<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Kampung Warna-warni &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/kampung-warna-warni/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 01 Mar 2021 13:47:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Kampung Warna-warni &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Satlantas Makota Hibur Anak-Anak di Kampung Warna-warni, Tanamkan Edukasi Tertib Berlalu Lintas</title>
		<link>https://memontum.com/satlantas-makota-hibur-anak-anak-di-kampung-warna-warni-tanamkan-edukasi-tertib-berlalu-lintas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Mar 2021 13:36:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Kampung Warna-warni]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Polresta Malang Kota]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=135776</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Satlantas Polresta Malang Kota menghibur anak-anak usia sekolah di Kampung Warna-Warni Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Senin (1/3/2021) pagi. Bahkan diantaranya ada yang berkostum Zebra dan kostum Sopo Jarwo. Anak-anak usia sekolah ini dikumpulkan di Balai Desa Kampung Warna Warni. Mereka dihibur dan diberikan edukasi tentang ketertiban berlalu lintas. Selain itu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="https://memontum.com/tag/polresta-malang-kota">Memontum </a>Kota Malang</strong> &#8211; Satlantas Polresta Malang Kota menghibur anak-anak usia sekolah di Kampung Warna-Warni Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Senin (1/3/2021) pagi. Bahkan diantaranya ada yang berkostum Zebra dan kostum Sopo Jarwo.</p>



<p>Anak-anak usia sekolah ini dikumpulkan di Balai Desa Kampung Warna Warni. Mereka dihibur dan diberikan edukasi tentang ketertiban berlalu lintas.</p>



<p>Selain itu mereka juga dibekali pengetahui tentang 5M (Memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas.</p>



<p>Karena banyaknya antusias dari masyarakat dan karena masih dalam masa pandemi Covid-19, sarana edukasi dijadikan dua season. Agar anak-anak tetap bisa menjaga jarak saat mengikuti pendidikan dari petugas Lalu Lintas Polresta Malang Kota.</p>



<p>Kasat Lantas Polresta Malang Kota, Kompol Ramadhan Nasution SIK mengatakan bahwa kegiatan ini adalah program polisi sahabat anak dan polisi ramah anak Satlantas Polresta Malang Kota.</p>



<p>&#8220;Di masa pandemi Covid-19 ini, kita ketahui bersama anak-anak sekolah tidak bisa hadir di sekolah. Sehingga kami berinisiatif mendatangi Kampung Warna Warni. Kami berikan edukasi kepada anak-anak usia sekolah dari umur 5 tahun sampai 10 tahun. Kami berikan Dikmas Lantas tentang pengetahuan berlalu lintas, kita tanamkan sejak dini,&#8221; ujar Kompol Rama.</p>



<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://memontum.com/134063-kapolresta-makota-resmikan-kampung-tangguh-semeru-ke-90-ajak-masyarakat-memutus-penyebaran-covid-19">Kapolresta Makota Resmikan Kampung Tangguh Semeru ke 90, Ajak Masyarakat Memutus Penyebaran Covid-19</a></strong></p>



<p>Pihaknya juga memberikan edukasi tentang protokol kesehatan 5 M. &#8220;Mereka juga lami berikan pemahaman tentang 5M, sebagai motor memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Anak-anak sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Bahwa ini juga menjadi refresing bagi mereka. Kami berikan hadiah bagi anak-anak, yang bisa menjawab pertanyaan kami berikan rewards. Bahwa adik-adik ini senang bisa melihat sosok polisi yang dekat dengan mereka. Tadi pesertanya ada 40 anak. Kita jadikan dua season supaya tetap menjaga jarak,&#8221; ujar Kompol Rama.</p>



<p>Bahwa kegiatan polisi sahabat anak dan ramah anak ini akan terus dilakukan di Kota Malang. &#8220;Ini akan rutin kami lakukan. Sebelumnya sudah kami lakukan di daerah Klojen. Edukasi ini untuk menyentuh usia dini agar nantinya mereka akan tertib berlalu lintas,&#8221; ujar Kompol Rama.</p>



<p>Perlu diketahui dalam razia balap liar yang selama ini terus digencarkan oleh pihak kepolisian, diketahui bahwa beberapa diantaranya adalah anak di bawah umur.</p>



<p>Pihaknya berharap dengan adanya edukasi lalu lintas secara dini ini agar para generasi penerus bisa semakin tertib dan disiplin berlalu lintas. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">135776</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kampung Warna-Warni Dapat Jatah Event Bulan Oktober</title>
		<link>https://memontum.com/kampung-warna-warni-dapat-jatah-event-bulan-oktober</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Feb 2021 04:24:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kampung tematik]]></category>
		<category><![CDATA[Kampung Warna-warni]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Tempat Wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=133644</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kalender Event Kampung Tematik 2021 sudah launching. Sebanyak 21 kampung tematik, sudah memperoleh jadwal yang bakal dimulai pada bulan April mendatang. Salah satunya adalah Kampung Warna-Warni. Kampung tematik ini kebagian event Geliat Warna-Warni Fest di tanggal 10 Oktober 2021. Menanggapi hal itu, Ketua Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) Kampung Warna-Warni, Soniparin, mengatakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kalender Event Kampung Tematik 2021 sudah launching. Sebanyak 21 kampung tematik, sudah memperoleh jadwal yang bakal dimulai pada bulan April mendatang.</p>



<p>Salah satunya adalah Kampung Warna-Warni. Kampung tematik ini kebagian event Geliat Warna-Warni Fest di tanggal 10 Oktober 2021.</p>



<p>Menanggapi hal itu, Ketua Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) Kampung Warna-Warni, Soniparin, mengatakan bahwa pihaknya ingin mendapat slot jadwal menyesuaikan hari jadi kampung mereka.</p>



<p>&#8220;Sebenarnya kami ingin pelaksanaan event di Kampung Warna-Warni tanggal 4 September, bertepatan dengan hari berdirinya kampung kami. Tapi rupanya tidak bisa, ya jadi menerima saja kami kebagian di tanggal 10 Oktober,&#8221; ungkapnya, Senin (01/02) tadi.</p>



<p>Sehingga, untuk hajat ulang tahun Kampung Warna-Warni kedepan akan dibicarakan dengan pengurus internal. Mengingat bahwa ketika tiba hari jadi, juga penting untuk diselenggarakan event.</p>



<p>&#8220;Insya Allah, nanti kami akan bicarakan secara internal pengurus. Perayaan seadanya saja, karena selain event yang 10 Oktober, ada lagi di tanggal 27 Juli, Festival Brantas. Kalau tanggal 4 September ada perayaan ya berdekatan dengan event lain, saya mikir anak-anak pasti capek mempersiapkan terus. Kita diskusikan dulu,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Dengan terselenggaranya event di Kampung Warna-Warni, diharapkan mampu menggait pengunjung. Pasalnya, sekarang kondisi kampung tematik ini cukup sepi meski sudah diperbolehkan buka dengan protokol kesehatan ketat.</p>



<p><strong><a href="https://memontum.com/133608-forkom-pokdarwis-malang-siapkan-39-event-kampung-tematik">Baca Juga: Forkom Pokdarwis Malang Siapkan 39 Event Kampung Tematik</a></strong></p>



<p>&#8220;Kita kasih honor petugas saja sekarang susah. Dulu rata-rata pengunjung 400 sampai 500 orang per hari, sekarang 70 pengunjung dalam sehari saja sudah alhamdulillah,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Meski sepi, ditegaskan Soniparin pihaknya tetap sabar, telaten, dan tidak akan menutup kampungnya sebagai tempat wisata. Bukan tanpa sebab, dirinya was-was akan kesulitan mempromosikan kembali kampung tematik ini jika harus ditutup.</p>



<p>&#8220;Jadi apa adanya ya kita syukuri saja dengan sabar. Insya Allah kalau sudah waktunya menggeliat kembali, akan pulih dengan sendirinya,&#8221; urai Soniparin. <strong>(cw1/ed2)</strong></p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">133644</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pengunjung Kampung Warna-warni Melonjak</title>
		<link>https://memontum.com/pengunjung-kampung-warna-warni-melonjak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Oct 2020 13:03:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Jodipan]]></category>
		<category><![CDATA[Kampung Warna-warni]]></category>
		<category><![CDATA[lonjakan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=126712</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kampung Warna-warni Jodipan, Kota Malang, mengalami lonjakan wisatawan, selama libur panjang akhir Oktober. Jika di hari-hari biasa kunjungan wisatawan hanya di angka 100, kini mulai mampu menembus angka 300 pengunjung atau wisatawan. &#8220;Alhamdulillah, untuk jumlah wisatawan, mengalami kenaikan luar biasa. Bisa dikatakan, naik sampai tiga kali lipat, jumlah pengunjungnya. Biasanya, hanya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kampung Warna-warni Jodipan, Kota Malang, mengalami lonjakan wisatawan, selama libur panjang akhir Oktober. Jika di hari-hari biasa kunjungan wisatawan hanya di angka 100, kini mulai mampu menembus angka 300 pengunjung atau wisatawan.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah, untuk jumlah wisatawan, mengalami kenaikan luar biasa. Bisa dikatakan, naik sampai tiga kali lipat, jumlah pengunjungnya. Biasanya, hanya sekitar 100 wisatawan,&#8221; kata Ketua RW 02 Kampung Jodipan, Sony Parin, Jumat (30/10) tadi.</p>
<p>Ditambahkannya, selama libur panjang berlangsung, pihaknya tidak memberi batasan pengunjung yang datang. Hanya saja, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, penerapan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah, diberlakukan di Kampung Warna-warni. Salah satunya, seperti menyediakan tempat untuk cuci tangan dan termo gun untuk wisatawan.</p>
<p>&#8220;Kalau untuk handsanitizer, memang tidak kami sediakan. Kami menganjurkan untuk membawa sendiri. Hanya tempat cuci tangan dan termo gun, yang diberlakukan ke wisatawan. Lalu, jangan lupa juga harus mengenakan masker,&#8221; jelas pria yang sudah menjabat ketua RW selama lebih dari 20 tahun itu.</p>
<p>Selama libur panjang, tambahnya, untuk harga tiket masih menggunakan tarif lama. Jadi, tidak ada kenaikan. &#8220;Cukup Rp 5 ribu, bisa keliling-keliling sepuasnya,&#8221; imbuh Parin, sapaan akrabnya. <strong>(mg1/sit)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">126712</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Standar Prokes, Kampung Warna-warni Dibuka</title>
		<link>https://memontum.com/1standar-prokes-kampung-warna-warni-dibuka</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Sep 2020 09:40:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Jodipan]]></category>
		<category><![CDATA[Kampung Warna-warni]]></category>
		<category><![CDATA[Swafoto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=123291</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Setelah sempat dilakukan penutupan sementara, akhirnya satu dari beberapa destinasi wisata di Kota Malang, mulai dibuka pada Jumat (4/9) tadi.  Adalah Kampung Warna-Warni Jodipan, yang mulai bisa dikunjungi sekaligus digunakan untuk foto selfi oleh masyarakat. Ketua RW 02, sekaligus Pembina Kampung Warna-Warni Jodipan, Soni Parin, mengatakan dengan dibukanya wisata Kampung Warna-Warni [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Setelah sempat dilakukan penutupan sementara, akhirnya satu dari beberapa destinasi wisata di Kota Malang, mulai dibuka pada Jumat (4/9) tadi.  Adalah Kampung Warna-Warni Jodipan, yang mulai bisa dikunjungi sekaligus digunakan untuk foto selfi oleh masyarakat.</p>
<p>Ketua RW 02, sekaligus Pembina Kampung Warna-Warni Jodipan, Soni Parin, mengatakan dengan dibukanya wisata Kampung Warna-Warni Jodipan, bukan berarti masyarakat atau pengunjung bisa dengan bebas keluar atau masuk lokasi. Karenanya, protokol kesehatan (Prokes) tetap menjadi acuan atau pedoman dalam menerima pengunjung atau wisatawan.</p>
<p><div id="attachment_123292" style="width: 801px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-123292" decoding="async" class=" wp-image-123292" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/09/FT-Cek.jpeg?resize=740%2C588&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="588" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/09/FT-Cek.jpeg?resize=300%2C238&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/09/FT-Cek.jpeg?resize=600%2C476&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/09/FT-Cek.jpeg?resize=200%2C159&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/09/FT-Cek.jpeg?w=626&amp;ssl=1 626w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-123292" class="wp-caption-text">CEK: Petugas mengukur suhu tubuh pengunjung.</p></div></p>
<p>&#8220;Ada petugas yang disiagakan untuk melakukan pengukuran suhu tubuh pengunjung. Lalu, juga disiapkan tempat untuk cuci tangan sebelum memasuki kawasan Kampung Warna Warni,&#8221; katanya.</p>
<p>Selain beberapa poin itu, tambahnya, pengunjung yang akan memasuki kawasan, juga diwajibkan memakai masker. Dengan begitu, langkah antisipasi dan tetap sterilnya Kampung Warna Warni, bisa terjaga bersama.</p>
<p>&#8220;Alat pengukur suhu badan atau thermo gun, sudah kita siapkan. Sehingga, jika saat pemeriksaan diketahui suhu badannya lebih dari 37 derajat, maka akan diminta berkunjung kembali pada lain waktu,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>Selain tetap mengedepankan Prokes, ujar Soni, jumlah pengunjung untuk sementara dilakukan pembatasan. Jadi, untuk sementara tidak bisa bebas keluar dan masuk.</p>
<p>Masih menurut Soni, selama masa penutupan sementara akibat pandemi Covid 19, pada beberapa tempat spot untuk berfoto di Kampung Warna Warni, juga mengalami perubahan.  Hal itu dilakukan, agar wisatawan mendapatkan suasana baru saat datang kembali berkunjung.</p>
<p><div id="attachment_123293" style="width: 798px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-123293" decoding="async" class=" wp-image-123293" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/09/FT-Warna1.jpeg?resize=740%2C419&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="419" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/09/FT-Warna1.jpeg?resize=300%2C170&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/09/FT-Warna1.jpeg?resize=600%2C340&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/09/FT-Warna1.jpeg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/09/FT-Warna1.jpeg?w=697&amp;ssl=1 697w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-123293" class="wp-caption-text">SPOT: Pengunjung menikmati keindahan Kampung Warna-warni.</p></div></p>
<p>&#8220;Beberapa spot foto, ada yang dilakukan pergantian dengan gambar-gambarnya (mural). Tujuannya, agar menambah nuansa dan suasana baru bagi pengunjung,&#8221; imbuhnya seraya menunjuk ke salah satu spot foto barunya.</p>
<p>Dari pantauan selama berada di Kampung Warna Warni, beberapa pengunjung nampak senang dengan apa yang disuguhkan di salah satu ikon Jodipan ini. Meskipun, di satu sisi juga khawatir dengan adanya Covid 19.</p>
<p>&#8220;Yang namanya khawatir, itu pasti ada. Apalagi, sekarang masih masa pandemi. Namun, dengan adanya protokol kesehatan seperti ini, tentu jauh lebih menarik. Setidaknya, pengunjung merasa aman dengan standar kesehatan yang digunakan dan bisa menikmati wisata yang ada. Jadi, kami tetap senang bisa berlibur,&#8221; kata Ana, pengunjung asal Surabaya. <strong>(cw1/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">123291</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
