<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Kecamatan Sukun &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/kecamatan-sukun/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 13 Dec 2022 12:43:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Kecamatan Sukun &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Tersangka Pembunuhan Ibu Angkat di Kota Malang Peragakan 23 Adegan dalam Rekonstruksi</title>
		<link>https://memontum.com/tersangka-pembunuhan-ibu-angkat-di-kota-malang-peragakan-23-adegan-dalam-rekonstruksi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Dec 2022 12:43:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Sukun]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pelaku Pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[rekonstruksi]]></category>
		<category><![CDATA[tersangka]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=179902</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kasus pembunuhan terhadap Nanik Suyatni (85), warga Jalan Manyar, No 36 RT16 RW08 Kelurahan Sukun, Kecamatan Sukun, Kota Malang, direkontruksi, Selasa (13/12/2022) tadi. Dalam gelaran itu, petugas Reskrim Polres Malang Kota menghadirkan Rahmat Irwanto alias Iwan (40), anak angkat korban, yang juga diduga sebagai tersangka pembunuhan. Dalam rekontruksi ini, tersangka memperagakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kasus pembunuhan terhadap Nanik Suyatni (85), warga Jalan Manyar, No 36 RT16 RW08 Kelurahan Sukun, Kecamatan Sukun, Kota Malang, direkontruksi, Selasa (13/12/2022) tadi. Dalam gelaran itu, petugas Reskrim Polres Malang Kota menghadirkan Rahmat Irwanto alias Iwan (40), anak angkat korban, yang juga diduga sebagai tersangka pembunuhan.</p>



<p>Dalam rekontruksi ini, tersangka memperagakan 23 adegan. Dalam reka ulang tersebut, tersangka melakukan pembunuhan menggunakan tangan kosong. Yakni, dengan cara mencekik dan memukul ke bagian kepada korban hingga beberapa kali.</p>



<p>Wakasat Reskrim Polresta Malang Kota, Iptu Nurwasis, di sela-sela rekonstruksi mengatakan bahwa rekontruksi ini memberikan gambaran untuk melihat peristiwa sebenarnya. Tersangka, memperagakan mulai dari awal prosesi pembunuhan.</p>



<p>&#8220;Reka ulang itu, untuk mengetahui perbuatan tersangka secara langsung. Adakah persesuaian antara keterangan saksi termasuk hasil otopsi dengan yang dilakukan tersangka. Dalam pengakuannya, tersangka melakukan pemukulan tidak lebih dari 6 kali,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-malang-pastikan-sanksi-tegas-untuk-sppg-yang-langgar-sop">Wali Kota Malang Pastikan Sanksi Tegas untuk SPPG yang Langgar SOP</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/terdakwa-dugaan-penggelapan-emas-rp-33-miliar-minta-diskon-hukuman">Terdakwa Dugaan Penggelapan Emas Rp 3,3 Miliar Minta &#8216;Diskon&#8217; Hukuman</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/harga-cabai-tinggi-petani-lesanpuro-tetap-tertekan-biaya-obat-akibat-hama-dan-hujan">Harga Cabai Tinggi, Petani Lesanpuro Tetap Tertekan Biaya Obat Akibat Hama dan Hujan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/soroti-jabatan-plt-di-kepala-dinas-komisi-i-dprd-trenggalek-tekankan-bkpsdm-segera-ajukan-definitif">Soroti Jabatan Plt di Kepala Dinas, Komisi I DPRD Trenggalek Tekankan BKPSDM segera Ajukan Definitif</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/miliki-65-hektare-lahan-cabai-kota-malang-dinilai-mampu-jaga-ketersediaan-stok">Miliki 65 Hektare Lahan Cabai, Kota Malang Dinilai Mampu Jaga Ketersediaan Stok</a></li>
</ul>


<p>Terkait motif, Wakasat menyampaikan adalah masalah kebutuhan. Sebelum peristiwa terjadi, tersangka sempat minta uang untuk kebutuhan. Misalnya untuk pembayaran air, listrik dan lainya. Namun, korban tidak merespon. &#8220;Karena tidak ada respon dari korban, tersangka emosi dan melakukan kekerasan berakibat korban meninggal di lokasi kejadian,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Seperti diberitakan sebelumnya, Nanik ditemukan tewas bersimbah darah hingga diduga menjadi korban pembunuhan pada Kamis (24/11/2022) sore. Tubuh Nanik ditemukan oleh keluarga anak angkatnya saat berkunjung ke rumah. Dari informasi yang dihimpun, saat ditemukan, pada bagian wajah korban dipenuhi darah segar. Selain itu, juga didapati beberapa luka di bagian kepalanya.</p>



<p>Tersangka Iwan, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka karena telah membunuh ibu angkatnya tersebut. Tersangka sendiri, saat dilakukan pemeriksaan oleh penyidik, mengatakan sehat jasmani dan rohani. Bahkan, bisa menjawab pemeriksaan petugas.</p>



<p>Atas perbuatannya itu, tersangka dikenakan Pasal 338 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">179902</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Seorang Nenek di Kota Malang Ditemukan Meninggal secara Misterius dengan Besimbah Darah di Rumah</title>
		<link>https://memontum.com/seorang-nenek-di-kota-malang-ditemukan-meninggal-secara-misterius-dengan-besimbah-darah-di-rumah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Nov 2022 03:35:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan Tidak Bernyawa]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Sukun]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal misterius]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=178814</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kasus meninggalnya Nanik Suyatni (85), warga Jalan Manyar, No 36 RT16 RW08 Kelurahan Sukun, Kecamatan Sukun, Kota Malang, hingga Jumat (25/11/2022) tadi, masih dalam penyelidikan petugas Reskrim Polresta Malang Kota. Sekedar diketahui, perempuan tua atau Nenek Nanik, ditemukan meninggal dunia dengan bersimbah darah hingga diduga menjadi korban pembunuhan pada Kamis (24/11/2022) [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kasus meninggalnya Nanik Suyatni (85), warga Jalan Manyar, No 36 RT16 RW08 Kelurahan Sukun, Kecamatan Sukun, Kota Malang, hingga Jumat (25/11/2022) tadi, masih dalam penyelidikan petugas Reskrim Polresta Malang Kota. Sekedar diketahui, perempuan tua atau Nenek Nanik, ditemukan meninggal dunia dengan bersimbah darah hingga diduga menjadi korban pembunuhan pada Kamis (24/11/2022) sore.</p>



<p>Diperoleh keterangan, sore itu tubuh Nanik ditemukan oleh keluarga anak angkatnya, saat berkunjung ke rumah. Saat ditemukan, pada bagian wajah korban dipenuhi darah segar. Selain itu, juga didapati beberapa luka di bagian kepalanya.</p>



<p>Ketua RT 16 RW 08, Kelurahan Sukun, Kecamatan Sukun, Jumari, mengungkapkan bahwa saat itu dirinya mendapat informasi kejadian dari Isa, adik anak angkatnya korban, yang bernama Rahmat Irwanto alias Iwan (40). &#8220;Mbak Isa melapor ke saya sekitar pukul16.00. Kemudian, istri saya diajak untuk melihat kondisi jenazah. Diketahui, ada luka yang diduga bekas pukulan benda tumpul di bagian kepala kiri korban. Kemudian saya melapor ke Ketua RW dan Lurah Sukun,&#8221; ujar Jumari, di lokasi kejadian.</p>



<p>Jumari juga ikut menyusul ke rumah korban untuk ikut melihat kondisi korban. Dirinya mengatakan, selain bekas pukulan benda tumpul, di bagian kepala depan sebelah kanan juga terdapat beberapa gores luka sayatan kecil. &#8220;Untuk darah ini, kemungkinan keluar dari luka bekas pukulan benda tumpul. Untuk lukanya, ini kira-kira seukuran mata palu dan lukanya masih baru,&#8221; terangnya.</p>



<p>Kejadian ini selanjutnya dilaporkan ke pihak kepolisian, hingga tidak lama kemudian, petugas Polsek Sukun dan Tim Inafis Polresta Malang Kota tiba di lokasi kejadian. Setelah hampir dua jam melakukan olah TKP, petugas keluar dengan membawa tiga kantong plastik. &#8220;Setelah itu, korban dibawa ke Kamar Jenazah RSSA Malang. Saat ini, keluarga sudah meminta agar dilakukan visum kepada korban,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-malang-pastikan-sanksi-tegas-untuk-sppg-yang-langgar-sop">Wali Kota Malang Pastikan Sanksi Tegas untuk SPPG yang Langgar SOP</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/terdakwa-dugaan-penggelapan-emas-rp-33-miliar-minta-diskon-hukuman">Terdakwa Dugaan Penggelapan Emas Rp 3,3 Miliar Minta &#8216;Diskon&#8217; Hukuman</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/harga-cabai-tinggi-petani-lesanpuro-tetap-tertekan-biaya-obat-akibat-hama-dan-hujan">Harga Cabai Tinggi, Petani Lesanpuro Tetap Tertekan Biaya Obat Akibat Hama dan Hujan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/soroti-jabatan-plt-di-kepala-dinas-komisi-i-dprd-trenggalek-tekankan-bkpsdm-segera-ajukan-definitif">Soroti Jabatan Plt di Kepala Dinas, Komisi I DPRD Trenggalek Tekankan BKPSDM segera Ajukan Definitif</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/miliki-65-hektare-lahan-cabai-kota-malang-dinilai-mampu-jaga-ketersediaan-stok">Miliki 65 Hektare Lahan Cabai, Kota Malang Dinilai Mampu Jaga Ketersediaan Stok</a></li>
</ul>


<p>Jumari juga mengatakan, bahwa Nanik menjadi korban dugaan pembunuhan karena bekas luka yang dialaminya. &#8220;Sehari-harinya, korban hanya tinggal bersama anak angkatnya bernama Iwan,&#8221; ujar Jumari.</p>



<p>Perlu diketahui, bahwa Nanik tidak menikah dan merawat Iwan sejak kecil.</p>



<p>Jumari sendiri juga mengungkapkan, mengenai perilaku ganjil yang dilakukan oleh Iwan, saat korban ditemukan meninggal bersimbah darah. Namun, dirinya tidak bisa memastikan apakah itu ada hubungannya. &#8220;Saat saya mendatangi rumah korban bersama Ketua RW dan Lurah Sukun, ternyata Iwan ada di dalam rumah sambil membawa handuk. Setelah itu handuknya dipakai untuk membersihkan darah yang ada di lantai,&#8221; ujarnya</p>



<p>Jumari pun heran, dengan perilaku ganjil tersebut. Karenanya, Iwan pun juga sempat ditanyainya. &#8220;Kata Iwan, dibersihkan agar tidak anyir,&#8221; jelasnya. Usai kejadian itu, Iwan sudah dibawa ke Polresta Malang Kota, untuk diperiksa.</p>



<p>Kasatreskrim Polresta Malang Kota, AKP Bayu Febrianto Prayoga, saat dikonfirmasi pada Jumat (25/11/2022) tadi, mengatakan bahwa pihaknya masih memeriksa saksi-saksi dan penyelidikan. &#8220;Untuk mengetahui penyebab meninggalnya korban, masih menunggu hasil autopsi. Apakah jatuh ataukah ada penyebab lain. Sehingga, nanti bisa diketahui setelah hasil autopsinya keluar,&#8221; ujar AKP Bayu. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">178814</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Diduga Akibat Bakar Kemenyan, Rumah di Sukun Kota Malang Terbakar</title>
		<link>https://memontum.com/diduga-akibat-bakar-kemenyan-rumah-di-sukun-kota-malang-terbakar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 May 2022 11:08:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kebakaran]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Sukun]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Sakit]]></category>
		<category><![CDATA[Terbakar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=169886</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Rumah milik Poniman (80) warga Jl Kolonel Sugiono, Gang II, Kelurahan Ciptomulyo, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Senin (30/05/2022) tadi, terbakar. Beruntung, saat kejadian berlangsung, rumah dalam kondisi kosong hingga tidak sampai ada korban jiwa. Informasi Memontum.com, bahwa kejadian terjadi sekitar pukul 11.30, saat rumah dalam kondisi kosong. Api terlihat pertama kali [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Rumah milik Poniman (80) warga Jl Kolonel Sugiono, Gang II, Kelurahan Ciptomulyo, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Senin (30/05/2022) tadi, terbakar. Beruntung, saat kejadian berlangsung, rumah dalam kondisi kosong hingga tidak sampai ada korban jiwa.</p>



<p>Informasi Memontum.com, bahwa kejadian terjadi sekitar pukul 11.30, saat rumah dalam kondisi kosong. Api terlihat pertama kali dari lantai dua rumah. Tidak lama kemudian, api semakin membesar hingga membuat warga merasa panik. Warga mencoba memadamkan api dengan air seadanya, namun rumah dalam kondisi terkunci.</p>



<p>&#8220;Pemilik rumah bernam Poniman. Dia keluar rumah sekitar pukul 07.00. Sedangkan cucunya juga sudah keluar rumah kerja jadi satpam di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. Jadi, rumah dalam kondisi kosong,&#8221; ujar Sumiati, warga sekitar.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-malang-pastikan-sanksi-tegas-untuk-sppg-yang-langgar-sop">Wali Kota Malang Pastikan Sanksi Tegas untuk SPPG yang Langgar SOP</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/terdakwa-dugaan-penggelapan-emas-rp-33-miliar-minta-diskon-hukuman">Terdakwa Dugaan Penggelapan Emas Rp 3,3 Miliar Minta &#8216;Diskon&#8217; Hukuman</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/harga-cabai-tinggi-petani-lesanpuro-tetap-tertekan-biaya-obat-akibat-hama-dan-hujan">Harga Cabai Tinggi, Petani Lesanpuro Tetap Tertekan Biaya Obat Akibat Hama dan Hujan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/soroti-jabatan-plt-di-kepala-dinas-komisi-i-dprd-trenggalek-tekankan-bkpsdm-segera-ajukan-definitif">Soroti Jabatan Plt di Kepala Dinas, Komisi I DPRD Trenggalek Tekankan BKPSDM segera Ajukan Definitif</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/miliki-65-hektare-lahan-cabai-kota-malang-dinilai-mampu-jaga-ketersediaan-stok">Miliki 65 Hektare Lahan Cabai, Kota Malang Dinilai Mampu Jaga Ketersediaan Stok</a></li>
</ul>


<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Diduga Akibat Bakar Kemenyan, Rumah di Sukun Kota Malang Terbakar" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/2sYR45ktr00?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Karena api semakin besar, kejadian ini selanjutnya dilaporkan ke PMK Kota Malang. Atas laporan itu, petugas segera mendatangi lokasi. Sebanyak enam unit mobil PMK dengan 26 personel segera tiba di lokasi kejadian.</p>



<p>Kobaran api cukup besar. Bahkan api sempat merambat ke lantai bawah. &#8220;Untuk korban jiwa tidak ada, hanya korban luka satu orang atas nama Yanuar (19), warga sekitar. Jadi, Yanuar ini mengecek apakah ada orang di dalam rumah. Karena pintu rumah terkunci rapat, ia masuk melalui jendela rumah dan kacanya mengenai bagian kepala. Dan saat ini, sudah dibawa ke RS Panti Nirmala untuk mendapatkan penanganan medis,&#8221; ujar Komandan Regu 2 UPT PMK Kota Malang, Anang Yuwono.</p>



<p>Kepala UPT PMk Kota Malang, Teguh Budi Wibowo, mengatakan bahwa untuk memadamkan kobaran api tersebut, pihaknya menghabiskan hingga 20.000 liter air. &#8220;Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 13.13. Kerugian diperkirakan Rp 100 juta. Dugaan sementara, api berasal dari kemenyan yang dibakar, lalu ditinggal begitu saja sehingga mengakibatkan kebakaran,&#8221; ujar Teguh. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">169886</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kecamatan Sukun Vaksin 1600 Warga</title>
		<link>https://memontum.com/kecamatan-sukun-vaksin-1600-warga</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Aug 2021 09:07:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Sukun]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=151718</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Percepatan vaksinasi terus diupayakan di Kota Malang, salah satunya dengan basis kewilayahan. Seperti yang terjadi Rabu (25/08) tadi, dimana warga dari 11 kelurahan di Kecamatan Sukun menjalani vaksinasi di PT Gandum, Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun. Giat ini pun ditinjau langsung oleh Wawali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko. &#8220;Kegiatan vaksinasi ini kolaborasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Percepatan vaksinasi terus diupayakan di Kota Malang, salah satunya dengan basis kewilayahan. Seperti yang terjadi Rabu (25/08) tadi, dimana warga dari 11 kelurahan di Kecamatan Sukun menjalani vaksinasi di PT Gandum, Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun. Giat ini pun ditinjau langsung oleh Wawali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko.</p>



<p>&#8220;Kegiatan vaksinasi ini kolaborasi antara Pemkot Malang, Poltekes, PMI, dan PT Gandum. Akan diselenggarakan hingga esok dengan kuota sekitar 1.600 vaksin sinovac,&#8221; terang Wawali yang akrab disapa Bung Edi itu.</p>



<p><strong><em>Baca Juga:</em></strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-malang-pastikan-sanksi-tegas-untuk-sppg-yang-langgar-sop">Wali Kota Malang Pastikan Sanksi Tegas untuk SPPG yang Langgar SOP</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/terdakwa-dugaan-penggelapan-emas-rp-33-miliar-minta-diskon-hukuman">Terdakwa Dugaan Penggelapan Emas Rp 3,3 Miliar Minta &#8216;Diskon&#8217; Hukuman</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/harga-cabai-tinggi-petani-lesanpuro-tetap-tertekan-biaya-obat-akibat-hama-dan-hujan">Harga Cabai Tinggi, Petani Lesanpuro Tetap Tertekan Biaya Obat Akibat Hama dan Hujan</a></li>
</ul>


<p>Untuk menghindari penumpukan, ia menjelaskan bahwa kegiatan yang bermula pukul 08.00 sudah diatur sedemikian rupa.</p>



<p>&#8220;Ini sudah diatur jamnya perkelurahan. Karena bisa dilihat antusiasmenya luar biasa,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Pemilik kursi N2 itu berharap dengan semangat warga Kota Malang jalani vaksinasi, bisa menjadi bukti kesadaran akan kesehatan di masa pandemi.</p>



<p>&#8220;Semoga kegiatan vaksin berbasis teritorial wilayah ini bisa membantu kita dalam menggali data akurat dan tepat berkaitan berapa jumlah warga yang sudah tervaksin. Maka dari itu Pak Lurah, Pak Camat, dan semua tokoh dilibatkan, agar bisa menyampaikan kepada masyarakat,&#8221; jelas Bung Edi.</p>



<p>Berkaitan dengan alasan PT Gandum dipilih menjadi tempat untuk vaksinasi, politisi Partai Golkar tersebut berujar bahwa ini merupakan kesepakatan dari pihak Kecamatan Sukun.</p>



<p>&#8220;Selain itu, aspek-aspek lain juga penting karena kita harus memperhatikan prokes. Bisa dilihat disini tempatnya juga luas, supaya ada physical distancing,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Kabag Umum PT Gandum, Yohanes S Suparja, menjelaskan bahwa ini adalah wujud nyata pihaknya turut mendukung Pemerintah dalam program vaksinasi.</p>



<p>&#8220;Bagi kami vaksinasi merupakan tugas dan tanggung jawab semua elemen. Semua ikut serta, apalagi kehadiran perusahaan ini kan juga ada pada masyarakat. Paling tidak yang berdekatan dengan perusahaan ini diharapkan juga bisa memiliki herd immunity,&#8221; katanya.</p>



<p>Oleh karena itu, PT Gandum menyambut baik berbagai mitra dan komunitas yang mengajak bekerjasama dalam mensukseskan vaksinasi untuk warga Kecamatan Sukun ini.</p>



<p>&#8220;Jadi kita bisa menyiapkan tempat, dan pasti menyambut dengan baik. Kami ingin ada dampak baik antara masyarakat dengan perusahaan. Karena karyawan kita 70 persen juga berasal dari Kecamatan Sukun dan Wagir,&#8221; sambungnya.</p>



<p>Namun diakui Yohanes, masih ada beberapa evaluasi yang perlu dibenahi untuk keberlangsungan vaksinasi esoknya.</p>



<p>&#8220;Ini sudah kami atur tapi masih ada yang datang lebih awal dari jadwal. Kita mau menolak juga tidak mungkin, kalau dibiarkan di luar malah terjadi penumpukan di luar. Paling tidak ini evaluasi kita,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Selain itu, susahnya input data oleh vaksinator juga sempat menjadi kendala yang dihadapi. &#8220;Tadi memang agak repot karena vaksinator terkendala untuk input data. Tapi tidak apa-apa, yang penting masih bisa terkendali. Namun memang warga datang itu yang sudah dapat jatah dari kelurahan masing-masing. Jadi tidak bisa on the spot,&#8221; tuturnya. <strong>(mus/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">151718</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Satroni Ciptomulyo, Tiga Maling Terekam CCTV Curi Burung Kenari</title>
		<link>https://memontum.com/satroni-ciptomulyo-tiga-maling-terekam-cctv-curi-burung-kenari</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Apr 2021 15:06:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Sukun]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[pencurian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=138861</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sebanyak tiga orang pelaku pencurian terekam CCTV saat beraksi di Jl Kolonel Sugiono Gang II, Kelurahan Ciptomulyo, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Rabu (31/3/2021) pukul 02.46. Dalam aksinya itu para pelaku terekam mencuri burung kenari seharga Rp 1 juta milik Dana Agus (37) warga sekitar. Dalam rekaman CCTV yang telah dibagikan di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Sebanyak tiga orang pelaku pencurian terekam CCTV saat beraksi di Jl Kolonel Sugiono Gang II, Kelurahan Ciptomulyo, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Rabu (31/3/2021) pukul 02.46. Dalam aksinya itu para pelaku terekam mencuri burung kenari seharga Rp 1 juta milik Dana Agus (37) warga sekitar.</p>



<p>Dalam rekaman CCTV yang telah dibagikan di media sosial Facebook memperlihatkan tiga pelaku berjalan kaki menyusuri gang di sekitar lokasi. Dini hari itu kawasan sekitar sangat sepi hingga dalam rekaman CCTV hanya tampak tiga pelaku itu saja yang tampak berjalan kaki.</p>



<ul><li><strong>Baca juga: <a href="https://memontum.com/133690-kasus-pembunuhan-karyawan-bengkel-ac-family-pihak-keluarga-belum-bisa-maafkan-pelaku">Kasus Pembunuhan Karyawan Bengkel AC Family, Pihak Keluarga Belum Bisa Maafkan Pelaku</a></strong></li></ul>



<p>Di sudut rekaman CCTV lainnya, tampak pelaku yang memakai celana pendek putih dan jaket hitam mengambil sangkar burung yang berada didepannya. Tampak jelas wajah pelaku di rekaman CCTV. Pelaku tampak pergi sambil membawa burung beserta sangkarnya.</p>



<p>&#8220;Burung yang dicuri itu adalah burung kenari milik adik saya. Supaya tidak terulang lagi kami unggah rekaman CCTV tersebut. Pada tanggal 16 Maret lalu, mereka juga tampak berjalan kaki mengambil buah alpukat milik tetangga. Saya pikir itu makanan jadi tidak apa-apa. Namun kali ini yang dicuri adalah burung kenari,&#8221; ujar Dana. Hingga Kamis (1/4/2021) siang, kejadian ini belum dilaporkan ke pihak kepolisian.<strong> (gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">138861</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Terdampak Debit Air Sungai, Dinding Sekolah di Sukun Malang Ambrol</title>
		<link>https://memontum.com/terdampak-debit-air-sungai-dinding-sekolah-di-sukun-malang-ambrol</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Feb 2021 09:52:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Sukun]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=134035</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Bencana longsor kembali terjadi di Kota Malang. Kali ini, titik longsor terjadi di Jalan S Supriadi, Kelurahan Sukun, Kecamatan Sukun. Adalah dinding sekolah milik Yayasan Pendidikan Kemuliaan Allah (Ekklesia), yang mengalami ambrol. Akibat kejadian yang berlangsung pada Jumat (05/02) pagi sekitar pukul 08.00, dinding sekolah sekitar 20 meter menjadi runtuh. Baca: [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Bencana longsor kembali terjadi di Kota Malang. Kali ini, titik longsor terjadi di Jalan S Supriadi, Kelurahan Sukun, Kecamatan Sukun.</p>
<p>Adalah dinding sekolah milik Yayasan Pendidikan Kemuliaan Allah (Ekklesia), yang mengalami ambrol. Akibat kejadian yang berlangsung pada Jumat (05/02) pagi sekitar pukul 08.00, dinding sekolah sekitar 20 meter menjadi runtuh.</p>
<p><strong>Baca: <a href="https://memontum.com/133942-penyebab-dentuman-di-malang-raya-akibat-aktifitas-badai-petir">Penyebab Dentuman di Malang Raya Akibat Aktifitas Badai Petir</a></strong></p>
<p>Lurah Sukun, Lalu Efendi Hidayat, memperkirakan terjadinya longsor ini akibat debit air sungai yang cukup tinggi.</p>
<p>&#8220;Longsor ini terjadi, karena di bagian bawah dinding sekolah adalah Sungai Sukun. Karena debit sungai tinggi, berdampak pada dinding bangunan milik Yayasan Ekklesia. Sebagian dinding bangunan, pun ambrol. Beruntung, tidak ada korban jiwa,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Akibat peristiwa itu, pihaknya mengatakan, akan segera memperbaiki dinding sungai dan melakukan pembersihan material yang menutup sebagian aliran sungai. Peristiwa ini, pun cukup menarik simpati anggota DPRD Komisi D Kota Malang, Suryadi.</p>
<p>&#8220;Hari ini berkesempatan melihat kondisi bangunan di salah satu lembaga. Saya lihat longsor agak panjang dan lumayan parah. Di sini, kami hadir dalam rangka memberikan support kepada lembaga,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Suryadi berharap dengan peristiwa ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang segera mengambil langkah supaya tidak terjadi longsor lagi yang bisa berdampak tidak bagus.</p>
<p>&#8220;Selain itu juga kami berharap Dinas Pendidikan memberikan perhatian terhadap peristiwa ini. Mengingat ini yang terdampak juga lembaga yayasan sekolah,&#8221; paparnya.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://memontum.com/133945-banjir-dan-longsor-duduki-posisi-puncak-sederet-peristiwa-januari-2021-di-malang">Banjir dan Longsor Duduki Posisi Puncak Sederet Peristiwa Januari 2021 di Malang</a></strong></p>
<p>Dirinya turut mengimbau, supaya warga yang tinggal di bantaran sungai, berhati-hati. Karena seperti yang diketahui, rumah yang posisi berada di bantaran sungai, rata-rata rawan banjir dan longsor.</p>
<p>&#8220;Jarak antara sungai dengan rumah tidak begitu jauh, bahkan nyaris dekat. Jadi kalau hujan bisa longsor, maka harapan kami kepada warga masyarakat hindari tinggal di bantaran sungai. Yang sudah terlanjur, tolong kebersihan dijaga jangan sampai buang sampah sembarangan di sungai, itu bisa memicu banjir,&#8221; harapnya.<strong> (cw1/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">134035</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tinjau Jembatan Ambrol di Bandulan, Sutiaji Minta Sebelum HUT Kota Malang Sudah Rampung</title>
		<link>https://memontum.com/tinjau-jembatan-ambrol-di-bandulan-sutiaji-minta-sebelum-hut-kota-malang-sudah-rampung</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Jan 2021 11:28:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bandulan]]></category>
		<category><![CDATA[jembatan ambrol]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Sukun]]></category>
		<category><![CDATA[sidak]]></category>
		<category><![CDATA[sutiaji]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=132026</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Jembatan di Jalan Bandulan Baru, Kelurahan Bandulan, Kecamatan Sukun, Kota Malang, ambrol. Rusaknya kondisi jembatan tersebut, lantaran intensitas hujan cukup tinggi, yang terjadi pada Selasa (12/01) kemarin. Akibatnya, jalan yang menghubungkan RW 5 dan RW 8 di Kelurahan Bandulan, pun untuk sementara ditutup. Wali Kota Malang, Sutiaji bersama Kepala DPUPRPKP (Dinas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Jembatan di Jalan Bandulan Baru, Kelurahan Bandulan, Kecamatan Sukun, Kota Malang, ambrol. Rusaknya kondisi jembatan tersebut, lantaran intensitas hujan cukup tinggi, yang terjadi pada Selasa (12/01) kemarin.</p>



<p>Akibatnya, jalan yang menghubungkan RW 5 dan RW 8 di Kelurahan Bandulan, pun untuk sementara ditutup.</p>



<p>Wali Kota Malang, Sutiaji bersama Kepala DPUPRPKP (Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman), Hadi Santoso, pun melakukan peninjau ke lokasi, Rabu (13/01) tadi.</p>



<p>Berdasarkan pantauannya, Sutiaji mengatakan, bahwa ambrolnya jembatan dikarenakan hantaman aliran air. &#8220;Ternyata curah hujan kemarin menyebabkan aliran airnya deras dan menghantam jembatan. Sehingga, berakibat ambrol,&#8221; ungkap orang nomor satu di Kota Malang itu.</p>



<p>Merespon itu, Sutiaji memberikan waktu kepada DPUPRPKP, hingga akhir Maret untuk membenahi jembatan, yang sering disebut warga Jembatan Kali Epek itu.</p>



<p>&#8220;Kita beri waktu secepatnya lah, karena ini juga salah satu jalur alternatif. Sebelum HUT (Hari Ulang Tahun) Kota Malang, saya harap sudah selesai,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Kepala DPUPRPKP, Hadi Santoso, mengatakan bahwa konstruksi akan diganti dengan beton. &#8220;Sesuai petunjuk dari Pak Wali, konstruksi dari pasangan batu merah akan diganti dengan beton. Sehingga, nanti sekaligus saya bongkar dan lebarkan,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Berdasar keterangan pria yang akrab disapa Soni itu, dimensi bawah jembatan hanya 2.7 meter inletnya. Bahkan outlet lebih kecil lagi, hanya 1.7 meter.</p>



<p>&#8220;Akan dibuat 3 meter semua nanti lubangnya. Sehingga, airnya lancar mengalir. Dan sesuai target yang diberikan, sebelum HUT Kota Malang, akan kami selesaikan,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Disinggung berkaitan berapa banyak jembatan yang mengkhawatirkan, Soni menegaskan, bahwa tidak ada. </p>



<p>&#8220;Tidak ada, ini karena hujan kemarin sangat deras dan lama. Daerah Sukun airnya kebetulan mengalir ke sini. Nah, nanti saya sudet yang di atas memecah lewat lahannya tower yang disitu,&#8221; terangnya. <strong>(cw1/sit)</strong></p>



<p></p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">132026</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kecamatan Sukun Siapkan 1200 Masker</title>
		<link>https://memontum.com/kecamatan-sukun-siapkan-1200-masker</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Aug 2020 13:23:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Jatim Bermasker]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Sukun]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/121108-kecamatan-sukun-siapkan-1200-masker</guid>

					<description><![CDATA[Kompak Kampanyekan Disiplin Gunakan Masker Memontum, Malang &#8211; Disiplin bermasker merupakan hal yang saat ini paling gencar dikampanyekan di Indonesia. Kota Malang adalah salah satu kota yang dipercaya untuk kampanye berdisiplin penggunaan masker Selasa (11/8/2020) pagi. Pada rapat koordinasi dengan jajaran dan para pelaku usaha serta Perbankan di Ruang Sidang Balaikota yang digelar oleh Walikota [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>Kompak Kampanyekan Disiplin Gunakan Masker</h2>
<p><strong>Memontum, Malang </strong>&#8211; Disiplin bermasker merupakan hal yang saat ini paling gencar dikampanyekan di Indonesia. Kota Malang adalah salah satu kota yang dipercaya untuk kampanye berdisiplin penggunaan masker Selasa (11/8/2020) pagi.</p>
<p>Pada rapat koordinasi dengan jajaran dan para pelaku usaha serta Perbankan di Ruang Sidang Balaikota yang digelar oleh Walikota Malang, Sutiaji (5/8/2020) kemarin merupakan bukti bahwa Pemkot Malang serius dalam menjalankan program displin bermasker yang digalang Presiden RI (Jokowi).</p>
<p>Salah satu hasil dalam rapat koordinasi itu adalah Setiap kepala perangkat daerah juga menyatakan siap mendonasikan 1.000 masker sehingga nantinya akan terkumpul sekitar 100 ribu masker.</p>
<p>Menyikapi hasil rapat koordinasi tersebut dan dalam rangka mendukung gerakan bermasker, Kecamatan Sukun memiliki 1200 masker yang siap dibagikan kepada warga Sukun sendiri. Saat ditemui di Kampung Tangguh RW 04 Poharin Kelurahan Karangbesuki Kecamatan Sukun Kota Malang pada Minggu (9/8/2020) kemarin.</p>
<p>Camat Sukun I. K. Widi E. Wirawan mengungkapkan bahwa 1200 masker tersebut berasal dari 12 kelurahan di Kecamatan Sukun. “Jadi, setiap kelurahan menyumbangkan 100 masker,” jelasnya.</p>
<p>Widi mengaku gerakan mendukung 26 juta masker yang dicanangkan oleh Pemerintah adalah untuk menyadarkan warga agar patuh mengenakan masker. “Semua masyarakat diharapkan sadar akan itu, selain mengenakan, jika bisa menyumbangkan untuk masyarakat yang lain,” imbuhnya.</p>
<p>Widi menjelaskan bahwa edukasi kepada warganya terus dilakukan melalui lembaga-lembaga kemasyarakatan seperti RT, RW, LPMK (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan), dan lainnya. “Saat ini, selain untuk kesehatan, peran juga sebagai gaya hidup,” terangnya.</p>
<p>Pemerintah berharap memakai masker saat ini dapat menjadi sebuah kebiasaan dan livestyle baru untuk saat ini. Disamping itu, diwaktu yang berbeda, Walikota Malang, Sutiaji saat ditemui di depan Ruang Sidang Balaikota (10/8/2020) mengatakan untuk mendukung gerakan bermasker dan demi menekan bertambahnya kasus covid-19 akan memberikan sanksi atau punishment bagi warga yang tidak mematuhi protokol kesehatan covid-19.</p>
<p>&#8220;Nanti akan ada Revisi perwal 20, ada panishment untuk orang yang tidak taat protokol covid-19,&#8221; tegasnya. Sutiaji berharap warga disiplin menggunakan masker bukan hanya karena ada punishment, melainkan memang kesadaran diri untuk meamtuhi protokol kesehatan covid-19 dan menjadikan masker sebagai kebiasaan baru. <strong>(cw1/man)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">121108</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
