<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Dinas Kesehatan Kota Malang &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/dinas-kesehatan-kota-malang/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 24 Nov 2022 13:10:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Dinas Kesehatan Kota Malang &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Dinkes Kota Malang Catat Tingkat Kematian Covid-19 Terus Bertambah</title>
		<link>https://memontum.com/dinkes-kota-malang-catat-tingkat-kematian-covid-19-terus-bertambah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Nov 2022 06:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Covid 19]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Kesehatan Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[kematian covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=178789</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Kesehatan Kota Malang, mencatat tingkat kematian akibat Covid-19 di November ini, mengalami peningkatan. Yakni, sebanyak empat orang dinyatakan meninggal dunia. Hal itu, dikatakan oleh Kepala Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif. “Empat orang yang meninggal, satu probable (diyakini sebagai suspek), satu terkonfirmasi (Covid). Untuk yang dua masih menunggu hasil. Tapi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Kesehatan Kota Malang, mencatat tingkat kematian akibat Covid-19 di November ini, mengalami peningkatan. Yakni, sebanyak empat orang dinyatakan meninggal dunia. Hal itu, dikatakan oleh Kepala Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif.</p>



<p>“Empat orang yang meninggal, satu probable (diyakini sebagai suspek), satu terkonfirmasi (Covid). Untuk yang dua masih menunggu hasil. Tapi semua dimakamkan dengan protokol Covid-19,” jelas Husnul, saat dikonfirmasi, Kamis (24/11/2022) tadi.</p>



<p>Dikatakan Husnul, banyak faktor yang menjadi penyebab kematian akibat Covid-19 tersebut. Salah satunya yakni komorbid, itu menjadi penyebab ruang penanganan Instalasi Gawat Darurat (IGD) penuh. “Memang satu karena komorbid, itu semua masuk ya di IGD, sehingga penanganan disitu yang mengakibatkan parah,” katanya.</p>



<p>Dijelaskan Husnul, secara umum tingkat pemakaian tempat tidur ada sekitar 19,9 persen, di mana 15,41 persen di dominasi oleh warga dari luar Kota Malang. Sementara sisanya diisi oleh warga Kota Malang. “Seluruh pasien yang dirawat itu tersebar, ada di RSSA, Rumah Sakit Lavalette, Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Malang dan Rumah Sakit Panti Waluya,” lanjutnya.</p>



<p>Dengan adanya penambahan kasus kematian tersebut, Husnul mengimbau agar masyarakat lebih meningkatkan kedisiplinan dalam menjalankan protokol kesehatan (Prokes). Terlebih, dalam waktu dekat juga ada libur Nataru dan tahun baru. Selain itu, menurutnya vaksinasi juga harus terus ditingkatkan.</p>



<p>“Dua strategi itu sebenarnya sudah cukup. Jadi lebih kepada bagaimana kita mendisiplinkan masyarakat dan mereka yang belum melakukan vaksinasi lengkap,” imbuh Husnul. <strong>(rsy/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">178789</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jumlah Kematian Covid-19 Bertambah, Dinkes Kota Malang Imbau Prokes</title>
		<link>https://memontum.com/jumlah-kematian-covid-19-bertambah-dinkes-kota-malang-imbau-prokes</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Nov 2022 12:27:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Covid 19]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Kesehatan Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Disiplin Prokes]]></category>
		<category><![CDATA[kematian covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Prokes]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=178683</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Tren kenaikan kasus Covid-19 di Kota Malang, akhir-akhir ini mengalami kenaikan. Pada data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, tercatat mencapai 137 kasus per 21 November 2022. Melihat tren tersebut, Kepala Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif, mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes). “Dua pekan ini peningkatan fluktuatif. Jadi kami [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Tren kenaikan kasus Covid-19 di Kota Malang, akhir-akhir ini mengalami kenaikan. Pada data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, tercatat mencapai 137 kasus per 21 November 2022. Melihat tren tersebut, Kepala Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif, mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes).</p>



<p>“Dua pekan ini peningkatan fluktuatif. Jadi kami imbau tetap disiplin Prokes. Vaksin juga terus kita jalankan di sentra dan klinik,” ucap Husnul, Selasa (22/11/2022) saat dikonfirmasi.</p>



<p>Kenaikan kasus tersebut juga tebukti dari peningkatan keterisian tempat tidur (Bed Occupancy Rate) yang ada di salah satu rumah sakit rujukan di Kota Malang, yakni RSUD Saiful Anwar (RSSA). Dari belasan hingga menjadi puluhan pasien.</p>



<p>“Memang ada peningkatan dibanding Minggu lalu yang hanya belasan. Setidaknya dari 43 tempat yang tersedia, sudah terisi 26 pasien Covid-19,” kata Direktur Utama (Dirut) RSSA Malang, dr Kohar Hari Santoso.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bahas-masalah-incenerator-waste-to-energy-bupati-malang-audensi-bersama-rektor-universitas-brawijaya">Bahas Masalah Incenerator Waste To Energy, Bupati Malang Audensi bersama Rektor Universitas Brawijaya</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/peringatan-nuzulul-quran-sekda-kabupaten-malang-ingatkan-pentingnya-pembangunan-spiritual-masyarakat">Peringatan Nuzulul Quran, Sekda Kabupaten Malang Ingatkan Pentingnya Pembangunan Spiritual Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/masuki-pertengahan-ramadan-kiriman-uang-pmi-via-kantor-pos-malang-turun-rp-18-miliar">Masuki Pertengahan Ramadan, Kiriman Uang PMI via Kantor Pos Malang Turun Rp 1,8 Miliar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/komisi-iv-dprd-trenggalek-minta-dinas-pendidikan-tindak-lanjuti-nasib-guru-ppg">Komisi IV DPRD Trenggalek Minta Dinas Pendidikan Tindak Lanjuti Nasib Guru PPG</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bi-malang-sebut-lonjakan-harga-emas-dorong-inflasi-di-februari-2026">BI Malang Sebut Lonjakan Harga Emas Dorong Inflasi di Februari 2026</a></li>
</ul>


<p>Lebih lanjut, dijelaskan jika pasien Covid-19 yang dirawat di RSSA Malang itu memiliki komorbid, mulai dari kelainan pernafasan, hipertensi, hingga neurologis. Sehingga, pihaknya selalu berkoordinasi dengan salah satu laboratorium di Jakarta terkait dengan varian Covid-19 baru.</p>



<p>Terpisah, untuk pemakaman menggunakan prokes Covid-19 di bulan November ini juga mengalami kenaikan, itu melebihi jumlah pemakaman di bulan Oktober 2022 lalu. Hal tersebut, disampaikan oleh Kepala UPT Pemakaman DLH Kota Malang, Subardi. “Per hari ini, Selasa (22/11/2022), jumlah pemakaman Prokes Covid-19 di Kota Malang sudah 15 pemakaman. Pada bulan Oktober sebelumnya, ada 11 pemakaman,” kata Subardi.</p>



<p>Dengan adanya peningkatan kasus Covid-19 di beberapa hari ini, tentunya membuat tim pemakaman Prokes mulai kembali bekerja lebih ekstra. Terlebih, untuk petugas pelaksana UPT Pemakaman di Kota Malang terdapat sekitar 8 personel saja. “Mulai akhir-akhir ini, jumlah pemakan mengalami peningkatan. Sehingga, petugas kami juga mulai bekerja ekstra lagi. Saya juga minta petugas terus standby,” imbuh Subardi. <strong>(rsy/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">178683</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dinas Kesehatan Kota Malang Jemput Bola Pemeriksaan Penyakit Tidak Menular</title>
		<link>https://memontum.com/dinas-kesehatan-kota-malang-jemput-bola-pemeriksaan-penyakit-tidak-menular</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Jul 2022 12:18:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Kesehatan Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[jemput bola]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[pemeriksaan]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=172107</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang melakukan pemeriksaan deteksi dini penyakit tidak menular (PTM) di lingkungan Pemerintahan Kota (Pemkot) Malang. Hal ini dilakukan, guna untuk memantau kesehatan para pegawai. Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian PTM dan Kesehatan Jiwa Dinkes Kota Malang, drg Muhammad Zamroni, mengungkapkan bahwa persentase PTM di Kota Malang sekitar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang melakukan pemeriksaan deteksi dini penyakit tidak menular (PTM) di lingkungan Pemerintahan Kota (Pemkot) Malang. Hal ini dilakukan, guna untuk memantau kesehatan para pegawai.</p>



<p>Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian PTM dan Kesehatan Jiwa Dinkes Kota Malang, drg Muhammad Zamroni, mengungkapkan bahwa persentase PTM di Kota Malang sekitar 30 persen adalah hipertensi dan diabetes. &#8220;Standar pelayanan minimal bidang kesehatan ada 12 indikator, yang salah satunya adalah skrining pada usia produktif,” jelasnya, Selasa (12/07/2022) tadi.</p>



<p>Dijelaskannya, untuk pemeriksaan deteksi dini PTM ini berupa pemeriksaan tekanan darah, berat badan, lingkar perut, dan pemeriksaan gula darah pada usia produktif. Dikatakan, bahwa untuk masyarakat usia produktif di Kota Malang saat ini ada kurang lebih berjumlah 600 ribu jiwa.</p>



<p>“Pelayanan skrining ini bisa dilaksanakan di Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) yang ada di dekat posyandu atau di puskesmas. Namun capaiannya kurang maksimal, sehingga kita lakukan jemput bola periksa gratis atau Jebol Perintis PTM,” lanjutnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bahas-masalah-incenerator-waste-to-energy-bupati-malang-audensi-bersama-rektor-universitas-brawijaya">Bahas Masalah Incenerator Waste To Energy, Bupati Malang Audensi bersama Rektor Universitas Brawijaya</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/peringatan-nuzulul-quran-sekda-kabupaten-malang-ingatkan-pentingnya-pembangunan-spiritual-masyarakat">Peringatan Nuzulul Quran, Sekda Kabupaten Malang Ingatkan Pentingnya Pembangunan Spiritual Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/masuki-pertengahan-ramadan-kiriman-uang-pmi-via-kantor-pos-malang-turun-rp-18-miliar">Masuki Pertengahan Ramadan, Kiriman Uang PMI via Kantor Pos Malang Turun Rp 1,8 Miliar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/komisi-iv-dprd-trenggalek-minta-dinas-pendidikan-tindak-lanjuti-nasib-guru-ppg">Komisi IV DPRD Trenggalek Minta Dinas Pendidikan Tindak Lanjuti Nasib Guru PPG</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bi-malang-sebut-lonjakan-harga-emas-dorong-inflasi-di-februari-2026">BI Malang Sebut Lonjakan Harga Emas Dorong Inflasi di Februari 2026</a></li>
</ul>


<p>Disebutkan, untuk jumlah kunjungan jemput bola PTM sudah mencapai 262, dimana obesitas 47 (17,9%), hipertensi 75 (28,6%), dan diabetes militus 14 (5,3%). Upaya jemput bola ini akan terus dilakukan berlanjut hingga tingkat kelurahan.</p>



<p>“Kegiatan ini nantinya berlanjut ke perangkat daerah lain dengan harapan hingga sampai ke tingkat kecamatan dan kelurahan, sehingga tercapai semuanya,” tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif, mengatakan untuk pelayanan skrining bagi masyarakat dapat dilaksanakan di posbindu terdekat atau ke puskesmas yang ada di wilayah masing-masing. Untuk masyarakat yang terbentur dengan jam kerja, pihaknya siap memfasilitasi.</p>



<p>“Jadi, sementara kita mulai dengan karyawan Pemkot Malang dulu. Nantinya dilanjutkan karyawan swasta dan di tempat umum. Istilahnya jemput bola,” katanya.</p>



<p>Dari hasil pemeriksaan tersebut, jika terdapat ASN atau karyawan yang hasil skriningnya berpotensi mengarah pada hipertensi dan diabetes, maka akan disarankan untuk mengunjungi fasilitas layanan kesehatan (fasyankes). <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">172107</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Perpres Sanksi Warga yang Menolak Vaksinasi, Ini Respon Plt Kadinkes Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/perpres-sanksi-warga-yang-menolak-vaksinasi-ini-respon-plt-kadinkes-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Feb 2021 13:50:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Bantuan Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Kesehatan Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[imunisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pandemi]]></category>
		<category><![CDATA[Pengadaan]]></category>
		<category><![CDATA[penolakan]]></category>
		<category><![CDATA[tenaga kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[vaksin covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[vaksinasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=134746</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Presiden Indonesia, Joko Widodo, telah mengeluarkan Perpres Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2020 tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Covid-19. Dalam Perpres Nomor 14 Tahun 2021 tersebut, tercantum soal sanksi bagi warga yang menolak menerima vaksinasi Covid-19. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211;  Presiden Indonesia, Joko Widodo, telah mengeluarkan Perpres Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2020 tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Covid-19.</p>



<p>Dalam Perpres Nomor 14 Tahun 2021 tersebut, tercantum soal sanksi bagi warga yang menolak menerima vaksinasi Covid-19.</p>



<p>Sanksi tersebut tertuang pada Pasal 13A ayat (4): Setiap orang yang telah ditetapkan sebagai sasaran penerima vaksin Covid-19 yang tidak mengikuti vaksinasi Covid-19 sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat dikenakan sanksi administratif, berupa:</p>



<p>a. penundaan atau penghentian pemberian jaminan sosial atau bantuan sosial;<br>b. penundaan atau penghentian layanan administrasi pemerintahan; dan/atau<br>c. denda.</p>



<p><strong><a href="https://memontum.com/134717-hastag-ajorji-dianggap-wali-kota-malang-sebagai-bentuk-kritis-warganet#ixzz6mY0aiu2R" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Baca Juga : Hastag Ajorji Dianggap Wali Kota Malang Sebagai Bentuk Kritis Warganet</a></strong></p>



<p>Berkaitan dengan hal tersebut, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Sri Winarni, mengatakan pihaknya belum bisa memberi statmen lebih. &#8220;Itu masih di tataran kebijakan pusat jadi saya belum bisa memberikan statmen,&#8221; singkatnya, Senin (15/02).</p>



<p>Tetapi diakui Sri, hingga saat ini tidak ada satupun nakes (tenaga kesehatan) yang menolak pemberian vaksin termin pertama. &#8220;Sampai saat ini di Kota Malang tidak ada penolakan, malah semua pingin divaksin,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Bahkan pihaknya terus menerus memantau proses vaksinasi para nakes di termin pertama ini. Hingga saat ini pun laporan terkait KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) yang dialami para nakes juga terbilang ringan.</p>



<p>&#8220;Kalau yang ada KIPInya itu kategori ringan, seperti demam. Tinggal dikasih obat penurun panas, jadi biasa saja, tidak ada yang serius dan bahaya,&#8221; terangnya. <strong>(cw1/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">134746</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gilang dan Dandim 0833 Kota Malang Tidak Tampak Pada Vaksinasi Termin Kedua</title>
		<link>https://memontum.com/gilang-dan-dandim-0833-kota-malang-tidak-tampak-pada-vaksinasi-termin-kedua</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Feb 2021 12:21:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dandim]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Kesehatan Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[disabilitas]]></category>
		<category><![CDATA[fkub kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[tenaga kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=134509</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang Kota &#8211; Influencer, Gilang Widya Pramana dan Dandim 0833 Kota Malang, Letkol Arm Ferdian Primadhona tidak tampak hadir pada vaksinasi termin kedua yang diberikan kepada peserta vaksinasi simbolis termin pertama, pada vaksinasi termin kedua ini, yang berlangsung di Balaikota, Kamis (11/02), hanya nampak 9 orang saja. Ke 9 pejabat dan tokoh tersebut antara [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang Kota</strong> &#8211; Influencer, Gilang Widya Pramana dan Dandim 0833 Kota Malang, Letkol Arm Ferdian Primadhona tidak tampak hadir pada vaksinasi termin kedua yang diberikan kepada peserta vaksinasi simbolis termin pertama, pada vaksinasi termin kedua ini, yang berlangsung di Balaikota, Kamis (11/02), hanya nampak 9 orang saja.</p>



<p>Ke 9 pejabat dan tokoh tersebut antara lain Wawali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, Ketua DPRD Kota Malang, I Made Rian Diana Kartika, Persatuan Ahli Gizi Indonesia Kota Malang, Rosidah Inayati, IDI Kota Malang, dr. Djoko Heri Hermanto, Kepala Kejari Kota Malang, Andi Darmawangsa, Kepala Pengadilan Negeri Kota Malang, Nuruli Mahdilis, FKUB Kota Malang, Baroni, Ketua PCNU Kota Malang, Isroqunnajah, dan perwakilan komunitas disabilitas, Anjar Rahmansyah.</p>



<p><strong>Baca Juga : <a href="https://memontum.com/134500-vaksinasi-termin-ii-wawali-malang-sebut-tidak-ada-perbedaan#ixzz6mAGAUzWT" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Vaksinasi Termin II, Wawali Malang Sebut Tidak Ada Perbedaan</a></strong></p>



<p>Berkaitan dengan itu, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Sri Winarni, mengatakan bahwa dua tokoh tersebut berhalangan hadir. &#8220;Gilang saat ini sedang berada di Jakarta. Kalau pak Dandim tadi sempat hadir, tapi menerima telepon harus menghadiri acara mendadak,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Meski begitu dikatakan Sri hal tersebut tidak masalah, karena pemberian dosis kedua dilakukan dalam rentan waktu 14 sampai 28 hari setelah penyuntikan pertama.</p>



<p>&#8220;Nanti mereka bisa ke salah satu Fasyankes (Fasilitas Layanan Kesehatan) untuk vaksinasi dosis kedua,&#8221; tandasnya. Untuk diketahui, saat ini nakes (tenaga kesehatan) sendiri yang menerima vaksinasi dosis pertama tahap satu sudah mencapai 10.640 atau 87,45 persen per tanggal 10 Februari 2021. <strong>(Cw1/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">134509</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Usung &#8220;Grapyak&#8221;, Puskesmas Gribig Lolos 10 Besar Kompetisi Budaya Kinerja</title>
		<link>https://memontum.com/usung-grapyak-puskesmas-gribig-lolos-10-besar-kompetisi-budaya-kinerja</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Oct 2018 13:06:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Kesehatan Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Kompetisi]]></category>
		<category><![CDATA[Puskesmas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/61645-usung-grapyak-puskesmas-gribig-lolos-10-besar-kompetisi-budaya-kinerja</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; UPT Puskesmas Gribig, Dinas Kesehatan Kota Malang, masuk dalam 10 besar &#8220;Kompetisi Budaya Kerja (S1 Yakin) yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Mengusung tema &#8220;Grapyak&#8221; atau dalam bahasa Indonesia berarti rama, UPT Puskesmas Gribig, ingin menampilkan sebuah model pelayanan kesehatan yanh ramah bagi masyarakat. Penilaian dilakukan oleh Tim Juri yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; UPT Puskesmas Gribig, Dinas Kesehatan Kota Malang, masuk dalam 10 besar &#8220;Kompetisi Budaya Kerja (S1 Yakin) yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Mengusung tema &#8220;Grapyak&#8221; atau dalam bahasa Indonesia berarti rama, UPT Puskesmas Gribig, ingin menampilkan sebuah model pelayanan kesehatan yanh ramah bagi masyarakat. Penilaian dilakukan oleh Tim Juri yang terdiri dari tiga orang yakni, Noor Muhandisuddin dari Lembaga Indonesia Mengajar, Moch Kharis dari PT Semen Gresik Indonesia dan Nanda Kiswanto dari PT Petrokimia Gresik. </p>
<p>Tiga juri yang turun melakukan penilaian adalah mereka dari kalangan profesional, sehingga penilaian berdasarkan standar yang sudah ditetapkan. Visitasi lapangan itu dilakukan setelah UPT Puskesmas Gribig lolos dari penilaian 20 besar terkait dengan kompetensi budaya kinerja.</p>
<p>Menanggapi hal ini, Wali Kota Malang, Sutiaji, mengatakan, Pemerintah Kota Malang terus mengenjot layanan publik, khususnya pelayanan dalam bidang kesehatan. &#8220;Dari beberapa daerah di Jawa Timur, UPT Puskesmas Gribig masuk sebagai 10 besar dalam kompetisi itu. Artinya, layanan publik Kota Malag sudah semakin meningkat,&#8221; kata Sutiaji.</p>
<p>Dijelaskan, kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) khususnya dalam layanan publik juga terus ditingkatkan dari waktu ke waktu. Hal ini, tak lain bagian dari upaya pemerintah mewujudkan pelayanan dengan derajat prima kepada masyarakat. &#8220;Tidak hanya bidang kesehatan, pada layanan bidang lain kami juga berkomitmen untuk peningkatan,&#8221; tukasnya. <strong>(hms/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">61645</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Musim Pancaroba Waspada Serangan Ispa</title>
		<link>https://memontum.com/musim-pancaroba-waspada-serangan-ispa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Nov 2017 05:09:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Kesehatan Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Ispa]]></category>
		<category><![CDATA[pancaroba]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/4117-musim-pancaroba-waspada-serangan-ispa</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Memasuki masa pancaroba dari musim kemarau kemusim penghujan. Sebaiknya setiap orang terus meningkatkan kesehatan tubuhnya. Kalau sampai daya tahan tubuh lemah. Akhirnya mudah diserang penyakit. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang DR Asih Tri Rahmi menjelaskan, saat musim pancaroba. Tubuh mudah diserang penyakit infeksi saluran pernafasan (Ispa). Tandanya tubuh mengalami demam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Memontum Kota Malang &#8211; Memasuki masa pancaroba dari musim kemarau kemusim penghujan. Sebaiknya setiap orang terus meningkatkan kesehatan tubuhnya. Kalau sampai daya tahan tubuh lemah. Akhirnya mudah diserang penyakit. </p>
<p>Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang DR Asih Tri Rahmi menjelaskan, saat musim pancaroba. Tubuh mudah diserang penyakit infeksi saluran pernafasan (Ispa).</p>
<p>Tandanya tubuh mengalami demam tinggi. Tenggorokan terasa sakit. Apalagi saat dipergunakan untuk menelan makanan kemudian persendian terasa ngilu semua. Agar terhindar dari Ispa harus menjaga kesehatan tubuh dan lingkungannya.</p>
<p>&#8220;Saran kita agar teehindar dari Ispa. Harus makan bergizi. Perbanyak makan buah dan sayur. Perbanyak minun air putih. Olah raga dan istirahat dengan teratur,&#8221; ungkap Asih.</p>
<p>Asih kemudian mengintruksikan kepada masyarakat. Apabila disekitar rumah terdapat ungas mati secara mendadak atau tidak wajar. Dianjurkan segera melapor ke Dinkes Kota Malang.</p>
<p>Atau kekantor kelurahan terdekat. Asih khawatir kalau ada unggas mati mendadak akibat flu burung. &#8220;Sementara ini untuk wilayah Malang Raya. Hanya di RSI Dinoyo yang menangani kasus flu burung. Harapan kami di Kota Malang, Kota Batu dan Kabupaten Malang terhindar flu burung,&#8221; sebut dia.</p>
<p>Disinggung masalah serangan penyakit difteri kepada siswa SMAN 3 Kota Malang dan SD Muhammadiyah 9 Kota Malang. Menurut Asih masalah itu sudah bisa diselesaikan. Kini siswa di SMAN 3 dan SD Mummadiyah 9 Kota Malang bisa belajar dengan normal lagi.</p>
<p>&#8220;Pemerintah pusat menetapkan RSI Dinoyo Sebagai rumah sakit rujukan. Supaya kalau ada kasus flu burung di Kota Batu, Kota Malang dan Kabupaten Malang bisa segera tertangani,&#8221; ungkap Asih.</p>
<p>Ditempat terpisah, Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Batu, Achmad Choirurohim menghimbau kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungannya. Jangan sampai membuang sampah disungai.</p>
<p>&#8220;Sebentar lagi musim penghujan datang. Kalau sampah menumpuk disungai. Bisa menyebabkan banjir bandang. Dampaknya lebih parah lagi kalau terjadi banjir bandang,&#8221; pesannya. <strong>(cw4/jun)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4117</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
