<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Egrang &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/egrang/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 30 Aug 2022 08:58:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Egrang &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Meriahkan HUT RI, KKGO Kecamatan Batu Inisiasi Kirab Bendera 45 Meter dan Festival Egrang</title>
		<link>https://memontum.com/meriahkan-hut-ri-kkgo-kecamatan-batu-inisiasi-kirab-bendera-45-meter-dan-festival-egrang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Aug 2022 05:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Egrang]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Festival Egrang]]></category>
		<category><![CDATA[HUT]]></category>
		<category><![CDATA[HUT RI]]></category>
		<category><![CDATA[Kelompok Kerja Guru]]></category>
		<category><![CDATA[Kirab]]></category>
		<category><![CDATA[kota batu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=174494</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Ratusan pelajar SD/MI se-Kecamatan Batu penuhi Jalan Panglima Sudirman. Mereka merupakan peserta Festival Egrang yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Guru Olah Raga (KKGO) Kecamatan Batu, Kota Batu, Selasa (30/08/2022) tadi. Dalam festival yang diselenggarakan untuk memeriahkan HUT ke-77 RI tersebut, juga ada pembentangan Bendera Merah Putih sepanjang 45 meter yang dibawa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Ratusan pelajar SD/MI se-Kecamatan Batu penuhi Jalan Panglima Sudirman. Mereka merupakan peserta Festival Egrang yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Guru Olah Raga (KKGO) Kecamatan Batu, Kota Batu, Selasa (30/08/2022) tadi.</p>



<p>Dalam festival yang diselenggarakan untuk memeriahkan HUT ke-77 RI tersebut, juga ada pembentangan Bendera Merah Putih sepanjang 45 meter yang dibawa oleh para guru olahraga se-Kecamatan Batu.</p>



<p>Ketua Panitia Festival Egrang, Rudi Handoko, mengatakan jika ratusan pelajar SD/MI ikuti Festival Egrang ini untuk menyemarakkan HUT Kemerdekaan ke 77 Republik Indonesia. &#8220;Ratusan pelajar SD/MI ikuti Festival Egrang sebanyak 800 siswa, yang mana selain Festival Egrang juga ada Kirab Bendera Merah Putih sepanjang 45 meter,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tersangka-pembunuhan-gadis-open-bo-dilimpahkan-ke-kejaksaan">Tersangka Pembunuhan Gadis Open BO Dilimpahkan ke Kejaksaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jelang-lebaran-dishub-kota-malang-petakan-titik-rawan-macet-di-pusat-perbelanjaan">Jelang Lebaran, Dishub Kota Malang Petakan Titik Rawan Macet di Pusat Perbelanjaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wujudkan-kota-atraktif-dprd-trenggalek-sebut-pembangunan-harus-libatkan-semua-elemen">Wujudkan Kota Atraktif, DPRD Trenggalek sebut Pembangunan Harus Libatkan Semua Elemen</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkab-malang-salurkan-bantuan-untuk-warga-terdampak-angin-kencang-di-gunungsari-tajinan">Pemkab Malang Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Angin Kencang di Gunungsari Tajinan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/nilai-investasi-capai-rp-250-miliar-pemkot-malang-kaji-proyek-kabel-bawah-tanah">Nilai Investasi Capai Rp 250 Miliar, Pemkot Malang Kaji Proyek Kabel Bawah Tanah</a></li>
</ul>


<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Meriahkan HUT RI, KKGO Kecamatan Batu Inisiasi Kirab Bendera 45 Meter dan Festival Egrang" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/dERDJc851ow?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Dalam pelaksanaan itu, setiap sekolah SD/MI beradu kreasi dengan menampilkan kostum dan atraksi yang menarik perhatian dan apresiasi. Beragam kostum atau busana, pun ditampilkan. Seperti tokoh wayang Hanoman, busana Madura, baju petani, dan pakaian Jawa adalah sebagian kecil contoh keunikan. Egrang pun menjadi alat untuk beratraksi, seperti melompat dan melintas halang rintang.</p>



<p>Ketua KKGO, Abdul Muis, menjelaskan jika egrang merupakan permainan tradisional yang mulai ditinggalkan generasi sekarang. Untuk itu, egrang dipilih untuk dikenalkan kembali sejak dini, khususnya bagi para pelajar.</p>



<p>&#8220;Maka dari itu, kami menggelar kegiatan Festival Egrang. Perkembangan teknologi yang tidak bisa dibendung, itu perlu penyeimbang dengan menggiatkan permainan tradisional warisan budaya sebagai kearifan lokal,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Diharapkan, Festival Egrang ini nantinya menjadi agenda tahunan dan bisa semakin semarak dengan penambahan permainan tradisional lainnya. <strong>(bir/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">174494</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Warga Polowijen Gelar Festival Dolanan</title>
		<link>https://memontum.com/warga-polowijen-gelar-festival-dolanan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2020 08:59:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bakiak]]></category>
		<category><![CDATA[Egrang]]></category>
		<category><![CDATA[festival dolanan]]></category>
		<category><![CDATA[Forkom Pokdarwis]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan Polowijen]]></category>
		<category><![CDATA[lempar kaleng]]></category>
		<category><![CDATA[lompat tali]]></category>
		<category><![CDATA[permainan tradisional]]></category>
		<category><![CDATA[srampangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=126655</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Bertempat di Gang Sumur Windu di Jalan Polowijen, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, warga setempat menggelar festival dolanan, Kamis (29/10) tadi. Kegiatan yang dimaksudkan untuk memperkenalkan kembali permainan tradisional itu, diharapkan tidak pernah lekang termakan waktu. Ketua Forum Komunikasi Kelompok Sadar Wisata (Forkom Pokdarwis) KotaMalang, Isa Wahyudi, mengatakan bahwa dengan mengangkat tema [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Bertempat di Gang Sumur Windu di Jalan Polowijen, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, warga setempat menggelar festival dolanan, Kamis (29/10) tadi. Kegiatan yang dimaksudkan untuk memperkenalkan kembali permainan tradisional itu, diharapkan tidak pernah lekang termakan waktu.</p>
<p>Ketua Forum Komunikasi Kelompok Sadar Wisata (Forkom Pokdarwis) KotaMalang, Isa Wahyudi, mengatakan bahwa dengan mengangkat tema dolanan, maka akan mengangkat kembali nilai-nilai kebudayaan di tengah masyarakat. Khususnya, bagi generasi muda dan anak-anak.</p>
<p>&#8220;Dolanan merupakan salah satu objek pemacu kemajuan kebudayaan. Sehingga, dengan tetap mengenalkan dolanan tradisional, maka akan turut membantu dalam melestarikan permainan kepada generasi muda,&#8221; katanya.</p>
<p>Ditambahkan, dengan terus mengenalkan permainan tradisional, diharapkan anak-anak menjadi lupa dengan gadget (smartphone). Karena, banyak anak-anak sekarang yang lebih tertarik menggunakan handphone untuk bermain.</p>
<p>&#8220;Apalagi sekarang pandemi, semuanya menggunakan handphone. Mereka seharian pegang HP, sekarang kita ajak mereka istirahat. Kita kenalkan permainan-permainan tradisional,&#8221; imbuh Ki Demang, sapaan akrabnya.</p>
<p>Lebih lanjut dirinya menjelaskan, selain untuk memperkenalkan dan melestarikan permainan, permainan dolanan sekaligus sebagai media pembelajaran bagi generasi muda. Baik itu pembelajaran nilai-nilai karakter, gotong royong hingga kebersamaan, yang terdapat dalam setiap permainan tradisional tersebut.</p>
<p>&#8220;Bisa untuk melatih kesabaran, kekompakan, kreativitas mereka juga pasti akan lebih berkembang dengan permainan tradisional seperti ini. Artinya, satu sama lain akan berinteraksi dan komunikasi,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>Dalam festival itu, tersedia beragam permainan sudah disiapkan. Mulai egrang, lompat tali, bakiak, srampangan, lempar kaleng dan lain-lain. Selain itu juga terdapat jajanan yang dijual dengan mengusung tema kuno (tradisional). <strong>(mg1/sit)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">126655</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lestarikan Olahraga Tradisional, Semipro 2018 Lombakan Balap Egrang</title>
		<link>https://memontum.com/lestarikan-olahraga-tradisional-semipro-2018-lombakan-balap-egrang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Aug 2018 11:27:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Egrang]]></category>
		<category><![CDATA[Olahraga Tradisional]]></category>
		<category><![CDATA[Semipro 2018]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=53155</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Mungkin 20 tahun silam permainan atau olahraga egrang ini sangat di gemari oleh kaum muda sampai dewasa, tetapi dengan berjalannya waktu dan perkembangan jaman yang semakin modern, permainan atau olahraga tradisi ini mulai sirna. Oleh karena itu dirangkaikan Semipro Ini permainan atau olahraga Egrang di pertahankan. Egrang sendiri adalah galah atau tongkat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Mungkin 20 tahun silam permainan atau olahraga egrang ini sangat di gemari oleh kaum muda sampai dewasa, tetapi dengan berjalannya waktu dan perkembangan jaman yang semakin modern, permainan atau olahraga  tradisi ini mulai sirna. </p>
<p>Oleh karena itu dirangkaikan  Semipro Ini permainan atau  olahraga Egrang di pertahankan. Egrang sendiri adalah galah atau tongkat yang digunakan seseorang agar bisa berdiri dalam jarak tertentu di atas tanah. Permainan ini, lazim dimainkan oleh anak-anal hingga orang dewasa. Tetapi di tengah maraknya permainan atau modern, terutama di gadget, permainan tradisional mulai banyak yang sudah terlupakan.</p>
<p>Permainan ini masih digemari oleh anak-anak Kota Probolinggo. Buktinya, sejumlah siswa sekolah dasar (SD) adu ketangkasan Egrang di stadion Banyuangga jalan Panjaitan Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan, pada Senin (27/8/2018). Setidaknya ada 19 siswa yang adu ketangkasan memainkannya.</p>
<p>Ukuran Egrang yang dipakai siswa tersebut berukuran panjang 2,5 meter. Untuk tempat pijakan kaki, dengan ketinggian 50 sentimeter dari tanah. Para pemain adu ketangkasan dengan menjadi tercepat dalam jarak sejauh 50 meter tanpa jatuh.</p>
<p>“Untuk belajar ini memang harus penuh kesabaran dan kemauan keras terutama mengatur keseimbangan tubuhnya. Kalau tidak seimbang maka secara otomatis pemain akan terjatuh,” jelas Muhammad Kevin Firmansyah (12), salah satu permainan Egrang.</p>
<p>Terlihat para peserta yang kebanyakan masih di sekolah dasar tersebut sangat senang dan menikmati jalannya perlombaan Egrang yang di dampingi oleh masing-masing gurunya dari tiap sekolah.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">53155</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
