<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Wuhan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/wuhan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 02 Mar 2020 08:21:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Wuhan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Berikan Pendampingan Psikologis Orang Tua Humaidi, Rektor Unesa Pastikan Tanggung Penuh Biaya Selama di Wuhan</title>
		<link>https://memontum.com/berikan-pendampingan-psikologis-orang-tua-humaidi-rektor-unesa-pastikan-tanggung-penuh-biaya-selama-di-wuhan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Mar 2020 08:21:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Unesa]]></category>
		<category><![CDATA[Virus Corona]]></category>
		<category><![CDATA[Wuhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/107435-berikan-pendampingan-psikologis-orang-tua-humaidi-rektor-unesa-pastikan-tanggung-penuh-biaya-selama-di-wuhan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Salah satu warga Lamongan, Humaidi Said hingga saat ini diketahui masih tertahan di Wuhan, China. Oleh sebab itu, pihak kampus Universtas Negeri Surabaya (Unesa), almamater Humaidi menempa ilmu dijenjang perguruan tinggi memberikan pendampingan psikologis bagi keluarganya. Hadir dalam kesempatan itu diantaranya jajaran rektorat dan tim psikolog yang berkunjung di kediaman Humaidi Said, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lamongan </strong>&#8211; Salah satu warga Lamongan, Humaidi Said hingga saat ini diketahui masih tertahan di Wuhan, China. Oleh sebab itu, pihak kampus Universtas Negeri Surabaya (Unesa), almamater Humaidi menempa ilmu dijenjang perguruan tinggi memberikan pendampingan psikologis bagi keluarganya. Hadir dalam kesempatan itu diantaranya jajaran rektorat dan tim psikolog yang berkunjung di kediaman Humaidi Said, di Desa Payaman, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan.</p>
<p>Rektor Unesa Surabaya Prof Nurhasan, Minggu (1/3/2020) mengatakan pendampingan psikologis itu diberikan bertujuan agar orang tua Humaidi tidak cemas.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-107436" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/20200301_182422-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/20200301_182422-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/20200301_182422-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/20200301_182422-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/20200301_182422-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8220;Yang jelas, dalam komdisi seperti ini pastinya semua orang tua punya rasa khawatir dan cemas, karena itu kedatangan kami kesini membawa psikolog agar dapat membantu menenangkan kondisi ibunya Humaidi. Sedangkan, waktu untuk pendampingan akan kami lakukan hingga Humaidi dipastikan bisa pulang ke Indonesia,&#8221; ujarnya menegaskan.</p>
<p>Tak hanya itu, Prof Nur Hasan berharap kepada orang tua Humaidi agar tetap sabar dan menunggu instruksi dari pihak kampus. Sebab, hingga saat ini Pemerintah Provinsi Jatim dan pusat terus berupaya maksimal untuk memulangkan Humaidi ke Indonesia.</p>
<p>&#8220;Hingga saat ini, kami selalu berkoordinasi dan terus berupaya hingga menyampaikan disetiap perkembangan Humaidi ke Ibu Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan beliau juga intens selalu berkoodinasi dengan pihak KBRI melalui menteri luar negeri (Menlu) di Jakarta,&#8221; katanya menegaskan.</p>
<p>Selain itu, Prof Nur Hasan juga mengaku, setelah tidak bisa pulang ke Indonesia bersama 238 WNI dari Wuhan, Tiongkok ke Bandara Hang Nadiem, Batam, Kepulauan Riau, pada 2 Februari lalu, kondisi Humaidi sempat drop selama empat hari. Namun sampai saat ini keadaannya dikabarkan sudah sangat membaik.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah kondisi Humaidi sehat wal afiat, bahkan tadi pagi ketika saya hubungi untuk memberi tahu kalau saya dan rombongan akan berkunjung ke rumahnya,&#8221; katanya menjelaskan.</p>
<p>Sementara itu, tandas Prof Nur Hasan sembari memastikan untuk kebutuhan Humaidi dalam keseharianya selama di Wuhan, Unesa menegaskan akan menanggung semuanya. Bahkan, pihak Unesa sendiri baru saja mengirimkan bantuan kepada Humaidi.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah, kemarin baru saja kami kirim bantuan kepada Humaidi, Insyaallah, soal masalah biaya Humaidi di Wuhan, kami akan tanggung sepenuhnya,&#8221; pungkasnya. <strong>(aju/zen/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">107435</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Seorang Mahasiswa Asal Lamongan Batal Pulang Karena Batuk dan Flu di Wuhan, Keluarga Minta Pemerintah Berikan Perhatian Khusus</title>
		<link>https://memontum.com/seorang-mahasiswa-asal-lamongan-batal-pulang-karena-batuk-dan-flu-di-wuhan-keluarga-minta-pemerintah-berikan-perhatian-khusus</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Feb 2020 06:13:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Virus Corona]]></category>
		<category><![CDATA[Wuhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/106413-seorang-mahasiswa-asal-lamongan-batal-pulang-karena-batuk-dan-flu-di-wuhan-keluarga-minta-pemerintah-berikan-perhatian-khusus</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Seorang mahasiswa asal Desa Payaman, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan, Humaidi Said dinyatakan masih tertahan di Kota Wuhan Tiongkok. Humaidi seharusnya dipulangkan ke Indonesia dan mendarat di Bandara Hang Nadiem, Batam, Kepulauan Riau, bersama 238 WNI pada 2 Februari 2020, lalu. Sayangnya, setiba ia di Bandar Udara Internasional Tianhe, Tiongkok, oleh tim medis [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Seorang mahasiswa asal Desa Payaman, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan, Humaidi Said dinyatakan masih tertahan di Kota Wuhan Tiongkok. Humaidi seharusnya dipulangkan ke Indonesia dan mendarat di Bandara Hang Nadiem, Batam, Kepulauan Riau, bersama 238 WNI pada 2 Februari 2020, lalu.</p>
<p>Sayangnya, setiba ia di Bandar Udara Internasional Tianhe, Tiongkok, oleh tim medis Humaidi dinyatakan tidak bisa pulang ke Indonesia lantaran menderita sakit batuk dan flu.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-106414" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/20200216_171551-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/20200216_171551-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/20200216_171551-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/20200216_171551-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/20200216_171551-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8220;Saat itu Humaidi sudah dibandara dan mau berangkat ke Indonesia namun tidak diperbolehkan pulang karena masih mengalami sakit batuk dan flu,&#8221; kata Kepala Desa Payaman, Mustain kepada awak media. Minggu (16/2/2020).</p>
<p>Tak hanya itu, Mustain mengaku masih belum tau secara pasti apa saja alasan pihak Bandar Udara Internasional Tianhe, Tiongkok melarang warganya terbang ke Indonesia.</p>
<p>&#8220;Berdasarkan pengakuan dari keluarganya, saat itu Humaidi hanya mengalami sedikit flu dan batuk karena kondisi cuaca di Wuhan, Tiongkok. Hal itu juga diperkuat oleh pengakuan Humaidi sendiri. Setiap keluarga menanyakan kondisinya, dirinha mengaku masih dalam keadaan sehat dan bisa menjalani aktivitas sehari-hari di dalam asrama tempat ia tinggal,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Selain itu, meski kondisi Humaidi saat ini mengaku sehat, namun pihak keluarga di Lamongan mengaku cemas dan sangat khawatir akan nasib Humaidi di Wuhan Tiongkok.</p>
<p>&#8220;Yang jelas kami mau berbuat apa lagi, keluarga hanya bisa berdoa saja kondisi Humaidi tetap sehat dan terhindar dari Virus Corona dan semoga wabah virus corona bisa segera ditangani,&#8221; harapnya.</p>
<p>Lebih jauh, Mustain mengatakan pihak keluarga di Lamongan berharap kepada pemerintah Indonesia atau duta besar Indonesia di Tiongkok agar terus memberikan perhatian kepada Humaidi, baik berupa kebutuhan makanan dan obat-obatan selama berada di Tiongkok.</p>
<p>&#8220;Kami berharap kepada pemerintah Indonesia atau duta besar Indonesia di Tiongkok agar terus memberikan perhatian kepada Humaidi, baik berupa kebutuhan makanan dan obat-obatan ,&#8221; harapannya.</p>
<p>Humaidi merupakan anak pasangan suami istri almarhum Muhammad Lazim dan Mitroatin. Ia diketahui tengah menempuh pendidikan Strata II di salah satu kampus di Wuhan sekitar 4 tahun.</p>
<p>&#8220;Bapaknya sudah lama meninggal dunia sedangkan ibunya saat ini bekerja jualan kain, Humaidi anak pertama dari dua bersaudara,&#8221; tandasnya. <strong>(Aju/zen/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">106413</post-id>	</item>
		<item>
		<title>3 Mahasiswa Lamongan di Wuhan China Dipastikan Sehat</title>
		<link>https://memontum.com/3-mahasiswa-lamongan-di-wuhan-china-dipastikan-sehat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Jan 2020 03:50:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Virus Corona]]></category>
		<category><![CDATA[Wuhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/105242-3-mahasiswa-lamongan-di-wuhan-china-dipastikan-sehat</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Virus Corona yang saat ini sedang menyebar di beberapa negara sangat mengkhawatirkan. Virus yang diduga berasal dari salah satu pasar di Wuhan Cina ini membuat masyarakat di beberapa Kabupaten di Cina harus terisolasi, termasuk 3 (tiga) mahasiswa asal Lamongan yang sedang menempuh pendidikan di Wuhan Cina. Mereka adalah Pramesti Ardita Cahyani dari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Virus Corona yang saat ini sedang menyebar di beberapa negara sangat mengkhawatirkan. Virus yang diduga berasal dari salah satu pasar di Wuhan Cina ini membuat masyarakat di beberapa Kabupaten di Cina harus terisolasi, termasuk 3 (tiga) mahasiswa asal Lamongan yang sedang menempuh pendidikan di Wuhan Cina.</p>
<p>Mereka adalah Pramesti Ardita Cahyani dari Desa Brondong Kecamatan Brondong, Humaidi Said dari Desa Payaman Kecamatan Solokuro, dan Ayu Winda dari Kelurahan Sukorejo Kecamatan Lamongan.</p>
<p>Menurut Kepala Bakesbang Sudjito ketiga mahasiswa tersebut adalah mahasiswa UNESA yang sedang melaksanakan kuliah di Central China Normal University Jurusan Bahasa Mandarin di Wuhan Cina dengan masa kuliah Bulan September dan seharusnya tanggal 13 Januari meninggalkan Cina.</p>
<p>Bupati Fadeli mengajak keluarga dari tiga mahasiswa tersebut melakukan Video Call di Guest House Pemkab Lamongan, Rabu (29/1/2020) untuk mengetahui kondisi mereka di sana.</p>
<p>Ketiga mahasiswa asal Lamongan tersebut berada pada kondisi yang baik-baik saja, hal tersebut disampaikan oleh Pramesti. Menurutnya virus corona telah menyebar sejak akhir desember 2019.</p>
<p>“Alhamdulillah kami di sini sehat. Sebenarnya kita masih boleh keluar untuk membeli bahan makanan tetapi kita menjaga diri sendiri agar tidak keluar rumah jika memang tidak diperlukan untuk menghindari penularan virus corona,&#8221; Ungkap Pramesti.</p>
<p>Bupati Fadeli menyampaikan kepada ketiga mahasiswa tersebut agar tetap tenang karena saat ini sedang dikoordinasikan dengan pihak terkait untuk pemulangan mereka.</p>
<p>“Saat ini Kami sedang melakukan komunikasi dengan Kementrian Luar Negeri, Kementrian Kesehatan, dan Kementrian Pendidikan untuk berkoordinasi dengan KBRI di sana untuk mengupayakan proses pemulangan kalian ke Indonesia,&#8221; Ungkap Fadeli.</p>
<p>Fadeli juga meminta agar ketiga mahasiswa tersebut menginformasikan segala kebutuhan agar bisa mengkomunikasikannya dengan KBRI untuk mencukupinya.</p>
<p>Dandim 0812 Lamongan Sidik Wiyono bersama Wakapolres Fabby juga berpesan kepada ketiga mahasiswa agar di sisa waktu menunggu kepulangan agar tetap mengikuti prosedur yang ada, tidak perlu keluar rumah jika tidak diperlukan sehingga dapat kembali ke Indonesia dengan selamat.</p>
<p>Selain ketiga mahasiswa Lamongan tersebut juga terdapat dua warga Lamongan yang sedang berada di Cina yakni Iffa Maratus Shohibul Birri yakni mahasiswa S2 di Tianjin Foreign Studies University dan Nurul Hikmawati yang mendapat beasiswa usulan Ponpes Tarbiathul Tholabaah melalui Sa’adah Bunga Gresik di perguruan tinggi Nantong Shipping Collage Tiongkok.</p>
<p>Nurul Hikmawati sejak tadi malam sudah di Bandara Tiongkok untuk perjalanan pulang dan transit di bandara Thailand. Diperkirakan besok sudah sampai bandara Juanda. Untuk selanjutnya dilakukan penjemputan dan akan dilakukan pemeriksaan terhadapnya.</p>
<p>Untuk selanjutnya menurut Fadeli, Pemkab Lamongan akan terus berkomunikasi dengan KBRI terkait kemungkinan masih ada warga Lamongan yang masih ada di Cina untuk dilakukan koordinasi proses pemulangan ke Indonesia. <strong>(aju/zen/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">105242</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mahasiswi Probolinggo Pulang dari Wuhan, Pakai Uang Ngutang</title>
		<link>https://memontum.com/mahasiswi-probolinggo-pulang-dari-wuhan-pakai-uang-ngutang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Jan 2020 03:47:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswi]]></category>
		<category><![CDATA[Virus Corona]]></category>
		<category><![CDATA[Wuhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=105239</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Viralnya berita di media terkait Virus Corona yang menyebar di negara China, kini menjadi permasalahan internasional. Dengan adanya kasus tersebut banyak warga negara asing yang berada di China, termasuk mahasiswa asal Probolinggo yang melakukan studi di China menjadi panik. Untuk menghindari virus mematikan tersebut, seorang mahasiswi asal Kota Probolinggo memilih meninggalkan China [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Viralnya berita di media terkait Virus Corona yang menyebar di negara China, kini menjadi permasalahan internasional. Dengan adanya kasus tersebut banyak warga negara asing yang berada di China, termasuk mahasiswa asal Probolinggo yang melakukan studi di China menjadi panik. Untuk menghindari virus mematikan tersebut, seorang mahasiswi asal Kota Probolinggo memilih meninggalkan China untuk pulang ke Indonesia, Rabu (29/1/2020).</p>
<p>Virlyana Yuniar, 20, salah satu mahasiswi asal Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan yang kuliah di China, mengatakan kepada memontum.com bahwa di tempatnya kuliah di Fuzhou Univercity, Kota Fuzhou, Provinsi Fujian, China, masih kondusif. Asalkan bisa menjaga kebersihan, karena kebetulan kampus tempat kuliahnya cukup jauh dengan Kota Wuhan, pusat penyebaran virus corona.</p>
<p>“Jika menggunakan kereta cepat, butuh waktu sekitar 13 jam dari Fuzhou menuju Wuhan, tapi di daerah tempat saya juga sudah ada yang terjangkit virus itu,” jelas Virly.</p>
<p>Virly juga mengatakan bahwa aktifitas di Fuzhou tetap seperti biasa, tetapi seluruh warga diwajibkan menggunakan masker yang di beri oleh pemerintah China.</p>
<p>“Saat keluar rumah, atau melakukan aktifitas mereka tetap menggunakan masker dan alat keselamatan agar tidak tertular virus corona, juga harus cuci tangan tiap 20 menit sekali” terangnya.</p>
<p>Virly tinggal di asrama bersama teman temannya yang juga berasal dari Indonesia, untuk mengantisipasi sebelum bisa pulang ke Indonesia mereka selalu menerapkan pola hidup sehat.</p>
<p>Dengan adanya berita sudah ada 2000 lebih yang telah terjangkit virus tersebut, akhirnya anak pertama dari pasangan Muhammad Erjik dan Purwati ini memutuskan untuk pulang ke Probolinggo.</p>
<p>“Mahasiswa lain asal Indonesia lainnya juga memutuskan untuk pulang kampung, tapi ada juga yang masih tinggal karena biaya” ucap Virly.</p>
<p>Dalam perjalan pulang ke Indonesia, virly harus transit di 3 negara. Dan, saat pesawat transit, seluruh penumpang harus menjalani pemeriksaan, apalagi pesawat dari negara China.</p>
<p>&#8220;Berdebar selama perjalanan mas, karena saya takut terjangkit virus Corona itu, tapi setelah sampai bandara Juanda dan tiba di Probolinggo, saya lega karena dinyatakan tidak terindikasi virus corona,” jelasnya.</p>
<p>Tidak hanya bercerita pengalamannya, Virlyana juga sempat melakukan video call dengan temannya asal Probolinggo juga yang kuliah kota Wuhan, tempat dimana virus Corona tersebut menyebar pertama kali. Teman yang di hubungi tersebut bernama Arif Saifullah, 20, warga Desa/Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo.</p>
<p>Dari video call yang dilakukan kedua mahasiswa tersebut, saat ini arif diketahui masih berada di asrama di kampusnya di Wuhan Central China Normal University. Pemuda yang mengambil jurusan Hubungan Internasional itu sempat menceritakan kondisi di Wuhan saat ini.</p>
<p>“Saat ini kondisi di sekitar kampus dan luar kampus sepi. Hanya ada beberapa orang saja yang berani keluar, tapi tetap menggunakan masker dan pelindung lain,” jelas Arif melalui video call.</p>
<p>Lalu terkait roda perekonomian, mahasiswa asal Tiris itu menyebut bahwa banyak toko di kawasan tersebut tutup, dan hanya sebagian toko yang buka. Sementara di jalanan Kota Wuhan juga tampak sepi dari warga, dan hanya ada sejumlah mobil pribadi yang melintas.</p>
<p>Tak hanya ia yang terjebak di asrama kampus, mahasiswa dari negara lain juga terjebak di asrama.</p>
<p>“Tapi soal kesediaan logistik makanan, saya memastikan masih tersedia,” tegasnya.</p>
<p>Diketahui, virus corona sampai dengan saat ini membuat ribuan warga China terinfeksi. Sejumlah warga setempat disebutkan meninggal dunia akibat virus mematikan itu.</p>
<p>Selain di China, sudah ada laporan dari 13 negara terkait virus corona, seperti Kanada, Jepang, dan Singapura.</p>
<p>Sementara menurut Erjik sapaan ayah Virly mengatakan bahwa ketika mendengar berita tentang virus mematikan tersebut, Erjik berusaha menghubungi putrinya dan memintanya untuk pulang meskipun biaya melalui hutang.</p>
<p>&#8220;Adanya berita virus Corona di China, saya langsung kawatir mas karena anak saya ada di sana, saya langsung mencari dana talangan yang penting anak saya bisa pulang sementara dan selamat,&#8221; terang Erjik. <strong>(Pix/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">105239</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
