<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>wisman &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/wisman/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 19 Apr 2026 11:42:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>wisman &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pariwisata Lumajang Tempati Peringkat Pertama sebagai Tujuan Wisman</title>
		<link>https://memontum.com/pariwisata-lumajang-tempati-peringkat-pertama-sebagai-tujuan-wisman</link>
					<comments>https://memontum.com/pariwisata-lumajang-tempati-peringkat-pertama-sebagai-tujuan-wisman#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Apr 2026 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[peringkat]]></category>
		<category><![CDATA[pertama]]></category>
		<category><![CDATA[sebagai]]></category>
		<category><![CDATA[tempati]]></category>
		<category><![CDATA[tujuan]]></category>
		<category><![CDATA[wisman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231785</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Pariwisata Kabupaten Lumajang memasuki fase akseleratif. Dalam unggahan media sosial, Bupati Lumajang, Indah Amperawati, mengumumkan bahwa Lumajang menempati peringkat pertama sebagai tujuan wisatawan mancanegara (Wisman) di Jawa Timur, mengungguli Surabaya, Malang, Banyuwangi dan Bondowoso. “Capaian ini kami maknai sebagai indikator, bahwa arah pengembangan pariwisata Lumajang mulai menunjukkan hasil yang terukur,” kata Bunda [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Pariwisata Kabupaten Lumajang memasuki fase akseleratif. Dalam unggahan media sosial, Bupati Lumajang, Indah Amperawati, mengumumkan bahwa Lumajang menempati peringkat pertama sebagai tujuan wisatawan mancanegara (Wisman) di Jawa Timur, mengungguli Surabaya, Malang, Banyuwangi dan Bondowoso.</p>



<p>“Capaian ini kami maknai sebagai indikator, bahwa arah pengembangan pariwisata Lumajang mulai menunjukkan hasil yang terukur,” kata Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang, Sabtu (18/04/2026) tadi.</p>



<p>Capaian ini, lanjutnya, bukan sekadar prestasi peringkat. Melainkan, indikator perubahan struktur ekonomi daerah. Pariwisata mulai bergerak dari sektor pelengkap menjadi penggerak utama pertumbuhan berbasis potensi lokal.</p>



<p>“Pariwisata tidak berdiri sendiri. Ia terhubung langsung dengan ekonomi masyarakat, terutama sektor usaha kecil dan layanan lokal,” tambah Bunda Indah.</p>



<p>Penguatan posisi tersebut, paparnya, terlihat dari performa destinasi unggulan. Air Terjun Tumpak Sewu di kawasan Gunung Semeru, menjadi destinasi nomor satu kunjungan wisman di Jawa Timur. Sementara Teras Semeru, turut mengokohkan citra Lumajang sebagai episentrum wisata alam berkelas dunia.</p>



<p>“Daya tarik utama kita ada pada kekuatan lanskap alam. Tugas kita adalah menjaga kualitas pengalaman agar tetap konsisten,” jelasnya.</p>



<p>Substansi capaian ini, lanjutnya, diperkuat oleh data riil kunjungan Triwulan I 2026 Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang. Total kunjungan wisatawan mencapai 476.062 orang, melampaui target 450.000. Dari jumlah tersebut, wisatawan nusantara (Wisnus) masih mendominasi dengan 460.036 kunjungan, sementara wisman tercatat 16.026 kunjungan.</p>



<p>Dominasi Wisnus ini, menunjukkan bahwa fondasi pasar domestik Lumajang sangat kuat. Namun, kehadiran lebih dari 16 ribu wisman menjadi sinyal penting bahwa destinasi Lumajang mulai menembus pasar global secara konsisten.</p>



<p>“Kita melihat adanya tren positif pada kunjungan wisman, meskipun skalanya masih perlu diperkuat secara bertahap,” ujarnya.</p>



<p>Distribusi kunjungan, juga menunjukkan pola akselerasi. Januari tercatat 132.244 kunjungan, Februari 60.992, dan meningkat signifikan pada Maret menjadi 282.826 kunjungan.</p>



<p>“Lonjakan ini menunjukkan bahwa promosi dan momentum kunjungan mulai selaras, meski tetap perlu dijaga kesinambungannya,” kata Bunda Indah.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dari sisi destinasi, pergerakan wisatawan tersebar pada sejumlah titik strategis. Pantai Watu Pecak mencatat kunjungan tertinggi dengan 103.075 wisatawan, disusul Tumpak Selo sebanyak 95.305 kunjungan. Sementara Pemandian Alam Selokambang dan Pemandian Alam Tirtosari masing-masing mencatat 45.871 dan 38.484 kunjungan.</p>



<p>Meski secara total kunjungan Air Terjun Tumpak Sewu berada di angka 25.821, destinasi ini menjadi kontributor utama wisman dengan 15.908 kunjungan internasional. “Kontribusi wisman masih terkonsentrasi pada destinasi tertentu. Ini menjadi ruang evaluasi untuk memperluas sebaran kunjungan,” ungkapnya.</p>



<p>Dampak di lapangan, pun mulai terasa. Salah satu pemandu wisata lokal, Dedi, merasakan perubahan ritme kerja yang kini lebih hidup seiring meningkatnya kunjungan. “Dulu tamu asing belum tentu ada setiap hari. Sekarang mulai rutin datang, terutama ke Tumpak Sewu. Kami pelan-pelan belajar, dari bahasa sampai cara melayani. Ada rasa bangga juga, karena kami bisa ikut memperkenalkan Lumajang ke orang dari berbagai negara,” kata Dedi.</p>



<p>Fenomena serupa juga terlihat pada Air Terjun Kapas Biru, yang mulai menarik wisman. Hal ini, menunjukkan bahwa wisatawan mancanegara cenderung memilih destinasi dengan kualitas visual dan pengalaman yang kuat.</p>



<p>Namun demikian, masih terdapat ruang penguatan. Destinasi seperti Ranu Pani dan Ranu Regulo belum beroperasi optimal.</p>



<p>“Kami melihat pentingnya pemerataan pengembangan destinasi agar manfaat ekonomi bisa dirasakan lebih luas,” jelasnya.</p>



<p>Secara substantif, data ini menunjukkan bahwa pariwisata Lumajang tidak hanya tumbuh, tetapi mulai membentuk struktur yang lebih kuat. Wisnus menjaga volume kunjungan, sementara wisman memberikan nilai tambah ekonomi dan eksposur global.</p>



<p>Dampak ekonomi juga dirasakan pelaku usaha kecil. Irma, salah satu pelaku UMKM lokal, menyebut peningkatan kunjungan turut menggerakkan usahanya, meski secara bertahap.</p>



<p>“Kalau wisatawan ramai, dagangan ikut bergerak. Tidak selalu besar, tapi terasa. Ada yang beli oleh-oleh, ada yang sekadar mampir. Bagi kami, yang penting usaha tetap jalan dan bisa membantu ekonomi keluarga,” ujar Irma.</p>



<p>Pergerakan ini memperlihatkan bagaimana pariwisata mulai terhubung langsung dengan ekonomi masyarakat. UMKM, transportasi, pemandu wisata, hingga homestay mengalami peningkatan aktivitas.</p>



<p>“Pergerakan ekonomi lokal mulai terlihat, meskipun masih perlu diperkuat dari sisi kualitas layanan dan kapasitas pelaku usaha,” ujar Bunda Indah.</p>



<p>Dalam konteks pembangunan, capaian ini mempertegas arah kebijakan Pemerintah Kabupaten Lumajang yang mendorong pariwisata sebagai sektor unggulan berbasis kolaborasi. “Kami membuka ruang kolaborasi yang lebih luas, baik dengan pelaku usaha maupun masyarakat, agar pertumbuhan ini bisa dijaga bersama,” tegasnya.</p>



<p>Ke depan, tantangan yang dihadapi adalah menjaga kualitas destinasi, memperluas distribusi wisatawan, serta memastikan keberlanjutan lingkungan.</p>



<p>“Keberlanjutan menjadi kunci. Pertumbuhan harus berjalan seimbang dengan pelestarian,” papar Bunda Indah.</p>



<p>Dengan fondasi data yang kuat dan capaian yang terukur, Lumajang tidak hanya mencatat kemajuan, tetapi mulai membangun model pengembangan pariwisata yang lebih adaptif, inklusif, dan berkelanjutan. <strong>(kom/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/pariwisata-lumajang-tempati-peringkat-pertama-sebagai-tujuan-wisman/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231785</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kunjungan Wisata di Kota Malang Tembus 77 Persen, Wisman Eropa Meningkat</title>
		<link>https://memontum.com/kunjungan-wisata-di-kota-malang-tembus-77-persen-wisman-eropa-meningkat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Nov 2025 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Meningkat]]></category>
		<category><![CDATA[persen]]></category>
		<category><![CDATA[tembus]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<category><![CDATA[wisman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228077</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sektor pariwisata di Kota Malang pada tahun 2025, terus menunjukkan tren positif. Bahkan hingga akhir Oktober, kunjungan wisata sudah mencapai 77 persen dari target tahunan sebesar 3,3 juta wisatawan. Kepala Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi, menyampaikan bahwa pihaknya optimis target kunjungan dapat tercapai hingga akhir tahun [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Sektor pariwisata di Kota Malang pada tahun 2025, terus menunjukkan tren positif. Bahkan hingga akhir Oktober, kunjungan wisata sudah mencapai 77 persen dari target tahunan sebesar 3,3 juta wisatawan.</p>



<p>Kepala Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi, menyampaikan bahwa pihaknya optimis target kunjungan dapat tercapai hingga akhir tahun 2025 mendatang. &#8220;Sampai akhir Oktober 2025 kemarin, dari target 3,3 juta satu tahun itu sudah tercapai 77 persen. Ini sudah menjelang akhir November, pastinya akan ada tambahan lagi. Mudah-mudahan sampai dengan akhir Desember nanti targetnya bisa tercapai,&#8221; ujar Baihaqi, Selasa (25/11/2025) tadi.</p>



<p>Baihaqi menyebut, ada kecenderungan meningkatnya Wisatawan Mancanegara (Wisman), terutama sejak pertengahan tahun. Turis asal Eropa mendominasi kunjungan tersebut.</p>



<p>&#8220;Memang ada kecenderungan meningkat Wisman yang datang ke Kota Malang. Alhamdulillah Kota Malang semakin dikenal dengan keamanannya, kenyamanannya, udaranya yang enak dan kulinernya yang banyak,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kemudian, ditambahkannya bahwa Kota Malang kini mulai menjadi bagian dari paket wisata turis Eropa. Meski sebagian besar wisatawan tersebut lebih lama tinggal di Bali, Kota Malang sudah menjadi salah satu destinasi singgah.</p>



<p>&#8220;Rata-rata Wisman 1–2 hari di Kota Malang. Itu yang akan kami perjuangkan supaya mereka bisa lebih lama stay di sini,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Lebih lanjut, untuk meningkatkan lama tinggal wisatawan, Disporapar berencana memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak. Salah satunya dengan pemerintah daerah di Malang Raya dan juga Jawa Timur.</p>



<p>&#8220;Berbicara wisata ini tidak ada batasnya. Kota Malang kondusif, tetapi di luar Kota Malang kurang kondusif, itu juga berpengaruh. Maka sinergi dan kolaborasi Malang Raya sangat penting,&#8221; imbuh Baihaqi. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228077</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sambut Wisman Pertama 2025 di Kepulauan Riau, Wamenpar Optimis Target 16 Juta Wisatawan</title>
		<link>https://memontum.com/sambut-wisman-pertama-2025-di-kepulauan-riau-wamenpar-optimis-target-16-juta-wisatawan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Jan 2025 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[kepulauan]]></category>
		<category><![CDATA[optimis]]></category>
		<category><![CDATA[pertama]]></category>
		<category><![CDATA[sambut]]></category>
		<category><![CDATA[target]]></category>
		<category><![CDATA[wamenpar]]></category>
		<category><![CDATA[Wisatawan]]></category>
		<category><![CDATA[wisman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218073</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Riau &#8211; Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar), Ni Luh Puspa, mengawali kegiatan di hari pertama tahun 2025 dengan menyambut kedatangan wisatawan mancanegara (Wisman) di Pelabuhan Bandar Bentan Telani, Lagoi, Bintan, Kepulauan Riau, Rabu (01/01/2025) tadi. Penyambutan Wisman pertama yang menginjakkan kakinya di Indonesia melalui Kepulauan Riau di tahun 2025 ini, memberikan makna simbolis sekaligus harapan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Riau</strong> &#8211; Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar), Ni Luh Puspa, mengawali kegiatan di hari pertama tahun 2025 dengan menyambut kedatangan wisatawan mancanegara (Wisman) di Pelabuhan Bandar Bentan Telani, Lagoi, Bintan, Kepulauan Riau, Rabu (01/01/2025) tadi. Penyambutan Wisman pertama yang menginjakkan kakinya di Indonesia melalui Kepulauan Riau di tahun 2025 ini, memberikan makna simbolis sekaligus harapan akan kinerja sektor pariwisata yang semakin meningkat dan memberikan dampak di sepanjang tahun 2025.</p>



<p>&#8220;Saya percaya bahwa awal tahun ini sampai akhir 2025 nanti kita bisa mencapai target untuk kedatangan wisatawan mancanegara,&#8221; ujar Ni Luh Puspa.</p>



<p>Kepulauan Riau sendiri memang memiliki peran dan posisi strategis dalam menunjang kunjungan Wisman ke Indonesia. Letaknya yang berbatasan laut dengan Singapura dan Malaysia, menjadikan provinsi kepulauan ini sebagai satu dari tiga pintu masuk terbesar wisman ke Indonesia setelah Bali dan Jakarta. Kepulauan Riau juga memiliki ragam destinasi dan daya tarik, baik destinasi berbasis alam, budaya, buatan, serta olahraga.</p>



<p>&#8220;Jadi ini adalah potensi yang luar biasa untuk Kepri agar bisa terus meningkatkan kedatangan wisatawan mancanegara,&#8221; kata Wamenpar.</p>



<p>Wamenpar juga mendorong agar industri pariwisata dapat meningkatkan inovasi dan kreativitas dalam menghadirkan destinasi-destinasi baru mengedepankan wisata yang berkualitas dan berkelanjutan. &#8220;Atraksi-atraksi yang ditingkatkan diharapkan dapat membuat length of stay wisatawan lebih lama dan spendingnya lebih banyak,&#8221; ujar Wamenpar.</p>



<p>Untuk kunjungan wisatawan mancanegara, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat hingga Oktober 2024, jumlah wisatawan mancanegara secara nasional telah mencapai 11,6 juta kunjungan dan diyakini terus bertambah hingga Desember 2024. Jumlah tersebut mendekati realisasi tahun 2023 sebesar 11,7 juta kunjungan.</p>



<p>&#8220;Saat ini (tahun 2025) Kementerian Pariwisata ditargetkan bisa mencapai (kunjungan Wisman) sekitar 14 juta sampai 16 juta wisatawan mancanegara. Saya berharap (lebih) banyak (Wisman) yang datang ke Kepulauan Riau ini,&#8221; ujar Wamenpar Ni Luh Puspa.</p>



<p>Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, mengapresiasi kehadiran Wamenpar, Ni Luh Puspa dalam penyambutan kehadiran Wisman pertama tahun 2025 di Kepulauan Riau. Hal ini dikatakannya, menunjukkan komitmen yang kuat dari Kementerian Pariwisata dalam mendukung pengembangan pariwisata di Kepulauan Riau.</p>



<p>Data BPS menunjukkan sektor pariwisata di Kepri sudah mengalami peningkatan pascapandemi Covid-19. Hingga Oktober 2024, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Kepri mencapai 1,3 juta. &#8220;Dan masih ada (penghitungan) 2 bulan lagi. Ditambah November dan Desember 2024, kunjungan wisatawan kita bisa tembus ke angka angka 1,6 juta sampai 1,7 juta,&#8221; ujar Ansar.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sebelum pandemi, jumlah kunjungan Wisman ke Kepri pernah mencapai angka 2,97 juta di tahun 2019. Hal tersebut salah satunya ditunjang dengan fasilitas keimigrasian yang ditetapkan pemerintah yakni kebijakan bebas visa dan visa on arrival.</p>



<p>Kebijakan seperti inilah yang saat ini terus diharapkan agar dapat kemudahan Wisman ke Kepri. Sebelumnya, telah diterbitkan kebijakan bebas visa kunjungan yang dikhususkan bagi pemegang Permanent Resident Singapura.</p>



<p>Kebijakan relaksasi visa ini memberikan dampak positif yang signifikan terhadap peningkatan jumlah Wisman ke Kepri sebanyak 2.935 wisatawan hingga akhir November 2024. Saat ini Pemprov Kepri secara resmi telah mengusulkan kebijakan bebas visa kunjungan tersebut diperluas untuk menjangkau entitas lain di Singapura yang juga memiliki potensi signifikan sebagai ceruk pasar baru.</p>



<p>Entitas yang dimaksud meliputi Pemegang Employment Pass, Pemegang S Pass, Pemegang Dependent Pass (DP) Pemegang Long Term Visit Pass (LTVP), serta Pemegang Student Pass. &#8220;Mudah-mudahan itu bisa menambah kunjungan wisatawan mancanegara di Kepri,&#8221; kata Gubernur Ansar.</p>



<p>Sementara untuk peningkatan length of stay, Pemprov Kepri akan menggiatkan event-event internasional di Kepri. &#8220;Kami sudah memulai kegiatan-kegiatan seperti triathlon, marathon, Tour de Bintan, dan nanti akan kami dorong kembali kegiatan seperti kite surfing, wind surfing, kite tour Asia, Asian tour golf dan lainnya,&#8221; ujar Ansar.</p>



<p>Kegiatan penyambutan Wisman pertama tahun 2025 di Provinsi Kepri berlangsung meriah. Wisatawan disambut dengan suguhan tari tradisional Melayu, pemasangan Tanjak (penutup kepala khas Melayu), penyerahan hand bouquet, serta cenderamata Wonderful Indonesia.</p>



<p>Fritz Jaeger, wisatawan asal Amerika Serikat yang tinggal di Singapura adalah Wisman yang tiba pertama di Bintan, Kepulauan Riau. Ia merasa tersanjung dengan sambutan hangat yang diberikan. &#8220;Saya sangat terkejut dan bahagia bisa datang ke Indonesia di tanggal 1 Januari khususnya ke Bintan,&#8221; ujar Fritz.</p>



<p>Dirinya yang datang bersama istri dan dua anaknya, sudah lama mengenal keindahan alam dan budaya Indonesia juga keramahan masyarakatnya. Hal itu pula, yang kemudian dirinya dan istri memilih Bali sebagai lokasi pernikahan.</p>



<p>&#8220;Saya sudah lama tinggal di Singapura, 18 tahun. Dan kami menikah di Bali, jadi sudah punya hubungan yang lama dengan Indonesia,&#8221; kata Fritz. <strong>(kom/par/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218073</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tunjang Peningkatan Wisman ke Indonesia, Menparekraf Sambut Baik Penerbangan AirAsia Hong Kong-Bali</title>
		<link>https://memontum.com/tunjang-peningkatan-wisman-ke-indonesia-menparekraf-sambut-baik-penerbangan-airasia-hong-kong-bali</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Oct 2024 14:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[airasia]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kong-bali]]></category>
		<category><![CDATA[Menparekraf]]></category>
		<category><![CDATA[Penerbangan]]></category>
		<category><![CDATA[peningkatan]]></category>
		<category><![CDATA[sambut]]></category>
		<category><![CDATA[tunjang]]></category>
		<category><![CDATA[wisman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=214960</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jakarta &#8211; Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, menyambut baik penerbangan langsung perdana AirAsia dengan rute Hong Kong-Denpasar, Bali. Menparekraf Sandiaga Uno, dalam keterangannya mengatakan bahwa konektivitas merupakan kunci untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia. Terlebih, penerbangan langsung dari Hong Kong ke Indonesia [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jakarta</strong> &#8211; Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, menyambut baik penerbangan langsung perdana AirAsia dengan rute Hong Kong-Denpasar, Bali.</p>



<p>Menparekraf Sandiaga Uno, dalam keterangannya mengatakan bahwa konektivitas merupakan kunci untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia. Terlebih, penerbangan langsung dari Hong Kong ke Indonesia yang memang sangat dinantikan.</p>



<p>“Penerbangan AirAsia diharapkan dapat menarik lebih banyak turis Hong Kong dan internasional ke Indonesia. Sehingga, dapat berkontribusi pada peningkatan devisa dari sektor pariwisata dan menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan,” kata Menparekraf Sandiaga di Jakarta, Rabu (02/10/2024) tadi.</p>



<p>Menparekraf menjelaskan, bahwa maskapai tersebut akan beroperasi menggunakan Airbus A320, dengan penerbangan setiap hari. Untuk rute Hong Kong-Denpasar, akan menggunakan penerbangan QZ301 yang berangkat dari Hong Kong pukul 06.55 waktu Hong Kong dan tiba di Denpasar pukul 11.50 WITA. Sementara rute Denpasar-Hong Kong dilakukan dengan penerbangan QZ300 yang berangkat dari Denpasar pukul 00.45 WITA dan tiba di Hong Kong pukul 05.35 waktu Hong Kong.</p>



<p>“Kami meyakini bahwa ke depan akan lebih banyak maskapai yang membuka rute penerbangan langsung dari Hong Kong, mengingat tren pasar wisatawan mancanegara asal Hong Kong mulai meningkat saat ini. Di samping itu, Indonesia merupakan destinasi yang amat disukai oleh wisman asal Hong Kong, terutama karena keindahan alam dan kemiripan budayanya,” kata Menparekraf Sandiaga.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Untuk menyambut penerbangan perdana AirAsia rute Hong Kong-Denpasar, Kemenparekraf/Baparekraf yang berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Bali, PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai dan Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, akan hadir mendukung Inaugural Flight AirAsia, yang dilaksanakan pada Selasa 1 Oktober 2024, di Terminal Kedatangan Internasional, Bandara I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali.</p>



<p>Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf, Ni Made Ayu Marthini, menekankan pentingnya penerbangan langsung dari negara asal Wisman ke Indonesia, khususnya Hong Kong yang memang sudah menjadi hub internasional. “Hong Kong merupakan hub di Asia dan kami berharap pembukaan rute baru ini semakin mendorong kunjungan Wisman dari Hong Kong dan negara-negara lain ke Indonesia,” kata Made.</p>



<p>Rute penerbangan langsung HK-DPS membawa 180 penumpang. Setibanya di Terminal Kedatangan Internasional, para penumpang disambut dan diberikan pengalungan bunga oleh Deputi Bidang Pemasaran dan Direktur Pemasaran Pariwisata Regional I, Kemenparekraf/Baparekraf serta disuguhkan tari penyambutan tradisional Bali dari Pemerintah Provinsi Bali. Para penumpang juga akan mendapatkan suvenir Wonderful Indonesia.</p>



<p>Direktur Utama/CEO Indonesia AirAsia, Veranita Yosephine, menjelaskan pembukaan rute Denpasar-Hong Kong ini merupakan tonggak penting bagi Indonesia AirAsia dalam memperluas jaringan penerbangan internasional.</p>



<p>“Kami yakin penerbangan langsung ini akan semakin menarik lebih banyak wisatawan untuk berkunjung ke Bali dan Hong Kong, sebagai dua destinasi unggulan dunia,” kata Veranita.</p>



<p>Veranita mengatakan, AirAsia merupakan maskapai penerbangan berbiaya hemat (Low-Cost Carrier/LCC) asal Malaysia yang terbesar dalam jumlah armada dan destinasi tujuan. AirAsia juga merupakan LCC terbaik dunia versi Skytrax. Dimana AirAsia mengoperasikan penerbangan reguler domestik dan internasional ke lebih dari 166 destinasi tujuan yang mencakup 25 negara di ASEAN dan Australia. <strong>(kom/par/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">214960</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kunjungan Wisman Alami Lonjakan, Kampung Warni Warni Jadi Daya Tarik Utama</title>
		<link>https://memontum.com/kunjungan-wisman-alami-lonjakan-kampung-warni-warni-jadi-daya-tarik-utama</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Oct 2023 07:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[kampung]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungan]]></category>
		<category><![CDATA[lonjakan]]></category>
		<category><![CDATA[wisman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=200582</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wisatawan Mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Kota Malang hingga September 2023 mencapai 37.400 orang. Angka tersebut, jauh lebih tinggi dibandingkan pada tahun 2022 hanya sejumlah 8.455 orang. Kenaikan yang signifikan terjadi, karena Pandemi Covid-19 sudah melandai. Hal itu, dikatakan oleh Kepala Bidang Industri dan Pariwisata, Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Wisatawan Mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Kota Malang hingga September 2023 mencapai 37.400 orang. Angka tersebut, jauh lebih tinggi dibandingkan pada tahun 2022 hanya sejumlah 8.455 orang.</p>



<p>Kenaikan yang signifikan terjadi, karena Pandemi Covid-19 sudah melandai. Hal itu, dikatakan oleh Kepala Bidang Industri dan Pariwisata, Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Lita Irawati.</p>



<p>“Memang untuk destinasi yang kerap kali dikunjungi oleh wisman itu diantaranya ada Kampung Kayutangan Heritage, Kampung Warna-Warni, dan Kampung Tridi. Bahkan mereka sangat betah dan tidak mau pergi ketika di Kampung Warna-Warni itu,” ucap Lita, Sabtu (28/10/2023) tadi.</p>



<p>Sementara itu, Ketua Pokdarwis Kampung Warni-Warni, Agus Kodar, menyampaikan jika kunjungan turis asing tersebut memang telah terjadi peningkatan sejak Agustus 2023 lalu. Bahkan, setiap harinya bisa mencapai 400 orang. Angka itu di dominasi wisman dari Negara Belanda, Eropa, bahkan juga Asia.</p>



<p>“Ada dari Belanda, Eropa, Asia yang juga di dominasi dari Malaysia, Thailand, korea, Singapura. Biasanya mereka ada yang datang sendiri ada juga yang rombongan, kebanyakan mereka juga pensiun guru,” ujar Agus.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Menurutnya, Kampung Warna-Warni Jodipan menjadi jujugan wisman, karena turis-turis asing suka dengan keramahtamahan masyarakatnya. Selain itu, juga suka dengan bangunan yang ada di kampung tersebut.</p>



<p>“Mereka suka karena keramahtamahan, warga sangat peduli dan tegur sapa. Mereka suka memuji bangunan itu unik, beautiful, kadang sampai mereka betah. Kemudian foto diposting di sosial medianya masing-masing terus temannya penasaran, akhirnya juga datang kesini,” ujarnya.</p>



<p>Salah satu wisman asal Belgia, Lisbeth, menyampaikan jika Kampung Warna Warni dinilainya memiliki warna yang indah. Dirinya pun merasa sangat suka dengan pemandangan yang ada. Dia juga baru pertama kalinya mengunjungi kampung tersebut.</p>



<p>“Hal yang menurut kami paling menarik di sini, tentunya ada pada warna-warni di masing-masing rumah. Selain itu di sepanjang kampung ini juga sangat bersih, banyak mural di tembok yang sangat bagus, lukisan yang begitu artistik. Ya, saya sangat suka suasananya. Menurut saya mural dan reliefnya sangat unik,” ucap Lisbeth.</p>



<p>Selain itu, salah satu pensiun guru dari Malaysia, Hamidah, juga sedang berlibur di Kampung Warna Warni. Menurutnya, bangunan-bangunan rumah yang ada dengan dicat warna-warni menambah ke khasan tersendiri, sehingga dinilai unik.</p>



<p>“Kampung Warna-Warni ini hampir sama seperti yang ada di Turki. Meskipun di Malaysia juga tidak ada. Tetapi ini bangunannya sangat unik dan bagus, sayangnya cuaca nya sangat panas,” imbuh Hamidah. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">200582</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
