<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Festival Budaya &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/festival-budaya/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 29 Apr 2023 12:32:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Festival Budaya &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Bupati Trenggalek Partisipasi di Kemeriahan Festival Budaya Ketupat Durenan</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-trenggalek-partisipasi-di-kemeriahan-festival-budaya-ketupat-durenan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Apr 2023 15:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[bupati trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Festival Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[ketupat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=187601</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Sudah menjadi tradisi warga Kabupaten Trenggalek, khususnya di Kecamatan Durenan, yakni pada H+7 Lebaran menggelar tradisi lebaran ketupat atau biasa disebut Kupatan. Tradisi ini, kontan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat ataupun wisatawan yang tengah berada di Trenggalek. Tahun ini atau tepatnya setelah pandemi Covid-19 mulai mereda, tradisi Kupatan mulai diwarnai dengan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Sudah menjadi tradisi warga Kabupaten Trenggalek, khususnya di Kecamatan Durenan, yakni pada H+7 Lebaran menggelar tradisi lebaran ketupat atau biasa disebut Kupatan. Tradisi ini, kontan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat ataupun wisatawan yang tengah berada di Trenggalek.</p>



<p>Tahun ini atau tepatnya setelah pandemi Covid-19 mulai mereda, tradisi Kupatan mulai diwarnai dengan berbagai kegiatan. Mulai dari kirab tumpeng ketupat raksasa, pertunjukan dan lain sebagainya.</p>



<p>Nantinya, tumpeng ketupat raksasa yang berisi ratusan ketupat ini, akan dibagikan secara gratis kepada masyarakat yang hadir di lokasi. Kirab tumpeng ketupat sendiri, telah menjadi kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahunnya. Meski sempat terhenti akibat pandemi, namun tahun ini kirab digelar meriah dalam Festival Budaya Ketupat.</p>



<p>Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, juga turun dan turut larut dalam kemeriahan pelaksanaan itu. Bahkan, ikut berebut ketupat bersama masyarakat.</p>



<p>Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, dimana tumpeng ketupat dikirab pagi hari sebelum Kupatan. Namun sekarang, diadakan pada malam hari. Hal itu, salah satunya dimaksudkan untuk mengantisipasi keramaian.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kota-malang-masuk-31-besar-program-lsdp-kemendagri-proyek-rdf-ditarget-mulai-2027">Kota Malang Masuk 31 Besar Program LSDP Kemendagri, Proyek RDF Ditarget Mulai 2027</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/polres-situbondo-ungkap-praktik-pembuatan-petasan-dan-amankan-51-kg-bubuk-mercon">Polres Situbondo Ungkap Praktik Pembuatan Petasan dan Amankan 5,1 Kg Bubuk Mercon</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/mudik-lebaran-2026-diprediksi-turun-dishub-kota-malang-siapkan-7-pos-dan-rekayasa-lalin-situasional">Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Turun, Dishub Kota Malang Siapkan 7 Pos dan Rekayasa Lalin Situasional</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ramadan-kondusif-rutan-situbondo-perketat-pengamanan-lewat-sidak-blok-hunian">Ramadan Kondusif, Rutan Situbondo Perketat Pengamanan Lewat Sidak Blok Hunian</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/evaluasi-penataan-lalin-jalan-merdeka-selatan-dishub-kota-malang-tak-tutup-permanen-saat-ramadan">Evaluasi Penataan Lalin Jalan Merdeka Selatan, Dishub Kota Malang Tak Tutup Permanen saat Ramadan</a></li>
</ul>


<p>&#8220;Ini masukan dari warga. Jadi, malam ketupatnya kita mencoba berbahagia, mensyukuri, tapi besoknya kembali ke pakem. Bahwa, besok waktunya maaf-maafan, anjangsana, silaturahmi,&#8221; kata Bupati Arifin, Jumat (28/4/2023) malam.</p>



<p>Saat lebaran Ketupat, hampir setiap rumah menyediakan aneka olahan ketupat dengan aneka sayur pendamping. Seperti sayur ayam lodho, sayur nangka muda dan sayur labu siam dengan tahu tempe.</p>



<p>Ditambah dengan kerupuk maupun keripik tempe khas Trenggalek, membuat sajian ketupat sayur ini banyak diminati masyarakat luas. &#8220;Sambil bersilaturahmi, masyarakat luar Trenggalek pun bisa menikmati sajian ketupat sayur gratis ini. Karena memang warga disini sudah menyiapkan makanan ini untuk dinikmati semua orang. Dan ini yang menjadi daya tarik tersendiri saat Kupatan,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Selain sebuah tradisi yang sifatnya turun temurun, tradisi kupatan ini juga merupakan bentuk praktik masyarakat setempat atas ajaran Nabi Muhammad SAW, yang berkaitan dengan sedekah, memperkuat tali silaturahmi dan memuliakan tamu supaya menjadikan hidup lebih berkah. Selain mengaku kagum dengan tradisi kupatan ini, Mas Ipin-sapaan akrabnya, berharap agar tradisi ini dilestarikan hingga anak cucu kelak dapat menikmati dan merasakannya.</p>



<p>&#8220;Kita tahu Kupatan ini bukan kegiatan yang yang biasa-biasa saja. Melainkan ada sejarah dan makna didalamnya. Jadi ini adalah tradisi baik yang layak dilestarikan,&#8221; papar suami Novita Hardiny ini. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">187601</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati dan KNPI Apresiasi Kampung Ramadhan Layak Jadi Festival Budaya</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-dan-knpi-apresiasi-kampung-ramadhan-layak-jadi-festival-budaya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Jun 2018 12:11:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[Festival Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Kampung Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[pemkab sidoarjo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/44642-bupati-dan-knpi-apresiasi-kampung-ramadhan-layak-jadi-festival-budaya</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Berakhir sudah gelaran Kampung Ramadhan yang di Alun-alun Sidoarjo. Kegiatan yang dimulai tanggal 24 Mei lalu ini ditutup Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah, Selasa (12/06/2018) malam. Bupati Sidoarjo mengapresiasi kegiatan untuk mengisi bulan suci Ramadhan 1439 Hijriyah ini. Selama 20 hari masyarakat Sidoarjo dihibur berbagai kegiatan yang ada di dalam even tahunan itu. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8211; Berakhir sudah gelaran Kampung Ramadhan yang di Alun-alun Sidoarjo. Kegiatan yang  dimulai tanggal 24 Mei lalu ini ditutup Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah, Selasa (12/06/2018) malam. Bupati Sidoarjo mengapresiasi kegiatan untuk mengisi bulan suci Ramadhan 1439 Hijriyah ini. Selama 20 hari masyarakat Sidoarjo dihibur berbagai kegiatan yang ada di dalam even tahunan itu. </p>
<p>Bagi Bupati, kegiatan Kampung Ramadhan layak dijadikan festival budaya. Di dalam kegiatan ini terdapat pengembangan ekonomi masyarakat, pembangunan budaya serta penggalian potensi masyarakat Sidoarjo. </p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/06/IMG_index2-copy.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="333" class="aligncenter size-full wp-image-44643" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/06/IMG_index2-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/06/IMG_index2-copy.jpg?resize=300%2C154&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8220;Kami berharap kegiatan positif ini dapat diteruskan di tahun-tahun berikutnya. Kegiatan ini nantinya dapat dikembangkan. Tidak hanya kegiatan ceramah agama menjelang berbuka puasa maupun kegiatan malam munajat 1.000 bulan yang sudah dilakukan. Namun kegiatan lainnya yang berdampak positif bagi masyarakat Sidoarjo dapat diselenggarakan,&#8221; katanya.</p>
<p>Menurut Saiful Ilah seremoni penutupan kegiatan Kampung Ramadhan malam hari ini tentu bukan akhir dari semua tujuan kegiatan itu. Bahkan Bupati Sidoarjo menilai kegiatan Kampung Ramadhan layak ditiru dalam penyelenggaraannya. Terdapat sinergisitas multi unsur dalam penyelenggaraannya. Yakni sinergi antara pemerintah dengan media. Unsur organisasi pemuda juga ikut mendukung terlaksananya kegiatan ini. Selain itu terdapat unsur perpaduan yang serasi antara ekonomi dan budaya.</p>
<p>&#8220;Kepada seluruh panitia dan pendukung acara ini saya menyampaikam apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya. Semoga sinergi dan kebersamaan yang baik ini dapat terus dikembangkan,&#8221; pintanya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">44642</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
