<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>anak, &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/anak/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 05 Aug 2023 18:59:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>anak, &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Muharram Berkah dan Bazar Ceria, Polresta Malang Kota Undang Anak Yatim Piatu dan Difabel</title>
		<link>https://memontum.com/muharram-berkah-dan-bazar-ceria-polresta-malang-kota-undang-anak-yatim-piatu-dan-difabel</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Aug 2023 04:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[anak,]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[Bazar]]></category>
		<category><![CDATA[berkah]]></category>
		<category><![CDATA[ceria,]]></category>
		<category><![CDATA[dan]]></category>
		<category><![CDATA[difabel]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[muharram,]]></category>
		<category><![CDATA[piatu]]></category>
		<category><![CDATA[polresta]]></category>
		<category><![CDATA[uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[undang]]></category>
		<category><![CDATA[yatim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=195007</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Polresta Malang Kota menggelar acara Muharram Berkah dan Bazar Ceria, Sabtu (05/08/2023) pagi. Kegiatan yang digelar di area Masjid Baiturrahman Mapolresta Malang Kota ini, menghadirkan 300 anak-anak yatim piatu dan 50 penyandang disabilitas. Suasana itu, kontan membuat rona kebahagiaan yang terpancar dari anak-anak yatim piatu yang datang dari berbagai panti asuhan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Polresta Malang Kota menggelar acara Muharram Berkah dan Bazar Ceria, Sabtu (05/08/2023) pagi. Kegiatan yang digelar di area Masjid Baiturrahman Mapolresta Malang Kota ini, menghadirkan 300 anak-anak yatim piatu dan 50 penyandang disabilitas.</p>



<p>Suasana itu, kontan membuat rona kebahagiaan yang terpancar dari anak-anak yatim piatu yang datang dari berbagai panti asuhan di Kota Malang ini. Kegiatan ini, merupakan bukti nyata dari komitmen Polresta Malang Kota dalam memberikan dukungan dan kebahagiaan kepada mereka yang membutuhkan.</p>



<p>Acara ini sendiri, dihadiri oleh berbagai panti asuhan yang telah diundang. Seperti, Panti Asuhan Yasuka, Panti Asuhan Al Qorni, Panti Asuhan Wawadah Warohmah, Panti Asuhan Al Ishlah, Panti Asuhan Panjura, Panti Asuhan Muhammadiyah, Panti Asuhan Nurul Izzah, dan Panti Asuhan Assyarif serta puluhan penyandang disabilitas Malang Raya.</p>



<p>Dimulai dengan Sholawat Banjari, mengiringi suasana dengan keharmonisan. Kemudian, Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto, yang hadir bersama PJU memberikan sambutannya yang penuh harapan kepada para penyantun.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kpk-tetapkan-bupati-dan-sekda-cilacap-jadi-tersangka-setoran-thr">KPK Tetapkan Bupati dan Sekda Cilacap Jadi Tersangka Setoran THR</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jelang-lebaran-pertamina-malang-pastikan-stok-bbm-aman">Jelang Lebaran, Pertamina Malang Pastikan Stok BBM Aman</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ratusan-pengusaha-warmindo-malang-raya-manfaatkan-mudik-bersama-indomie-2026">Ratusan Pengusaha Warmindo Malang Raya Manfaatkan Mudik bersama Indomie 2026</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/spbu-tegal-besar-diduga-lakukan-ilegal-ini-respon-wakil-ketua-komisi-xii-dpr-ri">SPBU Tegal Besar Diduga Lakukan Ilegal? Ini Respon Wakil Ketua Komisi XII DPR RI</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-malang-larang-asn-gunakan-mobil-dinas-untuk-mudik-lebaran">Wali Kota Malang Larang ASN Gunakan Mobil Dinas untuk Mudik Lebaran</a></li>
</ul>


<p>“Untuk adik-adik, terus rajin belajar dan rajin beribadah agar selalu diberikan keberkahan dan menjadi anak yang sholeh dan sholehah. Semoga kebaikan bapak ibu sekalian juga dilipatgandakan oleh Allah SWT,” ujarnya.</p>



<p>Dilanjutkan dengan sesi istighotsah yang diawali dengan pembacaan Al-Fatihah dan dilanjutkan dengan doa oleh Ustad H Salim. Suasana khidmat terasa mengalun, mengajak semua untuk bersama-sama merenung dan berdoa. Setelah rangkaian doa bersama, dilanjurkan dengan didirikannya berbagai stand bazaar, menampilkan beragam makanan.</p>



<p>Para anak-anak yatim piatu dan difabel antusias mengelilingi bazar, memilih makanan yang mereka sukai. Bazar ini tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga memberikan peluang bagi mereka untuk merasakan kegembiraan berbelanja dan bersosialisasi.</p>



<p>Polresta Malang Kota berhasil menciptakan momen berharga dan membawa senyum di wajah anak-anak yatim piatu dan difabel. Memberikan harapan baru dan semangat untuk terus menjalani kehidupan dengan penuh keceriaan. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">195007</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ajak Orang Tua Pahami Perlindungan Anak, Kemenkominfo Gelar Diskusi Digital di Sonoageng Nganjuk</title>
		<link>https://memontum.com/ajak-orang-tua-pahami-perlindungan-anak-kemenkominfo-gelar-diskusi-digital-di-sonoageng-nganjuk</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Aug 2023 04:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nganjuk]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ajak]]></category>
		<category><![CDATA[anak,]]></category>
		<category><![CDATA[digital]]></category>
		<category><![CDATA[diskusi]]></category>
		<category><![CDATA[gelar]]></category>
		<category><![CDATA[kemenkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[orang]]></category>
		<category><![CDATA[pahami]]></category>
		<category><![CDATA[perlindungan]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[sonoageng]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=194829</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Nganjuk &#8211; Perundungan di dunia maya (cyberbullying), pornografi dan kekerasan seksual adalah wajah lain era digital yang mestinya tidak boleh terjadi dan menimpa anak-anak. Untuk melindungi anak, orang tua perlu memahami tantangan dalam menghadapi penggunaan internet oleh anak. &#8220;Pendidikan mengenai apa yang dapat dan tidak dapat diakses oleh anak dalam dunia internet, harus diberikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Nganjuk</strong> &#8211; Perundungan di dunia maya (cyberbullying), pornografi dan kekerasan seksual adalah wajah lain era digital yang mestinya tidak boleh terjadi dan menimpa anak-anak. Untuk melindungi anak, orang tua perlu memahami tantangan dalam menghadapi penggunaan internet oleh anak.</p>



<p>&#8220;Pendidikan mengenai apa yang dapat dan tidak dapat diakses oleh anak dalam dunia internet, harus diberikan sejak dini,” tulis Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dalam rilis yang diterima awak media, terkait rencana menggelar diskusi literasi digital di Desa Sonoageng, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk, Kamis (03/08/2023) besok sekitar pukul 17.00 WIB.</p>



<p>Diskusi luring (offline) kolaborasi Kemenkominfo dengan Komunitas Pecinta Jaranan &#8216;Rogo Sanjoyo Putro&#8217; Desa Sonoageng itu, akan menghadirkan tiga nara sumber yang mengupas tema &#8216;Perlindungan Anak di Dunia Online&#8217;. Mereka adalah presenter TV, Babytha Fara, penyiar radio, Danin Sibilo, mom influencer, Novindah Sochmariyanti dan Muhammad Naufal, selaku moderator.</p>



<p>&#8220;Diskusi literasi digital masuk desa ini digelar gratis. Bisa diikuti dengan cara mengisi link registrasi peserta di https://s.id/DaftarNganjuk0308. Peserta akan mendapat e-sertifikat, juga hadiah e-money senilai Rp 1 juta untuk 10 peserta yang beruntung,” tulis Kemenkominfo dalam rilisnya, Rabu (02/08/2023) tadi.</p>



<p>Terkait tema diskusi, Kemenkominfo menjelaskan bahwa untuk melindungi anak di dunia online, selain memperhatikan, orangtua juga perlu memberikan pendidikan internet terhadap anak. ”Setidaknya, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi orangtua dalam era digital,” jelas Kemenkominfo dalam rilis.</p>



<p>Tantangan pertama, ialah kemudahan akses internet atau akses wifi gratis dan kuota internet berharga murah yang membuat akses lebih mudah. Selanjutnya, anak-anak yang bebas terkoneksi tanpa aturan. ”Tidak adanya aturan terkait penggunaan internet membuat anak terlalu bebas menggunakannya,” urai Kemenkominfo.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kpk-tetapkan-bupati-dan-sekda-cilacap-jadi-tersangka-setoran-thr">KPK Tetapkan Bupati dan Sekda Cilacap Jadi Tersangka Setoran THR</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jelang-lebaran-pertamina-malang-pastikan-stok-bbm-aman">Jelang Lebaran, Pertamina Malang Pastikan Stok BBM Aman</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ratusan-pengusaha-warmindo-malang-raya-manfaatkan-mudik-bersama-indomie-2026">Ratusan Pengusaha Warmindo Malang Raya Manfaatkan Mudik bersama Indomie 2026</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/spbu-tegal-besar-diduga-lakukan-ilegal-ini-respon-wakil-ketua-komisi-xii-dpr-ri">SPBU Tegal Besar Diduga Lakukan Ilegal? Ini Respon Wakil Ketua Komisi XII DPR RI</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-malang-larang-asn-gunakan-mobil-dinas-untuk-mudik-lebaran">Wali Kota Malang Larang ASN Gunakan Mobil Dinas untuk Mudik Lebaran</a></li>
</ul>


<p>Tantangan lain, anak-anak lebih pintar dari orangtuanya. Digital native membuat anak lebih mudah menguasai teknologi digital dibanding orangtua, tetapi bukan berarti anak-anak lebih paham. ”Dunia user-generated content, atau informasi di internet bisa datang dari siapa saja, membutuhkan daya pikir kritis ketika mem-posting atau memilah informasi di internet,” imbuh Kemenkominfo.</p>



<p>Tantangan terakhir, yakni anak-anak ingin bebas meskipun belum paham risiko. Pengaruh informasi yang diterima dari internet membuat anak ingin kebebasan yang lebih besar. Namun, tidak semua yang ada di internet bersifat positif. Ada pula risiko negatif internet yang tidak diketahui anak-anak.</p>



<p>Diskusi yang digelar &#8216;chip in&#8217; di acara bersih desa, itu juga akan dimeriahkan dengan pertunjukan seni jaranan, bazar murah UMKM dan seni hiburan lainnya. Literasi digital di tengah hajatan bersih desa, diharapkan mampu berperan dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terkait kebersihan dan kesehatan masyarakat desa serta kompetensi literasi digital orangtua.</p>



<p>Sekadar catatan, diskusi literasi digital pada lingkup komunitas merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam program Indonesia #MakinCakapDigital (IMCD). IMCD diinisiasi Kemenkominfo untuk memberikan literasi digital kepada 50 juta orang masyarakat Indonesia hingga tahun 2024.</p>



<p>Tahun ini, program IMCD menargetkan 5,5 juta warga masyarakat sebagai peserta, khususnya mereka yang belum pernah mengikuti kegiatan literasi digital. IMCD sendiri bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan teknologi digital secara positif, produktif dan aman.</p>



<p>Program #literasidigitalkominfo tahun ini dilaksanakan sejak 27 Januari 2023. Program nasional yang berkolaborasi dengan Siber Kreasi dan 18 mitra jejaring ini membidik segmen pendidikan dan segmen kelompok masyarakat sebagai peserta.</p>



<p>Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan dan info literasi digital dapat diakses melalui media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Fan Page dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo serta website info.literasidigital.id. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">194829</post-id>	</item>
		<item>
		<title>PPTP3A Pamekasan Soroti Peningkatan Kasus Kekerasan Seksual pada Anak di Bawah Umur</title>
		<link>https://memontum.com/pptp3a-pamekasan-soroti-peningkatan-kasus-kekerasan-seksual-pada-anak-di-bawah-umur</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Aug 2023 10:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pamekasan]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[anak,]]></category>
		<category><![CDATA[bawah,]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus]]></category>
		<category><![CDATA[kekerasan]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[pada]]></category>
		<category><![CDATA[peningkatan]]></category>
		<category><![CDATA[pptp3a]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[seksual]]></category>
		<category><![CDATA[soroti]]></category>
		<category><![CDATA[umur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=194743</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pamekasan &#8211; Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPTP3A) Pamekasan sampaikan kasus kekerasan seksual yang menimpa anak di bawah umur mengalami peningkatan. Koordinator Devisi Hukum PPTP3A Pamekasan, Umi Supraptiningsih, mengatakan bahwa data kekerasan seksual yang menimpa pada anak di bawah umur tahun 2023, tercatat cukup tinggi daripada tahun sebelumnya. &#8220;Untuk data kekerasan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pamekasan</strong> &#8211; Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPTP3A) Pamekasan sampaikan kasus kekerasan seksual yang menimpa anak di bawah umur mengalami peningkatan.</p>



<p>Koordinator Devisi Hukum PPTP3A Pamekasan, Umi Supraptiningsih, mengatakan bahwa data kekerasan seksual yang menimpa pada anak di bawah umur tahun 2023, tercatat cukup tinggi daripada tahun sebelumnya. &#8220;Untuk data kekerasan seksual terutama yang dialami oleh anak-anak, lumayan cukup tinggi yaitu ada enam kasus,&#8221; katanya, kepada Memontum.com, Selasa (01/08/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>Wakil Dekan (Wadek) II Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Madura, itu juga menyampaikan bahwa dari enam kasus yang terdata, diantaranya berupa kasus kekerasan seksual hingga persetubuhan. Sementara hingga saat ini, pihaknya masih terus melakukan pengawalan.&nbsp;</p>



<p>&#8220;Jadi, kasus yang korbannya di usia sekitar 11 sampai 12 tahun, itu ada enam. Sudah ada yang masuk persidangan dan insyallah Rabu ini putusan dan tuntutan jaksa kemarin 10 tahun,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Dirinya menambahkan, selain data enam kasus tersebut, juga ada kasus seperti Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), penelantaran dan penganiayaan. &#8220;Kalau seperti kasus KDRT, penelantaran dan penganiayaan, itu banyak. Kami hanya dampingi untuk kekerasan seksual. Sebanyak enam kasus tersebut tercatat sejak Januari 2023 hingga saat ini,&#8221; jelasnya. <strong>(azm/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">194743</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Trenggalek Jadi Tuan Rumah Workshop Pencegahan Perkawinan Anak, Ini Alasannya !</title>
		<link>https://memontum.com/trenggalek-jadi-tuan-rumah-workshop-pencegahan-perkawinan-anak-ini-alasannya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Aug 2023 09:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[alasannya]]></category>
		<category><![CDATA[anak,]]></category>
		<category><![CDATA[jadi]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[pencegahan]]></category>
		<category><![CDATA[perkawinan]]></category>
		<category><![CDATA[rumah]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[tuan]]></category>
		<category><![CDATA[Workshop]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=194739</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Angka perkawinan anak yang masih cukup tinggi di sejumlah kabupaten dan kota di Jawa Timur, menjadi perhatian khusus Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardiny. Berhasil menekan angka perkawinan usia anak dengan signifikan, Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Timur, memilih Trenggalek sebagai rumah rujukan belajar praktik baik yang di selenggarakan kali [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Angka perkawinan anak yang masih cukup tinggi di sejumlah kabupaten dan kota di Jawa Timur, menjadi perhatian khusus Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardiny.</p>



<p>Berhasil menekan angka perkawinan usia anak dengan signifikan, Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Timur, memilih Trenggalek sebagai rumah rujukan belajar praktik baik yang di selenggarakan kali ini. &#8220;Seluruh kader harus terus bergerak membangun komitmen di semua lini PKK. Bahkan, sampai pada tingkat dasa wisma untuk mewujudkan Desa Nol Perkawinan Anak serta aktif menggelar kampanye pencegahan perkawinan anak di elemen organisasi masyarakat, forum perempuan, forum anak, forum pemerintah desa dan kabupaten,&#8221; kata Ketua TP PKK Trenggalek saat dikonfirmasi, Selasa (01/08/2023) siang.</p>



<p>Ibu tiga anak ini mengatakan, bahwa pencegahan perkawinan anak ini adalah menjadi tanggung jawab bersama. Konsistensi praktek, baik dalam mensejahterakan hak anak inilah yang akhirnya bisa membawa Kabupaten Trenggalek mengalami penurunan angka perkawinan anak.</p>



<p>&#8220;Tercatat, dari tahun 2021 sebesar 7.67 persen turun menjadi 3.80 persen di tahun 2022 dan menjadi 2,1 persen pada semester 1 tahun 2023 ini,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Cegah perkawinan anak sendiri, ujarnya, merupakan komitmen bersama antara pemerintah daerah, perangkat daerah terkait, tokoh agama, pengadilan agama dan beberapa pihak terkait lainnya. Semuanya sepakat, untuk membuat SOP perkawinan usia anak. Tujuannya, adalah memberikan perlindungan kepada anak. Kalau dulu cegah perkawinan anak ini, masyarakat merasa dihalang halangi dan sekarang ini tidak.</p>



<p>&#8220;Alhamdulillah, para orang tua sudah banyak yang sadar bahwa undang-undang perkawinan anak menetapkan batas usia minimal diperbolehkan dalam perkawinan itu 19 tahun,&#8221; kata Novita.</p>



<p>Dalam rangka mendukung hal tersebut, Pemkab Trenggalek telah membentuk pusat pembelajaran keluarga yang berfungsi memberikan edukasi pola pengasuhan yang benar dan sebagainya. Setiap anak yang mau menikah dengan alasan apapun itu wajib dilakukan assessment oleh Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) yang diasuh oleh psikolog dari Dinas Sosial. Kemudian kepala desa boleh mengeluarkan formulir N1 kalau sudah ada rekomendasi dari Puspaga. Upaya ini dirasa cukup sangat efisien mencegah perkawinan anak.</p>



<p>&#8220;Hari ini saya (Tim Penggerak PKK Trenggalek, red) dipilih untuk menceritakan best practice apa saja yang Trenggalek telah lakukan untuk menekan angka perkawinan usia anak di Kabupaten Trenggalek,&#8221; jelasnya.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>Dirinya mewakili Tim Penggerak PKK Kabupaten menceritakan beberapa inovasi dan langkah strategis yang dilakukan oleh Tim Penggerak PKK. Tidak hanya ketika saat ini, tapi sejak tahun 2019 sudah menjadi perhatian tentang bagaimana memberikan kemerdekaan yang benar-benar merdeka bagi anak anak.</p>



<p>Disinggung soal pandangan isu pernikahan usia anak, istri Bupati Trenggalek ini menjelaskan jika ilmu pengetahuan adalah kuncinya. &#8220;Bagi saya, ilmu pengetahuan itu adalah kunci, karena saya adalah salah satu anak yang pernah dipaksa oleh orang tua untuk menikah guna mengangkat derajat ekonomi keluarga. Namun saya yakin, tanpa ilmu dan pengetahuan, derajat kemiskinan yang akan meningkat. Bagi seluruh anak di luar sana, kita harus pahami, bahwa kita tidak butuh siapapun selain diri kita sendiri untuk bisa membantu masa depan kita. Maka dari itu tujuan utamanya haruslah meningkatkan kapasitas diri, supaya bisa menjadi pelindung bagi kita sendiri kedepannya,&#8221; terang Novita.</p>



<p>Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jatim, Arumi Bachsin menyebutkan pernikahan usia anak, memiliki tantangan berbeda beda setiap daerah. Namun, Kabupaten Trenggalek telah menunjukkan kiprahnya dalam melahirkan berbagai Inovasi yang bisa menjadi inspirasi bagi Kabupaten / Kota yang ada di Jawa Timur.</p>



<p>&#8220;Trenggalek ini terbukti menjadi salah satu kabupaten yang melahirkan inovasi-inovasi dalam hal menekan angka perkawinan anak. Dan ini adalah wujud komitmen kepala daerahnya maupun Ketua TP PKKnya. Dan Kabupaten Trenggalek ini dipilih karena keberhasilannya menekan perkawinan usia anak di Kabupaten Trenggalek,&#8221; tutur Arumi.</p>



<p>Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Timur ini memuji upaya pencegahan perkawinan anak Kabupaten Trenggalek, yang dianggap baik. Karena, angkanya yang semakin baik.</p>



<p>&#8220;Trenggalek semakin ke sini penurunannya semakin sangatlah signifikan. Kalau dilihat, Trenggalek adalah kabupaten yang cukup dingin dan daerah-daerah cukup dingin ini biasanya bahaya. Cuaca yang mendukung, sehingga banyak anak yang kemudian ingin cepat menikah. Tetapi karena komitmen banyak pihak, sehingga dapat menekan angka pernikahan anak sangat luar biasa. Dari tahun ke tahun angka perkawinan anak semakin menurun,&#8221; paparnya. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">194739</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Warga Krucil Probolinggo Geger, Induk Sapi Lahirkan Anak Berkepala Cabang</title>
		<link>https://memontum.com/warga-krucil-probolinggo-geger-induk-sapi-lahirkan-anak-berkepala-cabang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Jul 2023 07:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[anak,]]></category>
		<category><![CDATA[berkepala]]></category>
		<category><![CDATA[cabang]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Geger]]></category>
		<category><![CDATA[induk]]></category>
		<category><![CDATA[kabar]]></category>
		<category><![CDATA[krucil]]></category>
		<category><![CDATA[lahirkan]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[sapi]]></category>
		<category><![CDATA[warga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=194264</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Warga Desa Watupanjang, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, dibuat geger. Gegaranya, yakni seekor sapi yang baru lahir milik warga setempat yakni Ida (80), berkepala cabang. Selain memiliki dua kepala, mulut, hidung dan mata juga rangkap dua. Salah satu warga, Surahman, mengatakan bahwa kelahiran anak sapi dengan kepala bercabang tersebut menarik warga untuk melihatnya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Probolinggo</strong> &#8211; Warga Desa Watupanjang, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, dibuat geger. Gegaranya, yakni seekor sapi yang baru lahir milik warga setempat yakni Ida (80), berkepala cabang. Selain memiliki dua kepala, mulut, hidung dan mata juga rangkap dua.</p>



<p>Salah satu warga, Surahman, mengatakan bahwa kelahiran anak sapi dengan kepala bercabang tersebut menarik warga untuk melihatnya secara langsung. Bahkan, banyak warga yang mengabadikan momen langka itu dengan memotretnya menggunakan HP.</p>



<p>&#8220;Sejak anak sapi itu lahir, banyak warga yang berdatangan untuk melihat. Bahkan, banyak juga yang mengabadikan momen tersebut,&#8221; katanya, Rabu (26/07/2023) tadi.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Disperta, drh Nikolas Nuryulianto, mengatakan jika secara teori kelahiran anak sapi dengan kepala bercabang dan mulut terpisah, itu bisa terjadi dengan induk sapi yang memiliki dua sel telur. Jika keduanya jadi, maka akan lahir sapi kembar.</p>



<p>&#8220;Jika sel telur ini bertemu dengan sperma, dan kedua sel telurnya jadi, maka akan lahir kembar, tapi tidak identik kembarnya,&#8221; jelasnya.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>Kemudian, lanjutnya, jika hanya satu sel telurnya yang jadi dan sel telur ini membelah diri, maka akan lahir anakan sapi dengan kembar identik. Dalam kasus di Krucil ini, kemungkinan satu sel telur yang jadi. Dan sel telur ini mencoba membelah diri, tapi upaya membelah dirinya terganggu dan tidak sempurna.</p>



<p>&#8220;Karena terganggu, akhirnya tidak sempurna. Jadi, mungkin faktor ini yang menyebabkan sapi tersebut lahir dengan dua kepala. Dan terkait apa yang mengganggu pembelahan dirinya, itu memerlukan riset untuk memastikannya,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Niko juga mengimbau, kepada para peternak untuk rutin memeriksakan sapinya. Terlebih, sapi yang dalam kondisi mengandung ke dokter hewan atau petugas teknis kesehatan hewan.</p>



<p>&#8220;Terlebih bagi hewan yang sedang bunting. Kami mengimbau, agar peternaknya melakukan koordinasi dan komunikasi dengan dokter hewan dan petugas teknis kami. Agar, kesehatan sapinya terjaga,&#8221; paparnya.&nbsp;<strong>(nun/pix/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">194264</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkab Trenggalek untuk Kali Delapan Raih Penghargaan Kabupaten Layak Anak Kategori Nindya</title>
		<link>https://memontum.com/pemkab-trenggalek-untuk-kali-delapan-raih-penghargaan-kabupaten-layak-anak-kategori-nindya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Jul 2023 04:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[anak,]]></category>
		<category><![CDATA[delapan]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[kali]]></category>
		<category><![CDATA[kategori]]></category>
		<category><![CDATA[layak]]></category>
		<category><![CDATA[Nindya]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[penghargaan]]></category>
		<category><![CDATA[raih]]></category>
		<category><![CDATA[untuk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=194046</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Memperingati Hari Anak Nasional tahun 2023, Pemerintah Daerah Kabupaten Trenggalek kembali raih penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA) Kategori Nindya. Penghargaan tersebut, diserahkan langsung Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga kepada Wakil Bupati Trenggalek, Syah Natanegara di Ballroom Hotel Padma Semarang. Wabup Trenggalek turut menyampaikan rasa terima kasih kepada jajaran [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Memperingati Hari Anak Nasional tahun 2023, Pemerintah Daerah Kabupaten Trenggalek kembali raih penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA) Kategori Nindya. Penghargaan tersebut, diserahkan langsung Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga kepada Wakil Bupati Trenggalek, Syah Natanegara di Ballroom Hotel Padma Semarang.</p>



<p>Wabup Trenggalek turut menyampaikan rasa terima kasih kepada jajaran dan juga seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Trenggalek, karena menurutnya ini tidak hanya capaian pemerintah melainkan capaian dari seluruh masyarakat Kabupaten Trenggalek. &#8220;Terima kasih kepada seluruh jajaran di Pemerintah Kabupaten Trenggalek, pihak-pihak terkait dan tentunya seluruh masyarakat Trenggalek yang telah mendukung upaya pemerintah dalam memberikan pemenuhan hak-hak anak dan perlindungan anak. Tentunya PR kita masih banyak dan kami membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari semua pihak,&#8221; ucapnya seusai menerima penghargaan, Senin (24/07/2023) siang.</p>



<p>Dirinya berharap, kedepannya Kabupaten Trenggalek bisa masuk kategori utama. Mengingat, target tersebut merupakan bentuk komitmen dari Bupati Trenggalek untuk mewujudkan kabupaten layak anak.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>&#8220;Kita semua tahu komitmen Bupati Trenggalek dalam mewujudkan Trenggalek sebagai Kabupaten Trenggalek Anak sangat tinggi. Makanya, pencapaian ini bisa menjadi motivasi semua pihak untuk mewujudkan sebuah kabupaten yang benar-benar memperhatikan anak,&#8221; terang Wabup Syah.</p>



<p>Suami Fatihatur Rohmah ini juga berharap agar kedepan anak-anak di Kabupaten Trenggalek selalu terpenuhi hak-hak dasarnya dan juga terlindungi semua permasalahannya.</p>



<p>Sementara itu, Plt Kepala Dinas Sosial PPPA Kabupaten Trenggalek, Ratna Sulistyowati, menambahkan bahwa penghargaan KLA untuk Kabupaten Trenggalek ini bukan kali pertama. Seingatnya penghargaan ini adalah penghargaan ke delapan yang di terima Trenggalek.</p>



<p>&#8220;Ini adalah penghargaan ke delapan yang diterima. Dan upaya yang dilakukan oleh pemerintah daerah untuk mewujudkan kabupaten yang layak anak akan sia-sia bila masyarakat secara keseluruhan tidak ikut mengawal. Percuma bila perda-perda kita susun namun masyarakat tidak mendukung upaya pemerintah,&#8221; kata Ratna.</p>



<p>Dicontohkannya, seperti adanya Peraturan Daerah kawasan tanpa asap rokok. Apakah semua orang sudah mematuhi. Ini contoh kecil upaya pemerintah memberikan perlindungan kepada anak. Akan tetapi, kadang masyarakat itu abai akan hal tersebut.</p>



<p>&#8220;Kita sudah membuat Perda Kabupaten Layak Anak. Kemudian komitmen untuk menurunkan jumlah perkawinan usia anak dan masih banyak regulasi yang lainnya. Semua tujuannya memberikan perlindungan kepada anak. Terus ada juga pusat pembelajaran keluarga yang berfungsi memberikan edukasi pola pengasuhan yang benar dan sebagainya,&#8221; jelasnya</p>



<p>Menurutnya, satu bukti yang bisa dirasakan saat ini ada banyak penurunan jumlah angka perkawinan usia anak yang cukup signifikan. Tahun 2021 angka perkawinan anak ini mencapai angka 7,8, sedangkan di tahun 2022 bisa turun menjadi 3,5.</p>



<p>Semua ini, sambungnya, dicapai melalui komitmen bersama bukan hanya dicapai oleh Dinas Sosial PPPA saja. Sudah ada komitmen bersama antara pemerintah daerah, perangkat daerah terkait, tokoh agama, pengadilan agama dan beberapa pihak terkait lainnya. Semuanya sepakat untuk membuat SOP perkawinan usia anak.</p>



<p>Setiap anak yang mau menikah dengan alasan apapun itu wajib dilakukan assesment oleh Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) yang diasuh oleh psikolog dari Dinas Sosial. Kemudian kepala desa boleh mengeluarkan formulir N1 kalau sudah ada rekomendasi dari Puspaga. Upaya ini dirasa cukup sangat efisien mencegah perkawinan anak.</p>



<p>&#8220;Kalau dulu masyarakat merasa dihalang halangi dan sekarang tidak. Dengan perlakuan ini para orang tua sudah banyak yang sadar bawasannya undang-undang perkawinan anak menetapkan batas usia minimal diperbolehkan dalam perkawinan itu 19 tahun. Mereka sadar untuk dicukupkan dulu usia yang diperbolehkan,&#8221; papar Ratna. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">194046</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peringati Hari Anak Nasional, Bupati Banyuwangi Ajak Ribuan Anak Memengan Permainan Tradisional</title>
		<link>https://memontum.com/peringati-hari-anak-nasional-bupati-banyuwangi-ajak-ribuan-anak-memengan-permainan-tradisional</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Jul 2023 04:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[ajak]]></category>
		<category><![CDATA[anak,]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[hari]]></category>
		<category><![CDATA[memengan]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[peringati]]></category>
		<category><![CDATA[permainan]]></category>
		<category><![CDATA[ribuan]]></category>
		<category><![CDATA[tradisional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=193991</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Ribuan anak nampak bermain bersama di Taman Blambangan Banyuwangi, dalam tajuk &#8216;Festival Permainan Tradisional&#8217;, Sabtu (22/07/2023) tadi. Sejumlah anak-anak itu, bermain atau dalam Bahasa Osing, disebut Memengan aneka permainan tradisional. Seperti halnya Enggrang Bambu, Enggrang Batok, Balap Karung, Congklak, Gobak Sodor dan lain sebagainya, adalah mainan tradision. Suasana meriah tersebut, adalah bagian [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Banyuwangi</strong> &#8211; Ribuan anak nampak bermain bersama di Taman Blambangan Banyuwangi, dalam tajuk &#8216;Festival Permainan Tradisional&#8217;, Sabtu (22/07/2023) tadi. Sejumlah anak-anak itu, bermain atau dalam Bahasa Osing, disebut Memengan aneka permainan tradisional.</p>



<p>Seperti halnya Enggrang Bambu, Enggrang Batok, Balap Karung, Congklak, Gobak Sodor dan lain sebagainya, adalah mainan tradision. Suasana meriah tersebut, adalah bagian dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional (HAN) yang jatuh setiap 23 Juli nanti.</p>



<p>Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengungkapkan bahwa aneka permainan tradisional itu patut dilestarikan. Selain sebagai khazanah kebudayaan, juga menjadi medium edukasi yang efektif untuk melatih kebersamaan dan kebahagiaan.</p>



<p>&#8220;Esensi pendidikan adalah mewujudkan kebahagiaan. Sisi ini tak boleh diabaikan. Untuk itu, perlu anak-anak diajak bermain dan diajarkan filosofi di balik permainan tersebut. Seperti halnya kebersamaan, gotong royong dan lain sebagainya,&#8221; katanya.</p>



<p>Dengan mengenalkan aneka permainan tradisional kepada anak-anak tersebut, ujar Bupati Ipuk, diharapkan bisa menjadi alternatif dari aneka permainan modern yang berbasis gadget. Dimana dalam sejumlah riset tak sedikit memberikan ekses negatif.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Ini membuat anak lebih sehat. Saraf motoriknya terlatih. Juga harus kompak dan disiplin kalau mau menang,” ujar Bupati Ipuk seusai mencoba permainan Bakiak dan bola bekel bersama anak-anak.</p>



<p>Selain ada sejumlah cabang permainan tradisional yang dilombakan, juga terdapat kirab defile dari masing-masing kontingen yang berasal dari Unit Pembantu Teknis Dinas (UPTD) Dispendik se Kabupaten Banyuwangi. Ada 25 defile yang menyajikan aneka permainan dan kekhasan dari masing-masing kecamatannya.</p>



<p>Ada yang menampilkan permainan jaran kepang, engklek, bedil-bedilan, congklak, tarik tambang dan lain sebagainya. Dipadu dengan gerak teatrikal dan musik dari beragam tetabuhan sederhana. Tak pelak penampilan mereka banyak mengundang tawa para penonton.</p>



<p>“Kegiatan ini saya kira sangat tepat dalam mengkampanyekan tentang kesehatan pada anak. Mereka bisa bermain sekaligus bisa didorong mengasah kreativitas,” ujar Plt Direktur PAUD Kemendikbud RI, Komalasari yang turut menyaksikan acara tersebut.</p>



<p>Para siswa tanpak memainkan setiap permainan dengan suka cita. &#8220;Ternyata memang asyik bisa membuat mainan sendiri lalu dimainkan bareng-bareng. Tidak hanya handphone saja yang asyik,&#8221; kata siswa yang bermain serompetan (terompet). Perlu diketahui, Festival Memengan atau Permainan Tradisional ini telah digelar setiap tahun di Kabupaten Banyuwangi. Melibatkan ribuan anak didik setingkat Sekolah Dasar. <strong>(kom/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">193991</post-id>	</item>
		<item>
		<title>1 Muharam 1445 H, Polres Batu Beri Santunan kepada Anak Yatim</title>
		<link>https://memontum.com/1-muharam-1445-h-polres-batu-beri-santunan-kepada-anak-yatim</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Jul 2023 04:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[anak,]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[beri]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[kepada]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[muharam]]></category>
		<category><![CDATA[Polres]]></category>
		<category><![CDATA[santunan]]></category>
		<category><![CDATA[yatim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=193690</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Sebanyak 15 anak yatim dari Panti Asuhan Nurul Hidayah Kecamatan Junrejo, Kota Batu, diberi santunan oleh Polres Batu. Kegiatan tersebut, digelar dalam rangkaian peringatan 1 Muharam 1445 H tahun ini. Kapolres Batu, AKBP Oscar Syamsuddin, mengatakan pemberian santunan terhadap anak yatim tersebut merupakan wujud pengayoman terhadap masyarakat terutama kepada anak yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Sebanyak 15 anak yatim dari Panti Asuhan Nurul Hidayah Kecamatan Junrejo, Kota Batu, diberi santunan oleh Polres Batu. Kegiatan tersebut, digelar dalam rangkaian peringatan 1 Muharam 1445 H tahun ini.</p>



<p>Kapolres Batu, AKBP Oscar Syamsuddin, mengatakan pemberian santunan terhadap anak yatim tersebut merupakan wujud pengayoman terhadap masyarakat terutama kepada anak yang sudah ditinggal orang tuanya. &#8220;Dalam peringatan 1 Muharam 1445 H tahun ini, kami memberikan santunan terhadap 15 anak yatim di Kota Batu ini,&#8221; terangnya di Mapolres Batu, Rabu (19/07/2023) tadi.</p>



<p>Selain pemberian santunan kepada anak yatim, tambahnya, juga dilakukan doa bersama. Ini dilakukan, supaya seluruh masyarakat di Kota Batu selalu diberikan keselamatan hingga terhindar dari kegiatan yang mengandung kriminalitas.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>&#8220;Tentunya, kami di sini berdoa bersama juga supaya seluruh masyarakat di Kota Batu dijauhkan dari kegiatan yang bisa menjerat hukum. Dan, kami juga berdoa untuk anggota yang sudah meninggal beberapa waktu lalu,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Untuk itu, tegas Oscar, pada momen kali ini betul-betul dimanfaatkan untuk kegiatan sosial kemasyarakatan dengan memberikan santunan dan doa bersama. &#8220;Saya berharap, melalui kegiatan kali ini, semua anggota Polres Batu senantiasa diberikan perlindungan dan kesuksesan kedepannya. Dan pada momen ini mari kita bersungguh-sungguh untuk memohon ampun atas segala kesalahan dan berdoa untuk kebaikan,&#8221; paparnya.&nbsp;<strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">193690</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Puluhan Anak Istimewa Terima Layanan Terbaik di Posyandu Disabilitas</title>
		<link>https://memontum.com/puluhan-anak-istimewa-terima-layanan-terbaik-di-posyandu-disabilitas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Jul 2023 12:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[anak,]]></category>
		<category><![CDATA[disabilitas]]></category>
		<category><![CDATA[istimewa]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[layanan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Posyandu]]></category>
		<category><![CDATA[puluhan]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[terbaik]]></category>
		<category><![CDATA[terima]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=193596</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Puluhan anak penyandang disabilitas di Kelurahan Gading Kasri, Kecamatan Klojen, Kota Malang, mengikuti kegiatan Posyandu disabilitas di Kantor Kelurahan Gading Kasri, Selasa (18/07/2023) tadi. Kegiatan tersebut, melibatkan Puskesmas Bareng dan Yayasan Bhakti Luhur sebagai lembaga terapis. Kepala Puskesmas Bareng, Dinna Indarti, menyampaikan bahwa pihaknya terus mendorong partisipasi masyarakat dalam mengikuti Posyandu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Puluhan anak penyandang disabilitas di Kelurahan Gading Kasri, Kecamatan Klojen, Kota Malang, mengikuti kegiatan Posyandu disabilitas di Kantor Kelurahan Gading Kasri, Selasa (18/07/2023) tadi. Kegiatan tersebut, melibatkan Puskesmas Bareng dan Yayasan Bhakti Luhur sebagai lembaga terapis.</p>



<p>Kepala Puskesmas Bareng, Dinna Indarti, menyampaikan bahwa pihaknya terus mendorong partisipasi masyarakat dalam mengikuti Posyandu disabilitas. Sebab menurutnya, masyarakat dapat memperoleh paket layanan yang komprehensif, termasuk gizi dan kesehatan gigi, tanpa adanya biaya tambahan.</p>



<p>“Puskesmas Bareng melakukan pemeriksaan berat dan tinggi badan untuk menilai status obesitas anak. Selain itu, pemeriksaan gula darah juga dilakukan sebagai bagian dari pemeriksaan kesehatan secara umum. Kemudian juga mengenai masalah kesehatan gigi, karena terkadang hal tersebut kurang perhatian,” jelas Dinna, disela-sela aktivitasnya dalam kegiatan tersebut.</p>



<p>Dalam pelayanan tersebut, Puskesmas Bareng juga memberikan penanganan dan saran kepada orang tua terkait langkah-langkah yang harus diambil dalam menghadapi masalah tersebut. Namun menurutnya, yang terpenting dalam memberikan pelayanan tersebut memperhatikan kondisi anak.</p>



<p>“Dalam pelayanan kepada anak-anak berkebutuhan khusus, kami bekerja sama dengan Bakti Luhur yang memiliki keahlian dalam bidang terapis. Pendekatan yang dilakukan oleh mereka juga cukup efektif. Paling penting memperhatikan kondisi anak, sehingga tidak ada pemaksaan dalam proses pelayanan,” ujarnya.</p>



<p>Sementara itu, salah satu orang tua dari anak berkebutuhan khusus, Indah Puji Astutik, merasa sangat terbantu dengan pelayanan tersebut. Terlebih, menurutnya fasilitas dan layanan yang diberikan juga cukup baik.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Alhamdulillah ini rutin dilakukan dua bulan sekali. Kalau pelatihan dari Bakti Luhurnya sudah mulai tahun lalu, tapi alhamdulillah tahun ini ada layanan tes kesehatannya. Fasilitas yang disediakan pun juga sudah bagus,” ucap Indah.</p>



<p>Pihaknya berharap, Pemerintah Kota Malang dalam hal ini dapat terus membantu kebutuhan para anak-anak penyandang disabilitas. Terlebih juga dari segi bantuan biaya.</p>



<p>“Saya juga terima kasih kepada Pak Lurah yang sudah menyediakan posyandu disabilitas ini. Karena ini menjadikan anak saya ada kemajuan, alhamdulillah sangat bersyukur. Harapannya pemerintah nantinya juga bisa memberikan bantuan uang tunai,” tambahnya.</p>



<p>Selain itu, Lurah Gadingkasri, Rendra Kurnia Wardana, menyampaikan bahwa dari segi anggaran yang diberikan oleh Pemkot Malang dalam hal posyandu disabilitas memang terbatas. Sehingga, pelaksanaan posyandu tersebut masih belum masif dilakukan per bulan.</p>



<p>“Jadi program posyandu disabilitas ini, datang dari anggaran yang diberikan oleh Pemkot Malang untuk tingkat bawah yakni tingkat kelurahan, yang kemudian kami terjemahkan anggaran APBD dengan kebutuhan di masyarakat itu apa. Setelah kami terjemahkan secara aplikatif, layanan posyandu disabilitas inilah bentuknya,” kata Rendra.</p>



<p>Ke depan, Rendra berharap layanan tersebut nantinya bisa diberikan selama satu bulan sekali. Namun, akan menyesuaikan kembali dengan anggaran yang ada. &#8220;Harapan kami, memang kalau bisa sebulan sekali. Tetapi tahun ini, kami bersyukur sudah terselenggara dua bulan sekali, dengan berbagai layanan yang sudah kami tambahkan dengan adanya posyandu. Mungkin ke depan nanti akan ada fasilitas lain yang bisa kami penuhi,” imbuh Rendra. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">193596</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
