<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>diklat ukm &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/diklat-ukm/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 09 Mar 2021 13:44:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>diklat ukm &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Kapolres Batu Gelar Silaturahmi dengan Pengurus IPSI Kota Batu</title>
		<link>https://memontum.com/kapolres-batu-gelar-silaturahmi-dengan-pengurus-ipsi-kota-batu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Mar 2021 13:43:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[coban rais]]></category>
		<category><![CDATA[Diklat]]></category>
		<category><![CDATA[diklat ukm]]></category>
		<category><![CDATA[Kapolres Batu]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[Pencak Silat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=136454</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Menyikapi kejadian yang menimpa dua mahasiswa UIN saat mengikuti diklat UKM Pencak Silat di Coban Rais beberapa hari lalu, Kepala Polisi Resor (Kapolres) Batu, AKBP Catur C Wibowo akhirnya bertemu dengan perguruan silat se-Kota Batu dan Pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Batu di Omah Kumpul, Kota Batu, Selasa (09/03). Ajang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Menyikapi kejadian yang menimpa dua mahasiswa UIN saat mengikuti diklat UKM Pencak Silat di Coban Rais beberapa hari lalu, Kepala Polisi Resor (Kapolres) Batu, AKBP Catur C Wibowo akhirnya bertemu dengan perguruan silat se-Kota Batu dan Pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Batu di Omah Kumpul, Kota Batu, Selasa (09/03).</p>



<p>Ajang pertemuan itu untuk menjalin silaturahmi dan perkenalan kepada ketua dan pengurus perguruan silat yang ada di Kota Batu.</p>



<p>“Alhamdulillah, ini bisa menjadi ajang pertemuan karena sebelumnya tidak ada acara seperti ini,” kata Catur di tengah-tengah acara.</p>



<p>Catur menjelaskan, kegiatan tersebut diharapkan agar para pengurus perguruan silat Kota Batu lebih saling kenal. Tujuannya untuk membangun keamanan dan ketertiban di masyarakat.</p>



<p>“Untuk menjaga keharmonisan antar perguruan silat demi terciptanya suasana kondusif di Kota Batu,” jelasnya.</p>



<p>Catur juga menegaskan, agar para pengurus dan ketua selalu melaporkan dan mengurus surat izin kegiatan. Hal itu untuk membangun koordinasi sehingga polisi bisa menjalankan tugasnya untuk menjaga keamanan dan ketertiban.</p>



<p>“Agar kami selaku Kepolisian bisa menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” tegasnya.</p>



<p>Sementara itu, Ketua IPSI Batu, Muladi menegaskan, kalau Pencak Silat bukanlah tempat ajang adu kekerasan fisik. Pencak Silat adalah sebagai sarana mendulang prestasi.</p>



<p>“Dalam AD-ART kami, Pencak Silat konsepnya adalah olahraga prestasi, membina dan membentuk atlet untuk berprestasi, bukan berkelahi atau kegiatan fisik yang keras,” ungkapnya.</p>



<p><strong><a href="https://memontum.com/136328-polres-batu-periksa-11-orang-akibat-meninggalnya-dua-mahasiswa-uin-malang" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Baca Juga : Polres Batu Periksa 11 Orang Akibat</a></strong> Meninggalnya Dua Mahasiswa UIN Malang</p>



<p>Muladi juga mengaku tidak mengetahui adanya kegiatan diklat UKM Pagar Nusa UIN Malik Ibrahim. Bahkan, dalam pengakuannya, ia mendapat informasi kalau kegiatan diklat itu tidak mengenakan pakaian yang semestinya, melainkan mengenakan seragam Pramuka.</p>



<p>“Untuk informasi itu saya masih belum tahu kebenarannya. Hanya saja yang saya dapat seperti itu. Kalau itu memang terjadi, seharusnya mengenakan seragam Pencak Silat,” ungkapnya.</p>



<p>Karena tidak ada pemberitahuan resmi, IPSI Batu tidak mengambil sikap apapun.</p>



<p>“Itu bukan ranah kami untuk menindak atau memberikan teguran kepada siapapun. Kami akan berhati-hati dalam rangka suatu kejadian yang mengatasnamakan Pencak Silat. Pencak Silat itu, menurut payung hukumnya sudah jelas,” paparnya.</p>



<p>IPSI Batu akan memberikan imbauan kepada anggotanya supaya kejadian serupa tidak terjadi lagi di Kota Batu. Dikatakan Muladi, kejadian diklat Pencak Silat hingga mengakibatkan korban jiwa baru pertama kali terjadi di Kota Batu.</p>



<p>“Kami imbau atas peristiwa yang tidak senonoh karena mengatasnamakan Pencak Silat tapi tidak menggunakan izin dan atribut semestinya,” jelasnya. <strong>(bir/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">136454</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hasil Rekam Medis Dua Mahasiswa UIN Malang Jadi Bahan Pengembangan Polres Batu</title>
		<link>https://memontum.com/hasil-rekam-medis-dua-mahasiswa-uin-malang-jadi-bahan-pengembangan-polres-batu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Mar 2021 12:45:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[diklat ukm]]></category>
		<category><![CDATA[kota batu]]></category>
		<category><![CDATA[polres batu]]></category>
		<category><![CDATA[UIN Malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=136440</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Usaha Polres Kota Batu untuk segera mengungkap penyebab matinya dua mahasiswa UIN Kota Malang, saat mengikuti kegiatan Diklat Penerimaan Anggota UKM Pencak Silat di Coban Rais Desa Oro-oro Ombo, Kecamatan Batu, Kota Batu, sepertinya bakal berlangsung lama. Penyebabnya, keluarga korban atau keluarga dari mahasiswa yang meninggal, enggan untuk dilakukan otopsi. Kasatreskrim [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Usaha <a href="https://memontum.com/tag/polres-batu">Polres Kota Batu</a> untuk segera mengungkap penyebab matinya dua mahasiswa UIN Kota Malang, saat mengikuti kegiatan Diklat Penerimaan Anggota UKM Pencak Silat di Coban Rais Desa Oro-oro Ombo, Kecamatan Batu, Kota Batu, sepertinya bakal berlangsung lama.</p>



<p>Penyebabnya, keluarga korban atau keluarga dari mahasiswa yang meninggal, enggan untuk dilakukan otopsi.</p>



<p>Kasatreskrim Polres Batu, AKP Jeifson Sitorus, menjelaskan bahwa sebenarnya pihak kepolisian telah meminta izin kepada keluarga, untuk dilakukan otopsi. Terutama, untuk keluarga Miftah Rizki Pratama (MRP), mahasiswa dari Bandung, yang meninggal terakhir.</p>



<p>Hanya saja, permintaan izin itu tidak diterima keluarga korban, saat mereka ada di RS Karsa Husada Kota Batu.</p>



<p>&#8220;Mereka tidak berkenan untuk dilakukan otopsi. Bahkan, mereka membuat surat pernyataan, untuk tidak dilakukan otopsi,&#8221; jelas Kasatreskrim.</p>



<p><strong>Baca juga: </strong><a href="https://memontum.com/136328-polres-batu-periksa-11-orang-akibat-meninggalnya-dua-mahasiswa-uin-malang">Polres Batu Periksa 11 Orang Akibat Meninggalnya Dua Mahasiswa UIN Malang</a></p>



<p>Namun, tambah Jeifson, di dalam surat pernyataan yang dibuat oleh keluarga itu, sudah tertera keterangan bahwa apabila jika diduga terdapat tindak pidana, maka pihak keluarga bersedia untuk dilakukan otopsi.</p>



<p>&#8220;Jadi artinya, apabila dalam proses penyidikan kami menemukan tindak pidana, maka jenazah bisa diotopsi. Meskipun, saat ini jenazah sudah dilakukan penguburan. Itu tetap akan dilakukan pembongkaran,&#8221; terangnya.</p>



<p>Disinggung mengenai temuan sementara polisi, Kasatreskrim menjelaskan, masih dalam pendalaman. Sebaliknya, hanya mengurai bahwa akan dilakukan bongkar makam ketika ada indikasi dugaan tindak pidana. Baik itu kelalaian atau kekerasan.</p>



<p>&#8220;Tergantung nanti hasil penyidikan kita seperti apa. Jika dalam penyidikan itu menemukan fakta-fakta terjadinya tindakan pidana, maka sudah pasti akan dilakukan tindakan otopsi,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Jeifson menceritakan, mulanya dua korban yang meninggal ini dibawa ke Predator Fun Park. Setelah itu, barulah melakukan perjalanan menuju Coban Rais. Di situ, korban sempat melakukan wudhu untuk melaksanakan Sholat Ashar.</p>



<p>&#8220;Namun, untuk korban yang dibawa ke Puskesmas Karangploso, dia sudah pingsan terlebih dahulu sebelum wudlu,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Pada saat pingsan, tambahnya, kemudian oleh masyarakat dan panitia dilarikan ke Puskesmas Karangploso. </p>



<p>Namun, ketika sampai di Puskesmas, korban atas nama Faishal Lathiful Fahri (FLF) asal Lamongan, sudah menghembuskan nafas terakhirnya.</p>



<p>&#8220;Usai kejadian itu, kemudian dijemput oleh keluarga dan langsung dibawa pulang ke Lamongan,&#8221; paparnya.</p>



<p>Sehingga, lanjutnya, untuk korban yang dibawa ke Lamongan, pihaknya masih belum dapat melakukan tindakan hukum. Namun, untuk pencarian identitas lebih lanjut, penyidik Polres Batu sudah ada yang berangkat ke Lamongan.</p>



<p>&#8220;Saya tegaskan, kegiatan ini sama sekali tidak memiliki izin. Baik dari pihak Coban Rais, dari Kampus, maupun dari pihak Kepolisian,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Berdasarkan laporan yang diterimanya, kejadian hingga timbul korban nyawa itu terjadi sekitar pukul 15.00.</p>



<p>Setelah itu, pihaknya langsung meminta kegiatan untuk dihentikan. Untuk durasi waktu dua korban yang meninggal itu, jaraknya tidak terlalu jauh.</p>



<p>Dimulai dari korban yang berasal dari Lamongan dahulu, setelah itu panitia mengumpulkan peserta untuk jongkok. </p>



<p>Ketika panitia menyuruh jongkok, korban ke dua yang berasal dari Bandung terjatuh dan langsung di bawa ke RS Karsa Husada Kota Batu.</p>



<p>&#8220;Untuk menilai apakah ada aktivitas fisik berat atau tidak. Kami masih melakukan pendalaman lebih lanjut. Seperti apa SOP yang dilakukan dalam kegiatan tersebut,&#8221; ujar Jeifson.</p>



<p>Setelah ini, pihaknya akan meminta keterangan dari pihak terkait. Dengan tujuan, untuk mengetahui apakah alur pelaksanaan yang dilakukan oleh para mahasiswa ini, sudah sesuai standar atau tidak. </p>



<p>Termasuk, pihaknya juga masih menunggu laporan pihak medis apa penyebab meninggalnya kedua korban itu. Karena tindakan pertama, dilakukan oleh pihak Puskesmas maupun RS Karsa Husada.</p>



<p>&#8220;Hingga saat ini, kita masih menunggu hasil rekam medis. Secara resminya bagaimana, masih belum disampaikan kepada Polres,&#8221; terang Jeifson.</p>



<p>Selain rekam medis, tambah Jeifson, petugas juga telah mengamankan sejumlah barang bukti. Mulai dari dokumentasi-dokumentasi kegiatan, hingga handphone-handphone baik dari peserta dan panitia.</p>



<p>&#8220;Nanti akan kita lihat melalui dokumen yang kita amankan ini. Perbuatan-perbuatan real seperti apa yang dilakukan. Namun untuk sementara waktu, kami masih belum bisa menyampaikannya,&#8221; katanya.</p>



<p>Sebagaimana diberitakan, dalam kegiatan Diklat Penerimaan Anggota UKM Pencak Silat di Coban Rais Desa Oro-oro Ombo, Kecamatan Batu, Kota Batu, dua mahasiswa meregang nyawa. Diawali mahasiswa yang berasal dari Lamongan, baru kemudian mahasiswa asal Bandung.<strong> (bir/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">136440</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Polres Batu Periksa 11 Orang Akibat Meninggalnya Dua Mahasiswa UIN Malang</title>
		<link>https://memontum.com/polres-batu-periksa-11-orang-akibat-meninggalnya-dua-mahasiswa-uin-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2021 10:03:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[diklat ukm]]></category>
		<category><![CDATA[kota batu]]></category>
		<category><![CDATA[polres batu]]></category>
		<category><![CDATA[UIN Malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=136328</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Meninggalnya mahasiswa UIN Kota Malang, dalam kegiatan Diklat Penerimaan Anggota UKM Pencak Silat di Coban Rais Desa Oro-oro Ombo, Kecamatan Batu, Kota Batu, mendapat perhatian Polres Kota Batu. Merespon kejadian hilangnya nyawa tersebut, Polres Kota Batu mulai meminta keterangan kepada beberapa pihak. Kapolres Batu, AKBP Catur C Wibowo, membenarkan adanya pemeriksaan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Meninggalnya mahasiswa UIN Kota Malang, dalam kegiatan Diklat Penerimaan Anggota UKM Pencak Silat di Coban Rais Desa Oro-oro Ombo, Kecamatan Batu, Kota Batu, mendapat perhatian Polres Kota Batu.</p>



<p>Merespon kejadian hilangnya nyawa tersebut, Polres Kota Batu mulai meminta keterangan kepada beberapa pihak.</p>



<p>Kapolres Batu, AKBP Catur C Wibowo, membenarkan adanya pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan diklat.</p>



<p>&#8220;Jadi, ini tindak lanjut kejadian kemarin, hari Minggu (07/03). Bahwa, ada laporan dua meninggal dunia dalam kegiatan Pagar Nusa yang dilaksanakan oleh mahasiswa UIN. Jadi, kegiatan ini mulai hari Jum&#8217;at, Sabtu dan Minggu,&#8221; jelas Catur.</p>



<p>Bagaimana kronologisnya, tambah Kapolres, ini sedang didalami dan masih dalam proses. Kami pun sudah mengecek ke universitas yang bersangkutan, bahwa kegiatan ini tanpa ijin dari lembaga.</p>



<p>Kegiatan pencak silat ini, tambahnya, diikuti 41 peserta pada hari Jumat (05/03) dengan menuju salah satu SMK di Karangploso. &#8220;Lalu, dilanjutkan Sabtu (06/03), dengan menggunakan kendaraan menuju ke predator fun park dan peserta mulai berjalan kaki menuju coban Rais,&#8221; tambah Catur.</p>



<p>Masih menurut Kapolres, dari pemeriksaan sementara, bahwa kegiatan ini tidak ada ijin ke pihak kepolisian dan Satgas Covid-19.</p>



<p>&#8220;Tidak ada ijin sama sekali, baik pada aparat setempat. Ini betul-betul tidak ada pemberitahuan ke kami (Polres Batu). Jadi, kegiatan di luar pengetahuan pihak universitas dan aparat setempat. Lha dalam perjalanan ini, ada peserta atas nama M. Faisal Lathiful Fahri meninggal dan dibawa ke Puskesmas Karangploso. Dan yang kedua ada yang pingsan atas nama Miftah Rizki Pratama dan dibawa ke RS Karsa Husada. Sebetulnya, dari pihak RS telah menyatakan meninggal saat dalam perjalanan,&#8221; terang Kapolres.</p>



<p>Namun, Catur memastikan, bahwa proses tetap dilakukan sampai ada kejelasan dari pihak RS. Untuk itu, Polres Batu telah memanggil sebelas orang, untuk dimintai keterangan.</p>



<p>&#8220;Ya, saat ini Polres telah memanggil sebelas orang. Baik itu dari peserta, panitia pelaksana serta pihak universitas guna diperiksa untuk dimintai keterangan. Untuk proses selanjutnya, kami juga menunggu hasil keterangan dari pihak RS Karsa Husada,&#8221; paparnya.</p>



<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://memontum.com/136259-mahasiswa-uin-malang-mati-saat-ikuti-diklat-penerimaan-anggota-ukm-pencak-silat">Mahasiswa UIN Malang Mati Saat Ikuti Diklat Penerimaan Anggota UKM Pencak Silat</a></strong></p>



<p>Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UIN Malang, Dr. H. Isroqun Najah, M.Ag., saat dimintai keterangan mengatakan bahwa pihak universitas bukan tidak memberikan izin. Namun, kegiatan tersebut juga tidak meminta izin.</p>



<p>&#8220;Kami bukan tidak memberikan izin, tapi memang mereka (panitia) tidak mengajukan izin. Sebab, selama pandemi Covid-19, kita punya edaran rektor tidak ada kegiatan, kuliah saja daring. Jadi, semua kegiatan mahasiswa kita off kan. Off dalam arti kegiatan yang memobilisasi massa ditiadakan. Kalau daring masih oke lha. Itu yang harus kita cari strategi, bagaimana kegiatan mahasiswa masih tetap jalan, tidak off sama sekali,&#8221; jelas Isroqun.<strong> (bir/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">136328</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa UIN Malang Mati Saat Ikuti Diklat Penerimaan Anggota UKM Pencak Silat</title>
		<link>https://memontum.com/mahasiswa-uin-malang-mati-saat-ikuti-diklat-penerimaan-anggota-ukm-pencak-silat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Mar 2021 14:21:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[diklat ukm]]></category>
		<category><![CDATA[kota batu]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[UIN Malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=136259</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Di saat aktifitas belajar mengajar digelar secara darling, kabar miring justru berhembus ke UIN Kota Malang. Seorang mahasiswa yang teridentifikasi bernama Miftah Rizki Pratama (20) dengan NIK 3273130107010002 dan beralamat Jl.Turangga Dalam II Kota Bandung, Jawa Barat, dikabarkan mati saat mengikuti Diklat Penerimaan Anggota UKM Pencak Silat UIN Kota Malang. Korban [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu </strong>&#8211; Di saat aktifitas belajar mengajar digelar secara darling, kabar miring justru berhembus ke UIN Kota Malang.</p>



<p>Seorang mahasiswa yang teridentifikasi bernama Miftah Rizki Pratama (20) dengan NIK 3273130107010002 dan beralamat Jl.Turangga Dalam II Kota Bandung, Jawa Barat, dikabarkan mati saat mengikuti Diklat Penerimaan Anggota UKM Pencak Silat UIN Kota Malang.</p>



<p>Korban dilaporkan meninggal pada Sabtu (06/03) kemarin. Sementara jenazah korban, masih tertahan di RS Karsa Husada hingga Minggu (07/03) sore tadi.</p>



<p>Diperoleh keterangan, sebelum nasib itu menimpa korban, diketahui korban bersama rombongan pada Jumat (05/03), berangkat dari UIN Kota Malang menuju ke SMK Mahardika, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Tujuannya, untuk mengikuti acara istighosah dan tahlil.</p>



<p>Selanjutnya, Sabtu (06/03) siang, seluruh peserta bertolak menuju ke areal depan Predator Fun Park dengan menggunakan kendaraan truck. Rombongan, bermaksud mulai berjalan kaki menuju Coban Rais via Coban Putri, di Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu, Kota Batu.</p>



<p>Menurut Mandor Coban Rais, Abdul Rohman, peserta diklat datang setelah melakukan perjalanan dari Tlekung.</p>



<p>&#8220;Perjalanan dimulai Sabtu sekitar pukul 10 pagi, sampai di Coban Rais, sekitar pukul 13.00,” ujarnya, saat dikonfirmasi memontum.com, pada Minggu (07/03) tadi.</p>



<p>Rohman menambahkan, sebelum dilaporkan meninggal, Rizki sempat mengeluh sesak. Dari situ, kemudian dibawa ke RS Karsa Husada. Kemudian, dilaporkan meninggal dunia di RS tersebut.</p>



<p>Penasehat Pagar Nusa, Nauval Wafaul Faiq, menjelaskan bahwa kegiatan diklat diawali pada Jumat malam. Yakni, diawali dengan pelaksanaan acara istighosah dan tahlilan.</p>



<p>&#8220;Selesai acara itu, peserta kemudian istirahat sampai pagi. Hari Sabtunya, dilanjutkan sarapan dan melakukan pemanasan,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Setelah itu, tambahnya, peserta diberangkatkan ke Desa Tlekung dari SMK Mahardika Karangploso dan diturunkan untuk melakukan jalan kaki ke Coban Rais via Coban Putri.</p>



<p>&#8220;Kejadiannya itu saat peserta sampai di Coban. Dekat camping groundnya. Kan, peserta mulai jalan jongkok,&#8221; terangnya.</p>



<p>Saat hendak tiba ke Coban Rais, tambahnya, dalam keadaan jalan jongkok, peserta asal Bandung itu lemas dan jatuh karena sesak. Kemudian, panitia melakukan pertolongan pertama di tenda. &#8220;Pertolongan awal kami lakukan di tenda,&#8221; paparnya.</p>



<p>Dijelaskannya, karena panitia tidak bisa mengatasi sakit Rizki, lalu dua orang panitia membawanya ke RS dengan menggunakan sepeda motor. Rizki saat itu, duduk di tengah.</p>



<p>&#8220;Pengakuan panitia yang membawa, korban saat itu masih sadar. Bahkan, waktu ditaruh ditandu RS, korban masih bisa nafas. Kemudian, baru dikabarkan oleh RS bahwa korban sudah meninggal,&#8221; katanya.</p>



<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://memontum.com/136169-jalur-kendaraan-pujon-ke-batu-serta-kediri-dan-jombang-kembali-ditutup">Jalur Kendaraan Pujon ke Batu serta Kediri dan Jombang Kembali Ditutup</a></strong></p>



<p>Informasi yang didapat Nauval, saat perjalanan jongkok, korban sempat mengeluh punya penyakit ginjal. Kondisi Miftah kritis sekitar pukul 14.00 dan dikabarkan meninggal sekitar pukul setengah 16.00. Hingga Minggu (07/03) sore, jenazah korban masih berada di RS Karsa Husada.</p>



<p>Wakil Rektor 3 UIN Maliki Ibrahim, Dr Isroqun Najah, yang berada di RS Karsa Husada, enggan memberikan keterangan saat dikonfirmasi.</p>



<p>Isroqun, pun tidak mau memberikan berkomentar sedikit pun ketika dimintai keterangan. Termasuk, soal pelaksanaan diklat hingga berujung peristiwa meninggalnya Rizki.</p>



<p>“Belum, belum. Nanti saja,” katanya singkat sembari berjalan menghindari wartawan, Minggu (07/03) tadi. <strong>(bir/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">136259</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
