<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Diskusi Publik &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/diskusi-publik/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 23 Jun 2021 11:34:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Diskusi Publik &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pemkab Jember Selenggarakan Diskusi Publik, Meneropong Warisan Budaya Tak Benda</title>
		<link>https://memontum.com/pemkab-jember-selenggarakan-diskusi-publik-meneropong-warisan-budaya-tak-benda</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Jun 2021 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Diskusi Publik]]></category>
		<category><![CDATA[pemkab jember]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=145997</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Pemerintah Kabupaten Jember menyelenggarakan diskusi publik bertajuk ‘Meneropong Warisan Budaya Tak Benda’ dengan pembahasan utama mengenai Musik Patrol. Acara ini diselenggarakan di Wisata Puncak Rembangan, Selasa (22/06) dengan menerapkan protokol CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment) dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Jember, Jajaran Forkopimda, Kepala Disparbud Jember, Kepala Diskominfo serta Para Budayawan. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Jember menyelenggarakan diskusi publik bertajuk ‘Meneropong Warisan Budaya Tak Benda’ dengan pembahasan utama mengenai Musik Patrol.</p>



<p>Acara ini diselenggarakan di Wisata Puncak Rembangan, Selasa (22/06) dengan menerapkan protokol CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment) dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Jember, Jajaran Forkopimda, Kepala Disparbud Jember, Kepala Diskominfo serta Para Budayawan.</p>



<p><strong><em>Baca Juga:</em></strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pmi-jember-siapkan-ribuan-tumbler-untuk-pendonor-di-bulan-ramadan">PMI Jember Siapkan Ribuan Tumbler untuk Pendonor di Bulan Ramadan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/seminar-nasional-bupati-fawait-tegaskan-kopi-jember-identitas-budaya-dan-ekonomi">Seminar Nasional, Bupati Fawait Tegaskan Kopi Jember Identitas Budaya dan Ekonomi</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/perkuat-akses-layanan-kesehatan-bupati-jember-minta-masyarakat-tak-ragu-datangi-faskes">Perkuat Akses Layanan Kesehatan, Bupati Jember Minta Masyarakat Tak Ragu Datangi Faskes</a></li>
</ul>


<p>Acara ini juga ditayangkan secara langsung sehingga dapat disaksikan seluruh warga Jember.</p>



<p>Bupati Jember, Ir. H. Hendy Siswanto dalam sambutannya, bercerita tentang sejarah musik patrol itu ada dan menjadi tradisi di Kabupaten Jember.</p>



<p>“Saya saat masih remaja dulu bermain musik patrol, awalnya di Jember ini hanya ada dua kampung yang ada grup musik patrolnya yakni kampung Ledok dan kampung Kauman, lainnya belum ada. Saya main musik patrol mulai duduk di bangku SD, sekarang umur saya sudah hampir 60 tahun,” tutur Bupati Hendy menceritakan.</p>



<p>Musik patrol itu dimainkan setiap bulan Ramadhan, lanjut Bupati Hendy, berjalan dari kampung ke kampung untuk membangunkan serta memberikan hiburan menjelang waktu sahur, dan itu turun temurun menjadi tradisi hingga sekarang.</p>



<p>Bupati Hendy menyampaikan, musik patrol merupakan warisan budaya asli milik Kabupaten Jember, oleh karena itu masyarakat Jember harus menyadari dan paham betul mengenai apa yang dimiliki oleh Jember.</p>



<p>“Warga Jember harus paham tentang apa yang dimiliki Kabupaten Jember ini bahwa musik patrol ini memang warisan budaya kita. Ini langkah kami untuk meningkatkan kesadaran akan budaya milik kita sendiri supaya tidak diambil pihak lain,” jelas Bupati Hendy.</p>



<p>Bupati Hendy berharap musik patrol ke depan tidak hanya ditampilkan saat bulan Ramadhan saja, tetapi ditampilkan sepanjang tahun dan harus bisa menggerakkan perekonomian juga. Di sela-sela acara tersebut, Bupati Hendy didampingi Wabup Jember, KH MB Firjaun Barlaman, juga menyerahkan penghargaan kepada warga Jember, Misnawar sang maestro pencipta lagu Watu Ulo. <strong>(kom/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">145997</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wartawan Tangguh di Tengah Pandemi, Harus Komitmen Prokes</title>
		<link>https://memontum.com/wartawan-tangguh-di-tengah-pandemi-harus-komitmen-prokes</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Nov 2020 16:00:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Diskusi Publik]]></category>
		<category><![CDATA[Prokes]]></category>
		<category><![CDATA[PWI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=128587</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Di masa pandemi Covid-19, jurnalis harus benar-benar menerapkan Protokol kesehatan (Prokes). Paling tidak melaksanakan 4 M, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Sebab jurnalis dalam pekerjaanya di lapangan sering bertemu dengan banyak orang. Hal itu menjadikan wartawan rawan terpapar Covid jika benar-benar tidak menjaga Prokes. Apalagi saat melakukan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Di masa pandemi Covid-19, jurnalis harus benar-benar menerapkan Protokol kesehatan (Prokes). Paling tidak melaksanakan 4 M, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.</p>
<p>Sebab jurnalis dalam pekerjaanya di lapangan sering bertemu dengan banyak orang. Hal itu menjadikan wartawan rawan terpapar Covid jika benar-benar tidak menjaga Prokes.</p>
<p>Apalagi saat melakukan peliputan ada yang hal yang kadang terabaikan yakni menghindari kerumunan. Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Malang dr Husnul Muarif MM dalam diskusi publik wartawan tangguh di tengah pandemi Covid-19, kembali mengingatkan jurnalis agar menghindari kerumunan saat melakukan peliputan.</p>
<p>&#8220;Disini saya rasa wartawan sudah mengengerti dengan protokol kesehatan. Namun mengerti saja tidak cukup, harus dengan komitmen melaksanakannya. Saat ada peliputan, terkadang terlihat mencari moment yang tepat hingg saling mepet kurang physical distancing. Saya berharap hal itu juga diperhatikan,&#8221; ujar mantan Jubir Satgas Covid-19 Kota Malang, ini.</p>
<p>Dalam bekerja jurnalis harus melaksanakan tugasnya dengan nyaman, sehat dan aman. &#8220;Wartawan dalam bekerja harus nyaman, sehat dan aman. Aman saat kerja, aman saat pulang kerja. Bagaimana kita kita kerja selamat dan sehat. Itu yang harus dikedepankan. Sebab sampai saat ini belum ada yang berani menyatakan kapan pandemi akan berakhir,&#8221; ujar dr Husnul.</p>
<p>Pihaknya juga berpesan pentingnya pemakaian masker sebab tempat favorit virus berada di pangkal hidung dan tenggorokan.</p>
<p>&#8220;Dua tempat inilah yang menjadi sasaran Covid-19 sehingga harus ada beberapa perhatian. Jangan sentuh mulut dan hidung manakala belum mencuci tangan. Karena kita tidak akan akan tahu benda yang telah kita pegang sebelumnya, apakah sudah terkontaminasi atau tidak. Istikomah gunakan masker, cuci tangan dan jaga jarak,&#8221; ujar dr Husnul.</p>
<p>Menurutnya droplet menjadi media penularan yang berbahaya. &#8220;Phisical distancing menjaga agar droplet tidak sampai ke kita. Saat bersin dan batuk harus memiliki etika, harus menunduk jangan dihadapkan ke orang. Wartawan juga harus rajin berolah raga menjaga kebugaran,&#8221; ujar dr Husnul.</p>
<p>Dalam diskusi publik yang diadakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya di Hotel Ibis Kota Malang, Minggu (29/11/2020) pagi, juga menghadirkan wartawan senior, Yunanto. Pihaknya menjelaskan bahwa wartawan tangguh dalam kontek jurnalis adalah yang memiliki tulisan berbobot dan ada ruhnya.</p>
<p>&#8220;Harus bisa memaknai fakta peristiwa dan pendapat. Dalam penukisan digabunglah fakta peristiwa dan pendapat. Mencari narasjmber yang kredibilitas. Produk karya jurnalistiknya ada atau tidak manfaatnya. Wartawan wajib berpengetahuan. Memiliki modal memanusiakan manusia,&#8221; ujar Yunanto.</p>
<p>Ketua PWI Malang Raya Ariful Huda mengatakan kegiatan ini bagian dari upaya untuk memberikan pengetahuan tentang kesehatan bagi wartawan. Pasalnya, wartawan adalah profesi paling rentan dengan Covid-19.</p>
<p>&#8220;Dengan mengikuti kegiatan ini diharapkan imun para wartawan bisa mengantisipasi sejak dini. Termasuk mendapatkan tips sehat, pilihan olahraga yang tepat dan trik menjalankan tugas jurnalistiknya,&#8221; kata Arif. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">128587</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sutiaji Apresiasi Diskusi Publik Kemlu dan FHUB, Bahas Pelaksanaan Resolusi DK PBB</title>
		<link>https://memontum.com/sutiaji-apresiasi-diskusi-publik-kemlu-dan-fhub-bahas-pelaksanaan-resolusi-dk-pbb</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Feb 2020 03:18:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Diskusi Publik]]></category>
		<category><![CDATA[Resolusi DK PBB]]></category>
		<category><![CDATA[walikota malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/107256-sutiaji-apresiasi-diskusi-publik-kemlu-dan-fhub-bahas-pelaksanaan-resolusi-dk-pbb</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; “Sejak kejadian 11 September di New York, Resolusi DK PBB mulai mengarah pada individu dan organisasi tertentu. Oleh karena itu, kita perlu duduk bersama untuk membahas mekanisme penerapan Resolusi DK PBB ke dalam hukum nasional”, demikian disampaikan oleh Direktur Hukum dan Perjanjian Politik dan Keamanan, Purnomo A Chandra di depan puluhan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; “Sejak kejadian 11 September di New York, Resolusi DK PBB mulai mengarah pada individu dan organisasi tertentu. Oleh karena itu, kita perlu duduk bersama untuk membahas mekanisme penerapan Resolusi DK PBB ke dalam hukum nasional”, demikian disampaikan oleh Direktur Hukum dan Perjanjian Politik dan Keamanan, Purnomo A Chandra di depan puluhan pengajar hukum internasional dan mahasiswa dari berbagai universitas di Malang pada saat membuka kegiatan Focus Group Discussion “Tinjauan atas Kerangka Akademik Penerapan Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa ke dalam Hukum Nasional” di Malang (27/2/2020).</p>
<p>Sementara itu, Walikota Malang, Drs H Sutiaji yang juga turut hadir pada kegiatan ini, sangat mengapresiasi diadakannya kegiatan FGD ini di Malang.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-107258" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200227-WA0140-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200227-WA0140-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200227-WA0140-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200227-WA0140-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200227-WA0140-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>“Malang merupakan tempat yang strategis untuk pengkajian ilmu pengetahuan karena banyaknya universitas di kota ini”, imbuhnya.</p>
<p>Walikota juga menjelaskan bahwa Malang menjadi tempat tinggal WNA, terutama mereka yang merupakan keturunan dari WNI yang merupakan bagian dari masyarakat Indonesia di luar negeri (diaspora). Lebih lanjut beliau tekankan bahwa hak hukum mereka di Indonesia perlu mendapatkan perhatian dan perlindungan dari Pemerintah.</p>
<p>Selain dihadiri akademisi dari, turut hadir juga perwakilan dari Kemenkumham, Kejaksaan Agung, dan puluhan mahasiswa dari berbagai universitas di Malang. FGD ditujukan untuk menyempurnakan konsep Naskah Akademik RUU UN Act yang telah disusun melalui kerja sama antara Direktorat Hukum dan Perjanjian Politik dan Keamanan dan FH Universitas Indonesia.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-107257" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200227-WA0142-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200227-WA0142-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200227-WA0142-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200227-WA0142-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200227-WA0142-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Kegiatan FGD ini diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri dengan bekerja sama dengan Fakultas Hukum Universitas Brawijaya dan menghadirkan empat narasumber, yaitu Rina Setyawati (Kasatgas DK PBB), Arie Afriansyah, S.H., MIL., Ph.D. (Pengajar FH UI), Dr. Muchamad Ali Safaat, S.H., M.H. (Dekan FH UB) dan Dr. Setyo Widagdo, S.H., M.Hum. (Pengajar FH UB).<strong> (*/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">107256</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gemilang Gelar Diskusi Publik, Rekomendasikan Kaum Millenial Harus Mampu Jadi Pemimpin di Lamongan</title>
		<link>https://memontum.com/gemilang-gelar-diskusi-publik-rekomendasikan-kaum-millenial-harus-mampu-jadi-pemimpin-di-lamongan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Dec 2019 12:11:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Diskusi Publik]]></category>
		<category><![CDATA[Gemilang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/102693-gemilang-gelar-diskusi-publik-rekomendasikan-kaum-millenial-harus-mampu-jadi-pemimpin-di-lamongan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Gerakan Millenial Lamongan yang disingkat (Gemilang) mengadakan diskusi publik dengan tema &#8220;Millenial Menjadi Pemimpin&#8221;, dengan menghadirkan pembicara Muhammad Nursalim (Aktivis NGO), Supriyo (Sejarahwan), Miftahul Rokhim (Pemerhati Sosial), Alfan Alfian (KNPI), M. Anang Nafi’uzzaki (Pemuda Muhammadiyah) dan Muhammad Masyhur selaku ketua PC GP Ansor Lamongan. Sabtu (21/19/2019). Diskusi yang dihadiri ratusan orang ini [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Gerakan Millenial Lamongan yang disingkat (Gemilang) mengadakan diskusi publik dengan tema &#8220;Millenial Menjadi Pemimpin&#8221;, dengan menghadirkan pembicara Muhammad Nursalim (Aktivis NGO), Supriyo (Sejarahwan), Miftahul Rokhim (Pemerhati Sosial), Alfan Alfian (KNPI), M. Anang Nafi’uzzaki (Pemuda Muhammadiyah) dan Muhammad Masyhur selaku ketua PC GP Ansor Lamongan. Sabtu (21/19/2019).</p>
<p>Diskusi yang dihadiri ratusan orang ini berjalan hikmat dan berlangsung cukup gayeng. Mulai dari kalangan Mahasiswa, Aktivis, perwakilan pelajar dan perempuan serta berbagai tokoh masyarakat.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-102695" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191222-WA0016-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191222-WA0016-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191222-WA0016-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191222-WA0016-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191222-WA0016-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Dijelaskan Nursalim &#8220;Tan Malaka diusia 16 sudah berani didepan sebagai Pimpinan Pasukan Gerilya Pembela proklamasi.&#8221; Sedangkan Priyo menuturkan &#8220;Gajah mada menjadi Mahapatih (Menteri Besar) pada masa Ratu Tribhuwanatunggadewi, dan kemudian sebagai Amangkubhumi (Perdana Menteri) yang mengantarkan Majapahit ke puncak kejayaannya juga diusia relatif muda.</p>
<p>&#8220;Bahkan pada zaman kerajaan pun diusia 40 raja raja sudah lengser keprabon, saatnya madep ing pandhito dan menyerahkan tampuk kekuasaannya kepada yang muda,&#8221; Ujarnya menceritakan.</p>
<p>Disambung Miftakhul Rokhim atau yang akrab dipanggil Bono menuturkan semua warga Lamongan merasakan langsung paska reformasi pernah dipimpin 2 kepala daerah dg umur berbeda dibawah 40 dan diatas 40 sehingga dapat dirasakan mana lebih baik dari sektor pembangunan, ekonomi, pendidikan dan keterbukaannya kepada masyarakat.</p>
<p>Tak hanya itu, berbeda halnya penyampaian pembicara dari perwakilan kepemudaan di Lamongan, Afan mewakili KNPI Lamongan mengajak masyarakat untuk menyongsong diera zaman millennial ini untuk menatap kedepan akan ada perubahan perubahan zaman.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-102694" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191222-WA0013-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191222-WA0013-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191222-WA0013-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191222-WA0013-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191222-WA0013-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8220;Ini kan juga cepat teknologi informasi dan sebagainya, itulah yang akan menjadi fokus kami sebagai kaum pemuda. Sehingga mempunyai peran aktif ditengah masyarakat. Seperti hal nya di era industri 4.0, staf khusus presiden sudah diambilam dari generasi millennial. Saya harapkan pemuda di Lamongan sangat erat kaitannya dengan Revolusi Industri 4.0, atau revolusi yang menitikberatkan pada pola digitalisasi,&#8221; Ujarnya menegaskan.</p>
<p>Selain itu ditambahkan A. Anang Nafi&#8217;uzzaki atau yang akrab dipanggil Zaky sebagai Ketua Pemuda Muhammadiyah Lamongan menuturkan perkembangan zaman ini merupakan tugas untuk kita semua terkhususnya karena usia saya termuda, yaitu 30 tahun.</p>
<p>&#8220;Yang paling penting penekanannya yaitu ketika yang muda harus menghormati yang lebih tua demikian juga sebaliknya, maka beri kesempatan dan peluang yang muda untuk menjadi Pemimpin di Lamongan. Yang tua sadar dan tau dirilah,&#8221; kata dia.</p>
<p>Dilanjut Ketua PC GP Ansor Lamongan Muhammad Masyhur menguraikan seharusnya patung Kadet Suwoko itu harus dibongkar, karena tidak sesuai dengan perjuangan masanya waktu itu masih berusia 21 tahun sedangkan dipatung tersebut nampak berusia 45 tahun.</p>
<p>&#8220;Ini yang membuat pemuda kesulitan bahkan tidak bisa untuk menjadi pemimpin di Lamongan. Ini harus diperhatikan betul oleh pemerintah,&#8221; ujarnya menggerutu.</p>
<p>Selain dari pembicara, ternyata perwakilan dari peserta diskusi sendiri MD sebutannya, Ia menjelaska untuk pemimpin Lamongan kedepan harus sesuai Moto Gemilang (Gerakan Millenial Lamongan), yaitu berani, integritas dan berprestasi.</p>
<p>&#8220;Jangan sampai ada dosa lama atau beban perkara yang ditanggung oleh orang tua atau pewarisnya dalam memimpin nanti. Ini juga seharusnya mendapat perhatian serius dari peserta diskusi,&#8221; katanya menegaskan.</p>
<p>Penanggung jawab acara diskusi publik, Nihrul Bahi Alhaidar dalam sambutan sebelumnya mengatakan &#8220;Pemuda dibeberapa Kabupaten/kota sudah mampu menunjukkan jati diri dan eksistensinya sebagai Kepala Daerah dan juga dibuktikannya dengan capaian prestasi serta kemajuan daerahnya.</p>
<p>&#8220;Karena masih punya energi untuk berpikir, berinovasi, dan mampu terjun dilapangan. Bukan berarti tidak percaya dengan yang tua, tapi ketika ada yang muda memiliki kriteria untuk memimpin suatu daerah, why not?, ini yang harus di cermati, jangan sampai disepelekan dengan kepimimpinan para pemuda dalam memimpin daerah.&#8221; Jelasnya penuh semangat.</p>
<p>&#8220;Tujuan acara Diskusi Publik dengan tema Millenial Menjadi Pemimpin melalui Gerakan Millenial Lamongan (Gemilang) ini untuk memacu semangat pemuda yang mungkin selama ini ghirrahnya dalam berpolitik dan peka terhadap daerah sangat kurang. Sehingga ke depan pemuda harus mendapatkan tempat khusus dan diberi kesempatan dalam memberikan kontribusi untuk daerah,&#8221; Pungkasnya. <strong>(aju/zen/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">102693</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jelang Pilkada, Jatim Institute Gelar Diskusi Publik</title>
		<link>https://memontum.com/jelang-pilkada-jatim-institute-gelar-diskusi-publik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Sep 2019 08:13:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Diskusi Publik]]></category>
		<category><![CDATA[Jatim Institute]]></category>
		<category><![CDATA[Jelang Pilkada]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=92496</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Menjelang pemilihan kepala daerah (Pemilukada) Jatim Institute gelar diskusi publik bertemakan “Menakar Potensi Muda Dalam Menyambut Pemilukada 2020”. Acara yang digelar di Rolag Cafe Surabaya dihadiri 4 narasumber yang berkompeten dibidangnya. Narasumber pertama dari Pengamat Politik Orbit Poll, yang ke dua M. Sholeh sebagai praktisi hukum, yang ke tiga Fuad Benardi Ketua [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Surabaya </strong>&#8211; Menjelang pemilihan kepala daerah (Pemilukada) Jatim Institute gelar diskusi publik bertemakan “Menakar Potensi Muda Dalam Menyambut Pemilukada 2020”. Acara yang digelar di Rolag Cafe Surabaya dihadiri 4 narasumber yang berkompeten dibidangnya.</p>
<p>Narasumber pertama dari Pengamat Politik Orbit Poll, yang ke dua M. Sholeh sebagai praktisi hukum, yang ke tiga Fuad Benardi Ketua karang taruna Surabaya, dan yang terakhir Cahya Nugraha sebagai Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dengan di moderatori Hizkia Trianto sebagai perwakilan dari Jatim Institute.</p>
<p>Acara digelar dengan topik pembahasan yang sangat menarik. Melihat dari para peserta yang datang, rata-rata dari kalangan anak muda atau biasa disebut kaum milenial. Diskusi berjalan seru nan apik.</p>
<p>Dalam pembahasan politik seperti ini anak muda tidak terlalu tertarik dengan isu politik, apalagi terjun didunia politik sangat jarang kaum milenial hadir membahas politik.</p>
<p>“Mahasiswa dari zaman saya dulu hingga sekarang sama saja, ketika berbicara politik respon yang didapat sedikit. Ini harus ada kampanye besar terlebih didalam kampus,” Jelas M. Shaleh</p>
<p>Kaum milenial hari ini harusnya tidak ada yang boleh menganggur, anak muda tidak boleh acuh terhadap lingkungan sekitar. Paradigma yang muncul ketika anak muda ingin menjadi calon dewan adalah anak muda itu orang jelek. Tapi pada dasarnya kita memerlukan anak muda. Karena inovasi-inovasi yang dibuat.</p>
<p>Dizaman 4.0 harus terbuka dengan digitalisasi. Dimana informasi bisa didapatkan darimana saja dan harus mengerti perkembangan yang ada.</p>
<p>Dalam menakar potensi muda untuk Pemilukada. Terlebih dahulu kita melihat anak muda harus pro aktif dalam perubahan sosial, terutama politik.</p>
<p>“Tokoh muda itu dibutuhkan karena tidak kekurangan yang namanya ide kreatif,” tutur Cahya Nugraha</p>
<p>Pemuda ketika dipercaya, harus diberi dukungan. Bukan hanya menuntut tapi masyarakat juga harus berperan. Pemimpin muda tidaklah lepas dari kedekatan masyarakat yang dimana masyarakat itu adalah juga berasal dari kamun milenial.</p>
<p>Jadi jika pemimpin dan rakyat yang dipimpin berkesinambungan artinya bisa menyatukan visi dan misi.</p>
<p>Tetapi ketika anak muda dipercaya titik lemah ada pada integritas yaitu soal kejujuran, soal amanah terbukti data dari icw. Selama Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) berdiri ada setidaknya 350 kepala daerah yang ditangkap. Dan itu rata-rata anak muda.</p>
<p>“Perkara anak muda titik lemah berada pada integritas, soal amanah dan kejujuran,” Tutur Sean Choir</p>
<p>Di zaman serba digital kita berada dalam kompetisi yang sangat ketat. Dimana harus tanggap dalam segala hal. Yang mampu memecahkan masalah dengan cepat dan harus mempunya jiwa kepemimpinan</p>
<p>“Di era sekarang kita butuh yang mampu memberikan respot cepat terhadap suatu masalah, yang mampu menciptakan inovasi dan memiliki jiwa kepemimpinan 4.0 artinya harus paham apa yang sedang dibutuhkan masyarakat,” Jelas Sean</p>
<p>Dalam meningkat kualitas anak muda untuk mau terjun didunia politik dengan cara mengedukasi, dukungan serta tuntunan. Karena politik itu berat. Kalau tidak dari hati tidak akan terlaksana dengan baik.</p>
<p>“Mulai saja dulu dengan pembahasan politik yang ringan, tapi jangan dikekang dengan kondisi yang tegang. Suasana harus dibuat santai tapi tetap mengacu pada pembahasan,” tutupnya<strong>. ( Ard/Est/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">92496</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Solid dan Kompak, FWLM Jember Layak Terima Apresiasi</title>
		<link>https://memontum.com/solid-dan-kompak-fwlm-jember-layak-terima-apresiasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 Feb 2019 16:03:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Diskusi Publik]]></category>
		<category><![CDATA[FWLM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=76637</guid>

					<description><![CDATA[Gelar Rapat Kerja dan Diskusi Publik &#160; Memontum Jember &#8211; Forum Wartawan Lintas Wartawan (FWLM) Jember menggelar Rapat Kerja dan Diskusi Publik bertema &#8220;Mendorong Jember Mandiri Berbasis Digital&#8221;, dan Pelatihan Jurnalis Investigasi di Hotel dan Restoran Rembangan, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember selama 2 hari yakni tanggal 2-3 Februari 2019. Sebagai wadah perkumpulan wartawan lokal Jember [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Gelar Rapat Kerja dan Diskusi Publik</strong></h2>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Forum Wartawan Lintas Wartawan (FWLM) Jember menggelar Rapat Kerja dan Diskusi Publik bertema &#8220;Mendorong Jember Mandiri Berbasis Digital&#8221;, dan Pelatihan Jurnalis Investigasi di Hotel dan Restoran Rembangan, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember selama 2 hari yakni tanggal 2-3 Februari 2019.</p>
<p>Sebagai wadah perkumpulan wartawan lokal Jember keberadaan FWLM pun mulai mendapatkan perhatian khalayak, pada opening ceremony rapat kerja tersebut dibuka oleh Kepala Kepolisian Resort Jember AKBP Kusworo Wibowo, Bersama Dandim 0824 Letkol Inf Arief Munawar.</p>
<p><a href="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG-20190203-WA0081-copy.jpg?ssl=1"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-76640" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG-20190203-WA0081-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG-20190203-WA0081-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG-20190203-WA0081-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG-20190203-WA0081-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG-20190203-WA0081-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG-20190203-WA0081-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a></p>
<p>Kapolres Jember AKBP Kusworo wibowo dalam sambutannya mengatakan, peran media sangat vital bagi kemajuan bangsa, Bagaimana sebuah media itu berperan mencerdaskan masyarakat dengan sebuah informasi dengan berita-berita yang obyektif, tidak hoax.</p>
<p>&#8220;Saya bersyukur, di sini FWLM solid kompak dan pemberitaannya yang obyektif mencerdaskan masyarakat,&#8221; tuturnya.</p>
<p><a href="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG-20190203-WA0082-copy.jpg?ssl=1"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-76641" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG-20190203-WA0082-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG-20190203-WA0082-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG-20190203-WA0082-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG-20190203-WA0082-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG-20190203-WA0082-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG-20190203-WA0082-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a></p>
<p>Menghasilkan sebuah berita yang faktual dan obyektif kata Kusworo, tidak terlepas dari sumber daya manusianya (wartawan) yang berkompeten, untuk itu, dia mengapresiasi dan mendukung adanya pelatihan-pelatihan yang dilakukan organisasi kewartawanan agar dapat tercipta seorang wartawan yang handal.</p>
<p>&#8220;Sumber daya manusia sangat berpengaruh, untuk itu kami berterima kasih pada FWLM, AJI (Aliansi Jurnalis Independen), PWI (Persatuan Wartawan Indonesia), maupun IJTI (Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia) yang melakukan kegiatan-kegiatan positif untuk meningkatkan sumber daya manusia,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Narasumber yang dihadirkan dalam diskusi publik pun cukup berbobot antara lain dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember, Kepala Disperindag, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Diskominfo, Dinas Pariwisata, RTIK Jember, dan Pengusaha.</p>
<p>Sementara ketua panitia Hirnadani Rahmadianto mengatakan keberadaan FWLM mulai mendapatkan pengakuan dari publik. sehari sebelum dimulainya rapat kerja pengurus FWLM bertemu dengan Bupati Jember dr Faida MMR untuk beraudiensi.</p>
<p>&#8220;Bupati mengapresiasi dan mendukung kegiatan ini. Ibu berharap banyak dalam kegiatan ini agar bisa menghasilkan jurnalis dan media yang berkualitas untuk membantu memajukan Jember,&#8221; tuturnya. <strong>(yud/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">76637</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Prestasi Atlet Tanggung Jawab Siapa?</title>
		<link>https://memontum.com/prestasi-atlet-tanggung-jawab-siapa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Dec 2018 12:48:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Diskusi Publik]]></category>
		<category><![CDATA[KONI Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[PWI Malang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[SIWO]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/66902-prestasi-atlet-tanggung-jawab-siapa</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Prestasi Olahraga Kota Malang sebenarnya cukup bagus, dan perlu ditingkatkan serta dikembangkan ke level lebih tinggi. Terutama dalam hal pembinaan usia dini. Sayangnya, para bibit atlet yang notabene masih usia pelajar, seringkali terbentuk jam belajar, baik internal sekolah maupun ekstrakurikuler atau les tambahan. Pun masalah kurangnya pendanaan dari APBD. Sehingga berbagai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang </strong>&#8211; Prestasi Olahraga Kota Malang sebenarnya cukup bagus, dan perlu ditingkatkan serta dikembangkan ke level lebih tinggi. Terutama dalam hal pembinaan usia dini. Sayangnya, para bibit atlet yang notabene masih usia pelajar, seringkali terbentuk jam belajar, baik internal sekolah maupun ekstrakurikuler atau les tambahan. Pun masalah kurangnya pendanaan dari APBD. Sehingga berbagai upaya dilakukan beberapa instansi terkait agar dapat bersinergi mewujudkan impian dan prestasi kota Malang yang lebih baik.</p>
<p>&#8220;Prestasi Atlet Tanggung Jawab Siapa?&#8221; menjadi topik Diskusi Publik, yang dihelat oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya yang melalui Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) menggandeng Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Malang, di Sahid Montana Hotel 1, Malang, Sabtu (1/12/2018) lalu. Hadir sebagai narasumber, di antaranya Rusman Hadi (Ketua Komisi D DPRD Kota Malang), Husnun N Djuraid (Wakil Ketua I KONI Kota Malang), Totok Kasianto (Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Malang), dan Eko Budi Hartoyo (Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Kota Malang). Yang dihadiri pengurus Cabang Olahraga (Cabor) dan awak media.</p>
<p>Ketua PWI Malang Raya M. Ariful Huda mengapresiasi kegiatan sinergitas ini untuk menjawab permasalahan yang ada di benak khalayak masyarakat Kota Malang. Tentunya sebagai media, yaitu mediator informasi atas segala prestasi dan solusi permasalahan, semata untuk menggerakkan olahraga menuju prestasi lebih baik. &#8220;Alasan digelar akhir tahun ini, merupakan momentum yang tepat, sekaligus persiapan KONI untuk Porprov, turnamen dan kompetisi lainnya di 2019,&#8221; jelas Arif King, sapaan akrabnya.</p>
<p>Eko Budi Hartoyo, Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, Dispora Kota Malang, menyatakan, berbicara pembinaan olahraga, tentu ada beberapa hal yang berkaitan untuk meningkatkan prestasi. Diantaranya, penyediaan dana yang cukup, dukungan dari pihak sekolah atau Dinas Pendidikan setempat, terutama imbas program Full Day School (FDS) yang diterapkan sekolah. Untuk itu, Dispora menerapkan KISS : Koordinasi, Integrasi, Sinkronisasi, dan Simplikasi.</p>
<p>“Dispora itu menyiapkan atlet Pekan Olah Raga (POR) SD dan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA), yang tentunya latihan harus digelar rutin. Tetapi ketika FDS diterapkan, orang tua banyak berkeluh. Hingga cara orang tua untuk mendapatkan ijin pulang cepat atau absen masuk sekolah, harus dengan alasan sakit, agar atlet dapat mengikuti latihan dan ujicoba. Kalau dipaksakan gak nutut. Pulang sekolah jam tiga sore, perjalanan dan ganti baju paling cepat jam empat. Atlet sudah kepayahan, terlambat, dan tidak maksimal,” ungkap Eko Budi Hartoyo.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">66902</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Visi-Misi Bacawali Dikritik Pengamat Politik</title>
		<link>https://memontum.com/visi-misi-bacawali-dikritik-pengamat-politik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Feb 2018 11:33:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Bacawali]]></category>
		<category><![CDATA[Diskusi Publik]]></category>
		<category><![CDATA[pilkada kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[visi misi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/25068-visi-misi-bacawali-dikritik-pengamat-politik</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8212; Diskusi publik menjelang Pilkada Kota Malang yang digelar anggota Kahmi Malang dihotel Regent Kota Malang dihadiri tiga Bakal Calon Walikota Malang Mochammad Anton, Ya&#8217;qud Ananda Qudban dan Sutiaji serta Achmad Wanedi. Sesi pertama dialoq, setiap Bacawali Kota Malang dipersilahkan menyampaikan visi-misi dan program kerjanya kepada tamu undangan yang terdiri dari kelompok [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8212; Diskusi publik menjelang Pilkada Kota Malang yang digelar anggota Kahmi Malang dihotel Regent Kota Malang dihadiri tiga Bakal Calon Walikota Malang Mochammad Anton, Ya&#8217;qud Ananda Qudban dan Sutiaji serta Achmad Wanedi.</p>
<p> Sesi pertama dialoq, setiap Bacawali Kota Malang dipersilahkan menyampaikan visi-misi dan program kerjanya kepada tamu undangan yang terdiri dari kelompok akademisi, budayawan, tekhnokrat, perwakilan mahasiswa serta forum Rektor Kota Malang.</p>
<p>Alih alih mendapatkan sambutan hangat dari tamu undangan. Visi-misi dan program kerja dari tiga bacawali Kota Malang justru dikritisi habis habisan oleh pakar hukum, pakar ilmu pemerintahan, pakar pendidikan dan kalangan budayawan serta undangan yang hadir siang kemarin.</p>
<p> Menurut Abdul Aziz pakar politik dari Universitas Brawijaya Malang menyatakan, saat ini hampir seluruh Kepala Daerah lebih suka menonjolkan keberhasilannya.</p>
<p>Padahal hal itu tidak perlu dilakukan oleh seorang Kepala Daerah. Biarkan masyarakatnya yang menilai keberhasilan pemimpinnya. &#8220;Misalkan bidang ekonomi. Biarkan warga Kota Malang yang merasakan dampak perkembangan ekonominya. Dan masih banyak lagi contoh lainnnya,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Kaya Azis hasil risetnya selama ini semakin banyak dan rumit visi-misi calon Kepala Daerah. Maka bisa dipastikan banyak yang diingkarinya. Tidak mungkin dalam waktu 5 tahun bisa merubah sosial budaya masyarakatnya.</p>
<p>Jadi menurut hemat Azis, seorang Kepala Daerah mestinya tinggal melaksanakan program pemerintah pusat. Yaitu mencerdaskan masyarakatnya. Kedua mensejahterakan warganya.</p>
<p>Lalu memberikan jaminan kesehatan, memberikan jaminanan keamanan dan jaminan perbaikan infrastruktur. &#8220;Kepala daerah tidak perlu membuat program kerja yang aneh aneh. Cukup jalankan program pemerintah pusat. Masyarakatnya pasti sejahtera,&#8221; ucap Aziz.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">25068</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
