<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>dampak ekonomi &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/dampak-ekonomi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 13 Mar 2021 08:36:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>dampak ekonomi &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Monitoring Pariwisata, Komisi B DPRD Jatim Datangi Kampung Budaya Polowijen</title>
		<link>https://memontum.com/monitoring-pariwisata-komisi-b-dprd-jatim-datangi-kampung-budaya-polowijen</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Mar 2021 08:34:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[apresiasi]]></category>
		<category><![CDATA[bantuan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Cagar Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[dampak ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Dana Hibah]]></category>
		<category><![CDATA[Disbudpar]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Jawa Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Kampung Budaya Polowijen]]></category>
		<category><![CDATA[Malang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Memontum.com]]></category>
		<category><![CDATA[provinsi jatim]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=136784</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur sambangi Kampung Budaya Polowijen, Sabtu (13/03) ini. Kunjungan ini dalam rangka memonitor usaha pariwisata yang sudah dilakukan oleh desa dan kampung wisata yang ada pada kota maupun kabupaten di Jawa Timur saat pandemi Covid-19. Turut hadir pula Kepala Bidang Cagar Budaya dan Sejarah Dinas Kebudayaan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur sambangi Kampung Budaya Polowijen, Sabtu (13/03) ini. Kunjungan ini dalam rangka memonitor usaha pariwisata yang sudah dilakukan oleh desa dan kampung wisata yang ada pada kota maupun kabupaten di Jawa Timur saat pandemi Covid-19. Turut hadir pula Kepala Bidang Cagar Budaya dan Sejarah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jatim, Dwi Supranto, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Dian Kuntari, dan Ketua Forum Komunikasi Kelompok Sadar Wisata Kota Malang, Isa Wahyudi.</p>



<p>Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Daniel Rohi, mengatakan bahwa pihaknya ingin mengetahui sejauh mana dampak Covid-19 terhadap pariwisata.</p>



<p>&#8220;Selain itu kita juga berdiskusi mendengar apa saja aspirasi dari para pengelola.</p>



<p>Sehingga Pemerintah Provinsi bisa memberikan solusi agar pariwisata di Jatim, Malang Raya khususnya, bisa terus berkembang. Mengingat jumlah wisawatan yang datang per tahun di Kota Malang sendiri sekitar 6 juta orang,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Sehingga menurut Daniel, pariwisata bisa menjadi sumber potensi ekonomi. Meski usaha untuk melestarikan budaya patut diapresiasi, masyarakat masih perlu menyiapkan satu pariwisata budaya yang sifatnya berkelanjutan.</p>



<p><strong><a href="https://memontum.com/134327-dapoer-bibuu-sajikan-sate-ayam-sambal-matah-dengan-potongan-daging-besar#ixzz6oykWOn48" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Baca Juga : Dapoer Bibuu, Sajikan Sate Ayam Sambal Matah dengan Potongan Daging Besar</a></strong></p>



<p>&#8220;Tapi yang paling penting adalah memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sini. Saran kita, cagar budaya sebagai obyek wisata, itu perlu legalitas,&#8221; tandasnya.</p>



<p>Sehingga melalui kunjungannya itu, Komisi B DPRD Provinsi Jatim itu memberikan dorongan kepada pengelola di Kampung Budaya Polowijen untuk melakukan pendaftaran asesmen terhadap situs budaya yang ada.</p>



<p>&#8220;Kalau jadi cagar budaya, nanti akan memberikan peluang untuk mendapatkan akses bantuan dan pendanaan bagi berbagai pihak,&#8221; imbuh Daniel.</p>



<p>Lebih lanjut, dirinya juga mengusulkan adanya promosi pariwisata dengan memanfaatkan sosial media</p>



<p>Disinggung mengapa tertarik mengunjungi Kampung Budaya Polowijen, politisi PDIP itu mengatakan bahwa pihaknya ingin mengetahui apa saja yang perlu dikembangkan dan disupport sebagai ikon pariwisata di Kota Malang. &#8220;Dan fokus kami pada Kampung Budaya Polowijen karena unik. Di kota pelajar, muncul karena swadaya masyarakat. Perlu kita dorong hingga menjadi besar,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Diakui Daniel, untuk pengembangan pariwisata bisa saja mengusulkan anggaran pada Pemerintah Provinsi melalui anggota DPRD Daerah Pemilihan (dapil) Malang.</p>



<p>&#8220;Kalau ada atau tidaknya dana yang nantinya dianggarkan, itu bisa usulkan lewat anggota DPRD yang punya dapil di sini. Bisa juga dari dana hibah Disbudpar. Sebab itu, pihak pengelola harus sigap siapkan proposal sesuai dengan prioritas yang ingin dikembangkan,&#8221; jelas Daniel. <strong>(mus/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">136784</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Rayakan Imlek, Komunitas Tionghoa Bagikan Bingkisan dan Angpao Untuk Keluarga Terdampak Covid-19</title>
		<link>https://memontum.com/rayakan-imlek-komunitas-tionghoa-bagikan-bingkisan-dan-angpao-untuk-keluarga-terdampak-covid-19</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Feb 2021 16:36:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[bakti sosial]]></category>
		<category><![CDATA[dampak ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Imlek]]></category>
		<category><![CDATA[komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[Pandemi Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[sembako]]></category>
		<category><![CDATA[Tionghoa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=134591</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Tahun baru Imlek di tahun 2021 atau tahun baru imlek 2572 jatuh pada hari Jumat (12/02). Ketua Komunitas Tionghua Situbondo, Linda Indrawati, mengatakan kegiatan pemberian bingkisan dan angpao ini bekerja sama dengan Komunitas Tionghua Situbondo, Jumat (12/02) &#160;&#8220;Tim Komunitas Tionghua Situbondo membagikan total 100 paket sembako (bingkisan) dan angpao bagi keluarga tionghoa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Tahun baru Imlek di tahun 2021 atau tahun baru imlek 2572 jatuh pada hari Jumat (12/02). Ketua Komunitas Tionghua Situbondo, Linda Indrawati, mengatakan kegiatan pemberian bingkisan dan angpao ini bekerja sama dengan Komunitas Tionghua Situbondo, Jumat (12/02)</p>



<p>&nbsp;&#8220;Tim Komunitas Tionghua Situbondo membagikan total 100 paket sembako (bingkisan) dan angpao bagi keluarga tionghoa yang terdampak Covid-19.</p>



<p>&#8220;Pemberian bingkisan dan angpao tersebut dengan cara door to door (berkunjung kerumah penerima manfaat) untuk menghindari kerumunan.</p>



<p>Dengan harapan agar tahun ini banyak rezeki, sehat selalu dan menjadi tahun yang baik bagi kita semua. Masyarakat juga terbantu di masa pandemi Covid-19,&#8221; harap Linda Indrawati.</p>



<p>Linda menambahkan sebelumnya menjelang imlek Komunitas Tionghua Situbondo telah melakukan bakti sosial (simpatik) bersinergi dengan Satlantas Polres Situbondo di beberapa lokasi&nbsp; membagikan masker dan buah-buahan kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian penanganan Covid 19.</p>



<p><strong><a href="https://memontum.com/134541-petikan-sk-pppk-turun-204-orang-lulusan-seleksi-pppk-tahun-2019#ixzz6mH8yO9qQ" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Baca Juga : Petikan SK PPPK Turun, 204 Orang Lulusan Seleksi PPPK Tahun 2019</a></strong></p>



<p>&#8220;Semoga barang-barang yang kami bagikan dapat menjadi berkat bagi kita semua,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Linda juga menyampaikan, terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi sehingga acara dapat terlaksana. Ia juga menyampaikan harapan agar dapat memberikan contoh yang baik.</p>



<p>Meski Imlek di tengah Pandemi Covid 19, niat Komunitas Tionghua Situbondo tidak surut untuk saling membantu sesama manusia.</p>



<p>“Tradisi budaya imlek yang tetap bertahan hingga kini adalah saling membantu,&#8221; kata Ketua Komunitas Tionghua Situbondo.</p>



<p>Ia berharap di tahun shio kerbau logam ini, masyarakat Indoneia pada umumnya dan khususnya masyarakat Situbondo diberikan kesehatan dan rejeki berlimpah, segalanya tetap sehat, lancar dan maju, agar virus wabah Covid-19 ini serta bencana alam segera berlalu dan hilang, demikian harap Linda Indrawati. Di Imlek 2572 ini sejumlah bingkisan dan angpaopun yang turut dibagikan khusus kepada 100 warga Tionghua Situbondo yang terdampak ekonomi lemah akibat pandemi Covid 19.&#8221; pungkasnya <strong>(her/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">134591</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jelang PSBB Jawa &#8211; Bali, Wali Kota Dewanti Konsen Penanganan Dampak Perekonomian</title>
		<link>https://memontum.com/jelang-psbb-jawa-bali-wali-kota-dewanti-konsen-penanganan-dampak-perekonomian</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Jan 2021 10:37:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Covid 19]]></category>
		<category><![CDATA[dampak ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[kota batu]]></category>
		<category><![CDATA[Prokes]]></category>
		<category><![CDATA[PSBB Jawa-Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Batu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=131634</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Pemerintah daerah se-Malang Raya menyepakati Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan penyesuaian kondisi lokal. Hal ini dilakukan, untuk mencegah penyebaran Covid-19. Wali Kota Batu, Hj Dewanti Rumpoko, menyampaikan itu setelah melaksanakan giat rapat bersama Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso, Kapolres Kota Batu, AKBP Catur C Wibowo, OPD Dinas Pemkot Batu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Pemerintah daerah se-Malang Raya menyepakati Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan penyesuaian kondisi lokal. Hal ini dilakukan, untuk mencegah penyebaran Covid-19.</p>



<p>Wali Kota Batu, Hj Dewanti Rumpoko, menyampaikan itu setelah melaksanakan giat rapat bersama Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso, Kapolres Kota Batu, AKBP Catur C Wibowo, OPD Dinas Pemkot Batu di Block Office Among Tani Lantai 5, Jumat (08/01) siang.</p>



<p>Menurutnya, kebijakan ini mengikuti arahan dari pemerintah pusat yang memberlakulan PSBB Jawa &#8211; Bali, yang rencananya mulai 11 hingga 25 Januari 2021. Selama PSBB, tidak ada pembatasan wisatawan yang ingin masuk Kota Batu. Namun, tetap harus membawa surat keterangan rapid test antibody atau antigen.</p>



<p>&#8220;Kita sudah membicarakan dalam rapat bersama pemerintah seMalang Raya, untuk PSBB. Namun tetap menyesuaikan kondisi lokal. Jadi, kalau wisatawan datang, tentu tidak ada pembatasan,&#8221; kata Dewanti.</p>



<p>Dewanti mengatakan, pemberlakukan PSBB, pastinya akan berpengaruh terhadap sektor perekonomian. Namun, apapun itu, pihaknya akan tetap mengutamakan kesehatan masyarakat.</p>



<p>&#8220;Tentu saja, dengan adanya PSBB akan berdampak pada segi ekonomi. Namun, PSBB ini juga tidak lama, hanya berlaku tanggal 11 sampai 25 Januari 2021,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Bagaimana dengan pembatasan aktivitas warga, seperti hajatan ? Dewanti menerangkan, silahkan digelar. Namun, kegiatan hanya sampai pukul 20.00 dan tetap menerapkan Prokes.</p>



<p>&#8220;Kalau hajatan nikah misalnya, ya boleh-boleh saja. Tetapi, tetap dengan protokol kesehatan dan pembatasan kegiatan sampai jam 8 malam. Di atas itu, berhak untuk dibubarkan,&#8221; paparnya. <strong>(cw2/sit)</strong></p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">131634</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkab Bangkalan Belum Miliki Solusi Melemahnya Ekonomi Akibat Corona</title>
		<link>https://memontum.com/pemkab-bangkalan-belum-miliki-solusi-melemahnya-ekonomi-akibat-corona</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2020 13:56:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Dampak Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[dampak ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[pemkab bangkalan]]></category>
		<category><![CDATA[Virus Corona]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=110518</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Bangkalan &#8211; Merebaknya bencana penyebaran virus Corona yang terjadi beberapa waktu terahir cukup memberikan dampak bagi masyarakat. Dampak yang sangat terasa yakni melemahnya perekonomian terutama bagi masyarakat kelas bawah. Meski begitu, hingga kini Pemkab Bangkalan belum melakukan pembahasan apapun terkait solusi dari melemahnya ekonomi masyarakat. Saat ini, Pemkab Bangkalan hanya aktif melakukan upaya pencegahan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Bangkalan</strong> &#8211; Merebaknya bencana penyebaran virus Corona yang terjadi beberapa waktu terahir cukup memberikan dampak bagi masyarakat. Dampak yang sangat terasa yakni melemahnya perekonomian terutama bagi masyarakat kelas bawah. Meski begitu, hingga kini Pemkab Bangkalan belum melakukan pembahasan apapun terkait solusi dari melemahnya ekonomi masyarakat.</p>
<p>Saat ini, Pemkab Bangkalan hanya aktif melakukan upaya pencegahan penyebaran virus asal cina tersebut. Terbaru, pemerintah memberlakukan sistem physical distancing dan mengharuskan masyarakat diam di rumah selama tak ada kepentingan yang harus dilakukan diluar rumah.</p>
<p>Namun hal itu tak berlaku bagi para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang sehari-hari bergantung pada pendapatan harian untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Bahkan, ditengah merebaknya virus ini mereka harus berjuang mencari nafkah agar anggota keluarganya tak kelaparan.</p>
<p>Mina (40) misalnya, salah satu pedagang kaki lima yang berada di Stadion Gelora Bangkalan (SGB) ini mengatakan, terpaksa harus tetap bekerja diluar rumah demi anak-anaknya. Ia dan suaminya menjual makanan dan minuman kemasan di halaman SGB sejak pagi hingga malam.</p>
<p>&#8220;Kalau kami dirumah, anak-anak mau makan apa. Sejak masyarakat dilarang untuk keluar rumah, omset kami menurun,&#8221; ucapnya, Selasa (31/3/2020).</p>
<p>Ia mengatakan, omset yang harusnya ia dapat berkisar Rp 400 sampai Rp 500 ribu, kini hanya ia dapatkan Rp 100 ribu. Itupun, hanya 30 persen laba bersih yang ia dapatkan. Sisanya kembali ia putar untuk modal.</p>
<p>&#8220;Bersih biasanya saya bawa pulang 30 ribu. Ya gak cukup, tapi ya mau gimana lagi. Adanya hanya itu, ya di cukup-cukupkan,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Sementara itu, Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron mengaku terus melakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi. Saat ini pihaknya fokus hanya untuk melakukan pencegahan penyebaran corona dan belum membentuk rancangan solusi bagi masyarakat kelas bawah.</p>
<p>&#8220;Koordinasi dengan provinsi terus kami lakukan dan kami tindaklanjuti sesuai arahan gubernur. Yang terpenting saat ini kita lakukan upaya pencegahan, ketika virus ini berlalu maka ekonomi akan membaik secara perlahan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Meski begitu ia mengaku prihatin dengan kondisi perekonomian masyarakat yang sehari-hari bergantung pada pendapatan harian. Namun, ia mengaku hal itu masih menjadi Pekerjaan Rumah (PR) seluruh pemerintah.</p>
<p>&#8220;Ya itu masih menjadi PR pemerintah terutama pemerintah pusat,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Ia mengatakan, hingga kini belum ada pembahasan khusus untuk hal tersebut. Kini pihaknya fokus melakukan pencegahan agar tak ada masyarakat yang terpapar virus itu. <strong>(Isn/nhs/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">110518</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dampak Virus Corona,  Penjualan  Kue Lebaran Ringinsari Sumawe Turun Drastis</title>
		<link>https://memontum.com/dampak-virus-corona-penjualan-kue-lebaran-ringinsari-sumawe-turun-drastis</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2020 06:27:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Dampak Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[dampak ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Virus Corona]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=110390</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Akibat merebaknya virus Corona atau Convid-19 di bumi republik tercinta kita saat ini, penjualan kue kering untuk persiapan lebaran dinyatakan turun drastis, termasuk order dari para pelanggan, saat ini juga harus dipending. Hal itu seperti yang dialami Didik Eko Winarto, seorang pengusaha kue kering di Dusun Sidodadi, Desa Ringinsari, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Akibat merebaknya virus Corona atau Convid-19 di bumi republik tercinta kita saat ini, penjualan kue kering untuk persiapan lebaran dinyatakan turun drastis, termasuk order dari para pelanggan, saat ini juga harus dipending.</p>
<p>Hal itu seperti yang dialami Didik Eko Winarto, seorang pengusaha kue kering di Dusun Sidodadi, Desa Ringinsari, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang.</p>
<p>&#8220;Selain sulitnya pembelian bahan baku berupa ketela madu dari Banyuwangi, untuk akses pemasaran saat ini juga masih sulit. Semua itu karena terbentur aturan pemerintah yang harus kita taati bersama, &#8221; terang Didik, Selasa (31/3/2020) siang.</p>
<p>Dikatakannya, sebelum pandemi Virus Corona ini terjadi, pria satu putri yang menekuni usahanya sejak setahun lalu, dalam satu minggu bisa dropping hasil produksinya hingga 1000 hingga 1500 pak. Jumlah tersebut, selain dipasarkan di Malang Raya,beberapa kota di Jawa Timur bahkan hingga tembus Jawa Tengah.</p>
<p>&#8220;Sekarang kami beralih ke produk baru berupa Ciki-Ciki dari bahan mie dan terigu, &#8221; ulasnya.</p>
<p>Disisi lain,Didik juga mengeluh dengan ditutupnya destinasi wisata di Malang Selatan, termasuk sejumlah wisata religi Jawa Timur bahkan Jawa Tengah.</p>
<p>&#8220;Carang Emas yang selama ini menjadi produk unggulan Desa Ringinsari atau camilan khas Malang Selatan ini juga kami pasarkan dibeberapa tempat pariwisata, baik wisata alam maupun religi. Dengan kondisi seperti saat ini, omset kami turun drastis. Semoga Virus Corona ini segera berlalu dan suasana kembali normal, &#8221; beber Didik. <strong>(sur/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">110390</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
