<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Wonosalam &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/wonosalam/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 23 Feb 2025 13:01:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Wonosalam &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Kenduren Wonosalam Jombang Hadirkan Tumpeng Berisi 2.025 Durian Gratis untuk Pengunjung</title>
		<link>https://memontum.com/kenduren-wonosalam-jombang-hadirkan-tumpeng-berisi-2-025-durian-gratis-untuk-pengunjung</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Feb 2025 06:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[berisi]]></category>
		<category><![CDATA[durian]]></category>
		<category><![CDATA[gratis]]></category>
		<category><![CDATA[hadirkan]]></category>
		<category><![CDATA[kenduren]]></category>
		<category><![CDATA[pengunjung,]]></category>
		<category><![CDATA[tumpeng]]></category>
		<category><![CDATA[Wonosalam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=219547</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jombang &#8211; Wakil Bupati Jombang, Salmanudin Yazid, membuka gelaran Puncak Kenduren Wonosalam Jombang 2025 di Lapangan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Minggu (23/02/2025) tadi. Acara yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata, ini menyuguhkan gunungan tumpeng yang berisikan 2.025 Buah Durian yang dibagikan secara gratis untuk warga. Hadir dalam pelaksanaan itu, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jombang</strong> &#8211; Wakil Bupati Jombang, Salmanudin Yazid, membuka gelaran Puncak Kenduren Wonosalam Jombang 2025 di Lapangan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Minggu (23/02/2025) tadi. Acara yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata, ini menyuguhkan gunungan tumpeng yang berisikan 2.025 Buah Durian yang dibagikan secara gratis untuk warga. Hadir dalam pelaksanaan itu, Forkopimda seperti Ketua DPRD Jombang, Hadi Admaji, Sekdakab Jombang, Agus Purnomo, Kepala OPD, Muspika Wonosalam hingga Kades se-Kecamatan Wonosalam.</p>



<p>Wakil Bupati Salmanudin Yazid dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kenduren Wonosalam merupakan tradisi turun menurun yang diwariskan oleh leluhur. Kenduren Wonosalam bukan sekedar perayaan, tetapi juga wujud rasa syukur kepada Tuhan YME atas limpahan hasil bumi yang telah diberikan.</p>



<p>“Puncak dari Kenduren Wonosalam adalah gunungan tumpeng besar yang berisi 2.025 buah durian, yang dibagikan secara gratis kepada para pengunjung,” katanya.</p>



<p>Wabup Salmanudin juga menambahkan, bahwa selain gunungan tumpeng besar juga terdapat kirab tumpeng yang berisi hasil bumi dari sembilan desa di Wonosalam. Termasuk, bazar durian, pameran UMKM serta beragam hiburan seni dan budaya.</p>



<p>“Berdasarkan data statistik, potensi durian di Kabupaten Jombang pada 2025 sangat luar biasa. Yaitu, tercatat ada 159.624 pohon durian. Di mana 89 persen atau sekitar 143.060 pohon durian, berada di Kecamatan Wonosalam. Jumlah tersebut, memberikan potensi panen durian di Kabupaten Jombang mencapai 80.994 pohon, dengan total produksi sekitar 54.377 kuintal pada 2025,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain sektor perkebunan, ujarnya, Wonosalam juga memiliki potensi besar dalam bidang pariwisata. Menawarkan keindahan alam yang masih asri, wilayah ini memiliki berbagai destinasi wisata berbasis alam, perkebunan dan peternakan yang menjadi unggulan daerah Kabupaten Jombang, khususnya Kecamatan Wonosalam.</p>



<p>“Kami berharap, dengan semakin berkembangnya sektor pariwisata dan pertanian di Kabupaten Jombang, akan semakin banyak investor dan wisatawan yang tertarik datang ke Wonosalam sehingga dapat berdampak positif pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.</p>



<p>Sementara itu, Camat Wonosalam, Haris Aminuddin, menyampaikan Kenduren Wonosalam merupakan tradisi dari leluhur yang sudah ada sejak tahun 2012 silam. “Kenduren Wonosalam merupakan ungkapan rasa syukur dari masyarakat atas hasil bumi yang melimpah. Selain itu juga untuk menggerakkan perekonomian masyarakat Kecamatan Wonosalam,” jelasnya.</p>



<p>Haris mengungkapkan, panen durian pada awal tahun 2025 kali ini mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Penurunan hasil panen kali ini disebabkan oleh iklim cuaca yang cukup extreme.</p>



<p>“Kami berharap, Kenduren Wonosalam yang akan datang dapat berjalan dengan lancar dan lebih meriah lagi. Sehingga, dapat berdampak positif bagi masyarakat khususnya masyarakat Kecamatan Wonosalam,” tambahnya. <strong>(azl/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219547</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Angkat Kualitas Durian Lokal, Pemkab Jombang Gelar Kontes Durian Unggul Wonosalam</title>
		<link>https://memontum.com/angkat-kualitas-durian-lokal-pemkab-jombang-gelar-kontes-durian-unggul-wonosalam</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Feb 2025 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[angkat]]></category>
		<category><![CDATA[durian]]></category>
		<category><![CDATA[kontes]]></category>
		<category><![CDATA[kualitas]]></category>
		<category><![CDATA[lokal]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[unggul]]></category>
		<category><![CDATA[Wonosalam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=219123</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jombang &#8211; Pj Bupati Jombang, Teguh Narutomo, membuka pelaksanaan Kontes Durian Unggul Wonosalam di Lapangan Wonosalam, Minggu (09/02/2025) tadi. Kontes yang digelar Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Pertanian itu, bertujuan agar keunggulan durian lokal Wonosalam lebih dikenal luas. Pj Bupati Teguh Narutomo dalam sambutannya menyampaikan bahwa kontes durian merupakan bentuk apresiasi Pemerintah Kabupaten terhadap [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jombang</strong> &#8211; Pj Bupati Jombang, Teguh Narutomo, membuka pelaksanaan Kontes Durian Unggul Wonosalam di Lapangan Wonosalam, Minggu (09/02/2025) tadi. Kontes yang digelar Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Pertanian itu, bertujuan agar keunggulan durian lokal Wonosalam lebih dikenal luas.</p>



<p>Pj Bupati Teguh Narutomo dalam sambutannya menyampaikan bahwa kontes durian merupakan bentuk apresiasi Pemerintah Kabupaten terhadap para petani yang telah membudidayakan durian unggulan. “Diharapkan melalui kontes ini, durian asli Wonosalam semakin dikenal luas dan mampu menjadi komoditas unggulan bertaraf internasional,” katanya.</p>



<p>Ditambahkan Pj Bupati, bahwa Kecamatan Wonosalam selama ini dikenal sebagai daerah penghasil durian berkualitas dengan rasa dan aroma khas serta tidak kalah dibandingkan durian varietas lain yang sudah mendunia. “Berdasarkan data statistik 2025, potensi durian di Kabupaten Jombang mencapai 159.624 pohon dan 89 persen diantaranya atau sebanyak 143.060 pohon berada di Wonosalam. Secara keseluruhan, potensi panen durian di Kabupaten Jombang menghasilkan sebanyak 54.377 pertahun,” ucapnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Pj Bupati Teguh menjelaskan, durian lokal Wonosalam memiliki beragam varietas unggulan seperti Bido, Mentega, Manalagi, Elang, Mrico, serta Jae, yang saat ini semakin terkenal dan banyak dibudidayakan oleh masyarakat dalam skala usaha yang lebih luas. “Saya berharap budidaya durian dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat. Selain itu, ajang ini juga menunjukkan betapa beragamnya varietas durian yang dimiliki Kabupaten Jombang, khususnya Kecamatan Wonosalam,” ungkapnya.</p>



<p>Di tempat sama, Ketua Panitia Kontes Durian, Ketut Suseno Putro, menjelaskan bahwa tujuan dari kontes durian ini untuk mencari varietas baru dan untuk menilai kualitas durian lokal unggul Wonosalam. “Kriteria dalam kontes kali ini yakni meliputi bentuk buah, isi buah dan rasa buah. Karenanya, peserta yang mendapatkan nilai mencapai 800, maka itulah pemenang dari kontes durian unggul Wonosalam,” jelasnya.</p>



<p>Ketut menambahkan, bahwa buah durian yang diikutkan dalam kontes diperkirakan ada 100 buah. Karenanya, pelaksanaan digelar lebih sehari.</p>



<p>&#8220;Melalui gelaran ini, semoga pemerintah daerah ada bimbingan untuk para petani durian di Kecamatan Wonosalam, agar budidaya durian lebih baik lagi dan kualitasnya lebih meningkat lagi,” imbuhnya. <strong>(azl/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219123</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tim SAR Gabungan Berhasil Temukan Jenazah Terakhir Korban Longsor Wonosalam Jombang</title>
		<link>https://memontum.com/tim-sar-gabungan-berhasil-temukan-jenazah-terakhir-korban-longsor-wonosalam-jombang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Jan 2025 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[berhasil]]></category>
		<category><![CDATA[gabungan]]></category>
		<category><![CDATA[jenazah]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<category><![CDATA[temukan]]></category>
		<category><![CDATA[terakhir]]></category>
		<category><![CDATA[Wonosalam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218660</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jombang &#8211; Tim SAR gabungan terus berupaya mencari Ducha Ismail (55), korban bencana tanah longsor di Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jumat (24/01/2025) tadi. Alhasil, Tim SAR gabungan berhasil menemukan dan mengevakuasi korban Ducha Ismail, sekitar pukul 16.42. Saat ditemukan, Ducha sudah dalam kondisi meninggal dunia. Lokasi penemuan jenazah korban berjarak sekitar 13 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jombang</strong> &#8211; Tim SAR gabungan terus berupaya mencari Ducha Ismail (55), korban bencana tanah longsor di Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jumat (24/01/2025) tadi. Alhasil, Tim SAR gabungan berhasil menemukan dan mengevakuasi korban Ducha Ismail, sekitar pukul 16.42.</p>



<p>Saat ditemukan, Ducha sudah dalam kondisi meninggal dunia. Lokasi penemuan jenazah korban berjarak sekitar 13 meter dari lokasi kejadian. Jenazah korban, pun dibawa ke Puskesmas Wonosalam guna proses lebih lanjut.</p>



<p>Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Kelas A Surabaya, Didit Arie Ristandy, selaku SAR Mission Coordinator (SMC) dalam operasi SAR kali ini, mengatakan bahwa ada dua metode yang diterapkan dalam pencarian korban di hari kedua. Yaitu penggalian dengan menggunakan alat berat dan penggalian secara manual.</p>



<p>&#8220;Pencarian dengan menggunakan excavator dilakukan di area seluas sekitar 365 meter persegi. Ada dua unit excavator yang melakukan pencarian, yaitu milik BPBD dan Dinas PUPR kabupaten Jombang. Sementara itu, pencarian dengan menggunakan peralatan gali manual (seperti cangkul dan sekop) dilakukan oleh puluhan personel tim SAR gabungan di sisi lainnya, dengan luas sekitar 316 meter persegi,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Yoni Fariza selaku OSC (On Scene Commander), mengatakan kendala yang dihadapi Tim SAR gabungan saat melakukan pencarian, yaitu kondisi tanah di sekitar area longsor yang masih labil dan kondisi hujan saat siang hari. &#8220;Selama proses pencarian dilakukan, ada sebanyak dua tim safety officer yang bertugas melakukan pengawasan keamanan di dua lokasi berbeda. Safety officer ini akan memberikan peringatan jika ada tanda-tanda bahaya yang dapat mengancam keselamatan seluruh personel yang sedang melakukan pencarian,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Dalam upaya pencarian korban ini, sejumlah unsur SAR terlibat. Diantara tim dari Kantor SAR Surabaya, BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD kabupaten Jombang, Polres Jombang, Polsek Wonosalam, Koramil Wonosalam, PMI, BAGANA, Destana, RAPI, Senkom, RESOB, TSA, IOF, Gerpik, SAR MTA, Pemuda Pancasila, TAGANA dan unsur SAR lainnya.</p>



<p>Sekedar diketahui, sebelumnya terjadi bencana tanah longsor di wilayah Desa Sambirejo, Kamis (23/01/2025) pagi. Longsor ini terjadi, setelah hujan deras pada Rabu (22/01/2025) malam. Tanah longsor ini mengakibatkan beberapa rumah tertimbun material longsoran.</p>



<p>Kejadian ini, juga mengakibatkan empat orang warga menjadi korban. Dari empat korban ini, sebanyak dua orang korban berhasil selamat, yaitu atas nama Widyawati (42) dan Mk (13). Keduanya, kemudian dibawa ke RSK Mojowarno Jombang untuk mendapatkan perawatan medis.</p>



<p>Sementara satu orang, ditemukan dalam kondisi meninggal, yaitu atas inisial DA (11). Dalam pencarian tadi, satu orang lagi yakni Ducha Ismail, baru berhasil ditemukan. <strong>(hms/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218660</post-id>	</item>
		<item>
		<title>GTRA Jombang Inventarisir Penggarap Lahan Bekas PT Gunung Matabean Wonosalam</title>
		<link>https://memontum.com/gtra-jombang-inventarisir-penggarap-lahan-bekas-pt-gunung-matabean-wonosalam</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Jun 2021 14:55:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[GTRA Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[Inventarisir]]></category>
		<category><![CDATA[Lahan Bekas]]></category>
		<category><![CDATA[Penggarap Lahan Hutan Tetap Dalam Pengawasan Perhutani]]></category>
		<category><![CDATA[PT Gunung Matabean]]></category>
		<category><![CDATA[Wonosalam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=146773</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jombang &#8211; Tim Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Kabupaten Jombang melakukan Sosialisasi dan Pendataan Penggarap lahan inventarisir bekas PT Gunung Matabean Wonosalam, bertempat di Balai Desa Wonomerto, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Rabu(30/06). Sosialisasi dipimpin oleh Kepala BPN Kabupaten Jombang yang diwakili, Pimpinan Tim Teknis Pelaksana Lapangan GTRA Kabupaten Jombang, Saifudin. Turut hadir Camat Wonosalam, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jombang</strong> &#8211; Tim Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Kabupaten Jombang melakukan Sosialisasi dan Pendataan Penggarap lahan inventarisir bekas PT Gunung Matabean Wonosalam, bertempat di Balai Desa Wonomerto, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Rabu(30/06).</p>



<p>Sosialisasi dipimpin oleh Kepala BPN Kabupaten Jombang yang diwakili, Pimpinan Tim Teknis Pelaksana Lapangan GTRA Kabupaten Jombang, Saifudin. Turut hadir Camat Wonosalam, Forkopimcam Wonosalam serta Para Penggarap Lahan bekas PT Gunung Matabean.</p>



<p><strong><em>Baca Juga:</em></strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/perwakilan-osis-smp-kabupaten-jombang-dibekali-ilmu-komunikasi-di-era-digital">Perwakilan OSIS SMP Kabupaten Jombang Dibekali Ilmu Komunikasi di Era Digital</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tingkatkan-literasi-informasi-di-era-digital-pemkab-jombang-beri-bimtek-literasi-informasi">Tingkatkan Literasi Informasi di Era Digital, Pemkab Jombang Beri Bimtek Literasi Informasi</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tingkatkan-kinerja-organisasi-pemkab-jombang-gelar-uji-kompetensi-dan-evaluasi-pejabat-tinggi-pratama">Tingkatkan Kinerja Organisasi, Pemkab Jombang Gelar Uji Kompetensi dan Evaluasi Pejabat Tinggi Pratama</a></li>
</ul>


<p>Saifudin dalam sambutannya menyampaikan, &#8220;Tujuan GTRA untuk menginvetarisasi tanah bekas PT Gunung Matabean yang pada Tahun 2008 sudah habis masa Hak Guna Usaha (HGU). Sehingga status tanah tersebut kembali menjadi tanah milik Negara mulai tahun 2008. Selama 12 Tahun tanah tersebut terbengkalai.</p>



<p>Hal ini merupakan sebuah angin segar bagi penggarap lahan eks PT Gunung Matabean, karena hal ini merupakan bentuk perhatian Pemerintah. Pemerintah melakukan pendataan terhadap lahan milik Negara tersebut dengan membentuk tim lapangan GTRA Kabupaten Jombang untuk memastikan tanah tersebut dimanfaatkan untuk apa.</p>



<p>&#8220;Pemerintah ingin Aset Negara bisa memiliki potensi ekonomi seperti dijadikan lahan pertanian yang dapat menguntungkan bagi masyarakat apalagi dimasa pandemi seperti saat ini. Sehingga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat. Jika diperlukan nanti akan diadakan pembinaan terhadap masyarakat penggarap lahan bekas PT Gunung Matabean,&#8221; ungkap Saifudin.</p>



<p>Hasil dari sosialisasi dan pendataan ini akan dilaporkan ke Pemeritahan Pusat. Pihak PT gunung Matabean masih tetap berupaya untuk mendapatkan kembali hak pengerjaan lahan tersebut</p>



<p>Camat Wonosalam, Haris Aminudin, menyampaikan terkait tanah bekas PT Gunung Matabean selama ini bisa dibilang tidak jelas status hak penggarapnya, walaupun kepemilikannya jelas yaitu Tanah milik Negara. Pendataan oleh Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) merupakan bentuk perhatian dari Pemerintah, Pemerintah ingin tahu Tanah milik Negara ini dimanfaatkan siapa, untuk apa atau masih berupa hutan.</p>



<p>&#8220;Nantinya hasil pendataan digunakan sebagai bahan pertimbangan Pemerintah Pusat memutuskan kebijakan apakah dikembalikan kepada PT Gunung Matabean, apakah dikelola Pemerintah sendiri atau di berikan kepada masyarakat penggarap lahan.&#8221; tutur Haris</p>



<p>Pada saat pendataan masyarakat harus menyampaikan yang sebenar-benarnya supaya bisa menjadi bahan pertimbangan Pemerintah untuk mengambil kebijakan dengan benar.</p>



<p>Kepala Desa Wonokerto, Khoirul Andik, juga menyampaikan kita hadir di Balai Desa dalam acara sosialisasi penggarap lahan bekas PT Gunung Matabean. Sesuai dengan kesepakatan awal bahwa akan diadakan sosialisasi kepada masyarakat Desa Sambirejo, Desa Carang Wulung serta Desa Wonomerto. &#8221; Saya ucapkan terima kasih kepada tim GTRA yang telah melakukan sosialisasi serta pendataan kepada penggarap lahan bekas PT Gunung Matabean karena sekarang sudah banyak mengalami perganti kepemilikan penggarap lahan,&#8221; terang Kades Wonokerto. <strong>(azl/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146773</post-id>	</item>
		<item>
		<title>PAPDESI dan AKD Salurkan Bantuan Korban Banjir Bandar Kedungmulyo</title>
		<link>https://memontum.com/papdesi-dan-akd-salurkan-bantuan-korban-banjir-bandar-kedungmulyo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Feb 2021 13:47:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[APDESI]]></category>
		<category><![CDATA[Asosiasi Kepala Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Bantuan Beras]]></category>
		<category><![CDATA[Dampak Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Pengungsi]]></category>
		<category><![CDATA[sembako]]></category>
		<category><![CDATA[Wonosalam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=134121</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jombang &#8211; Musibah bencana banjir yang melanda di beberapa wilayah Kabupaten Jombang diantaranya Kecamatan Wonosalam, Kecamatan Bareng serta Kecamatan Bandar Kedungmulyo, membangkitkan kepedulian dari Persatuan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (PAPDESI) bersama Asosiasi Kepala Desa (AKD ) Kabupaten Jombang untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak Banjir, Sabtu (06/02). Jumlah pengungsi Banjir di Kecamatan Bandar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Jombang</strong> &#8211; Musibah bencana banjir yang melanda di beberapa wilayah Kabupaten Jombang diantaranya Kecamatan Wonosalam, Kecamatan Bareng serta Kecamatan Bandar Kedungmulyo, membangkitkan kepedulian dari Persatuan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (PAPDESI) bersama Asosiasi Kepala Desa (AKD ) Kabupaten Jombang untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak Banjir, Sabtu (06/02).</p>
<p>Jumlah pengungsi Banjir di Kecamatan Bandar Kedungmulyo sebanyak 513 orang, jumlah tersebut belum termasuk hewan ternak milik warga terdampak.<br />
Ketua PAPDESI Kabupaten Jombang, Fatkurrohman, saat diwawancarai awak media mengatakan, Pengurus PAPDESI turut peduli meringankan beban dari saudara-saudara di Bandar Kedungmulyo yang terkena bencana banjir melalui cara memberikan sedikit bantuan. Katanya.</p>
<p><a href="https://memontum.com/133715-jembatan-banjaragung-hanyut-akibat-diterjang-banjir-di-kecamatan-bareng-jombang#ixzz6lhMCwoy7"><strong>Baca Juga : Jembatan Banjaragung Hanyut Akibat Diterjang Banjir di Kecamatan Bareng Jombang</strong></a></p>
<p>&#8220;Adapun bantuan yang di berikan dari PAPDESI yaitu air mineral sebanyak 50 Kardus, minyak goreng sebabyak 30 Kardus, mie instan sebanyak 30 Kardus dan beras sebanyak 1 kwintal.<br />
Sementara itu Ketua AKD Jombang melalui Hisbullah, Kepala Desa Gondek, ketika dikonfirmasi mengatakan, AKD menyalurkan bantuan berupa sembako dan daging Ayam untuk warga terdampak banjir.</p>
<p><a href="https://memontum.com/132194-korban-banjir-lamongan-disiapkan-bantuan-beras-dan-pengobatan-gratis#ixzz6lhMLFS1D"><strong>Baca Juga : Korban Banjir Lamongan Disiapkan Bantuan Beras dan Pengobatan Gratis</strong></a></p>
<p>“Bantuan dari AKD berupa Daging Ayam sebanyak 8 sak/200 kg, Beras seberat 5 Kwintal, Mie Instan sebanyak 50 dos serta Air mineral sebanyak 50 Dos, Semoga bantuan dari PAPDESI bersama AKD bisa meringankan beban dari warga terdampak bencana banjir di Bandar Kedungmulyo,” ujar Kepala Desa Gondek yang akrab di sapa Kis pungkasnya. <strong>(azl/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">134121</post-id>	</item>
		<item>
		<title>191 Petani di Kecamatan Wonosalam Menerima Kartu Tani</title>
		<link>https://memontum.com/191-petani-di-kecamatan-wonosalam-menerima-kartu-tani</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Sep 2020 02:39:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[desa galengdowo]]></category>
		<category><![CDATA[Kartu Tani]]></category>
		<category><![CDATA[Wonosalam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=123915</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jombang &#8211; Sebanyak 191 petani di Kecamatan Wonosalam menerima kartu tani, Jumat (18/09/2020). Mereka dari tiga desa yaitu Desa Sambirejo, Desa Galeng Dowo dan Desa Wonomerto. Tampak hadiri dalam kesempatan tersebut perwakilan dari Bank BNI dan PPL Pertanian Wonosalam Umam serta Bhabinkamtibmas setempat. Kepala Desa Galengdowo Wartomo, S.Sos menyampaikan, pengambilan kartu tani gabungan tiga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Jombang</strong> &#8211; Sebanyak 191 petani di Kecamatan Wonosalam menerima kartu tani, Jumat (18/09/2020). Mereka dari tiga desa yaitu Desa Sambirejo, Desa Galeng Dowo dan Desa Wonomerto. Tampak hadiri dalam kesempatan tersebut perwakilan dari Bank BNI dan PPL Pertanian Wonosalam Umam serta Bhabinkamtibmas setempat.</p>
<p>Kepala Desa Galengdowo Wartomo, S.Sos menyampaikan, pengambilan kartu tani gabungan tiga Desa yaitu Desa Sambirejo, Desa Galengdowo dan Desa Wonomerto dilakukan sesuai protokoler kesehatan.</p>
<p>Lanjut Wartono, di Desa Wonomerto sebanyak 21 orang petani yang menerima kartu tani, Desa Galengdowo 19 orang dan Desa Sambirejo sebanyak 151 orang.</p>
<p>&#8220;Ini dibagikan secara bertahap, bagi yang berhalangan mengambil di balai desa bisa mengambil langsung ke Kantor BNI Jombang,&#8221; kata Wartomo.</p>
<p>Ditambahkannya, saat ini masih banyak para petani yang belum memiliki kartu tani. Bagi petani yang ingin memiliki kartu tani bisa langsung mengajukan dengan menyerahkan foto copy Kartu Keluarga (KK), foto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan foto copy SPPT ke masing-masing Pemdes atau kelompok tani setempat.</p>
<p>&#8220;Ini supaya pembagian kartu tani sesuai dan tepat sasaran maka Pemerintahan Desa Sambirejo, Galengdowo dan Wonomerto mewajibkan bagi masyarakat yang mengajukan kartu tani harus menyerahkan foto copy Kartu Keluarga (KK), foto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan foto copy SPPT,&#8221; ujar Wartomo.</p>
<p>Wartomo berharap semoga dengan adanya kartu tani ini mempermudah para petani mendapat pupuk bersubsidi yang saat ini langka. <strong>(jbg-1/syn)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">123915</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
