<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Yayasan APSAI &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/yayasan-apsai/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 02 Feb 2021 10:21:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Yayasan APSAI &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>88 Sekolah se-Kota Malang Teken MoU Dengan APSAI</title>
		<link>https://memontum.com/88-sekolah-se-kota-malang-teken-mou-dengan-apsai</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2021 10:21:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[adiwiyata]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Yayasan APSAI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=133797</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Yayasan APSAI (Aksi Pengembang Sekolah Adiwiyata Indonesia) Kota Malang, melakukan MoU dengan 88 sekolah se-Kota Malang. Bertempat di halaman SDN Madyopuro 2, kegiatan ini berlangsung dengan dihadiri masing-masing kepala sekolah, Selasa (2/2) pagi. Ketua Yayasan APSAI, Drs. H. Samsudin, M.Si, mengatakan bahwa pihaknya sudah lama berkegiatan dengan 88 sekolah ini. Namun [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Yayasan APSAI (Aksi Pengembang Sekolah Adiwiyata Indonesia) Kota Malang, melakukan MoU dengan 88 sekolah se-Kota Malang.</p>
<p>Bertempat di halaman SDN Madyopuro 2, kegiatan ini berlangsung dengan dihadiri masing-masing kepala sekolah, Selasa (2/2) pagi.</p>
<p>Ketua Yayasan APSAI, Drs. H. Samsudin, M.Si, mengatakan bahwa pihaknya sudah lama berkegiatan dengan 88 sekolah ini. Namun dirinya merasa perlu adanya nota kesepahaman sebagai penguat.</p>
<p>&#8220;Dokumen MoU ini bermanfaat bagi sekolah untuk kepentingan akreditasi, penilaian Adiwiyata, maupun kegiatan-kegiatan yang sifatnya penilaian sekolah kelembagaan. Tujuan utama untuk melembagakan apa yang sudah kita laksanakan dengan sekolah yaitu pembinaan terhadap para guru, pembinaan para kepala sekolah, juga pembinaan terhadap siswa,&#8221; tutur Samsudin.</p>
<p>Dikarenakan saat ini kondisi sedang pandemi, APSAI melakukan pembinaan dari dalam, dimana sudah melembaga dengan sekolah-sekolah.</p>
<p>Secara teknis, sesuai dengan Peraturan Menteri LHK (Lingkungan Hidup) Nomor 52 Tahun 2019 tentang Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah, APSAI akan melakukan pembinaan dengan sekolah-sekolah.</p>
<p>&#8220;Kegiatannya meliputi tiga hal, yaitu perencanaan, kemudian pelaksanaan, dan pemantauan. Dalam perencanaan meliputi empat kegiatan,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Kegiatan tersebut seperti pendokumentasian meliputi bagaimana PBLHS (Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah) direncanakan dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan.</p>
<p>Kemudian dari situ, dibuatlah suatu rencana aksi. Berangkat dari rencana aksi, maka diwujudkan di dalam suatu kegiatan dalam proses pembelajaran yang direncanakan dalam RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran).</p>
<p>&#8220;Nantinya dalam RPP mengedepankan PRLH (Perilaku Ramah Lingkungan Hidup). Nah dari situlah gerakan PBLHS ini benar-benar mengupayakan bisa mengajak, mendidik anak-anak untuk sadar terhadap lingkungan dan mempunyai jiwa konservasi,&#8221; tambahnya.</p>
<p><strong>Baca Juga : <a href="https://memontum.com/73065-walikota-anugerahkan-adiwiyata-kota-malang-2018-ke-36-sekolah">Walikota Anugerahkan Adiwiyata Kota Malang 2018 ke 36 Sekolah</a></strong></p>
<p>Dalam kondisi pandemi dijelaskan Samsudin kegiatan pembinaan lebih menjurus ke pembelajaran konstekstual. Dimana para siswa diajak untuk mempelajari lingkungan rumah mereka sendiri.</p>
<p>&#8220;Kita sudah lakukan itu saat membina SMP Negeri 16 , kita melaksanakan kegiatan online dengan siswa. Kegiatannya yaitu pemetaan terhadap lingkungan masing-masing dari tingkat RT dan RW. Mereka membuat video terkait dengan pelaporan tentang pengelolaan lingkungan hidup dan pengelolaan sosial ekonomi sekitarnya,&#8221; papar Samsudin.</p>
<p>Diakui Samsudin dirinya tidak menduga bahwa total sekolah yang berminat mencapai 88. &#8220;Saya sendiri tidak menduga jumlahnya mencapai 88, saya kira kan sudah biasa mempersiapkan Adiwiyata sendiri. Ternyata kepercayaan sekolah-sekolah terhadap APSAI tinggi, sampai-sampai kami harus menutup pendaftaran sekolah yang ingin dibina,&#8221; tutupnya.<strong> (cw1/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">133797</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
