<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Gula Merah &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/gula-merah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 18 Feb 2021 14:55:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Gula Merah &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Perjuangan Pembuat Gula Nira Kelapa Lumajang di Tengah Pandemi dan Terjangan Rafinasi</title>
		<link>https://memontum.com/perjuangan-pembuat-gula-nira-kelapa-lumajang-di-tengah-pandemi-dan-terjangan-rafinasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Feb 2021 14:55:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Gula Merah]]></category>
		<category><![CDATA[Gula Rafinasi]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Pasirian]]></category>
		<category><![CDATA[nira kelapa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=134962</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Romim (50) warga Dusun Kaliwelang, Desa Gondoruso, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, berusaha tegar dan terus berjuang di tengah pandemi Covid-19. Dengan telaten dan penuh kesabaran, bersama keluarganya, terus sesempurna mungkin mengolah nira kelapa menjadi gula merah. Bersaing dengan banyaknya gula merah kw alias gula merah hasil olahan gula rafinasi, pria sederhana yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="https://memontum.com/tag/kabupaten-lumajang">Memontum</a> Lumajang</strong> &#8211; Romim (50) warga Dusun Kaliwelang, Desa Gondoruso, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, berusaha tegar dan terus berjuang di tengah pandemi Covid-19.</p>



<p>Dengan telaten dan penuh kesabaran, bersama keluarganya, terus sesempurna mungkin mengolah nira kelapa menjadi gula merah.</p>



<p>Bersaing dengan banyaknya gula merah kw alias gula merah hasil olahan gula rafinasi, pria sederhana yang merupakan mantan kepala Desa Gondoruso itu, terus menekuni usaha yang dirintisnya.</p>



<p><strong>Baca: <a href="https://memontum.com/134192-krecek-rebung-khas-pasrujambe-lumajang-rebung-berasa-seperti-daging">Krecek Rebung Khas Pasrujambe Lumajang, Rebung Berasa Seperti Daging</a></strong></p>



<p>Awalnya, pria yang berusia setengah abad ini, hanya memproduksi gula merah yang dibuat gula semut. Lambat laun, seiring berjalannya waktu, Romim terus berinofasi membuat produk baru yaitu gula cair, gula koin dan yang terbaru minuman dari olahan nira.</p>



<p>Kepada memontum.com, Romim bercerita, dirinya membuat gula dari nira kelapa karena menurutnya gula yang bersumber dari nira pohon kelapa, sehat dan kaya manfaat.</p>



<p>&#8220;Gula dari nira pohon kelapa sehat dan banyak manfaatnya. Saya yakin pembeli yang cerdas tidak hanya menghendaki gula yang manis saja. Tetapi juga menyehatkan,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Disisi lain, kata Romin, dengan membuat gula dengan bahan dasar nira, petani nira kelapa (Penderes) di daerahnya juga tetap bisa bertahan.</p>



<p> &#8220;Selain itu, dengan menggunakan bahan alami nira kelapa para penderes kelapa disini juga bisa terus hidup,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Gula merah menjadi sumber penghidupan bagi sebagian warga di Dusun Kaliwelang, Desa Gondoruso Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang.</p>



<p>Romim membeli nira dari penderes di desanya, lalu nira pohon kelapa dipanaskan dengan wadah atau dimasak secara tradisional menggunakan kayu bakar dan airnya dibiarkan menguap.</p>



<p>Saat mengering, kemudian jadilah gula merah, dengan kristalisasi yang manis seperti gula putih biasa. Ada yang dicetak dengan cetakan kayu berbentuk bulatan kecil (Gula Koin) dan ada yang dicetak agak besar lalu dihaluskan setelah dijemur (Gula Semut).</p>



<p>&#8220;Untuk gula koin kita gunakan cetakan dari kayu. Kalau untuk gula semut prosesnya masih kita lakukan penjemuran beberapa hari lalu kita giling, sebelum kemudian dikemas,&#8221; terangnya.</p>



<p>Lebih lanjut, kata dia, untuk pemasaran produk miliknya dipasarkan secara langsung dirumahnya juga secara online. </p>



<p>Bahkan, sekarang ini sudah ada langganan dari Lumajang dan luar Kabupaten Lumajang yang diantar langsung ketempat.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://memontum.com/134897-korban-dugaan-kekerasan-terhadap-anak-yang-surati-kapolri-jalani-pemeriksaan-korban-diminta-peragakan-kasusnya-saat-di-room-karaoke">Korban Dugaan Kekerasan Terhadap Anak yang Surati Kapolri Jalani Pemeriksaan, Korban Diminta Peragakan Kasusnya Saat di Room Karaoke</a></strong></p>



<p>&#8220;Alhamdulillah, pelangan lumayan lah, ada yang kita kirim seminggu sekali ada yang sebulan sekali, mohon doanya lah semoga lancar,&#8221; paparnya.</p>



<p>Pembuatan gula dari nira kelapa, dilatar-belakangi oleh potensi alam Kaliwelang yang melimpah akan kelapa dan banyak masyarakat yang bermata pencaharian sebagai penderes atau penyadap nira kelapa.</p>



<p>&#8220;Gula merah yang alami juga diyakini lebih sehat dan memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh seperti mencegah anemia, memperlancar peredaran darah, mencegah diabetes dan menjaga keseimbangan kadar kolesterol.Bagi yang berminat bisa langsung kontak no hp +62 857-8464-6930,&#8221; paparnya. <strong>(adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">134962</post-id>	</item>
		<item>
		<title>&#8216;Gula Modus&#8217; di Lumajang Ternyata Pernah Ditutup UPT Perlindungan Konsumen</title>
		<link>https://memontum.com/gula-modus-di-lumajang-ternyata-pernah-ditutup-upt-perlindungan-konsumen</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Mar 2020 16:09:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Gula Merah]]></category>
		<category><![CDATA[Gula Rafinasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=109630</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Kepala Dinas Perdagangan Khairil Diani, mengatakan pengolahan gula merah rafinasi atau &#8216;gula modus&#8217; di lumajang pernah ditutup oleh UPT Perlindungan Konsumen. Hal itu disampaikan saat dikonfirmasi memontum.com, Selasa (24/3/2020). Menurut Khairil, pihaknya baru saja mendapat informasi terkait maraknya pengolahan gula merah rafinasi di lumajang wilayah selatan dan langsung memerintahkan anggotanya untuk melakukan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Kepala Dinas Perdagangan Khairil Diani, mengatakan pengolahan gula merah rafinasi atau &#8216;gula modus&#8217; di lumajang pernah ditutup oleh UPT Perlindungan Konsumen. Hal itu disampaikan saat dikonfirmasi memontum.com, Selasa (24/3/2020).</p>
<p>Menurut Khairil, pihaknya baru saja mendapat informasi terkait maraknya pengolahan gula merah rafinasi di lumajang wilayah selatan dan langsung memerintahkan anggotanya untuk melakukan pengecekan akan kebenaran itu. &#8220;Jadi Kami barusan memang mendengar informasi dan teman-teman saya minta untuk melacak kelapangan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ia juga mengungkapkan, jika beberapa waktu lalu kegiatan pengolahan gula merah rafinasi (Gula Modus). Pernah dilaporkan ke UPT Perlindungan Konsumen dan ditutup.</p>
<p>&#8220;Seingat saya beberapa waktu yang lalu kegiatan pengolahan gula rafinasi yang dikatakan gula modus ya, itu pernah juga dilaporkan ke UPT Pelindungan Konsumen di Jember. Pada saat itu teman-teman di Jember pernah turun kesana, kalau tidak salah ke Lokasi di seputaran Jarit dan sudah melihat, kemudian kalau tidak salah sempat menutup sementara sampai dengan usaha itu bisa memenuhi ketentuan,&#8221; terangnya.</p>
<p><strong>BACA :</strong> <a href="https://memontum.com/109062-tak-satu-pun-kantongi-izin-industri-gula-merah-lumajang-datangkan-gula-rafinasi" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Tak Satu Pun Kantongi Izin, Industri Gula Merah Lumajang Datangkan Gula Rafinasi</a></p>
<p>Pihaknya juga mendapar informasi jika akhir-akhir ini kegiatan tersebut marak lagi. Namun ia belum melakukan pengecekan dilapangan apakah kali ini pengolahannya sudah sesuai aturan atau tidak. Terkait perizinan, kata dia, masih menjadi kewenangan pusat dalam hal ini oleh Propinsi.</p>
<p>&#8220;Setelah beberapa waktu lagi kelihatannya kok marak lagi, kami belum mengecek kembali. Apakah sudah sesuai dengan ketentuan yang di persyaratkan sebagai mana UPT Perlindungan Konsumen. Sementara untuk perizinan kami tidak punya kewenangan. Jadi untuk perlindungan konsumen memang masih sebagian ditangani pusat yang diwakili pemerintah propinsi,&#8221; ungkapnya. <strong>(adi/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">109630</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tak Satu Pun Kantongi Izin, Industri Gula Merah Lumajang Datangkan Gula Rafinasi</title>
		<link>https://memontum.com/tak-satu-pun-kantongi-izin-industri-gula-merah-lumajang-datangkan-gula-rafinasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Mar 2020 12:31:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Gula Merah]]></category>
		<category><![CDATA[Gula Rafinasi]]></category>
		<category><![CDATA[tak berizin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=109062</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Berdasarkan SK Menperindag NO 527/MPT/KET/9/2004, gula rafinasi hanya diperuntukkan untuk industri dan tidak diperuntukkan bagi konsumsi langsung karena harus melalui proses terlebih dahulu. Gula ini mengandung banyak bahan fermentasi sehingga bisa menyebabkan masalah kesehatan. Gula rafinasi juga tidak boleh sembarang diperjualbelikan. Gula rafinasi dapat meningkatkan gula darah secara cepat. Hal ini kemudian [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Berdasarkan SK Menperindag NO 527/MPT/KET/9/2004, gula rafinasi hanya diperuntukkan untuk industri dan tidak diperuntukkan bagi konsumsi langsung karena harus melalui proses terlebih dahulu. Gula ini mengandung banyak bahan fermentasi sehingga bisa menyebabkan masalah kesehatan. Gula rafinasi juga tidak boleh sembarang diperjualbelikan.</p>
<p>Gula rafinasi dapat meningkatkan gula darah secara cepat. Hal ini kemudian bisa meningkatkan risiko diabetes serta masalah kesehatan lainnya. Hasil temuan dilapangan gula ini sudah masuk ke wilayah Lumajang. Dijumpai ada pengiriman gula rafinasi di beberapa tempat. Gula rafinasi itu diduga masuk ke industri gula merah. Khususnya di wilayah Lumajang selatan. Gula tersebut sengaja dipesan sebagai bahan campuran pembuatan gula merah.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-109064" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200319-WA0267-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200319-WA0267-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200319-WA0267-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200319-WA0267-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200319-WA0267-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Sekretaris Dindag Kabupaten Lumajang Drs Aziz Fahrurrozi, saat dikonfirmasi, kamis (19/3/2020). Membenarkan hal tersebut. Menurutnya, sesuai aturan, gula rafinasi boleh digunakan oleh industri untuk bahan campuran makanan dan minuman. “Jadi menurut Balai Konsumen, (gula rafinasi) itu diperbolehkan tapi hanya untuk usaha mamin (makanan dan minuman),” terangnya.</p>
<p>Aziz menjelaskan, tidak sembarang orang bisa mendatangkan gula rafinasi. Segala perizinan harus dipenuhi. Untuk industri makanan dan minuman, salahsatunya harus punya izin dari Dinas Kesehatan. “Kalau izinnya sudah, silahkan,” ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Dinas Kesehatan Lumajang saat dikofirmasi terkait hal itu, mengatakan jika hingga saat ini belum pernah mengeluarkan izin. Pihaknya sampai saat ini belum satupun mengeluarkan izin karena kalau belum memenuhi syarat tidak akan mengeluarkan izin. &#8220;Sampai sejauh ini belum ada yang kami keluarkan untuk Pangan Industri Rumah Tangga ( PIRT ) gula merah, pengajuan ada. Artinya kalau belum ada belum memenuhi ketentuan yang ada pada instrumen kami,&#8221; ungkap Kepala Seksi Kefarmasian Sri Lestari.</p>
<p>Kalau misalnya ada yang mengajukan izin pembuatan gula merah yang menggunakan gula rafinasi, kata dia, nanti definisinya bukan gula merah. Kalau dia bilang mengajukan izin edar untuk gula merah, yang pakai adalah definisi dari gula merah. Maka keluar nama sebagai gula merah.</p>
<p>&#8220;Tapi kalau misalnya itu tidak seperti ketentuan, definisi gula merah, ya kita tidak bisa mengeluarkan izin pengajuan produk itu sebagai produk gula merah. Makanya masyarakat kita imbau agar ketika membeli produk pangan kalau bisa yang ada nomornya. Nomor izin PIRTnya atau nomor izin MDnya, intinya seperti itu. Karena itu sudah melalui proses ferivikasi, seperti itu,&#8221; Tukasnya.<strong> (adi/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">109062</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
