<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Kaliwates &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/kaliwates/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 21 May 2026 14:27:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Kaliwates &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Belasan Siswa di Kaliwates Diduga Keracunan Makanan MBG, Pj Sekda Jember Siap Tindak Tegas SPPG</title>
		<link>https://memontum.com/belasan-siswa-di-kaliwates-diduga-keracunan-makanan-mbg-pj-sekda-jember-siap-tindak-tegas-sppg</link>
					<comments>https://memontum.com/belasan-siswa-di-kaliwates-diduga-keracunan-makanan-mbg-pj-sekda-jember-siap-tindak-tegas-sppg#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 May 2026 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[belasan]]></category>
		<category><![CDATA[diduga]]></category>
		<category><![CDATA[Kaliwates]]></category>
		<category><![CDATA[keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>
		<category><![CDATA[tindak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232566</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Sekitar 18 anak usia TK di kawasan Kaliwates diduga mengalami keracunan makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kabar itu, pun langsung berembus cepat dari mulut ke mulut, setelah anak-anak kecil tersebut mengeluhkan pusing, mual, hingga muntah usai menyantap paket menu dari Program MBG di sekolah mereka. Terjadinya kasus ini, pun kontan membuat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Sekitar 18 anak usia TK di kawasan Kaliwates diduga mengalami keracunan makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kabar itu, pun langsung berembus cepat dari mulut ke mulut, setelah anak-anak kecil tersebut mengeluhkan pusing, mual, hingga muntah usai menyantap paket menu dari Program MBG di sekolah mereka.</p>



<p>Terjadinya kasus ini, pun kontan membuat para orang tua murid panik dan langsung melarikan buah hati mereka ke pusat layanan medis terdekat. Kondisi sejumlah korban, terpantau dalam penanganan penuh petugas medis.</p>



<p>Dari data lapangan, sedikitnya empat anak terpaksa harus dirawat inap di kamar opname rumah sakit, karena kondisinya lemas. Lalu, ada dua anak yang harus menginap di fasilitas perawatan, dengan rinciannya satu anak di Puskesmas Kaliwates dan satu lagi di Puskesmas Jember Kidul. Sementara sisanya, kondisinya tidak terlalu parah dan diizinkan pulang setelah diberikan obat rawat jalan.</p>



<p>Informasi yang beredar, menjelaskan kalau kotak makanan itu diproduksi oleh dapur katering SPPG Mitra Kaliwates 7, yang beralamat di Jalan Teratai. Warga sekitar sendiri, memang sudah lama menaruh curiga terhadap pola kebersihan dapur tersebut. Insiden kali ini, seolah menjadi puncak kelalaian manajemen penyedia makanan anak-anak.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Mendengar kabar warganya menjadi korban, Kasatgas MBG Jember yang juga Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Jember, Achmad Imam Fauzi, langsung meradang. Dengan gaya bicaranya yang tegas dan lugas, Pj Sekda Fauzi memastikan tidak akan memberi ampun kepada pihak pengelola dapur yang teledor dalam menjaga kebersihan makanan anak-anak.</p>



<p>“Satgas akan tegas meminta penutupan SPPG tersebut. Gak ada tawar-menawar, kalau urusannya sudah menyangkut nyawa dan kesehatan anak-anak. Sebenarnya, dapur SPPG di Jalan Teratai ini sudah berulang kali kita beri peringatan keras, karena sering diprotes warga lewat aplikasi aduan ‘Wadul Guse’. Karena mereka abai dan terkesan meremehkan, ya sanksi terberatnya adalah izin operasionalnya harus dicabut total,” kata Pj Sekda Fauzi, Kamis (21/05/2026) tadi.</p>



<p>Supaya kasus serupa tidak terulang, Pj Sekda Fauzi langsung memerintahkan Tim Satgas MBG untuk tancap gas melakukan Sidak massal ke seluruh dapur penyedia MBG di semua kecamatan yang ada di Jember. Pemeriksaan kebersihan air, peralatan memasak, hingga kesegaran bahan baku bakal diperketat habis-habisan dalam beberapa hari ke depan.</p>



<p>Di sisi lain, Bupati Jember, Muhammad Fawait, mengaku sangat menyesal dan merasa kecolongan atas kejadian buruk ini. Dirinya secara tulus meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada pihak sekolah, korban dan seluruh orang tua murid atas tragedi ini.</p>



<p>&#8220;Pemkab Jember berjanji bakal mengawal kasus ini sampai tuntas di jalur hukum dan memastikan seluruh anak yang dirawat bisa kembali sehat serta ceria seperti sedia kala,&#8221; ujarnya. <strong>(rio/gie/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/belasan-siswa-di-kaliwates-diduga-keracunan-makanan-mbg-pj-sekda-jember-siap-tindak-tegas-sppg/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232566</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Hendy Hadiri Gelaran Doa Bersama dengan Calon Jamaah Haji di GOR Kaliwates Jember</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-hendy-hadiri-gelaran-doa-bersama-dengan-calon-jamaah-haji-di-gor-kaliwates-jember</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 May 2024 15:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[gelaran]]></category>
		<category><![CDATA[hadiri]]></category>
		<category><![CDATA[jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[Kaliwates]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=209412</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember akan memberangkatkan sebanyak 2.680 orang calon jamaah haji (CJH), pada 20 hingga 21 Mei 2024 mendatang. Rencana itu diketahui, saat Bupati Jember, Hendy Siswanto, menghadiri acara doa bersama CJH yang digelar di Gedung Serbaguna GOR Kaliwates, Senin (13/05/2024) tadi. “Ada 8 kloter dari Jember. Nanti, akan kami berangkatkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember akan memberangkatkan sebanyak 2.680 orang calon jamaah haji (CJH), pada 20 hingga 21 Mei 2024 mendatang. Rencana itu diketahui, saat Bupati Jember, Hendy Siswanto, menghadiri acara doa bersama CJH yang digelar di Gedung Serbaguna GOR Kaliwates, Senin (13/05/2024) tadi.</p>



<p>“Ada 8 kloter dari Jember. Nanti, akan kami berangkatkan dari Jember ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya,” kata Bupati Hendy.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa Pemkab Jember akan menyiapkan 62 unit bus untuk memberangkatkan ke Asrama Haji Sukolillo. Kemudian untuk penjemputan, Pemkab akan menyiapkan sebanyak 93 unit bus, untuk menjemput dari Asrama Haji Sukolilo ke Jember.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Untuk jumlah CJH tahun ini, lanjutnya, mengalami peningkatan. Sebab pada tahun 2023, hanya berjumlah 2400 orang CJH. Meningkatnya orang naik haji tahun ini, merupakan pertanda ekonomi masyarakat Jember meningkat.</p>



<p>Sementara itu, mengenai rencana keberangkatan nantinya akan dilepas secara resmi oleh Bupati Hendy dari Pendapa Wahyawibawagraha. Sedangkan bagi CJH yang jauh dari pusat kota Jember, akan dijemput di titik yang sudah ditentukan dengan prasyaratan masih searah dengan jalur menuju Surabaya.</p>



<p>Dalam kesempatan doa bersama itu, dirinya juga berpesan kepada para petugas pendamping jamaah haji agar maksimal dalam melayani para jamaah haji asal Kabupaten Jember. “Ada sekitar 50 persen yang berangkat ini berusia 61 hingga 94 tahun. Mudah-mudahan, petugas haji sehat dan saya mohon untuk sabar melayani jemaah haji kita,” paparnya. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">209412</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Monyet Ekor Panjang Obrak-Abrik Isi Rumah Warga di Kaliwates Jember</title>
		<link>https://memontum.com/monyet-ekor-panjang-obrak-abrik-isi-rumah-warga-di-kaliwates-jember</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Mar 2022 13:50:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Kaliwates]]></category>
		<category><![CDATA[Kaliwates Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Kaliwates]]></category>
		<category><![CDATA[Monyet Liar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=164759</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Seekor monyet ekor panjang liar, membuat heboh warga di Perum Kebonagung Residence Blok A-7, Kelurahan Kebonagung, Kecamatan Kaliwates. Monyet tersebut menteror dengan memasuki rumah warga setempat. Tidak hanya itu, monyet tersebut juga mengobrak-abrik perabotan yang ada di dalam rumah. Barang-barang seperti LED televisi pemilik rumah, dibanting hingga rusak. Monyet tersebut kemudian bersembunyi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Seekor monyet ekor panjang liar, membuat heboh warga di Perum Kebonagung Residence Blok A-7, Kelurahan Kebonagung, Kecamatan Kaliwates. Monyet tersebut menteror dengan memasuki rumah warga setempat.</p>



<p>Tidak hanya itu, monyet tersebut juga mengobrak-abrik perabotan yang ada di dalam rumah. Barang-barang seperti LED televisi pemilik rumah, dibanting hingga rusak. Monyet tersebut kemudian bersembunyi di dalam ruang tamu berukuran kurang lebih 4 x 3 meter.</p>



<p>Mengetahui ada monyet liar mengobrak-abrik isi rumah, pemilik rumah bernama Corina kemudian menghubungi petugas Damkar dan Penyelamatan Mako Pemkab Jember. &#8220;Monyet ekor panjang itu dinilai liar, karena lokasi perumahan dekat dengan perkebunan rimbun. Mungkin karena lapar, masuk ke dalam rumah dan meresahkan pemilik rumah,&#8221; kata Anggota Mako A Damkar dan Penyelamatan Pemkab Jember, Aris Setiawan saat dikonfirmasi di sela proses evakuasi, Selasa (01/03/2022).</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/diskopindag-kota-malang-ungkap-kios-kosong-pasar-gadang-banyak-disalahgunakan">Diskopindag Kota Malang Ungkap Kios Kosong Pasar Gadang Banyak Disalahgunakan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/berkah-idul-adha-lapas-kelas-1-malang-masak-gulai-untuk-2-425-wbp-dan-bagikan-daging-ke-masyarakat">Berkah Idul Adha, Lapas Kelas 1 Malang Masak Gulai untuk 2.425 WBP dan Bagikan Daging ke Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkab-pasuruan-salurkan-60-sapi-dan-200-ekor-kambing-kurban">Pemkab Pasuruan Salurkan 60 Sapi dan 200 Ekor Kambing Kurban</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-malang-dan-kepala-opd-salat-idul-adha-di-desa-pagersari-ngantang-wabup-salat-di-pujon">Bupati Malang dan Kepala OPD Salat Idul Adha di Desa Pagersari Ngantang, Wabup Salat di Pujon</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dispangtan-kota-malang-sebut-hewan-kurban-tahun-ini-lebih-termitigasi">Dispangtan Kota Malang Sebut Hewan Kurban Tahun Ini Lebih Termitigasi</a></li>
</ul>


<p>Kata Aris, monyet ekor panjang itu dinilai liar. Karena susah dijinakkan. Bahkan saat proses evakuasi, seluruh perabotan rumah dalam ruang tamu termasuk LED TV dibanting. &#8220;Karena pemilik rumah takut, karena monyet itu ada di ruang tamu. Kemudian kami dipanggil untuk melakukan proses evakuasi. Saat akan ditangkap monyet itu lincah dan melompak ke atas rak sembunyi,&#8221; katanya.</p>



<p>Saat akan dievakuasi, monyet itu juga menggigit tangan petugas Damkar. &#8220;Untung kami pakai APD lengkap dan sarung tangan. Monyet ini dipancing pakai makanan tidak mau Akhirnya kita tangkap pakai kain selimut dan kami membungkusnya untuk tenang lebih dulu. Selanjutnya pelan-pelan kita elus agar agak jinak,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Untuk proses evakuasi monyet butuh waktu kurang lebih setengah jam. &#8220;Karena monyetnya lompat-lompat. Jadi butuh waktu lama. Setelah kami amankan dan evakuasi. Monyet itu kita lepasliarkan di sekitar Perkebunan Kali Jompo yang sesuai dengan habitatnya. Tadi yang melakukan proses evakuasi ada 6 orang personel,&#8221; ujarnya. <strong>(rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">164759</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Diisukan Bantuan Banjir Ditarik Kembali, Camat Kaliwates Angkat Bicara</title>
		<link>https://memontum.com/diisukan-bantuan-banjir-ditarik-kembali-camat-kaliwates-angkat-bicara</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 Feb 2020 13:39:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[bantuan]]></category>
		<category><![CDATA[Kaliwates]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/106365-diisukan-bantuan-banjir-ditarik-kembali-camat-kaliwates-angkat-bicara</guid>

					<description><![CDATA[Jember, Memontum &#8211; Polemik bantuan korban banjir genangan di salah satu Pondok Pesantren (Ponpes) yang ada di Mangli wilayah Kecamatan Kaliwates yang beredar dan menjadi perbincangan masyarakat, berupa selimut, Kasur dan Sembako diisukan ditarik kembali, Camat Kaliwates Asrah Joyo Wardono angkat bicara. Keterangan Asrah Joyo didapat Memontum.com ketika, ia ditemui di kantor Badan Penangggulangan bencana [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jember, Memontum</strong> &#8211; Polemik bantuan korban banjir genangan di salah satu Pondok Pesantren (Ponpes) yang ada di Mangli wilayah Kecamatan Kaliwates yang beredar dan menjadi perbincangan masyarakat, berupa selimut, Kasur dan Sembako diisukan ditarik kembali, Camat Kaliwates Asrah Joyo Wardono angkat bicara.</p>
<p>Keterangan Asrah Joyo didapat Memontum.com ketika, ia ditemui di kantor Badan Penangggulangan bencana Daerah (BPBD) Jember, Jumat (14/2/2020) siang.</p>
<p>Asrah menjelaskan, persoalan tersebut karena mis komunikasi, antara data yang diberikan pihak kelurahan dengan data yang diterima oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).</p>
<p>“Ini hanya mis komunikasi, yang benar itu, distribusi kepada korban banjir genangan diberikan sesuai data di Kartu Keluarga yang sudah terkumpul di BPBD,” ujar Asrah.</p>
<p>Sedangkan Pondok Pesantren lanjut Asrah yang awalnya mendapatkan bantuan, dihuni oleh 18 santri yang berasal dari luar Kabupaten Jember pada saat penyerahan bantuan belum terdata yang dilampiri oleh Kartu Keluarga (KK).</p>
<p>“Jadi santri yang tinggal di Pesantren tersebut pada saat penyerahan bantuan, belum terdata yang dilampiri KK, karena pengasuhnya juga tidak tinggal di pesantren, bangunan pesantren itupun juga kontrak milik warga sekitar,” tambah Asrah.</p>
<p>“Meskipun bukan warga Jember, Bupati Jember dr.Faida juga memberikan bantuan kepada korban terdampak tersebut, &#8221; imbuhnya.</p>
<p>Namun, sambung Asrah, saat ini pihak BPBD sudah memenuhi bantuan untuk santri yang terdampak banjir genangan di Pesantren tersebut, hal ini setelah pihak RT setempat melakukan pendataan dengan mengumpulkan KK milik santri.</p>
<p>“Saat ini 18 santri yang tinggal di pesantren tersebut sudah terpenuhi dan mendapatkan bantuan kasur, selimut dan juga sembako,” pungkas Asrah. <strong>(gik/yud/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">106365</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
