<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Epilepsi &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/epilepsi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 30 Jan 2021 14:03:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Epilepsi &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Siswa SD Pandanwangi Tewas Tenggelam</title>
		<link>https://memontum.com/siswa-sd-pandanwangi-tewas-tenggelam</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Jan 2021 08:00:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Epilepsi]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[polsek pakis]]></category>
		<category><![CDATA[tenggelam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=133553</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; M Al Is Mustajaba (13) siswa kelas 6 SD Pandanwangi, warga Jl LA Laksda Adi Sucipto, RT 01/RW 03, Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, tenggelam di Sumber Demoon Dusun Lowoksuruh, Desa Mangliawan, Kecamata Pakis, Kabupaten Malang, Kamis (28/1/2021) pukul 12.30. Sempat dilakukan pertolongan, namun korban akhirnya meninggal dunia. Informasi Memontum.com, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; M Al Is Mustajaba (13) siswa kelas 6 SD Pandanwangi, warga Jl LA Laksda Adi Sucipto, RT 01/RW 03, Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, tenggelam di Sumber Demoon Dusun Lowoksuruh, Desa Mangliawan, Kecamata Pakis, Kabupaten Malang, Kamis (28/1/2021) pukul 12.30. Sempat dilakukan pertolongan, namun korban akhirnya meninggal dunia.</p>



<p>Informasi Memontum.com, bahwa sekitar pukul 11.30, korban bersama MF (12) dan APP (9) teman yang sekaligus tetangganya, berangkat bersepeda ke sumber air Demoon Lowoksuruh.</p>



<p>Sesampainya disana, mereka bertiga langsung mandi. Awalnya kondisi baik-baik saja, namun setelah sekitar 1 jam, korban ditemukan dalam kondisi tenggelam.</p>



<p>Dua warga sekitar Agung (36) dan Parman Serak (30) melakukan pertolongan mengangkat tubuh korban. Sempat dilakukan pertolongan dengan memompa dada, namun korban tetap tidak bergerak dengan mulut mengeluarkan busa. </p>



<p>Diketahui bahwa korban sudah dalam kondisi meninggal dunia. Diduga korban tenggelam karena epilepsinya kambuh saat sedang mandi.</p>



<p><strong><a href="https://memontum.com/132161-jatuh-dari-motor-warga-bululawang-tewas-di-gadang">Baca Juga: Jatuh Dari Motor, Warga Bululawang Tewas di Gadang</a></strong></p>



<p>Kapolsek Pakis, AKP Slamet Subagiyo membenarkan adanya kejadian. Menurutnya, saat musibah terjadi, korban sebenarnya sempat diberi pertolongan pertama. Namun nyawanya tidak tertolong.</p>



<p>&#8220;Kami minta keterangan saksi dan orangtua korban. Diduga penyakit epilepsi korban kambuh saat ia mandi di lokasi,&#8221; ungkap AKP Slamet Subagiyo.</p>



<p>Jenazah korban tidak sampai dibawa ke kamar jenazah RSSA Malang, melainkan langsung dibawa ke rumah duka. Pihak keluarga membuat surat pernyataan tidak melakukan otopsi karana kejadian murni tanpa kesengajaan.</p>



<p>&#8220;Keluarga menandatangani surat pernyataan menolak otopsi dan menerima kejadian itu sebagai musibah murni. Tidak ada unsur kesengajaan,&#8221; ujar AKP Slamet. <strong>(gie)</strong></p>



<p></p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">133553</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Diduga Sakit Epilepsi Kambuh, Wanita Bujang Tua Tewas Mengenaskan</title>
		<link>https://memontum.com/diduga-sakit-epilepsi-kambuh-wanita-bujang-tua-tewas-mengenaskan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Dec 2019 11:49:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Epilepsi]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal mendadak]]></category>
		<category><![CDATA[polsekta klojen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/100945-diduga-sakit-epilepsi-kambuh-wanita-bujang-tua-tewas-mengenaskan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum, Kota Malang &#8211; Satupah (80) warga Jalan Sumba Dalam, RT 09/RW 03, Kelurahan Kasin, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Senin (2/12/2019) sekitar pukul 09.00, ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di rumahnya. Wanita tua yang masih membujang ini ditemukan sudah terbujur kaku di atas tempat tidurnya. Kejadian ini selanjutnya dilaporkan ke Polsekta Klojen hingga petugas mendatangi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum, Kota Malang</strong> &#8211; Satupah (80) warga Jalan Sumba Dalam, RT 09/RW 03, Kelurahan Kasin, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Senin (2/12/2019) sekitar pukul 09.00, ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di rumahnya. Wanita tua yang masih membujang ini ditemukan sudah terbujur kaku di atas tempat tidurnya.</p>
<p>Kejadian ini selanjutnya dilaporkan ke Polsekta Klojen hingga petugas mendatangi lokasi. Jenazah Sutapah kemudian dibawa ke kamar mayat RSSA Mang. Jika dilihat dari kondisinya yang sudah kaku, diperkirakan Satupah sudah meninggal selama 2 hari.</p>
<p>Informasi Memontum.com, bahwa Sutapah sehari-harinya hidup sendiri. Melihat kondisinya yang sudah tua renta dan &#8220;sedikit ada&#8221; gejala gangguan jiwa. Dimasa tuanya ini, tidak ada yang menemani Sutapah hingga membuat warga merasa iba.</p>
<p>&#8220;Korban hidup sendiri tidak ada keluarga. Kesehariannya korban mendapat makan dari para tetangga,&#8221; ujar Supeno, ketua RT setempat saat memberikan keterangan kepada petugas.</p>
<p>Pada Senin pagi, Syukur dan Sukri, tetangga korban merasa curiga. Dikarenakan Sutapah sudah 2 hari ini tidak keluar rumah. Kondisi pintu juga tidak terkunci hingga keduanya masuk dan melihat Sutapah sudah tak bernyawa.</p>
<p>Mereka kemudian melapor kepada Supeno, ketua RT hingga diteruskan ke kepolisian. Kapolsek Klojen Kompol Budi Harianto SH membenarkan adanya penemuan itu.</p>
<p>&#8220;Korban meninggal wajar tidak ada tanda-tanda kekerasan atau tindak pidana lain. Dari keterangan warga, korban memiliki riwayat sakit epilepsi,&#8221; ujar Kompol Budi. <strong>(gie/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">100945</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Epilepsi Kambuh, Warga Sumber Gesing Gedangan Tewas di Kamar Mandi</title>
		<link>https://memontum.com/epilepsi-kambuh-warga-sumber-gesing-gedangan-tewas-di-kamar-mandi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Apr 2019 23:05:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Epilepsi]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal mendadak]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Sumbermanjing Wetan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/83022-epilepsi-kambuh-warga-sumber-gesing-gedangan-tewas-di-kamar-mandi</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Nahas, Buiran (56)warga RT02/RW05 Dusun Sbr Gesing Wetan Desa Gedangan Kecamatan Gedangan tewas di kamar mandi Rabu (17/4/2019) sore tadi. Korban tewas dikamar mandi milik Saniyem (65) warga RT19/RW 02 Dusun Sidomukti Desa Ringinsari Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang. Saniyem sebagai orang pertama yang mengetahui kejadian ini sekitar pukul 16.30 , ketika [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Nahas, Buiran (56)warga RT02/RW05 Dusun Sbr Gesing Wetan Desa Gedangan Kecamatan Gedangan tewas di kamar mandi Rabu (17/4/2019) sore tadi. Korban tewas dikamar mandi milik Saniyem (65) warga RT19/RW 02 Dusun Sidomukti Desa Ringinsari Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang.</p>
<p>Saniyem sebagai orang pertama yang mengetahui kejadian ini sekitar pukul 16.30 , ketika ia hendak menaruh handuk dikamar mandi yang terletak di depan rumahnya.</p>
<p><div id="attachment_83024" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/04/IMG-20190417-WA0116-copy.jpg?ssl=1"><img aria-describedby="caption-attachment-83024" decoding="async" class="size-full wp-image-83024" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/04/IMG-20190417-WA0116-copy.jpg?resize=650%2C400&#038;ssl=1" alt="saksi Saniyem" width="650" height="400" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/04/IMG-20190417-WA0116-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/04/IMG-20190417-WA0116-copy.jpg?resize=300%2C185&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/04/IMG-20190417-WA0116-copy.jpg?resize=600%2C369&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/04/IMG-20190417-WA0116-copy.jpg?resize=200%2C123&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a><p id="caption-attachment-83024" class="wp-caption-text"><strong>Saksi Saniyem</strong></p></div></p>
<p>&#8220;Kulo nggeh kaget,kok sak lebete jeding (kolam) wonten tiang pejah mengkurep(Saya ya kaget,kok didalam kolam ada orang laki-laki meninggal dalam kondisi tertelungkup,&#8221; ujar Saniyem dengan bahasa jawa yang ia bisa.</p>
<p>Selanjutnya, Saniyem memberi tahu anaknya. Akhirnya, puluhan warga mulai berdatangan di lokasi,akhirnya warga mengetahui, jika sosok laki-laki yang tewas di kolam berkedalaman 70 CM ini diketahui bernama Buiran.</p>
<p><div id="attachment_83023" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/04/IMG-20190417-WA0114-copy.jpg?ssl=1"><img aria-describedby="caption-attachment-83023" decoding="async" class="size-full wp-image-83023" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/04/IMG-20190417-WA0114-copy.jpg?resize=650%2C400&#038;ssl=1" alt="Buiran Korban" width="650" height="400" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/04/IMG-20190417-WA0114-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/04/IMG-20190417-WA0114-copy.jpg?resize=300%2C185&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/04/IMG-20190417-WA0114-copy.jpg?resize=600%2C369&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/04/IMG-20190417-WA0114-copy.jpg?resize=200%2C123&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a><p id="caption-attachment-83023" class="wp-caption-text"><strong> Buiran Korban.</strong> (H.Mansyur Usman/Memontum.Com)</p></div></p>
<p>Ditemui dilokasi kejadian, Anton Margono PJS Kepala Desa Ringinsari menjelaskan,atas kesepakatan pihak keluarga korban,kejadian ini dianggap sebagai kecelakaan murni.</p>
<p>Sementara, IPDA Zaini Kanit Reskrim Polsek Sumbermanjing Wetan menjelaskan,atas kesepakatan dari pihak keluarga,korban keberatan jika dilakukan otopsi.</p>
<p>&#8220;Setelah kami periksa sekujur tubuh korban,ternyata tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.Sesuai pengakuan keluarga,ternyata korban mengendap penyakit ayan atau epilepsi, &#8221; terang Zaini.</p>
<p>Juga dijelaskan,surat pernyataan bermaterai itu ditandatangani oleh dua putra putri korban, kerabat dekat korban dan Anton Margono PJS Kades Ringinsari.</p>
<p>Terpisah, Mustain Sekdes Ringinsari menerangkan sekilas kronologis kejadian,sore itu korban pergi kesawah dengan mengendarai sepeda motor supra N 4619 FE.</p>
<p>&#8220;Sepeda motor ditaruh di rumah Saniyem. Sepulang dari sawah korban diduga mencuci tangan di kolam/jeding. Tiba-tiba Saniyem menemukan korban dalam kondisi tertelungkup dalam kolam, &#8221; ungkap Mustain. <strong>(Sur/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">83022</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Diduga Epilepsi Kambuh, Pak Guru Tewas di Parit</title>
		<link>https://memontum.com/diduga-epilepsi-kambuh-pak-guru-tewas-di-parit</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Dec 2018 13:22:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Epilepsi]]></category>
		<category><![CDATA[Penemuan Mayat]]></category>
		<category><![CDATA[Polsekta Kedungkandang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/69787-diduga-epilepsi-kambuh-pak-guru-tewas-di-parit</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Baidowi (54) PNS Guru, warga Jl Wonorejo, Kelurahan Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Jumat (21/12/2018) sekitar pukul 10.00, ditemukan tewas. Saat ditemukan, kondisinya tengkurap di parit persawahan Kelurahan Arjowinangun tepatnya depan Perum Emerald Garden. Informasi Memontum, menyebutkan bahwa Baidowi sering jalan-jalan pagi disekitar rumahnya. Terakhir dia terlihat jalan kaki sekitar pukul [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Baidowi (54) PNS Guru, warga Jl Wonorejo, Kelurahan Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Jumat (21/12/2018) sekitar pukul 10.00, ditemukan tewas. Saat ditemukan, kondisinya tengkurap di parit persawahan  Kelurahan Arjowinangun tepatnya depan Perum Emerald Garden. </p>
<p>Informasi Memontum, menyebutkan bahwa Baidowi sering jalan-jalan pagi disekitar rumahnya. Terakhir dia terlihat jalan kaki sekitar pukul 08.00.  Tidak ada yang mengetahui perais kejadiannya, namun sekitar pukul 10.00, Wincono (60) warga Jl Wonorejo, Kelurahan Arjowinangun, melihat sosok tengkurap dalam air di parit pematang sawah. Setelah diamati, ternyata Wincono.mengenali bahwa korban adalah Baidowi, tetangganya sendiri. </p>
<p>Melihat hal itu, Wincono meminta tolong warga sekitar hingga kejadian ini dilaporkan ke Polsekta Kedungkandang. Petugas yang melakukan olah TKP, tidak menemukan ada tanda kekerasan pada tubuh korban. Karena rumahnya hanya berjarak sekitar 1 km dari lokasi, jenazah Baidowi segera dibawa ke rumah duka dan menolak untuk dilakukan visum. </p>
<p>&#8221; Dari keterantan pihak keluarga, korban memiliki riwayat sakit epilepsi. Diduga epilepsinya kambuh saat melintas di lokasi,&#8221; ujar Kapolsekta Kedungkandang Kompol Suko Wahyudi. <strong>(gie/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">69787</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Siswa Kelas 5 SD Hanyut, Diduga Epilepsi Kambuh</title>
		<link>https://memontum.com/siswa-kelas-5-sd-hanyut-diduga-epilepsi-kambuh</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Dec 2018 14:04:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Epilepsi]]></category>
		<category><![CDATA[korban hanyut]]></category>
		<category><![CDATA[Polsekta Kedungkandang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/67872-siswa-kelas-5-sd-hanyut-diduga-epilepsi-kambuh</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dimas Oki Saputra (11) siswa kelas 5 SDN 5 Madyopuri, warga Jl Ki Ageng Gribig Gang Mired, Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Senin (10/12/2018) sekitar pukul 14.30, diduga hanyut di Sungai Amprong, Kelurahan Madyopuro. Hingga pukul 20.23, tubuh Dimas belum ditemukan. Imformasi Memontum menyebutkan bahwa Dimas dan Ciko (9) tetanggany [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dimas Oki Saputra (11) siswa kelas 5 SDN 5 Madyopuri, warga Jl Ki Ageng Gribig Gang Mired, Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Senin (10/12/2018) sekitar pukul 14.30, diduga hanyut di Sungai Amprong, Kelurahan Madyopuro. Hingga pukul 20.23, tubuh Dimas belum ditemukan. </p>
<p>Imformasi Memontum menyebutkan bahwa Dimas dan Ciko (9) tetanggany berenang di Sungai Amprong. Mereka berenang dari utara ke selatan. Namun saat Ciko sampai ke tepi sungai, dia tidak lagi melihat keberadaan Dimas.</p>
<p><a href="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20181210-WA0289-copy.jpg?ssl=1"><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20181210-WA0289-copy.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="333" class="aligncenter size-full wp-image-67875" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20181210-WA0289-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20181210-WA0289-copy.jpg?resize=300%2C154&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a></p>
<p>Hal itu membuat Ciko ketakutan hingga memilih pulang ke rumah. Disaat yang hampir bersamaan Munir (40) yang saat itu hendak memancing menemukan baju di oinggir sungai. Saat dicek ternyata baju tersebut milik Dimas, keponakannya. Munir sempat mencari ke sungai, namun tidak melihat keberadaan Dimas. Kejadian itu membuat kaget warga sekitar hingga dilakukan penyisiran. </p>
<p><a href="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20181210-WA0290-copy.jpg?ssl=1"><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20181210-WA0290-copy.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="333" class="aligncenter size-full wp-image-67874" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20181210-WA0290-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20181210-WA0290-copy.jpg?resize=300%2C154&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a></p>
<p>Karena tak juga ditemukan, kejadian ini dilaporkan ke Polsekta Kedungkandang dan Tim Sar. Pencarian terus dilakukan hingga malam hari. </p>
<p><div id="attachment_67873" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20181210-WA0288-copy.jpg?ssl=1"><img aria-describedby="caption-attachment-67873" decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20181210-WA0288-copy.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="Proses pencarian..(ist)" width="650" height="333" class="size-full wp-image-67873" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20181210-WA0288-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20181210-WA0288-copy.jpg?resize=300%2C154&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a><p id="caption-attachment-67873" class="wp-caption-text"><strong>Proses pencarian (ist)</strong></p></div></p>
<p>&#8221; Tubuh korban belum ditemukan. Aliran sungai cukup deras dan saat ini kondisi sudah malam. Untuk dugaan sementara epilepsi korban kamnuh saat berenang hingga hanyut di sungai,&#8221; ujar Kompol Suko Wahyudi, Kapolsekta Kedungkandang. <strong>(gie/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">67872</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Epilepsi, Tewas di Atas Bebatuan Sungai</title>
		<link>https://memontum.com/epilepsi-tewas-di-atas-bebatuan-sungai</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Nov 2018 12:35:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Epilepsi]]></category>
		<category><![CDATA[Penemuan Mayat]]></category>
		<category><![CDATA[polres trenggalek]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/63718-epilepsi-tewas-di-atas-bebatuan-sungai</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Penemuan seorang mayat laki &#8211; laki di salah satu aliran sungai masuk Desa Dongko Kecamatan Dongko Kabupaten Trenggalek menggegerkan warga setempat. Berdasarkan informasi yang diterima, penemuan mayat dengan identitas Suwarno (56) ini diketahui pertama kali oleh saksi Boniran (49) warga desa setempat di sungai Ngemplak masuk Dusun Premban RT 56 RW 13 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Trenggalek </strong>&#8211; Penemuan seorang mayat laki &#8211; laki di salah satu aliran sungai masuk Desa Dongko Kecamatan Dongko Kabupaten Trenggalek menggegerkan warga setempat. </p>
<p>Berdasarkan informasi yang diterima, penemuan mayat dengan identitas Suwarno (56) ini diketahui pertama kali oleh saksi Boniran (49) warga desa setempat di sungai Ngemplak masuk Dusun Premban RT 56 RW 13 Desa / Kecamatan Dongko Kabupaten Trenggalek. </p>
<p>Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo S melalui Kasubag Humas Polres Trenggalek Iptu Supadi membenarkan adanya  kejadian tersebut. &#8220;Telah ditemukan seorang mayat laki &#8211; laki di aliran sungai Desa Dongko Kecamatan Dongko, &#8221; ungkap Supadi, Senin (12/11/2018). </p>
<p>Dijelaskan Supadi, kejadian tersebut berawal pada hari Senin tanggal 12 Nopember 2018 sekira pukul 12.30 WIB. Saat itu korban, sehabis dari ladang dekat rumahnya untuk membuat mlengseng/galengan, kemudian korban keluar rumah pergi ke sawah miliknya yang berada di dekat sungai Ngemplak masuk Dusun Premban Desa Dongko yang berjarak sekitar 500meter dari rumahnya.</p>
<p>Selanjutnya, sekira pukul 14.00 WIB, saksi lain bernama Arga bersama temannya akan memancing di sungai. Sesampainya di sungai, saksi melihat korban tergeletak di atas bebatuan di tepi sungai dengan posisi badan tengkurap.</p>
<p>&#8220;Melihat keadaan korban ini, saksi Arga  berlari dan teriak minta tolong. Seketika datang saksi Boniran, kemudian mendekati korban lalu membalik tubuh korban dari yang semula tengkurap menjadi terlentang dan mengetahui korban sudah dalam keadaan meninggal, &#8221; imbuhnya. </p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">63718</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lelaki Penderita Epilepsi di Trenggalek Tewas Hanyut di Sungai</title>
		<link>https://memontum.com/lelaki-penderita-epilepsi-di-trenggalek-tewas-hanyut-di-sungai</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Dec 2017 13:21:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Epilepsi]]></category>
		<category><![CDATA[polres trenggalek]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/11821-lelaki-penderita-epilepsi-di-trenggalek-tewas-hanyut-di-sungai</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8212; Diduga terpeleset, seorang pria di Trenggalek tewas terhanyut disungai. Korban yakni Rudi Hermawan (34) warga Dusun Krajan Rt 09 Rw 05 Desa Pule Kecamatan Pule Kabupaten Trenggalek. Berdasarkan informasi yang diterima dari pihak kepolisian, kejadian tersebut berawal saat kakak korban yang bernama Lilik Kurniawati (40) melihat korban sebelumnya duduk didalam rumah. Selanjutnya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8212; Diduga terpeleset, seorang pria di Trenggalek tewas terhanyut disungai. Korban yakni Rudi Hermawan (34) warga Dusun Krajan Rt 09 Rw 05 Desa Pule Kecamatan Pule Kabupaten Trenggalek.</p>
<p>Berdasarkan informasi yang diterima dari pihak kepolisian, kejadian tersebut berawal saat kakak korban yang bernama Lilik Kurniawati (40) melihat korban sebelumnya duduk didalam rumah. Selanjutnya saksi meninggalkan korban untuk berbelanja ke toko yang ada di pasar Pule. </p>
<p>Kasubag Humas Polres Trenggalek, Iptu Supadi membenarkan adanya kejadian korban hanyut disukai yang ada dibelakang rumah. &#8220;Kejadian terhanyutnya korban disungai yang ada di belakang rumahnya ini memang benar adanya. Menurut keterangan dari pihak keluarga, korban memang sering duduk menyendiri di pinggir sungai yang ada dibelakang rumah,&#8221;  ucapnya, Minggu (10/12/2017).</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/IMG-20171210-WA0054-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" class="aligncenter size-full wp-image-11823" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/IMG-20171210-WA0054-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/IMG-20171210-WA0054-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/IMG-20171210-WA0054-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/IMG-20171210-WA0054-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Diakui Supadi, sesaat ditinggalkan oleh saksi, korban sudah tidak berada didalam rumah. Merasa khawatir, saksi berusaha mencari korban disekitar rumah. Ingat bahwa korban setiap hari selalu duduk &#8211; duduk ditepi sungai yang ada dibelakang rumah. </p>
<p>Setelah beberapa saat saksi mencari keberadaan korban, saksi menemukan sepasang sandal jerit milik korban berada dibibir sungai. Merasa curiga, saksi memeriksa disekitar sungai hingga menemukan tubuh korban mengapung didasar sungai dan disekeliling tubuh korban terdapat banyak buih. </p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/IMG-20171210-WA0052-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" class="aligncenter size-full wp-image-11822" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/IMG-20171210-WA0052-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/IMG-20171210-WA0052-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/IMG-20171210-WA0052-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/IMG-20171210-WA0052-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8220;Melihat kejadian tersebut saksi segera meminta pertolongan untuk mengevakuasi korban. Sayangnya, setelah berhasil dievakuasi korban sudah tidak dapat tertolong lagi. Selanjutnya saksi melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti, &#8220;imbuhnya. </p>
<p>Atas kejadian tersebut pihak kepolisian mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya kemeja lengan pendek bermotif kotak warna biru, celana pendek dan sandal jepit milik korban. </p>
<p>Dari hasil olah TKP, tidak ditemukan adanya tanda tanda dan bekas bekas kekerasan atau penganiayaan yang tidak wajar pada tubuh korban. Dan terdapat luka lecet pada lutut kanan serta gigi bagian bawah korban dan atas dalam posisi menggigit lidah. </p>
<p>Menurut keterangan dari pihak keluarga, diduga korban meninggal dunia lantaran penyakit epilepsi (ayan) yang diderita selama ini kambuh.</p>
<p>Penyakit ayan yang diderita korban setiap hari kambuh,bahkan dalam sehari bisa 3 kali kambuh. Namun korban rajin mengkonsumsi obat epilepsi setiap harinya. Sehari sebelum kejadian, penyakit epilepsi yang diderita korban sempat kambuh saat korban sedang berada dibelakang rumah, namun diketahui oleh kakak kandungnya (saksi) sehingga nyawa korban dapat tertolong.<strong> (mil/yan) </strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">11821</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Epilepsi Kumat, Mahasiswa UNISMA Meninggal</title>
		<link>https://memontum.com/epilepsi-kumat-mahasiswa-unisma-meninggal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Oct 2017 07:28:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Epilepsi]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal mendadak]]></category>
		<category><![CDATA[Unisma]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/1821-epilepsi-kumat-mahasiswa-unisma-meninggal</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8212; Batas hidup tak bisa diterka. Idap penyakit epilepsi, seorang mahasiswa Universitas Islam Malang, meninggal dunia, Senin (23/10/2017) saat bertamu ke rumah temannya di Dusun Kanigoro RT05/RW08 Desa Tirtomoyo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Berdasar keterangan rilis pers Humas Polres Malang, mahasiswa meninggal bernama Muhammad Ibrahim (21) asal Jalan Mulawarman, Kelurahan Teritip, Kecamatan Balikpapan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8212; Batas hidup tak bisa diterka. Idap penyakit epilepsi, seorang mahasiswa Universitas Islam Malang, meninggal dunia, Senin (23/10/2017) saat bertamu ke rumah temannya di Dusun  Kanigoro RT05/RW08 Desa Tirtomoyo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. </p>
<p>Berdasar keterangan rilis pers Humas Polres Malang, mahasiswa meninggal bernama Muhammad Ibrahim (21) asal  Jalan Mulawarman, Kelurahan Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur, Kota Balikpapan. Dia mahasiswa Pendidukan Agama Islam (PAI) Semester 5. </p>
<p>Disampaikan Kasubaghumas Polres Malang, AKP Farid Fathoni kepada wartawan sesuai laporan Polsek Pakis bahwa kejadian diketahui sekitar pukul 16.00. Sejumlah saksi sudah dimintai keterangan, termasuk Siswo Sudarmanto selaku pelapor atau kepala desa.  </p>
<p>Siswo awalnya menerima laporan dari dua warga bernama Gumilar Tegar dan Moch Ainul Yakin. Laporannya terkait M Ibrahim sudah tidak bernyawa dan berada dalam kamar Tegar. Tegar sendiri mengetahuinya usai pulang kuliah. </p>
<p>Diceritakan Tegar kepada pihak Polsek Pakis, bahwa Ibrahim datang naik sepeda motor pada dini hari pukul 01.00. Keduanya sempat ngobrol dan makan sebungkus nasi goreng. </p>
<p>Usai makan, Ibrahim mengeluh sakit perut. Ia kemudian tidur di ruang tamu. Pagi pukul 07.00, Tegar membangunkannya agar Ibrahim pindah ke dalam kamar.  Pagi itu, Ibrahim pindah tidur ke kamar. Sementara Tegar pergi kuliah. </p>
<p>Baru sore harinya, Tegar terkejut saat korban masih tertidur namun mengeluarkan busa di mulutnya. Tangan kirinya tertekuk. Tegar langsung memberitahu Ainul Yakin lewat telpon bermaksud mencari pertolongan.  </p>
<p>Namun Ibrahim sudah tidak tertolong. Ainul Yakin, Tegar bermaksud membawanya naik ke mobil milik Roni. Nafas Ibrahim sudah tak ada. Informasi tersebut kemudian dilaporkan ke pihak desa setempat dan diketahui Polsek Pakis. Pihak puskesmas atau tim medis menduga, korban mengalami epilepsi yang kumat. <strong>(sos) </strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1821</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
