<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>zulhas &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/zulhas/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 17 May 2026 13:59:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>zulhas &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Datangi Kampung Nelayan Merah Putih di Banyuwangi, Menko Zulhas Siapkan Skema Kesejahteraan Nelayan</title>
		<link>https://memontum.com/datangi-kampung-nelayan-merah-putih-di-banyuwangi-menko-zulhas-siapkan-skema-kesejahteraan-nelayan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 May 2026 09:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[datangi]]></category>
		<category><![CDATA[kampung]]></category>
		<category><![CDATA[kesejahteraan]]></category>
		<category><![CDATA[nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<category><![CDATA[zulhas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232428</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyiapkan skema penyerapan hasil tangkapan nelayan untuk memberikan kepastian harga bagi meraka. Salah satu upaya yang dilakukan, yaitu melalui penyerapan hasil laut ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna menyokong Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Skema yang disiapkan tersebut, disampaikannya saat bertemu sekitar 120 nelayan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyiapkan skema penyerapan hasil tangkapan nelayan untuk memberikan kepastian harga bagi meraka. Salah satu upaya yang dilakukan, yaitu melalui penyerapan hasil laut ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna menyokong Program Makan Bergizi Gratis (MBG).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Skema yang disiapkan tersebut, disampaikannya saat bertemu sekitar 120 nelayan di Kampung Nelayan Merah Putih, Kelurahan Lateng, Kabupaten Banyuwangi, Kamis (14/05/2026) tadi. Turut hadir dalam pelaksanaan itu, Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, yang mendampingi kunjungan Menko Zulhas-sapaan Zulkifli Hasan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Jadi, nelayan nanti punya kepastian keuntungan. Jangan sampai capek-capek melaut, setelah sampai di darat harganya nggak jelas berapa ikan itu dibeli,&#8221; kata Menko Zulhas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dirinya juga mengatakan, bahwa pemerintah telah menyiapkan ekosistem pendukung bagi nelayan. Mulai dari cold storage, pabrik es, hingga koperasi yang ada di Kampung Nelayan Merah Putih.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejumlah fasilitas tersebut, disiapkan agar nelayan tidak lagi terpaksa menjual ikan dengan harga rendah saat hasil tangkapan melimpah. &#8220;Tujuannya, itu agar nelayan punya daya tawar yang tinggi. Selama ini, usai melaut itu ikannya begitu sampai di darat, ditawar berapa dan kalau nggak dijual, kan bisa busuk,&#8221; tambah Zulhas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ditambahkannya, keberadaan cold storage dan koperasi akan membantu nelayan menyimpan hasil tangkapan, ketika harga pasar sedang turun. Jika belum terserap pasar, ikan nantinya dapat dibeli oleh SPPG untuk kebutuhan Program MBG.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Nanti kalau semua sudah jadi, kalau ikan nelayan dapat banyak dan harganya turun bisa disimpan dulu. Kalau masih nggak dibeli juga, nanti SPPG yang beli ikannya. Sudah kita atur begitu sehingga nelayan punya kepastian harga,&#8221; ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menko Zulhas juga mencontohkan, pola serupa yang telah diterapkan pemerintah pada komoditas gabah. Dimana, harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani sebesar Rp 6.500 per kilogram. Kebijakan ini, bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Gabah kita jamin Rp 6.500. Kalau gak harga segitu, gabah bisa dibeli Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih (Kopdes),&#8221; terangnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketua KUB Nelayan Sumber Laut Lateng menyambut positif rencana itu. Terlebih, selama ini harga ikan sering jatuh saat musim tangkapan melimpah, karena posisi tawar nelayan lemah di hadapan pengepul.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Menteri menyampaikan, bahwa nelayan itu akan dibikinkan standar harga. Kemudian, ikan-ikannya bisa diserap di SPPG. Kalau bagi nelayan, pasti kami senang kalau memang ada seperti itu. Sehingga, ekonomi nelayan meningkat,&#8221; ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain berharap adanya kepastian harga, para nelayan juga meminta dukungan fasilitas penunjang lain seperti SPBU khusus nelayan untuk membantu operasional selama melaut. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232428</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Menko Zulhas Tinjau Pelaksanaan KDKMP Candirenggo Kabupaten Malang</title>
		<link>https://memontum.com/menko-zulhas-tinjau-pelaksanaan-kdkmp-candirenggo-kabupaten-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Feb 2026 05:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[candirenggo]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pelaksanaan]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>
		<category><![CDATA[zulhas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230455</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Budiar Anwar, mendampingi kunjungan kerja (Kunker) Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, H Zulkifli Hasan (Zulhas) dalam rangka meninjau Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Selasa (24/02/2026) tadi. Turut hadir mendampingi, Danrem 083/Baladhika Jaya, Kolonel Inf Kohir, Dandim 0818/Malang-Batu, Letkol Czi Bayu Nugroho, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Budiar Anwar, mendampingi kunjungan kerja (Kunker) Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, H Zulkifli Hasan (Zulhas) dalam rangka meninjau Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Selasa (24/02/2026) tadi. Turut hadir mendampingi, Danrem 083/Baladhika Jaya, Kolonel Inf Kohir, Dandim 0818/Malang-Batu, Letkol Czi Bayu Nugroho, Kepala OPD, Muspika hingga Perangkat Desa Candirenggo.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam kesempatan itu, Menko Zulhas meninjau secara langsung kondisi bangunan serta kesiapan sarana dan prasarana KDKMP, yang diproyeksikan menjadi penggerak perekonomian desa dan memperkuat ketahanan pangan masyarakat tersebut. Sementara dalam sambutannya, Menko Zulhas mengungkapkan bila KDKMP ini dirancang sebagai pusat kegiatan setiap desa yang berfokus pada penampungan dan penyaluran hasil ekonomi rakyat sebagai opteker atau penyedia barang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kalau ada hasil jagung, gabah, peternakan, perikanan dari masyarakat nantinya bisa di tampung di Kopdes. Sehingga, tidak ada produk yang tidak laku dan akan kembali ke masyarakat. Kedepannya, KDKMP menjadi suplier yang akan terintegrasi dengan SPPG yang menyediakan Makan Bergizi Gratis (MBG) sehingga ekonomi Indonesia bisa tumbuh,&#8221; kata Menko Zulhas.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, tambahnya, keberadaannya menjadi langkah awal penguatan KDKMP sebagai koperasi desa yang lebih mandiri dan profesional. &#8220;Dengan fasilitas yang memadai, kapasitas penyimpanan diharapkan meningkat, distribusi kebutuhan pokok semakin lancar, serta ketersediaan dan stabilitas harga pangan di tingkat desa dapat terjaga dengan baik,&#8221; imbuhnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di samping itu, melalui pembangunan fisik gerai dan pergudangan di dua lokasi KDKMP, keberadaan koperasi diharapkan mampu mendukung penuh Program SPPG/MBG. Termasuk, mewujudkan swasembada protein, sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih lanjut disampaikan, keberadaan KDKMP juga diharapkan dapat memperkuat ekosistem ekonomi desa melalui kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, serta masyarakat setempat. Dengan pengelolaan yang terintegrasi dan berkelanjutan, koperasi ini diharapkan mampu menjadi pusat distribusi sekaligus pemberdayaan ekonomi warga. Sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas dan berkesinambungan. <strong>(pro/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230455</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Etape Terakhir Tour de Banyuwangi Ijen, Menteri Zulhas Sampaikan Kebanggaan untuk Banyuwangi dan Jatim</title>
		<link>https://memontum.com/etape-terakhir-tour-de-banyuwangi-ijen-menteri-zulhas-sampaikan-kebanggaan-untuk-banyuwangi-dan-jatim</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Jul 2025 13:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[kebanggaan]]></category>
		<category><![CDATA[menteri]]></category>
		<category><![CDATA[sampaikan]]></category>
		<category><![CDATA[terakhir]]></category>
		<category><![CDATA[zulhas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224525</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Menteri Koordinator Pangan, Zulkifli Hasan atau akrab disapa Zulhas, menyaksikan secara langsung etape terakhir Tour De Banyuwangi Ijen (TdBI) yang akan finish di area Gunung Ijen, Kamis (31/07/2025) tadi. Dalam momen itu, Menko Zulhas menyebut bahwa TdBI merupakan event kebanggaan tidak hanya bagi Banyuwangi, namun juga Indonesia. &#8220;Event ini tidak hanya kebanggaan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Menteri Koordinator Pangan, Zulkifli Hasan atau akrab disapa Zulhas, menyaksikan secara langsung etape terakhir Tour De Banyuwangi Ijen (TdBI) yang akan finish di area Gunung Ijen, Kamis (31/07/2025) tadi. Dalam momen itu, Menko Zulhas menyebut bahwa TdBI merupakan event kebanggaan tidak hanya bagi Banyuwangi, namun juga Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Event ini tidak hanya kebanggaan bagi Banyuwangi dan Jawa Timur, tapi juga bagi Indonesia,&#8221; kata Menteri Zulhas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ditambahkannya, Banyuwangi bisa menciptakan kebanggaan bagi Indonesia, meski dari daerah yang jauh dari ibu kota. Hal ini, tidak lepas dari kepemimpinan di daerah yang memang ingin maju.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Ternyata kebanggaan itu bisa datang dari desa, bisa datang dari kecamatan, bisa datang dari kabupaten. Namun syaratnya, punya pemerintah yang leadershipnya bagus,&#8221; tambah Zulhas.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Dirinya juga mengatakan, Banyuwangi menjadi contoh daerah yang mampu maju secara mandiri. Yakni dengan menciptakan berbagai event kreatif untuk mempromosikan daerahnya. Salah satunya dengan memanfaatkan potensi alam yang dimilikinya tanpa mengubah kondisi alaminya dengan menggelar event seperti TdBI.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Banyak daerah yang juga punya alam yang indah dan asri, tapi rusak oleh kepentingan jangka pendek, tidak bisa dikelola dengan baik. Namun, Banyuwangi bisa memanfaatkan alamnya dengan baik. Buat saya, Banyuwangi kabupaten terbaik dan harus menjadi contoh bagi daerah daerah lainnya,&#8221; imbuh Zulhas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyampaikan terima kasih atas kehadiran Menko Zulhas dan dukungan yang diberikan pemerintah pusat kepada Banyuwangi. Event Tour de Banyuwangi Ijen sendiri, telah digelar untuk kesepuluh kalinya oleh daerah sebagai komitmen untuk mempromosikan sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Banyuwangi akan terus bergerak demi kemajuan bersama,&#8221; paparnya. <strong>(kom/bwi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224525</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kunjungi TPS Balak Banyuwangi, Menko Zulhas Kagumi Proses Pengolahan Sampah</title>
		<link>https://memontum.com/kunjungi-tps-balak-banyuwangi-menko-zulhas-kagumi-proses-pengolahan-sampah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Feb 2025 11:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[kagumi]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungi]]></category>
		<category><![CDATA[pengolahan]]></category>
		<category><![CDATA[proses]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[zulhas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218988</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, secara maraton terus melakukan peninjauan atau pengecekan ke sejumlah titik di wilayah Kabupaten Banyuwangi. Dalam rangkaian kunjungan kerja selama dua hari itu, kali ini Menko mengunjungi Tempat Pengolahan Sampah (TPS) di Desa Balak, Kecamatan Songgon, Selasa (04/02/2925). Di lokasi itu, dengan didampingi Bupati Banyuwangi, Ipuk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, secara maraton terus melakukan peninjauan atau pengecekan ke sejumlah titik di wilayah Kabupaten Banyuwangi. Dalam rangkaian kunjungan kerja selama dua hari itu, kali ini Menko mengunjungi Tempat Pengolahan Sampah (TPS) di Desa Balak, Kecamatan Songgon, Selasa (04/02/2925).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di lokasi itu, dengan didampingi Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Menko Zulhas melihat langsung berbagai fasilitas dan proses pengolahan sampah. Yaitu, mulai penampungan, pemilahan hingga menjadi bahan bakar alternatif Refused Derifed Fuel (RDF).</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Ini adalah bentuk ekonomi sirkular. Jadi semuanya berputar. Ternyata hampir semua kecamatan ada pengolahan sampah. Bahkan TPS bisa menghasilkan plastik daur ulang dan bahan bakar. Banyak yang harus ditiru dari Banyuwangi,&#8221; kata Zulhas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain TPS Balak, saat ini di Banyuwangi telah dibangun dan dioperasikan 25 TPS lainnya, yang tersebar di sejumlah kecamatan. Menurutnya, program pengelolaan sampah yang dilaksanakan Banyuwangi, telah sejalan dengan program pusat dalam mendorong pengolahan sampah secara sirkular.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Dalam pengolahan sampah, salah satu kuncinya pada perilaku masyarakat. Tugas kita adalah meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah tangga. Ini yang harus kita lakukan bersama-sama,” ujar mantan Menteri Perdagangan itu.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">TPS Balak sendiri, merupakan implementasi Program Banyuwangi Hijau. Pembangunan fasilitas ini melibatkan PT Systemiq Lestari Indonesia dan didukung penuh oleh Pemerintah Norwegia, Borealis, USAID, serta lembaga pendonor lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">TPS Balak sendiri menjadi pusat pengolahan sampah sirkular modern yang dilengkapi teknologi canggih dengan kapasitas harian mencapai 84 ton. Di TPS ini, sampah organik diolah menjadi kompos berkualitas. Sementara sampah anorganik, akan dipilah menjadi plastik daur ulang serta diolah menjadi bahan bakar alternatif RDF.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejak beroperasi pada Agustus 2023 lalu, cakupan TPS Balak kian meluas. Dari yang sebelumnya melayani 14 desa, kini meluas cakupannya hingga 37 desa di enam kecamatan, yakni Songgon, Sempu, Genteng, Singojuruh, Rogojampi dan Kabat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">TPS Balak juga telah melayani sebanyak 11.313 pelanggan (rumah) atau setara dengan 49.777 jiwa. Adapun rata-rata sampah yang masuk mencapai 18,8 ton per hari. Total hingga saat ini, jumlah sampah yang telah diolah sebanyak 483,2 ton. Baik sampah organik maupun non-organik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam kunjungan ke Banyuwangi kali ini, Menko Zulhas juga sempat mengunjungi Pantai Satelit di Kecamatan Muncar, Senin (03/02/2025) sore. Di sana, Zulhas berdialog bersama nelayan hingga melakukan aksi bersih pantai bareng ratusan warga dan pelajar setempat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dirinya juga sempat meninjau pelaksanaan perdana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu sekolah di wilayah Kecamatan Rogojampi, berdialog bareng petani milenial, berdiskusi bersama sejumlah pemuda terkait pertanian, hingga meninjau harga bahan pokok di pasar tradisional. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218988</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Menko Zulhas Lakukan Pengecekan Harga Bahan Pokok di Pasar Rogojampi Banyuwangi</title>
		<link>https://memontum.com/menko-zulhas-lakukan-pengecekan-harga-bahan-pokok-di-pasar-rogojampi-banyuwangi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Feb 2025 07:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[pengecekan]]></category>
		<category><![CDATA[Rogojampi]]></category>
		<category><![CDATA[zulhas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218969</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, didampingi Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, meninjau langsung harga sejumlah bahan pokok di Pasar Rogojampi, Banyuwangi, Selasa (04/02/2025) tadi. Menko yang akrab disapa Zulhas itu, dijadwalkan selama dua hari atau sejak Senin (03/02/2025) kemarin, berada di Banyuwangi untuk melakukan kunjungan kerja. &#8220;Tadi saya lihat sendiri, di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, didampingi Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, meninjau langsung harga sejumlah bahan pokok di Pasar Rogojampi, Banyuwangi, Selasa (04/02/2025) tadi. Menko yang akrab disapa Zulhas itu, dijadwalkan selama dua hari atau sejak Senin (03/02/2025) kemarin, berada di Banyuwangi untuk melakukan kunjungan kerja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Tadi saya lihat sendiri, di sini harganya paling murah. Secara umum, harga Sembako di bawah rata rata harga nasional. Jadi, termasuk yang sangat murah dan berarti di sini inflasinya sangat terjaga,&#8221; kata Menko Zulhas, saat di berada di Pasar Rogojampi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di Pasar Rogojampi, Zulhas mendatangi lapak-lapak pedagang Sembako. Dirinya mengecek sejumlah harga bahan pangan, mulai beras, daging ayam, daging sapi, minyak goreng dan telur. &#8220;Harga telur di sini Rp 26 ribu dan itu sangat murah. Kalau menurut hitungan kami, harusnya Rp 28 ribu agar ada keseimbangan harga dengan peternak,&#8221; ujar Menko.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di pasar, Menko Zulhas juga mendapati daging ayam dijual Rp 30 ribu oleh pedagang. &#8220;Ayam dijual Rp 30 ribu. Bawang merah juga di sini murah, padahal bukan daerah penghasil. Hanya cabai saja yang memang masih mahal Rp 60 ribu,&#8221; jelasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Dalam kunjungan itu, diketahui harga daging sapi Rp 130 ribu perkg, beras SPHP kemasan 5 kg dijual Rp 59 ribu dan beras non SPHP kemasan 5 kg dijual Rp 73 hingga 75 ribu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam kunjungan itu, Menko juga meninjau langsung operasi pasar murah yang digelar Pemkab Banyuwangi bersama Bulog. Di situ, dijual sejumlah komoditas seperti beras, minyak goreng, gula, tepung terigu, elpiji 3 kg, telur dan bahan-makanan lainnya seperti sarden dan mie instan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bupati Ipuk Fiestiandani dalam kesempatan itu menjelaskan bahwa salah satu kunci terjaganya inflasi di Banyuwangi adalah kekompakan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan seluruh stakeholder. Pemkab Banyuwangi juga secara rutin memonitoring kondisi pasar dan intens berkoordinasi dengan Bulog dan stakeholder untuk ketersediaan pangan daerah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kami terus berkoordinasi, seperti salah satunya dengan Bulog. Koordinasi itu, terutama saat momen-momen khusus, yang sekiranya permintaan pasar meningkat,&#8221; ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Banyuwangi juga melakukan strategi pengendalian inflasi seperti menggelar pasar murah dan Gerakan Pangan Murah yang melibatkan pelaku usaha dan Gapoktan, Asosiasi Petani Cabai, instansi vertikal, Bulog, Perpadi dan Hiswana migas. Selain itu Banyuwangi juga membuat Toko Pengendalian Inflasi (Top Si Wangi) dan perbaikan infrastruktur jalan untuk keperluan mobilitas distribusi bahan pokok. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218969</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dialog bersama Kelompok Tani di Banyuwangi, Menko Zulhas Minta Program Jagoan Tani Ditularkan</title>
		<link>https://memontum.com/dialog-bersama-kelompok-tani-di-banyuwangi-menko-zulhas-minta-program-jagoan-tani-ditularkan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Feb 2025 12:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[dialog]]></category>
		<category><![CDATA[ditularkan]]></category>
		<category><![CDATA[jagoan]]></category>
		<category><![CDATA[kelompok]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[zulhas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218937</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengapresiasi program pengembangan regenerasi petani muda di Kabupaten Banyuwangi. Menko yang akrab disapa Zulhas itu, meminta agar Banyuwangi menularkan program tersebut ke daerah-daerah lain. &#8220;Saya apresiasi program ini dan kami minta kepada Ibu Bupati agar ilmunya di-share kepada yang lain agar petani-petani muda tumbuh di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengapresiasi program pengembangan regenerasi petani muda di Kabupaten Banyuwangi. Menko yang akrab disapa Zulhas itu, meminta agar Banyuwangi menularkan program tersebut ke daerah-daerah lain.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Saya apresiasi program ini dan kami minta kepada Ibu Bupati agar ilmunya di-share kepada yang lain agar petani-petani muda tumbuh di banyak daerah,&#8221; kata Zulhas, saat berdialog bersama para kelompok tani di Desa Gumuk, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi, Senin (03/02/2025) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kabupaten Banyuwangi memang memiliki banyak program yang mendukung munculnya petani-petani usia muda. Salah satunya, program Jagoan Tani. Dalam program itu, pemkab mendampingi para muda-mudi untuk berwirausaha di sektor pertanian.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Digagas sejak 2021, Jagoan Tani telah menelurkan ratusan petani milenial daerah. Mereka eksis mulai dari sisi hulu hingga hilir pertanian. Mulai dari terjun langsung menanam hingga memasarkan produk olahan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Menko Zulhas, petani muda dibutuhkan untuk melanjutkan sektor pertanian. Apalagi, pertanian menjadi salah satu prioritas pemerintah Presiden Prabowo Subianto.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hubungan antara petani senior dan junior itu dianggap penting untuk saling berbagi ilmu. Petani muda memiliki banyak kelebihan. Salah satunya, mereka cakap memanfaatkan teknologi.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Ada yang nanamnya pakai mesin, memupuknya pakai drone, marketingnya pakai platform digital. Itu yang petani lama-lama tidak bisa. Itu yang perlu ditularkan dan ini sudah dikembangkan di Banyuwangi. Karenanya, mudah-mudahanan nanti bisa ditransfer ke daerah-daerah lain,&#8221; ungkap Menko Zulhas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di Banyuwangi sendiri, telah berdiri Koperasi Petani Milenial Banyuwangi, yang sebagian besar anggotanya merupakan alumnus program Jagoan Tani Banyuwangi. Ketua Koperasi Petani Milenial &#8216;Jenggirat Tangi Banyuwangi Nusantara&#8217;, Ahmad Maulana, mengaku Pemkab Banyuwangi terus mendukung para anak muda yang memiliki passion di bidang pertanian, lewat program Jagoan Tani.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Koperasi ini kami bentuk berfokus untuk mendukung pemasaran produk-produk bidang pertanian yang dihasilkan oleh rekan-rekan alumni Jagoan Tani. Kami membantu pemasaran baik secara online maupun offline. Saat ini anggota kami berjumlah 170 orang dan usianya rata-rata dibawah 40 tahun” kata Ahmad Maulana.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejumlah produk pertanian alumni anggota Jagoan Tani yang dipasarkan di antaranya susu, jamur, cabai dan buah naga. Juga ada produk olahan seperti sale buah naga, kripik buah naga dan sale pisang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan berterima kasih atas dukungan pemerintah pusat kepada Banyuwangi. &#8220;Bagi Banyuwangi sektor pertanian menjadi salah satu perhatian dan perlu dipikirkan regenerasinya. Salah satunya program pertanian untuk anak-anak muda, karena kami sadar mereka adalah tulang punggung pangan ke depan. Selain itu, pertanian juga termasuk penggerak utama ekonomi daerah,&#8221; kata Bupati Ipuk. <strong>(kom/bwi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218937</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tinjau MBG di SMPN 2 Rogojampi Banyuwangi, Menko Zulhas Sebut Tahap Awal Jangkau 15 Juta</title>
		<link>https://memontum.com/tinjau-mbg-di-smpn-2-rogojampi-banyuwangi-menko-zulhas-sebut-tahap-awal-jangkau-15-juta</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Feb 2025 08:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[jangkau]]></category>
		<category><![CDATA[Rogojampi]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>
		<category><![CDATA[zulhas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218925</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Kabupaten Banyuwangi memulai pelaksanaan Makan Bergizi Gratis, Senin (03/02/2025) tadi. Dalam momen itu, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, meninjau langsung pelaksanaan perdana Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 2 Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi. Dalam kesempatan itu, sebanyak 828 siswa menikmati makan siang program prioritas Presiden RI, Prabowo Subianto. Bahkan, peserta menyantap [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Kabupaten Banyuwangi memulai pelaksanaan Makan Bergizi Gratis, Senin (03/02/2025) tadi. Dalam momen itu, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, meninjau langsung pelaksanaan perdana Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 2 Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam kesempatan itu, sebanyak 828 siswa menikmati makan siang program prioritas Presiden RI, Prabowo Subianto. Bahkan, peserta menyantap menu yang disediakan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berupa ayam asam manis, cap cay, buah pisang dan susu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Saya lihat Banyuwangi sudah siap untuk melaksanakan program makan siang gratis,” kata menteri yang akrab disapa Zulhas, saat bersama Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu siswa, Putri Nadita, mengaku suka dengan menu yang diberikan. Bahkan menurutnya, menu yang disajikan sangat enak. “Enak rasanya. Saya suka,” kata siswa Kelas 9 itu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Siswa lainnya, Septian, juga senang ada program makan bergizi gratis, karena bisa menghemat uang sakunya. “Tidak perlu beli makan siang. Kan, sudah dapat makan gratis,” paparnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menko Zulhas juga menjelaskan, bahwa program makan siang gratis tahun ini di tahap awal menjangkau 15 juta sasaran se-Indonesia. Jumlah tersebut, memungkinkan bertambah apabila alokasi anggaran untuk program MBG bertambah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kalau nanti September atau Agustus dapat lagi anggaran, tambah Rp 140 triliun, maka kami akan dapat 82 juta lebih penerima manfaat,&#8221; kata Menko Zulhas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Program MBG tersebut, imbuh Zulhas, sebagai ikhtiar besar untuk menyiapkan generasi masa depan yang unggul. “Inikan program besar presiden untuk menyongsong masa depan yang ebih baik. Gizi masa depan anak harus terjamin,” terangnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Zulhas juga tidak memungkiri jika masih banyak hal yang harus diperbaiki dari program MBG tersebut. Tapi, hal itu bukanlah menjadi penghambat terlaksananya program yang menyasar jutaan anak di Indonesia itu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Tentu terus kita lakukan evaluasi. Semuanya akan terstandarisasi. Mulai dari gizinya hingga proses menyiapkannya,” imbuhnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">MBG sendiri, di Banyuwangi dilaksanakan secara bertahap. Pada pelaksanaan perdana ini, SPPG Banyuwangi yang berada di Kecamatan Rogojampi ini menyediakan 1.005 porsi makanan untuk sekolah di sekitarnya. Mulai jenjang TK hingga SMP.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, Bupati Ipuk Fiestiandani mengatakan kesiapan Pemkab untuk mendukung program nasional itu. &#8220;Insyaallah daerah siap. Kita lakukan secara bertahap sesuai dengan arahan pusat,” tegas Bupati Ipuk.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kabupaten Banyuwangi, lanjut Ipuk, yang kaya akan bahan pangan akan memberikan support maksimal untuk menyukseskan MBG tersebut. Bupati Ipuk juga mengaku tidak ragu untuk melibatkan warga dalam mendukung program tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Misalnya, kita akan fasilitasi petani untuk membantu menyiapkan beras dan buah lokal. Sehingga harganya lebih terjangkau,” terang Bupati Ipuk.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, dirinya juga menyebut jika MBG ini bisa dikorelasikan dengan program serupa yang dilakukan oleh Pemkab Banyuwangi selama ini. Seperti halnya pemberian bantuan makanan bergizi untuk ibu hamil resiko tinggi dalam rangka mencegah stunting.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Ini kelanjutannya. Memastikan asupan gizi anak-anak kita tercukupi mulai dari kehamilan hingga tumbuh kembangnya,” paparnya. <strong>(kom/bwi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218925</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Menko Zulhas Tinjau dan Launching Dapur SPPG untuk Program Makan Bergizi Gratis di Banyuwangi</title>
		<link>https://memontum.com/menko-zulhas-tinjau-dan-launching-dapur-sppg-untuk-program-makan-bergizi-gratis-di-banyuwangi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Feb 2025 05:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[bergizi,]]></category>
		<category><![CDATA[gratis]]></category>
		<category><![CDATA[launching]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>
		<category><![CDATA[zulhas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218922</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan (Zulhas) meninjau dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang merupakan unit pelaksana penyedia program Makan Bergizi Gratis (MBG), di Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, Senin (03/02/2025) tadi. Dalam peninjauan itu, Menko Zulhas mengapresiasi penataan dan pengaturan untuk menyiapkan makanan bagi siswa di Banyuwangi. &#8220;Ini keren. Penataannya rapi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan (Zulhas) meninjau dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang merupakan unit pelaksana penyedia program Makan Bergizi Gratis (MBG), di Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, Senin (03/02/2025) tadi. Dalam peninjauan itu, Menko Zulhas mengapresiasi penataan dan pengaturan untuk menyiapkan makanan bagi siswa di Banyuwangi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Ini keren. Penataannya rapi dan bersih. Ada tempat makanan basah dan kering. Saya lihat dapur du Banyuwangi sudah memenuhi standar,&#8221; kata Menteri Zulhas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Didampingi Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani dan Dandim 0825 Banyuwangi, Letkol Joko Sukoyo, Zulhas keliling memasuki satu persatu ruangan. Yaitu, di mulai dari tempat penyimpanan makanan, peralatan makanan, tempat memasak dan kebersihan dapur. Bahkan, dirinya juga melihat mobil khusus pengangkut makanan ke sekolah-sekolah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menko Zulhas juga menyebut, dapur umum ini telah sesuai dengan yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN) dan telah siap untuk mengolah dan mendistribusikan makanan untuk anak-anak sekolah di wilayah sekitar. &#8220;Semua sudah ada standarnya, dan saya melihat Banyuwangi siap untuk mulai melaksanakan program makan bergizi gratis. Terima kasih ibu Bupati dan semua pihak yang telah gotong royong menyukseskan program ini,&#8221; jelas Zulhas yang dalam kesempatan itu sekaligus melaunching SPPG di Rogojampi Banyuwangi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menko juga meninjau langsung proses distribusi dan pelaksanaan makan bergizi gratis di SMPN 2 Banyuwangi. Bahkan, dirinya juga meminta para siswa untuk memahami menu-menu yang diberikan. Menu-menu itu, ditakar sesuai standar kandungan gizinya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Jadi ada yang tanya, anak-anak tidak suka. Karena memang ada standar nutrisinya. Seperti sayur, belum tentu anak-anak suka. Tapi itu harus ada,&#8221; katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menko Zulhas juga mengatakan, bahwa program makan bergizi gratis merupakan komitmen dari Presiden Prabowo Subianto, agar seluruh anak di Indonesia mendapat akses makanan sehat dan bergizi. Mantan Menteri Perdagangan tersebut juga mempersilahkan kepada UMKM, Badan Usaha Milik Desa hingga pondok pesantren, untuk juga terlibat dalam program makan bergizi gratis ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, Bupati Ipuk mengatakan Banyuwangi siap mendukung pelaksanaan makan bergizi gratis. Dirinya juga mengatakan, dengan program asupan gizi anak-anak Banyuwangi terjamin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Selain itu juga berdampak pada peningkatan perekonomian sekitar, karena pasokan bahan makanan bisa dioptimalkan dari produk lokal sendiri. Ini akan meningkatkan kesejahteraan petani, UMKM, peternak dan lainnya,&#8221; kata Bupati Ipuk.</p>



<p class="wp-block-paragraph">SPPG di Rogojampi Banyuwangi pada pelaksanaan perdana MBG di Banyuwangi ini, menyediakan 1.005 porsi makanan yang didistribusikan untuk empat sekolah. Sekolah-sekolah yang menjadi sasaran, yakni SMPN 2 Rogojampi, TK Miftahul Falah, TK Kartika, dan SDN 3 Karangbendo. <strong>(kom/bwi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218922</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
