<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Ekraf &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/ekraf/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 05 Jan 2024 08:45:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Ekraf &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Beri Pemahaman Ekraf, Pj Wali Kota Malang Minta Kenalkan Industri Kreatif untuk Pelajar</title>
		<link>https://memontum.com/beri-pemahaman-ekraf-pj-wali-kota-malang-minta-kenalkan-industri-kreatif-untuk-pelajar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Jan 2024 07:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Ekraf]]></category>
		<category><![CDATA[industri]]></category>
		<category><![CDATA[kenalkan]]></category>
		<category><![CDATA[Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pelajar]]></category>
		<category><![CDATA[pemahaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=204109</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang di tahun 2024 ini, memiliki program untuk mengenalkan industri kreatif kepada para siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Malang. Hal itu, dikatakan Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, Jumat (05/01/2024) tadi. Disampaikan Pj Wali Kota, bahwa dalam hal ini tim Ekonomi Kreatif (Ekraf) [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang di tahun 2024 ini, memiliki program untuk mengenalkan industri kreatif kepada para siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Malang. Hal itu, dikatakan Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, Jumat (05/01/2024) tadi.</p>



<p>Disampaikan Pj Wali Kota, bahwa dalam hal ini tim Ekonomi Kreatif (Ekraf) di Kota Malang telah menemui pihaknya dan menyanggupi dapat menerapkan program tersebut. &#8220;Jadi nanti, tinggal pembahasannya saja antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang dengan Komite Ekonomi Kreatif (KEK) yang ada di Kota Malang. Ini dilakukan, untuk bisa memberikan pemahaman terkait dengan Ekraf,” kata Pj Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Sehingga, tambahnya, dalam hal ini pihaknya berharap kurikulum Ekraf dapat segera dimasukkan dan diterapkan. Apalagi, saat ini draft mengenai Ekraf juga sudah ada.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>“Saya harapkan tahun 2024 ini, sudah dimasukkan dan sudah ada kurikulum terkait Ekraf. Draftnya sudah ada hanya tinggal kita sinkronkan,” imbuhnya.</p>



<p>Sebelumnya, pembelajaran terkait dengan Ekraf tersebut menurutnya juga sudah dimasukkan dalam kurikulum Merdeka Belajar. Yakni, di Project Penguatan Profile Pelajar Pancasila (P5). Kini akan direncanakan untuk menjadi kurikulum mandiri.&nbsp;</p>



<p>“Saya nanti juga minta, sekaligus memperkenalkan Gedung Malang Creative Center (MCC) Kota Malang. Karena, itu juga bagian dari Ekraf,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">204109</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dukung Pengembangan Ekraf, Pj Kota Malang Terus Optimalkan Gedung MCC</title>
		<link>https://memontum.com/dukung-pengembangan-ekraf-pj-kota-malang-terus-optimalkan-gedung-mcc</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Oct 2023 12:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[dukung]]></category>
		<category><![CDATA[Ekraf]]></category>
		<category><![CDATA[gedung,]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[optimalkan]]></category>
		<category><![CDATA[pengembangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=199575</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, memberikan pengarahan pada Rapat Koordinasi (Rakor) Komite Ekonomi Kreatif (KEK) di salah satu hotel Kota Malang, Selasa (10/10/2023) tadi. Dalam pengarahan yang diberikan tersebut, Pj Wali Kota Malang menyampaikan jika perlu adanya pengoptimalan Gedung Malang Creative Center (MCC) Kota Malang, yang menjadi tempat inkubasi para [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, memberikan pengarahan pada Rapat Koordinasi (Rakor) Komite Ekonomi Kreatif (KEK) di salah satu hotel Kota Malang, Selasa (10/10/2023) tadi. Dalam pengarahan yang diberikan tersebut, Pj Wali Kota Malang menyampaikan jika perlu adanya pengoptimalan Gedung Malang Creative Center (MCC) Kota Malang, yang menjadi tempat inkubasi para pelaku ekonomi kreatif (ekraf).</p>



<p>“Tentu nantinya harus ada sarana prasarana (Sarpras) pendukung, terlebih untuk memenuhi kebutuhan orang-orang yang ada di Gedung MCC. Insyaallah, tahun ini ada tambahan sarpras untuk eskalator dan tahun depan juga nanti ada kebutuhan lain yang akan kita penuhi, karena kita punya target terkait dengan keterlibatan MCC untuk masyarakat,” jelas Pj Wali Kota Wahyu Hidayat.</p>



<p>Terlebih, menurutnya Gedung MCC tersebut akan menjadi pusat kegiatan ekraf. Tentu dalam pemanfaatan gedung, nantinya tidak hanya digunakan oleh kalangan milenial saja, namun semua kalangan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Karena ekonomi itu luas, mudah-mudahan nanti dengan ekraf itu bisa meningkatkan taraf perekonomian masyarakat,” tambahnya.</p>



<p>Saat disinggung mengenai kelanjutan kerja sama dengan Dinas Pendidikan Pemerintah Provinisi Jawa Timur, Wahyu Hidayat menyampaikan jika gedung MCC nanti memang akan menjadi salah satu tempat yang wajib dikunjungi oleh seluruh pelajar di Jawa Timur, untuk belajar lebih dalam terkait dengan ekraf. &#8220;Kita sudah ada MoU dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Jadi Gedung MCC itu nanti akan menjadi satu tempat yang wajib dikunjungi oleh seluruh pelajar di Jawa Timur,” tambahnya.</p>



<p>Disamping itu, pihaknya ke depan juga akan duduk bersama dengan DPRD Kota Malang, untuk membahas mengenai pengembangan Gedung MCC. “Tentu ke depan tidak bisa hanya dari eksekutif saja. Kami akan melibatkan masukan dari legislatif supaya tidak ada kritikan. Namun, kritikan itu wajar menjadi bahan evaluasi di kami,” imbuhnya. <strong>(pro/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">199575</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Berikan Dampak Signifikan Bagi Pelaku Ekraf, MCC Berhasil Tarik 95 Ribu Penerima Manfaat</title>
		<link>https://memontum.com/berikan-dampak-signifikan-bagi-pelaku-ekraf-mcc-berhasil-tarik-95-ribu-penerima-manfaat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Sep 2023 06:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[berhasil]]></category>
		<category><![CDATA[berikan]]></category>
		<category><![CDATA[dampak]]></category>
		<category><![CDATA[Ekraf]]></category>
		<category><![CDATA[manfaat]]></category>
		<category><![CDATA[pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[penerima]]></category>
		<category><![CDATA[signifikan,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=198617</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Koordinator Malang Creative Fusion (MCF), Dadik Wahyu Chang, mengaku bersyukur atas peresmian Gedung Malang Creative Center (MCC) yang telah dilakukan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dan Wali Kota Malang, Sutiaji, Jumat (22/09/2023) tadi. Pria yang kerap disapa Dadik, menyampaikan jika dengan adanya Gedung MCC tersebut telah memberikan dampak yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Koordinator Malang Creative Fusion (MCF), Dadik Wahyu Chang, mengaku bersyukur atas peresmian Gedung Malang Creative Center (MCC) yang telah dilakukan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dan Wali Kota Malang, Sutiaji, Jumat (22/09/2023) tadi.</p>



<p>Pria yang kerap disapa Dadik, menyampaikan jika dengan adanya Gedung MCC tersebut telah memberikan dampak yang signifikan kepada para pelaku ekonomi kreatif di Kota Malang. Apalagi, sejak dilakukan soft launching, sudah ada 95 ribu penerima manfaat.</p>



<p>“Alhamdulillah, penerima manfaat ini hampir 95 ribu selama Januari hingga Agustus. Penerima manfaat itu mulai dari workshop hingga pelatihan. Kemudian kalau komunitas sudah ada hampir sekitar 2 ribu event yang berjalan dari bulan Januari hingga Agustus selama soft launch hingga hari ini,” ujar Dadik.</p>



<p>Kemudian, ditambahkannya jika sudah ada 17 sub sektor ekonomi kreatif yang telah tergabung. Berdasarkan data base MCC, selain 95 ribu penerima manfaat dan dua ribu event yang digelar, menurutnya juga sudah ada 14 ribu data pelaku ekraf. Selain itu, juga didukung oleh 60 lebih yang menjadi sumbangsih untuk menghantarkan Kota Malang menjadi kota kreatif. Terlebih, dengan dilakukan grand launching tentu market MCC akan semakin luas.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="600" height="423" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2023/09/Berikan-Dampak-Signifikan-Bagi-Pelaku-Ekraf-MCC-Berhasil-Tarik-95-Ribu-Penerima-Manfaat-1.jpg?resize=600%2C423&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-198621" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2023/09/Berikan-Dampak-Signifikan-Bagi-Pelaku-Ekraf-MCC-Berhasil-Tarik-95-Ribu-Penerima-Manfaat-1.jpg?w=600&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2023/09/Berikan-Dampak-Signifikan-Bagi-Pelaku-Ekraf-MCC-Berhasil-Tarik-95-Ribu-Penerima-Manfaat-1.jpg?resize=300%2C212&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" data-recalc-dims="1" /><figcaption class="wp-element-caption">LAUNCHING: Wali Kota Malang, Sutiaji, bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, saat melaunching gedung MCC. (memontum.com/rsy)</figcaption></figure>



<p>“Jika sudah di launching insyaallah akan diperluas lagi market nya bahwa MCC bukan gedung private tapi sebagai gedung publik yang pemanfaatannya oleh siapapun dan digratiskan oleh siapapun bagi masyarakat Malang Raya dan Indonesia,” katanya.</p>



<p>Ke depan, menurutnya Gedung MCC tersebut akan menjadi sebuah rumah bagi para pelaku ekonomi kreatif. Sehingga, pihaknya berharap bisa untuk terus dirawat dan dijaga secara bersama-sama.</p>



<p>“Insyaallah rumah tangga yang akan kita bangun ke depan bahwa malang memiliki sektor yakni ekraf yang akan menjadi tulang punggung bagi ekonomi kita dan kita tidak menutup diri karena ini sebagai pusat kota kalau sesuai dengan logo yang saya bikin, MCC sebagai umroh nya bagi para pelaku ekonomi kreatif. Sehingga, itu sesuai dengan visi-misinya pak wali, bahwa Malang untuk Indonesia dan dunia,” tambahnya.</p>



<p>Subsektor ekonomi kreatif yang sudah tergabung dengan gedung MCC, diantaranya yaitu arsitektur, seni rupa, TV &amp; Radio, DKV, film, produk, fashion, musik, fotografi, aplikasi, periklanan, kuliner, kriya, game, penerbitan, pertunjukan, dan design interior. Selain itu, juga dilengkapi dengan berbagai sarana prasarana penunjang. Diantaranya Bioskop, Creative Design Store, UMKM Super Store, Coworking Space, Workshop, Auditorium, Studio Foto, Ruang Rapat dan sebagainya.</p>



<p>“Jadi ini sebagai rumah ICCN (Indonesia creative city network), jadi ini kumpulan nya temen2 ekonomi kreatif di Indonesia. Artinya, 240 kota dan kabupaten terlibat dalam ini. Dan ini menjadi rumah bagi mereka,” imbuhnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, menyampaikan jika dengan adanya MCF tersebut tentu memberikan dampak yang luar biasa dan memiliki potensi yang cukup positif dalam mengembangkan sektor ekraf di Kota Malang.</p>



<p>“Saya melihat itu cukup potensi dan cukup positif, karena disitu ada beberapa anak-anak muda yang melakukan kegiatan. Sehingga ini juga mengajak anak muda untuk selalu berkreativitas dari semua 17 suksektor ekraf,” tambah Eko. <strong>(rsy/sit/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198617</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hadiri Pameran Produk Unggulan dan Ekraf di TMII, Bupati Lamongan Berharap Wisata dan Kuliner Kian Terkenal</title>
		<link>https://memontum.com/hadiri-pameran-produk-unggulan-dan-ekraf-di-tmii-bupati-lamongan-berharap-wisata-dan-kuliner-kian-terkenal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 Jun 2023 13:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[berharap]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[dan]]></category>
		<category><![CDATA[di]]></category>
		<category><![CDATA[Ekraf]]></category>
		<category><![CDATA[hadiri]]></category>
		<category><![CDATA[kian]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Pameran]]></category>
		<category><![CDATA[produk]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[terkenal]]></category>
		<category><![CDATA[TMII]]></category>
		<category><![CDATA[unggulan]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191883</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Berbagai seni bertabur kebudayaan ditampilkan Lamongan dalam Pagelaran Seni Budaya Pameran Produk Unggulan dan Ekonomi Kreatif, yang dilaksanakan di Anjungan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Minggu (25/06/2023) tadi. Kegiatan rutin tahunan ini, diselenggarakan oleh Badan Penghubung Daerah Provinsi Jawa Timur bersama Pemerintah Kabupaten Lamongan. Selain Tari Adara Purwa, Campursari, serta Tayub, pada [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Berbagai seni bertabur kebudayaan ditampilkan Lamongan dalam Pagelaran Seni Budaya Pameran Produk Unggulan dan Ekonomi Kreatif, yang dilaksanakan di Anjungan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Minggu (25/06/2023) tadi. Kegiatan rutin tahunan ini, diselenggarakan oleh Badan Penghubung Daerah Provinsi Jawa Timur bersama Pemerintah Kabupaten Lamongan.</p>



<p>Selain Tari Adara Purwa, Campursari, serta Tayub, pada kesempatan tersebut juga ditampilkan drama tari yang mengisahkan tentang cerita &#8216;Danurekso Sang Duto&#8217;. Dimana, Danurekso merupakan seorang maling sakti yang tunduk dan menjadi santri pada Kanjeng Sunan Giri.</p>



<p>Pada suatu malam, dalam cerita itu, dirinya diutus untuk mengambil keris yang tertinggal di rumah Mbok Mbarang, dengan menggunakan ilmunya. Dirinyapun berhasil mengambil keris Kanjeng Sunan, namun Mbok Mbarang meneriakinya karena mengira maling. Sehingga, terjadi peristiwa saling kejar antara kelompok warga yang dipimpin oleh Joko Luwuk yang membuat Danurekso menyelam masuk dalam kolam lele.</p>



<p>Meski ditutupi oleh ikan lele dalam kolam, namun kejadian itu tidak berlangsung lama hingga akhirnya Danurekso, pun memilih keluar dari kolam lele. Pertarungan sengit antara Danurekso dan Joko Luwuk, tidak terelakkan hingga mengganggu munajat Kanjeng Sunan Giri.</p>



<p>Baca Juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/thr-asn-pemkot-malang-naik-rp-426-miliar-pencairan-tunggu-kebijakan-pusat">THR ASN Pemkot Malang Naik Rp 42,6 Miliar, Pencairan Tunggu Kebijakan Pusat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkab-malang-serahkan-bantuan-untuk-warga-terdampak-bencana-puting-beliung-di-kecamatan-bantur">Pemkab Malang Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana Puting Beliung di Kecamatan Bantur</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/proses-izin-rumit-iai-cabang-trenggalek-hearing-dengar-pendapat-bersama-dprd">Proses Izin Rumit, IAI Cabang Trenggalek Hearing Dengar Pendapat bersama DPRD</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/siswa-sman-3-kota-malang-sambut-antusias-mbg-ramadan">Siswa SMAN 3 Kota Malang Sambut Antusias MBG Ramadan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dprd-trenggalek-bersama-eksekutif-bahas-raperda-perlindungan-jaminan-sosial-ketenagakerjaan">DPRD Trenggalek bersama Eksekutif Bahas Raperda Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan</a></li>
</ul>


<p>Kanjeng Sunan Giri kemudian melerai pertarungan tersebut dan berwasiat bahwa keris bernama Mbah Jimat Luk Limo merupakan lambang kewibawaan seorang pamong atau pemimpin yang harus menjaga lima perkara dalam agamanya juga lima waktu salatnya. Selain itu, lele yang menutupi Danurekso saat dalam pengejaran, merupakan perlambangan budaya tolong-menolong, keuletan, kesabaran dan kemakmuran dalam menjalani hidup dimanapun tempatnya.</p>



<p>Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, yang hadir pada kesempatan tersebut, berharap pesan moral yang diperoleh dari drama tari yang ditampilkan ini dapat benar-benar dicerna dan dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya untuk warga Lamongan. Dirinya juga berharap, sektor pariwisata dan kuliner Lamongan yang terkenal berdaya saing akan dapat terus menggerakkan perekonomian Lamongan.</p>



<p>&#8220;Ke depan saya ingin sektor pariwisata dan kuliner yang sudah menjadi branding Lamongan dan mempunyai daya saing tersendiri, juga ekonomi yang lainnya, menjadi lokomotif yang menggerakkan perekonomian di Kabupaten Lamongan,&#8221; ujarnya.<strong> (zen/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191883</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Prioritas ASEAN Chairmanship 2023, Pemkot Malang Dorong Ekraf di Kancah Internasional</title>
		<link>https://memontum.com/prioritas-asean-chairmanship-2023-pemkot-malang-dorong-ekraf-di-kancah-internasional</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Jun 2023 07:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[asean]]></category>
		<category><![CDATA[chairmanship]]></category>
		<category><![CDATA[di]]></category>
		<category><![CDATA[dorong]]></category>
		<category><![CDATA[Ekraf]]></category>
		<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[kancah]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[Prioritas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191565</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sektor ekonomi kreatif (Ekraf) kini menjadi konsen Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dan akan terus dikembangkan. Sebab, potensi yang dimiliki saat ini begitu menarik dan upaya perdagangan internasional akan terus dikuatkan. Hal tersebut, disampaikan Wali Kota Malang, Sutiaji, saat memberikan sambutan dalam kegiatan Sosialisasi Hasil Perdagangan Isu Prioritas ASEAN Chairmanship 2023, di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Sektor ekonomi kreatif (Ekraf) kini menjadi konsen Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dan akan terus dikembangkan. Sebab, potensi yang dimiliki saat ini begitu menarik dan upaya perdagangan internasional akan terus dikuatkan. Hal tersebut, disampaikan Wali Kota Malang, Sutiaji, saat memberikan sambutan dalam kegiatan Sosialisasi Hasil Perdagangan Isu Prioritas ASEAN Chairmanship 2023, di salah satu Perguruan Tinggi Negeri Kota Malang, Kamis (22/06/2023) tadi.</p>



<p>Pria berkacamata itu mengatakan, jika di tahun 2018, angka pengangguran terbuka di Kota Malang begitu tinggi. Bahkan, menduduki peringkat pertama. Itu disebabkan, karena banyaknya lulusan perguruan tinggi yang enggan untuk kembali ke tempat asalnya. Sehingga, memberikan kontribusi pengangguran yang luar biasa.</p>



<p>“Tetapi karena pertumbuhan Ekraf, ini akan jadi luar biasa. Karena di tahun 2022, terjadi perubahan yang signifikan. Persentase pertumbuhan Ekraf di Kota Malang meningkat drastis dari 4,7 persen pada tahun 2021 menjadi 10,5 persen pada tahun 2022. Lonjakan ini, telah mampu menurunkan peringkat pengangguran terbuka menjadi peringkat keenam. Keberhasilan ini adalah hasil kerja keras dalam membangun ekosistem yang kuat,” jelas Wali Kota Sutiaji.</p>



<p>Selain itu, tambahnya, Pemkot Malang juga memberikan insentif dan disinsentif terkait perpajakan dan pendanaan untuk mendukung perkembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Namun, perlu diakui bahwa saat permintaan terhadap produk UMKM meningkat, kapasitas produksi sering kali tidak memadai.</p>



<p>“Untuk mengatasi itu, maka untuk memperkuat kita bangun konektivitas pendanaan untuk UMKM di Kota Malang dapat tumbuh dengan baik,” tambahnya.</p>



<p>Lebih lanjut disampaikan, Kota Malang sendiri saat ini juga sedang menjalin kerja sama di tingkat internasional. Yaitu dengan Negara China, terkait label halal yang menjadi kebutuhan mayoritas muslim di negara tersebut.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Kami kerja sama dan sedang mematenkan, khususnya Bakso Malang. Itu kita kerja sama dengan orang malang asli. Kita akan patenkan dan melindungi hak kekayaan intelektualnya,” lanjutnya.</p>



<p>Pihaknya berharap, ketika UMKM di Kota Malang nantinya berhasil mengadopsi teknologi tinggi, maka biaya produksinya juga dapat ditekan. Perguruan tinggi pun menurutnya juga bertugas untuk menganalisis dan mengembangkan paten untuk teknologi tersebut.&nbsp;</p>



<p>Sementara itu, Waki Menteri Perdagangan RI, Jerry Sambuaga, mengatakan jika beberapa produk UMKM Indonesia yang paling diminati di pasar ASEAN, yaitu produk kerajinan tangan, snack ringan, bahkan juga baju. Tentu, itu juga memiliki potensi bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia.</p>



<p>“Karena kan kita ingin memastikan sesuai dengan arahan Bapak Presiden bahwa kita ekspor itu produk jadi yang sudah diolah dan memiliki nilai tambah. Karena selain itu menguntungkan berkali lipat, itu juga memberikan banyak hilirisasi di Indonesia. Kita sebagai ketua ASEAN mempunya aset yang strategis untuk memastikan bahwa kita bisa menjadikan ASEAN sebagai salah satu pemain strategis bahkan di tingkat dunia,” tutur Jerry.</p>



<p>Kemudian, ditambahkan jika di era saat ini digitalisasi juga dinilai begitu penting. Itu juga memberikan kemudahan dan trobosan baru jika akan melakukan ekspor. Karena, tidak harus melalui proses yang rumit dan tidak melalui pelabuhan.</p>



<p>“Kita hanya cukup dengan klik-klik-klik itu sudah merupakan nilai tambah. Ini adalah suatu yang sifatnya trobosan dan harus kita dorong. Apalagi di Kota Malang banyak potensi dan diharapkan dapat membawa perubahan,” imbuh Jerry. <strong>(hms/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191565</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Difasilitasi Dubes RI, Wali Kota Malang Promosikan Penguatan Ekraf ke Pengusaha Beijing RRT</title>
		<link>https://memontum.com/difasilitasi-dubes-ri-wali-kota-malang-promosikan-penguatan-ekraf-ke-pengusaha-beijing-rrt</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 Jun 2023 10:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Ekraf]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[sutiaji]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Sutiaji]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=190671</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Beijing &#8211; Rangkaian agenda kunjungan Wali Kota Malang, Sutiaji, di Beijing RRT terus berlanjut. Kali ini orang nomor satu di Pemkot Malang itu, kembali bertemu Duta Besar RI untuk RRT, Djauhari Oratmangun, di Wisma Kedutaan Besar pada Minggu (11/06/2023) siang waktu setempat. Pada agenda pertemuan kali ini, Djauhari Oratmangun mengundang para pengusaha di Beijing [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Beijing</strong> &#8211; Rangkaian agenda kunjungan Wali Kota Malang, Sutiaji, di Beijing RRT terus berlanjut. Kali ini orang nomor satu di Pemkot Malang itu, kembali bertemu Duta Besar RI untuk RRT, Djauhari Oratmangun, di Wisma Kedutaan Besar pada Minggu (11/06/2023) siang waktu setempat.</p>



<p>Pada agenda pertemuan kali ini, Djauhari Oratmangun mengundang para pengusaha di Beijing untuk bertemu Wali Kota Sutiaji. Pertemuan yang difasilitasi pihak Kedubes, ini dikemas santai dan membahas topik perkembangan ekonomi kreatif (Ekraf) baik di Kota Beijing dan juga Kota Malang.</p>



<p>Sebagaimana diketahui, perkembangan ekonomi kreatif Kota Malang di era kepemimpinan Sutiaji patut diacungi jempol. Berbagai karya komunitas bahkan sudah menyentuh pasar kreatif di tingkat dunia, belum lagi dengan adanya MCC (Malang Creative Center) semakin memberikan ruang bagi perkembangan ekonomi kreatif Di Kota Malang.</p>



<p>Atas upayanya ini, Wali Kota Sutiaji menerima beberapa penghargaan terkait dengan ekonomi kreatif. Obsesinya membawa ekonomi kreatif Kota Malang lewat tagline &#8220;Malang Mendunia&#8221; diakui mampu memberikan dampak yang luar biasa di beberapa sektor. Sutiaji dianggap mampu mendorong peluang percepatan digitalisasi di era pandemi yang lalu.</p>



<p>Inilah yang disampaikan Wali Kota Sutiaji, dihadapan para pengusaha Beijing kemarin. Dengan mengenakan busana casual, pria yang juga hobi bulutangkis ini menceritakan aktualisasi dan perkembangan ekonomi kreatif di Kota Malang, mulai dari awal perkembangan saat dirinya menjabat sebagai Wali Kota Malang, kebijakan ekonomi kreatif, tantangan digitalisasi di era pandemi sampai pada lahirnya MCC yang menjadi wadah inkubasi bagi kreator-kreator di Kota Malang.</p>



<p>Sutiaji menjelaskan bahwa 17 sub sektor ekonomi kreatif berhasil diakomodir semua dan pertumbuhannya sangat signifikan. Hal ini terjadi karena di Kota Malang memiliki potensi dan banyak start up. Ia juga menceritakan bahwa kedepannya sektor ekonomi kreatif menjadi masa depan ekonomi Kota Malang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Mendengar penjelasan Sutiaji, rupanya memberikan kesan positif dan tertarik dengan perkembangan ekonomi kreatif di Kota Malang. Para pengusaha yang hadir pun menyampaikan akan berkunjung Ke Kota Malang pada Juli mendatang dan melihat langsung aktivitas para kreator-kreator Kota Malang.</p>



<p>Dihubungi melalui telepon, Wali Kota Sutiaji membenarkan pertemuan di wisma Kedubes ini dalam rangka untuk bertukar pikiran khususnya tentang ekonomi kreatif. Menurut Sutiaji, kesempatan ini menjadi ajang belajar dan memperkaya literasi dirinya, sehingga memberikan khasanah-khasanah baru sebagai penentuan kebijakan.</p>



<p>Wali Kota Sutiaji menambahkan perkembangan digitalisasi di negeri tirai bambu ini sangat luar biasa, terlebih salah satu dampak positif pandemi yaitu percepatan digitalisasi yang mengharuskan adanya proses adaptasi baru. Karena itu dirinya tidak sungkan untuk menggali hal-hal baru, utamanya keterlibatan pihak swasta dalam mendukung kebijakan ekonomi kreatif.</p>



<p>&#8220;Iya benar, hari ini saya bertemu pak Djauhari, agendanya penjajakan investasi di bidang lain. Kemarinkan sudah ada infrastruktur, pengelolaan persampahan, sekarang kami coba push lagi, mudah-mudahan ada bidang lain yang bisa di optimalkan untuk investasi, dan tadi kebetulan kita banyak diskusi tentang ekonomi kreatif&#8221;, terang Sutiaji.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa langkah ini adalah kesempatan untuk belajar. Apalagi, perkembangan ekonomi kreatif kita juga sangat bagus. &#8220;Ini tentunya jadi literasi buat kami. Karena ya kita tahu, Tiongkok ini benar-benar punya potensi yang luar biasa, sumberdaya yang luar biasa, apalagi perkembangan digitalisasi nya, tanpa itu semua nggak mungkin punya hegemoni yang kuat, karena itu saya ingin banyak belajar dan menggali literasi-literasi baru,&#8221; tambahnya. <strong>(hms/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">190671</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Investor Asing Minati Gedung MCC, Wali Kota Sutiaji Harapkan Ekraf Tumbuh hingga Kancah Internasional</title>
		<link>https://memontum.com/investor-asing-minati-gedung-mcc-wali-kota-sutiaji-harapkan-ekraf-tumbuh-hingga-kancah-internasional</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 May 2023 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Ekraf]]></category>
		<category><![CDATA[Investor Asing]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[MCC]]></category>
		<category><![CDATA[sutiaji]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Sutiaji]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=189443</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Gedung Malang Creative Center (MCC) Kota Malang, yang digadang menjadi tempat inkubasi para sektor ekonomi kreatif (Ekraf), kini ternyata sudah dilirik oleh salah satu investor asing, yakni pengusaha asal Tiongkok, Jack Ma. Hal tersebut, disampaikan Wali Kota Malang, Sutiaji, Jumat (26/04/2023) tadi. Orang nomor satu di lingkungan Pemkot Malang, mengatakan jika [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Gedung Malang Creative Center (MCC) Kota Malang, yang digadang menjadi tempat inkubasi para sektor ekonomi kreatif (Ekraf), kini ternyata sudah dilirik oleh salah satu investor asing, yakni pengusaha asal Tiongkok, Jack Ma. Hal tersebut, disampaikan Wali Kota Malang, Sutiaji, Jumat (26/04/2023) tadi.</p>



<p>Orang nomor satu di lingkungan Pemkot Malang, mengatakan jika perusahaan yang dimiliki oleh Jack Ma yaitu Alibaba, berencana akan mengunjungi gedung bertingkat delapan itu. Menurutnya, pihak Kedutaan Besar (Kedubes) RI untuk Tiongkok, juga sudah melakukan survei ke Gedung MCC tersebut.</p>



<p>“Karena Pak Dubes sudah melakukan survei, harapannya nanti infonya Jack Ma dengan Ali Babanya ke sini (Gedung MCC). Jadi dari kedubes, sudah mengutus perwakilannya,” kata Wali Kota Sutiaji.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kemudian, tambahnya, apabila nanti Pemkot Malang bisa menjalin kerja sama dengan Jack Ma, maka diharapkan dapat menggeliatkan para pelaku Ekraf di Jawa Timur, untuk ke kancah Internasional. &#8220;Karena dari kedubes sudah mengutus, maka nanti itu biar urusannya Pak Dubes. Jadi, bisa menyambungkan dan untuk menggairahkan Ekraf di Indonesia. Untuk kapannya masih belum tahu, masih dilakukan survei,” tambahnya.</p>



<p>Sebagai informasi, Gedung MCC tersebut, dibangun untuk mewadahi 17 sub sektor Ekraf, yakni, arsitektur, film, fotografi, kriya, kuliner, seni rupa, desain produk, aplikasi, game, televisi dan radio, fesyen, pertunjukan, desain interior, periklanan, penerbitan, DKV dan musik.</p>



<p>Kini, dari 17 sub sektor yang telah mengisi MCC, terdapat 200 pelaku ekraf yang berkolaborasi, diantaranya seperti aplikasi dengan jumlah 65 jenis. Kemudian, kriya 43 unit dan kuliner 55 jenis. Selain itu, juga ada fashion, fotografi, game, arsitektur, desain komunikasi dan visual (DKV), televisi dan radio dan lainnya. <strong>(hms/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">189443</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Buka Pameran Bonsai di Alun-alun Lamongan, Bupati Yuhronur Dukung Peningkatan Ekraf melalui Hobi Bonsai</title>
		<link>https://memontum.com/buka-pameran-bonsai-di-alun-alun-lamongan-bupati-yuhronur-dukung-peningkatan-ekraf-melalui-hobi-bonsai</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 May 2023 10:55:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ALun-alun]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Bonsai]]></category>
		<category><![CDATA[bupati lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Yuhronur]]></category>
		<category><![CDATA[Ekraf]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Pameran]]></category>
		<category><![CDATA[Yuhronur Efendi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=188313</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Beberapa hobi saat ini erat kaitannya dengan ekonomi kreatif (Ekraf) yang sedang marak digerakkan di Indonesia. Salah satunya, yakni hobi terkait tanaman bonsai. Bonsai merupakan bentuk tanaman atau pohon yang dikerdilkan dalam sebuah pot dengan tujuan sebagai miniatur bentuk asli pohon besar yang sudah tua di alam. Ini, memiliki peluang usaha ekonomi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum </strong><a href="https://lamongan.memontum.com/"><strong>Lamongan</strong> </a>&#8211; Beberapa hobi saat ini erat kaitannya dengan ekonomi kreatif (Ekraf) yang sedang marak digerakkan di Indonesia. Salah satunya, yakni hobi terkait tanaman bonsai. Bonsai merupakan bentuk tanaman atau pohon yang dikerdilkan dalam sebuah pot dengan tujuan sebagai miniatur bentuk asli pohon besar yang sudah tua di alam. Ini, memiliki peluang usaha ekonomi kreatif bagi masyarakat.</p>



<p>Sejumlah keterangan itu, disampaikan <a href="https://lamongan.memontum.com/">Bupati Lamongan</a>, Yuhronur Efendi, saat membuka Pameran Bonsai dan Kontes Nasional Tahun 2023 yang dilaksanakan oleh PPBI (Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia) Lamongan di Alun-alun Lamongan, Selasa (09/05/2023) tadi. </p>



<p>Kegiatan yang merupakan wujud usaha bersama antar pemerintah dengan berbagai pihak termasuk komunitas itu, untuk mendorong peningkatan ekonomi kreatif juga kesejahteraan keluarga. Dimana, hal tersebut akan sangat berpengaruh pada pertumbuhan perekonomian daerah.</p>



<p>&#8220;Bonsai ini termasuk dalam salah satu bagian dari ekonomi kreatif. Dimana, ekonomi kreatif ini merupakan salah satu pendukung pertumbuhan ekonomi nasional yakni sekitar 5,76 persen, yang artinya kontribusinya melebihi sektor pertambangan. Ekonomi kreatif sendiri sekarang berdekatan dengan hobi, berdekatan dengan keinginan milenial, yang sekarang terus kita fasilitasi khususnya di Kabupaten Lamongan ini,&#8221; kata <a href="https://lamongan.memontum.com/">Bupati Yuhronur</a>.</p>



<p>Perwakilan PPBI Lamongan, Erfan Hadi, menambahkan bahwa pameran bonsai bertajuk &#8216;Simphony Bonsai&#8217; yang digelar ini diikuti oleh peserta dari bursa bonsai yang terdiri dari 7 stand. Ini mewakili dari kolaborasi <a href="https://situbondo.memontum.com/">Situbondo</a>, <a href="https://sumenep.memontum.com/">Sumenep</a>, <a href="https://malang.memontum.com/">Malang</a>, Batam, Surabaya, Lamongan dan <a href="https://jombang.memontum.com/">Jombang</a>.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/thr-asn-pemkot-malang-naik-rp-426-miliar-pencairan-tunggu-kebijakan-pusat">THR ASN Pemkot Malang Naik Rp 42,6 Miliar, Pencairan Tunggu Kebijakan Pusat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkab-malang-serahkan-bantuan-untuk-warga-terdampak-bencana-puting-beliung-di-kecamatan-bantur">Pemkab Malang Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana Puting Beliung di Kecamatan Bantur</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/proses-izin-rumit-iai-cabang-trenggalek-hearing-dengar-pendapat-bersama-dprd">Proses Izin Rumit, IAI Cabang Trenggalek Hearing Dengar Pendapat bersama DPRD</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/siswa-sman-3-kota-malang-sambut-antusias-mbg-ramadan">Siswa SMAN 3 Kota Malang Sambut Antusias MBG Ramadan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dprd-trenggalek-bersama-eksekutif-bahas-raperda-perlindungan-jaminan-sosial-ketenagakerjaan">DPRD Trenggalek bersama Eksekutif Bahas Raperda Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan</a></li>
</ul>


<p>&#8220;Untuk kontes bonsai ada 4 kelas yakni utama, madya, pratama, dan prospek. Di kelas utama ada 32 peserta, kelas madya ada 37, pratama 187, dan prospek angka 450. Jadi peserta kita kali ini ada di angka 706 peserta,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Dari 706 pohon bonsai yang diikutkan dalam pameran, diperoleh bonsai sebagai best in show juga best in class utama berjenis Pohon Sancang milik Andri Bastian dari Prambon Sidoarjo. Pohon yang dibelinya sekitar 2 tahun lalu dengan harga sekitar Rp. 200 juta (70 persen jadi) ini telah mendapatkan 3 kali predikat best in show, yang pertama di Pameran Nasional Sragen tahun 2022, Semarang&nbsp; 2022 dan kali ini di Lamongan tahun 2023.</p>



<p>&#8220;Perawatannya ini kita harus memahami botani pohon, kemudian karena dia hidup di dalam pot maka harus kita sesuaikan kebutuhan makanannya, jadi harus kita jaga biasanya kalau sudah terlalu rapat dia harus dikurangi ranting-rantingnya, akarnya juga sama jadi setiap berapa bulan sekali kita copot dari potnya dan kita kurangi. Ini terakhir kemarin ada kolektor menawar Rp. 850 juta, dulu beli diangka Rp. 200-an juta, sudah hampir 2 tahun,&#8221; tutur Andri Bastian.</p>



<p>Selain bonsai milik Andri Bastian, bonsai Pohon Santigi milik Julianto asal Surabaya, juga keluar sebagai pemenang best in class madya, juga Pohon Santigi milik Harmes Surabaya sebagai best in class pratama. Serta, banyak kategori lainnya seperti kategori best in size small pratama, dan best ten di masing-masing kelas. Pameran Bonsai dan Kontes Nasional se-Jawa Bali yang digelar sejak 2 hingga 14 Mei ini dilaksanakan pula dalam rangka Hari Jadi <a href="https://lamongan.memontum.com/">Lamongan </a>ke 454 Tahun. <strong>(zen/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">188313</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Logo IKN Karya Desainer Grafis Kota Malang Masuk 5 Besar, Wali Kota Beri Respon Positif Penguatan Ekraf</title>
		<link>https://memontum.com/logo-ikn-karya-desainer-grafis-kota-malang-masuk-5-besar-wali-kota-beri-respon-positif-penguatan-ekraf</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Apr 2023 05:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Desainer]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Ekraf]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[sutiaji]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Sutiaji]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=186334</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Desainer grafis Kota Malang, Dimas Fakhrudin, berhasil menembus lima besar nominasi logo Ibu Kota Nusantara (IKN) dari sekitar 500 karya se-Indonesia. Karena itu, Wali Kota Malang, Sutiaji, mengaku sangat bangga mendengar kabar baik tersebut. Disampaikan Wali Kota Sutiaji, bahwa hal tersebut tentunya menambah semangat Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, untuk terus menguatkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Desainer grafis Kota Malang, Dimas Fakhrudin, berhasil menembus lima besar nominasi logo Ibu Kota Nusantara (IKN) dari sekitar 500 karya se-Indonesia. Karena itu, Wali Kota Malang, Sutiaji, mengaku sangat bangga mendengar kabar baik tersebut.</p>



<p>Disampaikan Wali Kota Sutiaji, bahwa hal tersebut tentunya menambah semangat Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, untuk terus menguatkan daya saing ekonomi kreatif (ekraf), lewat aktivasi Malang Creative Center (MCC) dan berbagai fasilitasi program lain. &#8220;Luar biasa. Saya doakan yang terbaik. Tentu ini sebuah kebanggaan, bahwa Pak Presiden memilih salah satu nominasinya, yaitu Mas Dimas dari Kota Malang. Ini sekaligus testimoni kreativitas yang super dari Malang untuk Indonesia dan Dunia. Ayo kita dukung dan voting bareng,” ujar Sutiaji, Kamis (06/04/2023) tadi.</p>



<p>Sementara itu, Dimas Fakhrudin, merasa bangga dan tidak menyangka jika hasil logo yang mengusung filosofi semangat nusantara sebagai kota dunia berintegritas dan berdaya saing, berhasil lolos masuk di 5 besar saat ini. &#8220;Alhamdulillah, bangga. Pastinya ini sangat deg-degan juga dan sebenarnya tidak menyangka bisa lolos 10 besar. Kemudian, bisa lanjut sampai 5 besar sekarang ini. Kebanggaan tersendiri, tentunya bisa ikut andil dalam merancang identitas Ibu Kota Nusantara,” ujar Dimas.</p>



<p>Pria yang juga sebagai Ketua Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI) Chapter Malang, memaparkan bahwa desain rancangannya bersama tim mengambil konsep tridaya sebagai ilustrasi fase tumbuhnya IKN. Sebagai pusat logonya adalah simbol bintang, yang merepresentasikan Pancasila sebagai fondasi IKN.</p>



<p>&#8220;Saya memilih bentuk sirkular sebagai representasi pergerakan kolektif masyarakat Indonesia. Logo ini harapannya mewakili harmoni dalam kemajuan peradaban Indonesia,” tambahnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/thr-asn-pemkot-malang-naik-rp-426-miliar-pencairan-tunggu-kebijakan-pusat">THR ASN Pemkot Malang Naik Rp 42,6 Miliar, Pencairan Tunggu Kebijakan Pusat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkab-malang-serahkan-bantuan-untuk-warga-terdampak-bencana-puting-beliung-di-kecamatan-bantur">Pemkab Malang Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana Puting Beliung di Kecamatan Bantur</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/proses-izin-rumit-iai-cabang-trenggalek-hearing-dengar-pendapat-bersama-dprd">Proses Izin Rumit, IAI Cabang Trenggalek Hearing Dengar Pendapat bersama DPRD</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/siswa-sman-3-kota-malang-sambut-antusias-mbg-ramadan">Siswa SMAN 3 Kota Malang Sambut Antusias MBG Ramadan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dprd-trenggalek-bersama-eksekutif-bahas-raperda-perlindungan-jaminan-sosial-ketenagakerjaan">DPRD Trenggalek bersama Eksekutif Bahas Raperda Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan</a></li>
</ul>


<p>Dalam proses pengerjaannya sendiri, menurut Dimas itu tidak mudah dan sangat menantang. Dirinya, membutuhkan waktu selama dua bulan, hingga benar-benar dianggap matang. Terlebih, logo tersebut nantinya bisa tetap relevan hingga 20 tahun mendatang.</p>



<p>“Dari sisi desainer grafis, ini tentu hal yang positif, bagaimana kami bisa memberikan kontribusi nyata terhadap negara. Selebihnya, ini bukan masalah terpilih atau tidak, menang atau kalah, yang terpenting adalah mau, mampu, dan berani mengambil kesempatan, terus belajar, dan memberikan semaksimal mungkin apa yang kami bisa,” imbuh Dimas.</p>



<p>Pihaknya berharap, khususnya masyarakat Kota Malang, bisa melakukan voting untuk memilih dirinya. Sebab, itu sebagai salah satu bukti nyata bahwa masyarakat bisa berpartisipasi dalam kebijakan pemerintah.</p>



<p>Sebagai informasi, untuk voting nominasi logo IKN dapat diikuti pada laman website https://ikn.go.id/pilihlogonusantara pada periode 4 April sampai dengan 20 Mei 2023. Disebutkan pula bahwa warga masyarakat yang mengikuti voting berkesempatan meraih doorprize 10 motor listrik bertandatangan Presiden Joko Widodo. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">186334</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
