<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Wonoasih &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/wonoasih/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 06 Sep 2023 15:25:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Wonoasih &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Toko Bangunan dan Dua Mobil Operasional di Wonoasih Kota Probolinggo Ludes Terbakar</title>
		<link>https://memontum.com/toko-bangunan-dan-mobil-operasional-di-wonoasih-kota-probolinggo-ludes-terbakar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Sep 2023 13:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[operasional]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Terbakar]]></category>
		<category><![CDATA[Wonoasih]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=197675</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Toko bangunan di Jalan KH Hasan Genggong, Kelurahan Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, mendadak terbakar, Rabu (06/09/2023) malam. Akibat kejadian yang berlangsung cepat itu, kontan meludeskan isi bangunan dan dua unit mobil operasional toko. Informasi Memontum.com, kebakaran tersebut terjadi di awali dari kendaraan mobil pikap operasional yang terparkir di depan toko, secara [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Probolinggo</strong> &#8211; Toko bangunan di Jalan KH Hasan Genggong, Kelurahan Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, mendadak terbakar, Rabu (06/09/2023) malam. Akibat kejadian yang berlangsung cepat itu, kontan meludeskan isi bangunan dan dua unit mobil operasional toko.</p>



<p>Informasi Memontum.com, kebakaran tersebut terjadi di awali dari kendaraan mobil pikap operasional yang terparkir di depan toko, secara tetiba terbakar. Posisi kedua kendaraan yang saling berdekatan, membuat api dengan cepat menyebar. Dari kobaran api dan tiupan angin, membuat nyala api kemudian merembet ke toko bangunan tersebut.</p>



<p>Warga yang sadar saat api sudah membesar, pun kontan dibuat panik. Selain mencoba memadamkan api dengan peralatan seadanya, juga melapor ke pihak Pemadam Kebakaran Kota Probolinggo. Sehingga, petugas Damkar Kota Probolinggo tiba di lokasi dan melakukan upaya pemadaman api di lokasi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Awalnya api dari mobil. Kemudian, api tertiup angin dan merembet ke toko ini,&#8221; ujar salah satu warga sekitar, Solihin.</p>



<p>Sementara anggota Damkar Regu 3, Sukirno, mengatakan bahwa pihaknya menerjunkan dua unit mobil Damkar untuk memadamkan api yang berkobar di toko bangunan milik Eva. Saat itu, toko tersebut dalam keadaan sudah tutup dan tidak ada satu orang pun di dalam toko atau bangunan.</p>



<p>&#8220;Sedikit kesulitan, karena angin yang begitu kencang. Kemudian di dalam toko, juga terdapat lem yang menyebabkan api mudah terbakar,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Sementara Pemilik Toko Bangunan, Eva, saat dimintai keterangan dalam kondisi lemas setelah melihat toko miliknya ludes terbakar. Sampai saat ini, dirinya belum bisa mengkalkulasikan kerugian yang dialaminya. &#8220;Apinya dari mobil terus merembet ke toko. Kerugian masih belum tahu berapa,&#8221; ujarnya. <strong>(nun/pix/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">197675</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Antisipasi DBD, Asrama Kodim Wonoasih Kota Probolinggo dilakukan Fogging</title>
		<link>https://memontum.com/antisipasi-dbd-asrama-kodim-wonoasih-kota-probolinggo-dilakukan-fogging</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Jun 2021 14:45:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Asrama Kodim]]></category>
		<category><![CDATA[Cegah Perluasan DBD]]></category>
		<category><![CDATA[Fogging]]></category>
		<category><![CDATA[Wonoasih]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=144826</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Kodim 0820/02 Wonoasih melaksanakan penyemprotan Disinfektan dan pengasapan (fogging) di Lingkungan Asrama Kodim 0820/02 Wonoasih Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, Kamis (10/06). Dalam kegiatan fogging ini di hadiri personel TNI lima orang dan beberapa petugas dari Dinas Kesehatan. Giat ini bertujuan untuk membunuh berkembangnya nyamuk Aides Aigepty guna untuk pencegahan DBD. Baca Juga: [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Kodim 0820/02 Wonoasih melaksanakan penyemprotan Disinfektan dan pengasapan (fogging) di Lingkungan Asrama Kodim 0820/02 Wonoasih Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, Kamis (10/06).</p>



<p>Dalam kegiatan fogging ini di hadiri personel TNI lima orang dan beberapa petugas dari Dinas Kesehatan. Giat ini bertujuan untuk membunuh berkembangnya nyamuk Aides Aigepty guna untuk pencegahan DBD.</p>



<p><strong><em>Baca Juga:</em></strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-probolinggo-dorong-penerapan-dashboard-monitoring-di-rsud-dr-mohammad-saleh">Wali Kota Probolinggo Dorong Penerapan Dashboard Monitoring di RSUD dr Mohammad Saleh</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jaga-ekosistem-perairan-wali-kota-probolinggo-4-tebar-bibit-ikan-di-ranu-sentong">Jaga Ekosistem Perairan, Wali Kota Probolinggo 4 Tebar Bibit Ikan di Ranu Sentong</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/deteksi-dini-ptm-pemkot-probolinggo-gelar-cek-kesehatan-gratis-bagi-seluruh-asn">Deteksi Dini PTM, Pemkot Probolinggo Gelar Cek Kesehatan Gratis Bagi Seluruh ASN</a></li>
</ul>


<p>Batuud Koramil/02 Wonoasih, Pelda Yusuf Wahyudin, mengatakan penyemprotan ini merupakan tindak lanjut dari upaya pencegahan penyebaran Covid-19 oleh jajaran TNI yang selalu bekerja sama dengan instansi terkait, dengan harapan dapat menekan penyebaran Covid-19 di wilayah Kabupaten/Kota Probolinggo pada umumnya secara khusus di lingkungan Lingkungan Kodim 0820/02 Wonoasih.</p>



<p>Sedangkan untuk fogging/pengasapan itu sendiri dilakukan dalam rangka mencegah berkembangnya penyebaran nyamuk Demam Berdarah Dengue (DBD) maupun Malaria. Dikarenakan adanya perubahan cuaca yang tidak menentu, sehingga hal inilah yang menyebabkan munculnya jentik-jentik nyamuk yang membawa penyakit DBD dan Malaria. “Penyakit demam berdarah umumnya menyebar melalui nyamuk Aedes Aegypti dengan ciri-ciri tubuh nyamuknya belang-belang putih hitam. Nyamuk ini menularkan virus Dengue penyebab demam berdarah ke manusia melaui gigitan kecilnya ke dalam kulit,” jelasnya. <strong>(geo/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">144826</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Festival Kesenian Noasih, Lestarikan Budaya Bangsa</title>
		<link>https://memontum.com/festival-kesenian-noasih-lestarikan-budaya-bangsa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Nov 2019 12:37:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Festival Kesenian]]></category>
		<category><![CDATA[walikota probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Wonoasih]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/99684-festival-kesenian-noasih-lestarikan-budaya-bangsa</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Untuk menggali seniman musik di kecamatan Wonoasih, khususnya di musik tradisional, camat wonoasih menggelar lomba musik tradisional se Kecamatan Wonoasih. Senin (11-11-2019). Perlombaan yang bertajuk Festival Kesenian Noasih digelar di halaman kecamatan Wonoasih. Ada berbagai macam seni yang ditampilkan. Seperti seni hadrah, pencak silat dengan musik tradisional, kosidah. Dalam acara tersebut Seni [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Untuk menggali seniman musik di kecamatan Wonoasih, khususnya di musik tradisional, camat wonoasih menggelar lomba musik tradisional se Kecamatan Wonoasih. Senin (11-11-2019). Perlombaan yang bertajuk Festival Kesenian Noasih digelar di halaman kecamatan Wonoasih. Ada berbagai macam seni yang ditampilkan. Seperti seni hadrah, pencak silat dengan musik tradisional, kosidah. Dalam acara tersebut Seni Hadrah Raudlatul Jannah (Radja) dari Kelurahan Jrebeng Kidul, berhasil menjuarai Festival Kesenian Noasih 2019 mengungguli lima peserta dari kelurahan lain.</p>
<p>Posisi kedua Samroh Jannatun Naim dari Kelurahan Kedung Asem; lalu Hadrah Nurul Ridwan Kelurahan Pakistaji. Kemudian juara harapan 1 diraih Shoutul Islah Kelurahan Kedung Galeng; Pencak Silat Pangastuti Kelurahan Sumber Taman dan Darul Karomah dari Kecamatan Wonoasih.</p>
<p><div id="attachment_99686" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-99686" decoding="async" class="size-full wp-image-99686" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG_20191112_173218-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="camat wonoasih saat memberikan sambutan diacara pembukaan lomba musik tradisional (Pix)" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG_20191112_173218-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG_20191112_173218-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG_20191112_173218-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG_20191112_173218-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-99686" class="wp-caption-text">camat wonoasih saat memberikan sambutan diacara pembukaan lomba musik tradisional (Pix)</p></div></p>
<p>Menurut camat wonoasih, Deus Nawandi, mengadakan acara lomba ini untuk menggali potensi yang ada di wilahnya.</p>
<p>“Kami ingin menggali dan menggugah masyarakat, karena saya yakin banyak potensi kesenian yang ada di wilayah Wonoasih. Awalnya memang sulit dan lurah-lurah juga berpikir keras apa potensi kesenian yang ada di wilayahnya. Tapi, alhamdulillah ternyata ada jika kita mau mencari dan peka,” kata Deus.</p>
<p>Ditambahkan oleh Deus, bahwa pemerintah sudah menyelenggarakan event seperti Semipro, Probolinggo Tempo Doeloe dan lainnya. Saatnya di tingkat kecamatan ada momen yang nantinya bisa mewakili untuk acara-acara pemerintahan.</p>
<p>“Tinggal masyarakat mau memanfaatkan event tersebut atau tidak. Kalau cuma rasan-rasan kenapa hanya kesenian itu saja ya percuma, tidak ada ada perubahan kalau tidak mau bergerak,” tegasnya.</p>
<p><div id="attachment_99685" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-99685" decoding="async" class="size-full wp-image-99685" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG_20191111_200223-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="Salah satu peserta saat tampil didepan dewan juri (Pix)" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG_20191111_200223-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG_20191111_200223-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG_20191111_200223-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG_20191111_200223-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-99685" class="wp-caption-text">Salah satu peserta saat tampil didepan dewan juri (Pix)</p></div></p>
<p>Dalam cara tersebut melibatkan 3 juri, diantaranya Ketua Dewan Kesenian Kota Probolinggo Peni Priyono, Sanggar Bina Tari Bayu Kencana (BTBK) Muhlis Ariyadi dan guru musik SMK Negeri 1 Wahyu Yaumul Sakban.</p>
<p>ditempat yang sama, Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin pun memberikan apresiasi pada kegiatan yang dilakukan oleh kecamatan wonoasih tersebut.</p>
<p>“uni adalah salah satu awal. Bila tidak dibuat ajang seperti ini tidak akan tahu potensi apa yang ada di Kecamatan Wonoasih. Dengan event ini kesenian di bagian dalam kecamatan bisa tersentuh dan berkembang, dan nantinya bisa mewakili ke tingkat kota bahkan propensi kedepannya,”kata wali kota Probolinggo.</p>
<p>Sebagai warga kota Probolinggo yang disebut Pendalungan memiliki berbagai budaya campuran baik itu etnis Jawa, Tionghoa dan Arab.</p>
<p>“Yang mana ini harus kita angkat sehingga menjadi kesenian khas yang bisa kita lestarikan,”tambah Habib Hadi.</p>
<p>Dalam acara tersebut Habib Hadi berharap dengan adanya event ini dapat saling mengenal satu kelurahan dengan kelurahan yang lain melalui ajang seni seperti ini, bisa mempererat silaturahmi dan saling menjaga kesenian yang ada di kota Probolinggo.</p>
<p>“Tunjukkan Wonoasih tidak kalah dengan daerah lain, karena Noasih Sae Ongguh,” ujar Habib Hadi.</p>
<p>Sementara Ketua Dewan Juri, Peni Priyono memberikan masukan kepada warga Wonoasih bahwa banyak potensi yang masih bisa digali.</p>
<p>“Kecamatan Wonoasih sangat kaya. Tinggal menggali saja. Wonoasih punya Sapi Brujul yang menasional, punya pasar hewan juga, itu bisa di kemas dan di kembangkan lagi, bisa di kolaborasi budaya dan seni,” tuturnya.<strong> (pix/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">99684</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
