<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Arjowinangun &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/arjowinangun/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Apr 2026 06:39:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Arjowinangun &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Tunggu Lampu Hijau Pusat, Sekolah Rakyat Permanen di Arjowinangun di Tahap Persiapan</title>
		<link>https://memontum.com/tunggu-lampu-hijau-pusat-sekolah-rakyat-permanen-di-arjowinangun-di-tahap-persiapan</link>
					<comments>https://memontum.com/tunggu-lampu-hijau-pusat-sekolah-rakyat-permanen-di-arjowinangun-di-tahap-persiapan#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Apr 2026 06:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Arjowinangun]]></category>
		<category><![CDATA[permanen]]></category>
		<category><![CDATA[persiapan]]></category>
		<category><![CDATA[pusat]]></category>
		<category><![CDATA[rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[tunggu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231504</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memastikan bahwa rencana pembangunan Sekolah Rakyat (SR) permanen, masih di tahap berproses. Saat ini, lokasi pembangunan pun dipastikan berpindah dari wilayah Buring ke Kelurahan Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang. Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Malang, Subkhan, mengatakan bahwa perubahan lokasi dilakukan setelah lahan sebelumnya, atau di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memastikan bahwa rencana pembangunan Sekolah Rakyat (SR) permanen, masih di tahap berproses. Saat ini, lokasi pembangunan pun dipastikan berpindah dari wilayah Buring ke Kelurahan Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang.</p>



<p>Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Malang, Subkhan, mengatakan bahwa perubahan lokasi dilakukan setelah lahan sebelumnya, atau di wilayah Buring, diketahui berstatus lahan hijau. Sehingga, lahan tersebut tidak dapat digunakan untuk pembangunan.</p>



<p>“Lahan yang kami tetapkan sekarang berada di Arjowinangun, tepatnya di Babatan. Itu sebagai pengganti lokasi di Buring karena statusnya lahan hijau,” jelas Subkhan, Selasa (07/04/2026) tadi.</p>



<p>Menurutnya, Pemkot Malang mencari alternatif lahan aset milik Pemda yang memiliki status legal, untuk pembangunan fasilitas pendidikan permanen. Hingga saat ini, progres pembangunan masih menunggu keputusan pemerintah pusat. Pasalnya, proyek Sekolah Rakyat merupakan program lintas kementerian yang seluruh pembangunannya menjadi kewenangan pusat.</p>



<p>“Kementerian PU yang membangun, Kemensos sebagai pengguna, sementara kurikulumnya diatur Kemendikdasmen. Jadi semuanya dari pusat, kami masih menunggu keputusan,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Untuk kepastian waktu pembangunan, pun belum dapat dipastikan, lantaran proposal awal yang diajukan sebelumnya masih menggunakan lokasi lama di Buring sehingga harus diperbarui. Meski begitu, program Sekolah Rakyat di Kota Malang sudah berjalan melalui fasilitas sementara yang berada di Politeknik Kota Malang (Poltekom).</p>



<p>“Kalau nanti sudah dibangun permanen di Arjowinangun, maka yang di Poltekom akan dipindahkan ke sana,” katanya.</p>



<p>Lebih lanjut dikatakannya, bahwa lahan baru di kawasan Arjowinangun memiliki luas sekitar 6,7 hektare, lebih kecil dibandingkan lahan Buring yang mencapai sekitar 8,9 hektare. Namun, dinilai memenuhi syarat pembangunan.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang, Donny Sandito, menyampaikan bahwa seluruh persyaratan administrasi pembangunan telah diajukan ke pemerintah pusat. “Semua persyaratan sudah kami ajukan. Yang jelas tahun ini masuk program, tetapi kapan mulai dibangun kami masih menunggu tahapan dari pusat,” ujar Donny.</p>



<p>Dirinya menyebut, Sekolah Rakyat permanen di Arjowinangun diproyeksikan mampu menampung hingga 1.000 siswa mulai jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/tunggu-lampu-hijau-pusat-sekolah-rakyat-permanen-di-arjowinangun-di-tahap-persiapan/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231504</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tinjau GPM di Arjowinangun, Wali Kota Malang Siapkan Gelaran hingga 20 Kali Sebelum Ramadan</title>
		<link>https://memontum.com/tinjau-gpm-di-arjowinangun-wali-kota-malang-siapkan-gelaran-hingga-20-kali-sebelum-ramadan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Feb 2026 04:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Arjowinangun]]></category>
		<category><![CDATA[gelaran]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[sebelum]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230204</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Halaman Kantor Keluraham Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Jumat (13/02/2026) tadi. Kegiatan itu, dipantau langsung Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang. Pria yang akrab disapa Wahyu, itu mengatakan bahwa gelaran GPM dilakukan untuk menjaga stabilitas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Halaman Kantor Keluraham Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Jumat (13/02/2026) tadi. Kegiatan itu, dipantau langsung Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang.</p>



<p>Pria yang akrab disapa Wahyu, itu mengatakan bahwa gelaran GPM dilakukan untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Ramadan. Dirinya juga memastikan, bahwa pelaksanaan GPM akan terus dilaksanakan selama 20 kali saat Puasa Ramadan dan akan tersebar di lima kecamatan.</p>



<p>&#8220;Jadi kita antisipasi sebelum Ramadan dan antisipasi H-3 sebelum Idul Fitri. Tujuannya, agar harga bahan pokok ini dapat terkendali. Kita akan melakukan GPM ini merata di lima kecamatan,&#8221; ujar Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Ditambahkannya, kenaikan harga bahan pokok menjelang Ramadan merupakan pola musiman yang terjadi hampir setiap tahun dan tidak hanya terjadi di Kota Malang. Namun, dirinya menilai jika kenaikannya tidak terlalu drastis.</p>



<p>&#8220;Memang naik, tapi tidak terlalu drastis. Ini tidak hanya di Kota Malang,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Selain faktor musiman, tambahnya, meningkatnya aktivitas ekonomi juga dipicu kembalinya mahasiswa ke Kota Malang setelah masa libur. Kondisi tersebut, turut mendorong kenaikan permintaan sejumlah bahan pokok.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Nah, maka saya akan mengadakan rapat dengan TPID untuk bisa memberikan satu rekomendasi, harga bahan pokok mana yang harus kita intervensi,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan, menyampaikan bahwa ada 10 komoditi yang dijualkan dalam GPM tersebut. Diantaranya, beras, gula, minyak goreng premium, minyak kita, telur ayam, daging ayam, daging sapi, cabai rawit, cabai besar, bawang merah dan bawang putih.</p>



<p>&#8220;Untuk selisih harga komoditi yang dijualkan itu Rp 2 ribu sampai dengan Rp 10 ribu dibandingkan harga pasar,&#8221; kata Slamet.</p>



<p>Sementara itu, salah satu warga Bumiayu, Lustia, mengaku terbantu dengan adanya GPM. Dirinya yang membeli telur seharga Rp 28 ribu perkilogram, lebih murah dibanding harga pasar yang mencapai Rp 29 ribu hingga Rp 30 ribu.</p>



<p>“Lumayan membantu, lebih ringan,” lanjutnya.</p>



<p>Selain itu, dirinya juga membeli Minyakita karena di sejumlah toko sulit ditemukan dan harganya lebih tinggi. Dirinya sendiri mengetahui informasi pelaksanaan GPM dari grup RT di lingkungannya.</p>



<p>“Harapannya kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan, karena lebih murah dan membantu warga,” imbuh Lustia. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230204</post-id>	</item>
		<item>
		<title>DLH Kota Malang Dorong 10 RW Masuk Proklim, Targetkan Arjowinangun Capai Kelas Lestari 2026</title>
		<link>https://memontum.com/dlh-kota-malang-dorong-10-rw-masuk-proklim-targetkan-arjowinangun-capai-kelas-lestari-2026</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Oct 2025 06:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Arjowinangun]]></category>
		<category><![CDATA[dorong]]></category>
		<category><![CDATA[lestari]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Proklim]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<category><![CDATA[targetkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227057</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang tengah mempersiapkan 10 RW untuk mengikuti Program Kampung Iklim (Proklim) di tahun 2025 dan 2026. Program tersebut, merupakan upaya Nasional pengendalian perubahan iklim berbasis masyarakat yang dinilai langsung oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Kepala Bidang (Kabid) Tata Lingkungan DLH Kota Malang, Tri Santoso, menyampaikan bahwa lima [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang tengah mempersiapkan 10 RW untuk mengikuti Program Kampung Iklim (Proklim) di tahun 2025 dan 2026. Program tersebut, merupakan upaya Nasional pengendalian perubahan iklim berbasis masyarakat yang dinilai langsung oleh Kementerian Lingkungan Hidup.</p>



<p>Kepala Bidang (Kabid) Tata Lingkungan DLH Kota Malang, Tri Santoso, menyampaikan bahwa lima RW yang akan diajukan untuk Proklim Utama, diantaranya adalah di RW 02 Kelurahan Arjosari, RW 03 Kelurahan Kotalama, RW 13 Kelurahan Madyopuro, RW 02 dan RW 09 Kelurahan Arjowinangun. Untuk di RW 5 Arjowinangun, disiapkan menuju kelas Lestari, level tertinggi dalam Proklim setelah kelas Pratama, Madya dan Utama.</p>



<p>&#8220;Sebenarnya ada beberapa kandidat kami untuk menuju Lestari. Namun untuk prosesnya, itu tidak bisa dilakukan dalam satu atau dua tahun. Ini butuh waktu dan tahapan panjang. Sehingga, saat ini baru satu RW yang kami uji coba, sambil melihat progresnya karena kandidat lain juga sedang kami persiapkan. Setiap kali ada kegiatan ke kampung Proklim di RW 5 Arjowinangun, antusiasmenya luar biasa,&#8221; ujar Trisan-sapaannya, Jumat (24/10/2025) tadi.</p>



<p>Dikatakannya, bahwa untuk naik ke kelas Lestari, sebuah wilayah harus meraih kelas Utama setelah 3 tahun, kemudian baru bisa dinaikkan ke Lestari. Dengan memiliki 10 kampung binaan. Dalam hal ini, DLH Kota Malang terus mendampingi mulai dari tahap administrasi, pengisian data daring, hingga pendokumentasian kegiatan seperti kerja bakti, pengelolaan sampah dan urban farming.</p>



<p>&#8220;Bahkan kami menyediakan tenaga untuk pengisian form onlinenya. Kemudian kami membantu mengarahkan apa yang kurang tepat, misalnya pendokumentasiannya kurang, seperti itu,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Selain itu, DLH Kota Malang juga mendorong inovasi berjenjang melalui Kampung Bersinar (Bersih dan Asri) di tingkat kota. Kemudian, Berseri di tingkat provinsi, hingga Proklim di tingkat nasional. Saat ini, Kota Malang memiliki sekitar 25 hingga 30 RW yang sudah masuk level Proklim, dengan satu kandidat disiapkan menuju Lestari 2026.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Proklim ini bukan sulapan atau lomba sesaat. Mereka bergerak bertahun-tahun, bahkan sejak 2020 sudah aktif di program Bersinar. Untuk penilaian proklim itu ada tiga indikator, ada adaptasi, mitigasi dan kelembagaan,&#8221; katanya.</p>



<p>Selain manfaat lingkungan, program ini menurutnya juga menciptakan ekonomi sirkular di masyarakat. Yakni melalui pengelolaan bank sampah, produk minuman lokal seperti bunga telang dan kerajinan berbahan daur ulang.</p>



<p>DLH berharap, Proklim menjadi gerakan sosial lintas generasi.</p>



<p>&#8220;Ini soal perubahan mindset. Kami ingin konservasi dan pengelolaan lingkungan menjadi gaya hidup warga, sejalan dengan semangat Ngalam Seger dan Ngalam Rijik,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Lebih lanjut, dalam mendukung Proklim di Kota Malang menurutnya juga datang dari Forum CSR, perguruan tinggi, serta pelaku usaha seperti hotel yang menyalurkan bantuan. Untuk bentuk bantuannya disebutkan tidak berupa uang, melainkan fasilitasi alat, pendampingan dan program pemberdayaan masyarakat sesuai dengan kebutuhan warga.</p>



<p>&#8220;Jadi masyarakat sendiri yang cerita apa yang mereka butuhkan ke pihak CSR tersebut. Seperti, kemarin kami dihubungi oleh salah satu hotel yang kemudian pihak hotel itu kami ajak survei ke lapangan langsung, melihat sendiri dan akhirnya menyanggupi untuk memberikan CSR mereka untuk kampung Proklim,&#8221; imbuh Trisan.</p>



<p>Sebagai informasi, untuk lima RW menuju Utama di tahun 2026 diantaranya RW 11 Kelurahan Merjosari, RW 06 Balearjosari, RW 01 Tunjungsekar, RW 13 Pandanwangi dan RW 06 Karangbesuki. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227057</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gelontor 5 Ton Beras SPHP, Pemkot Malang Gelar Operasi Pasar Murah di Kelurahan Arjowinangun</title>
		<link>https://memontum.com/gelontor-5-ton-beras-sphp-pemkot-malang-gelar-operasi-pasar-murah-di-kelurahan-arjowinangun</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Mar 2024 04:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Arjowinangun]]></category>
		<category><![CDATA[gelontor]]></category>
		<category><![CDATA[Kelurahan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Operasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=207714</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TIPD) Kota Malang, bersama dengan Perusahaan Umum Badan Usaha Logistik (Perum Bulog) Malang, menggelar operasi pasar murah, di Kelurahan Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Selasa (26/03/2024) pagi. Pada operasi pasar tersebut, digelontorkan sebanyak 5 ton beras SPHP dengan harga di bawah Harga Eceran [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TIPD) Kota Malang, bersama dengan Perusahaan Umum Badan Usaha Logistik (Perum Bulog) Malang, menggelar operasi pasar murah, di Kelurahan Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Selasa (26/03/2024) pagi. Pada operasi pasar tersebut, digelontorkan sebanyak 5 ton beras SPHP dengan harga di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yakni Rp 51 ribu per 5 kgnya.</p>



<p>Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa operasi pasar murah itu terus dilakukan guna untuk menekan harga beras. Karena saat ini harga beras masih melambung tinggi dan beras memang menjadi kebutuhan utama masyarakat.</p>



<p>“Memang harga beras sampai saat ini masih tinggi dan itu sangat terasa di masyarakat. Namun karena ada program pemerintah yang menjual beras dengan harga murah, mereka sudah bersyukur sekali. Walaupun per orang hanya bisa membeli 2 sak atau 10 kg saja,” kata Pj Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Menjelang perayaan Idul Fitri 2024 ini, ujarnya, operasi pasar murah tersebut akan terus digelar di beberapa kelurahan lainnya yang ada di Kota Malang. Sehingga, diharapkan dapat membantu masyarakat agar mendapatkan harga pangan yang terjangkau.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Kita lihat kelurahan mana yang harga pangannya masih bergejolak, semakin mendekati Hari Raya Idul Fitri tentu akan terus kita sediakan. Mudah-mudahan operasi pasar murah ini bisa secara merata dinikmati oleh masyarakat Kota Malang,” tambahnya.</p>



<p>Disamping itu, Pj Wali Kota Wahyu juga menyampaikan bahwa stok pangan di Kota Malang masih terjamin dan aman hingga 3 bulan ke depan. Diharapkan, masyarakat tidak mengalami panik buying atau belanja berlebihan.</p>



<p>“Kita sampai saat ini stok pangan masih terjamin dan aman sampai dengan 3 bulan ke depan. Jadi kita tidak sampai kesulitan. Jangan khawatir, hanya bagaimana kita menekan harga saja agar bisa terjangkau oleh masyarakat,” ucapnya.</p>



<p>Di akhir, Wahyu juga menyampaikan bahwa Kota Malang telah mempunyai Satgas Pangan yang siap turun tangan, apabila terdapat indikasi pembeli yang menimbun bahan pangan tersebut. Namun, hingga saat ini tidak ada kecurigaan yang ditemukan. <strong>(pro/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">207714</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wacana Pembangunan Pasar Terpadu di Arjowinangun, Komisi B DPRD Kota Malang Minta Kajian Detail</title>
		<link>https://memontum.com/wacana-pembangunan-pasar-terpadu-di-arjowinangun-komisi-b-dprd-kota-malang-minta-kajian-detail</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Jan 2024 09:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Arjowinangun]]></category>
		<category><![CDATA[detail]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pembangunan]]></category>
		<category><![CDATA[terpadu]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=204258</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Rencana pembangunan Pasar Terpadu di Kelurahan Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang, mendapat sorotan dari Sekretaris Komisi B DPRD Kota Malang, Arief Wahyudi. Dirinya meminta, agar dalam pembangunan tersebut dilakukan kajian mendetail terkait tujuan dan dampak pembangunan pasar. “Tentunya penting dilakukan kajian dari segi sosial, terutama dalam menilai kesiapan pedagang untuk menempati Pasar Terpadu. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Rencana pembangunan Pasar Terpadu di Kelurahan Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang, mendapat sorotan dari Sekretaris Komisi B DPRD Kota Malang, Arief Wahyudi. Dirinya meminta, agar dalam pembangunan tersebut dilakukan kajian mendetail terkait tujuan dan dampak pembangunan pasar.</p>



<p>“Tentunya penting dilakukan kajian dari segi sosial, terutama dalam menilai kesiapan pedagang untuk menempati Pasar Terpadu. Terutama dengan komunikasi yang kuat bersama seluruh stakeholder, terutama juga pedagang dan harus dilakukan secara detil,” kata Arief, Selasa (09/01/2024) tadi.</p>



<p>Menurutnya, di wilayah timur Kota Malang, juga terdapat dua proyek yang pemanfataannya masih belum optimal. Yakni, Terminal Hamid Rusdi dan Gedung Islamic Center.</p>



<p>“Agar nantinya pembangunan Pasar Terpadu tidak seperti ke dua proyek itu, maka kami meminta Pemkot Malang benar-benar melakukan kajian terlebih dahulu sebelum wacana itu disampaikan kepada masyarakat,” tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkan Arief, jika pembangunan Pasar Terpadu itu hanya untuk merelokasi Pedagang Kaki Lima (PKL), itu menurutnya tidak sesuai. Sebab, PKL cenderung mendatangi pusat keramaian, termasuk ruas jalan sekitar pasar.</p>



<p>&#8220;Lebih tepat jika rencana ini dimaksudkan untuk memfasilitasi PKL agar memiliki tempat berjualan yang tetap, tanpa harus berpindah-pindah. Namun, jika ingin mengubah PKL menjadi pedagang pasar, diperlukan piranti hukum dan penegakan yang tegas,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Selain itu, wacana tersebut menurutnya dapat disebut urgent jika dimaksudkan untuk mengurai kemacetan. Terutama, pada ruas jalan di tengah Kota Malang yang saat ini masih sering dilalui oleh kendaraan dengan muatan tonase besar.</p>



<p>“Sangat dibutuhkan (untuk terminal barang), sehingga masuk ke kota dengan kendaraan kecil. Dampak positifnya disamping untuk peningkatan perekonomian juga mengurangi keruwetan lalu lintas di jalan jalan Kota Malang,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">204258</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Disela Kedinasan ke Kemenko Polhukam, Wali Kota Malang Berikan Empati terkait Perkembangan Kesehatan Warga Arjowinangun</title>
		<link>https://memontum.com/disela-kedinasan-ke-kemenko-polhukam-wali-kota-malang-berikan-empati-terkait-perkembangan-kesehatan-warga-arjowinangun</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Dec 2021 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Arjowinangun]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenko Polhukam]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Sutiaji]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=159730</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang tanggap merespons informasi tentang situasi kesehatan salah satu warga Kelurahan Arjowinangun, atas nama Joko Santoso, usai menjalani vaksinasi awal September lalu, yang kemudian mengemuka dalam postingan pada salah satu platform media sosial awal pekan ini. Wali Kota Malang, Sutiaji, menyampaikan bahwa pihaknya senantiasa berempati terhadap situasi yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang tanggap merespons informasi tentang situasi kesehatan salah satu warga Kelurahan Arjowinangun, atas nama Joko Santoso, usai menjalani vaksinasi awal September lalu, yang kemudian mengemuka dalam postingan pada salah satu platform media sosial awal pekan ini.</p>



<p>Wali Kota Malang, Sutiaji, menyampaikan bahwa pihaknya senantiasa berempati terhadap situasi yang dialami Joko Santoso, yang mengalami gangguan kesehatan mata (gangguan penglihatan). “Insyaallah akan terus saya dimonitor. Semoga Allah SWT segera memberikan kesembuhan. Aamiin ya Rabb,” demikian doa dan respons Wali Kota Sutiaji, saat dikonfirmasi di tengah pelaksanaan tugas kedinasan di Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam), Rabu (02/12/2021).</p>



<p>Sutiaji menjelaskan, Pemkot Malang bersama sejumlah pihak telah melakukan upaya pendampingan dan menyampaikan bantuan demi meringankan beban ekonomi Joko Santoso dan keluarga.</p>



<p>Bahkan, Camat Kedungkandang, Prayitno, juga melaporkan, pada September telah disampaikan lima skema bantuan. Mulai dari bantuan dana dari warga yang dikoordinir Rt/Rw pada 4 September 2021, pengurusan BPJS dan KIS serta pendampingan ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) oleh Kelurahan Arjowinangun dan Puskesmas Arjowinangun pada 6 September 2021, pemeriksaan lanjutan pada 14 September 2021, bantuan sembako dan donasi kelurahan pada 15 September 2021 dan bantuan biaya pengobatan pada 23 September 2021.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-malang-perketat-pengawasan-wfh-asn-mulai-jumat-laporan-wajib-disetor-tiap-opd">Pemkot Malang Perketat Pengawasan WFH ASN Mulai Jumat, Laporan Wajib Disetor Tiap OPD</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kepala-bgn-resmikan-sppg-di-jember-targetkan-800-ribu-penerima-program-mbg">Kepala BGN Resmikan SPPG di Jember, Targetkan 800 Ribu Penerima Program MBG</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dlh-kota-malang-siapkan-skema-jemput-sampah-dari-rumah-guna-atasi-kekurangan-tps">DLH Kota Malang Siapkan Skema Jemput Sampah dari Rumah Guna Atasi Kekurangan TPS</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jalin-kerja-sama-dengan-pt-rwm-bupati-rusdi-targetkan-tak-ada-timbulan-sampah-di-tpa-pasuruan">Jalin Kerja Sama dengan PT RWM, Bupati Rusdi Targetkan Tak Ada Timbulan Sampah di TPA Pasuruan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/manfaatkan-lantai-ii-pasar-sawojajar-direncanakan-jadi-sentra-kuliner">Manfaatkan Lantai II, Pasar Sawojajar Direncanakan Jadi Sentra Kuliner</a></li>
</ul>


<p>Perhatian juga kembali disampaikan pada Oktober 2021 dalam bentuk sembako dari Dinas Sosial P3AP2KB dan bantuan dana dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Malang pada 11 Oktober 2021. Selain itu, mengalir pula kepedulian dari seorang dermawan atas nama Abdul Wahid (anggota Komisi D DPRD Kota Malang).</p>



<p>“Kami bersama lurah, petugas Puskesos dan PSM Arjowinangun juga sudah memproses bantuan dalam skema DTKS dan BPNTD pada minggu kedua November,” tambah Prayitno setelah kunjungan silaturahmi ke rumah Joko Santoso, Rabu (02/12/2021).</p>



<p>Bersama jajaran terkait, dirinya menegaskan, siap menerjemahkan arahan Wali Kota Malang untuk terus memantau dan mendampingi upaya pemulihan kondisi kesehatan Joko Santoso. “Intinya, kami sudah dan terus berproses perhatian kepada warga,” papar Prayitno. <strong>(hms/mus/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159730</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tinjau Daerah Rawan Banjir Arjowinangun, Wali Kota Malang Temukan Masalah di Irigasi</title>
		<link>https://memontum.com/tinjau-daerah-rawan-banjir-arjowinangun-wali-kota-malang-temukan-masalah-di-irigasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Jan 2021 13:28:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Arjowinangun]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Irigasi]]></category>
		<category><![CDATA[sidak]]></category>
		<category><![CDATA[sutiaji]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=132035</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Sutiaji, kembali menyisir daerah rawan banjir, Rabu (13/01) tadi. Bersama Kepala DPUPRPKP (Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman), Hadi Santoso, lokasi yang dijujug adalah Jalan Mayjen Sungkono, Kelurahan Arjowinangun Kecamatan Kedungkandang. Usai meninjau, Sutiaji memaparkan bahwa ada permasalahan pada irigasi. &#8220;Irigasinya di sini ternyata oleh [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Sutiaji, kembali menyisir daerah rawan banjir, Rabu (13/01) tadi. Bersama Kepala DPUPRPKP (Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman), Hadi Santoso, lokasi yang dijujug adalah Jalan Mayjen Sungkono, Kelurahan Arjowinangun Kecamatan Kedungkandang.</p>



<p>Usai meninjau, Sutiaji memaparkan bahwa ada permasalahan pada irigasi. &#8220;Irigasinya di sini ternyata oleh pengembang dibelokkan aliran airnya. Jadi, dari Utara harus belok dahulu, terus belok lagi. Sehingga, mengakibatkan luapan dan akhirnya terhambat,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Oleh karena itu, Sutiaji meminta, irigasi kembali diluruskan. Berkaitan dengan itu, Kepala DPUPRPKP (Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman), Hadi Santoso, menambahkan. &#8220;Itu kan saluran irigasi dari utara ke selatan. Satu-satunya jaringan irigasi yang mengairi persawahan yang ada di Bululawang dan Kretek,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Karena merupakan saluran irigasi, pasti kondisi air berubah-ubah pada jam tertentu. &#8220;Jam 9-11 pagi, posisi air tinggi. Nanti jam 11 sampai 3 sore, airnya kosong. Dan di jam 3 sore hingga 7 malam pasti penuh lagi, karena jamnya mengairi,&#8221; terangnya.</p>



<p>Menurutnya sedimen yang ada di daerah tersebut tidak mungkin dikeruk, pasalnya itu adalah saluran pembawa atau saluran irigasi. &#8220;Saluran pembawa tidak boleh terkena limbah, makanya dasarnya saluran pasti sama dengan 0 jalan, atau sejajar. Beda dengan drainase, dasarnya saluran pasti dibawah,&#8221; tandasnya.</p>



<p>Soni pun berharap adanya kolaborasi dari Pemerintah dan warga sekitar untuk menjalankan solusi yang efektif dan tepat guna bagi permasalahan di daerah Arjowinangun ini. <strong>(cw1/ed2)</strong></p>



<p></p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">132035</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Warga Arjowinangun Gagalkan Aksi Begal</title>
		<link>https://memontum.com/warga-arjowinangun-gagalkan-aksi-begal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Nov 2020 15:16:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Arjowinangun]]></category>
		<category><![CDATA[Begal]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Rel KA Comboran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=127663</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Empat begal yang beraksi di Jl Sartono SH, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Sabtu (14/11/2020) pukul 23.10 WIB, gagal total. Hal itu setelah korbannya diketahui bernama Marten (33) waega Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, berhasil melakukan perlawanan. Informasi Memontum.com bahwa malam itu korban mengendarai motornya sepulang kerja. Namun saat melintasi kawasan dekat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Empat begal yang beraksi di Jl Sartono SH, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Sabtu (14/11/2020) pukul 23.10 WIB, gagal total. Hal itu setelah korbannya diketahui bernama Marten (33) waega Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, berhasil melakukan perlawanan.</p>
<p>Informasi Memontum.com bahwa malam itu korban mengendarai motornya sepulang kerja. Namun saat melintasi kawasan dekat rel KA Comboran, dihadang oleh dua pelaku mengendarai motor.</p>
<p>Dengan memasang wajah garang, pelaku kemudian turun dari motornya mendatangi korban. Mereka meminta agar korban menyerahkan kunci motornya. Terang saja korban tidak mau menyerahkan kontak motornya hingga pelaku langsung memukul pelipis mata kanan korban. &#8220;Suami saya langsung dipukul oleh pelaku. Pukulannya sebanyak tiga kali,&#8221; ujar Intan, istri korban.</p>
<p>Meskipun sendiri, namun korban berani melakukan perlawanan. &#8220;Sempat datang dua orang lainnya, ternyata teman pelaku. Ada empat pelaku begal,&#8221; ujar Intan.</p>
<p>Korban melakukan perlawanan menghadapi ke empat begal tersebut. Tak lama kemudian, muncul warga sekitar untuk memberikan pertolongan.</p>
<p>Saat itulah para pelaku langsung kabur. Meskipun selamat dari aksi pembegalan ini, namun korban alami luka robek pada pelipisnya dan nyeri pada bagian perut. Kejadian ini sempat diposting di media sosial Facebook dan langsung viral.<strong> (gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">127663</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mr X Membusuk di Sungai Brantas Arjowinangun</title>
		<link>https://memontum.com/mr-x-membusuk-di-sungai-brantas-arjowinangun</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Aug 2018 14:22:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Arjowinangun]]></category>
		<category><![CDATA[Mr X]]></category>
		<category><![CDATA[Penemuan Mayat]]></category>
		<category><![CDATA[Polsekta Kedungkandang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/51022-mr-x-membusuk-di-sungai-brantas-arjowinangun</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sesosok mayat laki-laki tanpa identitas ditemukan dalam kondisi membusuk di Sungai Brantas Dusun Wonorejo, Kelurahan Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Kamis (9/8/2018) sekitar pukul 12.30. Sama sekali tidak ditemukan identitas yang melekat pada tubuhnya hingga berstatus Mr X. Adapun diperkirakan berumur 25 tahun hingga 30 tahun. Informasi Memo bahwa siang itu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Sesosok mayat laki-laki tanpa identitas ditemukan dalam kondisi membusuk di Sungai Brantas Dusun Wonorejo, Kelurahan Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Kamis (9/8/2018) sekitar pukul 12.30.  Sama sekali tidak ditemukan identitas yang melekat pada tubuhnya hingga berstatus Mr X. Adapun diperkirakan berumur 25 tahun hingga 30 tahun.</p>
<p>Informasi Memo bahwa siang itu Eren Yudha (15) dan Indra (34)warga Jl Binor Gang VIII, Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, sedang memancing ikan di sekitar lokasi. Saat itu pandangan Eren mengarah ke tubuh korban yang mengapung dalam kondisi tertelungkup.</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/hukrim.memontum.com/wp-content/uploads/sites/2/2018/08/IMG-20180809-WA0212-copy.jpg?resize=650%2C450&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="450" class="aligncenter size-full wp-image-18220" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Semula Eren.mengiranya bantal guling. Namun setelah diamati terlihat seperti pantat manusia. &#8221; Saya lihat ternyata mayat,&#8221; ujar Eren. Melihat hal itu Eren akhirnya memberutahukan Indra, pamannya. </p>
<p>Penemuan itu akhirnya membuat heboh warga sekitar hingga berdatangan ke lokasi. Kejadian ini selanjutnya dilaporkan ke Polsekta Kedungkandang. Bahkan saat itu Kapolsekta Kedungkandang Kompol Suko Wahyudi SH bersama anggitanya segera datang ke lokasi untuk melakukan penyelidikan. </p>
<p>Bersama Kompol Suko bersama tim Relawan kemudian mengevakuasi jenazah korban untuk dibawa ke kamar mayat RSSA Malang untuk di otopsi. Adapun ciri-ciri Mr X diantaranya diperkirakan unur 25 sampai 30 tahun, kulit sawo matang , rambut bergelombang , memakai kaos Singlet warna coklat bertuliskan Adidas dan memakai celana kolor bergaris garia putih. </p>
<p>&#8221; Jika ada warga yang kehilangan keluarganya supaya datang ke kamar mayat RSSA.Malang untuk melakukan pengecekan. Kondisinya sudah membusuk siperkirakan sudah 3 hari di dalam.air. untuk sementara tidak sitemukan tanda-tanda kekerasan,&#8221; ujar Kompol Suko Wahyudi. <strong>(gie/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">51022</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
