<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>jagal &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/jagal/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 24 Mar 2022 10:35:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>jagal &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Aktivis Animals Hope Shelter Laporkan Dugaan Tempat Jagal Anjing ke Polres Blitar</title>
		<link>https://memontum.com/aktivis-animals-hope-shelter-laporkan-dugaan-tempat-jagal-anjing-ke-polres-blitar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Mar 2022 10:34:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[blitar]]></category>
		<category><![CDATA[jagal]]></category>
		<category><![CDATA[polres blitar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=166261</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Blitar &#8211; Komunitas pecinta hewan melaporkan adanya temuan dugaan tempat jagal anjing di Desa Sidomulyo, Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar. Sebuah rumah di Desa Sidomulyo, diduga menjadi eksekusi atau tempat penjagalan anjing dan dilaporkan ke Polres Blitar. Keberadaan tempat tersebut, diungkapkan oleh aktivis dari Animals Hope Shelter. Saat mereka mendatangi lokasi, diketahui ada puluhan ekor [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Blitar</strong> &#8211; Komunitas pecinta hewan melaporkan adanya temuan dugaan tempat jagal anjing di Desa Sidomulyo, Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar. Sebuah rumah di Desa Sidomulyo, diduga menjadi eksekusi atau tempat penjagalan anjing dan dilaporkan ke Polres Blitar.</p>



<p>Keberadaan tempat tersebut, diungkapkan oleh aktivis dari Animals Hope Shelter. Saat mereka mendatangi lokasi, diketahui ada puluhan ekor anjing yang kondisinya memprihatinkan. Anjing-anjing tersebut, dikurung dan diperlakukan tidak wajar. Saat ini, kasus tersebut masih didalami Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Blitar.</p>



<p>Kasatreskrim Polres Blitar, AKP Tika Pusvita, membenarkan adanya laporan terkait jagal anjing dari komunitas pecinta hewan. Laporan tersebut, diterima Rabu, 23 Maret 2022 malam. &#8220;Benar, ada laporan terkait pemotongan hewan anjing. Baru dilaporkan ke Polres tadi (Rabu, red) malam,&#8221; kata AKP Tika Pusvita, Kamis (24/03/2022).</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-dan-dprd-kota-malang-jemput-dukungan-pusat-untuk-penanganan-pasar-besar">Pemkot dan DPRD Kota Malang Jemput Dukungan Pusat untuk Penanganan Pasar Besar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-pastikan-pembangunan-kkdmp-berjalan-tertib-dan-memiliki-kepastian-hukum">Bupati Lumajang Pastikan Pembangunan KKDMP Berjalan Tertib dan Memiliki Kepastian Hukum</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bahas-masalah-incenerator-waste-to-energy-bupati-malang-audensi-bersama-rektor-universitas-brawijaya">Bahas Masalah Incenerator Waste To Energy, Bupati Malang Audensi bersama Rektor Universitas Brawijaya</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/peringatan-nuzulul-quran-sekda-kabupaten-malang-ingatkan-pentingnya-pembangunan-spiritual-masyarakat">Peringatan Nuzulul Quran, Sekda Kabupaten Malang Ingatkan Pentingnya Pembangunan Spiritual Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/masuki-pertengahan-ramadan-kiriman-uang-pmi-via-kantor-pos-malang-turun-rp-18-miliar">Masuki Pertengahan Ramadan, Kiriman Uang PMI via Kantor Pos Malang Turun Rp 1,8 Miliar</a></li>
</ul>


<p>Lebih lanjut AKP Tika menjelaskan, pihaknya masih melakukan pendalaman. Apakah ada unsur pidana atau tidak, dari temuan jagal anjing tersebut, dengan&nbsp; memeriksa pemilik jagal anjing. &#8220;Kita masih dalami, ada unsur pidana apa tidak. Untuk saksi sudah kami periksa dan ada beberapa ekor anjing yang kita amankan,&#8221; terangnya.</p>



<p>Seperti dilansir dari video akun instagram @ahsforindonesia, terlihat ada delapan anjing dikerangkeng. Satu diantaranya, sengaja diikat mulutnya&nbsp; dengan tali rafia dan badannya dibungkus dengan karung.</p>



<p>Selain delapan anjing dalam kerangkeng, ada juga puluhan anjing yang ditempatkan di dalam satu ruangan terkunci dan tertutup rapat. Tak berhenti sampai di situ, ada enam ekor anjing yang kondisinya sudah mati terpotong-potong disimpan di dalam lemari pendingin.</p>



<p>Aktivis yang mendatangi rumah jagal anjing, Kristian Adi Wibowo, tersebut kemudian melaporkan temuan atau kejadian ini ke Polres Blitar. &#8220;Ada 32 ekor anjing. Kita membuat laporan resminya di Polres Blitar,&#8221; katanya seperti dikutip dari video yang diunggah di akun instagram @ahsforindonesia tersebut. <strong>(jar/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">166261</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jagal Sadis,  Sugeng Dipindah ke Lapas Lowokwaru</title>
		<link>https://memontum.com/jagal-sadis-sugeng-dipindah-ke-lapas-lowokwaru</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Sep 2019 01:42:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[jagal]]></category>
		<category><![CDATA[Lapas Lowokwaru]]></category>
		<category><![CDATA[pembunuhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/92567-jagal-sadis-sugeng-dipindah-ke-lapas-lowokwaru</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Masih ingat dengan kasus pembunuhan dan mutilasi, yang dilakukan Sugeng Santoso (49) warga warga Jodipan Gang III, Kota Malang, kini berkasnya sudah Tahap II yakni pelimpahan tersangka dan barang bukti dari Polres Malang Kota ke Kejaksaan Negeri Kota Malang, Kamis (12/9/2019) siang. Wajah Sugeng terlihat cukup dingin dan tidak terlihat adanya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Masih ingat dengan kasus pembunuhan dan mutilasi, yang dilakukan Sugeng Santoso (49) warga warga Jodipan Gang III, Kota Malang, kini berkasnya sudah Tahap II yakni pelimpahan tersangka dan barang bukti dari Polres Malang Kota ke Kejaksaan Negeri Kota Malang, Kamis (12/9/2019) siang.</p>
<p>Wajah Sugeng terlihat cukup dingin dan tidak terlihat adanya penyesalan saat diperiksa oleh petugas Kejaksaan. Dia bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan dengan cukup tenang. Bahkan bisa bilang kalau Sugeng lebih banyak bicara. Dia bersikukuh tidak mengenali korbannya. Dia mengaku kalau korban adalah warga asal Maluku. Meskipun sampai saat ini, identitas korban belum diketahui.</p>
<p>Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Kota Malang, Wahyu Hidayatullah mengatakan bahwa Sugeng cukup kooperatif saat diperiksa di Pidum Kejaksaan Negeri Kota Malang.</p>
<p>&#8220;Tahap II pelimpahan tersangka dan barang bukti. Sugeng cukup kooperatif dan mengakui perbuatannya. Dia normal dan tidak terlihat ada gangguan kejiwaan. Akan kami lakukan penahanan selama 20 hari. Jika dirasa sudah cukup, akan kami limpahkan ke pengadilan,&#8221; ujar Wahyu.</p>
<p>Saat hendakndi bawa ke Lapas Lowokwaru, Sugeng juga terlihat cukup tenang. Dia sama sekali tidak menghiraukan walaupun beberapa wartawan melakukan pemotretan. Dia sama sekali tidak menjawab pertanyaan wartawan dan memilik langsung masuk mobil tahanan kejaksaan.</p>
<p>Seperti yang diberitakan sebelumnya, mayat perempuan korban pembunuhan ditemukan di lantai 2 Pasar Besar Kota Malang Jl Pasar Besar, Kota Malang, Selasa (14/5/2019) pukul 13.30. Sepasang kaki dan sepasang tangan ditemukan di bawah tangga, badan ditemukan di kamar mandi dan kepala ditemukan dalam bungkus kresek hitam di bawah tangga.</p>
<p>Petugas Polsekta Klojen dan Polres Malang Kota terus melakukan penyelidikan dan membawa potongan tubuh korban ke kamar mayat RSSA Malang.Kondisi Mrs X belum bisa dikenali dikarenakan kondisinya sudah membusuk. Diperkirakan umur wanita tersebut kisaran 30 tahun.</p>
<p>Informasi Memontum.com menyebutkan bahwa lokasi kejadian lantai 2 Pasar Besar Kota Malang adalah bekas bangunan Matahari Plaza. Sejak Matahari Plaza berpindah, lokasi tersebut tidak terawat dan tampak kotor. Petugas Polres Malang Kota akhirnya berhasil menangkap pelaku mutilasi Pasar Besar, pada Rabu (15/5/2019) sore. Pelaku bernama Sugeng (49) warga Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.</p>
<p>Dia ditangkap saat sedang tiduran di depan area Persemayaman Panca Budi Jl Laksamana Martadinata. Kepada petugas, Sugeng sempat berbohong kalau korban sudah terlebih dahulu meninggal baru 3 hari kemudian dimutilasi atas bisikan-bisikan gaib.</p>
<p>Tersangka pembunuhan dan mutilasi, Sugeng Santoso pada Senin (20/5/2019) siang, akhirnya dirilis di Polres Malang Kota. Ternyata, korban tewas akibat dibunuh Sugeng dengan cara digorok setelah menolak diajak bersetubuh.</p>
<p>Bahkan sebelum digorok, korban sempat kritis karena pendarahan hebat pada anus dan kelaminya. Hal itu setelah Sugeng memasukan kepalan tangannya ke kelamin dan anus korban. Untuk menghentikan pendarahan itu, Sugeng kemudian menyumpal anus korban dengan kain dan melakban kelamin korban.</p>
<p>Tak kalah sadis, Sugeng mentato kaki korban menggunakan jarum sol sepatu , saat korban dalam kondisi pingsan akibat pendarahan.Dari hasil pengembangan dan penyelidikan petugas, bahwa pertemuan Sugeng dengan korban terjadi pada 7 Mei 2019 di Jl Laksamana Martadinata.</p>
<p><strong>Baca :</strong> <a href="https://hukrim.memontum.com/26699-mutilasi-pasar-besar-gagal-bersetubuh-sugeng-gorok-leher-korban" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Mutilasi Pasar Besar, Gagal Bersetubuh, Sugeng Gorok Leher Korban</a></p>
<p>Kepada petugas, Sugeng mengaku kalau saat itu korban sempat meminta uang. Namun karena tidak memiliki uang, Sugeng kemudian memberinya nasi bungkus untuk makan siang.Usai makan, Sugeng sempat memasukan tangannya ke dalam celana dalam korban.</p>
<p>Begitu juga dengan korban yang membalas dengan memegangi kelamin Sugeng. Hal itu membuat Sugeng ingin berhubungan badan hingga mengajak korban ke Lantai 2 Pasar Besar. Namun saat itu akan berhubungan intim, kelamin Sugeng tidak bisa ereksi.</p>
<p>Karena &#8220;burung&#8221; nya tidak bisa ereksi, membuat Sugeng merasa frustasi. Dia kemudian memasukan kepalan tangannya ke vagina dan anus korban hingga masuk sampai pergelangan tangan. Hal itu menyebabkan korban alami pendarahan hebat hingga tak sadarkan diri sebelum digorok dan dimutilasi. <strong>(gie/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">92567</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
