<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Arca &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/arca/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 28 Nov 2022 03:32:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Arca &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Arkeolog sebut Temuan Arca dan Hapsari Situs Gondang Adalah Bangunan Suci Abad 10</title>
		<link>https://memontum.com/arkeolog-sebut-temuan-arca-dan-hapsari-situs-gondang-adalah-bangunan-suci-abad-10</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Nov 2022 02:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Arca]]></category>
		<category><![CDATA[arkeologi]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[haspari]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=178973</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Setelah dilakukan proses ekskavasi kedua kalinya, Situs Gondang di Desa Gondang, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, akhirnya disampaikan arkeolog bahwa temuan arca dan hapsari maupun struktur yang ada merupakan bangunan suci atau biasa disebut candi. Be yang ditemukan, ini menjadi petunjuk penting untuk proses identifikasi selanjutnya. &#8220;Dalam proses ekskavasi kedua situs Gondang selama [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Setelah dilakukan proses ekskavasi kedua kalinya, Situs Gondang di Desa Gondang, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, akhirnya disampaikan arkeolog bahwa temuan arca dan hapsari maupun struktur yang ada merupakan bangunan suci atau biasa disebut candi. Be yang ditemukan, ini menjadi petunjuk penting untuk proses identifikasi selanjutnya.</p>



<p>&#8220;Dalam proses ekskavasi kedua situs Gondang selama sepekan terakhir, kami menemukan banyak arca dan hapsari. Meski ukuran bangunannya kecil, namun Situs Gondang ini memiliki banyak temuan yang relatif lengkap,&#8221; ungkap salah satu arkeolog yang terjun langsung ke lokasi Situs Gondang, Senin (28/11/2022) pagi.</p>



<p>Dari temuan bata yang merupakan sisa runtuhan bangunan, ujarnya, tempat itu diyakini sebagai tempat suci atau yang biasa disebut dengan candi. &#8220;Berbagai temuan itu mulai dari batu bata kuno, arca, hapsari dari terakota hingga mahakala. Dan temuan-temuan ini, sama dengan yang ada di Candi Prambanan,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Berkaca dari hasil temuan dan kondisi di lapangan, pihaknya meyakini masih ada benda-benda lain yang terkubur dalam situs tersebut. Dikarenakan keterbatasan waktu dan anggaran, pihaknya belum bisa melakukan proses ekskavasi secara mendetail.</p>



<p>&#8220;Kalau untuk hasil selama proses ekskavasi tahap 1 dan 2, sedikitnya sudah ada temuan 7 arca berbahan batu serta ornamen candi berbahan terakota,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Baca Juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kota-malang-masuk-31-besar-program-lsdp-kemendagri-proyek-rdf-ditarget-mulai-2027">Kota Malang Masuk 31 Besar Program LSDP Kemendagri, Proyek RDF Ditarget Mulai 2027</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/polres-situbondo-ungkap-praktik-pembuatan-petasan-dan-amankan-51-kg-bubuk-mercon">Polres Situbondo Ungkap Praktik Pembuatan Petasan dan Amankan 5,1 Kg Bubuk Mercon</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/mudik-lebaran-2026-diprediksi-turun-dishub-kota-malang-siapkan-7-pos-dan-rekayasa-lalin-situasional">Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Turun, Dishub Kota Malang Siapkan 7 Pos dan Rekayasa Lalin Situasional</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ramadan-kondusif-rutan-situbondo-perketat-pengamanan-lewat-sidak-blok-hunian">Ramadan Kondusif, Rutan Situbondo Perketat Pengamanan Lewat Sidak Blok Hunian</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/evaluasi-penataan-lalin-jalan-merdeka-selatan-dishub-kota-malang-tak-tutup-permanen-saat-ramadan">Evaluasi Penataan Lalin Jalan Merdeka Selatan, Dishub Kota Malang Tak Tutup Permanen saat Ramadan</a></li>
</ul>


<p>Sesuai petunjuk yang sudah ditemukan, situs Gondang ini diprediksi peninggalan era Mataram Kuno sekitar abad ke 10.</p>



<p>Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek, Sunyoto, di konfirmasi terpisah menyebut jika terdapat potensi yang cukup besar dalam situs Gondang ini. Oleh karena itu, rencananya akan ada proses ekskavasi tahap 2 yang dilakukan di tahun 2023 mendatang.</p>



<p>&#8220;Sesuai data yang diterima Disparbud Trenggalek, Situs Gondang ini memiliki potensi yang cukup besar. Dan potensi ini harus ditindaklanjuti. Makanya, kita perlu adanya dukungan dari semua pihak agar nantinya bisa dilakukan proses ekskavasi tahap 3 yang akan dilakukan tahun depan,&#8221; ungkap Sunyoto.</p>



<p>Pihaknya, pun juga akan menunjuk beberapa orang sebagai juru pelihara atas temuan Situs Gondang, yang sudah ada. Mengingat, situs cagar budaya ini harus diamankan dan dijaga.</p>



<p>Dari hasil ekskavasi yang dilakukan bersama Tim Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) wilayah XI Jawa Timur, hingga saat ini sudah banyak temuan yang ada di situs Gondang. &#8220;Dan untuk sementara waktu, temuan dari Situs Gondang ini akan disimpan di kantor Disparbud Trenggalek,&#8221; paparnya. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">178973</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dua Arca di Museum Bentoel Diteliti Tim Ahli Cagar Budaya</title>
		<link>https://memontum.com/dua-arca-di-museum-bentoel-diteliti-tim-ahli-cagar-budaya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Sep 2022 11:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Arca]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Cagar Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Museum]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=175033</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Museum Bentoel Kota Malang yang berada di Jalan Wiromargo, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, didatangi oleh Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Malang. Itu karena, museum tersebut memiliki cerita mengenai perkembangan industri rokok Bentoel, yang didirikan oleh Ong Hok Lion sejak awal tahun 1900 an. Di tahun 2021, sayangnya posisi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Museum Bentoel Kota Malang yang berada di Jalan Wiromargo, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, didatangi oleh Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Malang. Itu karena, museum tersebut memiliki cerita mengenai perkembangan industri rokok Bentoel, yang didirikan oleh Ong Hok Lion sejak awal tahun 1900 an.</p>



<p>Di tahun 2021, sayangnya posisi museum tersebut dikosongkan oleh pemiliknya dan terpampang jelas banner berwarna merah dan tulisan putih dijual. Termasuk, terpampang dua nomor ponsel yang ditulis di banner.</p>



<p>Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan (Dikbud) Kota Malang, Dian Kuntari, menyampaikan bahwa lingkungan museum tersebut masuk dalam zonasi kecagarbudayaan dalam kawasan strategis sosial budaya. Dimana, perlu dilakukan perlindungan pelestarian pemanfaatan sesuai peruntukan. Itu juga sudah tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Malang No 1 Tahun 2018 tentang Cagar Budaya.</p>



<p>“Sebenarnya alih tangan kepemilikan sebuah museum, benda atau bangunan cagar budaya, itu tidak masalah. Yang penting, fungsi itu tetap sebagai museum dan cagar budaya,” jelas Dian, Jumat (09/09/2022) tadi.</p>



<p>TACB juga memastikan, tambahnya, bahwa di halaman museum tersebut masih terdapat dua benda objek yang diduga cagar budaya. Yakni, berupa arca Dewa Siwa dan Lembu Nandi.</p>



<p>Kedua arca itu, berbahan batu andesit. Arca Dewa Siwa berukuran tinggi 75 cm dan lebar 38 cm. Sedangkan, Lembu Nandi juga berbahan batu andesit dengan ukuran tinggi 25 cm, panjang 37 cm dan lebar 19 cm.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kota-malang-masuk-31-besar-program-lsdp-kemendagri-proyek-rdf-ditarget-mulai-2027">Kota Malang Masuk 31 Besar Program LSDP Kemendagri, Proyek RDF Ditarget Mulai 2027</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/polres-situbondo-ungkap-praktik-pembuatan-petasan-dan-amankan-51-kg-bubuk-mercon">Polres Situbondo Ungkap Praktik Pembuatan Petasan dan Amankan 5,1 Kg Bubuk Mercon</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/mudik-lebaran-2026-diprediksi-turun-dishub-kota-malang-siapkan-7-pos-dan-rekayasa-lalin-situasional">Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Turun, Dishub Kota Malang Siapkan 7 Pos dan Rekayasa Lalin Situasional</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ramadan-kondusif-rutan-situbondo-perketat-pengamanan-lewat-sidak-blok-hunian">Ramadan Kondusif, Rutan Situbondo Perketat Pengamanan Lewat Sidak Blok Hunian</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/evaluasi-penataan-lalin-jalan-merdeka-selatan-dishub-kota-malang-tak-tutup-permanen-saat-ramadan">Evaluasi Penataan Lalin Jalan Merdeka Selatan, Dishub Kota Malang Tak Tutup Permanen saat Ramadan</a></li>
</ul>


<p>“Arca yang diduga Dewa Siwa, itu&nbsp; digambarkan duduk. Diduga dalam posisi duduk silatumpang (padmasana), karena tertutup oleh kain. Bagian wajahnya juga rusak, sehingga sulit untuk diidentifikasi. Tidak diketahui dengan pasti dari mana asal arca tersebut,” lanjutnya.</p>



<p>Sementara itu, Sekretaris TACB, Rakai Hino Galeswangi, menjelaskan mengenai Arca Lembu Nandi. Dimana posisi arca tersebut, rebah ke tanah dengan keempat kakinya ditekuk (njerum). Batunya sudah sedikit aus dan lapuk oleh jamur.</p>



<p>“Lembu Nandi merupakan kendaraan Dewa Siwa dalam bentuknya yang Teriomorpic (hewan). Oleh karena itu, ia dekat sekali dengan Siwa. Ia dianggap suci. Pemujaan binatang lembu di India sudah berlangsung lama sekali, dan ini tentunya dikaitkan dengan fungsi lembu dalam kehidupan masyarakat,” ucap Rakai Hino.</p>



<p>Selain itu, anggota TACB, Isa Wahyudi, menegaskan jika kedua benda tersebut memiliki peluang untuk ditetapkan sebagai benda cagar budaya. Maka, akan diberi SK oleh Wali Kota Malang. Terlebih, museum tersebut rawan pencurian, maka menurutnya sebaiknya dinas bisa bersurat ke pemilik agar bisa diamankan di Museum Empu Purwa terlebih dahulu.</p>



<p>&#8220;Ini strateginya dua benda ini dikaji terlebih dahulu apakah merupakan arca kuno asli dan perlu ditelusuri sebelumnya keberadaannya dari mana. Karena ini tempatnya juga rawan pencurian, sebaiknya bisa bersurat agar diamankan terlebih dahulu,” imbuh Ki Demang, sapaan akrabnya. <strong>(rsy/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">175033</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Disparbud Trenggalek Tindaklanjuti Penemuan Arca</title>
		<link>https://memontum.com/disparbud-trenggalek-tindaklanjuti-penemuan-arca</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Jun 2018 18:43:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Arca]]></category>
		<category><![CDATA[Disparbud Trenggalek]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/43917-disparbud-trenggalek-tindaklanjuti-penemuan-arca</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Trenggalek Jawa Timur akan terus melakukan obvservasi dalam tindak lanjut penemuan arca yang menyerupai patung Ganesha dengan tinggi 60 centimeter di Desa Gondang Kecamatan Tugu, Selasa (5/6/2018). Kepala Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Joko Irianto mengatakan, pihaknya akan mengundang Balai Arkeologi (Balar) Yogyakarta dan Balai Pelestarian Cagar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Trenggalek </strong>&#8211; Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Trenggalek Jawa Timur akan terus melakukan obvservasi dalam tindak lanjut penemuan arca yang menyerupai patung Ganesha dengan tinggi 60 centimeter di Desa Gondang Kecamatan Tugu, Selasa (5/6/2018).</p>
<p>Kepala Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Joko Irianto mengatakan, pihaknya akan mengundang Balai Arkeologi (Balar) Yogyakarta dan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan untuk dilakukan penelitian lebih lanjut.</p>
<p><div id="attachment_9043" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-9043" decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/06/IMG-20180605-WA0241-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="Penemuan situs arca yang mirip patung ganesha" width="650" height="366" class="size-full wp-image-43918" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/06/IMG-20180605-WA0241-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/06/IMG-20180605-WA0241-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/06/IMG-20180605-WA0241-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-9043" class="wp-caption-text"><em>Penemuan situs arca yang mirip patung ganesha</em></p></div></p>
<p>“Ini temuan luar biasa yang bisa menjadi catatan sejarah kita, sehingga menjadikan lokasi temuan situs itu bisa menjadi potensi wisata. Tapi kami akan koordinasi dengan Balar dan BPCB. Soalnya mereka yang paham bagaimana cara merawat,” ucapnya</p>
<p>Menurutnya, koordinasi untuk menindaklanjuti potensi wisata akan terus dilakukan mulai dari masyarakat setempat hingga pihak yang bisa memahami penemuan situs tersebut. Dengan adanya potensi wisata maka akan memberikan dampak positif juga demi meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat.</p>
<p>“Saya juga kaget atas penemuan kemarin, namun dengan adanya penemuan tersebut mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk semua khususnya Kabupaten Trenggalek,” imbuhnya.</p>
<p>Joko menambahkan, terkait penemuan arca dan setelah dilakukan observasi di temukan sejumlah struktur batuan bata merah yang diduga merupakan situs peninggalan masa kerajaan.</p>
<p>Selain batuan berukuran 25 cm tersebut berserakan di sekitar lokasi penemuan arca. Selain yang berserakan, juga ditemukan tumpukan batu bata yang masih tertata rapi, namun posisinya masih tertimbun tanah.</p>
<p>“ Kalau dari pengamatan awal, kemungkinan ini situs besar juga. Seperti kita lihat di sini ada struktur batu bata lama dan dimungkinkan ini merupakan sebuah bangunan,apakah itu candi atau yang lain,’’ pungkas Joko Irianto. <strong>(mil/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">43917</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
