<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Covid Hunter &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/covid-hunter/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 22 Feb 2021 13:45:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Covid Hunter &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Antisipasi Klaster Keluarga, Enam Pasien Covid-19 Dijemput Tim Covid Hunter</title>
		<link>https://memontum.com/antisipasi-klaster-keluarga-enam-pasien-covid-19-dijemput-tim-covid-hunter</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Feb 2021 13:45:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Covid Hunter]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Polresta Malang Kota]]></category>
		<category><![CDATA[Prokes]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=135172</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dalam waktu sehari, sebanyak 6 pasien Covid-19 dijemput oleh tim Covid Hunter Polresta Malang Kota, Senin (22/2/2021) pukul 09.00 WIB. Tentunya penjemputan ini supaya para pasien segera mendapatkan perawatan dan untuk mengantisipasi terjadinya klaster keluarga. Mereka adalah warga yang dinyatakan positif Covid-19, namun melakukan isolasi mandiri di rumah. Para pasien kemudian [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="https://memontum.com/tag/kota-malang">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Dalam waktu sehari, sebanyak 6 pasien Covid-19 dijemput oleh tim Covid Hunter Polresta Malang Kota, Senin (22/2/2021) pukul 09.00 WIB.</p>



<p>Tentunya penjemputan ini supaya para pasien segera mendapatkan perawatan dan untuk mengantisipasi terjadinya klaster keluarga.</p>



<p>Mereka adalah warga yang dinyatakan positif Covid-19, namun melakukan isolasi mandiri di rumah. Para pasien kemudian dibawa untuk jalani karantina di dua lokasi yakni rumah Lapangan Ijen Boulevard dan safe house Jl Kawi, Kecamatan Klojen, Kota Malang.</p>



<p><strong>Baca: <a href="https://memontum.com/135103-bongkar-toko-sepeda-maling-curi-uang-rp-22-juta">Bongkar Toko Sepeda, Maling Curi Uang Rp 22 Juta</a></strong></p>



<p>Informasi Memontum.com bahwa penjemputan dimulai pukul 09.00, tim Covid Hunter Polresta Malang Kota, anggota Kodim 0833, Satpol PP dan Dinkes Kota Malang bergerak menuju rumah pasien Covid-19, yang melaksanakan isolasi mandiri.</p>



<p>Mereka mendatangi rumah TAW (52). Perempuan yang berprofesi sebagai guru ini dijemput di rumahnya di kawasan Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.</p>



<p>Petugas juga menjemput MS (27) juga warga Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru. Keduanya kemudian dibawa ke RS Ijen Boulevard.</p>



<p>Penjemputan selanjutnya di rumah DI (23) di kawasan Jl Janti, Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang.</p>



<p>Dia kemudian dibawa ke safe house Jl Kawi. Pasein ke empat adalah MM (56) warga Jl Ijen Nirwana, Kecamatan Klojen untuk dibawa ke safe house Jl Kawi.</p>



<p>Selanjutnya petugas menjemput SC (54) dan SS (67) keduanya warga Jl Kelengkeng, Kelurahan Bareng, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Keduanya juga dibawa ke safe house Jl Kawi.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://memontum.com/135084-nekat-curi-motor-pengamen-jalanan-diringkus-polisi">Nekat Curi Motor, Pengamen Jalanan Diringkus Polisi</a></strong></p>



<p>Kasubag Humas Polresta Malang Kota, Iptu Marhaeni mengatakan bahwa penjemputan pasien Covid-19 ini untuk antiaipasi terjadinya klaster keluarga.</p>



<p>&#8220;Mereka menjalani isolasi mandiri. Mereka kami jemput untuk menjalani isolasi di safe house Jl Kawi dan RS Lapangan Ijen Boulevard. Kami imbau kepada masyarakat supaya tetap mematuhi protokol kesehatan. Selalu menjaga 5 M yakni selalu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas,&#8221; ujar Iptu Marhaeni. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">135172</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Antisipasi Klaster Keluarga, Dua Pasien Covid-19 Dijemput Tim Covid Hunter Polresta Makota</title>
		<link>https://memontum.com/antisipasi-klaster-keluarga-dua-pasien-covid-19-dijemput-tim-covid-hunter-polresta-makota</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Dec 2020 15:19:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Covid Hunter]]></category>
		<category><![CDATA[Klaster Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Polresta Malang Kota]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=129571</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Tim Covid Hunter Polresta Malang Kota, Jumat (11/12/2020) pukul 12.45 WIB melakukan penjemputan dua pasien Covid-19 isolasi mandiri. Kedua pasien yang memakukan isolasi mandiri di rumah ini dijemput petugas untuk dibawa Rumah Isolasi Pemkot Malang (Safe house), Jl. Kawi No. 41 Kelurahan Bareng Kecamatan Klojen, Kota Malang. Penjemputan ini dilakukan agar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Tim Covid Hunter Polresta Malang Kota, Jumat (11/12/2020) pukul 12.45 WIB melakukan penjemputan dua pasien Covid-19 isolasi mandiri.</p>
<p>Kedua pasien yang memakukan isolasi mandiri di rumah ini dijemput petugas untuk dibawa Rumah Isolasi Pemkot Malang (Safe house), Jl. Kawi No. 41 Kelurahan Bareng Kecamatan Klojen, Kota Malang.</p>
<p>Penjemputan ini dilakukan agar tidak terjadi klaster keluarga. Keduanya adalah HN (38) warga Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen, Kota Malang dan NN(44) warga Kelurahan Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.</p>
<p>Kasubag Humas Polresta Malang Kota Iptu Marhaeni mengatakan bahwa penjemputan ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya klaster keluarga.</p>
<p>&#8220;Satu laki-laki dan satu perempuan. Mereka sebelumnya melakukan isolasi mandiri di rumah untuk dibawa ke safe house Jl Kawi,&#8221; ujar Iptu Marhaeni.</p>
<p>Sebelum penjemputan, pihak Polsek melalui Bhabinkamtibmas telah memberitahukan kepada pasien agar melakukan isolasi di safe house.</p>
<p>&#8220;Kami telah memberikan imbauan kepada yang bersangkutan untuk tidak melaksanakan isolasi mandiri di rumah. Karena resiko untuk menularkan Covid-19 kepada orang lain sangatlah tinggi. Kami meminta mereka untuk melaksanakan isolasi di Rumah Isolasi Jalan Kawi. Setelah keduanya berkenan langsung kami lakukan penjemputan,&#8221; ujar Iptu Marhaeni.</p>
<p>Pihaknya juga mengatakan bahwa kedua pasien ini merasa senang untuk dibawa ke rumah isolasi safe house Jl Kawi.<br />
&#8220;Salah satu penuturan pasien metasa senang karena nantinya akan mendapatkan treatment dari tenaga kesehatan di rumah isolasi,&#8221; ujar Iptu Marhaeni.</p>
<p>Iptu Marhaeni mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan. &#8220;Selalu patuhi protokol kesehatan. Selalu memakai masker, jaga jarak, cuci tangan dengan sabun dan selalu hindari kerumunan,&#8221; ujar Iptu Marhaeni.<strong> (gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">129571</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Covid Hunter Jatim Rapid Tes 528 Warga Bangkalan, 79 Reaktif, 19 Positif</title>
		<link>https://memontum.com/covid-hunter-jatim-rapid-tes-528-warga-bangkalan-79-reaktif-19-positif</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Jun 2020 12:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Covid Hunter]]></category>
		<category><![CDATA[Positif Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[Rapid Tes]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=116026</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Bangkalan &#8211; Rapid tes massal yang dilakukan oleh Covid Hunter Pemprov Jatim di seluruh wilayah Bangkalan usai. Sebanyak 19 pasien positif Covid-19 baru ditemukan oleh petugas. Hal ini disampaikan oleh Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 sekaligus Kepala Diskominfo Bangkalan, Agus Sugianto Zein. Ia mengatakan, terdapat penambahan 19 pasien positif yang akan menjadi tambahan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Bangkalan</strong> &#8211; Rapid tes massal yang dilakukan oleh Covid Hunter Pemprov Jatim di seluruh wilayah Bangkalan usai. Sebanyak 19 pasien positif Covid-19 baru ditemukan oleh petugas. </p>
<p>Hal ini disampaikan oleh Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 sekaligus Kepala Diskominfo Bangkalan, Agus Sugianto Zein. Ia mengatakan, terdapat penambahan 19 pasien positif yang akan menjadi tambahan baru hari ini. </p>
<p>&#8220;Untuk hasil dari rapid tes massal ada 19 pasien positif yang ditemukan,&#8221; ucapnya, Selasa (9/6/2020). </p>
<p>Ia mengatakan, total dari rapid tes yakni 528 orang dengan 456 non reaktif dan 72 reaktif. Dari 72 reaktif ini, sebanyak 69 orang di lakukan swab PCR dan hasilnya 19 orang dinyatakan positif. </p>
<p>&#8220;Dari data tersebut masih ada 25 spesimen hasilnya belum keluar karena baru diperiksa kemarin dari kecamatan Kamal,&#8221; tambahnya. </p>
<p>Dengan begitu, Bangkalan perhari ini akan mendapatkan tambahan 19 orang. Sehingga, jumlah pasien positif 79 kemarin bertambah menjadi 94 orang setelah ditambahkan dari hasil positif swab tes massal tersebut.  </p>
<p>&#8220;Ya, penambahan itu akan dirilis hari ini,&#8221; pungkasnya. <strong>(isn/nhs/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">116026</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tim Covid Hunter Jatim Rapid Tes Ratusan Warga Bangkalan, 61 Reaktif</title>
		<link>https://memontum.com/tim-covid-hunter-jatim-rapid-tes-ratusan-warga-bangkalan-61-reaktif</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Jun 2020 02:58:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Covid Hunter]]></category>
		<category><![CDATA[Rapid Tes]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/115830-tim-covid-hunter-jatim-rapid-tes-ratusan-warga-bangkalan-61-reaktif</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Bangkalan &#8211; Bertambahnya jumlah terinfeksi Covid-19 di Bangkalan membuat pemerintah terus bergerak untuk melakukan screening. Terbaru, tim Covid Hunter Pemprov Jatim datang ke Bangkalan untuk melakukan rapid tes massal pada 358 data tracing dan hingga siang ini ditemukan 61 orang reaktif. Kepala Diskominfo Bangkalan sekaligus humas satgas Covid-19, Agus Sugianto Zein mengatakan, hingga siang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Bangkalan </strong>&#8211; Bertambahnya jumlah terinfeksi Covid-19 di Bangkalan membuat pemerintah terus bergerak untuk melakukan screening. Terbaru, tim Covid Hunter Pemprov Jatim datang ke Bangkalan untuk melakukan rapid tes massal pada 358 data tracing dan hingga siang ini ditemukan 61 orang reaktif.</p>
<p>Kepala Diskominfo Bangkalan sekaligus humas satgas Covid-19, Agus Sugianto Zein mengatakan, hingga siang ini terdapat 61 orang reaktif dari tes rapid tersebut. Namun, hasil tersebut belum keseluruhan sebab beberapa rapid tes masih menunggu hasil final.</p>
<p>&#8220;Belum selesai keseluruhan. Sementara hingga siang tadi ada 61 orang reaktif. Sisanya kami masih menunggu, nanti malam kami rilis,&#8221; ucapnya, Minggu (7/6/2020).</p>
<p>Sebelumnya, Bupati Bangkalan sekaligus ketua satgas percepatan penanganan Covid-19 mengatakan, seluruh warga yang pernah melakukan kontak langsung dengan pasien Covif-19 akan dilakukan rapid tes. Tes massal ini akan dilakukan secara bertahap di seluruh tempat dalam waktu 3 hari.</p>
<p>&#8220;Ini hasil Vidcon dengan bu Gubernur, kemarin saya sampaikan bahwa hasil swab sebanyak 87 belum keluar. Maka, beliau mengirimkan tim dari Dinkes Pemprov yakni Covid Hunter untuk melakukan tes massal pada seluruh data tracing,&#8221; ucapnya, Jumat (5/6/2020).</p>
<p>Ia mengatakan, tes massal ini dilakukan di 3 titik yakni kecamatan Bangkalan, Kecamatan Tanah Merah dan juga Kecamatan Sepulu. Dari 3 titik ini akan mengcover kecamatan lain yang ada disekitarnya.</p>
<p>&#8220;Untuk hari pertama ada 33 orang yang dilakukan tes, hari kedua tes di Tanah Merah dan hari ketiga Sepulu,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Pria berkacamata ini mengatakan dari tes massal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi agar seluruh warga yang pernah berkontak dengan pasien Covid-19 dapat segera dideteksi dan diobati. Sehingga, mata rantai penyebaran Covid-19 dapat segera diputus.</p>
<p>&#8220;Semoga tidak ada tambahan dan tidak ada yang terinfeksi lagi, jika nantinya ada yang reaktif maka akan langsung di swab,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Jatim, Herlin Ferliana mengatakan, upaya yang dilakukan pihaknya saat ini yaitu menjemput bola dan menscreening habis penyebaran Covid-19. Ia pun mengimbau agar masyarakat tidak lagi berstigma buruk terhadap pengecekan ini.</p>
<p>&#8220;Stigma negatif harus dikurangi, sebab sekalipun nanti reaktif dan positif akan diobati dan setelah 14 hari virus itu hilang, masyarakat bisa beraktivitas normal,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Ia mengatakan, hasil rapid tes tersebut nantinya akan keluar lebih cepat yakni 15 menit hingga 30 menit. Bagi pasien OTG ringan nantinya akan ditempatkan di balai diklat sementara bagi yang memiliki gejala berat akan dibawa ke RSUD Syamrabu.</p>
<p>&#8220;Kalau reaktif maka langsung di swab dan diisolasi di balai diklat. Sementara hasil swab akan keluar 3 hingga 4 hari setelah swav dilakukan,&#8221; tuturnya. <strong>(Isn/nhs/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">115830</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
