<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Air terjun &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/air-terjun/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 12 Jun 2023 11:45:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Air terjun &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Sepeda Motor Matic Hilang di Wisata Air Terjun Tirai Bidadari Probolinggo, Tukang Parkir juga Hilang</title>
		<link>https://memontum.com/sepeda-motor-matic-hilang-di-wisata-air-terjun-tirai-bidadari-probolinggo-tukang-parkir-juga-hilang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Jun 2023 09:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Air terjun]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[hilang]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Motor Hilang]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda Motor]]></category>
		<category><![CDATA[Tempat Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=190723</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Sebuah video berdurasi 1.28 detik viral di media sosial Tiktok. Video tersebut, menerangkan bahwa satu unit sepeda motor Honda Beat, Nopol N 5173 PY, warna merah hilang setelah ditinggal pemiliknya menikmati indahnya Wisata Air Terjun Tirai Bidadari Desa Jangkang, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo. Diketahui, sepeda motor tersebut milik Dian Setiawati warga Kelurahan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Sebuah video berdurasi 1.28 detik viral di media sosial Tiktok. Video tersebut, menerangkan bahwa satu unit sepeda motor Honda Beat, Nopol N 5173 PY, warna merah hilang setelah ditinggal pemiliknya menikmati indahnya Wisata Air Terjun Tirai Bidadari Desa Jangkang, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo.</p>



<p>Diketahui, sepeda motor tersebut milik Dian Setiawati warga Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan. Sebelum kejadian, motor tersebut dipakai oleh anaknya, Adam Sya&#8217;bana, untuk berwisata bersama teman-temannya di Air Terjun Tirai Bidadari, pada Senin (05/06/2023) lalu.</p>



<p>&#8220;Motor itu dipakai anak saya ke tempat wisata sama bersama teman-temannya. Jadi, mau jalan-jalan sama liburan kata anak saya,&#8221; terangnya saat dikonfirmasi Senin (12/06/2023) tadi.</p>



<p>Sementara itu dijelaskan oleh Adam, bahwa dirinya saat itu bersama temannya berjumlah sekitar 12 orang membawa 6 unit sepeda motor. Setibanya di lokasi, dirinya dan teman-temannya memarkir motornya di lokasi parkir wisata.</p>



<p>&#8220;Saya sama 12 teman, pakai enam sepeda. Semuanya diparkir di parkiran. Kami semua dapat nomor parkir, mas. Ya parkiran resmi dan itu sudah dari wisata itu,&#8221; terangnya.</p>



<p>Usai menikmati pemandangan alam, ujarnya, sepeda motor milik ibunya tersebut ternyata telah hilang dari parkiran. Sementara itu, tukang parkir yang semula berjaga, juga sudah tidak di lokasi.</p>



<p>&#8220;Ya pas mau balik itu, sepeda ternyata sudah hilang. Tukang parkirnya juga tidak ada di sana atau ngilang juga, mas,&#8221; katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Setelah menanyakan motornya tersebut, imbuhnya, petugas wisata mengatakan bahwa tukang parkir yang ditemuinya bukan merupakan petugas asli dari Wisata Air Terjun Tirai Bidadari. &#8220;Saya sudah laporan kejadian ini ke Polres Probolinggo, mas. Sampai sekarang, masih belum dipanggil ke Polres lagi,&#8221; paparnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Desa Jangkang, Sunraji, mengatakan bahwa wisata tersebut tidak dikelola pihak pemerintah desa, melainkan dikelola secara swadaya masyarakat setempat. Atas kejadian tersebut, pihaknya beserta Polsek setempat meminta keterangan kepada beberapa warga. Namun sayangnya, sampai saat ini masih belum menemukan titik terang.</p>



<p>&#8220;Dari keterangan yang kami peroleh, dua petugas parkir itu ternyata bukan petugas sebenarnya. Sementara karcis yang dibagikan tersebut, tidak disimpan rapi oleh pengelola. Hanya ditaruh begitu saja dekat parkir,” ucapnya.</p>



<p>Sementara itu, Kapolsek Tiris, Iptu Agus Nurfadianto, menjelaskan bahwa saat kejadian tersebut korban didampingi kepala desa setempat untuk melapor kehilangan sepeda motor. Namun, sampai saat ini korban belum menyertakan surat kelengkapan kendaraan atau surat bukti kepemilikan motor yang hilang.</p>



<p>&#8220;Laporannya kami terima, yang nerima itu Kanitreskrim. Tapi, kita untuk menerbitkan LP itukan menunggu suratnya sepeda motor itu, surat kelengkapan atau bukti kepemilikan dan sampai sekarang saya tunggu untuk membawa surat itu ke Polsek. Namun, sampai sekarang korbannya belum datang,&#8221; terangnya.</p>



<p>Sampai saat ini, imbuhnya, pihaknya masih menunggu kedatangan korban dengan membawa surat-surat bukti kepemilikan. &#8220;Kitakan masih butuh beberapa berkas keterangan dari korban, seperti surat kelengkapan dan lainnya untuk menerbitkan LP,&#8221; imbuhnya. <strong>(nun/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">190723</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pesona Alam Wisata Coban Putri Desa Tlekung Suguhkan Air Terjun berikut Kesejukan Alam dan Spot Selfi</title>
		<link>https://memontum.com/pesona-alam-wisata-coban-putri-desa-tlekung-suguhkan-air-terjun-berikut-kesejukan-alam-dan-spot-selfi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 May 2023 05:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Air terjun]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Coban Putri]]></category>
		<category><![CDATA[kota batu]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=189062</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Destinasi wisata Coban Putri yang berada di wilayah Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, menawarkan kesejukan alam dengan indahnya air terjun yang memiliki ketinggian sekitar 35 meter dan lebar kurang lebih 3 meter. Nuansa ini, memberikan kesan tersendiri bagi pengunjung atau wisatawan yang datang untuk berlibur atau melepas kepenatan. Dengan harga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Destinasi wisata Coban Putri yang berada di wilayah Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, menawarkan kesejukan alam dengan indahnya air terjun yang memiliki ketinggian sekitar 35 meter dan lebar kurang lebih 3 meter. Nuansa ini, memberikan kesan tersendiri bagi pengunjung atau wisatawan yang datang untuk berlibur atau melepas kepenatan.</p>



<p>Dengan harga tiket masuk yang relatif murah, atau hanya Rp 10 ribu, pengunjung bisa dengan nyaman menikmati indahnya alam yang disuguhkan Coban Putri. Terutama, udara khas dari Kota Batu, yang dingin dan sejuk.</p>



<p>Pengelola Coban Putri, Suwandi, menjelaskan bahwa Coban Putri yang terletak di kawasan hutan ini memiliki pemandangan air terjun bertingkat yang mempunyai dua aliran air. Dimana, aliran yang pertama besar dan aliran yang kedua lebih kecil.</p>



<p>Dibawahnya aliran ini, terdapat sebuah kolam yang cukup dangkal. Sementara air dari kolam tersebut, dialirkan lagi ke bawah, sehingga menciptakan keindahan yang luar biasa.</p>



<p>&#8220;Jadi, ketinggian air terjun sekitar 35 meter dan lebarnya sekitar 3 meter. Dan, kalau dilihat ke bawah, ada sebuah kolam yang tidak terlalu dalam. Disinilah, indahnya alam yang luar biasa,&#8221; terangnya, di Coban Putri, Minggu (21/05/2023) tadi.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-dan-dprd-kota-malang-jemput-dukungan-pusat-untuk-penanganan-pasar-besar">Pemkot dan DPRD Kota Malang Jemput Dukungan Pusat untuk Penanganan Pasar Besar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-pastikan-pembangunan-kkdmp-berjalan-tertib-dan-memiliki-kepastian-hukum">Bupati Lumajang Pastikan Pembangunan KKDMP Berjalan Tertib dan Memiliki Kepastian Hukum</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bahas-masalah-incenerator-waste-to-energy-bupati-malang-audensi-bersama-rektor-universitas-brawijaya">Bahas Masalah Incenerator Waste To Energy, Bupati Malang Audensi bersama Rektor Universitas Brawijaya</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/peringatan-nuzulul-quran-sekda-kabupaten-malang-ingatkan-pentingnya-pembangunan-spiritual-masyarakat">Peringatan Nuzulul Quran, Sekda Kabupaten Malang Ingatkan Pentingnya Pembangunan Spiritual Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/masuki-pertengahan-ramadan-kiriman-uang-pmi-via-kantor-pos-malang-turun-rp-18-miliar">Masuki Pertengahan Ramadan, Kiriman Uang PMI via Kantor Pos Malang Turun Rp 1,8 Miliar</a></li>
</ul>


<p>Untuk bisa menikmati alam tersebut, imbuhnya, selain wisatawan harus membayar Rp 10 ribu, juga bisa langsung menjujug lokasi ini mulai pukul 09.00 WIB sampai 17.00 WIB. Akses jalan yang belum diaspal ke Coban Putri, akan menjadi nuansa tambahan di lokasi yang terbilang cukup dekat dengan akses menuju perkotaan Kota Batu itu.</p>



<p>Coban Putri sendiri, juga menyediakan berbagai spot selfie yang menarik. Diantaranya, bintang gardu pandang dengan bentuk telapak tangan. &#8220;Memang kebanyakan wisatawan memilihi foto selfie di gardu pandang. Karena tempat dan pemandangannya, lebih bagus apalagi saat sunset,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Untuk kunjungan wisatawan, diakuinya saat liburan beberapa waktu lalu, memang melonjak. Disusul, saat weekend juga ramai pengunjung meski saat hari biasa agak sepi.</p>



<p>&#8220;Tentunya, kami masih melakukan pengembangan tempat wisata ini meski sudah dibangun bendungan untuk memperindah aliran air. Di sisi lain juga sudah ada wahana off road bagi penggemar otomotif. Yang pasti, kami berharap wisata kembali pulih bisa lebih bangkit,&#8221; paparnya.</p>



<p>Sekedar diketahui, Coban Putri memiliki debit air yang tidak terlalu deras. Sehingga, pengunjung aman untuk mendekatinya. Dihiasi dengan tebing-tebing yang menjulang tinggi, ditambah dengan pepohonan yang masih asri dan berwarna hijau. Sehingga, dengan menyatunya pemandangan itu membuat wisatawan merasakan kenyamanan bersama keluarga. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">189062</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Paska Makan Korban Wisatawan Malaysia, Dispar Lumajang Akan Evaluasi SOP Air Terjun Tumpaksewu</title>
		<link>https://memontum.com/paska-makan-korban-wisatawan-malaysia-dispar-lumajang-akan-evaluasi-sop-air-terjun-tumpaksewu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 May 2023 12:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Air terjun]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[SOP]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Wisatawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=188527</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Kepala Dinas Pariwisata Lumajang, Yuli Haris, mengaku akan mengevaluasi Standar Operasional Prosedur (SOP) tempat wisata di Air Terjun Tumpaksewu-Lumajang. Hal itu dilakukan, karena menurutnya tempat wisata itu merupakan tempat wisata khusus. Sementara langkah itu, juga sebagai tindak lanjut adanya kejadian wisatawan asal Malaysia yang meninggal setelah terjatuh dan kepalanya terbentur batu, Rabu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum</strong><a href="https://lumajang.memontum.com"><strong> Lumajang</strong> </a>&#8211; Kepala Dinas <a href="https://lumajang.memontum.com">Pariwisata Lumajang</a>, Yuli Haris, mengaku akan mengevaluasi Standar Operasional Prosedur (SOP) tempat wisata di Air Terjun Tumpaksewu-Lumajang.</p>



<p>Hal itu dilakukan, karena menurutnya tempat wisata itu merupakan tempat wisata khusus. Sementara langkah itu, juga sebagai tindak lanjut adanya kejadian wisatawan asal Malaysia yang meninggal setelah terjatuh dan kepalanya terbentur batu, Rabu (10/05/2023) kemarin.</p>



<p>&#8220;Ini akan kita jadikan evaluasi. Terutama, untuk tempat-tempat wisata khusus. Inikan tempat wisata khusus, yang artinya tidak semua orang punya kemampuan untuk bisa menuruni tebing sampai ke dasar. Jadi, kami koordinasi dengan pengelola, karena ini bagaimana Standar Operasional Prosedur atau SOP. Bagaimana ketentuannya, boleh dan tidak boleh, umur berapa yang boleh turun dan tidak boleh,&#8221; katanya, Kamis (11/05/2023) tadi.</p>



<p>Yuli Haris juga menambahkan, bahwa tempat wisata <a href="https://lumajang.memontum.com">Air Terjun Tumpaksewu</a>, juga belum ada asuransi. Sehingga, hal ini juga akan menjadi bagian evaluasi.</p>



<p>&#8220;Memang belum ada asuransi. Karenanya, evaluasi kami salah satunya memang harus ada asuransi. Terkait dengan itu, tentu nanti tiket yang sudah berlaku, perlu juga dievaluasi. Karena, Tumpaksewu yang sudah mendunia ini harus diberikan jaminan dan bahwa mereka bisa menikmati keindahan alam sekaligus jaminan keamanannya,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-dan-dprd-kota-malang-jemput-dukungan-pusat-untuk-penanganan-pasar-besar">Pemkot dan DPRD Kota Malang Jemput Dukungan Pusat untuk Penanganan Pasar Besar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-pastikan-pembangunan-kkdmp-berjalan-tertib-dan-memiliki-kepastian-hukum">Bupati Lumajang Pastikan Pembangunan KKDMP Berjalan Tertib dan Memiliki Kepastian Hukum</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bahas-masalah-incenerator-waste-to-energy-bupati-malang-audensi-bersama-rektor-universitas-brawijaya">Bahas Masalah Incenerator Waste To Energy, Bupati Malang Audensi bersama Rektor Universitas Brawijaya</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/peringatan-nuzulul-quran-sekda-kabupaten-malang-ingatkan-pentingnya-pembangunan-spiritual-masyarakat">Peringatan Nuzulul Quran, Sekda Kabupaten Malang Ingatkan Pentingnya Pembangunan Spiritual Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/masuki-pertengahan-ramadan-kiriman-uang-pmi-via-kantor-pos-malang-turun-rp-18-miliar">Masuki Pertengahan Ramadan, Kiriman Uang PMI via Kantor Pos Malang Turun Rp 1,8 Miliar</a></li>
</ul>


<p>Menyinggung keberadaan wisata Air Terjun Tumpaksewu, dirinya juga menjelaskan, bahwa pihak dinas juga telah melakukan pelatihan terkait dengan keselamatan dan keamanan wisatawan di destinasi-destinasi wisata. Pelatihan yang diberikan, juga kepada para pengelola wisata.</p>



<p>&#8220;Jadi, ada pelatihan yang itu kami juga harus mengundang para pengelola wisata yang terkait juga dengan hal-hal yang kemarin (kecelakaan, red). Yang pasti, ke depan ini kita akan evaluasi terkait dengan keamanan. Karena, memang Tumpaksewu ini adalah wisata yang mendunia yang sangat dikenal. Media juga bisa menginformasikan, tidak hanya dari sisi kecelakaan tapi juga potensinya,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Di tempat wisata Air Terjun Tumpaksewu, wisatawan dikenakan retribusi masuk untuk wisatawan lokal Rp 10 ribu dan wisatawan asing Rp 20 ribu. Namun, papar Yuli, bahwa yang masuk ke kas daerah hanya biaya parkir (retribusi, red). &#8220;Kalau restribusi yang masuk ke daerah, hanya parkir,&#8221; paparnya. <strong>(adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">188527</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Keindahan Air Terjun Tumpak Sewu Lumajang Dipromosikan ke dalam Integrated Tourism Master Plan</title>
		<link>https://memontum.com/keindahan-air-terjun-tumpak-sewu-lumajang-dipromosikan-ke-dalam-integrated-tourism-master-plan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Sep 2022 14:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Air terjun]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Tumpak Sewu]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=176014</guid>

					<description><![CDATA[Momentum Lumajang &#8211; Konsultan World Bank melakukan kunjungan ke Kabupaten Lumajang. Kunjungan tersebut, dalam rangka melihat langsung potensi yang masuk dalam Integrated Tourism Master Plan (ITMP) Bromo Tengger Semeru (BTS). ITMP sendiri, merupakan kegiatan yang mendapat dukungan Bank Dunia, dalam rangka pengembangan pariwisata di Indonesia. &#8220;Lumajang masuk dalam proyek ITMP Bromo Tengger Semeru. Mulai 2020, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Momentum Lumajang</strong> &#8211; Konsultan World Bank melakukan kunjungan ke Kabupaten Lumajang. Kunjungan tersebut, dalam rangka melihat langsung potensi yang masuk dalam Integrated Tourism Master Plan (ITMP) Bromo Tengger Semeru (BTS).</p>



<p>ITMP sendiri, merupakan kegiatan yang mendapat dukungan Bank Dunia, dalam rangka pengembangan pariwisata di Indonesia. &#8220;Lumajang masuk dalam proyek ITMP Bromo Tengger Semeru. Mulai 2020, Pemkab sudah mengusulkan Gate Senduro, ada di rest area, UKM dan lain-lain. Pemerintah pusat akan membangun dengan dibiayai World Bank,&#8221; ujar Kepala Bappeda Lumajang, Retno Wulan Andari, saat diminta keterangan mengenai kunjungan, Kamis (29/09/2022) tadi.</p>



<p>Retno juga menyampaikan, bahwa dalam ITMP, bukan hanya memuat dukungan infrastruktur. Namun, juga meliputi perencanaan peningkatan dukungan kapasitas kelembagaan, peningkatan sumber daya manusia, hingga strategi menarik investor.</p>



<p>&#8220;Dua tahun ini kita tertunda, karena di dalam dokumen ITMP Senduro tidak masuk. Justru yang masuk, adalah Pasrujambe,&#8221; katanya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-dan-dprd-kota-malang-jemput-dukungan-pusat-untuk-penanganan-pasar-besar">Pemkot dan DPRD Kota Malang Jemput Dukungan Pusat untuk Penanganan Pasar Besar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-pastikan-pembangunan-kkdmp-berjalan-tertib-dan-memiliki-kepastian-hukum">Bupati Lumajang Pastikan Pembangunan KKDMP Berjalan Tertib dan Memiliki Kepastian Hukum</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bahas-masalah-incenerator-waste-to-energy-bupati-malang-audensi-bersama-rektor-universitas-brawijaya">Bahas Masalah Incenerator Waste To Energy, Bupati Malang Audensi bersama Rektor Universitas Brawijaya</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/peringatan-nuzulul-quran-sekda-kabupaten-malang-ingatkan-pentingnya-pembangunan-spiritual-masyarakat">Peringatan Nuzulul Quran, Sekda Kabupaten Malang Ingatkan Pentingnya Pembangunan Spiritual Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/masuki-pertengahan-ramadan-kiriman-uang-pmi-via-kantor-pos-malang-turun-rp-18-miliar">Masuki Pertengahan Ramadan, Kiriman Uang PMI via Kantor Pos Malang Turun Rp 1,8 Miliar</a></li>
</ul>


<p>Menanggapi hal tersebut, Kepala Bappeda, meminta agar Senduro masuk dalam dokumen ITMP BTS dan sekitarnya. Tidak hanya itu, dalam kesempatan tersebut rombongan Konsultan World Bank, juga diajak serta oleh Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, untuk melihat langsung keindahan Air Terjun Tumpak Sewu di Kecamatan Pronojiwo.</p>



<p>&#8220;Kita juga minta agar Pronojiwo juga dimasukkan dalam ITMP tersebut. Di sana, ada objek wisata Tumpak Sewu. Dan Pronojiwo juga masuk dalam Investment Project Ready to Offer (IPRO) yang dikerjakan oleh BKPM,&#8221; terangnya.</p>



<p>Dirinya juga menambahkan, bahwa sektor pariwisata yang masuk dalam peta peluang investasi BKPM untuk Kabupaten Lumajang adalah air terjun Tumpak Sewu dengan pengembangan kawasan sekitar. Adapun kawasan yang masuk dalam spot peta potensi di area Tumpak Sewu antara lain adalah kawasan Besuk Cukit, Simbar Semeru, Desa Sumber Urip dan kawasan Delta Dua Anak Sungai. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">176014</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Coban Alami Terlupakan, Coban Baung Balesari Ngajum</title>
		<link>https://memontum.com/coban-alami-terlupakan-coban-baung-balesari-ngajum</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Nov 2019 13:02:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Air terjun]]></category>
		<category><![CDATA[Coban Baung]]></category>
		<category><![CDATA[Ngajum]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/100816-coban-alami-terlupakan-coban-baung-balesari-ngajum</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Pengendara yang melewati tikungan perbatasan Gendogo Wonosari &#8211; Balesari Ngajum tidak akan menyangka ada tempat wisata Coban cukup alami, segar, sejuk dan indah. Tapi kini terkesan sepi dan lengang. Coban Baung namanya. Air terjun ini bukanlah coban yang berada di Pasuruan atau Purwodadi melainkan air terjun di Kabupaten Malang. Namanya mirip dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Pengendara yang melewati tikungan perbatasan Gendogo Wonosari &#8211; Balesari Ngajum tidak akan menyangka ada tempat wisata Coban cukup alami, segar, sejuk dan indah. Tapi kini terkesan sepi dan lengang.</p>
<p>Coban Baung namanya. Air terjun ini bukanlah coban yang berada di Pasuruan atau Purwodadi melainkan air terjun di Kabupaten Malang. Namanya mirip dan kelirunya sering dianggap berhubungan dengan makam Kiai Eyang Jugo Pasarean Gunung Kawi Wonosari.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-100818" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/Lumii_20191129_194747276.jpg?resize=700%2C933&#038;ssl=1" alt="" width="700" height="933" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/Lumii_20191129_194747276.jpg?w=700&amp;ssl=1 700w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/Lumii_20191129_194747276.jpg?resize=225%2C300&amp;ssl=1 225w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/Lumii_20191129_194747276.jpg?resize=600%2C800&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/Lumii_20191129_194747276.jpg?resize=200%2C267&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Dulu awal-awal baru dibuka 2015, coban Baung sangat ramai pengunjung. Coban ini juga diapresiasi mantan Bupati Malang waktu itu, H Rendra Kresna.</p>
<p>Akhir-akhir ini, pengujung bisa dihitung dengan jari. Loket yang biasanya buka dengan tarif Rp 5000, sekarang jarang terjaga. Akses menuju lokasi tertutup portal dengan ikatan tali tampar menandakan pengunjung tidak izinkan masuk.</p>
<p>Oktober lalu, memontum.com mencoba memasuki area. Tidak ada penjaga parkir kendaraan. Loket tutup. Ada seorang tukang kebun yang kemudian memperkenankan masuk dan berkenan menjaga kendaraan.</p>
<p>&#8220;Kalau Sabtu Minggu agak rame Mas. Sore biasanya,&#8221; ungkap seorang pria sembari melanjutkan pekerjaannya membersihkan kebun.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-100817" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/Lumii_20191129_194145780-copy.jpg?resize=740%2C555&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="555" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/Lumii_20191129_194145780-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/Lumii_20191129_194145780-copy.jpg?resize=300%2C225&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/Lumii_20191129_194145780-copy.jpg?resize=600%2C450&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/Lumii_20191129_194145780-copy.jpg?resize=200%2C150&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Jalan kaki menurun sekitar 150 meteran sampailah di sebuah pertigaan dengan berbagai papan tanda dan arah masuk Coban baung. Tampak pula sebuah bangunan kayu ambruk.</p>
<p>Memontum.com melanjutkan perjalanan menuju Coban sore itu. Belasan papan tanda menunjukkan arah menuju Coban terpasang dan masih dapat terbaca. Papan-papan itu dibuat oleh mahasiswa KKN UNM.</p>
<p>Jalan menuju Coban cukup bisa dilewati meski bila hujan turun akan sangat merepotkan perjalanan pengunjung. Sebab jalur menuju coban masih alami berupa jalan tanah liat. Juga jalur bebatuan. Ada 1 sudut terbilang licin. Selain berlumut bebatuan juga teraliri rembesan air.</p>
<p>Berjalan sekitar 500 meteran pengunjung sampai di Coban. Di hari Sabtu dan Minggu, pagi hingga siang kemungkinan besar tidak ada pengunjung. Ketika sore hari, barulah pengunjung berdatangan.</p>
<p>Saat memontum.com berkunjung, sejumlah mahasiswa atau wisatawan baru saja beranjak pulang. Tiba di depan coban, tidak ada seorangpun wisatawan. Jika ingin berkunjung baiknya membawa bekal air minum.</p>
<p>Jangan berharap ada penjual makanan atau minuman di lokasi. Coban terasa sangat alami dan sunyi. Menjadi lokasi yang cukup tepat untuk menenangkan hati dan pikiran.</p>
<p>Jika hujan turun medan jalan cukup licin. Pengunjung musti berhati-hati. Bila hujan deras baiknya pengunjung tidak memaksakan diri melanjutkan perjalanan menuju coban.</p>
<p>Di lokasi tersedia tempat sampah. Wisatawan yang baik, membuang sampah di tempatnya. Banyak papan peringatan, untuk menjaga kealamian dan kebersihan lokasi.</p>
<p>Coban baung berketinggian sekitar 70 meter lebih. Lebarnya 7 meteran, dengan kedalaman titik jatuh air, sekitar 1-2 meteran. Sumber air coban, berasal dari Sumber Manggis atau sumber yang terletak di dekat petilasan meditasi/ Padepokan Eyang Jugo (bukan Pasarean Gunung Kawi).</p>
<p>Lokasi coban tepatnya terletak di Desa Balesari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang atau berjarak 20 KM-an dari Alun-Alun Kota Malang dan 5 KM dari Gunung Kawi Wonosari. Untuk menuju lokasi, dianjurkan melewati Wagir atau Ngajum. <strong>(sos/tim)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">100816</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
