<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Hari Guru Nasional &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/hari-guru-nasional/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 20 Dec 2022 08:47:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Hari Guru Nasional &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Gebyar HUT PGRI ke 77 dan HGN Kota Malang, Wali Kota Sutiaji Beri Pesan Kesejahteraan Guru</title>
		<link>https://memontum.com/gebyar-hut-pgri-ke-77-dan-hgn-kota-malang-wali-kota-sutiaji-beri-pesan-kesejahteraan-guru</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Dec 2022 06:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Guru]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Guru]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Guru Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[HUT]]></category>
		<category><![CDATA[HUT PGRI]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[sutiaji]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Sutiaji]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=180241</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Puncak HUT PGRI ke 77 dan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2022, Wali Kota Malang, Sutiaji, beri pesan tegas. Utamanya, yakni agar kesejahteraan para guru di Kota Malang, wajib dan bisa terus untuk ditingkatkan. Sebab, mereka (guru) menjadi monitor pertama anak dalam pendidikan. Orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Puncak HUT PGRI ke 77 dan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2022, Wali Kota Malang, Sutiaji, beri pesan tegas. Utamanya, yakni agar kesejahteraan para guru di Kota Malang, wajib dan bisa terus untuk ditingkatkan. Sebab, mereka (guru) menjadi monitor pertama anak dalam pendidikan.</p>



<p>Orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, menyampaikan jika pihaknya mengapresiasi atas kinerja guru yang selalu mendidik, dan memberikan ilmu kepada para siswa. Namun, kesejahteraan bagi guru masih belum diberikan secara maksimal.</p>



<p>“Kita beri apresiasi untuk para guru-guru di Kota Malang, karena mereka sebagai monitor pertama anak di sekolah untuk mencerdaskan, dan membangun bangsa. Tetapi, ada keprihatinan bagi mereka karena kesejahteraan guru masih dikesampingkan,” ujar Wali Kota Sutiaji, dalam acara Gebyar HUT ke 77 PGRI dan HGN Kota Malang, di GOR Ken Arok Kota Malang, Selasa (20/12/2022) tadi.</p>



<p>Karena itu, pihaknya juga mengatakan, jika akan terus memaksimalkan dana yang dimiliki oleh daerah untuk meningkatkan kesejahteraan para guru. Selain itu, potensi daerah juga akan terus dikuatkan untuk membantu keberlangsungan para guru.</p>



<p>“Kami berupaya semaksimal mungkin melalui dana yang dimiliki oleh daerah dan mudah-mudahan potensi daerah bisa kita kuatkan. Sehingga kesejahteraan guru semakin hari semakin bisa kita tingkatkan,” lanjutnya.</p>



<p>Lebih lanjut dikatakan, jika dalam meningkatkan kesejahteraan tersebut, juga harus ada kesadaran dari semua bangsa. Karena pendidikan anak begitu penting, untuk membangun sebuah bangsa. Sehingga, negara juga harus hadir dan terlibat dalam pembelajaran siswa.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dugaan-korupsi-tanah-polinema-kuasa-hukum-terdakwa-minta-awan-setiawan-dibebaskan">Dugaan Korupsi Tanah Polinema, Kuasa Hukum Terdakwa Minta Awan Setiawan Dibebaskan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/giliran-bupati-cilacap-terjaring-ott-penyidik-kpk">Giliran Bupati Cilacap Terjaring OTT Penyidik KPK</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/harga-telur-puyuh-melonjak-pedagang-sebut-stok-banyak-diserap-program-mbg">Harga Telur Puyuh Melonjak, Pedagang Sebut Stok Banyak Diserap Program MBG</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jaga-daya-beli-masyarakat-pemkab-malang-gelar-pasar-murah-di-kepanjen">Jaga Daya Beli Masyarakat, Pemkab Malang Gelar Pasar Murah di Kepanjen</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/program-rt-berkelas-disesuaikan-regulasi-pencairan-kegiatan-nonfisik-dilakukan-usai-lebaran">Program RT Berkelas Disesuaikan Regulasi, Pencairan Kegiatan Nonfisik Dilakukan Usai Lebaran</a></li>
</ul>


<p>“Ada keprihatinan, ada kebanggaan, bangganya guru tidak pernah melihat berapa nominal gajinya (tanpa pamrih), tetapi dengan pekerjaan itu dibukakan rezeki lainnya. Karena itu negara harus hadir, untuk memberikan perhatian kepada mereka yang terlibat dalam proses pembelajaran,” ujarnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Suwarjana, menyampaikan jika dalam gelaran tersebut juga menghadirkan para siswa. Tentu, dengan harapan kedepan siswa bisa mencontoh kebaikan dari para guru yang telah mengabdi, tanpa pamrih.</p>



<p>“Harapan kami dengan menghadirkan teman-teman siswa dari osis, mereka bisa mencontoh dari guru-guru yang sudah lama mengabdi tanpa pamrih dan menjadikan itu sebuah motivasi bagi mereka,” katanya.</p>



<p>Kemudian, mengenai kesejahteraan para guru, dirinya mengatakan jika guru di Sekolah Negeri Kota Malang, juga sudah diberikan insentif setiap bulannya. Dimana dari guru Paud, TK, SD, dan SMP mendapat besaran insentif yang berbeda.</p>



<p>“Dari PAUD, termasuk TK, itu sudah ada insentif per bulannya Rp 600 ribu. Kemudian, untuk SD/SMP, GTT-PTT itu sudah kita Perwalkan,” tambah Suwarjana.</p>



<p>Sebagai informasi, dalam kegiatan tersebut juga telah diberikan penghargaan kepada tiap-tiap sekolah yang telah berprestasi dalam perlombaan yang telah diselenggarakan. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">180241</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Meriahkan Peringatan HUT Ke-77 PGRI dan Hari Guru, Wali Kota Sutiaji Ikuti Gelaran Senam Bersama Disdikbud Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/meriahkan-peringatan-hut-ke-77-pgri-dan-hari-guru-wali-kota-sutiaji-ikuti-gelaran-senam-bersama-disdikbud-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Nov 2022 03:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Disdikbud Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Guru]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Guru Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[HUT PGRI]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[pemkot malang]]></category>
		<category><![CDATA[sutiaji]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=178873</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dalam rangka memperingati HUT Ke-77 PGRI, Hari Guru Nasional dan Hari Anti Korupsi Pemerintah Kota (Pemkot) Malang tahun 2022, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang menggelar senam sehat, yang diikuti oleh ribuan tenaga pendidik (tendik) dan siswa, di Stadion Gajayana Kota Malang, Sabtu (26/11/2022) pagi. Turut hadir dalam pelaksanaan itu, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dalam rangka memperingati HUT Ke-77 PGRI, Hari Guru Nasional dan Hari Anti Korupsi Pemerintah Kota (Pemkot) Malang tahun 2022, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang menggelar senam sehat, yang diikuti oleh ribuan tenaga pendidik (tendik) dan siswa, di Stadion Gajayana Kota Malang, Sabtu (26/11/2022) pagi. Turut hadir dalam pelaksanaan itu, Wali Kota Malang, Sutiaji, Bunda PAUD Kota Malang, Widayati Sutiaji, Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, Sekda Kota Malang, Erik Setyo Santoso serta jajaran Kepala Dinas Kota Malang.</p>



<p>Dalam peringatan tersebut, Wali Kota Malang, Sutiaji, berharap agar ke depan para tendik bisa menggali potensi para siswa. Apalagi, metode dalam pembelajaran yang digunakan yakni Merdeka Belajar.</p>



<p>“Jangan sampai pernah ada doktrin guru yang menjudge anak, bahwa kamu nggak bisa. Karena sebenarnya, Merdeka Belajar itu menggali potensi anak. Saya ucapkan dirgahayu untuk para guru dan terima kasih untuk jasa-jasanya,” tegas Wali Kota Sutiaji.</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dugaan-korupsi-tanah-polinema-kuasa-hukum-terdakwa-minta-awan-setiawan-dibebaskan">Dugaan Korupsi Tanah Polinema, Kuasa Hukum Terdakwa Minta Awan Setiawan Dibebaskan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/giliran-bupati-cilacap-terjaring-ott-penyidik-kpk">Giliran Bupati Cilacap Terjaring OTT Penyidik KPK</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/harga-telur-puyuh-melonjak-pedagang-sebut-stok-banyak-diserap-program-mbg">Harga Telur Puyuh Melonjak, Pedagang Sebut Stok Banyak Diserap Program MBG</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jaga-daya-beli-masyarakat-pemkab-malang-gelar-pasar-murah-di-kepanjen">Jaga Daya Beli Masyarakat, Pemkab Malang Gelar Pasar Murah di Kepanjen</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/program-rt-berkelas-disesuaikan-regulasi-pencairan-kegiatan-nonfisik-dilakukan-usai-lebaran">Program RT Berkelas Disesuaikan Regulasi, Pencairan Kegiatan Nonfisik Dilakukan Usai Lebaran</a></li>
</ul>


<p>Sementara itu, Kadisdikbud Kota Malang, Suwarjana, menyampaikan bahwa dalam peringatan tersebut juga untuk saling bersosialisasi sesama tendik. Apalagi, dalam dua tahun terakhir karena pandemi Covid-19 gelaran tersebut tidak dilaksanakan.</p>



<p>“Ini kita gelar, karena sudah dua tahun lamanya tidak bersosialisasi antar sekolah dan sebagainya. Ini adalah kerja bareng dengan teman-teman PGRI Kota Malang,” ujar Suwarjana.</p>



<p>Selain itu, dirinya berharap dengan kegiatan tersebut juga untuk saling intropeksi diri dan menanamkan kejujuran pada siswa. Karena gelaran tersebut, juga dalam memperingati Hari Anti Korupsi Pemkot Malang 2022.</p>



<p>“Kita menanamkan kejujuran kepada anak-anak kita. Kemarin rencananya tidak kita hadirkan (siswa) tapi kita hadirkan untuk menangkal sejak dini atas perbuatan yang tidak jujur,” katanya.</p>



<p>Lebih lanjut dikatakan, selain untuk menerapkan kejujuran pada siswa, juga diajarkan untuk berkreasi, serta berinovasi. Agar para siswa bisa lebih terdorong untuk belajar, apalagi sistem pembelajaran yang diterapkan yakni Merdeka Belajar.</p>



<p>“Metode pembelajaran itu bukan hanya melalui buku, tapi dimanapun adalah sebuah sumber bahan ajar. Yang jelas, sekarang ini kita juga sudah memberlakukan kantin kejujuran. Kemudian pembelajaran sekarang sudah merdeka belajar, dan bukan anak yang mengikuti guru, tapi guru yang mengikuti anak,” jelasnya.</p>



<p>Sebagai informasi, dalam peringatan Hari Guru tersebut, juga ada beberapa rangkaian peringatannya. Seperti yang telah dilakukan Jumat (25/11/2022) kemarin, yaitu ada doa bersama yang melibatkan semua guru dan siswa dilakukan luring dan daring. Kemudian, senam sehat yang dilakukan pada hari ini, lalu seminar dan beberapa perlombaan serta puncak peringatan yang akan digelar pada, Sabtu (17/12/2022) mendatang. <strong>(hms/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">178873</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hadiri Peringatan Hari Guru Nasional, Seminar dan Penghargaan Guru Berprestasi, Wali Kota Malang Ingatkan Fasilitator Potensi Anak</title>
		<link>https://memontum.com/hadiri-peringatan-hari-guru-nasional-seminar-dan-penghargaan-guru-berprestasi-wali-kota-malang-ingatkan-fasilitator-potensi-anak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Nov 2022 12:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Guru]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Guru]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Guru Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[penghargaan]]></category>
		<category><![CDATA[peringatan]]></category>
		<category><![CDATA[Seminar]]></category>
		<category><![CDATA[sutiaji]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Sutiaji]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=178602</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Sutiaji, menghadiri acara peringatan &#8216;Hari Guru Nasional 2022 dan Seminar Pendidikan serta Penghargaan Guru Berprestasi dalam kegiatan Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT)&#8217; di salah satu hotel di Kota Malang, Minggu (20/11/2022) tadi. Dalam kesempatan itu, dirinya juga menyampaikan bahwa setiap anak diciptakan oleh Tuhan dengan kemampuan dan kelebihan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Sutiaji, menghadiri acara peringatan &#8216;Hari Guru Nasional 2022 dan Seminar Pendidikan serta Penghargaan Guru Berprestasi dalam kegiatan Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT)&#8217; di salah satu hotel di Kota Malang, Minggu (20/11/2022) tadi. Dalam kesempatan itu, dirinya juga menyampaikan bahwa setiap anak diciptakan oleh Tuhan dengan kemampuan dan kelebihan masing-masing. Karenanya, tidak boleh ada guru yang menyampaikan ataupun menjustifikasi anak itu bodoh.</p>



<p>“Ibarat tanaman, anak-anak itu ada padi, ada lombok, ada tomat. Tiap anak-anak memiliki karakter dan potensinya masing-masing. Tugas pendidik adalah bisa menjadi fasilitator untuk memaksimalkan potensi anak,” jelas Wali Kota Sutiaji.</p>



<p>Orang nomor satu di lingkungan Pemerintahan Kota Malang itu menambahkan, meskipun Kota Malang kotanya kecil, namun kota ini merupakan kota santri dan juga kota pendidikan. Kota Malang hanya terdiri dari lima kecamatan, namun memiliki 58 perguruan tinggi.</p>



<p>Dengan kenyataan ini, tambahnya, sejak awal diberikan kepercayaan memimpin Kota Malang, pihaknya selalu memperhatikan dan memprioritaskan pendidikan. Untuk itu, dirinya berterima kasih kepada guru JSIT se-Jawa Timur atas digelarnya acara ini.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dugaan-korupsi-tanah-polinema-kuasa-hukum-terdakwa-minta-awan-setiawan-dibebaskan">Dugaan Korupsi Tanah Polinema, Kuasa Hukum Terdakwa Minta Awan Setiawan Dibebaskan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/giliran-bupati-cilacap-terjaring-ott-penyidik-kpk">Giliran Bupati Cilacap Terjaring OTT Penyidik KPK</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/harga-telur-puyuh-melonjak-pedagang-sebut-stok-banyak-diserap-program-mbg">Harga Telur Puyuh Melonjak, Pedagang Sebut Stok Banyak Diserap Program MBG</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jaga-daya-beli-masyarakat-pemkab-malang-gelar-pasar-murah-di-kepanjen">Jaga Daya Beli Masyarakat, Pemkab Malang Gelar Pasar Murah di Kepanjen</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/program-rt-berkelas-disesuaikan-regulasi-pencairan-kegiatan-nonfisik-dilakukan-usai-lebaran">Program RT Berkelas Disesuaikan Regulasi, Pencairan Kegiatan Nonfisik Dilakukan Usai Lebaran</a></li>
</ul>


<p>“Kami atas nama masyarakat Kota Malang mengapresiasi kiprah JSIT untuk turut serta membangun dan memberi warna dunia pendidikan. Semoga JSIT ke depan semakin maju dan berkembang,” kata Wali Kota Sutiaji.</p>



<p>Ketua Panitia, Muhammad Endris Effendi, mengungkapkan terima kasihnya atas kehadiran Wali Kota Malang, dalam kegiatan ini. Kehadiran wali kota semakin meningkatkan semangat JSIT untuk terus berkiprah memajukan Indonesia melalui dunia pendidikan.</p>



<p>“Kegiatan ini juga merupakan upaya JSIT untuk memberikan apresiasi atas kiprah guru-guru dalam mendedikasikan hidupnya untuk mendidik anak anak,” terang Endris.</p>



<p>JSIT di Jawa Timur, tambahnya, ada 388 sekolah dan 6 ribu guru. Banyaknya sekolah dan guru yang dimiliki JSIT, ini diharapkan bisa semakin banyak berperan dan berkiprah memberikan sumbangsih nyata untuk bangsa dan negara. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">178602</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hadiri HUT Ke-76 PGRI dan Hari Guru Nasional, Wali Kota Malang Ingatkan Tugas Berat Guru</title>
		<link>https://memontum.com/hadiri-hut-ke-76-pgri-dan-hari-guru-nasional-wali-kota-malang-ingatkan-tugas-berat-guru</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Dec 2021 13:06:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Guru]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Guru Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[HUT]]></category>
		<category><![CDATA[HUT Ke-76 PGRI]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=160726</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Wali Kota Malang, Sutiaji, menghadiri puncak Peringatan Hari Guru Nasional Tingkat Kota Malang 2021, Kamis (23/12/2/21). Kegiatan yang bertajuk &#8216;Bergerak dengan Hati, Pulihkan Pendidikan&#8217;, digelar di Islamic Center Kota Malang. Dalam kesempatan itu, Wali Kota Malang menyampaikan bahwa perlunya perbaikan akhlak yang harus diselesaikan bersama. &#8220;Perlu kita pahami bahwa saat ini literasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Sutiaji, menghadiri puncak Peringatan Hari Guru Nasional Tingkat Kota Malang 2021, Kamis (23/12/2/21). Kegiatan yang bertajuk &#8216;Bergerak dengan Hati, Pulihkan Pendidikan&#8217;, digelar di Islamic Center Kota Malang.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Wali Kota Malang menyampaikan bahwa perlunya perbaikan akhlak yang harus diselesaikan bersama. &#8220;Perlu kita pahami bahwa saat ini literasi yes, tetapi saat ini problem kita semua yakni problem akhlak. Maka, ini harus kita selesaikan bersama,&#8221; kata Wali Kota Sutiaji.</p>



<p>Wali Kota juga menegaskan, bahwa sejatinya guru adalah potret orang tua. &#8220;Saya sering sampaikan kepada orang tua, bahwa tugas mendidik anak bukanlah tugas guru saja. Tetapi, karena keterbatasan literasi orang tua, baik keterbatasan pedagogik, afektif dan psikomotorik. Maka, orang tua menitipkan kepada lembaga pendidikan untuk bagaimana mendidik anak dengan baik,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Sutiaji juga menekankan, bahwa tugas guru sangatlah berat. Dirinya juga menyatakan, bahwa saat ini bukan saatnya evolusi, akan tetapi revolusi.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dugaan-korupsi-tanah-polinema-kuasa-hukum-terdakwa-minta-awan-setiawan-dibebaskan">Dugaan Korupsi Tanah Polinema, Kuasa Hukum Terdakwa Minta Awan Setiawan Dibebaskan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/giliran-bupati-cilacap-terjaring-ott-penyidik-kpk">Giliran Bupati Cilacap Terjaring OTT Penyidik KPK</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/harga-telur-puyuh-melonjak-pedagang-sebut-stok-banyak-diserap-program-mbg">Harga Telur Puyuh Melonjak, Pedagang Sebut Stok Banyak Diserap Program MBG</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jaga-daya-beli-masyarakat-pemkab-malang-gelar-pasar-murah-di-kepanjen">Jaga Daya Beli Masyarakat, Pemkab Malang Gelar Pasar Murah di Kepanjen</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/program-rt-berkelas-disesuaikan-regulasi-pencairan-kegiatan-nonfisik-dilakukan-usai-lebaran">Program RT Berkelas Disesuaikan Regulasi, Pencairan Kegiatan Nonfisik Dilakukan Usai Lebaran</a></li>
</ul>


<p>&#8220;Tentunya dimulai dari pendidikan. Saya selalu menekankan bahwa saat ini bukan saatnya lagi siswa kelas 1 dan 2 untuk diajarkan Calistung. Tetapi, membangun kebiasaan baik untuk anak itu lebih penting. Pendekatan karakter seperti halnya implementasi dari pedagogik, psikomotorik, dan afektif harus ditanamkan sedini mungkin,&#8221; paparnya.</p>



<p>Selain itu, Wali Kota Malang juga menyayangkan terkait kesejahteraan guru yang rendah. &#8220;Kalau guru hanya disuruh mengajar, sementara secara materi guru tidak dipikirkan, maka jangan berharap guru bisa profesional,&#8221; ungkap Sutiaji.</p>



<p>Wali Kota Malang juga berharap, ke depan guru semakin proaktif dan produktif menyesuaikan era digitalilasi yang ada. &#8220;Harus berubah, gunakan alat komunikasi atau HP yang ada gunakan sebaik-baiknya, agar lebih manfaat,&#8221; terang Sutiaji.</p>



<p>Ketua PGRI Kota Malang, Burhanuddin, dalam kesempatan itu berharap agar guru tidak boleh menyerah menghadapi perkembangan globalisasi. &#8220;Guru harus siap berubah mengikuti perkembangan irama yang ada. Ke depan mungkin, tantangan guru semakin massif. Pembelajaran Blended Learning harus kembali ditajamkan, disertai inovasi dan kolaborasi,&#8221; tutur Burhanuddin. <strong>(cw1/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">160726</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peringati Hari Guru Nasional, UMM Launching Tiga Buku</title>
		<link>https://memontum.com/peringati-hari-guru-nasional-umm-launching-tiga-buku</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Nov 2021 10:28:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Guru Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[launching]]></category>
		<category><![CDATA[Launching Tiga Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Peringati Hari Guru]]></category>
		<category><![CDATA[Peringati Hari Guru Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[UMM]]></category>
		<category><![CDATA[UMM Malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=159013</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dalam rangka Hari Guru Nasional yang jatuh pada Kamis (25/11/2021) ini, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar peluncuran tiga buku untuk mengenang mantan Rektor UMM, Prof H Abdul Malik Fadjar MSc. Refleksi Hari Guru Nasional dengan tajuk &#8216;Mengenang Sang Guru Bangsa Abdul Malik Fadjar&#8217; ini, digelar secara hybrid di Hall Dome UMM. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dalam rangka Hari Guru Nasional yang jatuh pada Kamis (25/11/2021) ini, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar peluncuran tiga buku untuk mengenang mantan Rektor UMM, Prof H Abdul Malik Fadjar MSc. Refleksi Hari Guru Nasional dengan tajuk &#8216;Mengenang Sang Guru Bangsa Abdul Malik Fadjar&#8217; ini, digelar secara hybrid di Hall Dome UMM.</p>



<p>Wakil Rektor I UMM, Prof Dr Syamsul Arifin MSI, mengungkapkan bahwa sosok Prof Malik tidak hanya sekedar motivator. Namun, juga inspirator.</p>



<p>&#8220;Paling tidak, dalam perspektif saya, motivasi dan inspirasi itu berbeda. Motivasi cukup dengan melakukan pabrikasi kata-kata dan berlatih public speaking. Pak Malik lebih dari sekedar motivator, beliau inspirator,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Tanpa mengucap kata dan hanya melihat wajah, postur dan gerakan Prof Malik, sudah bisa memberikan inspirasi dan ada keinginan untuk menapaki jejak dan legacy. Dimana, menurut Prof Syamsul, salah satu warisan beliau adalah membesarkan UMM.</p>



<p>&#8220;Kalau boleh saya gambarkan jejak, langkah, kiprah, dan legacy mungkin bisa terpresentasikan dalam 4 diksi. Yakni history, tradisi, prestasi, dan reputasi,&#8221; sambung Prof Syamsul.</p>



<p>Dirinya menjabarkan, selama 57 tahun usia UMM, telah memiliki sejarah yang panjang dan memiliki tradisi dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. Sehingga, hal tersebut mampu menoreh prestasi dan akhirnya UMM mampu dikatakan sebagai kampus yang memiliki reputasi.</p>



<p>&#8220;Tentu di balik history, tradisi, prestasi, dan reputasi UMM, ada nama pak Malik Fadjar. Hari ini kita mengenang beliau supaya kita mendapat energi positif dalam meneladani ide, pikiran, dan kontribusi pak Malik,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dugaan-korupsi-tanah-polinema-kuasa-hukum-terdakwa-minta-awan-setiawan-dibebaskan">Dugaan Korupsi Tanah Polinema, Kuasa Hukum Terdakwa Minta Awan Setiawan Dibebaskan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/giliran-bupati-cilacap-terjaring-ott-penyidik-kpk">Giliran Bupati Cilacap Terjaring OTT Penyidik KPK</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/harga-telur-puyuh-melonjak-pedagang-sebut-stok-banyak-diserap-program-mbg">Harga Telur Puyuh Melonjak, Pedagang Sebut Stok Banyak Diserap Program MBG</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jaga-daya-beli-masyarakat-pemkab-malang-gelar-pasar-murah-di-kepanjen">Jaga Daya Beli Masyarakat, Pemkab Malang Gelar Pasar Murah di Kepanjen</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/program-rt-berkelas-disesuaikan-regulasi-pencairan-kegiatan-nonfisik-dilakukan-usai-lebaran">Program RT Berkelas Disesuaikan Regulasi, Pencairan Kegiatan Nonfisik Dilakukan Usai Lebaran</a></li>
</ul>


<p>Bagi Prof Syamsul, kehadiran tiga buku yang dilaunching siang ini tidak cukup dalam mewujudkan sikap meneladani Prof Malik. &#8220;Sehingga, tugas ke depan untuk senantiasa mengeksplorasi dan mengelaborasi pikiran serta tindakan pak Malik yang menginspirasi kita semua. Insyaallah, dengan kehadiran Pak Malik, merupakan anugerah. Meskipun secara fisik sudah tidak ada, namun secara spiritual semangat beliau terus tertancap di pikiran jiwa yang akan menyemangati untuk terus membesarkan UMM sebagai legacy nyata,&#8221; terangnya.</p>



<p>Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko-PMK), Muhadjir Effendy, yang menyempatkan hadir secara daring turut menceritakan pengalamannya bersama Prof Malik. Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Pengurus Harian (BPH) UMM itu bercerita kisah menarik ketika Prof Malik dicalonkan sebagai Rektor UMM di tahun 1983-2000 silam.</p>



<p>&#8220;Sewaktu akan dipilih sebenarnya beliau tidak terlalu tertarik, tetapi akhirnya saya meyakinkan pak Malik bahwa bertugas di UMM pun bisa menjadi orang hebat. Karena saat itu UMM masih kampus kecil yang belum terpandang seperti saat ini,&#8221; jelas Muhadjir.</p>



<p>Lebih lanjut dirinya mengatakan, ternyata proses menuju jabatan Rektor UMM dilalui Prof Malik dengan tidak mudah. Pasalnya, ada persyaratan yang ternyata tidak bisa dipenuhi.</p>



<p>&#8220;Saat itu harus punya Nomor Baku Anggota Muhammadiyah, dan pak Malik belum punya. Ketika sudah diurus, ternyata minimal untuk jadi rektor UMM harus sudah 5 tahun memiliki nomor tersebut. Singkat cerita, karena beliau terbukti memiliki darah Muhammadiyah sejak lahir, akhirnya bisa memimpin dan membawa UMM hingga menjadi kampus yang bereputasi,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Tidak lupa, Muhadjir mengapresiasi gelaran launching buku ini. Pasalnya, kegiatan ini mampu menjadi pengingat bagi generasi muda tentang pengalaman dan perjuangan Prof Malik di dunia pendidikan.</p>



<p>&#8220;Pak Malik itu dekat dengan semua orang. Jenjang kematangan beliau sudah pada level tertinggi yaitu humanis yang betul-betul bisa berada di semua spektrum dan memiliki pandangan tidak lazim. Banyak hal dirintisnya yang awalnya orang lain tidak setuju, tetapi pada akhirnya semua mengetahui bahwa pak Malik mempunyai visi ketajaman dan naluri pengambilan keputusan yang visioner jauh ke depan,&#8221; terang Muhadjir. <strong>(mus/sit)</strong></p>



<p>Ketiga buku yang dilaunching pada acara ini adalah :</p>



<p>1. Budaya Membaca : Keteladanan dari Pak Malik , oleh Dosen Universitas Muhammadiyah Jakarta, Prof Dr Siti Zuhro MA.</p>



<p>2. Membaca Gagasan dan Kebijakan Pendidikan di Era Pak Malik, oleh Guru Besar Universitas Negeri Surabaya, Prof Dr Setya Yuwana, MA.</p>



<p>3. Aktivisme Gerakan dan Pemikiran Malik Fadjar dalam Kerukunan Umat Beragama, oleh Direktur Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Prof Dr Franz Magnis Suseno SJ.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159013</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peringati HUT PGRI dan Hari Guru Nasional, Wabup Lumajang sebut Profesi Guru adalah Mulia dan Tak Tergantikan</title>
		<link>https://memontum.com/peringati-hut-pgri-dan-hari-guru-nasional-wabup-lumajang-sebut-profesi-guru-adalah-mulia-dan-tak-tergantikan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Nov 2021 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Guru]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Guru Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[HUT]]></category>
		<category><![CDATA[HUT PGRI]]></category>
		<category><![CDATA[wabup lumajang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=159034</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Guru merupakan profesi mulia dan tak tergantikan. Hal itu disampaikan Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati pada Upacara Peringatan HUT Ke-76 PGRI dan Hari Guru Nasional 2021 di Halaman Kantor Bupati Lumajang, Kamis (25/11/2021). &#8220;Saya berdiri di sini karena guru. Kita semua jadi orang hebat, juga karena guru. Profesi guru, adalah profesi yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Guru merupakan profesi mulia dan tak tergantikan. Hal itu disampaikan Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati pada Upacara Peringatan HUT Ke-76 PGRI dan Hari Guru Nasional 2021 di Halaman Kantor Bupati Lumajang, Kamis (25/11/2021).</p>



<p>&#8220;Saya berdiri di sini karena guru. Kita semua jadi orang hebat, juga karena guru. Profesi guru, adalah profesi yang mulia dan tidak tergantikan,&#8221; ujarnya.</p>



<p>25 November 2021 ini, tambahnya, kita kembali mengenang sejarah 76 tahun lalu. Dimana, ketika guru di seluruh tanah air yang tergabung dalam puluhan organisasi guru yang berbeda paham dan golongan, dengan semangat dan niat mulia bersepakat melebur menjadi satu wadah organisasi, yaitu Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).</p>



<p>&#8220;Tepat 100 hari setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, 25 November 1945, PGRI hadir sebagai wadah perjuangan guru, pendidik dan tenaga kependidikan, memperjuangkan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), berperang melawan kebodohan dan keterbelakangan, serta berkhidmat untuk memajukan pendidikan khususnya di Kabupaten Lumajang,&#8221; ujar Bunda Indah.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dugaan-korupsi-tanah-polinema-kuasa-hukum-terdakwa-minta-awan-setiawan-dibebaskan">Dugaan Korupsi Tanah Polinema, Kuasa Hukum Terdakwa Minta Awan Setiawan Dibebaskan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/giliran-bupati-cilacap-terjaring-ott-penyidik-kpk">Giliran Bupati Cilacap Terjaring OTT Penyidik KPK</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/harga-telur-puyuh-melonjak-pedagang-sebut-stok-banyak-diserap-program-mbg">Harga Telur Puyuh Melonjak, Pedagang Sebut Stok Banyak Diserap Program MBG</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jaga-daya-beli-masyarakat-pemkab-malang-gelar-pasar-murah-di-kepanjen">Jaga Daya Beli Masyarakat, Pemkab Malang Gelar Pasar Murah di Kepanjen</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/program-rt-berkelas-disesuaikan-regulasi-pencairan-kegiatan-nonfisik-dilakukan-usai-lebaran">Program RT Berkelas Disesuaikan Regulasi, Pencairan Kegiatan Nonfisik Dilakukan Usai Lebaran</a></li>
</ul>


<p>Lebih lanjut Bunda Indah juga menyampaikan, bahwa pemerintah akan terus memberikan perhatian kepada para guru honorer dan tenaga pendidikan yang lain. Dirinya bersama Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, berkomitmen memperhatikan kesejahteraan insan pendidikan di Lumajang.</p>



<p>&#8220;Tentu ini menjadi komitmen kita bersama, bahwa kami akan terus meningkatkan kesejahteraan guru. Semoga APBD kita semakin bertambah, sehingga kami lebih leluasa memperhatikan kesejahteraan guru. Termasuk, tenaga honorer di atas 35 tahun, kami berusaha untuk terus berusaha dan berupaya bersurat kepada pemerintah pusat untuk memprioritaskan kepada usia di atas 35 tahun,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Dalam kesempatan tersebut, Bunda Indah menyampaikan, bahwa prioritas pemberian vaksin di lingkungan pendidikan merupakan wujud perhatian komitmen pemerintah terhadap sektor pendidikan. Oleh karenanya, guru diprioritaskan mendapatkan vaksin yang pertama. Sehingga, pembukaan kegiatan belajar mengajar bertatap muka, tidak menjadi cluster baru penyebaran Covid-19.</p>



<p>&#8220;Kami berharap, para guru yang dilingkungannya menjadi tokoh dan ditokohkan oleh masyarakat, juga bisa membantu meningkatkan pencapaian vaksin di Lumajang. Caranya, dengan mengajak masyarakat di lingkungan masing-masing untuk mengikuti vaksinasi,&#8221; paparnya <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159034</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peringati Hari Guru Nasional, Orang Tua Siswa KB-TK Al Muslim Ngajar di Kelas</title>
		<link>https://memontum.com/peringati-hari-guru-nasional-orang-tua-siswa-kb-tk-al-muslim-ngajar-di-kelas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Nov 2019 15:33:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Guru Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/100450-peringati-hari-guru-nasional-orang-tua-siswa-kb-tk-al-muslim-ngajar-di-kelas</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Ada cara berbeda yang digelar Kelompok Bermain (KB) dan Taman Kanak-Kanak (TK) Al Muslim JL Raya Wadungasri, Kecamatan Waru, Sidoarjo dalam peringatan Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2019 yang jatuh hari ini, Senin (25/11/2019). Di sekolah ini, khusus hari guru ini melibatkan para orang tua murid mengajar di kelas menggantikan para guru. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8211; Ada cara berbeda yang digelar Kelompok Bermain (KB) dan Taman Kanak-Kanak (TK) Al Muslim JL Raya Wadungasri, Kecamatan Waru, Sidoarjo dalam peringatan Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2019 yang jatuh hari ini, Senin (25/11/2019). Di sekolah ini, khusus hari guru ini melibatkan para orang tua murid mengajar di kelas menggantikan para guru.</p>
<p>Tidak hanya orang tua, sejumlah Badan Pendukung Kegiatan Sekolah (BPKS) atau Komite Sekolah juga dilibatkan dalam kegiatan peringatan HGN itu. Peringatan tidak hanya upacara bendera, tapi juga mengapresiasi para guru yang tugasnya digantikan para orangtua murid.</p>
<p><div id="attachment_100451" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-100451" decoding="async" class="size-full wp-image-100451" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG_5144-copy.jpg?resize=740%2C493&#038;ssl=1" alt="NGAJAR - Sejumlah orang tua siswa dan siswi KB-TK Al Muslim JL Raya Wadungasri, Kecamatan Waru, Sidoarjo mengajar menggantikan para guru dalam peringatan Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2019, Senin (25/11/2019)" width="740" height="493" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG_5144-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG_5144-copy.jpg?resize=300%2C200&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG_5144-copy.jpg?resize=600%2C400&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG_5144-copy.jpg?resize=200%2C133&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-100451" class="wp-caption-text">NGAJAR &#8211; Sejumlah orang tua siswa dan siswi KB-TK Al Muslim JL Raya Wadungasri, Kecamatan Waru, Sidoarjo mengajar menggantikan para guru dalam peringatan Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2019, Senin (25/11/2019)</p></div></p>
<p>Sejumlah bunda siswa siswi tampak kompak saling bekerja sama dan berbagi tugas menggantikan peran para guru di sekolah ini. Ada yang mengatur barisan siswa sambil membawa balon huruf berbunyi selamat HGN, buket bunga, ada yang membimbing dan mengawasi siswa hingga ada yang mengajar siswa di kelas. Bahkan para bunda mempersembahkan lagu Sempurna dan Terima Kasih Guruku bersama siswa dan puisi yang dibacakan Ananda Andrea Kenzie Meidre Kirana Kelas B-1. Dia mengekspresi yang mengharukan.</p>
<p>Kemudian, para bunda dan siswa menyerahkan buket bunga dan souvenir kepada 25 guru KB-TK Al Muslim. Saking terharunya sampai ada siswa yang mengangis yakni Alleyna Sakyra Mahmuda (murid B-1) dan Anisa Zahira Alimah (murid A-2).</p>
<p>Ketua BPKS, Anindhyta Budiarti yang sehari-hari berprofesi sebagai dosen juga mencoba mengajar di kelas TK A-1. Baginya ada yang berbeda saat memgajar di kelas TK A-1 itu.</p>
<p>&#8220;Menghadapi mahasiswa tinggal mengeksplor sesuai keinginannya. Sedangkan menghadapi siswa TK untuk mengondisikan saja, saya tak sanggup. Padahal sudah dijanjikan hadiah, tapi siswa masih tidak mau memperhatikan. Guru KB-TK Al Muslim luar biasa suara dan tuturnya lebih didengar siswa ketimbang orang tuanya,&#8221; katanya, Senin (25/11/2019).</p>
<p>Sementara Kepala KB-TK Al Muslim, Siti Aminah menegaskan perjuangan guru KB-TK Al Muslim sangat didukung para orang tua (keluarga). Bahkan masyarakat untuk penguatan karakter dan mengaktualisasikan potensi bakat minat siswa untuk mendukung terwujudnya pemimpin yang Rahmatan Lil Alamin, Generasi Emas 2045, dan sangat layak jika TK Al Muslim mendapat Penganugerahan Apresiasi Sekolah Sahabat Keluarga dari Menteri Pendidikan Nasional 6 November 2019 lalu.</p>
<p>&#8220;Memang harus ada sinergi antara murid, orang tua dan para guru agar anak didik siap menjadi pemimpin. Kami berharap para guru KB-TK Al Muslim menjadi penggerak Indonesia maju, menjadi guru yang menginspirasi dan selalu berkarya demi bangsa,&#8221; tandasnya. <strong>Wan/yan</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">100450</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kadisdik Jatim : Jadilah Guru yang Diterima Generasi Milenial</title>
		<link>https://memontum.com/kadisdik-jatim-jadilah-guru-yang-diterima-generasi-milenial</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Nov 2018 12:43:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Disdik Pemprov Jatim]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Guru Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/65675-kadisdik-jatim-jadilah-guru-yang-diterima-generasi-milenial</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Guru dari masa ke masa seyogyanya mengalami perkembangan kualitas, baik metode mengajar maupun materi yang diajarkan. Model atupun gaya mengajar guru masa kini, tentunya tak bisa disamakan dengan guru masa lalu. Hal itu disampaikan Dr. Saiful Rachman, MM., M.Pd, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Jawa Timur, di Gedung Kuliah Bersama (GKB) [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Guru dari masa ke masa seyogyanya mengalami perkembangan kualitas, baik metode mengajar maupun materi yang diajarkan. Model atupun gaya mengajar guru masa kini, tentunya tak bisa disamakan dengan guru masa lalu. </p>
<p>Hal itu disampaikan Dr. Saiful Rachman, MM., M.Pd, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Jawa Timur, di Gedung Kuliah Bersama (GKB) I Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Senin (26/11/2018) siang. Saiful menyampaikan berbagai hal terkait perkembangan guru dari waktu ke waktu. “Setelah lulus, yang akan kalian hadapi dalam mengajar adalah para generasi milenial,” tutur pria yang juga dosen di Universitas Muhammadiyah Surabaya, kepada seluruh peserta.</p>
<p>Menurutnya, beberapa ciri generasi milenial, yakni kreatif, percaya diri dan pandai bersosialisasi. Calon-calon guru perlu memiliki setidaknya ciri tersebut, agar tidak tertinggal dan ditinggal oleh murid-muridnya kelak. Saiful lantas mencontohkan pelajaran-pelajaran yang tidak begitu diminati karena tidak menarik. Salah satunya pelajaran sejarah. “Jika hanya kemudian membahas siapa Pengeran Diponegoro, kapan lahirnya, dan perjuangannya apa saja, tentu tidak menarik. Coba disampaikan melalui mobile learning (inovasi belajar melalui gawai, red.), saya kira terobosan ini lebih menarik seperti yang digagas Dinas Pendidikan Nasional baru-baru ini,” jelasnya.</p>
<p>Ditegaskan Saiful, wawasan guru juga harus luas. Tentu hal ini sudah menjadi instrumen yang wajib, karena bagaimanapun guru adalah tauladan, ia seorang penyampai ilmu. Terakhir, Saiful juga berpesan agar calon-calon guru jebolan UMM dapat menjadi guru-guru yang penuh inovasi dan tentu menarik minat generasi milenial.</p>
<p>Kajian bersama dalam rangka peringatan Hari Guru Nasional dengan mengangkat tajuk &#8220;Sudah Sejahtera Kah Guru Hari Ini&#8221; diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMM. Hadir pembicara lain, Pegiat Pendidikan Kota Malang, Muhlis Ahmad S.Pd. dan Nurbani Yusuf, M.Pd., Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Batu. <strong>(rhd/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">65675</post-id>	</item>
		<item>
		<title>PGRI Cabang Kecamatan Mlandingan Santuni 150 Anak Yatim</title>
		<link>https://memontum.com/pgri-cabang-kecamatan-mlandingan-santuni-150-anak-yatim</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Nov 2018 14:01:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Guru Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[PGRI]]></category>
		<category><![CDATA[santunan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=62502</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; PGRI cabang Kecamatan Mlandingan Kabupaten Situbondo, membalut peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 PGRI dan Hari Guru Nasional ke-25 dengan kegiatan sosial. Dalam kegiatan yang diadakan di SDN 2 Sumber Pinang, ada 150 anak yatim yang diberikan santunan. Kamis pagi (01/11/18). Ketua Panitia, Sumarto, S.Pd mengatakan, perayaan HUT PGRI tahun ini ingin [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; PGRI cabang Kecamatan Mlandingan Kabupaten Situbondo, membalut peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 PGRI dan Hari Guru Nasional ke-25 dengan kegiatan sosial. Dalam kegiatan yang diadakan di SDN 2 Sumber Pinang, ada 150 anak yatim yang diberikan santunan. Kamis pagi (01/11/18).</p>
<p>Ketua Panitia, Sumarto, S.Pd mengatakan, perayaan HUT PGRI tahun ini ingin dibuat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pada HUT PRGRI tahun ini diisi dengan kegiatan sosial. Sehingga, keberadaan PGRI di masyarakat menjadi lebih terasa.</p>
<p>“Kami juga menapilkan potensi siswa, yaitu menampilkan penampilan samroh perwakilan dari SDN 2 Sumber Anyar Sehingga, acaranya menjadi lebih meriah&#8221;. Katanya.</p>
<p>Sumarto menambahkan, dalam merayakan HUT PGRI ke 73 dan HGN ke 25 tahun 2018, pihaknya tidak hanya ingin berhura-hura, tetapi ingin mengadakan kegiatan yang bisa berguna untuk orang-orang sekitar, terutama untuk mereka yang memang membutuhkan bantuan.</p>
<p>“PGRI adalah organisasi profesi yang terus melekat dalam kehidupan sehari-hari, jadi harus bisa memberikan manfaat untuk banyak orang dalam berbagai hal&#8221;. Imbuhnya</p>
<p>Menurut pantauan Memontum.com, kegiatan tersebut di hadiri oleh ketua umum PGRI Kabupaten Situbondo, wakil ketua PGRI Kabupaten Situbondo, Muspika Kecamatan Mlandingan, Danramil, Kapolsek Mlandingan, pengurus dan anggota PGRI cabang Kecamatan Mlandingan, serta para penerima santunan anak yatim sebanyak 150 penerima dari yayasan yatim piatu Al-Firoshi Kabupaten Situbondo. <strong>(Yud/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">62502</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
