<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>HIV/ AIDS &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/hiv-aids/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 28 Nov 2025 13:36:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>HIV/ AIDS &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Kasus Baru HIV/AIDS di Kota Malang Capai 300 Sepanjang 2025, Didominasi Usia Produktif</title>
		<link>https://memontum.com/kasus-baru-hiv-aids-di-kota-malang-capai-300-sepanjang-2025-didominasi-usia-produktif</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Nov 2025 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[didominasi]]></category>
		<category><![CDATA[HIV/ AIDS]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Produktif]]></category>
		<category><![CDATA[sepanjang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228178</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat adanya sekitar 300 kasus baru HIV/AIDS yang baru ditemukan di tahun 2025. Dengan mayoritas penyintas berada pada kelompok usia produktif, yakni 15 hingga 59 tahun. Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, menyampaikan bahwa temuan kasus baru tersebut merupakan hasil pemeriksaan yang tersebar di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat adanya sekitar 300 kasus baru HIV/AIDS yang baru ditemukan di tahun 2025. Dengan mayoritas penyintas berada pada kelompok usia produktif, yakni 15 hingga 59 tahun.</p>



<p>Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, menyampaikan bahwa temuan kasus baru tersebut merupakan hasil pemeriksaan yang tersebar di seluruh puskesmas dan rumah sakit. &#8220;Untuk tahun 2025, penderita baru sekitar 300-an dengan didominasi usia produktif,&#8221; kata Husnul, Jumat (28/11/2025) tadi.</p>



<p>Jika dihitung sejak awal layanan pengobatan dibuka, total kumulatif kasus HIV yang pernah tercatat di Kota Malang mencapai hampir 6.000 orang. Seluruh pasien tersebut, menjalani pengobatan di berbagai fasilitas kesehatan, baik puskesmas maupun rumah sakit.</p>



<p>&#8220;Faktor penularan terbesar, berasal dari perubahan gaya hidup, salah satunya pada kelompok laki-laki seks laki-laki (LSL). Sementara penularan dari ibu ke anak tercatat sangat kecil,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Lebih lanjut Husnul juga mengungkapkan, bahwa sekitar 30 persen pasien yang memanfaatkan layanan HIV di Kota Malang merupakan warga lokal. Sementara, 70 persen, berasal dari luar daerah, termasuk mahasiswa yang tinggal di Kota Malang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Segmennya beragam, termasuk dari luar kota dan banyak juga dari kalangan mahasiswa,&#8221; lanjutnya.</p>



<p>Untuk menekan angka penularan, Dinkes Kota Malang terus memperkuat layanan pemeriksaan dan konseling melalui Voluntary Counseling and Testing (VCT) di seluruh fasilitas kesehatan. Termasuk memberikan imbauan pada penyintas agar rutin menjalani pengobatan dan mencegah terjadinya transmisi kepada orang lain.</p>



<p>&#8220;VCT itu sebelum diperiksa dilakukan konseling dulu. Kita juga menyediakan layanan Mobile VCT ke beberapa titik yang dikoordinir komunitas. Pengobatannya itu selamanya. Jadi klien harus menjaga agar tidak terjadi penularan,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Selain layanan medis, Dinkes Kota Malang juga rutin melakukan edukasi ke berbagai lapisan masyarakat. Mulai dari pelajar tingkat dasar, menengah, hingga perguruan tinggi, serta komunitas-komunitas kelompok rentan.</p>



<p>&#8220;Setiap tahun ada edukasi ke adik-adik di sekolah. Di komunitas juga diberikan penyuluhan saat mereka mengakses layanan,&#8221; imbuh Husnul. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228178</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Targetkan 2030 Tereliminasi HIV/AIDS, Dinkes Kota Malang Gencarkan Kampanye Edukatif</title>
		<link>https://memontum.com/targetkan-2030-tereliminasi-hiv-aids-dinkes-kota-malang-gencarkan-kampanye-edukatif</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Jun 2025 10:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[edukatif]]></category>
		<category><![CDATA[gencarkan]]></category>
		<category><![CDATA[HIV/ AIDS]]></category>
		<category><![CDATA[Kampanye]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[targetkan]]></category>
		<category><![CDATA[tereliminasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222838</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kesehatan Kota Malang terus menggiatkan kampanye edukatif mengenai HIV/AIDS melalui media sosial dan kegiatan lapangan. Meski data kasus HIV/AIDS periode Januari hingga Mei 2025 tercatat menurun dibanding tahun sebelumnya, stigma dan kurangnya pemahaman di kalangan masyarakat masih menjadi tantangan besar dalam upaya penanggulangan penyakit ini. Kepala [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kesehatan Kota Malang terus menggiatkan kampanye edukatif mengenai HIV/AIDS melalui media sosial dan kegiatan lapangan. Meski data kasus HIV/AIDS periode Januari hingga Mei 2025 tercatat menurun dibanding tahun sebelumnya, stigma dan kurangnya pemahaman di kalangan masyarakat masih menjadi tantangan besar dalam upaya penanggulangan penyakit ini.</p>



<p>Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Malang, Meifta Eti Winindar, menyampaikan bahwa kampanye tersebut bukan semata-mata karena adanya lonjakan kasus. Namun, menjadi bagian dari program Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan target eliminasi HIV secara nasional pada tahun 2030.</p>



<p>“Program HIV ini memang nasional. Jadi kami wajib melakukan promosi, edukasi, dan advokasi secara berkala, baik melalui media sosial, musrenbang tematik, maupun sosialisasi di tingkat kelurahan,” ujar Meifta, Selasa (10/06/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Meifta menyebut, bahwa pada periode Januari hingga Mei 2025 terdapat 190 kasus baru, sedikit menurun dari periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 211 kasus. Salah satu fokus dari kampanye yang dilakukan tersebut, adalah kelompok remaja dan mahasiswa yang dinilai rentan tertular karena minim informasi dan berada di usia eksploratif.</p>



<p>“Mereka datang dari berbagai daerah, belum tentu mendapat edukasi tentang HIV/AIDS secara memadai. Sering kali mereka mencoba hubungan seksual tanpa perlindungan atau penggunaan narkoba suntik, yang berisiko tinggi menularkan HIV,” tambahnya.</p>



<p>Lebih lanjut, menurutnya Dinkes Kota Malang juga menyuarakan pentingnya pemeriksaan HIV bagi calon pengantin, yang kini sudah difasilitasi melalui layanan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG). Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah penularan dari pasangan, termasuk dalam rencana membangun keluarga dan memiliki keturunan. &#8220;Di Kota Malang saat ini hampir 30 Fasilitas Layanan Kesehatan (Fasyankes), termasuk seluruh puskesmas, rumah sakit dan klinik tertentu, telah menyediakan layanan tes dan pengobatan HIV/AIDS secara komprehensif,&#8221; imbuh Meifta. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222838</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Rutan Situbondo bersama Dinkes Skrining Ratusan WBP Guna Deteksi Dini TB dan HIV/AIDS</title>
		<link>https://memontum.com/rutan-situbondo-bersama-dinkes-skrining-ratusan-wbp-guna-deteksi-dini-tb-dan-hiv-aids</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Feb 2025 10:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[deteksi]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[HIV/ AIDS]]></category>
		<category><![CDATA[ratusan]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[skrining]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=219194</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Situbondo bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) melaksanakan pengecekan atau skrining ratusan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dalam upaya deteksi dini Tuberkulosis (TB) dan kasus HIV/AIDS, di Aula Bharudin Lopa Rutan Situbondo, Selasa (11/02/2025) tadi. Kepala Rutan Kelas IIB Situbondo, Rudi Kristiawan, menjelaskan bahwa kegiatan skrining terhadap [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Situbondo bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) melaksanakan pengecekan atau skrining ratusan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dalam upaya deteksi dini Tuberkulosis (TB) dan kasus HIV/AIDS, di Aula Bharudin Lopa Rutan Situbondo, Selasa (11/02/2025) tadi.</p>



<p>Kepala Rutan Kelas IIB Situbondo, Rudi Kristiawan, menjelaskan bahwa kegiatan skrining terhadap warga binaan itu untuk langkah antisipasi WBP. &#8220;Jika ditemukan ada yang positif, maka kami akan langsung kerja sama dengan pihak dinas terkait untuk penanganan. Bahkan bila perlu, kami akan suplai obat dari luar, sehingga resiko penularan penyakit tidak berdampak ke warga binaan lainya,&#8221; kata Kalapas.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kegiatan skrining tersebut, ujarnya, merupakan agenda terjadwal. Sementara pelaksanaan sendiri, berjalan dengan lancar tanpa kendala.</p>



<p>&#8220;Untuk hasil secara keseluruhan, sementara kami pihak dari Rutan masih menunggu hasil dari skrining yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Situbondo,&#8221; jelasnya. <strong>(her/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219194</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Memperingati Hari HIV/AIDS Sedunia, Dinkes Situbondo Bagikan Ribuan Leaflet</title>
		<link>https://memontum.com/memperingati-hari-hiv-aids-sedunia-dinkes-situbondo-bagikan-ribuan-leaflet</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Dec 2022 05:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[dinkes situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Hari HIV/AIDS Sedunia]]></category>
		<category><![CDATA[HIV]]></category>
		<category><![CDATA[HIV/ AIDS]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[peringatan]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=179248</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Memperingati hari HIV/AIDS Sedunia, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Situbondo, melakukan aksi turun ke jalan, Kamis (01/12/2022) kemarin. Para petugas Dinkes Situbondo ini, terlihat membagikan ribuan leaflet atau selebaran kepada para pengguna jalan di sepanjang simpang empat di jalur Pantura Situbondo. Mereka juga memberikan edukasi tentang bahaya penyakit HIV/AIDS kepada para pengguna jalan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Memperingati hari HIV/AIDS Sedunia, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Situbondo, melakukan aksi turun ke jalan, Kamis (01/12/2022) kemarin. Para petugas Dinkes Situbondo ini, terlihat membagikan ribuan leaflet atau selebaran kepada para pengguna jalan di sepanjang simpang empat di jalur Pantura Situbondo.</p>



<p>Mereka juga memberikan edukasi tentang bahaya penyakit HIV/AIDS kepada para pengguna jalan yang sedang melintas. Bahkan, kegiatan penyebaran ribuan leaflet itu, dilakukan serentak sebanyak 20 Puskesmas di Kabupaten Situbondo.</p>



<p>Selain itu, untuk mencegah penyebaran dan pengendalian penyakit HIV/AIDS, Dinkes Kabupaten Situbondo juga melibatkan sejumlah rumah sakit, agar menyebar leaflet dan melakukan&nbsp; edukasi tentang bahaya HIV/AIDS kepada para pengunjung di rumah sakitnya.</p>



<p>&#8220;Bahkan, sebagai upaya pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS di Kabupaten Situbondo, Dinkes dan sejumlah Puskesmas juga melakukan talk show&nbsp; interaktive via youtube, dalam momen peringatan hari HIV/AIDS,&#8221; ujar Kasie Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular pada Kantor Dinkes Situbondo, Hari Santoso, Jumat (02/12/2022) tadi.</p>



<p>Menurutnya, dalam momen peringatan hari HIV/AIDS sedunia tahun 2022, pihaknya sengaja menyebar ribuan selebaran dan memberikan edukasi tentang bahaya&nbsp; penyakit HIV/AIDS, mengingat seiring bertambahnya waktu, penderita HIV/AIDS juga makin meningkat di Kabupaten Situbondo. &#8220;Bahkan, hingga Oktober 2022, tercatat sebanyak 400 penderita HIV/AIDS di Situbondo, mereka telah mendapatkan obat ARV ( Anti Retro Viral ),&#8221; jelasnya.</p>



<p>Berdasarkan data kumulatif yang diperoleh tahun  2022, diketahui tidak semua orang dengan HIV (ODHA ) mau menerima ARV. Terdapat 772 orang yang pernah memulai ARV, sejumlah 328 (42 oersen) ODHA masih rutin menjalani pengobatan ARV,  jumlah penderita yang meninggal 168 (22 persen) orang, stop pengobatan 17 (2 persen) orang dan ODHA yang berhenti berobat lebih dari 3 bulan atau disebut LFU sebanyak 190 (25 persen).</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-malang-rencanakan-bangun-skywalk-di-dua-lokasi-dari-dana-bank-dunia">Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/objek-wisata-banyuwangi-2026-perkuat-seni-dan-budaya-masyarakat">Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/cara-unik-umkm-malang-kenalkan-gamis-bordir-gandeng-petugas-kebersihan-jadi-model-ramadan">Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kecamatan-lumbang-dan-potensi-produksi-madu-yang-dihasilkan">Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antisipasi-pewarna-makanan-berlebih-wali-kota-malang-siapkan-tes-sampel-di-pasar-takjil">Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil</a></li>
</ul>


<p>&#8220;Oleh karena itu, dibutuhkan upaya strategis untuk meningkatkan cakupan pelayanan HIV di Kabupaten Situbondo,&nbsp; salah satunya Dinkes&nbsp; harus melibatkan semua lintas sektor agar terlibat dalam pencegahan HIV/AIDS,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Bahkan, dengan menggandeng lintas sektor Yayasan Pemerhati HIV (Laskar, KKBS, Mahameru) untuk meningkatkan cakupan pelayanan HIV. Sebab, selama ini telah banyak memberikan kontribusi dalam pelaksanaan program HIV di Kabupaten Situbondo. &#8220;Beberapa kegiatan diantaranya melaksanakan skrining dan edukasi pada kelompok kunci, pendampingan ODHIV, serta melakukan koordinasi dengan stakekholder,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Lebih jauh pria yang akrab dipanggil Hari ini menegaskan, untuk mengantisipasi penyebaran HIV/AIDS, Dinkes Situbondo dan Puskesmas terus melakukan inovasi melalui Skrining Mobile Klinik VCT, dengan&nbsp; turun langsung ke spot- spot yang dipetakan terdapat populasi kunci, seperti tempat tempat Karaoke, warung remang remang dan spot spot lain. Biasanya langsung melaksanakn Konseling, edukasi dan testing HIV di lokasi tersebut.</p>



<p>&#8220;Petugas&nbsp; juga melakukan peningkatan kompetensi pelaksana Program HIV Puskesmas untuk melakukan konseling dan edukasi&nbsp; HIV, dengan mendatangkan narasumber konselor HIV Nasional, serta melakukan peningkatan dan perluasan fasilitas kesehatan yang menjadi layanan pengobatan dan dukungan perawatan pada orang dengan HIV ( ODHA ) untuk mempermudah dan mendekatkan akses test dan layanan pengobatan HIV,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Hari menjelaskan, sesuai amanat Permenkes Nomor 23 tahun 2022,  penanggulangan HIV dilakukan dengan langkah promotif, yaitu dengan komunikasi informasi dan edukasi kepada seluruh pihak. &#8220;Termasuk di dalamnya melalui media cetak dan elektronik tentang resiko dan dampak HIV, termasuk penyampaian jumlah orang dengan terdampak atau terinfeksi HIV,&#8221; ujarnya. <strong>(her/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">179248</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Komunitas Jati Kota Malang Minta Masyarakat Hapuskan Stigma Negatif dan Diskriminasi ORDHIV</title>
		<link>https://memontum.com/komunitas-jati-kota-malang-minta-masyarakat-hapuskan-stigma-negatif-dan-diskriminasi-ordhiv</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Dec 2022 11:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[HIV]]></category>
		<category><![CDATA[HIV/ AIDS]]></category>
		<category><![CDATA[komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[virus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=179228</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Orang dengan HIV/AIDS (ORDHIV) masih mendapatkan stigma negatif atau diskriminasi dari beberapa masyarakat. Itu terjadi, karena mereka masih keliru dalam menilai penularan virus HIV/AIDS yang terjadi. Hal itu, disampaikan oleh Perwakilan Komunitas Jaringan Lintas Isu (Jati) Kota Malang, Rika Wanda, Kamis (01/12/2022) tadi. Menurutnya, hal tersebut juga pernah terjadi pada siswa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Orang dengan HIV/AIDS (ORDHIV) masih mendapatkan stigma negatif atau diskriminasi dari beberapa masyarakat. Itu terjadi, karena mereka masih keliru dalam menilai penularan virus HIV/AIDS yang terjadi. Hal itu, disampaikan oleh Perwakilan Komunitas Jaringan Lintas Isu (Jati) Kota Malang, Rika Wanda, Kamis (01/12/2022) tadi.</p>



<p>Menurutnya, hal tersebut juga pernah terjadi pada siswa di salah satu sekolah di Kota Malang. Hal itu, tentu merubah mental anak menjadi down (turun). Karena itu, diperlukan edukasi pada para siswa-siswi terkait dengan HIV/AIDS.</p>



<p>&#8220;Di Kota Malang ini masih ada beberapa orang yang menyalahartikan penularan virus HIV/AIDS. Seperti salah satunya ada siswa di sekolah, yang diketahui bahwa dirinya mengidap HIV/AIDS. Itu menyebar ke guru dan teman-temannya, bahkan tidak diperbolehkan untuk mengambil air wudhu. Sehingga ini diperlukan edukasi,” jelas Rika.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-malang-rencanakan-bangun-skywalk-di-dua-lokasi-dari-dana-bank-dunia">Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/objek-wisata-banyuwangi-2026-perkuat-seni-dan-budaya-masyarakat">Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/cara-unik-umkm-malang-kenalkan-gamis-bordir-gandeng-petugas-kebersihan-jadi-model-ramadan">Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kecamatan-lumbang-dan-potensi-produksi-madu-yang-dihasilkan">Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antisipasi-pewarna-makanan-berlebih-wali-kota-malang-siapkan-tes-sampel-di-pasar-takjil">Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil</a></li>
</ul>


<p>Dikatakan Rika, bahwa komunitas Jati bersama dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) memberikan advokasi dan juga edukasi kepada para siswa dan guru. Agar, mereka tidak menjauhi para penderita ORDHIV. “Sebetulnya penderita HIV/AIDS itu sama saja, seperti mereka penderita penyakit jantung. Cuma butuh minum obat seumur hidup, dan itu nggak ada bedanya,” tegasnya.</p>



<p>Dijelaskannya, jika penularan penyakit HIV/AIDS, itu disebabkan karena perilaku seks yang tidak aman (bebas), penggunaan jarum suntik bersama, transfusi darah atau bentuk kontak lainnya yang melibatkan cairan tubuh. Bahkan, ORDHIV juga masih bisa mendapatkan vaksinasi.</p>



<p>“ORDHIV ini bisa divaksin, sampai booster tiga masih bisa mendapatkan. Jika melakukan pengobatan, mereka bisa beraktivitas normal, bisa punya anak dengan status HIV negatif. Mereka juga hidup sehat tidak ada masalah. Tidak ada bedanya dengan orang-orang yang sehat,” imbuhnya. <strong>(rsy/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">179228</post-id>	</item>
		<item>
		<title>KSP Moeldoko Ajak Masyarakat Berani Melakukan Tes HIV</title>
		<link>https://memontum.com/ksp-moeldoko-ajak-masyarakat-berani-melakukan-tes-hiv</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Dec 2022 09:29:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[HIV]]></category>
		<category><![CDATA[HIV/ AIDS]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[KSP]]></category>
		<category><![CDATA[moeldoko]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=179184</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jakarta &#8211; Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, mengajak masyarakat untuk berani melakukan tes HIV. Terlebih, saat ini skrining HIV bisa dilakukan secara mandiri dengan Oral Fluid Tes (OFT). Hal itu disampaikan Moeldoko, saat mengecek ketersediaan obat dan layanan untuk HIV di Puskesmas Jatinegara, Kamis (01/12/2022) tadi. Sebagai informasi, cara kerja skrining HIV mandiri dengan OFT [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jakarta</strong> &#8211; Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, mengajak masyarakat untuk berani melakukan tes HIV. Terlebih, saat ini skrining HIV bisa dilakukan secara mandiri dengan Oral Fluid Tes (OFT). Hal itu disampaikan Moeldoko, saat mengecek ketersediaan obat dan layanan untuk HIV di Puskesmas Jatinegara, Kamis (01/12/2022) tadi.</p>



<p>Sebagai informasi, cara kerja skrining HIV mandiri dengan OFT dilakukan dengan metode swab atau usap, yakni dengan memasukkan alat ke bagian dalam mulut dan mengusapkannya pada gusi. Tes cepat HIV ini mampu mendiagnosis infeksi HIV dengan tingkat akurasi 99,3 persen menggunakan cairan mukosa pada gusi (air liur gusi). Hasil tes bisa diketahui dalam waktu 20 hingga 40 menit. “Dengan alat ini, masyarakat bisa melakukan tes HIV dengan mudah, murah, dan sangat terjaga kerahasiaannya,” kata Moeldoko.</p>



<p>Moeldoko mengungkapkan, selama ini salah satu hambatan untuk meningkatkan cakupan tes dan pengobatan adalah ketersedian dan keterjangkauan layanan tes HIV. Belum lagi soal kekhawatiran kurangnya kerahasiaan dan privasi, serta biaya yang harus dikeluarkan oleh pasien.</p>



<p>Hal itu, lanjut dia, menyebabkan penanganan HIV di Indonesia belum bisa dilakukan dengan cepat karena jumlah orang yang mengetahui status HIV-nya masih rendah. “Ini penting, karena setelah mengetahui statusnya maka mereka diharapkan akan segera datang ke layanan untuk mendapatkan pengobatan ARV (Antiretroviral),” ujarnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-malang-rencanakan-bangun-skywalk-di-dua-lokasi-dari-dana-bank-dunia">Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/objek-wisata-banyuwangi-2026-perkuat-seni-dan-budaya-masyarakat">Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/cara-unik-umkm-malang-kenalkan-gamis-bordir-gandeng-petugas-kebersihan-jadi-model-ramadan">Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kecamatan-lumbang-dan-potensi-produksi-madu-yang-dihasilkan">Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antisipasi-pewarna-makanan-berlebih-wali-kota-malang-siapkan-tes-sampel-di-pasar-takjil">Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil</a></li>
</ul>


<p>Masih kata Moeldoko, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan berkomitmen untuk mengeliminasi HIV pada 2030 melalui strategi “Triple 95”. Yaitu, 95 persen ODHIV mengetahui statusnya, 95 persen mendapatkan obat ARV, dan 95 persen yang diobati mengalami supresi virus. Selain itu, imbuh dia, Kemenkes juga telah mencantumkan strategi pengendalian HIV-AIDS dalam bagian Standar Pelayanan Minimum di Fasilitas Layanan Kesehatan. “Saya mengapresiasi kesiapan Puskesmas Jatinegara dalam memberikan layanan HIV. Saya harap layanan ini harus semakin ditingkatkan,” pesan Moeldoko di hadapan petugas Puskesmas.</p>



<p>Pada kesempatan itu, Moeldoko juga mengimbau masyarakat berhenti memberikan stigma negatif dan diskriminasi terhadap ODHIV. Menurutnya, lingkungan yang suportif dan inklusif akan memberikan keamanan dan kenyamanan pada ODHIV, sehingga mereka bisa menjalani terapi tanpa ada tekanan.</p>



<p>Seperti diketahui, 1 Desember diperingati sebagai hari AIDS Sedunia. Tahun ini mengusung tema &#8216;Equalize&#8217; yang menyerukan kesetaraan bagi semua, khususnya perempuan, anak dan remaja.&nbsp;</p>



<p>Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, hingga Juni 2022, orang dengan HIV/AIDS-ODHIVA di seluruh provinsi mencapai 519.158 orang. Dari jumlah itu, sekitar 85 persen berada pada usia produktif antara usia 20 hingga 49 tahun. <strong>(hms/ksp/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">179184</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tiga Ribu Kasus HIV Kota Malang Didominasi Usia Produktif 15 hingga 50 Tahun</title>
		<link>https://memontum.com/tiga-ribu-kasus-hiv-kota-malang-didominasi-usia-produktif-15-hingga-50-tahun</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Sep 2022 11:38:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[HIV]]></category>
		<category><![CDATA[HIV/ AIDS]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=175620</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, mencatat bahwa penyakit Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Kota Malang, hingga saat ini mencapai sekitar tiga ribu kasus. Total jumlah tersebut, didominasi oleh usia produktif, yakni 15 tahun hingga 50 tahun. Kepala Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif, menyampaikan jika penemuan kasus baru HIV perbulan di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, mencatat bahwa penyakit Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Kota Malang, hingga saat ini mencapai sekitar tiga ribu kasus. Total jumlah tersebut, didominasi oleh usia produktif, yakni 15 tahun hingga 50 tahun.</p>



<p>Kepala Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif, menyampaikan jika penemuan kasus baru HIV perbulan di angka 10 hingga 15 kasus. Untuk indikasi mengenai positif HIV, tentu akan dilihat dari prevalensi (faktor tertentu, red).</p>



<p>“Kalau HIV itu berapa prevalensinya, kemudian berapa yang periksa dan setelah terindikasi positif. Kemudian, mereka mengikuti visity (voluntery consultant and testing). Lalu, melakukan pengobatan dan bertahan untuk pengobatan itu,” jelas Husnul saat dikonfirmasi, Rabu (21/09/2022) tadi.</p>



<p>Terkait dengan penemuan kasus penyakit HIV sendiri, tambahnya, itu bermacam-macam. Bisa saja, pemeriksaan dilakukan atas kesadaran diri sendiri, kemudian juga bisa dari inisiatif para tenaga kesehatan (Nakes).</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-malang-rencanakan-bangun-skywalk-di-dua-lokasi-dari-dana-bank-dunia">Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/objek-wisata-banyuwangi-2026-perkuat-seni-dan-budaya-masyarakat">Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/cara-unik-umkm-malang-kenalkan-gamis-bordir-gandeng-petugas-kebersihan-jadi-model-ramadan">Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kecamatan-lumbang-dan-potensi-produksi-madu-yang-dihasilkan">Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antisipasi-pewarna-makanan-berlebih-wali-kota-malang-siapkan-tes-sampel-di-pasar-takjil">Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil</a></li>
</ul>


<p>“Kalau sudah ada pemeriksaan dari Nakes, itu kita lihat dahulu dia masuk resiko atau tidak. Kalau masuk populasi resiko, maka dia akan ditawari untuk menjalankan visity tadi,” katanya.</p>



<p>Beberapa faktor, urainya, bisa memunculkan penyakit HIV tersebut. Karena, yang utama yakni Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL) atau perubahan gaya hidup. Kemudian, heteroseksual, dan karena penggunaan jarum suntik.</p>



<p>“Tapi untuk jarum suntik, itu di nomor sekian. Peringkat pertama, karena LSL itu, kemudian heteroseksual,” lanjutnya.</p>



<p>Untuk penanganan HIV di Kota Malang, saat ini yakni dengan Perawatan Dukungan Pengobatan (PDP). Itu sudah ada di enam Puskesmas yang ada di Kota Malang. Seperti di Puskesmas Dinoyo, Puskesmas Arjuno, Puskesmas Ciptomulyo, Puskesmas Kendal Kerep, Puskesmas Mulyorejo, dan Puskesmas Cisade.</p>



<p>“Kita sudah sediakan PDP di enam Puskesmas, kemudian 10 Puskesmas sudah kita sediakan untuk layanan tesnya,” katanya.</p>



<p>Sebagai informasi, untuk kasus HIV tersebut, di Puskesmas Dinoyo hingga saat ini mencapai 800 kasus. Sedangkan, di Rumah Sakit Umum Daerah Dr Saiful Anwar Malang, kini mencapai 900 kasus. Itu, hampir sama besarnya. Untuk di Rumah Sakit lainnya, catatan penyakit HIV sendiri hanya berkisar 100 hingga 200 kasus saja. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">175620</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Penderita HIV-AIDS di Kota Malang Didominasi Usia Produktif, Wali Kota Tekankan Investarisir, Edukasi dan Literasi</title>
		<link>https://memontum.com/penderita-hiv-aids-di-kota-malang-didominasi-usia-produktif-wali-kota-tekankan-investarisir-edukasi-dan-literasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Dec 2021 05:40:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[HIV]]></category>
		<category><![CDATA[HIV/ AIDS]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=159343</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Untuk menumbuhkan kesadaran terhadap antisipasi AIDS di seluruh dunia yang disebabkan oleh penyebaran virus HIV, per 1 Desember diperingati sebagai Hari AIDS Sedunia. Di Kota Malang sendiri, tercatat pengidap AIDS didominasi oleh usia produktif, 15 sampai 59 tahun. Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Malang, Sutiaji, mengatakan bahwa pihaknya terus berupaya dalam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Untuk menumbuhkan kesadaran terhadap antisipasi AIDS di seluruh dunia yang disebabkan oleh penyebaran virus HIV, per 1 Desember diperingati sebagai Hari AIDS Sedunia. Di Kota Malang sendiri, tercatat pengidap AIDS didominasi oleh usia produktif, 15 sampai 59 tahun. Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Malang, Sutiaji, mengatakan bahwa pihaknya terus berupaya dalam menginventarisir penyebaran yang menurutnya tergolong masif.</p>



<p>&#8220;Peran Pemerintah Kota (Pemkot) tentunya menginventarisir, karena justru HIV penyebarannya yang masif. Jadi suaminya yang terkena, tidak terasa yang menjadi pasif anak dan ibunya,&#8221; terang Wali Kota Sutiaji, Rabu (01/12/2021).</p>



<p>Oleh sebab itu, dirinya meminta kerjasama juga dari pihak masyarakat untuk memiliki kesadaran melaporkan penyakit AIDS agar segera tertangani.</p>



<p>Selain itu, perlunya edukasi dan literasi bagi masyarakat tentang bahaya AIDS.</p>



<p>&#8220;Untuk mitigasi, peran kita menyadarkan, memberikan edukasi serta literasi kepada masyarakat. Tapi kalau mengatasi, menjadi tusi Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB). Diman kita sudah ada kerjasama dengan klinik rehabilitasi, untuk penguatan saudara-saudara kita yang terinveksi virus HIV, sehingga punya motivasi hidup,&#8221; terang Sutiaji.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-malang-rencanakan-bangun-skywalk-di-dua-lokasi-dari-dana-bank-dunia">Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/objek-wisata-banyuwangi-2026-perkuat-seni-dan-budaya-masyarakat">Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/cara-unik-umkm-malang-kenalkan-gamis-bordir-gandeng-petugas-kebersihan-jadi-model-ramadan">Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kecamatan-lumbang-dan-potensi-produksi-madu-yang-dihasilkan">Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antisipasi-pewarna-makanan-berlebih-wali-kota-malang-siapkan-tes-sampel-di-pasar-takjil">Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil</a></li>
</ul>


<p>Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif, menjelaskan bahwa hampir 560 penderita HIV-AIDS yang berobat di Kota Malang. &#8220;Artinya on treatment di Kota Malang, angkanya segitu. Nah yang ber-KTP Kota Malang hanya sekitar 10 persennya, dengan rata-rata usia produktif 15 sampai 59 tahun,&#8221; terang dr Husnul.</p>



<p>Dirinya menerangkan bahwa banyak faktor yang menyebabkan terjangkitnya seseorang ke dalam virus HIV. Namun berdasarkan data yang diperolehnya, selama pandemi Covid-19 tak ada peningkatan kasus HIV yang signifikan. Stagnannya, dijelaskan dr Husnul, dipicu lantaran perubahan perilaku masyarakat yang peduli terhadap protokol kesehatan (Prokes).</p>



<p>&#8220;Kan sudah banyak juga di media informasi tentang Covid-19, jadi masyarakat mulai ada perubahan perilaku pola hidup sehat. Selain memang, ada beberapa faktor lain yang memicu dari pada penularan virus HIV. Seperti seks bebas, maupun penggunaan narkoba dari suntikan,&#8221; bebernya.</p>



<p>Saat ini, pun pihak Dinkes juga terus berusaha untuk mewujudkan three-zero. &#8220;Artinya 3 yang kosong, kosong untuk penderita HIV baru, kemudian juga kosong untuk stigma serta diskriminasi, dan yang ketiga adalah zero untuk meninggal karena HIV. Sehingga untuk mengupayakan itu, kami ada kegiatan evaluasi di dalam pencegahan dan penanganan HIV-AIDS. Yaitu dengan melibatkan 1 Faskes, 16 Puskesmas, dan 10 Rumah Sakit di Kota Malang. Kemudian kita juga melibatkan Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) yang mengampu beberapa kelompok yang rentan terhadap virus HIV,&#8221; terangnya.</p>



<p>Dalam hal treatment, Dinkes Kota Malang disupport oleh Kementrian Kesehatan (Kemenkes) untuk pasokan obat-obatan. &#8220;Obat kita disupport penuh oleh Kemenkes, sehingga jumlahnya memang berdasarkan banyaknya penderita HIV yang diobati on treatment di Kota Malang. Nah itu biasanya diberi space 3 bulan kedepan,&#8221; terangnya. <strong>(hms/mus/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159343</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sutiaji Berharap Pemuda Kota Malang Makin Sadar Bahaya Narkoba dan HIV/Aids</title>
		<link>https://memontum.com/sutiaji-berharap-pemuda-kota-malang-makin-sadar-bahaya-narkoba-dan-hiv-aids</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Feb 2020 11:11:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[HIV/ AIDS]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/106626-sutiaji-berharap-pemuda-kota-malang-makin-sadar-bahaya-narkoba-dan-hiv-aids</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dihadapan lebih dari 100 pemuda, Walikota Malang Sutiaji mengingatkan kota Malang menjadi bagian dari 3 (tiga) kota besar bersama Jakarta dan Bandung sebagai kota yang rawan narkoba. Penegasan Walikota Sutiaji diutarakan saat membuka acara sosialisasi penyadaran pemuda terhadap bahaya narkoba dan HIV/Aids yang dihelat Dinas Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dihadapan lebih dari 100 pemuda, Walikota Malang Sutiaji mengingatkan kota Malang menjadi bagian dari 3 (tiga) kota besar bersama Jakarta dan Bandung sebagai kota yang rawan narkoba. Penegasan Walikota Sutiaji diutarakan saat membuka acara sosialisasi penyadaran pemuda terhadap bahaya narkoba dan HIV/Aids yang dihelat Dinas Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) di ruangan Pinus Hotel Savana (19/2/2020).</p>
<p>Dari laporan yang disampaikan Kadisporapar Ida Ayu Wahyuni selaku penyelenggara giat, terungkap di periode 2017 &#8211; 2019 tercatat 74 kasus narkoba yang menyasar kelompok usia 17 &#8211; 35 tahun (polresta, red), tercatat 93 kasus HIV/Aids yang menyasar kelompok usia 15 &#8211; 24 tahun di tahun 2019 (Dinkes, red) dan 25 kasus narkoba di 2019 yang masuk di BNN malang.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-106627" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200219-WA0124-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200219-WA0124-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200219-WA0124-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200219-WA0124-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200219-WA0124-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Menurut Ustadz Sutiaji, demikian Walikota Malang juga biasa disapa warganya, menegaskan pola hidup dan gaya hidup yg akan menghancurkan generasi muda. Ini yang akan menggerus potensi bonus demografi dan yang tidak menghendaki Indonesia maju. Salah satu bentuknya melalui narkoba.</p>
<p>&#8220;Dan yang disasar sangatlah memprihatinkan, usia 12 &#8211; 16 kini menjadi usia rawan yang ditarget mereka,&#8221; ungkap Sutiaji penuh prihatin.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa sebagai generasi muda harapan bangsa; pemuda di Kota Malang juga dituntut untuk berperan aktif dalam mensukseskan pembangunan. Dan untuk itu semua, pemuda di Kota Malang harus bebas dari narkoba dan HIV/Aids agar dapat berkarya serta berinovasi demi kemajuan bangsa.</p>
<p>Sementara itu, Ida Ayu Made Wahyuni, Kadisporapar Kota Malang menjelaskan bahwa tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk memberikan sosialisasi tentang bahaya narkoba dan HIV/Aids bagi generasi muda Kota Malang sebagai upaya preventif sehingga para pemuda dapat terus berkiprah menjadi SDM unggul untuk menggapai Indonesia Maju. <strong>(*/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">106626</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
