Jember
Perkuat Lumbung Pangan Jatim, Sektor Pertanian Kabupaten Jember Semakin Produktif

Memontum Jember – Sejumlah program inovasi yang dijalankan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember di sektor pertanian, terus membuahkan hasil dan memperkuat posisi Jember sebagai salah satu lumbung pangan utama di Jawa Timur. Capaian tersebut, sudah barang tentu menjadi bukti nyata kontribusi Jember dalam mendukung ketahanan pangan daerah maupun nasional.
Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada 2 Juni 2026, Jatim menjadi provinsi dengan potensi produksi padi terbesar di Indonesia pada periode Januari – Juli 2026. Produksi padi provinsi ini, diproyeksikan mencapai 7,71 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), atau meningkat 5,49 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 7,30 juta ton GKG.
Dari data yang ada itu, Kabupaten Jember tercatat menghasilkan 446.097 ton beras. Sementara itu, Kabupaten Lamongan berada di peringkat pertama dengan produksi 508.126 ton, disusul Kabupaten Bojonegoro dengan produksi 507.947 ton.
Sejumlah capaian tersebut, sekaligus menempatkan Jember sebagai daerah penghasil beras tertinggi di kawasan Tapal Kuda Jatim. Bahkan berdasarkan data komoditas padi, Jember juga menempati peringkat ketiga di Jawa Timur dari sisi luas panen dan peringkat ke-35 dari sisi produktivitas padi.
Bupati Jember, Muhammad Fawait, memberikan apresiasi atas capaian yang menurutnya merupakan hasil kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan sektor pertanian. “Tingginya produksi padi di Jember, juga tercermin dari besarnya serapan gabah oleh Perum Bulog yang menjadi salah satu indikator keberhasilan produksi pertanian daerah,” kata Bupati Fawait, Selasa (09/06/2026) tadi.
Gus Fawait-sapaan Bupati Jember, pun memberikan penghargaan kepada Bulog Jember beserta seluruh jajaran, termasuk dukungan TNI dan Polri, yang telah berperan dalam proses serapan gabah. Sehingga, mampu mencatatkan capaian tertinggi di Jatim.
Baca juga :
Disampaikan Bupati Fawait, tingginya serapan gabah tidak mungkin terjadi tanpa dukungan produksi padi yang melimpah dari para petani Jember. Dirinya juga menegaskan, bahwa capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi perkembangan sektor pertanian Jember.
“Meski belum menempati posisi pertama di Jatim, tren peningkatan produksi menunjukkan arah yang semakin baik dan menjadi modal penting untuk mendorong kemajuan pertanian pada tahun-tahun mendatang,” imbuhnya.
Selain berupaya meningkatkan produktivitas pertanian, Pemkab Jember juga terus memperkuat pengawasan terhadap distribusi pupuk subsidi. Bupati Fawait juga telah menginstruksikan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP), untuk memastikan pupuk subsidi dapat diterima oleh petani yang berhak sesuai ketentuan.
Langkah pengawasan tersebut dilakukan, seiring bertambahnya alokasi pupuk subsidi dari pemerintah pusat. “Pemkab Jember berkomitmen menjaga distribusi pupuk agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Jika ditemukan pelanggaran dalam penyaluran pupuk subsidi, pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengambil tindakan tegas sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.
Keberhasilan Jember ini, menjadi salah satu sentra produksi beras terbesar di Jawa Timur juga didukung berbagai program strategis yang telah dijalankan pemerintah daerah. Program optimalisasi lahan (Oplah), perbaikan infrastruktur irigasi, pompanisasi, hingga pengelolaan lahan pertanian produktif terus diperkuat untuk meningkatkan indeks pertanaman dan produktivitas hasil panen.
Di sisi lain, luas Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Kabupaten Jember pada tahun 2025 tercatat bertambah 373,59 hektare dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah Kabupaten Jember juga bersinergi dengan pemerintah pusat dalam penyaluran berbagai bantuan sektor pertanian senilai Rp 312 miliar yang mencakup alat dan mesin pertanian modern, benih, bibit, serta pembangunan infrastruktur pertanian guna mendukung peningkatan kesejahteraan petani dan ketahanan pangan daerah. (kom/rio/gie)














