<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Cuaca &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/cuaca/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 10 Jul 2023 13:09:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Cuaca &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Jalan Ambles Akibat Dampak Cuaca Ekstrem di Tirtoyudo Ancam Isolir Dua Desa</title>
		<link>https://memontum.com/jalan-ambles-akibat-dampak-cuaca-ekstrem-di-tirtoyudo-ancam-isolir-dua-desa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Jul 2023 09:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[akibat]]></category>
		<category><![CDATA[ambles]]></category>
		<category><![CDATA[ancam]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[dampak]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[isolir]]></category>
		<category><![CDATA[jalan]]></category>
		<category><![CDATA[kabar]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Tirtoyudo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192883</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Jalan Desa di Sumbertangkil, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, rusak parah akibat dampak cuaca ekstrem yang berakibat banjir beberapa waktu lalu. Sementara jalan itu, adalah akses utama bagi warga dua desa. Yakni, Desa Purwodadi dan Desa Lebakharjo. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Muhammad Noor Fuad Fauzi, meminta agar jalan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Jalan Desa di Sumbertangkil, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, rusak parah akibat dampak cuaca ekstrem yang berakibat banjir beberapa waktu lalu. Sementara jalan itu, adalah akses utama bagi warga dua desa. Yakni, Desa Purwodadi dan Desa Lebakharjo.</p>



<p>Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Muhammad Noor Fuad Fauzi, meminta agar jalan yang sudah rusak tersebut segera mendapat penanganan. Sehingga, tidak sampai mengganggu aktifitas dari warga.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa dampak banjir dan longsor di Kabupaten Malang, itu untuk infrastrukturnya sebagai adalah masuk wewenang Balai Besa Wilayah Sungai (BBWS) dan Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Provinsi Jatim. &#8220;Dampak yang terbanyak, itu adalah normalisasi sungai,&#8221; kata Fuad, Senin (10/07/2023) siang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkan mantan Kabag Prokopimda Kabupaten Malang ini, bahwa sementara untuk jalan desa yang rusak di Kabupaten Malang pasca banjir dan longsor, ada beberapa titik. Karena rusak, beberapa juga harus ditutup.</p>



<p>&#8220;Seperti jalan di Desa Sumbertangkil, Tirtoyudo, itu banyak yang rusak. Jalan tersebut, mulai hari ini sudah kita tutup total. Kendaraan roda empat dan roda dua tidak bisa melintas, karena memang kondisinya rawan longsor dan ambles,&#8221; terangnya.</p>



<p>Jalan yang rusak itu, imbuhnya, adalah akses utama masyarakat di tiga desa. Yaitu, Desa Purwodadi, Desa Pujiharjo dan Desa Sumbertangkil. &#8220;Dari Sumbertangkil, jalan yang rusak itu mengakses dua desa, yaitu Desa Purwodadi dan Desa Pujiharjo. Kemarin kita masih bisa mengirim bantuan ke sana dan hari ini sudah ditutup,&#8221; imbuhnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192883</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Amankan Ternak Warga dari Dampak Cuaca Ekstrem, Pemkab Lumajang Bangun Selter</title>
		<link>https://memontum.com/amankan-ternak-warga-dari-dampak-cuaca-ekstrem-pemkab-lumajang-bangun-selter</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Jul 2023 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[amankan]]></category>
		<category><![CDATA[bangun]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[dampak]]></category>
		<category><![CDATA[dari]]></category>
		<category><![CDATA[ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[selter]]></category>
		<category><![CDATA[ternak]]></category>
		<category><![CDATA[warga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192850</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terkait hewan ternak milik warga yang terdampak cuaca ekstrem sehingga mengakibatkan banjir bandang dan tanah longsor, Pemkab Lumajang membangun selter sementara untuk hewan ternak. Selter utama tersebut, dibangun di Desa Jarit, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lumajang, Hairil Diani, saat dikonfirmasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terkait hewan ternak milik warga yang terdampak cuaca ekstrem sehingga mengakibatkan banjir bandang dan tanah longsor, Pemkab Lumajang membangun selter sementara untuk hewan ternak. Selter utama tersebut, dibangun di Desa Jarit, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.</p>



<p>Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lumajang, Hairil Diani, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pembangunan selter tersebut bertujuan salah satunya untuk memantau kondisi kesehatan hewan ternak. Termasuk, sekaligus menjadi penampungan sementara hewan ternak yang ditinggalkan warga saat mengungsi.</p>



<p>&#8220;Ada banyak hewan ternak, seperti kambing, sapi yang turut terdampak akibat bencana banjir dan longsor. Jadi, kita bangun selter yang lokasinya tidak jauh dari tempat pengungsian warga,&#8221; katanya, Senin (10/07/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Siswanto, menjelaskan bahwa hewan yang berada di shelter, nantinya juga akan dipenuhi kebutuhan pakannya. Sekaligus, akan diperiksa oleh petugas dari Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Kabupaten Lumajang.</p>



<p>&#8220;Kita upayakan pakannya. Seperti, rumput hijau juga ada petugas di sana, yang juga memberikan layanan kesehatan hewan,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Dari data ternak warga yang terdampak lahar dingin per 10 Juli 2023, paparnya, ada sekitar 541 hewan ternak yang dievakuasi. Yakni, 478 ekor kambing, 9 ekor domba, 56 ekor sapi dan 8 ekor kerbau. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192850</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kunjungi Warga dan Dampak Cuaca Ekstrem Lumajang, Menko PMK Minta Warga Pindah dari Zona Bencana</title>
		<link>https://memontum.com/kunjungi-warga-dan-dampak-cuaca-ekstrem-lumajang-menko-pmk-minta-warga-pindah-dari-zona-bencana</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Jul 2023 15:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[bencana]]></category>
		<category><![CDATA[berita]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[dampak]]></category>
		<category><![CDATA[dari]]></category>
		<category><![CDATA[ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungi]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[menko]]></category>
		<category><![CDATA[minta]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[pindah]]></category>
		<category><![CDATA[warga]]></category>
		<category><![CDATA[zona]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192778</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Republik Indonesia, Muhadjir Effendy, melakukan peninjauan langsung dampak pasca banjir lahar dingin akibat cuaca ekstrem yang terjadi di Kabupaten Lumajang. Dalam kunjungannya itu, Menko PMK langsung menuju ke Dusun Bondeli Selatan, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Sabtu (08/07/2023) tadi. Di lokasi itu, Menko PMK [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Republik Indonesia, Muhadjir Effendy, melakukan peninjauan langsung dampak pasca banjir lahar dingin akibat cuaca ekstrem yang terjadi di Kabupaten Lumajang.</p>



<p>Dalam kunjungannya itu, Menko PMK langsung menuju ke Dusun Bondeli Selatan, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Sabtu (08/07/2023) tadi. Di lokasi itu, Menko PMK disambut Bupati Lumajang, Thoriqul Haq dan Sekda Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono serta OPD terkait.</p>



<p>Di sela peninjauan itu, Menko PMK langsung melihat kondisi tanggul yang jebol. Sekaligus, mengenai langkah penanganan darurat yang akan dilakukan.</p>



<p>&#8220;Penanganan darurat memang perlu dilakukan, untuk antisipasi kemungkinan lainnya,&#8221; kata Muhadjir.</p>



<p>Menko PMK juga meminta kepada Bupati Lumajang, untuk segera mengkoordinasikan dengan kementerian terkait dalam penyelesaian dan penanganan permanen pasca bencana banjir lahar dingin. Kunjungan Menko PMK sendiri, berlanjut pada peninjauan Jembatan Kali Regoyo.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Di lokasi ini, Menko Muhadjir memberikan sejumlah bantuan Sembako secara simbolis kepada warga yang saat ini terisolir. Itu diakibatkan, terputusnya jembatan akibat lahar dingin.</p>



<p>Peninjuan Menko sendiri, berakhir di lokasi pengungsian Balai Desa Jarit, Kecamatan Candipuro. Di sana, dirinya menemukan ada beberapa warga yang sudah memiliki rumah di Hunian Relokasi, namun tidak menempatinya.</p>



<p>&#8220;Tadi saya cek ada beberapa keluarga yang seharusnya sudah menempati hunian tetap. Namun, malah sekarang tidak ditempati dan warga masih tinggal ditempat yang lama,&#8221; terangnya.</p>



<p>Karenanya, dirinya pun meminta kepada warga yang sudah memiliki rumah di hunian relokasi, seharusnya ditempati lantaran tempat tinggal sebelumnya juga berada dalam zona merah peta rawan bencana. Sehingga, apa yang sudah diarahkan oleh pemerintah demi keselamatan warga, bisa dilakukan.</p>



<p>&#8220;Demi keselamatan warga, maka mereka harus segera pindah ke hunian tetap yang telah disediakan pemerintah,&#8221; paparnya. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192778</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Malang Tinjau dan Sambangi Warga Terdampak Cuaca Ekstrem di Malang Selatan</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-malang-tinjau-dan-sambangi-warga-terdampak-cuaca-ekstrem-di-malang-selatan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Jul 2023 06:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[sambangi]]></category>
		<category><![CDATA[selatan]]></category>
		<category><![CDATA[terdampak]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>
		<category><![CDATA[warga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192789</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, merespon cepat bencana alam akibat cuaca ekstrem yang terjadi di Kabupaten Malang. Bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat, Kasdim 0818 Malang-Batu, Perangkat Daerah Kabupaten Malang diantara Kepala BPBD Kabupaten Malang, Fuad Nur, Ketua KNPI Kabupaten Malang serta Direktur Bank Jatim Kepanjen, langsung melakukan peninjauan ke sejumlah wilayah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, merespon cepat bencana alam akibat cuaca ekstrem yang terjadi di Kabupaten Malang. Bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat, Kasdim 0818 Malang-Batu, Perangkat Daerah Kabupaten Malang diantara Kepala BPBD Kabupaten Malang, Fuad Nur, Ketua KNPI Kabupaten Malang serta Direktur Bank Jatim Kepanjen, langsung melakukan peninjauan ke sejumlah wilayah yang terdampak, Sabtu (08/07/2023) pagi.</p>



<p>Sebagaimana diketahui, hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi mulai terjadi sejak Kamis (06/07/2023) hingga Jumat (07/07/2023) kemarin. Akibatnya, tanah longsor dan banjir di berbagai titik, pun terjadi.</p>



<p>Dalam peninjauan itu, Bupati Malang meninjau Jembatan Kali Glidik II atau Kalibesuk, yang menjadi penghubung Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang. Jembatan itu, putus total akibat dihantam banjir dari lahar dingin. Bupati Malang, pun memberikan perhatian dengan menyampaikan bahwa ada dua opsi solusi terkait perbaikan dan pembangunan jembatan penghubung Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang.</p>



<p>“Opsi pertama mau dipasang jembatan kerangka baja. Namun, masih dicari solusi yang paling bagus. Yang kedua, jembatan Bailey. Kalau kerangka baja kuat dan permanen. Tetapi, butuh waktu kurang lebih 4 bulan. Kalau Bailey cuma sementara,” jelas Bupati Malang</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>Dampak dari akibat putusnya jembatan ini, lanjutnya, adalah akses warga setempat yang terganggu. Sebab, Jembatan Kali Glidik II ini merupakan satu satunya penghubung di desa tersebut. Dengan kata lain, dampak utamanya adalah perekonomian warga juga terganggu.</p>



<p>“Permintaan warga inikan sederhana, ingin cepat berfungsi lagi. Karena ekonomi dan pergerakan arus barang dan transportasi bisa segera pulih. Akan disiapkan juga jembatan alternatif untuk pejalan kaki dan pemotor sebagai solusi jangka pendek,” tambah Bupati Malang.</p>



<p>Selain putusnya jembatan penghubung, tanah longsor di berbagai titik di wilayah Kecamatan Ampelgading, pun juga terjadi. Salah satunya, seperti di Dusun Sukoanyar RT18 RW04 atau rumah Santoso, yang terkena longsoran setinggi 10 meter yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan dua orang luka-luka.</p>



<p>Bupati Malang juga menyempatkan takziyah dan memberikan bantuan sosial ke keluarga korban meninggal dunia, akibat terkena musibah tanah longsor. Mewakili rombongan, juga menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya terhadap keluarga korban.</p>



<p>Selanjutnya, Bupati Malang juga melanjutkan peninjauan menuju Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, yang terkena musibah Banjir Bandang. Bupati menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Malang, untuk tetap siaga terhadap terjadinya bencana alam.</p>



<p>“Bapak, ibu jika terjadi hujan lebat dengan intensitas yang tinggi, mohon untuk mengevakuasikan diri ke tempat yang aman. Karena dikhawatirkan, curah hujan dapat menyebabkan tanah longsor dan banjir susulan,” kata Bupati Malang.&nbsp;<strong>(pro/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192789</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jumlah Pengungsi Sementara Dampak Cuaca Ekstrem dan Lahar di Lumajang Tercatat 493 Orang</title>
		<link>https://memontum.com/jumlah-pengungsi-sementara-dampak-cuaca-ekstrem-dan-lahar-di-lumajang-tercatat-493-orang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Jul 2023 19:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[dampak]]></category>
		<category><![CDATA[ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[jumlah]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[lahar]]></category>
		<category><![CDATA[orang]]></category>
		<category><![CDATA[Pengungsi]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[sementara]]></category>
		<category><![CDATA[tercatat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192681</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Jumlah pengungsi bencana banjir akibat cuaca ekstrim dan lahar dingin Semeru, terus bertambah di sejumlah titik pengungsian. Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Lumajang, BPBD Kabupaten Lumajang dibantu TNI Polri dan pemerintah setempat serta para relawan, pun terus melakukan pemenuhan kebutuhan pokok para pengungsi. Dari data [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Jumlah pengungsi bencana banjir akibat cuaca ekstrim dan lahar dingin Semeru, terus bertambah di sejumlah titik pengungsian. Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Lumajang, BPBD Kabupaten Lumajang dibantu TNI Polri dan pemerintah setempat serta para relawan, pun terus melakukan pemenuhan kebutuhan pokok para pengungsi.</p>



<p>Dari data yang berhasil dihimpun petugas Dinas Sosial PPPA, per Jumat (07/07/2023) pukul 23.00, jumlah pengungsi mencapai 493 orang yang tersebar di beberapa titik pengungsian. &#8220;Penanganan pengungsi di beberapa tempat sudah terkendali. Dapur umum juga sudah dipersiapkan,&#8221; jelas Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, Sabtu (08/07/2023) dini hari.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>Setelah menetapkan status darurat bencana, Cak Thoriq-sapaan akrab Bupati Lumajang, juga akan segera mengkoordinasikan langkah pemulihan sejumlah infrastuktur yang mengalami kerusakan akibat diterjang banjir. &#8220;Langkah berikutnya, pemulihan kedaruratan infrastruktur, pembersihan longsoran, penanganan tanggul yang tergerus dan normalisasi listrik,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Kementerian PUPR, sebagai langkah perbaikan dan rekonstruksi. &#8220;Terkait dengan rekonstruksi beberapa insfastruktur yang rusak, itu akan segera dilakukan assesment dan segera dikordinasikan dengan Kementrian PUPR,&#8221; jelasnya. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192681</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kondisi Cuaca Tak Menentu, Berikut Keterangan BMKG di Wilayah Malang Raya</title>
		<link>https://memontum.com/kondisi-cuaca-tak-menentu-berikut-keterangan-bmkg-di-wilayah-malang-raya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Jul 2023 10:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[berikut]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[keterangan]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[kondisi]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[menentu,]]></category>
		<category><![CDATA[raya]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[wilayah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192408</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Meskipun saat ini sudah memasuki musim kemarau, namun kondisi cuaca di wilayah Malang Raya, masih sering kali diselimuti awan mendung dan terkadang diguyur hujan. Karenanya, Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Timur, Linda Fitrotul Muzayanah, memberikan penjelasan mengenai beberapa faktor yang terjadi tersebut. Disampaikan Linda, berdasarkan pantauan BMKG Jawa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Meskipun saat ini sudah memasuki musim kemarau, namun kondisi cuaca di wilayah Malang Raya, masih sering kali diselimuti awan mendung dan terkadang diguyur hujan. Karenanya, Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Timur, Linda Fitrotul Muzayanah, memberikan penjelasan mengenai beberapa faktor yang terjadi tersebut.</p>



<p>Disampaikan Linda, berdasarkan pantauan BMKG Jawa Timur, salah satu faktor penyebab kondisi cuaca tersebut adalah adanya daerah konvergensi di sebelah Utara Laut Jawa. Daerah tersebut, menyebabkan perlambatan angin di sekitar Jawa bagian Timur, yang kemudian mengakibatkan berkumpulnya massa udara.</p>



<p>Hal ini, ujarnya, meningkatkan kecenderungan pertumbuhan awan hujan dan terlihat adanya belokan angin di lapisan 3000 kaki. &#8220;Meskipun sebagian wilayah Jawa Timur sudah memasuki musim kemarau, namun daerah Lumajang bagian Barat Daya dan wilayah Malang bagian Tenggara, khususnya daerah Ampelgading, masih belum sepenuhnya memasuki musim kemarau,&#8221; jelas Linda saat dihubungi Selasa (04/07/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain faktor konvergensi di sebelah Utara Laut Jawa, faktor penyebab kedua adalah adanya gangguan atmosfer yang dikenal sebagai Madden Julian Oscillation (MJO) atau gelombang atmosfer di wilayah tropis yang berkembang di Samudera Hindia. Meskipun, MJO saat ini dinilai mendekati netral, namun cuaca masih tidak stabil.</p>



<p>“Tidak hanya itu, kelembaban udara yang tinggi di lapisan 850 mb juga memainkan peran dalam kondisi cuaca yang tidak menentu saat ini. Sehingga, atmosfer di daerah tropis sangat dinamis dan mudah berubah. Jadi, tidak selalu di musim kemarau tidak ada hujan sama sekali. Karena terdapat faktor-faktor tertentu yang dapat menyebabkan potensi hujan,” ucapnya.</p>



<p>Terlebih, data BMKG saat ini menunjukkan bahwa dalam prakiraan dasarian, masih terdapat potensi hujan di selatan Jawa Timur. Meskipun musim kemarau telah dimulai di sebagian wilayah Jawa Timur, masyarakat di Malang Raya perlu tetap waspada terhadap kondisi cuaca yang masih belum stabil. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192408</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Cuaca Ekstrem di Kota Batu Sebabkan Lima Bencana di Wilayah Kecamatan Bumiaji</title>
		<link>https://memontum.com/cuaca-ekstrem-di-kota-batu-sebabkan-lima-bencana-di-wilayah-kecamatan-bumiaji</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Mar 2023 05:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[cuaca buruk]]></category>
		<category><![CDATA[cuaca ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[kota batu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=185721</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah Kota Batu, membuat wilayah Kecamatan Bumiaji, dikepung bencana selama Minggu (26/03/2023) sore. Sedikitnya, ada lima titik lokasi bencana, yang harus dilakukan penanganan oleh BPBD, TNI, Polri dengan dibantu warga sekitar. Kepala BPBD Kota Batu, Agung Sedayu, menjelaskan bahwa lima titik bencana itu yakni mulai banjir [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah Kota Batu, membuat wilayah Kecamatan Bumiaji, dikepung bencana selama Minggu (26/03/2023) sore. Sedikitnya, ada lima titik lokasi bencana, yang harus dilakukan penanganan oleh BPBD, TNI, Polri dengan dibantu warga sekitar.</p>



<p>Kepala BPBD Kota Batu, Agung Sedayu, menjelaskan bahwa lima titik bencana itu yakni mulai banjir yang mengakibatkan longsor dan meluapnya Sungai Paron, Desa Bumiaji. &#8220;Dalam satu hari kemarin, Kota Batu mengalami bencana di lima titik wilayah Kecamatan Bumiaji. Mulai dari banjir, longsor dan meluapnya sungai Paron,&#8221; terang Agung, saat dikonfirmasi melalui ponselnya, Senin (27/03/2023) tadi.</p>



<p>Peristiwa bencana itu, tambahnya, yaitu kejadian longsor menimpa Jalan Seman RT03 RW01, Desa Punten, Kecamatan Bumiaji. Lalu, Jalan Raya Punten, Dusun Gempol, Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, Jalan. Wongso, Dusun Pagergunung, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji dan Dusun Kekep RT01 RW05, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji.</p>



<p>&#8220;Kejadian longsor di Jalan Seman di Desa Punten, ini akibat rekahan pada tebing dengan dimensi panjang 13 meter dan tinggi 6 meter. Kejadian ini, sangat berpotensi untuk terjadi bencana tanah longsor dan berdampak pada kondisi rumah warga,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Kemudian, longsor di Jalan Raya Punten, yang menyebabkan longsornya tebing plengsengan di tepi jalan bagian bawah bangunan toko kelontong milik Ningwaris, warga Dusun Gempol. Sedangkan, plengsengan longsor dengan dimensi panjang 15 meter dan tinggi 3 meter.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kpk-tetapkan-bupati-dan-sekda-cilacap-jadi-tersangka-setoran-thr">KPK Tetapkan Bupati dan Sekda Cilacap Jadi Tersangka Setoran THR</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jelang-lebaran-pertamina-malang-pastikan-stok-bbm-aman">Jelang Lebaran, Pertamina Malang Pastikan Stok BBM Aman</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ratusan-pengusaha-warmindo-malang-raya-manfaatkan-mudik-bersama-indomie-2026">Ratusan Pengusaha Warmindo Malang Raya Manfaatkan Mudik bersama Indomie 2026</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/spbu-tegal-besar-diduga-lakukan-ilegal-ini-respon-wakil-ketua-komisi-xii-dpr-ri">SPBU Tegal Besar Diduga Lakukan Ilegal? Ini Respon Wakil Ketua Komisi XII DPR RI</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-malang-larang-asn-gunakan-mobil-dinas-untuk-mudik-lebaran">Wali Kota Malang Larang ASN Gunakan Mobil Dinas untuk Mudik Lebaran</a></li>
</ul>


<p>Selain itu, longsor terjadi di tebing tepi Jalan Wongso RT06 RW01, Dusun Pagergunung, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji. Tebing longsor dengan dimensi panjang 4 meter dan tinggi 8 meter. Dimana, material longsor jatuh ke rumah milik Suliadi dan menyebabkan kerusakan ringan serta menutup akses jalan ke gudang miliknya.</p>



<p>Kemudian, tambahnya, longsor di Dusun Kekep RT01 RW05, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, dengan dimensi longsong panjang 12 m, tinggi 4 m dan lebar 1,5 m. Kejadian ini, merusak sekitar 100 meter persegi tanaman cabai siap panen dan bibit jeruk warga Dusun Kekep.</p>



<p>&#8220;Dan yang terakhir, pada di hari kemarin yaitu bencana banjir kembali terjadi di daerah Aliran Sungai Paron, Desa Bumiaji. Karena, sungai ini memang langganan banjir. Tetapi, karena kemarin intensitas hujan yang tinggi membuat sungai ini malah meluap,&#8221; ujarnya</p>



<p>Sehari setelah kejadian bencana itu, ujarnya, pihak BPBD langsung turun ke lokasi untuk melakukan pembersihan. Selain itu, juga dilakukan pendistribusian bantuan untuk korban bencana. &#8220;Hari ini, kami bersama pihak lain melakukan pembersihan di lima titik terjadinya bencana. Kami sudah kirim terpal di lokasi bencana. Khusus untuk bencana longsor di Desa Punten yang menyebabkan kerusakan berat. Kami juga hari ini droping material. Nanti, untuk pekerjaan dilakukan secara kerja bakti. Dan, kami hari ini turun ke semua lokasi bencana menghitung kerugian materialnya,&#8221; tambahnya. <strong>(put/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">185721</post-id>	</item>
		<item>
		<title>BMKG Juanda Perkirakan Dua Kecamatan di Kota Malang Masuk Level Waspada Dampak Hujan Lebat</title>
		<link>https://memontum.com/bmkg-juanda-perkirakan-dua-kecamatan-di-kota-malang-masuk-level-waspada-dampak-hujan-lebat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Mar 2023 12:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[cuaca buruk]]></category>
		<category><![CDATA[Hujan Lebat]]></category>
		<category><![CDATA[hujan tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Waspada]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=184403</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda merilis jika di beberapa wilayah Kota Malang, atau tepatnya di Kecamatan Blimbing dan Kecamatan Lowokwaru, bakal terjadi level waspada cuaca berbasis dampak hujan lebat. Prakirawan BMKG Juanda, Levi Ratnasari, mengatakan jika dampak dari hujan lebat itu diperkirakan bisa terjadi tanah longsor dan terjadi peningkatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda merilis jika di beberapa wilayah Kota Malang, atau tepatnya di Kecamatan Blimbing dan Kecamatan Lowokwaru, bakal terjadi level waspada cuaca berbasis dampak hujan lebat.</p>



<p>Prakirawan BMKG Juanda, Levi Ratnasari, mengatakan jika dampak dari hujan lebat itu diperkirakan bisa terjadi tanah longsor dan terjadi peningkatan aliran sungai jika area berada di dekat dengan sungai. &#8220;Jadi, untuk wilayah Malang (kota, red) sendiri, kami memang mengeluarkan di level waspada. Mengingat di Maret ini masih musim penghujan, meskipun intensitas hujan tidak setinggi di bulan Februari justru itu yang perlu diwaspadai,” jelas Levi, saat dihubungi, Sabtu (04/03/2023) tadi.</p>



<p>Menurutnya, ketika intensitas hujan menurun, maka otomatis penyinaran matahari atau udara terasa panas akan sering terjadi. Sebab, dengan intensitas matahari yang tinggi akan menyebabkan konvektivitas yang tinggi di suatu wilayah.</p>



<p>“Mengingat wilayah Malang dan sekitarnya itu adalah dataran tinggi. Maka ketika terjadi pemanasan di wilayah tersebut akan cepat menimbulkan pertumbuhan awan-awan konvektif. Awan konvektif tersebut dapat menghasilkan hujan lebat, disertai angin kencang dan badai petir pastinya,” jelasnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kpk-tetapkan-bupati-dan-sekda-cilacap-jadi-tersangka-setoran-thr">KPK Tetapkan Bupati dan Sekda Cilacap Jadi Tersangka Setoran THR</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jelang-lebaran-pertamina-malang-pastikan-stok-bbm-aman">Jelang Lebaran, Pertamina Malang Pastikan Stok BBM Aman</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ratusan-pengusaha-warmindo-malang-raya-manfaatkan-mudik-bersama-indomie-2026">Ratusan Pengusaha Warmindo Malang Raya Manfaatkan Mudik bersama Indomie 2026</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/spbu-tegal-besar-diduga-lakukan-ilegal-ini-respon-wakil-ketua-komisi-xii-dpr-ri">SPBU Tegal Besar Diduga Lakukan Ilegal? Ini Respon Wakil Ketua Komisi XII DPR RI</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-malang-larang-asn-gunakan-mobil-dinas-untuk-mudik-lebaran">Wali Kota Malang Larang ASN Gunakan Mobil Dinas untuk Mudik Lebaran</a></li>
</ul>


<p>Kemudian, ditambahkannya jika musim hujan, puncaknya memang terjadi di Januari dan Februari. Namun ketika lepas dari puncak musim hujan, bukan berarti musim hujan sudah berhenti. Melainkan, intensitasnya tidak setinggi di puncak musim hujan tersebut.</p>



<p>“Nah, disitu perlu kewaspadaan. Karena mengingat antara Maret menuju April, itu menuju ke musim kemarau nanti ada yang namanya masa peralihan. Itu justru perlu banyak diwaspadai karena mengingat wilayah Malang, terkadang terjadi banjir atau dampak dari musim hujan itu terjadi di masa peralihan,” katanya.</p>



<p>Sehingga, potensi hujan dengan intensitas lebat disertai petir dan angin kencang justru akan semakin meningkat meskipun tidak setiap hari terjadi seperti di puncak musim hujan. Karena itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati.</p>



<p>“Jangan beraktivitas di luar rumah, jika tidak ada keperluan yang mendesak. Kemudian, memperbarui informasi terkait cuaca melalui media massa maupun media sosial, serta mencari informasi dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait kebencanaan,” imbuh Levi. <strong>(rys/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">184403</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Cuaca Ekstrem Masih Mengancam, BPBD Kota Malang Siaga 24 Jam</title>
		<link>https://memontum.com/cuaca-ekstrem-masih-mengancam-bpbd-kota-malang-siaga-24-jam</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Feb 2023 14:05:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Angin Kencang]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[cuaca buruk]]></category>
		<category><![CDATA[cuaca ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[siaga bencana]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=184039</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Cuaca dan bencana di Kota Malang kali ini harus tetap diwaspadai. Sebab, beberapa pekan ini terjadi hujan yang tak menentu, ditambah dengan angin kencang. Karena itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, terus lakukan upaya mitigasi bencana. Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Malang, Prayitno, menyampaikan jika pihaknya akan terus menyampaikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Cuaca dan bencana di Kota Malang kali ini harus tetap diwaspadai. Sebab, beberapa pekan ini terjadi hujan yang tak menentu, ditambah dengan angin kencang. Karena itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, terus lakukan upaya mitigasi bencana.</p>



<p>Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Malang, Prayitno, menyampaikan jika pihaknya akan terus menyampaikan informasi yang telah diperoleh dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kepada kelurahan tangguh. Dalam hal itu, pihaknya juga siap siaga 24 jam.</p>



<p>“Antisipasi kami dari BPBD adalah siaga 24 jam. Jadi mulai pagi sampai pagi lagi, tim kami siaga. Kemudian, ada tim kaji cepat jika ada laporan dari masyarakat langsung meng-assesment tingkat keparahannya,” kata Prayitno, Senin (27/02/2023) tadi.</p>



<p>Kemudian, ditambahkan jika pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait, seperti Public Safety Center (PSC) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, dan juga Dinas Lingkungan Hidup (DLH). &#8220;Kalau ada diperlukaan kecideraan kami langsung asses ke PSC Dinkes, dan kalau ada pohon yang menghalangi lalu lintas atau menimpa rumah orang kami biasanya sinergi dengan DLH,” ujarnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kpk-tetapkan-bupati-dan-sekda-cilacap-jadi-tersangka-setoran-thr">KPK Tetapkan Bupati dan Sekda Cilacap Jadi Tersangka Setoran THR</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jelang-lebaran-pertamina-malang-pastikan-stok-bbm-aman">Jelang Lebaran, Pertamina Malang Pastikan Stok BBM Aman</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ratusan-pengusaha-warmindo-malang-raya-manfaatkan-mudik-bersama-indomie-2026">Ratusan Pengusaha Warmindo Malang Raya Manfaatkan Mudik bersama Indomie 2026</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/spbu-tegal-besar-diduga-lakukan-ilegal-ini-respon-wakil-ketua-komisi-xii-dpr-ri">SPBU Tegal Besar Diduga Lakukan Ilegal? Ini Respon Wakil Ketua Komisi XII DPR RI</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-malang-larang-asn-gunakan-mobil-dinas-untuk-mudik-lebaran">Wali Kota Malang Larang ASN Gunakan Mobil Dinas untuk Mudik Lebaran</a></li>
</ul>


<p>Tidak hanya itu, pihaknya juga menyampaikan, jika akan selalu melakukan pemutakhiran informasi kebencanaan, di setiap kelurahan Kota Malang, melalui anggota kelurahan tangguh. &#8220;Kami juga bersama kelurahan tangguh selalu update. Sehingga hampir setiap dua menit ada laporan dari wilayah dimana ada empat sampai enam grup yang melaporkan kondisi secara umum, termasuk perihal cuaca,” lanjutnya.</p>



<p>Sebagai informasi, pihaknya menuturkan jika pada laman media sosial instagram dan twitter BPBD Kota Malang, juga telah memberikan informasi terkait kewaspadaan cuaca ekstrem yang terjadi beberapa pekan ini. Adapun prakiraan cuaca di Kota Malang selama dua hari, mulai tanggal 27-28 Februari 2023, yakni hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, dan cenderung terjadi di waktu menjelang sore hingga dini hari.</p>



<p>“Hujan masih berpeluang turun mulai sore, malam, hingga pagi. Hujan ringan sampai sedang bisa turun lebih awal dari perkiraan. Waspadai kecepatan angin yang berhembus kencang, kemudian jauhi pohon yang besar atau rimbun, yang berpotensi patah atau tumbang,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">184039</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
