<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Isu Kiamat Merebak di Kota Batu &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/isu-kiamat-merebak-di-kota-batu/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 17 Apr 2021 10:15:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Isu Kiamat Merebak di Kota Batu &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Minggu Pertama Ramadhan, Kunjungan Wisata di Kota Batu Menurun</title>
		<link>https://memontum.com/minggu-pertama-ramadhan-kunjungan-wisata-di-kota-batu-menurun</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Apr 2021 10:15:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Isu Kiamat Merebak di Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Kunjungan Wisatawan ke Pantai di Situbondo Menurun]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=140299</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Belum genap sepekan puasa, namun dampak kunjungan wisata ke Kota Batu turun sangat drastis. Salah satunya Taman Rekreasi Selecta. Hal itu terlihat saat memontum.com memantau langsung aktivitas pada Taman Rekreasi tinggalan masa kolonial Belanda tersebut, Sabtu (17/04). Direktur Selecta, Sujud Hariadi, saat ditemui membenarkan keadaan saat ini, bahkan kepada memontum.com, Sujud [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Belum genap sepekan puasa, namun dampak kunjungan wisata ke Kota Batu turun sangat drastis. Salah satunya Taman Rekreasi Selecta. Hal itu terlihat saat memontum.com memantau langsung aktivitas pada Taman Rekreasi tinggalan masa kolonial Belanda tersebut, Sabtu (17/04).</p>



<p>Direktur Selecta, Sujud Hariadi, saat ditemui membenarkan keadaan saat ini, bahkan kepada memontum.com, Sujud juga menjelaskan keadaan hotelnya pula.</p>



<p>&#8220;Tetap harus kita sukuri meski dalam kondisi di Bulan Ramadhan seperti saat ini, memang tingkat kunjungan masih sepi ditambah kondisi Pandemi Covid-19 yang juga belum berakhir,&#8221; terang Sujud.</p>



<p>Kunjungan selama Ramadhan ini weekday masih kisaran 50 sampai dengan 100 wisatawan per hari, weekend mudah-mudahan bisa diatas 100,&#8221; ujar Sujud.</p>



<p><strong>Baca Juga:</strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tiga-kepala-daerah-malang-raya-komitmen-sinergi-pembangunan-transportasi-berbasis-kawasan">Tiga Kepala Daerah Malang Raya Komitmen Sinergi Pembangunan Transportasi Berbasis Kawasan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/sukses-taklukan-gunung-bokong-siswa-sdn-ngaglik-1-batu-bakal-taklukkan-gunung-buthak">Sukses Taklukan Gunung Bokong, Siswa SDN Ngaglik 1 Batu Bakal Taklukkan Gunung Buthak</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kawal-gugatan-sengketa-tanah-lapangan-desa-puluhan-warga-sumberejo-kota-batu-datangi-pn">Kawal Gugatan Sengketa Tanah Lapangan Desa, Puluhan Warga Sumberejo Kota Batu Datangi PN</a></li>
</ul>


<p>Menurut dia, wisatawan yang datang ke Selecta belakangan ini didominasi wisatawan lokal dan asal Jawa Timur dan sekitar 50 persen dari Surabaya. Sedangkan untuk lebaran nanti, Selecta tidak berharap dari kota-kota besar lainnya sebab ada himbauan untuk tidak mudik.</p>



<p>“Bandung Raya, Solo Raya, Semarang Raya dan Jakarta sudah dipastikan tidak boleh keluar apalagi ke Jawa Timur. Sedangkan Surabaya Raya, seperti Surabaya, Mojokerto, Sidoarjo, Gresik juga tidak bisa mudik. Kalau benar demikian dan gak ada yang datang ke Batu, wassalam sudah kunjungan wisata ke Selecta,” keluh Sujud.</p>



<p>Diperkirakan rendahnya kunjungan wisatawan itu akibat belum terbentuknya herd Immunity dikarenakan Vaksin Covid masih belum terlaksana secara menyeluruh.</p>



<p>“Memang masih pandemi dan vaksin belum tersebar. Harapannya vaksin Covid sudah tersebar minimal setengah penduduk dan herd immunity terbentuk sehingga masyarakat tidak ragu dan takut lagi untuk berwisata,” tambahnya.</p>



<p>Sedangkan saat disinggung tentang persiapan Selecta untuk menghadapi lebaran, pria yang juga ketua PHRI Kota Batu ini menyampaikan bahwa tidak ada kegiatan atau promosi untuk mendongkrak tingkat kunjungan (occupancy), namun kegiatan pemeliharaan serta fasilitas baik untuk taman rekreasi maupun hotel selalu rutin dilaksanakan guna menjamin kenyamanan pengunjung. <strong>(bir/pin/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">140299</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Isu Kiamat Merebak di Kasembon</title>
		<link>https://memontum.com/isu-kiamat-merebak-di-kota-batu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Mar 2019 08:58:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Isu Kiamat Merebak di Kota Batu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=81050</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Batu&#8212;Polres Batu bergerak cepat dengan memberikan klarifikasi terhadap isu miring yang tersebar di kalangan masyarakat terkait dengan menyebarnya berita hoax, tentang akan terjadinya kiamat dan bahwa pondok pesantren Miftahul Falahil Muftadi-in memerintahkan jamaahnya untuk menjual aset guna kepentingan pondok. Bertempat di lobby Mapolres Batu jalan Katjoeng Permadi acara dimulai jam 17.30 wib, Rabu (14/3/2019). [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Batu&#8212;</strong>Polres Batu bergerak cepat dengan memberikan klarifikasi terhadap isu miring yang tersebar di kalangan masyarakat terkait dengan menyebarnya berita hoax, tentang akan terjadinya kiamat dan bahwa pondok pesantren Miftahul Falahil Muftadi-in memerintahkan jamaahnya untuk menjual aset guna kepentingan pondok. Bertempat di lobby Mapolres Batu jalan Katjoeng Permadi acara dimulai jam 17.30 wib, Rabu (14/3/2019).</p>
<p>Kapolres Batu AKBP, Budi Hermanto, S. I.k,MSi, dalam press rilis-nya menjelaskan bahwa, dengan adanya berita yang telah tersebar melalui medsos, terhadap salah satu pondok pesantren yang ada di Kasembon, jajarannya segera mengambil tindakan melakukan tabayyun dengan beberapa pihak, Muspika setempat serta tokoh NU dan MUI. &#8220;Hari ini saya sengaja mengundang Gus Romli pengasuh pondok pesantren Miftahul Falahil &#8211; Muftadi -in dan pihak MUI Kabupaten Malang serta ketua Ansor. Hal ini perlu kami lakukan karena berita yang menjadi viral tersebut dapat berdampak negatif terhadap pondok pesantren Miftahul Falahil Muftadi-in yang beralamat di dusun Pulosari Desa Sukosari Kecamatan Kasembon Kabupaten Malang,&#8221; ujar Budi Hermawan (Buher).</p>
<p>Hal ini bermula saat Gus Romli menyampaikan pada para jama&#8217;ah thariqah akmaliyah sholihiyah perihal tanda hari akhir /kiamat. Bukan hanya itu, ada pula isu yang menyatakan jamaah yang mengikutinya diminta membeli foto Gus Romli seharga Rp1 juta dan meminta jamaahnya untuk menjual semua aset yang dimiliki untuk diserahkan ke Pondoknya sebagai bekal di akhirat.</p>
<p>Gus Romli juga menampik pihaknya menyampaikan fatwa akan terjadi kemarau panjang selama tiga tahun berturut-turut. Mulai tahun ini dan kemudian jamaahnya diminta menyetorkan gabah 5 kuintal kepada pondok. Bahkan ada isu mengenai pengakuan santri kelas 5 SD, diminta memotong tangan adiknya untuk dimakan bila pakceklik tersebut benar terjadi.</p>
<p>“Mengenai hal tersebut disini kami mengklarifikasi bahwa semua isu tersebut adalah hoax atau berita bohong belaka,” ujar Gus Romli yang juga merupakan ketua Jamaah Salawat Thariqah Akmaliyah Sholihiyah (Musa As) ini. Gus Romli menjelaskan, sebenarnya mengenai akan terjadinya kiamat dan huru hara setelah ramadhan atau bahkan akan terjadi kiamat menjelang pilpres atau setelah pilpres itu adalah hoax semua. Kalau sebelumnya, dirinya mengaku memang pernah menjelaskan.</p>
<p>Jika salah satu tanda kiamat berupa meteor itu datang, maka dunia akan terjadi huru hara dan kemarau selama 3 tahun dan itu semua ada hadist yang menjelaskannya. “Jadi sebenarnya di pondok kami ada program triwulan yang dilaksanakan menjelang Ramadhan. Ini untuk menyongsong terjadinya meteor yang merupakan salah satu dari 10 tanda besar kiamat tersebut. Dan program ini sudah berjalan 3 tahun,&#8221; kata Gus Romli</p>
<p>&#8220;Untuk menyongsong tanda kiamat tersebut benar terjadi, menurut hadist dijelaskan harus menyiapkan setiap kepala setidaknya perbekalan yang cukup untuk 1 tahun. Kalau tidak terjadi, maka setelah Ramadhan persiapan tersebut bisa dibawa pulang kembali,”jelasnya kepada awak media. Saat ditanya mengenai kerugian apa yang terjadi atas hoax ini, Gus Romli mengungkapkan bahwa sebagian santrinya banyak yang diboyong pulang oleh orang tuanya, bahkan ada santri yang tidak mau pulang sampai di pukuli.</p>
<p>Sementara itu Ibnu Mukti, perwakilan dari MUI Kabupaten Malang mengatakan bahwa pondok pesantren Miftahul Falahil Muftadi-in adalah pondok yang tidak menyimpang ajarannya seperti isu yang beredar. &#8220;Pondok pesantren Miftahul Falahil Muftadi-in tidak beraviliasi pada HTI atau paham radikal tetapi sesuai dengan ajaran NU, &#8221; begitu pungkasnya. (bir/yan)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">81050</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
