<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Iklim Global &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/iklim-global/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 29 Aug 2022 08:53:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Iklim Global &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Atasi Perubahan Iklim, Dinas Pertanian Jombang Gelar Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan</title>
		<link>https://memontum.com/atasi-perubahan-iklim-dinas-pertanian-jombang-gelar-gerakan-pengendalian-organisme-pengganggu-tumbuhan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Aug 2022 08:53:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Iklim Global]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Perubahan Iklim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=174450</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jombang &#8211; Dinas Pertanian Kabupaten Jombang melalui petugas pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (POPT) melakukan Gerakan Pengendalian OPT wereng batang coklat di lahan milik Kelompok Tani Desa Jombok, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Senin (29/08/2022) tadi. Koordinator POPT Kabupaten Jombang, Sutami, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka pengamanan produksi gabah pada musim kemarau 2022. Karena, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jombang</strong> &#8211; Dinas Pertanian Kabupaten Jombang melalui petugas pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (POPT) melakukan Gerakan Pengendalian OPT wereng batang coklat di lahan milik Kelompok Tani Desa Jombok, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Senin (29/08/2022) tadi.</p>



<p>Koordinator POPT Kabupaten Jombang, Sutami, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka pengamanan produksi gabah pada musim kemarau 2022. Karena, dampak dari perubahan iklim tahun 2022, tergolong iklim basah atau lanina yang berdampak pada perubahan agroekosistem, sekaligus mempengaruhi perkembangan OPT.</p>



<p>&#8220;Dalam penanggulangan serangan OPT tanaman pangan, utamanya tanaman padi, Dinas Pertanian Kabupaten Jombang telah melakukan upaya gerakan pengendalian OPT, khususnya wereng batang coklat. Di mana, pelaksanaan ini dilakukan secara serentak di beberapa kecamatan,&#8221; paparnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/sasar-224-pemudik-dishub-kota-malang-tambah-kuota-mudik-gratis-jadi-enam-bus">Sasar 224 Pemudik, Dishub Kota Malang Tambah Kuota Mudik Gratis Jadi Enam Bus</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/musrenbang-rkpd-2027-bupati-ipuk-sebut-fokus-penguatan-sdm-ekonomi-berbasis-hirilisasi-dan-pariwisata">Musrenbang RKPD 2027, Bupati Ipuk Sebut Fokus Penguatan SDM, Ekonomi Berbasis Hirilisasi dan Pariwisata</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-malang-pastikan-sanksi-tegas-untuk-sppg-yang-langgar-sop">Wali Kota Malang Pastikan Sanksi Tegas untuk SPPG yang Langgar SOP</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/diduga-korupsi-pengadaan-jasa-outsourcing-kpk-tetapkan-bupati-pekalongan-sebagai-tersangka">Diduga Korupsi Pengadaan Jasa Outsourcing, KPK Tetapkan Bupati Pekalongan sebagai Tersangka</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/terdakwa-dugaan-penggelapan-emas-rp-33-miliar-minta-diskon-hukuman">Terdakwa Dugaan Penggelapan Emas Rp 3,3 Miliar Minta &#8216;Diskon&#8217; Hukuman</a></li>
</ul>


<p>Kegiatan gerakan pengendalian OPT wereng batang coklat, tambahnya, melibatkan seluruh anggota kelompok tani yang di koordinir oleh Ketua Kelompok Tani, PPL serta POPT dengan bantuan sarana pengendalian insektisida dari Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, maupun Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur.</p>



<p>Gerakan pengendalian OPT, terangnya, dilaksanakan pada daerah yang dicurigai sebagai sumber serangan. Sehingga, dengan dilakukan gerakan pengendalian OPT sedini mungkin, maka diharapkan OPT tidak menyebar.</p>



<p>&#8220;Semoga dengan terkendalinya OPT pada tanaman padi, membuat program ketahanan pangan dapat tercapai,&#8221; ungkapnya. <strong>(azl/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">174450</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Indonesia Dukung Kolaborasi Aksi Nyata Hadapi Dampak Perubahan Iklim</title>
		<link>https://memontum.com/indonesia-dukung-kolaborasi-aksi-nyata-hadapi-dampak-perubahan-iklim</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Apr 2021 14:56:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Iklim Global]]></category>
		<category><![CDATA[memontum]]></category>
		<category><![CDATA[Perubahan Iklim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=141095</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jakarta &#8211; Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut B Pandjaitan, turut inisiatif Pemerintah Indonesia dalam menghadapi dampak perubahan iklim. Dalam penyampaikan beberapa paparan nasional, Menko Luhut menegaskan Indonesia memprioritaskan perubahan iklim dan mendukung negara berkembang untuk mencapai ambisi iklim global dalam G20 di tahun 2022 dan ASEAN di tahun 2023, yang akan diselenggarakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p></p>



<p><strong>Memontum Jakarta</strong> &#8211; Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut B Pandjaitan, turut inisiatif Pemerintah Indonesia dalam menghadapi dampak perubahan iklim. Dalam penyampaikan beberapa paparan nasional, Menko Luhut menegaskan Indonesia memprioritaskan perubahan iklim dan mendukung negara berkembang untuk mencapai ambisi iklim global dalam G20 di tahun 2022 dan ASEAN di tahun 2023, yang akan diselenggarakan di Indonesia.</p>



<p>“Kami berharap, ke depannya akan tercipta berbagai kolaborasi, dengan pihak AS terkait aksi nyata bagi iklim global dan negara-negara G20 serta ASEAN lainnya untuk mencapai tujuan bersama ini,” ucapnya dalam Leaders Summit on Climate (LSC) yang berlangsung virtual dari Jakarta, Jumat (23/04) tadi.</p>



<p>LSC sebagai wahana diskusi, juga menjadi tempat persiapan menuju konferensi PBB Perubahan Iklim (COP 26), pada bulan November 2021 mendatang di Glasgow. Dalam pertemuan itu, Presiden RI, Joko Widodo, hadir didampingi Menko Luhut B Pandjaitan, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Menteri Keuangan dan Menteri ESDM.</p>



<p>Dunia tengah menghadapi perubahan iklim yang ekstrim, dimana emisi gas rumah kaca (GRK) begitu tinggi dan menciptakan dampak iklim di berbagai negara-negara di dunia. Guna menghadapi hal tersebut, Amerika Serikat mengadakan Leaders Summit on Climate (LSC) dengan mengundang 40 pemimpin negara termasuk Indonesia secara virtual pada 22 sampai 23 April 2021 untuk berdiskusi bersama demi menciptakan terobosan nyata untuk mengatasi permasalahan itu.</p>



<p>Pertemuan yang berlangsung selama dua hari tersebut, diharapkan akan mampu memberikan solusi nyata bagi perubahan iklim yang tengah melanda. Menurut Menko Luhut, Indonesia memiliki area perhutanan seluas 94.1 juta hektar atau 50.1 persen dari total luas daratan yang ada.</p>



<p>“Sektor kehutanan memberikan kontribusi 17,2 persen dari 29 persen target NDC kami,” buka Menko Luhut. Menurutnya, Indonesia telah mengambil beberapa langkah perbaikan untuk mengurangi emisi dari deforestasi dan telah berusaha meningkatkan stok karbon melalui sejumlah aksi rehabilitasi hutan dan lahan,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Baca Juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/diduga-korupsi-pengadaan-jasa-outsourcing-kpk-tetapkan-bupati-pekalongan-sebagai-tersangka">Diduga Korupsi Pengadaan Jasa Outsourcing, KPK Tetapkan Bupati Pekalongan sebagai Tersangka</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-pekalongan-dua-periode-terjaring-ott-kpk">Bupati Pekalongan Dua Periode Terjaring OTT KPK</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tinjau-progres-pembangunan-knmp-lateng-banyuwangi-menteri-kkp-beri-bantuan-dan-janjikan-kapal">Tinjau Progres Pembangunan KNMP Lateng Banyuwangi, Menteri KKP Beri Bantuan dan Janjikan Kapal</a></li>
</ul>


<p>Menko Marves menjelaskan, laju deforestasi Indonesia telah menurun tajam dalam beberapa periode terakhir, dan pada tahun 2020 penurunannya mencapai 75 persen. Indonesia juga telah melakukan berbagai aksi untuk mengurangi kebakaran hutan dan lahan.</p>



<p>Bahkan Pemerintah Indonesia, juga menerapkan strategi yang juga melibatkan berbagai komunitas masyarakat ini telah melatih 12.994 orang untuk menjadi Brigade Pemadam Kebakaran Hutan untuk mengontrol dan menghilangkan berbagai titik api dan kebakaran.</p>



<p>“Indonesia menyimpan hampir 17 persen total karbon biru, dimana angka ini tidak dapat dianggap sebelah mata. Terus ditingkatkan, program rehabilitasi hutan mangrove terus digencarkan di berbagai daerah di Indonesia. Dengan total luas 3,31 juta area hutan mangrove, program ini tidak hanya memiliki dampak ekonomi tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat,&#8221; jelas Menko Marves.</p>



<p>Selain tindakan mitigasi kebakaran hutan dan lahan, serta program rehabilitasi mangrove, Indonesia juga secara aktif terus membangun program Food Estate yang memanfaatkan teknologi hijau dan mengaplikasikan teknologi agrikultur terbaru untuk mengurangi limbah pertanian, penggunaan pupuk yang berlebihan, serta berbagai ancaman lainnya.</p>



<p>“Program ini menghasilkan berbagai peluang pekerjaan, meningkatkan pendapatan masyarakat dan menciptakan pembangunan daerah pedesaan. Dua wilayah Food Estate yang sedang di kembangkan, yaitu Kalimantan Tengah dan Sumatera Utara telah memperlihatkan berbagai dampak baiknya bagi masyarakat sekitar,&#8221; ungkap Menko Luhut. <strong>(hms/kom/aye/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">141095</post-id>	</item>
		<item>
		<title>API SIWA, Solusi Atasi Emisi CO2 dan Iklim Global Indonesia</title>
		<link>https://memontum.com/api-siwa-solusi-atasi-emisi-co2-dan-iklim-global-indonesia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Jul 2019 06:32:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[API SIWA]]></category>
		<category><![CDATA[Iklim Global]]></category>
		<category><![CDATA[Solusi]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Brawijaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/87303-api-siwa-solusi-atasi-emisi-co2-dan-iklim-global-indonesia</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Indonesia menempati urutan ke- 4 di Asia sebagai negara penyumbang emisi gas CO2 terbesar. Diperkirakan pada tahun 2030, emisi total gas rumah kaca di Indonesia mencapai angka 1.563 juta ton CO2 (Suryani, 2016). Sementara, disisi lain Indonesia berada pada garis khatulistiwa, dimana memiliki keunggulan berupa potensi energi surya yang melimpah. Menyadari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Indonesia menempati urutan ke- 4 di Asia sebagai negara penyumbang emisi gas CO2 terbesar. Diperkirakan pada tahun 2030, emisi total gas rumah kaca di Indonesia mencapai angka 1.563 juta ton CO2 (Suryani, 2016). Sementara, disisi lain Indonesia berada pada garis khatulistiwa, dimana memiliki keunggulan berupa potensi energi surya yang melimpah.</p>
<p>Menyadari potensi tersebut, lima mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) memanfaatkan peluang dengan memanfaatkannya menjadi energi listrik. Tim ini mengombinasikannya dengan zeolite alam Indonesia (adsorbent gas CO2) melalui terobosan baru yang disebut dengan API-SIWA (Air Pollution Information System Integrated with Air Filtering, Internet of Things, and Renewable Energy).</p>
<p><div id="attachment_87304" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-87304" decoding="async" class="size-full wp-image-87304" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG_20190704_120516-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="Komponen utama API-SIWA, dapat termonitor melalui aplikasi di Android dan laptop. (rhd)" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG_20190704_120516-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG_20190704_120516-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG_20190704_120516-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG_20190704_120516-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG_20190704_120516-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-87304" class="wp-caption-text"><strong>Komponen utama API-SIWA, dapat termonitor melalui aplikasi di Android dan laptop. (rhd)</strong></p></div></p>
<p>&#8220;API-SIWA akan memantau kondisi tingkat CO2 di lingkungan sekitarnya. Jika kadar karbon dioksida yang dideteksi melebihi 600 ppm (batas normal kadar CO2 di lingkungan), maka relai akan menyala. Saat itulah proses filtering terjadi dan kipas penghisap akan menangkap gas CO2, sehingga gas yang tersisa untuk dihembuskan hanyalah oksigen saja,&#8221; jelas Naila El Arisie, jubir tim kepada Memo X.</p>
<p>Naila menambahkan, API-SIWA mampu memonitoring kondisi CO2 di lingkungan sekitarnya secara real time, dan melakukan proses filtrasi untuk mengurangi tingkat CO2.</p>
<p>&#8220;Selain menampilkan kondisi CO2 realtime, Informasi terkait dampak kesehatan yang diakibatkan oleh kadar CO2 juga telah tertera di aplikasi Android API-SIWA,&#8221; tambah Naila, mewakili tim API-SIWA, yang beranggotakan I Wayan Angga Jayadiyuda (FT 2016), Muhammad Khuzain (FT 2016), Hafidh Hidayat (FT 2016), Naila El Arisie (FT 2016), dan Allysa Apsarini Shahfah (FILKOM 2016).</p>
<p>API-SIWA cocok ditempatkan di lingkungan padat penduduk dan daerah industri. Saat di kawasan industri, zeolite harus lebih banyak agar berfungsi maksimal untuk menyerap CO2, dimana API-SIWA mampu menyerap polusi hingga radius lebih 1 kilometer.</p>
<p>&#8220;Bahan zeolite di kawasan industri harus lebih banyak agar serapannya bisa maksimal. Untuk sumber daya energi, kami menggunakan solar Cell, agar bebas polusi dan tidak repot tambah daya lainnya,&#8221; jelas Ketua Tim, I Wayan Angga Jayadiyuda.</p>
<p>Dibawah bimbingan Ir. Nurussa’adah, MT, tim ini berhasil meraih Silver Medal pada ajang Japan Design, Idea, and Invention Expo 2019 yang diselenggarakan oleh WIIPA/World Invention Intellectual Property Associations dan Chizal Corporation, di Tokyo Bay Ariake Hotel, Jepang, pada tanggal 15-17 Juni 2019 lalu. “Dengan adanya temuan ini diharapkan dapat menyelesaikan masalah polusi udara, mencegah perubahan iklim global, serta meningkatkan tingkat kesehatan masyarakat,” harap Angga. <strong>(adn/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">87303</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
