<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Fasilitasi Alumni dan Mahasiswa &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/fasilitasi-alumni-dan-mahasiswa/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 30 Jun 2021 14:23:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Fasilitasi Alumni dan Mahasiswa &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Beredar Aduan Dugaan Fasilitasi Terpidana Pil Koplo, Kalapas Jember jadi Sasaran &#8216;Tembak&#8217;</title>
		<link>https://memontum.com/beredar-aduan-dugaan-fasilitasi-terpidana-pil-koplo-kalapas-jember-jadi-sasaran-tembak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Jun 2021 13:52:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Fasilitasi Alumni dan Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Kalapas Jember]]></category>
		<category><![CDATA[pil koplo]]></category>
		<category><![CDATA[Terpidana Korupsi Jembatan Brawijaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=146758</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Sebuah surat aduan atau pengaduan masyarakat yang dikirimkan oleh seorang warga berinisial AHS, membuat ramai masyarakat Jember. Maklum, dalam surat aduan tertuju Polres Jember itu, juga ditembuskan kepada organisasi profesi kewartawanan di Jember. Mulai PWI, PWJ hingga IJTI. Yang membuat ramai, adalah isi dari surat aduan. Masalahnya, di dalam surat aduan itu, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Sebuah surat aduan atau pengaduan masyarakat yang dikirimkan oleh seorang warga berinisial AHS, membuat ramai masyarakat Jember. Maklum, dalam surat aduan tertuju Polres Jember itu, juga ditembuskan kepada organisasi profesi kewartawanan di Jember. Mulai PWI, PWJ hingga IJTI.</p>



<p>Yang membuat ramai, adalah isi dari surat aduan. Masalahnya, di dalam surat aduan itu, mengurai dugaan praktik suap seorang terpidana atau warga binaan kepada Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas II A Jember.</p>



<p><strong><em>Baca Juga:</em></strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pmi-jember-siapkan-ribuan-tumbler-untuk-pendonor-di-bulan-ramadan">PMI Jember Siapkan Ribuan Tumbler untuk Pendonor di Bulan Ramadan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/seminar-nasional-bupati-fawait-tegaskan-kopi-jember-identitas-budaya-dan-ekonomi">Seminar Nasional, Bupati Fawait Tegaskan Kopi Jember Identitas Budaya dan Ekonomi</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/perkuat-akses-layanan-kesehatan-bupati-jember-minta-masyarakat-tak-ragu-datangi-faskes">Perkuat Akses Layanan Kesehatan, Bupati Jember Minta Masyarakat Tak Ragu Datangi Faskes</a></li>
</ul>


<p>Ironisnya, surat aduan yang berisi praktik dugaan tersebut, kemudian dimanfaatkan sejumlah oknum wartawan untuk melakukan dugaan pemerasan terhadap pimpinan Lapas (Kalapas) dan warga binaan yang diketahui adalah terpidana kasus kepemilikan jutaan pil daftar G.</p>



<p>Sementara dalam surat pengaduan masyarakat tersebut, menjelaskan kronologis bahwa AS, atau salah seorang warga binaan Lapas kelas II A Jember, yang mendapatkan kemudahan dengan keluar dari sel, difasilitasi oleh Kepala Lapas, Yandi Suwandi, dengan pengawalan oleh Agung Cahyono, Kaur Umum Lapas Kelas II Jember pada 11 April 2021. Sementara apa alasan terpidana tersebut dikeluarkan oleh Kalapas, tidak jelas.</p>



<p>Wartawan media ini yang kemudian berusaha melakukan penelusuran, pun akhirnya mengetahui siapa sosok AS. Diketahui, dia juga biasa dipanggil Sri dan merupakan terpidana dalam kasus penjualan obat keras berbahaya atau pil koplo dengan barang bukti jutaan butir daftar G, yang berhasil diungkap Polres Jember di tahun 2019.</p>



<p>Sri sendiri, dalam persidangan diputus majelis hakim dengan kurungan selama 6 tahun penjara. Namun, berdasarkan surat tersebut, dijelaskan selama ini telah beberapa kali mendapat fasilitas untuk keluar dari Lapas.</p>



<p>Sebagai informasi, dalam Pasal 44 ayat (1) Permenkumham 3/2018, napi dengan kasus tindak pidana tertentu, boleh mendapatkan fasilitas asimilasi dengan salah satu syarat, jika telah menjalani 2/3 masa hukuman. Sedangkan Sri, dari vonis 6 tahun yang harus dijalaninya, baru menjalani 1 tahun.</p>



<p>Kondisi ini, pun kemudian dimanfaatkan sekolompok wartawan yang salah satunya teridentifikasi berinisial EC, untuk meminta pihak Lapas membayarkan permintaan uang sebesar Rp 300 juta, jika ingin kasus tersebut aman dan tidak dijadikan bahan pemberitaan.</p>



<p>Berdasarkan pengakuan salah seorang narasumber yang namanya minta dirahasiakan kepada awak media ini, Kalapas Yandi Suwandi saat itu merasa terganggu dengan upaya pemerasan. Kemudian, Yandi menyuruh salah seorang anak buahnya, untuk mengkondisikan agar AS dapat memenuhi permintaan EC, yang tidak seorang diri itu.</p>



<p>Hanya saja, Sri yang saat itu tidak sanggup, akhirnya hanya mampu memberikan total Rp 12 juta. Dengan rincian, diberikan tiga tahap. &#8220;Rincian pemberian, pertama nominal Rp 2,5 juta pada 22 April 2021. Kemudian, Rp 3,5 juta pada 25 April 2021 dan Rp 6 juta pada 26 April 2021 atau dengan jumlah global Rp 12 juta,” kata narasumber tersebut melalui saluran telepon, Rabu (30/06) tadi.</p>



<p>Menanggapi dugaan kasus ini, Yandi Suwandi, ternyata diketahui sudah purna tugas dan jabatannya sejak Rabu (30/06) tadi, sudah digantikan oleh Plt Kalapas Kelas 2A Jember, Sarwito. Namun, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Yandi malah mengaku tidak tahu-menahu dengan adanya kasus yang menuding dirinya terlibat dalam kasus pemberian izin khusus terhadap warga binaan.</p>



<p>&#8220;Saya tidak merasa diperas dan tidak ada pemerasan. Saya biasa saja ini. Kalau ada kabar baik, saya sampaikan tidak ada masalah. Tidak benar itu (ada tudingan terhadap dirinya, red),&#8221; kata Yandi.</p>



<p>Menurut Yandi, adanya tudingan terhadap dirinya, yang terlibat kasus pemberian izin masuk-keluar Lapas terhadap warga binaan, tidak benar. Serta, tuduhan bahwa dirinya menjadi korban pemerasan oknum wartawan, perlu diluruskan.</p>



<p>&#8220;Saya rasa tidak ada itu (tudingan kepadanya). Persepsi masyarakat harus diluruskan. Ada oknum yang kemarin-kemarin itu (yang terlibat dugaan kasus pemberian fasilitas), ya ditangani inspektorat dan kantor wilayah. Saya rasa tidak ada masalah,&#8221; paparnya.</p>



<p>Bahkan, orangnya (oknum yang diduga terlibat dugaan kasus pemberian fasilitas bagi warga binaan) sekarang juga sudah ditarik di Kanwil. &#8220;Itu aja,&#8221; sambungnya.</p>



<p>Sementara itu, terkait apa yang disampaikan oleh Yandi, Kadiv Lapas Kanwil Kemenkumham Jatim, Hanibal, saat dikonfirmasi seusai acara Sertijab jabatan Kalapas Kelas 2A Jember, juga membenarkan jika dugaan kasus pemberian izin masuk keluar Lapas, kini ditangani Inspektorat Jenderal Kemenkumham RI.</p>



<p>&#8220;Masalah itu sudah diperiksa Irjen dan Tim antar wilayah. Kita tunggu hasilnya dan memang benar,&#8221; kata Hanibal saat dikonfirmasi sejumlah wartawan.</p>



<p>Menurutnya, pihaknya tidak tolerir dan kasus itu (harus) diselesaikan. Ditanya terkait dugaan pemerasan yang dialami Mantan Kalapas Kelas 2A Jember, Yandi Suwandi, dirinya mengaku tidak mendengar.</p>



<p>&#8220;Pemerasan terhadap Kalapas, saya belum tahu dan tidak ada laporan. Kalau pun ada pemerasan itu, saya tidak dengar dan bukan masalah kami,&#8221; lanjutnya. Ditambahkannya, terkait dugaan kasus yang ada di wilayah Lapas Kelas 2A Jember, pihaknya tidak menghendaki. &#8220;Kami tidak menghendaki seperti itu. Apalagi, saat ini kami proses WBK (Wilayah Bebas dari Korupsi) dan WBBM (Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani). Pimpinan kami ada instruksi itu,&#8221; katanya. <strong>(rio/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146758</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ini Sederet Fasilitas yang Akan Dibangun Pemkot Malang di Kawasan Jembatan Kedungkandang</title>
		<link>https://memontum.com/ini-sederet-fasilitas-yang-akan-dibangun-pemkot-malang-di-kawasan-jembatan-kedungkandang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Jun 2021 04:57:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Fasilitasi Alumni dan Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan Kedungkandang]]></category>
		<category><![CDATA[pemkot malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=144971</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Warga Kota Malang khususnya yang berlokasi di sekitar Jembatan Kedungkandang sebentar lagi akan menikmati fasilitas baru. Pasalnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang lewat Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) dan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) akan membangun Skate Park. &#8220;Pembangunan Skate Park itu kan kemarin sudah diusulkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Warga Kota Malang khususnya yang berlokasi di sekitar Jembatan Kedungkandang sebentar lagi akan menikmati fasilitas baru. Pasalnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang lewat Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) dan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) akan membangun Skate Park.</p>



<p>&#8220;Pembangunan Skate Park itu kan kemarin sudah diusulkan oleh pihak ketiga kepada pak Pjs Sekda kala itu, Pak Soni. Disporapar yang mendesain dan mengkonsep,&#8221; ungkap Kepala Disporapar Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni, Sabtu (12/06).</p>



<p><strong><em>Baca Juga:</em></strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kota-malang-masuk-31-besar-program-lsdp-kemendagri-proyek-rdf-ditarget-mulai-2027">Kota Malang Masuk 31 Besar Program LSDP Kemendagri, Proyek RDF Ditarget Mulai 2027</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/mudik-lebaran-2026-diprediksi-turun-dishub-kota-malang-siapkan-7-pos-dan-rekayasa-lalin-situasional">Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Turun, Dishub Kota Malang Siapkan 7 Pos dan Rekayasa Lalin Situasional</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/evaluasi-penataan-lalin-jalan-merdeka-selatan-dishub-kota-malang-tak-tutup-permanen-saat-ramadan">Evaluasi Penataan Lalin Jalan Merdeka Selatan, Dishub Kota Malang Tak Tutup Permanen saat Ramadan</a></li>
</ul>


<p>Untuk rancangan konsep, diakui Ida, pihaknya sudah menyampaikan desainnya kepada Kepala DPUPRPKP, Hadi Santoso.</p>



<p>&#8220;Jadi nanti disitu ada tempat untuk bermain skatebord, kemudian basketball. Lalu ada juga kuliner pinggir kali, seperti pujasera begitu. Jadi ada tiga fasilitas yang akan dibangun,&#8221; beber Ida.</p>



<p>Diakui Ida, karena tempat yang tidak begitu besar, dirinya hanya mampu menambah tiga fasilitas tersebut. Namun, sudah mencangkup untuk lahan parkir juga.</p>



<p>&#8220;Tempat olahraganya kan dua, skateboard dan basket. Lapangan basket nanti pun hanya yang model 3 on 3. Karena tempatnya tidak begitu besar. Tapi untuk parkir sudah disiapkan juga, bisa disitu,&#8221; beber Ida Ayu.</p>



<p>Berkaitan dengan pujasera yang akan mengusung konsep kuliner pinggir kali, Ida mengatakan bahwa lokasinya berada pada sisi barat atau timur sungai. Namun dirinya belum menghitung berapa jumlah pedagang yang nantinya akan menempati pujasera tersebut. &#8220;Jumlah berapa pedagang belum ngitung, tapi memang bagus disitu untuk kuliner. Apalagi potensi pedagang di daerah sana banyak. Sehingga memanfaatkan atau memaksimalkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di daerah sana,&#8221; papar Kepala Disporapar Kota Malang. <strong>(mus/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">144971</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Fasilitasi Alumni dan Mahasiswa, UM Kembangkan Bisnis</title>
		<link>https://memontum.com/fasilitasi-alumni-dan-mahasiswa-um-kembangkan-bisnis</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Aug 2018 11:03:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Fasilitasi Alumni dan Mahasiswa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=51172</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang&#8212;&#8211;Dalam menjalankan usaha, harus tetap bergerak maju. Apapun yang terjadi, terus bergerak. Saat mengalami masalah, temukan kesalahannya, perbaiki dan maju. Untuk itu, pelaku bisnis harus membentuk dan memiliki jaringan, sehingga bisa saling belajar dan saling mengisi atau memperkuat diantara jaringan. Bisnis mandiri memiliki sisi positif tidak diketahui rahasia perusahaannya, namun bisnis jaringan lebih [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang&#8212;&#8211;</strong>Dalam menjalankan usaha, harus tetap bergerak maju. Apapun yang terjadi, terus bergerak. Saat mengalami masalah, temukan kesalahannya, perbaiki dan maju. Untuk itu, pelaku bisnis harus membentuk dan memiliki jaringan, sehingga bisa saling belajar dan saling mengisi atau memperkuat diantara jaringan. Bisnis mandiri memiliki sisi positif tidak diketahui rahasia perusahaannya, namun bisnis jaringan lebih cepat perkembangannya. Boleh mengkombinasikan kedua sistem tersebut.</p>
<p>Hal ini diungkapkan oleh Tommy Aronfunz, Online Marketer Sang Djoeragan, saat menjadi salah satu pemateri kegiatan Workshop Lanjutan Bisnis Tips dan Tarik Pelanggan Baru Tahun 2018, di Aula Fakultas Sastra E6 Lantai 2 UM, Sabtu (11/8/2018). Acara yang diselenggarakan oleh Pusat Karir dan Kewirausahaan Universitas Negeri Malang (UM) beserta Ikatan Alumni (IKA) UM, diikuti sekitar 150 peserta yang lolos seleksi dari 600 peserta. Dimana 80 persen peserta didominasi oleh alumni dan mahasiswa UM yang bergerak melalui pemasaran online.</p>
<p>&#8220;Dalam acara ini, kami dari bidang kemahasiswaan dan IKA UM, memfasilitasi dan memotivasi mereka. Syaratnya memang harus memiliki usaha dulu, karena dalam acara ini mereka akan sharing apa saja yang mereka alami. Termasuk kendala yang dihadapi untuk dikonsultasikan dengan para mentor yang telah berpengalaman di bidangnya, fasilitator dari TIKI, Bli-bli, dan Google,&#8221; jelas Kepala Pusat Karir dan Kewirausahaan UM, Ahmad Fahmi, ST, MT, kepada Memo X (Grup Memontum.com).</p>
<p><div id="attachment_51174" style="width: 510px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://memontum.com/51172-fasilitasi-alumni-dan-mahasiswa-um-kembangkan-bisnis/img-20180812-wa0070" rel="attachment wp-att-51174"><img aria-describedby="caption-attachment-51174" decoding="async" class="size-full wp-image-51174" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/08/IMG-20180812-WA0070-e1534071797773.jpg?resize=500%2C375&#038;ssl=1" alt="Ahmad Fahmi, ST, MT, dan Prof. Dr. Moh Ainin, MPd. (rhd)" width="500" height="375" data-recalc-dims="1" /></a><p id="caption-attachment-51174" class="wp-caption-text">Ahmad Fahmi, ST, MT, dan Prof. Dr. Moh Ainin, MPd. (rhd)</p></div></p>
<p>Staf ahli Wakil Rektor III bidang kemahasiswaan ini menyatakan bahwa peserta wirausaha ada yang dimodali UM hingga memiliki CV untuk memudahkan perjalanan bisnisnya. Tak hanya, UM juga menyediakan kesempatan magang di dunia kerja sesuai bidang yang dijalankan. &#8220;Dengan memiliki CV, bisnis mereka resmi. Sehingga saat ada pengadaan tender proyek, dengan CV jadi lebih mudah memenangkan tender. Selain itu, mereka akan lebih serius dalam berbisnis. Kami targetkan setiap tahun ada 40 CV,&#8221; ungkap Fahmi.</p>
<p>Fahmi menambahkan trend pemasaran online menjadi pilihan masyarakat dan pelaku bisnis saat ini. Dimana pemasaran online dinilai lebih mudah dan murah, tinggal klik barang datang. Resiko pebisnis juga lebih minim, tanpa bayar pegawai, sewa toko, dan lainnya, sehingga barang yang dijual lebih murah. &#8220;Ke depannya, era online akan terus berkembang. Kami bertanggungjawab untuk membekali mereka agar mampu bersaing. Karena mereka nantinya juga membawa nama UM,&#8221; tukas Fahmi.</p>
<p>Sementara itu, Ketua IKA UM, Prof. Dr. Moh Ainin, MPd, mengatakan, IKA UM bersama bidang kemahasiswaan bertanggungjawab mempersiapkan lulusan memasuki dunia kerja untuk mengembangkan karir sesuai profesi dan kompetensinya. &#8220;Alumni memberikan masukan dan sumbangsih kepada UM, baik secara akademik maupun non akademik. Kegiatan seperti ini rutin dilakukan menjelang dan sesudah wisuda. Kami menggandeng beberapa perusahaan, seperti WOM Finance, UMKM Ideas, dan lainnya. Harapannya alumni dan mahasiswa UM bekerja sesuai dengan jurusan, dan IKA UM bertugas menjembatani hal itu,&#8221; terang Ainin.</p>
<p>Ainin menambahkan, IKA menyediakan website untuk informasi ketersediaan lowongan kerja perusahaan dan lulusan mahasiswa siap kerja untuk direkrut perusahaan. Dalam hal ini, lulusan UM sebagian besar memilih sebagai pendidik, atau bekerja di bidang non pendidikan. &#8220;Formasi di dunia pendidikan memang terbatas, sehingga mereka memilih banting setir. Hanya saja, saat ini kami kesulitan melacak para alumni yang telah bekerja, sebab minim sekali laporannya mereka bekerja dimana. Kami juga menghimbau agar alumni bisa mengupdate data ke kampus,&#8221; ungkap Ainin. (rhd/yan)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">51172</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
