai ramai sejak 13 Desember 2025. Kalau dibanding hari biasa bisa naik sampai tiga kali lipat, sementara saat akhir pekan naik sekitar satu kali lipat,&#8221; ujar Mila-sapaannya, Sabtu (27/12/2025) tadi.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa meningkatnya jumlah wisatawan turut berdampak pada aktivitas pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Dari total 254 UMKM yang terdata di Kayutangan Heritage, beberapa gerai kuliner menjadi magnet utama bagi para pengunjung.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Yang paling banyak menyedot pengunjung itu seperti es serut pojok, cookies Nyi Aisyiyah dan Ice Lepen, karena kan take away (bungkus,red). UMKM lain juga ramai, hanya saja karena kapasitas rumah terbatas, pengunjung harus bergantian,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, salah satu wisatawan asal Trenggalek, Widayati, mengaku tengah menghabiskan masa liburan bersama keluarganya di Kampung Kayutangan Heritage. Bahkan, kedatangannya juga menjadi ajang nostalgia, mengingat dirinya pernah tinggal di Kota Malang.</p>



<p>&#8220;Kami liburan sama anak-anak dan ponakan. Tadi berangkat satu kendaraan naik Elf, total 14 orang. Anak-anak penasaran karena Kayutangan ini katanya viral,&#8221; kata Widayati.</p>



<p>Menurutnya, suasana Kampung Kayutangan Heritage sesuai dengan ekspektasi, terutama dengan keberadaan kafe-kafe dan bangunan bersejarah. Dirinya menilai kawasan tersebut akan semakin menarik jika dikunjungi pada malam hari.</p>



<p>“Kalau malam pasti lebih bagus lagi. Banyak tempat foto, rumah-rumah lama juga menarik,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229038</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
