<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Yogyakarta &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/yogyakarta/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 29 Apr 2026 15:18:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Yogyakarta &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Belajar dari Kasus Yogyakarta, Wali Kota Malang Perintahkan Pengecekan Izin Daycare</title>
		<link>https://memontum.com/belajar-dari-kasus-yogyakarta-wali-kota-malang-perintahkan-pengecekan-izin-daycare</link>
					<comments>https://memontum.com/belajar-dari-kasus-yogyakarta-wali-kota-malang-perintahkan-pengecekan-izin-daycare#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Apr 2026 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[daycare]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pengecekan]]></category>
		<category><![CDATA[perintahkan]]></category>
		<category><![CDATA[Yogyakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232061</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, memerintahkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk melakukan pengecekan terhadap operasional tempat penitipan anak atau daycare di Kota Malang. Langkah itu dilakukan, sebagai respons antisipasi atas kasus daycare yang terjadi di Yogyakarta. Pria yang akrab disapa Wahyu, itu mengatakan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Malang telah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, memerintahkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk melakukan pengecekan terhadap operasional tempat penitipan anak atau daycare di Kota Malang. Langkah itu dilakukan, sebagai respons antisipasi atas kasus daycare yang terjadi di Yogyakarta.</p>



<p>Pria yang akrab disapa Wahyu, itu mengatakan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Malang telah menginstruksikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker PMPTSP) Kota Malang untuk menindaklanjuti dan mempelajari kasus tersebut sebagai bahan evaluasi pengawasan di daerah. “Dari pengalaman itu saya sudah memerintahkan kepala OPD terkait untuk menindaklanjuti dan mempelajari kasus di Yogyakarta. Karena memang ada beberapa daycare di Kota Malang yang belum berizin,” ujar Wali Kota Wahyu, Rabu (29/04/2026) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain dua OPD tersebut, Pemkot juga melibatkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang guna memastikan standar kesehatan dan keamanan layanan penitipan anak terpenuhi. Termasuk, melibatkan kecamatan dan kelurahan untuk meningkatkan pengawasan di wilayah masing-masing.</p>



<p>&#8220;Walaupun di Kota Malang ini belum banyak. Tetapi saya yakin ada. Maka saya sudah memerintahkan untuk segera melaporkan dan segera kami cek terkait dengan pelaksanaan, izinnya, kelayakan fasilitas, hingga kompetensi tenaga pengasuh,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Bagi pengelola daycare yang belum mengantongi izin resmi, Pemkot Malang akan mengarahkan untuk segera mengurus perizinan sesuai ketentuan yang berlaku. “Kalau sudah memenuhi persyaratan tentu bisa beroperasi. Tetapi kalau belum, akan kami minta untuk menghentikan operasional sementara,” tegasnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/belajar-dari-kasus-yogyakarta-wali-kota-malang-perintahkan-pengecekan-izin-daycare/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232061</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Warung Lesehan Yogyakarta Hadir di Kepanjen dengan Super Besar dan Dilengkapi Kolam Ikan Koi</title>
		<link>https://memontum.com/warung-lesehan-yogyakarta-hadir-di-kepanjen-dengan-super-besar-dan-dilengkapi-kolam-ikan-koi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Feb 2024 05:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[dilengkapi]]></category>
		<category><![CDATA[kepanjen]]></category>
		<category><![CDATA[lesehan]]></category>
		<category><![CDATA[warung]]></category>
		<category><![CDATA[Yogyakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=206787</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Warung Lesehan Yogyakarta kembangkan sayap. Setelah sukses membuka dua cabang di Kota Malang, kali ini pengembangan operasional warung lesehan nan apik ini merambah ke Cabang Jalibar Kepanjen, Kabupaten Malang, sebagai cabang ke tiga. Warung lesehan yang merupakan rumah makan keluarga dan berdiri sejak tahun 2000, resmi beroperasi sejak Sabtu (24/02/2024) tadi. Yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Warung Lesehan Yogyakarta kembangkan sayap. Setelah sukses membuka dua cabang di Kota Malang, kali ini pengembangan operasional warung lesehan nan apik ini merambah ke Cabang Jalibar Kepanjen, Kabupaten Malang, sebagai cabang ke tiga.</p>



<p>Warung lesehan yang merupakan rumah makan keluarga dan berdiri sejak tahun 2000, resmi beroperasi sejak Sabtu (24/02/2024) tadi. Yang menarik, kehadirannya sekarang lebih luas dan lebih nyaman. Bahkan, dengan memanfaatkan luas area sekitar 6500 meter persegi, warung lesehan ini memiliki kapasitas hingga 1200 orang. Tak ayal, warung lesehan ini menjadi rumah makan keluarga terbesar di Kepanjen.</p>



<p>Yang tidak kalah menarik dari rumah makan ini, selain menghadirkan menu makanan tradisional, juga menghadirkan kolam ikan KOI terbesar di Kepanjen dengan luas sekitar 1000 meter persegi. Sehingga, bisa menikmati menu makanan sambil berwisata.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Untuk fasilitas sendiri, Warung Lesehan Yogyakarta menghadirkan tiga hall yang bisa dijujug. Diantaranya, seperti ruang VIP full AC dengan kapasitas 200 orang. Kemudian juga ada hall utama kapasitas 500 orang, tiga ruang meeting room dengan kapasitas peruangannya 15 hingg 20 orang, hall semi outdoor kapasitas 100 orang dan hall semi outdoor serta VIP room dilengkapi dengan set karaoke, LED TV dan sound. Termasuk, juga tersedia musala.</p>



<p>Owner Warung Lesehan Yogyakarta Kepanjen, Albertus Yonathan, mengatakan bahwa pembukaan cabang ke tiga ini sebagai bentuk suport terhadap pengembangan kawasan Ibu Kota Kepanjen. Mengingat, potensi yang ada di Ibu Kota Kabupaten Malang ini, sangatlah besar.</p>



<p>&#8220;Kita ingin jadi pioner untuk kota (ibu kota, red) yang memiliki potensi sangat besar. Kita juga ingin membantu mengoptimalkan yang ada di Kepanjen. Karenanya, Warung Lesehan Yogyakarta hadir di Jalibar Kepanjen,&#8221; kata Albertus, seusai melakukan grand opening yang turut dihadiri Owner Warung Lesehan Yogyakarta Grup, Hengky Halim, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Kabupaten Malang, Yoyok Wardoyo, mitra kerja hingga Muspika.</p>



<p>Masih menurut Albertus, bahwa warung lesehan yang dihadirkan memakai konsep makanan tradisional yang bertemakan alam. Karenanya, untuk menu makanan masih sama. Walaupun, dalam waktu dekat juga akan ada menu khusus.</p>



<p>&#8220;Untuk menu andalan, itu masih tetap sama yaitu ayam goreng kremes. Namun, dalam penyajiannya ini sangat berbeda. Karena, ayam ini sebelumnya juga kita ungkep dan kuahnya juga kita pakai. Jadi, lebih crunchy,&#8221; paparnya.</p>



<p>Disampaikan Albertus, dalam pengembangan Warung Lesehan Yogyakarta, tidak hanya menjangkau masyarakat yang hendak menggelar acara. Namun, juga wisatawan yang hendak berkunjung ke Kabupaten Malang.</p>



<p>&#8220;Selain ruangan yang luas, kami juga menyediakan paket dan prasmanan. Sementara harga yang tawarkan, mulai sekitar Rp 25 ribu, seperti untuk nasi ayam. Bahkan, ada juga yang under dari harga itu. Apalagi, sekarang juga ada diskon 20 persen,&#8221; terangnya.</p>



<p>Sementara itu, Kadisnaker Kabupaten Malang, Yoyok Wardoyo, dalam sambutannya sangat mengapresiasi kehadiran Warung Lesehan Yogyakarta di Jalibar. Mengingat, Kepanjen tidak hanya kecamatan, tetapi juga Ibu Kota Kabupaten Malang. Dengan keberadaannya ini, tentu saja diharapkan mampu menjangkau wisatawan yang hendak menikmati wisata ke kawasan pantai di Malang Selatan.</p>



<p>&#8220;Kepanjen merupakan kawasan ibu kota Kabupaten Malang. Karenanya, tingkat investasi di sini akan terus naik seiring dengan banyaknya investor yang masuk. Sehingga, kami sebagai pemerintah kabupaten, sangat mensuport keberadaan warung lesehan ini. Semoga ini memberikan berkah, apalagi juga bisa menjembatani wisatawan yang hendak berwisata,&#8221; tegasnya.<strong> (sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">206787</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sri Sultan Hamengku Buwono X Sampaikan Ada Benang Merah antara Trenggalek dan DIY</title>
		<link>https://memontum.com/sri-sultan-hamengku-buwono-x-sampaikan-ada-benang-merah-antara-trenggalek-dan-diy</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Sep 2022 20:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Sultan Hamengku Buwono]]></category>
		<category><![CDATA[Yogyakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=174643</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Upaya Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, atas kegigihannya merajut sejarah Mataraman antara Trenggalek dan Yogyakarta, mendapat apresiasi dari Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono. Dalam kesempatan malam puncak muhibah budaya, persembahan Pemerintah DIY untuk Trenggalek, Sri Sultan Hamengkubuwono X, menyampaikan bahwa ada benang merah antara Trenggalek dan DIY. Menurut Sri Sultan, Trenggalek [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Upaya Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, atas kegigihannya merajut sejarah Mataraman antara Trenggalek dan Yogyakarta, mendapat apresiasi dari Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono.</p>



<p>Dalam kesempatan malam puncak muhibah budaya, persembahan Pemerintah DIY untuk Trenggalek, Sri Sultan Hamengkubuwono X, menyampaikan bahwa ada benang merah antara Trenggalek dan DIY. Menurut Sri Sultan, Trenggalek merupakan tanah perdikan. Artinya, wilayah yang dibebaskan pajak dan bahkan diperbolehkan mengelola pajak yang didapatkan karena dianggap berjasa kepada negara.</p>



<p>Menurut Ngarso Dalem, warga Trenggalek patut berbangga, karena tinggal di wilayah yang penuh dengan budaya adiluhung. &#8220;Pertama-tama saya ucapkan dirgahayu yang 828 Kabupaten Trenggalek, pada tanggal 31 Agustus 2022. Ini usia yang tidak lagi muda, dimana Kabupaten Trenggalek telah melalui berbagai lintasan peradaban hingga saat ini telah mencapai kemajuan di berbagai bidang. Perlu saya sampaikan, ada benang merah antara Daerah Istimewa Jogjakarta dan Kabupaten Trenggalek,&#8221; terang Sri Sultan Hamengku Buwono X, Kamis (01/09/2022) malam.</p>



<p>Ditegaskannya, benang merah telah abadi dalam khasanah sejarah dan budaya Mataram dan ini harus senantiasa dilestarikan. Dimana Daerah Istimewa Jogjakarta dan Kabupaten Trenggalek, akan tumbuh dan berkembang bersama dengan sejarah Mataraman.</p>



<p>&#8220;Sudah selayaknya warga Trenggalek berbangga hidup di sebuah wilayah yang penuh dengan histori dan budaya adiluhung. Ada sebuah daerah yang istimewa terutama apabila ditinjau dari sejarahnya. Sejak zaman kuno, Trenggalek merupakan daerah berstatus bebas pajak,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Status otonomi ini, sambungnya, diberikan kepada masyarakat suatu daerah yang telah berjasa besar kepada negara. Dengan status itu pula, daerah Simo diberi kewenangan mengelola sendiri pajak bumi Pajak Perdagangan dan pajak lainnya. Hebatnya Trenggalek telah menjadi daerah merdeka dan mandiri sejak zaman Raja Sendok, kerajaan Mataram Kuno</p>



<p>Keterikatan sejarah antara Daerah Istimewa Jogjakarta dan Kabupaten Trenggalek, salah satunya bermula dari perjanjian Giyanti tahun 1755. Dimana, kerajaan Mataram terpecah menjadi Kasultanan Surakarta dan kesultanan Yogyakarta.</p>



<p>Wilayah Kabupaten Trenggalek terbagi ke dalam dua bagian. Panggul dan Munjungan, yang masuk wilayah kekuasaan Bupati Pacitan, yang mengabdi kepada Kesultanan Jogjakarta. Sedangkan bagian lainnya masuk ke dalam wilayah Bupati Ponorogo, yang berada di bawah kekuasaan kasunanan Surakarta.</p>



<p>&#8220;Selain keterikatan sejarah, Kabupaten Trenggalek juga memiliki potensi dan bakat budaya yang beragam,&#8221; kata Gubernur DIY ini.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tunggu-rekomendasi-bkn-pemkot-malang-bakal-terapkan-manajemen-talenta-asn">Tunggu Rekomendasi BKN, Pemkot Malang Bakal Terapkan Manajemen Talenta ASN</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/cegah-penyalahgunaan-zat-terlarang-di-asn-bupati-lumajang-minta-inspektorat-lakukan-pemeriksaan-pararel">Cegah Penyalahgunaan Zat Terlarang di ASN, Bupati Lumajang Minta Inspektorat Lakukan Pemeriksaan Pararel</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jelang-peringatan-may-day-pemkot-malang-pilih-gelar-dialog-dan-seminar-bersama-buruh">Jelang Peringatan May Day, Pemkot Malang Pilih Gelar Dialog dan Seminar bersama Buruh</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/data-ganda-picu-lonjakan-anak-putus-sekolah-disdikbud-kota-malang-lakukan-pembaruan-evaluasi">Data Ganda Picu Lonjakan Anak Putus Sekolah, Disdikbud Kota Malang Lakukan Pembaruan Evaluasi</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/terkait-dugaan-keterangan-palsu-akta-autentik-bos-sardo-swalayan-ditahan-polda-jatim">Terkait Dugaan Keterangan Palsu Akta Autentik, Bos Sardo Swalayan Ditahan Polda Jatim</a></li>
</ul>


<p>Periode prasejarah yang berlanjut terus sampai periode sesudahnya kondisi ini, juga sangat erat dengan Daerah Istimewa Jogjakarta, yang juga memiliki keragaman budaya dan cagar budaya. Secara jelas, Yogyakarta menjadi istimewa karena esensi budayanya.</p>



<p>&#8220;Melalui momentum ini, pemerintah DIY merasa perlu merajut ulang komitmen budaya Mataram dengan Kabupaten Trenggalek untuk menumbuhkan lagi spirit ke Indonesia bersama-sama kita nguri-nguri kabudayan dalam semangat rumangsa melu handarbeni,&#8221; terangnya.</p>



<p>Kultural bukan hanya hiburan semata, paparnya, tetapi lebih dari itu seni dan budaya berperan dalam usaha pengayaan wawasan kebangsaan menjadi bagian dari perjuangan. &#8220;Saya menyambut baik inisiatif dari Pemerintah Kabupaten Trenggalek, untuk turut nguri-uri budaya Mataram. Saya juga mendukung penuh terjalinnya kerjasama antar kedua daerah,&#8221; kata Gubernur DIY.</p>



<p>Harapannya, upaya baik ini akan membawa dampak positif yang signifikan bagi kemajuan Kabupaten Trenggalek. Mataram sejatinya adalah persembahan untuk anak cucu kita. Keagungan dan nilai-nilai edi peni dan adi luhur yang terkandung didalamnya diharapkan menjadi lebih penting. Di kehidupan masyarakat diterapkan sebagai tuntunan hidup demi tercapainya tatanan masyarakat yang gemah ripah loh jinawi, Toto Tentrem Kerto Raharjo</p>



<p>Sementara itu, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, sangat tersanjung dengan kedatangan Ngarso Dalem Sri Sultan Hamengkubuwono X, yang mau hadir langsung bersama GKR Hayu dan ikut memeriahkan Hari Jadi 828 Trenggalek yang jatuh pada tanggal 31 Agustus.</p>



<p>&#8220;Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Trenggalek, merasa tersanjung atas kehadiran Gubernur DIY dalam puncak peringatan Hari Jadi Trenggalek tahun ini. Seperti yang kita lihat tadi, antusias masyarakat sangat luar biasa menyambut kedatangan Gubernur DIY ini. Kami memang bertekad merajut kembali historis sejarah Trenggalek dengan Kraton Jogjakarta,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Kedekatan sejarah, kultur dan budaya Mataraman antara Trenggalek dan Jogjakarta, diharapkan bisa memberikan kemanfaatan bagi kedua daerah, utamanya di sektor ekonomi. Dalam kesempatan itu, Bupati Trenggalek juga mengungkapkan rasa terima kasihnya, karena kesekian kali mendapatkan muhibah budaya dari Provinsi DIY.</p>



<p>Bahkan, ujarnya, Sri Sultan Hamengkubuwono X sempat memberikan hadiah berupa pusaka Wos Wignyo Murti (tombak) dan sebuah Songsong (payung) dari Kraton Jogjakarta. Ini, karena kegigihannya merajut budaya Mataraman antara Jogjakarta dengan Trenggalek.</p>



<p>&#8220;Sekali lagi, kami mengucapkan terima kasih atas muhibah budaya yang sudah diberikan dalam peringatan Hari Jadi Ke-828 Trenggalek tahun ini. Juga, hadiah berupa Pusaka Wos Wignyo yang diberikan malam ini. Pusaka itu memiliki arti, Wignyo yang berarti pandai dan Murti panda atau badan. Artinya, secara umum sebuah harapan yang memegang pusaka ini dipenuhi dengan kepandaian dalam konteks tata praja,&#8221; papar Bupati Arifin. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">174643</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Udang Beku dari Cilacap Tembus Sampai Negeri Sakura</title>
		<link>https://memontum.com/udang-beku-dari-cilacap-tembus-sampai-negeri-sakura</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Mar 2021 11:09:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kkp]]></category>
		<category><![CDATA[perdagangan]]></category>
		<category><![CDATA[perikanan]]></category>
		<category><![CDATA[Yogyakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=136090</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Yogyakarta &#8211; Sebanyak 18.049,47 Kg udang beku senilai USD 233.240,88 asal Cilacap, menembus pasar di Jepang. Kepala Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Yogyakarta, Hafit Rahman, mengungkapkan bahwa kegiatan ekspor yang berlangsung pada Rabu (03/03) lalu tersebut, berlangsung dengan lancar. &#8220;Alhamdulillah, verifikasi lapangan pada ekspor udang beku (Frozen Shrimp), dengan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Yogyakarta</strong> &#8211; Sebanyak 18.049,47 Kg udang beku senilai USD 233.240,88 asal Cilacap, menembus pasar di Jepang.</p>



<p>Kepala Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Yogyakarta, Hafit Rahman, mengungkapkan bahwa kegiatan ekspor yang berlangsung pada Rabu (03/03) lalu tersebut, berlangsung dengan lancar.</p>



<p>&#8220;Alhamdulillah, verifikasi lapangan pada ekspor udang beku (Frozen Shrimp), dengan tujuan negara Jepang yang berlangsung kemaren berjalan lancar,&#8221; kata Hafit di Yogyakarta, Jumat (05/03) tadi.</p>



<p>Hafit menambahkan, Unit Pengolahan Ikan (UPI) yang melakukan ekspor produk udang beku ini adalah PT. Toxindo Prima.</p>



<p>Pelaku usaha yang beralamat di Jalan Lingkar Timur No. 5 Tegalkamulyan Cilacap, Kabupaten Cilacap tersebut, merupakan wilayah satuan kerja dari Stasiun KIPM Yogyakarta.</p>



<p>Dikatakannya, bahan baku udang beku ini berasal dari wilayah Cilacap, purworejo dan Kebumen, yang terdiri dari udang budidaya dan udang laut.</p>



<p>&#8220;Semuanya melalui penerapan proses Jaminan Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan yang dilakukan rutin melalui surveillance penerapan HACCP secara berkala oleh tim Inspektur Mutu Stasiun KIPM Yogyakarta,&#8221; urainya.</p>



<p>Ke depan, Hafit akan memastikan jajarannya untuk selalu membuka diri dan siap jemput bola agar pelaku usaha tetap bisa ekspor.</p>



<p>&#8220;Kita akan terus berkolaborasi dan bersinergi untuk meningkatkan ekspor komoditas perikanan, khususnya dari Yogyakarta,&#8221; terangnya.</p>



<p>Sebagai informasi, di bawah komando Menteri, Wahyu Sakti Trenggono, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), akan fokus mendorong ekspor komoditas yang bernilai ekonomi tinggi seperti udang, lobster dan rumput laut.</p>



<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://memontum.com/136087-kkp-kembangkan-stelina-untuk-lancarkan-ekspor-dan-kendalikan-impor">KKP Kembangkan Stelina untuk Lancarkan Ekspor dan Kendalikan Impor</a></strong></p>



<p>Komoditas udang dipilih karena ekspor tahun lalu yang cukup tinggi, yakni mencapai 239.227 ton dengan nilai USD2,04 miliar.</p>



<p>Bahkan, Menteri Trenggono menargetkan volume ekspor udang bisa naik 3 kali lipat atau lebih dari 250% hingga tahun 2024 mendatang. Adapun sasaran ekspor komoditas ini diutamakan ke Amerika Serikat (AS) hingga ke China.</p>



<p>&#8220;KKP akan memfasilitasi pengembangan shrimp estate yakni sistem budidaya dengan skala intensif, dengan target produksi berkisar 40 ton per hektare dalam setahun,&#8221; kata Menteri Trenggono. <strong>(hms/kkp/aye/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">136090</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Presiden Takziah ke Tempat Duka Mendiang Artidjo Alkostar</title>
		<link>https://memontum.com/presiden-takziah-ke-tempat-duka-mendiang-artidjo-alkostar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Mar 2021 03:54:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[humas]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Yogyakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=135703</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Yogyakarta &#8211; Presiden Joko Widodo, datang bertakziah ke tempat duka mendiang Artidjo Alkostar di Masjid Ulil Albab, Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta, Senin (01/03) tadi. Mantan Hakim Agung yang dikenal sangat berintegritas, jujur dan tidak ragu dalam penegakan hukum tersebut, berpulang pada usia 72 tahun pada hari Minggu, (28/2) kemarin. &#8220;Inna lillahi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum <a href="https://memontum.com/tag/jakarta">Yogyakarta </a></strong>&#8211; Presiden Joko Widodo, datang bertakziah ke tempat duka mendiang Artidjo Alkostar di Masjid Ulil Albab, Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta, Senin (01/03) tadi.</p>



<p>Mantan Hakim Agung yang dikenal sangat berintegritas, jujur dan tidak ragu dalam penegakan hukum tersebut, berpulang pada usia 72 tahun pada hari Minggu, (28/2) kemarin.</p>



<p>&#8220;Inna lillahi wa inna ilaihi raji&#8217;un, kemarin hari Minggu telah berpulang ke rahmatullah, Bapak Artidjo Alkostar. Kita telah kehilangan putra terbaik bangsa,&#8221; ujar Presiden di lokasi.</p>



<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://memontum.com/135559-presiden-sebutkan-transformasi-digital-sebagai-solusi-strategis">Presiden Sebutkan Transformasi Digital sebagai Solusi Strategis</a></strong></p>



<p>Kepala Negara yang tampak didampingi Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, turut menyalatkan jenazah almarhum setibanya di Masjid Ulil Albab UII sekira pukul 08.00. Presiden sendiri, memiliki kenangan tersendiri terhadap Artidjo.</p>



<p>Alkostar semasa hidupnya, memiliki kepribadian dan integritas yang tak perlu diragukan lagi. Bahkan, menjadi teladan bagi para penegak hukum dan peradilan.</p>



<p>&#8220;Beliau adalah penegak hukum, hakim agung dan Dewan Pengawas KPK yang sangat rajin, jujur, memiliki integritas yang tinggi,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Usai menyampaikan belasungkawa, Presiden jokowi berdoa untuk almarhum agar diberikan tempat yang terbaik di sisi-Nya. Tidak lama setelah itu, Presiden berpamitan meninggalkan lokasi.<br>&#8220;Atas nama pemerintah kami menyampaikan duka cita mendalam,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Almarhum Artidjo, rencananya akan dimakamkan di Kompleks Pemakaman UII yang prosesinya akan dimulai sekira pukul 10.00 WIB. <strong>(hms/neg/aye)</strong></p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">135703</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
