<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>kata &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/kata/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 03 Aug 2023 09:25:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>kata &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Respon Pembongkaran Pagar Balai Kota, Ini Kata Ketua DPRD Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/respon-pembongkaran-pagar-balai-kota-ini-kata-ketua-dprd-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Aug 2023 08:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[balai]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD]]></category>
		<category><![CDATA[kata]]></category>
		<category><![CDATA[ketua]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pagar]]></category>
		<category><![CDATA[pembongkaran]]></category>
		<category><![CDATA[respon]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=194868</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pembongkaran pagar depan Balai Kota Malang, masih menjadi perhatian dari DPRD Kota Malang. Kali ini, giliran Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika, yang turut memberikan perhatian. Disampaikan Ketua DPRD, jika pihaknya akan memperdalam pembongkaran tersebut pada Komisi C DPRD Kota Malang. Itu karena, mengenai anggaran yang dipergunakan untuk pembongkaran [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Pembongkaran pagar depan Balai Kota Malang, masih menjadi perhatian dari DPRD Kota Malang. Kali ini, giliran Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika, yang turut memberikan perhatian.</p>



<p>Disampaikan Ketua DPRD, jika pihaknya akan memperdalam pembongkaran tersebut pada Komisi C DPRD Kota Malang. Itu karena, mengenai anggaran yang dipergunakan untuk pembongkaran pagar, tidak ada.</p>



<p>“Seharusnya, komunikasikan dahulu dengan kami. Karena begitu saya mengecek di Komisi C, belum pernah ada pembahasan anggaran terkait dengan pembongkaran pagar itu. Kami jadwalkan juga untuk menanyakan itu, karena Komisi C terkait dengan DLH dan PUPR. Kami akan tanyakan dari mana anggaran itu? apakah dari refocussing anggaran? Kalau iya, apa alasan refocussingnya. Itu yang akan kami perdalam,” jelas Ketua DPRD, seusai paripurna di DPRD Kota Malang, Kamis (03/08/2023) tadi.</p>



<p>Kemudian, Made menegaskan jika itu memang sepenuhnya wewenang penuh dari eksekutif (Pemkot Malang). Namun, paling tidak secara etika politik, itu disampaikan kepada DPRD Kota Malang terlebih dahulu.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kota-malang-masuk-31-besar-program-lsdp-kemendagri-proyek-rdf-ditarget-mulai-2027">Kota Malang Masuk 31 Besar Program LSDP Kemendagri, Proyek RDF Ditarget Mulai 2027</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/polres-situbondo-ungkap-praktik-pembuatan-petasan-dan-amankan-51-kg-bubuk-mercon">Polres Situbondo Ungkap Praktik Pembuatan Petasan dan Amankan 5,1 Kg Bubuk Mercon</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/mudik-lebaran-2026-diprediksi-turun-dishub-kota-malang-siapkan-7-pos-dan-rekayasa-lalin-situasional">Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Turun, Dishub Kota Malang Siapkan 7 Pos dan Rekayasa Lalin Situasional</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ramadan-kondusif-rutan-situbondo-perketat-pengamanan-lewat-sidak-blok-hunian">Ramadan Kondusif, Rutan Situbondo Perketat Pengamanan Lewat Sidak Blok Hunian</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/evaluasi-penataan-lalin-jalan-merdeka-selatan-dishub-kota-malang-tak-tutup-permanen-saat-ramadan">Evaluasi Penataan Lalin Jalan Merdeka Selatan, Dishub Kota Malang Tak Tutup Permanen saat Ramadan</a></li>
</ul>


<p>“Kami belum ke tahap pengambilan setuju atau tidaknya. Karena kami nanti masih akan melihat. Tapi inilah sebenarnya pola komunikasi dibutuhkan, menurut kami ini kurang adanya komunikasi,” tambahnya.</p>



<p>Ditambahkan Made, jika secara estetika kota, maka harus dilihat secara menyeluruh. Jika pagar Balai Kota tersebut dibongkar, maka ada plus minusnya. Termasuk, juga jika bongkar pagar DPRD Kota Malang.</p>



<p>“Kalau pagar di DPRD Kota Malang dibongkar, misalnya ada demo-demo, siapa yang mau bertanggungjawab? Kan begitu. Secara garis besar kita akan lihat dan dievaluasi. Kalau itu memang menyambung dengan Alun-alun Tugu dan tanggapan masyarakat bagus, ya monggo. Tapi kalau tidak, ya akan kami evaluasi,” katanya.</p>



<p>Dalam hal ini, ujarnya, DPRD Kota Malang akan memenuhi apapun yang menjadi aspirasi dari masyarakat. Akan melihat pro dan kontranya seperti apa. Karena DPRD Kota Malang mempunyai wewenang dalam pengawasan.</p>



<p>“Kalau memang itu (pagar) harus dikembalikan, ya kami kembalikan lagi. Kita lihat fungsi dan secara estetika, itu seperti apa. Karena sekarang kami belum bisa melihat secara mendalam, karena Alun-alun Tugu juga belum selesai. Setelah dibuka, nanti akan kita lihat dan evaluasi. Mengingat ini adalah kebijakan manusia maka pasti bisa dievaluasi,” imbuh Made. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">194868</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dua Mahasiswa Asingnya Terseret Ombak Pantai Jembatan Panjang, Ini Kata Universitas Brawijaya</title>
		<link>https://memontum.com/dua-mahasiswa-asingnya-terseret-ombak-pantai-jembatan-panjang-ini-kata-universitas-brawijaya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Jul 2023 12:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[asingnya]]></category>
		<category><![CDATA[brawijaya]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan]]></category>
		<category><![CDATA[kata]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[ombak]]></category>
		<category><![CDATA[panjang]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai]]></category>
		<category><![CDATA[terseret]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192726</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Koordinator Pengelola Sistem Informasi dan Kehumasan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB) Kota Malang, dr Holipah, membenarkan kabar mengenai dua mahasiswanya terseret ombak di Pantai Jembatan Panjang, Tanjung Sirap, Desa Sumberbening, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Dua mahasiswi itu, adalah mahasiswi asing dari negara Swiss dan Spanyol. Tidak hanya itu, dalam konferensi pers [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Koordinator Pengelola Sistem Informasi dan Kehumasan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB) Kota Malang, dr Holipah, membenarkan kabar mengenai dua mahasiswanya terseret ombak di Pantai Jembatan Panjang, Tanjung Sirap, Desa Sumberbening, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Dua mahasiswi itu, adalah mahasiswi asing dari negara Swiss dan Spanyol.</p>



<p>Tidak hanya itu, dalam konferensi pers juga disampaikan bahwa dalam kegiatan tersebut secara keseluruhan melibatkan 29 orang. Dimana 17 mahasiswa asing merupakan mahasiswa pertukaran pelajar dan 12 lainnya mahasiswa FKUB.</p>



<p>“Ini merupakan rangkaian dari kegiatan Exchange Program mereka. Kegiatan ini adalah kegiatan rutin dilakukan oleh mahasiswa dari luar negeri. Mereka datang ke FKUB dan melakukan kegiatan seperti melakukan penelitian di laboratorium atau seperti melakukan observasi di rumah sakit,” jelas Holipah, Sabtu (08/07/2023) tadi.&nbsp;</p>



<p>Dalam kegiatan Exchange Program tersebut, paparnya, juga ada program sosial. Yaitu, mengenalkan budaya Indonesia dan juga beberapa tempat di Malang Raya. Salah satunya, seperti yang dilakukan ke Pantai Jembatan Panjang.</p>



<p>“Jadi, ini termasuk program sosial dari adik-adik mahasiswa, untuk hari libur memang memprogramkan kegiatan di luar kampus dan di luar rumah sakit. Misalnya ke Bromo, kemudian ke pantai. Jadi, ini kegiatan yang rutin mereka lakukan dan bekerjasama dengan agen yang sama. Sehingga, kami tidak ragu lagi dengan kemampuan agen tersebut. Termasuk, untuk kemampuan dalam mendampingi adik-adik mahasiswa di pantai,” terangnya.</p>



<p>Kemudian, dikatakannya jika kegiatan tersebut di bawah naungan Wakil Dekan (Wadek) Bidang Kemahasiswaan FKUB. Sehingga, para mahasiswa telah melakukan kerja sama bersama dengan Event Organizer (EO) pihak travel.</p>



<p>“Jadi, kami juga sudah memastikan bagaimana keselamatannya dan dari pihak agen memastikan aman. Namun demikian, karena ini musibah, kita semua tidak bisa menghindari,” katanya.</p>



<p>Lebih lanjut Holipah juga mengatakan, bahwa kegiatan tersebut sebenarnya akan berjalan selama tiga minggu. Yakni, mulai (03/07/2023) hingga (28/07/2023). Namun, belum seminggu, ternyata ada kejadian nahas menimpa mereka. Untuk saat ini, pihak FKUB sedang melakukan koordinasi dan mengevakuasi mahasiswa lainnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Ini kami sedang koordinasi lagi. Sebagian rombongan masih di sana dan sebagian ada yang kami evakuasi untuk kembali. Kami juga berkoordinasi untuk segera memulangkan yang lainnya. Insyaallah, logistik dan sebagainya sudah kami siapkan di sana untuk keperluan adik-adik dan Tim SAR dan juga polisi,” lanjutnya.</p>



<p>Untuk korban Warga Negara Asing (WNA) dengan identitas JOS (24) yang berasal dari Swiss dan ABR (23) dari Spanyol, juga telah dilakukan koordinasi kepada kedutaan terkait. “Dari international office UB itu sudah menelpon masing-masing kedutaan dari WNA tersebut. Memang, kami juga akan segera mengirimkan offical letter ke masing-masing kedutaan,” tambahnya.</p>



<p>Untuk saat ini, FKUB langsung menurunkan tim emergency disaster dan juga wakil dekan bidang kemahasiswaan ke lokasi kejadian. Informasi terakhir yang didapatkan, memang karena cuaca yang kurang baik dan juga ombak sedang tinggi. Sehingga, kesulitan untuk dilakukan pencarian.</p>



<p>“Informasi terbaru, memang upaya sudah dari pagi kami lakukan terus. Kami berupaya agar segera ke lima korbannya ini bisa ditemukan. Mungkin nanti teman-teman yang ada di lokasi bisa memberikan informasi lebih detail tentang kondisi terkini. Tapi kami dari universitas, fakultas, Basarnas dan juga Tim Emergency Disaster UB, ini terus berkoordinasi dan berupaya keras agar semua dapat berjalan lancar dan ditemukan dalam keadaan baik,” imbuhnya.</p>



<p>Sebagaimana diberitakan, sebanyak lima orang diantaranya dua mahasiswi asing dari Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, Ana Brieva Ramirez (24), warga Negara Spain dan Jana Olivia Soland (24), warga Negara Swis, serta tiga guide rombongan yakni Made, Bayu dan Pendik, terseret ombak Pantai Jembatan Panjang, Sabtu (08/07/2023) sekitar pukul 08.00. Peristiwa naas itu, berlangsung saat sebanyak delapan orang berenang di pinggiran pantai. Namun secara tiba-tiba, muncul ombak besar hingga membuat Anna dan Jana tidak bisa menepi. Keduanya, menyangkut di tengah pulau.</p>



<p>Melihat Anna dan Jana dalam bahaya, Made bersama Bayu dan Pendik, berniat memberikan pertolongan. Namun, saat merescue keduanya, secara tiba-tiba ombak besar datang. Sehingga, mereka terseret ombak. Akibat kejadian itu, lima orang dinyatakan hilang dilakukan pencarian. <strong>(rsy/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192726</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Larung Kepala Kerbau di Dam Bagong, Ini Kata Bupati Trenggalek</title>
		<link>https://memontum.com/larung-kepala-kerbau-di-dam-bagong-ini-kata-bupati-trenggalek</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Jun 2023 09:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[bagong,]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[DAM]]></category>
		<category><![CDATA[di]]></category>
		<category><![CDATA[ini]]></category>
		<category><![CDATA[kata]]></category>
		<category><![CDATA[kepala]]></category>
		<category><![CDATA[kerbau]]></category>
		<category><![CDATA[Larung]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintahan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191119</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, melarung kepala, kaki dan kulit kerbau dalam upacara adat Bersih Dam Bagong atau sering disebut Nyadran Dam Bagong. Disaksikan ribuan masyarakat dan juga tokoh agama, kegiatan yang rutin digelar tahunan ini berlangsung sakral. Kegiatan ini, merupakan upacara adat yang rutin dan senantiasa dilestarikan oleh masyarakat setempat. Semangatnya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, melarung kepala, kaki dan kulit kerbau dalam upacara adat Bersih Dam Bagong atau sering disebut Nyadran Dam Bagong. Disaksikan ribuan masyarakat dan juga tokoh agama, kegiatan yang rutin digelar tahunan ini berlangsung sakral.</p>



<p>Kegiatan ini, merupakan upacara adat yang rutin dan senantiasa dilestarikan oleh masyarakat setempat. Semangatnya adalah bersedekah, dengan harapan mendapatkan berkah Allah SWT.</p>



<p>Nyadran Dam Bagong sendiri, merupakan bentuk penghormatan masyarakat atas perjuangan Ki Ageng Menak Sopal yang telah berjasa membawa kemakmuran masyarakat setelah membangun Dam Bagong. Lebih-lebih Dam ini, diyakini selain sebagai sumber pengairan pertanian juga dapat menampung air ketika musim kemarau dan mampu mengendalikan banjir ketika musim penghujan.</p>



<p>&#8220;Ini prosesi nyadran sudah dilaksanakan. Semoga sedekahnya seluruh warga Desa Ngantru dan sedekahnya seluruh warga Desa Kerjo nanti dibalas oleh Allah dengan rejeki yang melimpah,&#8221; kata Bupati Arifin, Jumat (16/06/2023) siang.</p>



<p>Dijelaskan suami Novita Hardiny ini, kepala kerbau sebenarnya simbol kehormatan dan kepercayaan. &#8220;Jadi kalau membangun atau kita katakanlah sebagai pelayanan masyarakat, kepercayaan itu adalah segala-galanya,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Dapat diartikan, ujarnya, kepala ini adalah performa Pemerintah Daerah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kerbau juga melambangkan makhluk Tuhan yang biasa bekerja keras. Maka kepercayaan dan kerja keras itu yang akan menghantarkan kepada kesuksesan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Jika ada yang mengira, kepala kerbau itu dilarung maka akan mengapung di air dan bisa menyebabkan difteri, itu adalah salah besar. Kenyataannya, setelah dilemparkan ke dalam Dam Bagong, kepala kerbau beserta kaki dan kulitnya akan direbut lagi oleh masyarakat.</p>



<p>&#8220;Jadi tidak ada yang tertinggal di aliran sungai. Sebenarnya upacara adat ini adalah sedekah untuk masyarakat. Jadi dagingnya dimakan lagi oleh masyarakat,&#8221; tutur Mas Ipin-sapaan akrabnya.</p>



<p>Pihaknya juga akan meminta Dinas Pengairan untuk mengecek secara berkala, karena Dam ini tidak hanya mengaliri sawah yang ada di kota. Namun, juga mengaliri sampai ke Pogalan dan seterusnya.</p>



<p>Cita-cita besarnya Pemerintah saat ini adalah Proyek Strategis Nasional itu mereplikasi atau membesarkan Dam Bagong dengan Bendungan Bagong yang nanti ada di Sumurup. Ini perjuangan Menak Sopal jaman dulu dengan Menak Sopal jaman kini dan untuk Menak Sopal jaman kini adalah Pemerintah Daerah.</p>



<p>&#8220;Mari kita doakan pembangunan Bendungan Bagong yang saat ini dilaksanakan, masyarakat di sana juga yang mengikhlaskan bahwa kegiatan di sana bisa berjalan semoga diberi rizqi yang melimpah. Diberi kesabaran dan juga yang mengerjakan bisa tepat waktu dan semoga bisa segera termanfaatkan,&#8221; paparnya. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191119</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
