<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Hand Sanitizer &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/hand-sanitizer/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 14 Sep 2021 11:05:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Hand Sanitizer &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Mahasiswa Universitas Negeri Malang Ciptakan Hand Sanitizer dari Limbah Ampas Tebu</title>
		<link>https://memontum.com/mahasiswa-universitas-negeri-malang-ciptakan-hand-sanitizer-dari-limbah-ampas-tebu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Sep 2021 11:05:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Hand Sanitizer]]></category>
		<category><![CDATA[Limbah Ampas Tebu]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Negeri Malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=153474</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Selama masa pandemi ini, masker dan hand sanitizer merupakan dua benda yang sangat penting dalam memerangi virus. Kondisi inilah, yang kemudian mendorong lima mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM), untuk menciptakan inovasi baru dari hand sanitizer. Bahan yang digunakan pun unik, yaitu limbah ampas tebu yang diberi nama Hydroma. Tim anggota yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Selama masa pandemi ini, masker dan hand sanitizer merupakan dua benda yang sangat penting dalam memerangi virus. Kondisi inilah, yang kemudian mendorong lima mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM), untuk menciptakan inovasi baru dari hand sanitizer.</p>



<p>Bahan yang digunakan pun unik, yaitu limbah ampas tebu yang diberi nama Hydroma. Tim anggota yang tergabung terdiri dari Daffa&#8217; Rizal D. (Biologi), Eka Nurkhayati (Biologi), Aulia Qisti (Kimia), Tiara Novia (Pendidikan Kimia), dan Thoriq Aziz (Akuntansi).</p>



<p><strong><em>Baca Juga:</em></strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/masuki-pertengahan-ramadan-kiriman-uang-pmi-via-kantor-pos-malang-turun-rp-18-miliar">Masuki Pertengahan Ramadan, Kiriman Uang PMI via Kantor Pos Malang Turun Rp 1,8 Miliar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bi-malang-sebut-lonjakan-harga-emas-dorong-inflasi-di-februari-2026">BI Malang Sebut Lonjakan Harga Emas Dorong Inflasi di Februari 2026</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pasokan-masih-bergantung-dari-luar-daerah-harga-telur-di-kota-malang-alami-kenaikan-jelang-lebaran">Pasokan Masih Bergantung dari Luar Daerah, Harga Telur di Kota Malang Alami Kenaikan Jelang Lebaran</a></li>
</ul>


<p>Selain dari limbah ampas tebu, produk ini berbahan dasar bioetanol yang dapat mengatasi iritasi etanol yang dialami masyarakat. Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu anggota tim, Eka Nurkhayati.</p>



<p>&#8220;Banyaknya hand sanitizer di pasaran yang mengandung etanol dan alkohol mengakibatkan 7 persen orang di Indonesia mengalami alergi, itulah yang mendorong kami untuk membuat solusi dengan menciptakan hand sanitizer berbahan dasar bioetanol dan limbah ampas tebu,&#8221; ujar salah satu mahasiswa, Eka Nurkhayati, Selasa (14/09).</p>



<p>Produk yang diproses sejak bulan Juni 2021 ini, sempat terhambat karena adanya masa PPKM di Kota Malang, yang menyebabkan keterbatasan tempat untuk produksi dan uji klinis. &#8220;Hambatan pasti ada. Apalagi, saat itu Kota Malang sedang menjalankan masa PPKM. Itu yang menyebabkan tempat untuk kami produksi dan uji klinis juga terbatas,&#8221; tambah Eka Nurkhayati.</p>



<p>Namun, tambahnya, kendala ini tidak menghambat proses pemasaran. Karena, produk Hydroma telah terjual sebanyak 245 produk di 29 kota dan kabupaten seluruh Indonesia. Tidak hanya di Indonesia, produk Hydroma telah melakukan ekspansi pasar ke 3 negara Asia dan Eropa, seperti Singapura, Turki, dan Jerman. Produk Hydroma sendiri memiliki empat jenis kemasan. Yaitu dua kemasan gel dan dua kemasan spray. Harga yang dipatok juga ekonomis sekitar Rp 10 ribu sampai Rp 25 ribu. <strong>(mg3/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">153474</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Situbondo Mulai Berlakukan Sekolah PTM</title>
		<link>https://memontum.com/situbondo-mulai-berlakukan-sekolah-ptm</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2021 15:44:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Face Shield]]></category>
		<category><![CDATA[Hand Sanitizer]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kurikulum]]></category>
		<category><![CDATA[MIN 1 Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[pakai masker]]></category>
		<category><![CDATA[Pandemi]]></category>
		<category><![CDATA[pembelajaran daring]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah Tatap Muka]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=133820</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Sebanyak 77 lembaga sekolah SMP yang melaksanakan PTM (Pembelajaran Tatap Muka) dan 13 lembaga sekolah yang masih menerapkan pembelajaran daring. Sekolah tatap muka di Kabupaten Situbondo, mulai menemukan formulasinya. Pembelajaran tatap muka di Bumi Sholawat mulai menemukan titik temu. Skema kombinasi akan diberlakukan di berbagai sekolah untuk bisa menerapkan protokol kesehatan, sehingga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Sebanyak 77 lembaga sekolah SMP yang melaksanakan PTM (Pembelajaran Tatap Muka) dan 13 lembaga sekolah yang masih menerapkan pembelajaran daring. Sekolah tatap muka di Kabupaten Situbondo, mulai menemukan formulasinya.</p>
<p>Pembelajaran tatap muka di Bumi Sholawat mulai menemukan titik temu. Skema kombinasi akan diberlakukan di berbagai sekolah untuk bisa menerapkan protokol kesehatan, sehingga menekan penularan Covid-19.</p>
<p>Kepala SMPN 1 Situbondo, Dra. Hj. Tatik Krisnawati M. Pd, menyatakan pembelajaran tatap muka di sekolahnya hari ini berjalan lancar. Seluruh siswa yang hadir dalam kondisi sehat dan sebelum masuk kelas para siswa, di cek suhu badannya, kemudian cuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer yang disiapkan oleh pihak sekolah serta siswa diwajibkan pakai masker/face shield, diterapkan protokol kesehatan secara ketat,&#8221; ujar Tatik Krisnawati, Selasa (02/02).</p>
<p>Dia mengungkapkan, pembelajaran tatap muka hari pertama ini diikuti sebanyak 16 siswa per kelasnya dengan menyiapkan 10 ruang kelas IX. Sementara bagi pelajar lain, mereka dapat mengikuti pembelajaran melalui online di rumahnya masing-masing,</p>
<p>Untuk pembelajaran tatap muka tahap awal ini hanya diikuti siswa kelas IX saja Mengingat kelas IX waktunya sangat pendek, karena sebentar lagi siswa kelas IX pada bulan Maret-April akan melaksanakan ujian praktek dan ujian sekolah,” ujar Tatik Krisnawati Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Situbondo.</p>
<p>Tatik Krisnawati menambahkan yang mengikuti pembelajaran tatap muka minggu ini diikuti siswa kelas IX saja secara bergantian, pada hari senin diikuti siswa dengan nomer absen 1 sampai 16, kemudian hari Selasa siswa dengan nomer absen 17 s/d 32, demikian seterusnya selama 2 minggu dan akan dievaluasi apabila berjalan dengan baik, nanti akan dilanjutkan siswa kelas 7 dan kelas 8,&#8221; ujar Tatik Krisnawati.</p>
<p>SMP Negeri 1 Situbondo memiliki ruang kelas 30 ruang, terdiri dari 10 ruang kelas 7, 10 ruang kelas 8 dan 10 ruang kelas 9 tetapi hanya 50% siswa dari jumlah siswa dalam satu ruang kelas, “Jadi yang mengikuti pembelajaran tatap muka hanya 16 sampai 20 siswa saja dengan catatan apabila ada siswa mempunyai penyakit bawaan tetap melaksanakan pembelajaran secara daring dirumah,&#8221; tegas Tatik. Lebih lanjut Tatik menambahkan bagi siswa yang sudah dapat ijin dari orang tuanya dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka di sekolah. Jadi di SMP Negeri 1 Situbondo melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) dan pembelajaran online (daring) dari rumah masing-masing siswa.</p>
<p><strong>Baca Juga :</strong> <a href="https://situbondo.memontum.com/1078-min-1-situbondo-sosialisasi-hidup-sehat-siswa-siswi-cuci-tangan-dan-minum-jamu-tradisiona#ixzz6lJb71uGe"><strong>MIN 1 Situbondo Sosialisasi Hidup Sehat, Siswa-siswi Cuci Tangan dan Minum Jamu Tradisiona</strong></a></p>
<p>Hal senada juga diungkapkan oleh Moh Arif M. Pd Kepala Sekolah SMP Negeri 5 Situbondo, Ia mendukung Pembelajaran Tatap Muka di sekolahnya dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, Moh Arif tidak menginginkan adanya cluster baru di dunia pendidikan, khususnya di pembelajaran tatap muka, Ia mengedepankan keselamatan siswanya dengan mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan sesuai SOP.</p>
<p>Sementara Andi Yulianto Waka Kurikulum SMPN 1 Situbondo untuk tingkat kehadiran siswa yang masuk di pembelajaran tatap muka ini secara keseluruhan antara 16 hingga 20 siswa atau 50% dari jumlah siswa per kelas dan tingkat kehadiran lebih dari 90% yang masuk tatap muka, artinya yang 90% tersebut siswa yang masuk dapat ijin dari orang tuanya dan 10% tetap kita layani pembelajaran secara daring dirumah.</p>
<p>“Diharapkan pembelajaran tatap muka ini lebih efektif, anak-anak didik daya serapnya lebih tinggi dari pembelajaran melalui daring, supaya nanti SKM (Standard Kelulusan Minimum) lebih tinggi,&#8221; ungkap Andi Yulianto.</p>
<p>Untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran tatap muka disekolahnya, pihaknya juga menyiapkan sarana prasarana protokol kesehatan. Di antaranya, pengecekan suhu tubuh menggunakan thermo gun, bilik sterilisasi, tempat cuci tangan, penerapan jaga jarak di kelas dengan jarak satu setengah meter, hingga akses jalan One Way atau satu arah. (jalan masuk kesekolah dan jalan keluar sekolah)</p>
<p>Sementara Nayla siswa kelas 9 merasa senang belajar dikelas dengan tatap muka langsung dengan gurunya. Kalau melalui daring dijelaskan melalui youtube kurang begitu dipahami dan dimengerti, kalau melalui pembelajaran tatap muka apabila ada pelajaran yang kurang dimengerti bisa tanya langsung ke gurunya dan guru menjelaskan secara detail sampai ia mengerti.</p>
<p>“Saya merasa senang Pak mengikuti pembelajaran tatap muka ini, disamping kangen sama guru-gurunya juga teman-temannya, karena sudah hampir setahun selama adanya pandemi Covid-19 ini tidak pernah tatap muka dengan guru dan teman-temannya,&#8221; terang Nayla. <strong>(her/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">133820</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Malang Covid-19: IBU Produksi 1000 Hand Sanitizer Segera Dibagikan ke Masyarakat</title>
		<link>https://memontum.com/malang-covid-19-ibu-produksi-1000-hand-sanitizer-segera-dibagikan-ke-masyarakat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Mar 2020 12:08:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[Hand Sanitizer]]></category>
		<category><![CDATA[IKIP Budi Utomo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=109612</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sebagai bentuk kepedulian dan bentuk pengabdian kepada masyarakat dari perwujudan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi, IKIP Budi Utomo (IBU) Malang akan membagikan 1.000 hand sanitizer gratis kepada masyarakat. Dimana hand sanitizer (handsa) tersebut merupakan karya dari mahasiswa IBU melalui Laboratorium Biologi IBU. Ide pembuatan handsa ini untuk membantu masyarakat agar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Sebagai bentuk kepedulian dan bentuk pengabdian kepada masyarakat dari perwujudan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi, IKIP Budi Utomo (IBU) Malang akan membagikan 1.000 hand sanitizer gratis kepada masyarakat. Dimana hand sanitizer (handsa) tersebut merupakan karya dari mahasiswa IBU melalui Laboratorium Biologi IBU.</p>
<p>Ide pembuatan handsa ini untuk membantu masyarakat agar tetap menjaga kebersihan dalam mencegah penyebaran Covid-19. Terlebih di tengah kelangkaan dan melonjaknya harga handsa dan Alat Perlindungan Diri (APD) seperti masker, dan lainnya.</p>
<p><div id="attachment_109614" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-109614" decoding="async" class="size-full wp-image-109614" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG_20200324_080932_resize_63-copy.jpg?resize=740%2C521&#038;ssl=1" alt="Sebagian produk hand sanitizer yang siap edar gratis. (ist)" width="740" height="521" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG_20200324_080932_resize_63-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG_20200324_080932_resize_63-copy.jpg?resize=300%2C211&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG_20200324_080932_resize_63-copy.jpg?resize=600%2C422&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG_20200324_080932_resize_63-copy.jpg?resize=200%2C141&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-109614" class="wp-caption-text">Sebagian produk hand sanitizer yang siap edar gratis. (ist)</p></div></p>
<p>&#8220;Kita tentu prihatin dengan kelangkaan hand sanitizer di tengah mewabahnya Covid-19 seperti sekarang ini. Kami hadir membagikan hand sanitizer secara gratis sebagai bentuk kepedulian kami terhadap warga masyarakat. Mahasiswa kita dorong untuk menghasilkan produk handsanitiser di laboratorium kita di IBU,&#8221; ungkap Rektor IBU Dr H Nurcholis Sunuyeko, dalam keterangan resminya.</p>
<p>Rencananya, pembagian hand sanitizer yang akan dilakukan dalam waktu dekat. &#8220;Segera kita bagikan setelah proses produksi selesai dan siap edar. Tentunya kita ingin badai Covid-19 segera berlalu dan kita bisa kembali dapat menjalin silaturahmi tanpa harus merasakan ketakutan, cemas, dan lainnya,&#8221; tandas Nurcholis, sapaan akrabnya.</p>
<p>Sementara itu, Kaprodi Pendidikan Biologi, Riyanto MPd, mengatakan mahasiswa sangat antusias dalam memproduksi 1000 botol handsa demi kemaslahatan umat ini. &#8220;Handsanitiser salah satu bentuk ikhtiar IBU dalam menjaga kebersihan. Kebersihan menjadi sesuatu yang sangat penting dalam melawan Covid-19 ini. Semoga kegiatan ini bermanfaat untuk masyarakat,&#8221; tandasnya. <strong>(adn/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">109612</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Siswi Smamita Sidoarjo Produksi Hand Sanitizer, Saat Langka Dampak Virus Corona</title>
		<link>https://memontum.com/siswi-smamita-sidoarjo-produksi-hand-sanitizer-saat-langka-dampak-virus-corona</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Mar 2020 12:39:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Hand Sanitizer]]></category>
		<category><![CDATA[Smamita]]></category>
		<category><![CDATA[Virus Corona]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=109070</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Tim karya ilmiah SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) Sidoarjo memproduksi cairan pencuci tangan (Hand Sanitizer). Tidak tanggung-tanggung delapan siswi Smamita ini mampu memproduksi 70 hand sanitizer dalam setiap produksi. Bahkan bahannya pun cukup diambil dari lingkungan sekitar warga. Diantaranya lidah buaya (ekstrak aloe vera), etyl alcohol 96 persen, glicerol 65 persen, deionized [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo </strong>&#8211; Tim karya ilmiah SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) Sidoarjo memproduksi cairan pencuci tangan (Hand Sanitizer). Tidak tanggung-tanggung delapan siswi Smamita ini mampu memproduksi 70 hand sanitizer dalam setiap produksi.</p>
<p>Bahkan bahannya pun cukup diambil dari lingkungan sekitar warga. Diantaranya lidah buaya (ekstrak aloe vera), etyl alcohol 96 persen, glicerol 65 persen, deionized water dan fragrance.</p>
<p>&#8220;Sebenarnya kami sudah memproduksi hand sanitizer ini sejak 2 tahun lalu. Karena sekarang banyak masyarakat membutuhkan karenanya adanya penyebaran virus Corona (Covid-19) maka kami memproduksinya dalam jumlah banyak agar mampu membantu warga,&#8221; terang juru bicara tim karya ilmiah Smamita, Bunga Okta Mutiara, Kamis (19/3/2020).</p>
<p>Lebih jauh, siswi kelas Bunga X IPA 5 ini menguraikan dalam sekali produksi dia bersama timnya mampu memproduksi 70 liter hand sanitizer. Karena itu, untuk mencegah virus Corona maka pihak Smamita bekerjasama dengan Lazismu dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) untuk tidak menjual hasil produksi para siswa itu. Akan tetapi, akan dibagi-bagikan secara gratis ke lingkungan sekolah sekitar mulai SD hingga SMK. Selain itu, ke sejumlah masjid dan musala di sekitar Smamita.</p>
<p>&#8220;Karena kami ingin membantu saat masyarakat kesulitan mendapatkan Hand Sanitizer. Apalagi, sekarang harganya juga melambung tinggi. Makanya kami tidak menjualnya tapi cukup dibagi-bagikan saja,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Saat berkunjung ke laboratorium Smamita, Ketua PDM Sidoarjo, Masyhud SM mengaku sangat mengapresiasi inisiatif dan kreativitas para siswa dan siswi Smamita. Apalagi, mampu memproduksi Handa Sanitizer.</p>
<p>&#8220;Kami mengapresiasi para siswa yang membuat cairan antiseptik alami dan original ini. Cairan ini sangat dibutuhkan warga karena masa inkubasi virus Corona. Hasil penelitian ini akan diaplikasikan untuk membuat secara massal dan diedarkan di masyarakat. Ini bagian gerakan sosial untuk menyelamatkan masyarakat dari virus Corona,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Sementara Kepala Smamita, Zainal Arif Fakhrudi menegaskan mendukung langkah PDM Sidoarjo dalam mengapresiasi karya para siswi Smamita untuk kepentingan umat masyarakat itu. Rencananya ada 70 liter hand sanitizer yang akan didistribusikan ke masjid melalui Lazismu.</p>
<p>&#8220;Pembagian itu nanti dikemas dalam botol berisi 500 mililiter. Kami pun siap mengundang siswa sekolah lain untuk diajak belajar membuat cairan sanitizer.</p>
<p>Kami menggunakan lidah buaya sebagai bahan pelembab alami untuk melembutkan kulit,&#8221; tandasnya.<strong> Wan/yan</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">109070</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
