<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>kampung tematik &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/kampung-tematik/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 21 Apr 2023 11:24:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>kampung tematik &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>10 Kampung Tematik di Kota Malang Siap Terima Kunjungan Wisata Libur Lebaran</title>
		<link>https://memontum.com/10-kampung-tematik-di-kota-malang-siap-terima-kunjungan-wisata-libur-lebaran</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Apr 2023 06:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Raya Idul Fitri]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[kampung tematik]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[Libur Lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=187280</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; 10 Kampung Tematik di Kota Malang, seperti Kampung Budaya Polowijen, Kampung Sanan Tempe, Kampung Keramik Dinoyo, Kampung Tridi, Kampung Warna Warni Jodipan, Kampung Gerabah Penanggungan hingga Kampung Heritage Kayutangan, siap menerima kunjungan wisatawan selama libur Lebaran 2023. Bahkan, Ketua Forum Komunikasi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kota Malang, Isa Wahyudi, memperkirakan bahwa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; 10 Kampung Tematik di Kota Malang, seperti Kampung Budaya Polowijen, Kampung Sanan Tempe, Kampung Keramik Dinoyo, Kampung Tridi, Kampung Warna Warni Jodipan, Kampung Gerabah Penanggungan hingga Kampung Heritage Kayutangan, siap menerima kunjungan wisatawan selama libur Lebaran 2023. Bahkan, Ketua Forum Komunikasi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kota Malang, Isa Wahyudi, memperkirakan bahwa kunjungan wisatawan di Kampung Tematik Kota Malang, nantinya bakal mampu mencapai kenaikan hingga 100 persen.</p>



<p>“Prediksi kunjungan wisatawan selama Lebaran 2023 ini nanti, bisa menggaet ratusan hingga ribuan wisatawan di setiap Kampung Tematik. Bahkan, perkiraan kunjungan bisa lebih dari 100 persen,” ujar Ki Demang-sapaannya, Jumat (21/04/2023) tadi.</p>



<p>Untuk saat ini, tambahnya, rata-rata dari setiap kampung tematik tersebut juga menawarkan wisata edukasi, spot foto, dan lainnya, dengan tarif yang beragam. &#8220;Seperti di Kampung Kayutangan Heritage, itu paket edukasi wisata mulai dari Rp 35 ribu. Tetapi, itu disesuaikan lagi bila ada makan siang. Kemudian, di Kampung Tridi dan Kampung Warna Warni yang menjadi salah satu favorit, kalau tidak salah masuknya Rp 5 ribu. Terus, di Kampung Keramik Dinoyo bisa belajar langsung membuat keramik bersama perajin,” jelasnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bahas-ranperda-parkir-dprd-kota-malang-dan-pemkot-sepakat-skema-bagi-hasil-maksimal-70-persen">Bahas Ranperda Parkir, DPRD Kota Malang dan Pemkot Sepakat Skema Bagi Hasil Maksimal 70 Persen</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bri-regional-13-malang-bersama-ybm-brilian-sbo-malang-salurkan-200-paket-sembako-untuk-guru-tahfidz">BRI Regional 13 Malang bersama YBM BRILiaN SBO Malang Salurkan 200 Paket Sembako untuk Guru Tahfidz</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/libur-lebaran-pemkab-banyuwangi-tetap-buka-pelayanan-adminduk">Libur Lebaran, Pemkab Banyuwangi Tetap Buka Pelayanan Adminduk</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dua-terdakwa-dugaan-korupsi-pengadaan-tanah-polinema-dituntut-12-tahun-penjara">Dua Terdakwa Dugaan Korupsi Pengadaan Tanah Polinema Dituntut 12 Tahun Penjara</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pasar-murah-berbuntut-ricuh-diskopindag-kota-malang-siapkan-skema-baru">Pasar Murah Berbuntut Ricuh, Diskopindag Kota Malang Siapkan Skema Baru</a></li>
</ul>


<p>Dalam meningkatkan kunjungan wisatawan, ujarnya, setiap Pokdarwis Kampung Tematik juga sedang mempromosikan destinasi wisata lainnya. Seperti, menawarkan paket-paket wisata melalui agen travel dan lainnya.</p>



<p>“Kami promosikan lewat agen travel, table top, atau business matching, juga difasilitasi Badan Promosi Pariwisata Daerah dan Disporapar Kota Malang, itu memang belum semua Kampung Tematik, tetapi sudah kami lakukan beberapa diantaranya,&#8221; katanya.</p>



<p>Beberapa kampung tematik saat ini juga telah menerima reservasi dari calon wisatawan asal luar daerah. Seperti, di Kampung Heritage Kayutangan pada bulan Mei dan Juni mendatang, nantinya akan ada wisatawan dari Semarang, dan Gorontalo. Namun, cuaca yang ada menjadikan kekhawatiran tersendiri.</p>



<p>“Karena sebagian besar kegiatan wisata di kampung tematik itu berada di luar ruangan, seperti di Kampung Heritage Kayutangan. Itu membuat kekhawatiran para pengurus Pokdarwis dari kampung tematik, karena diperkirakan beberapa hari kebelakang Kota Malang masih di landa hujan,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">187280</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wisatawan Mancanegara Turut Dongkrak Tingkat Kunjungan Wisatawan Kampung Tematik Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/wisatawan-mancanegara-turut-dongkrak-tingkat-kunjungan-wisatawan-kampung-tematik-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Feb 2023 10:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[kampung tematik]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Wisatawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=183926</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kunjungan wisatawan di beberapa Kampung Tematik Kota Malang, kini semakin meningkat. Hal itu, dikatakan oleh Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Tempatik Kota Malang, Isa Wahyudi. Pria yang kerap disapa Ki Demang, mengaku jika beberapa Kampung Tematik yang ada di Kota Malang, mampu menerima puluhan hingga ratusan wisatawan lokal, maupun mancanegara [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kunjungan wisatawan di beberapa Kampung Tematik Kota Malang, kini semakin meningkat. Hal itu, dikatakan oleh Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Tempatik Kota Malang, Isa Wahyudi.</p>



<p>Pria yang kerap disapa Ki Demang, mengaku jika beberapa Kampung Tematik yang ada di Kota Malang, mampu menerima puluhan hingga ratusan wisatawan lokal, maupun mancanegara di setiap harinya. &#8220;Kampung tematik semula kampung kumuh, kemudian menjadi kampung yang bersih, layak huni, layak di kunjungi hingga layak mengedukasi. Sehingga, kampung wisata tematik Kota Malang mulai tersohor ke berbagai daerah dari dalam propinsi luar pulau bahkan hingga ke mancanegara,” jelas Ki Demang, Sabtu (25/02/2023) tadi.</p>



<p>Dikatakannya, jika wisatawan mancanegara yang sering mengunjungi kampung-kampung tematik itu, berasal dari Negara Malaysia, Thailand, bahkan juga ada yang dari Eropa, Amerika hingga Australia. Apalagi, para wisatawan itu juga kebanyakan datang dengan berkelompok.</p>



<p>“Jadi untuk di Kampung Warna warni Jodipan dan Kampung Tridi, itu rata-rata tiap hari wisatawan mancanegara yang berkunjung kurang lebih 50 orang. Seperti kemarin, Jumat (24/02/2023), itu ada dari Malaysia, dan Thailand. Pola kedatangannya juga macam-macam, ada yang backpaker sendirian, kelompok, bahkan juga rombongan,” katanya.</p>



<p>Lebih lanjut ditambahkan, jika Kampung Tematik tak hanya mampu menggaet turis mancanegara dengan keunikannya saja, namun juga edukasi kebudayaan yang disuguhkan. Beberapa wisatawan juga ramai mengunjungi wisata Kampung Tematik lainnya, seperti Glintung Water Street, Kampung Keramik Dinoyo, Kampung Tempe Sanan, Kampung Budaya Polowijen, hingga Kampung Kajoetangan Heritage.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bahas-ranperda-parkir-dprd-kota-malang-dan-pemkot-sepakat-skema-bagi-hasil-maksimal-70-persen">Bahas Ranperda Parkir, DPRD Kota Malang dan Pemkot Sepakat Skema Bagi Hasil Maksimal 70 Persen</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bri-regional-13-malang-bersama-ybm-brilian-sbo-malang-salurkan-200-paket-sembako-untuk-guru-tahfidz">BRI Regional 13 Malang bersama YBM BRILiaN SBO Malang Salurkan 200 Paket Sembako untuk Guru Tahfidz</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/libur-lebaran-pemkab-banyuwangi-tetap-buka-pelayanan-adminduk">Libur Lebaran, Pemkab Banyuwangi Tetap Buka Pelayanan Adminduk</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dua-terdakwa-dugaan-korupsi-pengadaan-tanah-polinema-dituntut-12-tahun-penjara">Dua Terdakwa Dugaan Korupsi Pengadaan Tanah Polinema Dituntut 12 Tahun Penjara</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pasar-murah-berbuntut-ricuh-diskopindag-kota-malang-siapkan-skema-baru">Pasar Murah Berbuntut Ricuh, Diskopindag Kota Malang Siapkan Skema Baru</a></li>
</ul>


<p>“Seperti Glintung Water Street, disana pengunjung diajak edukasi ketahanan pangan dan lingkungan. Kemudian, di Kampung Keramik Dinoyo, puluhan anak belajar membuat keramik. Selain itu, di Kampung Tempe Sanan pengunjung di ajari produksi tempe, dan di Kampung Heritage Kajoetangan, pengunjung yang biasa ramai di koridor kini masuk diajak melihat rumah-rumah lawas di dalam kampung,” tuturnya.</p>



<p>Kemudian, pria yang juga diketahui sebagai penggagas Kampung Budaya Polowijen (KBP), menjelaskan jika di KBP pengunjung disambut dengan beragam seni kebudayaan, mulai dari tari topeng, pameran topeng batik, hingga mainan tradisional khas Malang.</p>



<p>“Selain menikmati makanan khas seperti wedang uwuh, dawet, cemilan pala pendem, dan sego berkat, pengunjung juga di ajak napak tilas ke Situs Ken Dedes,” ucapnya.</p>



<p>Tentu, dengan mengusung edukasi seni budaya khas warga Kota Malang ini, menurutnya dapat menjadi penggerak pariwisata sekaligus upaya pelestarian budaya di wisata Kampung Tematik Kota Malang.</p>



<p>Terpisah, hal tersebut juga mendapat apresiasi positif dari Kepala Dinas Kebudayaan Sleman, Edi Winaryo. Sebab, pihaknya membandingkan jika di Jogja tidak ada kampung yang di buat seperti ini di Kota Malang, hanya sanggar seni, sentra usaha, dan pusat kerajinan.</p>



<p>“Salut dengan Kota Malang, yang cara membangkitkan seni budaya dan pemberdayaan masyarakat justru melalui kampung wisata dan sekali berkunjung dapat paket komplit,” imbuh Edi. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">183926</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tak Ingin Berspekulasi saat Kasus Covid-19 Naik, Destinasi Kampung Tematik di Malang Pilih Tutup</title>
		<link>https://memontum.com/tak-ingin-berspekulasi-saat-kasus-covid-19-naik-destinasi-kampung-tematik-di-malang-pilih-tutup</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Feb 2022 11:26:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Covid 19]]></category>
		<category><![CDATA[Destinasi Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Ditutup]]></category>
		<category><![CDATA[kampung tematik]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=163777</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kasus Covid-19 yang semakin tinggi, membuat pengelola destinasi kampung tematik kembali waspada. Dalam kebijakan Pemerintah Kota Malang, destinasi wisata tersebut masih diperbolehkan untuk buka. Tetapi beberapa pihak pengelola memilih untuk tutup sementara, karena mencegah terjadinya lonjakan kasus baru. Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Ida [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kasus Covid-19 yang semakin tinggi, membuat pengelola destinasi kampung tematik kembali waspada. Dalam kebijakan Pemerintah Kota Malang, destinasi wisata tersebut masih diperbolehkan untuk buka. Tetapi beberapa pihak pengelola memilih untuk tutup sementara, karena mencegah terjadinya lonjakan kasus baru.</p>



<p>Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni mengatakan pihaknya tetap memperbolehkan destinasi kampung tematik untuk tetap beroperasi. Hanya saja, pihak pengelola dirasa lebih berhati-hati akan penyebaran Covid-19. &#8220;Untuk wisata memang boleh buka. Tetapi, pengelola kampung-kampung tematik itu sudah memiliki kesadaran diri. Mereka tidak buka,&#8221; ujar Dayu, Selasa (15/02/2022).</p>



<p>Mengacu pada aturan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) yang terbaru tentang PPKM Jawa-Bali yang berlaku hingga 21 Februari 2022, memang tertera jika daerah berkategori level 3 masih diperbolehkan membuka tempat wisata dengan syarat kapasitas 50 persen.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bahas-ranperda-parkir-dprd-kota-malang-dan-pemkot-sepakat-skema-bagi-hasil-maksimal-70-persen">Bahas Ranperda Parkir, DPRD Kota Malang dan Pemkot Sepakat Skema Bagi Hasil Maksimal 70 Persen</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bri-regional-13-malang-bersama-ybm-brilian-sbo-malang-salurkan-200-paket-sembako-untuk-guru-tahfidz">BRI Regional 13 Malang bersama YBM BRILiaN SBO Malang Salurkan 200 Paket Sembako untuk Guru Tahfidz</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/libur-lebaran-pemkab-banyuwangi-tetap-buka-pelayanan-adminduk">Libur Lebaran, Pemkab Banyuwangi Tetap Buka Pelayanan Adminduk</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dua-terdakwa-dugaan-korupsi-pengadaan-tanah-polinema-dituntut-12-tahun-penjara">Dua Terdakwa Dugaan Korupsi Pengadaan Tanah Polinema Dituntut 12 Tahun Penjara</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pasar-murah-berbuntut-ricuh-diskopindag-kota-malang-siapkan-skema-baru">Pasar Murah Berbuntut Ricuh, Diskopindag Kota Malang Siapkan Skema Baru</a></li>
</ul>


<p>Apalagi, jika dilihat sebelum kasus kembali melonjak, kunjungan wisatawan ke kampung tematik sempat meningkat, terlebih pada Kampung Kayutangan Heritage. &#8220;Seperti Kampung Kayutangan Heritage, Kampung Tridi, Kampung Warna-warni dan lainnya itu saat ini tutup,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Di samping itu, untuk memonitor jumlah kunjungan setiap destinasi wisata harus melakukan penerapan protokol kesehatan (Prokes) dilakukan cukup ketat dan wajib mengimplementasikan aplikasi PeduliLindungi. <strong>(cw2/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">163777</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kampung Tematik Kota Malang Tidak Diajukan ke Kemenparekraf untuk Beroperasi</title>
		<link>https://memontum.com/kampung-tematik-kota-malang-tidak-diajukan-ke-kemenparekraf-untuk-beroperasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Dec 2021 13:30:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Covid 19]]></category>
		<category><![CDATA[kampung tematik]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenparekraf]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Liburan Natal]]></category>
		<category><![CDATA[PPKM]]></category>
		<category><![CDATA[PPKM Level 3]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=159502</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sejumlah wisata seperti Kampung Tematik di Kota Malang yang telah beroperasi, terpaksa harus tutup kembali, karena adanya Pemberlakuan Pembatasan Masyarakat (PPKM) Level 3 saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Berkaitan dengan hal tersebut, Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar), Ida Ayu Made Wahyuni, menjelaskan hanya beberapa destinasi wisata yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Sejumlah wisata seperti Kampung Tematik di Kota Malang yang telah beroperasi, terpaksa harus tutup kembali, karena adanya Pemberlakuan Pembatasan Masyarakat (PPKM) Level 3 saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Berkaitan dengan hal tersebut, Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar), Ida Ayu Made Wahyuni, menjelaskan hanya beberapa destinasi wisata yang akan buka dengan status uji coba saat PPKM Level 3. Namun sayang, Kampung Wisata Tematik tidak akan diajukan menjadi salah satu destinasi yang buka ketika selama periode 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022.</p>



<p>&#8220;Saat ini, Kampung Tematik sudah pada buka dengan menerapkan Aplikasi PeduliLindungi. Sudah beberapa minggu yang lalu ya, karena kita harus punya tools untuk membuka sebuah destinasi kemudian akomodasi,&#8221; terang Ida, Jumat (03/12/2021).</p>



<p>Beberapa ketentuan, tambahnya, harus menjadi kepatuhan destinasi wisata ketika beroperasi di masa pandemi Covid-19. Seperti protokol kesehatan (Prokes), Cleanliness Health Safety Environment Sustainability (CHSE) dan implementasi PeduliLindungi.</p>



<p>Baca juga</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bahas-ranperda-parkir-dprd-kota-malang-dan-pemkot-sepakat-skema-bagi-hasil-maksimal-70-persen">Bahas Ranperda Parkir, DPRD Kota Malang dan Pemkot Sepakat Skema Bagi Hasil Maksimal 70 Persen</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bri-regional-13-malang-bersama-ybm-brilian-sbo-malang-salurkan-200-paket-sembako-untuk-guru-tahfidz">BRI Regional 13 Malang bersama YBM BRILiaN SBO Malang Salurkan 200 Paket Sembako untuk Guru Tahfidz</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/libur-lebaran-pemkab-banyuwangi-tetap-buka-pelayanan-adminduk">Libur Lebaran, Pemkab Banyuwangi Tetap Buka Pelayanan Adminduk</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dua-terdakwa-dugaan-korupsi-pengadaan-tanah-polinema-dituntut-12-tahun-penjara">Dua Terdakwa Dugaan Korupsi Pengadaan Tanah Polinema Dituntut 12 Tahun Penjara</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pasar-murah-berbuntut-ricuh-diskopindag-kota-malang-siapkan-skema-baru">Pasar Murah Berbuntut Ricuh, Diskopindag Kota Malang Siapkan Skema Baru</a></li>
</ul>


<p>&#8220;Jadi, ya sesuai dengan edaran Kementerian Kesehatan (Kemenkes) maupun yang tertuang di Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri). Itu sudah dilengkapi oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) masing-masing Kampung Tematik. Jadi sudah semua patuh,&#8221; beber Ida.</p>



<p>Meski sudah memenuhi hal tersebut, tambahnya, saat PPKM Level 3 nanti, para pelaku wisata Kampung Tematik kembali harus menaati aturan dari Pemerintah Pusat. &#8220;Nanti di PPKM Level 3, mereka wajib libur lagi sampai 2 Januari 2022. Yang dizinkan buka hanya destinasi yang dalam kondisi ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), jadi destinasi uji coba,&#8221; sambungnya.</p>



<p>Dirinya menjelaskan, bahwa dalam pengajuan destinasi wisata, Pemerintah Daerah (Pemda) Kota/Kabupaten tidak dilibatkan. Sehingga, pihaknya hanya bisa menitipkan kepada Pemerintah Provinsi berkaitan dengan destinasi wisata mana saja di Kota Malang yang nantinya bisa dibuka ketika PPKM Level 3.</p>



<p>&#8220;Kampung Tematik tidak kita ajukan ya, jadi yang diajukan hanya wisata yang besar. Seperti Hawaii Water Park dan Malang Night Paradise. Yang terpenting memang prokes, CHSE dan aplikasi PeduliLindungi,&#8221; terangnya. <strong>(mus/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159502</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemuda Pelopor Kota Malang Juara I Tingkat Nasional, hingga Munculkan Inovasi Bidang Pariwisata melalui Kampung Tematik</title>
		<link>https://memontum.com/pemuda-pelopor-kota-malang-juara-i-tingkat-nasional-hingga-munculkan-inovasi-bidang-pariwisata-melalui-kampung-tematik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Oct 2021 12:30:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kampung tematik]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[pemuda pelopor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=156944</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang – Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dalam menggali potensi pemuda patut diapresiasi. Salah satunya, seperti yang telah dilakukan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang dalam mengoptimalkan gelaran Pemuda Pelopor. Di mana kala itu, ajang ini bertujuan mengembangkan potensi dalam merintis jalan, melakukan terobosan, menjawab tantangan dan memberikan jalan keluar atas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> – Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dalam menggali potensi pemuda patut diapresiasi. Salah satunya, seperti yang telah dilakukan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang dalam mengoptimalkan gelaran Pemuda Pelopor.</p>



<p>Di mana kala itu, ajang ini bertujuan mengembangkan potensi dalam merintis jalan, melakukan terobosan, menjawab tantangan dan memberikan jalan keluar atas berbagai masalah. Melalui seleksi yang ketat, para Pemuda Pelopor diharapkan mampu menjadi insan kreatif dan inovatif serta memiliki inisiatif untuk mengimplementasikan karyanya ke dalam kehidupan sehari-hari.</p>



<p>Pada tahun 2019, Pemuda Pelopor Kota Malang berhasil meraih juara satu dalam ajang Pemilihan Pemuda Pelopor Tingkat Nasional, yang diselenggarakan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Dengan mengusung inovasi teknologi yang diberi judul &#8216;Sitta Agrapana&#8217; Rangga Ega Santoso, berhasil mengalahkan pemuda pelopor dari 34 provinsi di Indonesia.</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bahas-ranperda-parkir-dprd-kota-malang-dan-pemkot-sepakat-skema-bagi-hasil-maksimal-70-persen">Bahas Ranperda Parkir, DPRD Kota Malang dan Pemkot Sepakat Skema Bagi Hasil Maksimal 70 Persen</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bri-regional-13-malang-bersama-ybm-brilian-sbo-malang-salurkan-200-paket-sembako-untuk-guru-tahfidz">BRI Regional 13 Malang bersama YBM BRILiaN SBO Malang Salurkan 200 Paket Sembako untuk Guru Tahfidz</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/libur-lebaran-pemkab-banyuwangi-tetap-buka-pelayanan-adminduk">Libur Lebaran, Pemkab Banyuwangi Tetap Buka Pelayanan Adminduk</a></li>
</ul>


<p>“Sitta Agrapana adalah teknologi pengendali hama hortikultura sebagai produk eco-friendly dan easily produced. Fungsinya untuk mewujudkan konsep pengembangan kawasan florikulturasi terintegrasi inovasi teknologi pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT),” ungkap Rangga.</p>



<p>Ide tersebut, terangnya, berawal dari sering bertukar pikiran dengan pembimbing magangnya yang merupakan petani bawang di Probolinggo. &#8220;Kebetulan waktu saya magang, pembimbing saya petani bawang di Probolinggo. Itu sering cerita kalau punya masalah berkaitan dengan hama,” ujarnya.</p>



<p>“Akhirnya kami shearing dan mencari solusi bersama. Nah, ide merancang teknologi ini pertama datang dari momen tersebut. Lalu saya bertemu dengan teman-teman yang sangat suportif di kampus. Hingga akhirnya kami bangun bersama alat tersebut. Selanjutnya saya ikut Pemuda Pelopor, menang mulai tingkat kota, provinsi, dan nasional,” sambungnya.</p>



<p>Cara kerja alat ciptaannya ini terbilang mudah, di mana hanya membutuhkan lampu untuk perangkap hama lem untuk mengikat hama. Kemudian ada juga beberapa komponen sensor yang dijadikan alat untuk mengukur suhu, kelembapan dan pengukur Ph tanah.</p>



<p>“Pertama kita memasang lampu di tengah sawah sekitar pukul 17.00 WIB ke atas selama empat jam. Nah dalam range waktu tersebut biasanya hama sudah mulai keluar, hama tersebut akan tertarik dengan cahaya lampu dan mulai mendekat. Ketika sudah mulai mendekat ke botol lampunya, hama akan menempel disana karena botol tersebut sudah diberi lem dengan penambahan pewangi supaya makin mengikat,” bebernya.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="740" height="416" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2021/10/REV-01-4.png?resize=740%2C416&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-156949" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2021/10/REV-01-4.png?resize=1024%2C576&amp;ssl=1 1024w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2021/10/REV-01-4.png?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2021/10/REV-01-4.png?resize=768%2C432&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2021/10/REV-01-4.png?resize=400%2C225&amp;ssl=1 400w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2021/10/REV-01-4.png?w=1200&amp;ssl=1 1200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></figure>



<p>Lebih jauh Rangga mengatakan alat ini diciptakan khusus untuk membantu pemerintah dari sektor pertanian. Sehingga apa yang dikatakan banyak orang tentang berdikari untuk negeri harus digalakkan oleh semua masyarakat sebagian terjawab dengan hasil ciptaanya.</p>



<p>“Bagaimana bisa dianggap berdikari untuk negeri, jika sektor pertanian saja tidak diperbaiki? Hasil pertanian harusnya memanusiakan manusia, bukan mengerdilkan rasa. Karena hanya petani yang mampu menyelamatkan pangan,&#8221; jelas Rangga.</p>



<p>Selain di bidang pengembangan teknologi, nyatanya pemuda di Kota Malang juga banyak yang inovatif dalam sektor pariwisata. Siapa tak kenal Kampung Warna Warni Jodipan yang menjadi ikon pariwisata Kota Malang dan sudah terkenal hingga kancah nasional? Kampung tematik itu hadir karena gagasan inovatif seorang pemudi yang sempat menempuh pendidikan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Salis Fitria.</p>



<p>Wanita kelahiran 1994 itu menceritakan bahwa inovasi ini bermula ketika ia dan sekelompok temannya menjalani mata kuliah praktikum saat semester lima. “Bermula dari tahun 2016 waktu itu saya dan tim membuat karya Kampung Warna Warni Jodipan,” ujarnya.</p>



<p>Waktu itu masih mahasiswa, dia dan tim kebetulan anak Ilmu Komunikasi, ada praktikum untuk mengimplementasikan ilmu ke masyarakat. Bisa dibilang kita berperan menjadi eksternal public relation (PR) suatu event. Nah saat itu tugasnya membuat event, terserah apapun dan bekerja sama dengan siapapun boleh.</p>



<p>Saat itu, kebetulan kelompoknya bekerja sama dengan perusahaan cat Indana Paint. Namun, slot untuk event di perusahaan tersebut sudah penuh. Sehingga mereka ditawarkan dalam bentuk corporate social responsibility (CSR).</p>



<p>“Lalu lokasi yang dipilih adalah Kampung Jodipan, karena berangkat dari latar belakang pandangan masyarakat atas kampung tersebut yang negatif. Di sana dianggap kampung preman, tapi ternyata setelah kami datang warganya ramah. Bahkan semua warga di sana ikut ambil bagian mensukseskan program tersebut, mereka cukup kooperatif,” kata Salis.</p>



<p>Melalui inovasi Kampung Warna Warni tersebut, ia juga menyandang Pemuda Pelopor Tingkat Jawa Timur Tahun 2019, dan sempat menerima tamu duta besar Australia Hon Kevin Andrews.</p>



<p>“Tidak menyangka juga inovasi ini bisa booming dan saya mampu meraih prestasi. Alhamdulillah, sampai sekarang saya dengan warga kampung masih berkomunikasi dengan baik,” terang Salis<strong>. (mus/sit/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">156944</post-id>	</item>
		<item>
		<title>43 Wisata Kampung Tematik Kota Malang Belum Diizinkan Beroperasi</title>
		<link>https://memontum.com/43-wisata-kampung-tematik-kota-malang-belum-diizinkan-beroperasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Oct 2021 07:30:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[kampung tematik]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=155464</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Beberapa kelonggaran di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), sepertinya tidak berlaku pada Kampung Tematik Kota Malang. Sebagai bukti, wisata Kampung Tematik hingga kini masih belum diberikan izin beroperasi. Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni, menjelaskan bahwa status PPKM Level 3 Kota Malang, membuat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Beberapa kelonggaran di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), sepertinya tidak berlaku pada Kampung Tematik Kota Malang. Sebagai bukti, wisata Kampung Tematik hingga kini masih belum diberikan izin beroperasi.</p>



<p>Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni, menjelaskan bahwa status PPKM Level 3 Kota Malang, membuat sejumlah tempat belum mendapat izin operasional dalam waktu dekat. &#8220;Memang ada kelonggaran, tapi dari Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) karena masih Level 3 jadi harus mengikuti ketentuan-ketentuan. </p>



<p>Destinasi boleh buka, dengan masa uji coba yang hanya ditetapkan oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf),&#8221; ungkap Ida, Jumat (08/10/2021).Sebelumnya, Ida mengaku juga telah bersurat kepada Kemenparekraf untuk meminta izin operasional destinasi wisata kampung tematik. Namun sayang, belum mendapatkan lampu hijau.</p>



<p>&#8220;Kementrian minta dalam destinasi harus sudah mengurus Aplikasi PeduliLindungi. Meski begitu, kita sudah mulai persiapkan. Kita juga buat surat ke kementrian, karena destinasi buka atau tidaknya kan keputusan dari pusat. Sudah berkirim surat ke sana (kementrian), Kota Malang dengan destinasi wisata dan kampung tematik total ada 43 yang sudah tercatat di kita,&#8221; sambungnya.</p>



<p>Berkaitan dengan pengimplementasian aplikasi tersebut, Ida menjelaskan, bahwa pihaknya tengah mempersiapkan. Termasuk, PIC atau penanggung jawab di masing-masing kampung tematik.<br>&#8220;PIC ini penting untuk pengawasan setiap pengunjung yang datang terkait bagaimana status barcodenya. Jadi ketika ada yang scan dan statusnya merah, PIC bisa mencegah pengunjung untuk masuk,&#8221; terangnya.</p>



<p>Selain itu, Ida menguraikan, jika status PPKM versi Inmendagri sudah turun Level 2, maka boleh buka dengan kapasitas kunjungan 50 persen. &#8220;Ada dua versi level PPKM ya, kita pakai standart Inmendagri. Jadi kita berupaya sama dengan nilai asesmen dari Kementrian Kesehatan juga,&#8221; tutur Ida. <strong>(mus/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">155464</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Berwisata ke Kampung Tematik Kota Malang, Forkom Pokdarwis Sajikan Virtual Event</title>
		<link>https://memontum.com/berwisata-ke-kampung-tematik-kota-malang-forkom-pokdarwis-sajikan-virtual-event</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Oct 2021 12:47:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kampung tematik]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=154918</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Masih ditutupnya sejumlah wisata terutama kampung tematik di Kota Malang, tidak membuat Forum Komunikasi Kelompok Sadar Wisata (Forkom Pokdarwis), mati gaya. Jumat (01/10/2021) siang ini, mereka menggelar virtual event bertajuk &#8216;Sambang Kampung Tematik Kota Malang&#8217;, untuk menunjukkan bahwa Kampung Tematik masih eksis. Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Masih ditutupnya sejumlah wisata terutama kampung tematik di Kota Malang, tidak membuat Forum Komunikasi Kelompok Sadar Wisata (Forkom Pokdarwis), mati gaya. Jumat (01/10/2021) siang ini, mereka menggelar virtual event bertajuk &#8216;Sambang Kampung Tematik Kota Malang&#8217;, untuk menunjukkan bahwa Kampung Tematik masih eksis.</p>



<p>Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni, mengapresiasi acara yang berlangsung secara hybrid itu.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dua-terdakwa-dugaan-korupsi-pengadaan-tanah-polinema-dituntut-12-tahun-penjara">Dua Terdakwa Dugaan Korupsi Pengadaan Tanah Polinema Dituntut 12 Tahun Penjara</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/terdakwa-penggelapan-uang-penjualan-emas-rp-33-miliar-divonis-3-tahun-6-bulan-penjara">Terdakwa Penggelapan Uang Penjualan Emas Rp 3,3 Miliar Divonis 3 Tahun 6 Bulan Penjara</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/rakor-operasi-ketupat-semeru-2026-masyarakat-lumajang-harus-rayakan-lebaran-dengan-aman-dan-nyaman">Rakor Operasi Ketupat Semeru 2026, Masyarakat Lumajang Harus Rayakan Lebaran dengan Aman dan Nyaman</a></li>
</ul>


<p>&#8220;Selamat dan sukses untuk Forkompokdarwis yang melaksanakan kegiatan sambang kampung dari satu Kampung Tematik ke Kampung Tematik lainnya di Kota Malang. Tentu gelaran yang akan rutin berlangsung hingga bulan November ini bisa menjadi sebuah jembatan bagi tatanan kehidupan masyarakat di Kampung Tematik untuk bertindak selaku host bagi pengunjung yang hadir di kampungnya secara virtual,&#8221; ungkap Ida.</p>



<p>Dalam kegiatan ini pula, Ida berharap, agar Pokdarwis di tiap kampung tematik bisa menerjemahkan dan mengimplementasikan Sapta Pesona. Dimana itu, terdiri dari tujuh unsur, yaitu aman, tertib, bersih, indah, sejuk, ramah tamah, dan kenangan.</p>



<p>&#8220;Itu semua merupakan poin yg menjadi konsep sebagai dasar berwisata. Sehingga, semua kampung tematik wajib dan harus menerapkan 7 item tersebut agar wisatawan tidak hanya sesekali hadir di satu kampung, tetapi bisa hadir berkali-kali,&#8221; bebernya.</p>



<p>Menurutnya, output acara hasil inisiasi Forkompokdarwis Kota Malang ini, mampu membawa arah wisata yang makin bertumbuh dan berkembang. &#8220;Dari acara sambang kampung ini saya harap Forkom Pokdarwis bisa menilai kinerja program kegiatan dari Pokdarwis kampung tersebut. Sehingga kedepan kita tau apa yang harus ditindak lanjuti dari pengembangan kampung tematik tersebut. Terlebih jika dilaksanakan secara berkala dan berkesinambungan, bisa makin membuat kita paham akan masalah-masalah di kampung-kampung tematik yang kita kelola dan bina bersama,&#8221; terang Ida.</p>



<p>Sementara itu, Ketua Forkom Pokdarwis Kota Malang, Isa Wahyudi, menjelaskan bahwa ada 27 virtual event yang akan digelar mulai hari ini, setiap Jumat hingga Minggu pukul 13.00 di Channel Youtube. &#8220;Mudah-mudahan acaranya berkenan dan bisa menjadi bagian dari upaya kita melakukan promosi pariwisata di Kota Malang,&#8221; sambungnya.</p>



<p>Dirinya mengungkapkan, walau terdampak pandemi, wisata kampung tematik masih terus berbenah agar bisa tetap eksis dan bertahan. Terlebih dalam rangka menyongsong kenormalan baru di sektor pariwisata.</p>



<p>&#8220;Virtual event ini bisa jadi kebangkitan wisata di Kota Malang dan kebangkitan ekonomi masyarakat Kampung Tematik yang saat ini masih terus berbenah diri. Karena kami ingin Kampung Tematik di Kota Malang bisa dikenal sebagai kampung yang layak huni dan layak dikunjungi,&#8221; tutur pria yang akrab disapa Ki Demang itu. <strong>(mus/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">154918</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Forkom Pokdarwis Kota Malang Rencanakan Buka Wisata melalui Virtual Event</title>
		<link>https://memontum.com/forkom-pokdarwis-kota-malang-rencanakan-buka-wisata-melalui-virtual-event</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Sep 2021 08:20:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kampung tematik]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=153826</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Lebih dari 2,5 bulan tempat destinasi wisata di Kota Malang, tutup akibat kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa dan Bali. Hal tersebut, membuat 22 Kampung Tematik yang notabene sebagai bagian dari destinasi wisata Kota Malang, pun juga tidak dibuka. Namun, seiring dengan menurunnya level dan status kebijakan PPKM, kini Forum [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Lebih dari 2,5 bulan tempat destinasi wisata di Kota Malang, tutup akibat kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa dan Bali. Hal tersebut, membuat 22 Kampung Tematik yang notabene sebagai bagian dari destinasi wisata Kota Malang, pun juga tidak dibuka.</p>



<p>Namun, seiring dengan menurunnya level dan status kebijakan PPKM, kini Forum Komunikasi Kelompok Sadar Wisata (Forkompokdarwis) Kampung Tematik Kota Malang, berencana mengadakan virtual event. </p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bri-regional-13-malang-bersama-ybm-brilian-sbo-malang-salurkan-200-paket-sembako-untuk-guru-tahfidz">BRI Regional 13 Malang bersama YBM BRILiaN SBO Malang Salurkan 200 Paket Sembako untuk Guru Tahfidz</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/libur-lebaran-pemkab-banyuwangi-tetap-buka-pelayanan-adminduk">Libur Lebaran, Pemkab Banyuwangi Tetap Buka Pelayanan Adminduk</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pasar-murah-berbuntut-ricuh-diskopindag-kota-malang-siapkan-skema-baru">Pasar Murah Berbuntut Ricuh, Diskopindag Kota Malang Siapkan Skema Baru</a></li>
</ul>


<p>&#8220;Sebanyak 20 Kampung Tematik akan dibuka kembali sebagai wahana edukasi wisata. 27 Virtual event Kampung Tematik Kota Malang, akan berlangsung tiap hari Jumat, Sabtu dan Minggu siang selama bulan Oktober dan November 2021,&#8221; ujar Ketua Forkom Pokdarwis Kampung Tematik Kota Malang, Isa Wahyudi.</p>



<p>Pria yang akrab disapa Ki Demang tersebut menyampaikan, bahwa persiapan 27 virtual event ini diskenario melalui dua tempat. Yaitu, di studio dan on the sport live event di kampung tematik masing-masing.</p>



<p>&#8220;Persiapan lain yang kami lakukan adalah pembuatan video profil masing-masing kampung, menyusun kembali dokumentasi foto video kampung, recording tari-tarian, sambutan, dan testemony untuk di tayangkan di virtual event,&#8221; terangnya<strong>. (mus/sit)</strong></p>



<p>Adapun jadwal 27 Virtual Event Kampung Tematik Kota Malang sebagai media promosi kembali berwisata di Kampung kota adalah sebagai berikut :</p>



<p>1.Jumat, 01 Okt 2021,&nbsp;</p>



<p>Forkom Pokdawis Kampung Tematik Kota Malang, *Sambang Kampung ke Kampung Tematik Kota Malang*</p>



<p>2.Sabtu, 02 Okt 2021,&nbsp;</p>



<p>Kampung Budaya Polowijen, *Festival Batik Ken Ndedes*</p>



<p>3.Minggu, 03 Okt 2021,&nbsp;</p>



<p>Kampung Terapi Hijau , *festival Batik Sukun #2*</p>



<p>4.Jumat, 08 Okt 2021,&nbsp;</p>



<p>Kampung Tridi, *Festival Gugur gunung*</p>



<p>5.Sabtu, 09 Okt 2021,&nbsp;</p>



<p>Kampung Glintung Water Streat, *Festival Kampung Tangguh*</p>



<p>6.Minggu,10 Okt 21,&nbsp;</p>



<p>Kampung Warna Warni Jodipan, *Geliat warna-Warni Fest*</p>



<p>7.Jumat, 15 Okt 21,&nbsp;</p>



<p>Kampung Lampion Wangi, *Festival Lampion Wangi*</p>



<p>8.Sabtu, 16 Okt 21,&nbsp;</p>



<p>Kampung Keramik Dinoyo, *Kramik Corner*</p>



<p>9.Minggu 17 Okt 21,&nbsp;</p>



<p>Kampung Wisata Tempe Sanan, *Festival Kuliner Tempe Sanan*</p>



<p>10.Jumat, 22 Okt 21,&nbsp;</p>



<p>Kampung Gribig Religi, *Rumat Ramut Wulan Maulud*</p>



<p>11.Sabtu, 23 Okt 21,&nbsp;</p>



<p>Kampung Gerabah Penanggungan, *Festival Lempung Agung*</p>



<p>12.Minggu, 24 Okt 21,&nbsp;</p>



<p>Kampung Putih, *Festival kampung Putih*&nbsp;</p>



<p>13.Jumat, 29 Okt 21,&nbsp;</p>



<p>Kampung Biru Arema, *Arema Festival*</p>



<p>14.Sabtu, 30 Okt 21,&nbsp;</p>



<p>Kampung Heritage Kajoetangan, *Parade Jajanan Lawas #2*</p>



<p>15.Minggu, 31 Okt 21,&nbsp;</p>



<p>Kampung Satrio Turonggo Jati, *Jenggirat Fest*</p>



<p>16.Jumat, 5 November 21,&nbsp;</p>



<p>&nbsp;Kampung Koeboeran Londo, *Misa Arwah*</p>



<p>17.Sabtu, 6 Nov 21,&nbsp;</p>



<p>&nbsp;Kampung Rolakku Indah, *Gelegar Jathilan Malang*</p>



<p>18.Minggu, 7 Nov 21,&nbsp;</p>



<p>Kampung Nila Slilir, *Panen Raya kampung Nila*</p>



<p>19.Jumat, 12 Nov 21,&nbsp;</p>



<p>Kampung Tridi, *Festival Bukgludug*&nbsp;</p>



<p>20.Sabtu, 13 Nov 21,&nbsp;</p>



<p>Kawasan Wisata Panawijen, *Panawijen Dari Masa Ke Masa*</p>



<p>21.Minggu, 14 Nov 21,&nbsp;</p>



<p>Kampung Budaya Polowijen, *Festival Panawijen Djaman Biyen #4*</p>



<p>22.Jumat, 19 Nov 21,&nbsp;</p>



<p>Kampung 1000 Topeng, *Wilujengan Kamulyan*</p>



<p>23.Sabtu, 20 Nov 21,&nbsp;</p>



<p>Kampong Bambu Mewek Park, *Festival Bambu Mewek*</p>



<p>24.Minggu, 21 Nov 21,&nbsp;</p>



<p>Kampung Koeboeran Londo, *Sedekah Oksigen Hari Pohon*</p>



<p>25.Jumat, 26 Nov 21,&nbsp;</p>



<p>Kampung Glintung Water Streat, *Festival Urban Farming*</p>



<p>26.Sabtu, 27 Nov 21,&nbsp;</p>



<p>Kampung Terapi Hijau, *Nyadran Kalap Kulupan*&nbsp;</p>



<p>27.Minggu, 28 Nov 21,&nbsp;</p>



<p>Forkom Pokdawis Kampung Tematik Kota Malang, *Kembali berwisata di Kampung Tematik Kota Malang*</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">153826</post-id>	</item>
		<item>
		<title>PPKM Darurat, Ini Daftar Wisata Kampung Tematik Kota Malang yang Tutup Sementara</title>
		<link>https://memontum.com/ppkm-darurat-ini-daftar-wisata-kampung-tematik-kota-malang-yang-tutup-sementara</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Jul 2021 07:26:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Daftar Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[kampung tematik]]></category>
		<category><![CDATA[ppkm darurat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=147174</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Terbitnya Surat Edaran (SE) Wali Kota Malang Nomor 35 tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Covid-19, membuat Forum Komunikasi Kelompok Sadar Wisata (Forkom Pokdarwis) Kampung Tematik Kota Malang bergerak cepat mengambil keputusan. Selama masa PPKM Darurat, 22 Kampung Tematik di Kota Malang akan ditutup sementara. Keputusan itu disampaikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Terbitnya Surat Edaran (SE) Wali Kota Malang Nomor 35 tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Covid-19, membuat Forum Komunikasi Kelompok Sadar Wisata (Forkom Pokdarwis) Kampung Tematik Kota Malang bergerak cepat mengambil keputusan. Selama masa PPKM Darurat, 22 Kampung Tematik di Kota Malang akan ditutup sementara. Keputusan itu disampaikan Ketua Forkom Pokdarwis Kampung Tematik Kota Malang, Isa Wahyudi, karena merujuk pada poin kedua SE Wali Kota Nomor 35 Tahun 2021.</p>



<p>&#8220;Benar, sebagaimana angka 2 pada poin h bahwa fasilitas umum mencangkup area publik, taman umum, tempat wisata, tempat wisata umum dan area publik lainnya, tutup sementara. Maka dengan ini, sebanyak 22 Kampung Tematik Kota Malang yang di kelola oleh Forkom Pokdawis untuk kunjungan wisata dinyatakan tutup sementara,&#8221; ujarnya, Senin (05/07).</p>



<p><strong><em>Baca Juga:</em></strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bahas-ranperda-parkir-dprd-kota-malang-dan-pemkot-sepakat-skema-bagi-hasil-maksimal-70-persen">Bahas Ranperda Parkir, DPRD Kota Malang dan Pemkot Sepakat Skema Bagi Hasil Maksimal 70 Persen</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bri-regional-13-malang-bersama-ybm-brilian-sbo-malang-salurkan-200-paket-sembako-untuk-guru-tahfidz">BRI Regional 13 Malang bersama YBM BRILiaN SBO Malang Salurkan 200 Paket Sembako untuk Guru Tahfidz</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dua-terdakwa-dugaan-korupsi-pengadaan-tanah-polinema-dituntut-12-tahun-penjara">Dua Terdakwa Dugaan Korupsi Pengadaan Tanah Polinema Dituntut 12 Tahun Penjara</a></li>
</ul>


<p>Menurut pria yang akrab disapa Ki Demang itu, Kampung Tematik merupakan kategori tempat wisata di Kota Malang. Sehingga seluruhnya sepakat untuk mematuhi aturan pemerintah demi menanggulangi covid-19.</p>



<p>Namun pada beberapa kampung, dijelaskan Ki Demang masih dibuka untuk beberapa kegiatan tertentu.</p>



<p>&#8220;Meski begitu, ada beberapa kampung yang masih dibuka untuk kegiatan belanja atau ziarah terbatas. Jadi yang ditutup adalah kegiatan, kunjungan wisatanya,&#8221; tegas pria yang juga merupakan penggagas Kampung Budaya Polowijen itu.</p>



<p>Sejumlah warga yang tinggal di Kampung Tematik memang sedikit shock dengan aturan ini. Pasalnya, tidak seperti kebijakan sebelumnya yang memperbolehkan pengunjung datang namun dibatasi presentasenya.</p>



<p>&#8220;Kali ini benar-benar harus tutup sementara. Jadi warga shock, bingung, dan bertanya-tanya. Karena memang sejak mulai bulan Oktober sampai Juni ada kebangkitan kunjungan wisata dikit demi sedikit,&#8221; paparnya.</p>



<p>Akan tetapi, Ki Demang menjelaskan bahwa kegiatan warga di dalam kampung akan terus berlangsung. Seperti produksi, atau kegiatan budaya lainnya.</p>



<p>&#8220;Kita sarankan semua kampung yang produksi tetap produksi tidak apa-apa. Yang ada kegiatan latihan tari tradisional atau membatik untuk warga kampung, dijalankan ya tidak apa-apa. Yang penting kunjungan wisatanya ditutup,&#8221; pungkas Ki Demang. (mus/ed2)</p>



<p>Berikut adalah Daftar 22 Kampung Tematik Kota Malang</p>



<p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Kampung Budaya Polowijen (tutup sementara)</p>



<p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; kampung Kajoetangan Heritage (tutup sementara)</p>



<p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Kampung Topeng Baran (tutup sementara)</p>



<p>4.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Kampung Tridi (tutup sementara)</p>



<p>5.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Kampung Gribig Religi (tutup untuk wisata buka untuk ziarah terbatas)</p>



<p>6.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Kampung Terapi Hijau (tutup sementara)</p>



<p>7.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; kampung Putih (tutup sementara)</p>



<p>8.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Kampung Biru Arema (tutup sementara)</p>



<p>9.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Koeboeran Londo (tutup sementara)</p>



<p>10.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Kampung Grabah Penanggungan (tutup sementara)</p>



<p>11.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Kampung Kramat Kasin (tutup sementara)</p>



<p>12.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Kampung Nila Slilir (Buka untuk belanja ikan)</p>



<p>13.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Kampung Satrio Turonggo Jati (tutup untuk wisata buka untuk latihan)</p>



<p>14.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Kampung Tempe sanan (tutup untuk wisata buka untuk belanja)</p>



<p>15.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; kampung Keramik Dinoyo (Tutup untuk wisata buka untuk belanja)</p>



<p>16.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Kampung Bambu Mewek Park (tutup sementara)</p>



<p>17.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Kampung Lampion Wangi (tutup sementara)</p>



<p>18.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Kampung Rolak Indahku (tutup sementara)</p>



<p>19.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Kampung Glintung Water Street (Tutup Sementara)</p>



<p>20.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Kampung Wisata Aeng Hamid Rusdi (Tutup Sementara)</p>



<p>21.          Kampung Warna Wani Jodipan (Tutup Sementara) </p>



<p>22.          Kawasan Wisata Panawijen (Tutup sementara)</p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">147174</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
