<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>wringinagung &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/wringinagung/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 19 Mar 2024 16:33:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>wringinagung &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Desa Wringinagung Miliki Budidaya Jamur dengan Optimalkan Warga, Bupati Banyuwangi Beri Perhatian Lebih</title>
		<link>https://memontum.com/desa-wringinagung-miliki-budidaya-jamur-dengan-optimalkan-warga-bupati-banyuwangi-beri-perhatian-lebih</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Feb 2024 10:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Budidaya]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[miliki]]></category>
		<category><![CDATA[optimalkan]]></category>
		<category><![CDATA[perhatian]]></category>
		<category><![CDATA[warga]]></category>
		<category><![CDATA[wringinagung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=207162</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Sejumlah desa di Kabupaten Banyuwangi, memiliki banyak potensi. Salah satunya, seperti yang terlihat di Dusun Glowong, Desa Wringinagung, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi. Warga desa di wilayah ini, berdaya berkat budidaya jamur. Bahkan, terdapat ratusan warga yang terlibat dalam proses budidaya di Kampung Jamur ini. Kampung ini, diketahui mulai merintis jamur sejak 2006 lalu. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Sejumlah desa di Kabupaten Banyuwangi, memiliki banyak potensi. Salah satunya, seperti yang terlihat di Dusun Glowong, Desa Wringinagung, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi.</p>



<p>Warga desa di wilayah ini, berdaya berkat budidaya jamur. Bahkan, terdapat ratusan warga yang terlibat dalam proses budidaya di Kampung Jamur ini.</p>



<p>Kampung ini, diketahui mulai merintis jamur sejak 2006 lalu. Saat itu, hanya satu atau dua orang. Seiring berjalannya waktu, mulai banyak warga yang ikut budidaya namun sifatnya masih sendiri-sendiri.&nbsp;</p>



<p>&#8220;Waktu itu masih sendiri-sendiri. Sehingga, banyak yang kesulitan terutama terkait pemasaran. Akhirnya pada 2016 dibentuk kelompok budidaya, untuk mengayomi para pembudidaya,&#8221; kata Sugianto, Ketua Kelompok Tani (Poktan) Jamur Mekarjaya, Rabu (28/02/2024) tadi.</p>



<p>Dengan menjadi kelompok, menurut Sugianto, budidaya menjadi lebih mudah. Seluruh panen jamur hasil pembudidaya, dikumpulkan dan dibeli oleh kelompok. Pasar jamur dari desa ini, mayoritas dikirim ke Bali, Jember dan Surabaya.</p>



<p><strong>baca juga;</strong></p>





<p>&#8220;Pasarnya sudah jelas setiap hari. Hasil dari seluruh panen jamur dari pembudidaya selalu habis terjual,&#8221; kata Sugianto.</p>



<p>Tiap hari, ujarnya, dari kelompok ini dihasilkan sekitar 500 hingga 700 kilogram jamur dalam kemasan 500 gram. Dengan demikian, dalam satu bulan terkumpul 15 ton jamur, dengan omset sekitar Rp 360 juta sebulan.</p>



<p>&#8220;Kami terus berupaya meningkatkan produksi jamur dengan target sampai 20 ton. Saat ini, paling banyak sekitar 18 ton,&#8221; tambah Sugianto.</p>



<p>Budidaya jamur di Kampung Jamur ini, lanjutnya, dilakukan di rumah-rumah warga. Terdapat sekitar 45 kepala keluarga atau pembudidaya. Bahkan, satu pembudidaya terdapat enam hingga delapan pekerja. Dengan demikian, terdapat sekitar 300 orang yang terlibat di kelompok pembudidaya ini.</p>



<p>Sugianto menambahkan, selain menjual jamur mentah, saat ini kelompoknya tengah mengembangkan produk olahan seperti jamur crispy dan lainnya.</p>



<p>Proses pembudidayaan di desa ini, pun mendapat perhatian Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, saat menggelar program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa) di Wringinagung, Rabu (28/02/2024) tadi. Bahkan, Bupati Ipuk juga menikmati sate jamur dengan bumbu kacang, risoles jamur dan lainnya.</p>



<p>&#8220;Rasanya enak, empuk dan legit. Ini bisa menjadi peluang baru dengan menjual produk olahan. Jadi, tidak hanya menjual jamur segar,&#8221; kata Bupati Ipuk.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Bupati Ipuk juga menginstruksikan pada dinas terkait untuk terus melakukan pendampingan. Tujuannya, agar produksi dan pasar jamur dari desa ini bisa terus bertambah. <strong>(kom/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">207162</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gali Potensi Desa di Banyuwangi, Bupati Ipuk Sasar Desa Wringinagung dalam Bunga Desa</title>
		<link>https://memontum.com/gali-potensi-desa-di-banyuwangi-bupati-ipuk-sasar-desa-wringinagung-dalam-bunga-desa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Feb 2024 07:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Potensi]]></category>
		<category><![CDATA[wringinagung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=207112</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, kembali menggelar program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa), Rabu (28/02/2024) tadi. Dalam pelaksanaan kali ini, Program Bunga Desa digelar di Desa Wringinagung, Kecamatan Gambiran. Tidak ubahnya dalam gelaran sebelumnya, Bunga Desa kali ini tetap berkonsentrasi pada penggalian potensi desa untuk dikembangkan lebih jauh. Sekaligus, menyerap berbagai persoalan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi </strong>&#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, kembali menggelar program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa), Rabu (28/02/2024) tadi. Dalam pelaksanaan kali ini, Program Bunga Desa digelar di Desa Wringinagung, Kecamatan Gambiran.</p>



<p>Tidak ubahnya dalam gelaran sebelumnya, Bunga Desa kali ini tetap berkonsentrasi pada penggalian potensi desa untuk dikembangkan lebih jauh. Sekaligus, menyerap berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat desa. Mulai dari persoalan yang ringan hingga yang membutuhkan penanganan serius.</p>



<p>“Kami ingin mengetahui secara langsung, apa yang sedang terjadi di tengah masyarakat desa. Jika ada persoalan, segera dicarikan solusi. Jika ada potensi, maka harus didukung dan dikembangkan,” kata Bupati Ipuk.</p>



<p>Dalam rangkaian itu, Bupati Ipuk mengunjungi SDN 1 Wringinagung. Di tempat ini, diselenggarakan sejumlah workshop berkaitan dengan pendidikan. Mulai dari parenting, wawasan kebangsaan hingga pencegahan akan tiga dosa besar pendidikan yang meliputi bulliying, kekerasan dan intoleransi.</p>



<p>“Sasarannya tidak semata pelajar dan guru. Namun, kami juga memperluas ke para anggota komite sekolah yang notabanenya adalah para wali murid. Sehingga, penanganan ini bisa komprenhensif,” tegas Bupati Ipuk.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>Setelah itu, Bupati Ipuk juga berdialog dengan komunitas jaranan butho di Balai Dusun Glowong. Dari pertemuan tersebut, segera dilaksanakan Festival Jaranan Butho dalam rangkaian Banyuwangi Festival sebagai bentuk apresiasi dan wadah bagi pecinta kesenian tradisional tersebut.</p>



<p>Lalu, Bupati Ipuk juga memberikan bantuan kepada Solikin, penjual bakso keliling yang terkena musibah. Dimana, rumahnya ambruk setelah diguyur hujan deras disertai angin kencang. Juga, meninjau hasil pembangunan paving di sejumlah ruas jalan desa.</p>



<p>Kemudian, Bupati Ipuk meninjau Rumah Budidaya Jamur yang dikembangkan di Dusun Glowong. Lantas, ke areal persawahan di dekat Kantor Desa Wringinagung, guna mensosialisasikan penggunaan pupuk organik.</p>



<p>Selain itu, dalam kesempatan tersebut juga diselenggarakan layanan dasar. Seperti halnya, administrasi kependudukan, perizinan usaha berbasis OSS, perpajakan hingga tes kesehatan. Sejumlah pelatihan UMKM bersama ibu-ibu, pun juga diselenggarakan di kantor desa.</p>



<p>Bupati Ipuk dalam pelaksanaan itu juga bersilaturahmi di Pesantren Amanatullah, menerima kunjungan PC Muslimat NU Kabupaten Banyuwangi serta sejumlah tamu lain. Di penghujung kegiatan, Ipuk salat Asar berjamaah di Masjid Al-Ikhlas bersama para tokoh masyarakat. Sekaligus juga menyalurkan berbagai bantuan yang bersumber dari program BAZNAS Banyuwangi.</p>



<p>“Ada banyak hal yang kami dapat dalam Bunga Desa kali ini. Wringinagung memiliki potensi yang luar biasa dan tata kelola pemerintahan desanya cukup baik. Ini patut untuk dikembangkan lebih jauh lagi,” papar Bupati Ipuk.<strong> (pro/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">207112</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
