<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>kekerasan di sekolah &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/kekerasan-di-sekolah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Jan 2023 15:38:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>kekerasan di sekolah &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Peringati HUT Ke 25, SMP Negeri 2 Jogoroto Jombang Usung Deklarasi Anti Bullying dan Tindak Kekerasan</title>
		<link>https://memontum.com/peringati-hut-ke-25-smp-negeri-2-jogoroto-jombang-usung-deklarasi-anti-bullying-dan-tindak-kekerasan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Jan 2023 13:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[bullying]]></category>
		<category><![CDATA[HUT]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten jombang]]></category>
		<category><![CDATA[kekerasan di sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[SMPN]]></category>
		<category><![CDATA[SMPN 2 Jombang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=182123</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jombang &#8211; Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-25, SMP Negeri 2 Jogoroto, Kabupaten Jombang, menggelar kegiatan deklarasi anti bullying dan tindak kekerasan di dalam dan di luar sekolah, Jumat (27/01/2023) tadi. Kegiatan itu, dipimpin oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Senen, dengan dihadiri Forkopimcam Kecamatan Jogoroto, perwakilan Puskesmas, komite sekolah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jombang</strong> &#8211; Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-25, SMP Negeri 2 Jogoroto, Kabupaten Jombang, menggelar kegiatan deklarasi anti bullying dan tindak kekerasan di dalam dan di luar sekolah, Jumat (27/01/2023) tadi. Kegiatan itu, dipimpin oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Senen, dengan dihadiri Forkopimcam Kecamatan Jogoroto, perwakilan Puskesmas, komite sekolah serta kepala sekolah tingkat SD dan SMP di Kecamatan Jogoroto.</p>



<p>Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, menyampaikan bahwa bullying yang ada di sekolah jika tidak ditangani secara serius akan berdampak lebih luas. &#8220;Bullying dalam bentuk sekecil apapun harus dihentikan. Itu karena, akan berdampak kemana-mana termasuk tindak kekerasan dan akan mengarah ke proses hukum,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Di tempat sama, Kepala Sekolah SMP 2 Jogoroto, Edy Purnomo, ketika dikonfirmasi menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun SMP Negeri 2 Jogoroto yang dilakukan selama 3 hari. &#8220;Rangkaian peringatan HUT antara lain diadakan expo yang dihadiri oleh 16 sekolah termasuk beberapa SMK dan MAN 8 Jombang. Sekolah-sekolah tersebut datang dengan membawa laboratorium mini, laboratorium praktek dan bengkel. Sekaligus menunjukkan kepada peserta didik kami dari kelas 7,8 dan 9 dengan tujuan untuk memberikan informasi, memberikan pengetahuan dan mengedukasi peserta didik supaya setelah lulus nanti mau memilih jurusan mana yang disukai, diminati serta dibakati,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-dan-dprd-kota-malang-jemput-dukungan-pusat-untuk-penanganan-pasar-besar">Pemkot dan DPRD Kota Malang Jemput Dukungan Pusat untuk Penanganan Pasar Besar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-pastikan-pembangunan-kkdmp-berjalan-tertib-dan-memiliki-kepastian-hukum">Bupati Lumajang Pastikan Pembangunan KKDMP Berjalan Tertib dan Memiliki Kepastian Hukum</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bahas-masalah-incenerator-waste-to-energy-bupati-malang-audensi-bersama-rektor-universitas-brawijaya">Bahas Masalah Incenerator Waste To Energy, Bupati Malang Audensi bersama Rektor Universitas Brawijaya</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/peringatan-nuzulul-quran-sekda-kabupaten-malang-ingatkan-pentingnya-pembangunan-spiritual-masyarakat">Peringatan Nuzulul Quran, Sekda Kabupaten Malang Ingatkan Pentingnya Pembangunan Spiritual Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/masuki-pertengahan-ramadan-kiriman-uang-pmi-via-kantor-pos-malang-turun-rp-18-miliar">Masuki Pertengahan Ramadan, Kiriman Uang PMI via Kantor Pos Malang Turun Rp 1,8 Miliar</a></li>
</ul>


<p>Selain itu, paparnya, akan dilaksanakan kegiatan Gebyar Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema kewirausahaan dengan mengadakan bazar ekonomi kreatif. Produk yang dijual berupa makanan, minuman atau produk yang lain untuk dijual kepada teman-temannya sendiri.</p>



<p>&#8220;Kita juga mengundang orang tua siswa kelas 7 untuk menunjukkan bahwa putra-putri mereka bisa membuat suatu produk, dikemas dengan baik sehingga menarik untuk dijual. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menumbuhkan kewirausahaan yang suatu saat akan bisa dipakai dan suatu saat bisa menjadi pengusaha. Kita masukkan jiwa enterpreneur, sehingga wawasan siswa akan terbuka lebih awal dan untuk kegiatan P5 ini sendiri sudah masuk di Kurikulum Merdeka,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meredam, menghindari serta meminimalisir kegiatan atau istilahnya hal-hal yang mengarah kepada bullying dan tindak kekerasan di sekolah. &#8220;Sebab pernah ada kejadian beberapa bullying tingkat kecil di SMP Negeri 2 Jogoroto. Harapannya adalah bullying dan tindak kekerasan di sekolahan akan betul-betul hilang, walaupun itu juga masih harus dikawal terus oleh semua pihak sekolah,&#8221; tambahnya. <strong>(azl/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">182123</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Cegah Kekerasan Siswa, Dikbud Kota Malang selalu Awasi Sekolah</title>
		<link>https://memontum.com/cegah-kekerasan-siswa-dikbud-kota-malang-selalu-awasi-sekolah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Jul 2022 13:32:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Dikbud]]></category>
		<category><![CDATA[Dikbud Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Disdikbud Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[kekerasan anak]]></category>
		<category><![CDATA[kekerasan di sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[Siswa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=172480</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Maraknya korban kekerasan di lingkungan sekolah, membuat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, akan terus mengawasi. Hal itu disampaikan oleh Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana, Rabu (20/07/2022) tadi. “Yang jelas, Dikbud bersama dengan teman-teman MKKS, Kepala Sekolah, guru BK (Bimbingan Konseling), akan terus mengawasi untuk mencegah hal-hal yang seperti itu,” [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Maraknya korban kekerasan di lingkungan sekolah, membuat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, akan terus mengawasi. Hal itu disampaikan oleh Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana, Rabu (20/07/2022) tadi.</p>



<p>“Yang jelas, Dikbud bersama dengan teman-teman MKKS, Kepala Sekolah, guru BK (Bimbingan Konseling), akan terus mengawasi untuk mencegah hal-hal yang seperti itu,” ucap Suwarjana.</p>



<p>Pihaknya yakin, bahwa hal-hal seperti itu di Kota Malang, tidak akan terjadi. Sebab, lingkungan sekolah di Kota Malang telah dibentuk untuk menjadi sekolah yang ramah anak, deklarasi sekolah anti bullying, dan juga operasi kasih sayang.</p>



<p>“Saya yakin untuk kejadian seperti itu di Kota Malang saat ini tidak ada, dan jangan sampai ada,” tegasnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-dan-dprd-kota-malang-jemput-dukungan-pusat-untuk-penanganan-pasar-besar">Pemkot dan DPRD Kota Malang Jemput Dukungan Pusat untuk Penanganan Pasar Besar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-pastikan-pembangunan-kkdmp-berjalan-tertib-dan-memiliki-kepastian-hukum">Bupati Lumajang Pastikan Pembangunan KKDMP Berjalan Tertib dan Memiliki Kepastian Hukum</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bahas-masalah-incenerator-waste-to-energy-bupati-malang-audensi-bersama-rektor-universitas-brawijaya">Bahas Masalah Incenerator Waste To Energy, Bupati Malang Audensi bersama Rektor Universitas Brawijaya</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/peringatan-nuzulul-quran-sekda-kabupaten-malang-ingatkan-pentingnya-pembangunan-spiritual-masyarakat">Peringatan Nuzulul Quran, Sekda Kabupaten Malang Ingatkan Pentingnya Pembangunan Spiritual Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/masuki-pertengahan-ramadan-kiriman-uang-pmi-via-kantor-pos-malang-turun-rp-18-miliar">Masuki Pertengahan Ramadan, Kiriman Uang PMI via Kantor Pos Malang Turun Rp 1,8 Miliar</a></li>
</ul>


<p>Selain itu, ke depan pihaknya akan menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk memberikan sosialisasi anti narkoba pada siswa-siswi di Kota Malang. Sebab, hal itu juga penting agar sekolah di Kota Malang bebas dari Narkoba.</p>



<p>“Nanti juga akan menggandeng BNN, mereka memberikan pengarahan untuk siswa-siswi. Itu juga sangat berguna bagi mereka,” lanjutnya.</p>



<p>Ketika ditanya mengenai upaya pembentukan Satgas cegah kekerasan, pihaknya mengatakan, bahwa hal tersebut memang diperlukan. Namun, sementara ini masih belum. Sebab, saat ini masih terkendala karena adanya pandemi Covid-19 yang masih belum usai.</p>



<p>“Sebenarnya perlu, cuma saat ini masih belum perlu, karena masih dalam kondisi pandemi dan masih baru ada satgas Covid-19, biarkan konsen dulu. Insyaallah teman-teman BK masih bisa mengatasi dan juga bapak ibu guru,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">172480</post-id>	</item>
		<item>
		<title>SMPN 1 Kota Malang Wujudkan Sekolah Ramah Anak, Cegah Tindakan Kekerasan dan Bullying</title>
		<link>https://memontum.com/smpn-1-kota-malang-wujudkan-sekolah-ramah-anak-cegah-tindakan-kekerasan-dan-bullying</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Jul 2022 08:21:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[bullying]]></category>
		<category><![CDATA[kekerasan di sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[MPLS]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=172324</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; SMPN 1 Kota Malang menggelar kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru. Dalam kegiatan tersebut, diharapkan siswa dapat mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, seperti bullying (penindasan, red). Hal itu, dijelaskan oleh Kepala Sekolah SMPN 1 Kota Malang, Risna Widyawati, Senin (18/07/2022) tadi. “Memang salah satu tujuan MPLS ini [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang </strong>&#8211; SMPN 1 Kota Malang menggelar kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru. Dalam kegiatan tersebut, diharapkan siswa dapat mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, seperti bullying (penindasan, red). Hal itu, dijelaskan oleh Kepala Sekolah SMPN 1 Kota Malang, Risna Widyawati, Senin (18/07/2022) tadi.</p>



<p>“Memang salah satu tujuan MPLS ini adalah mendeklarasikan sekolah anti kekerasan dan bullying. Sehingga, menjadi salah satu hal yang kita berikan untuk mewujudkan sekolah ramah anak,” tegas Risna Widyawati.</p>



<p>Untuk kegiatan MPLS di SMPN 1 Kota Malang, digelar selama tiga hari atau hingga Rabu (20/07/2022) mendatang. Sementara, kegiatan pra MPLS pun sudah dilakukan di hari Sabtu (16/07/2022) kemarin.</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-dan-dprd-kota-malang-jemput-dukungan-pusat-untuk-penanganan-pasar-besar">Pemkot dan DPRD Kota Malang Jemput Dukungan Pusat untuk Penanganan Pasar Besar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-pastikan-pembangunan-kkdmp-berjalan-tertib-dan-memiliki-kepastian-hukum">Bupati Lumajang Pastikan Pembangunan KKDMP Berjalan Tertib dan Memiliki Kepastian Hukum</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bahas-masalah-incenerator-waste-to-energy-bupati-malang-audensi-bersama-rektor-universitas-brawijaya">Bahas Masalah Incenerator Waste To Energy, Bupati Malang Audensi bersama Rektor Universitas Brawijaya</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/peringatan-nuzulul-quran-sekda-kabupaten-malang-ingatkan-pentingnya-pembangunan-spiritual-masyarakat">Peringatan Nuzulul Quran, Sekda Kabupaten Malang Ingatkan Pentingnya Pembangunan Spiritual Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/masuki-pertengahan-ramadan-kiriman-uang-pmi-via-kantor-pos-malang-turun-rp-18-miliar">Masuki Pertengahan Ramadan, Kiriman Uang PMI via Kantor Pos Malang Turun Rp 1,8 Miliar</a></li>
</ul>


<p>“Untuk MPLS kita laksanakan sampai hari rabu. Sesuai dengan judulnya yaitu MPLS, maka ini diutamakan untuk memberikan informasi dan pengalaman tentang lingkungan sekolah, dimana mereka akan belajar,” jelasnya.</p>



<p>Dijelaskan Risna, bahwa materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut yakni mulai dari wawasan wiyata mandala, sarana prasarana di sekolah, hingga demontrasi ekstrakurikuler. Untuk materi yang dikenalkan tersebut tentu ada kaitan dengan pendidikan karakter dan penguatan profil pelajar Pancasila.</p>



<p>“Yang menjadi menyenangkan nanti ada materi demontsrasi ekstrakurikuler yang akan dikenalkan. Jadi mereka bisa mengembangkan bakat dan minatnya sesuai dengan kemampuannya melalui kegiatan esktrakurikuler,” katanya.</p>



<p>Disebutkan Risna, untuk esktrakurikuler yang ada di SMPN 1 Kota Malang ada sekitar 16 hingga 17, seperti paskibra, seni, olahraga, dan olimpiade. Tentu dengan adanya esktrakurikuler tersebut diharapkan bisa mewadahi semua bakat dan minat siswa baru.</p>



<p>Sebagai informasi, dalam kegiatan MPLS tersebut diikuti oleh 263 siswa dengan delapan rombongan belajar. MPLS pun dikemas dengan strategi yang menyenangkan, serta tidak ada tugas yang membebani. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">172324</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dipukul Temannya, Siswa SMPN 9 Jember Trauma Masuk Sekolah</title>
		<link>https://memontum.com/dipukul-temannya-siswa-smpn-9-jember-trauma-masuk-sekolah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Nov 2019 11:55:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[kekerasan di sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[polres jember]]></category>
		<category><![CDATA[SMPN 9 Jember]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/99640-dipukul-temannya-siswa-smpn-9-jember-trauma-masuk-sekolah</guid>

					<description><![CDATA[Jember, Memontum &#8211; DZ (13) siswa salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 9 Jember, setelah menerima perlakuan pemukulan oleh teman sekolahnya, sepuluh hari sudah tidak mengikuti pelajaran di sekolahnya, lantaran masih trauma dengan apa yang dialaminya. “Tidak sekolah sekitar kurang lebih 10 hari, anaknya masih takut, iya trauma lah,” kata Rudi Zulkarnaen ayah korban [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jember, Memontum</strong> &#8211; DZ (13) siswa salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 9 Jember, setelah menerima perlakuan pemukulan oleh teman sekolahnya, sepuluh hari sudah tidak mengikuti pelajaran di sekolahnya, lantaran masih trauma dengan apa yang dialaminya.</p>
<p>“Tidak sekolah sekitar kurang lebih 10 hari, anaknya masih takut, iya trauma lah,” kata Rudi Zulkarnaen ayah korban saat ditemui di rumahnya di Lingkungan Wirolegi, Kecamatan Sumbersari, Selasa (13/11/2019) siang.</p>
<p><div id="attachment_99641" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-99641" decoding="async" class="size-full wp-image-99641" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191112-WA0116-copy.jpg?resize=740%2C444&#038;ssl=1" alt="Ayah korban menunjukkan bukti laporan ke Polres Jember. (gik)" width="740" height="444" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191112-WA0116-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191112-WA0116-copy.jpg?resize=300%2C180&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191112-WA0116-copy.jpg?resize=600%2C360&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191112-WA0116-copy.jpg?resize=200%2C120&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191112-WA0116-copy.jpg?resize=590%2C354&amp;ssl=1 590w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191112-WA0116-copy.jpg?resize=400%2C240&amp;ssl=1 400w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-99641" class="wp-caption-text">Ayah korban menunjukkan bukti laporan ke Polres Jember. (gik)</p></div></p>
<p>Rudi begitulah sapaan akrabnya mengatakan, mengetahui putra pertamanya menjadi Korban pemukulan dari Video amatir yang beredar atau di unggah di WhatsApp temannya dan untuk meyakinkannya, Bapak dari 2 Anak ini bertanya Ke anaknya ( DZ).</p>
<p>“Awalnya saya tidak mengetahui kalau korban pemukulan adalah putra saya, begitu saya tanya pengakuan adek (DZ ), waktu itu Dia sedang bergurau dengan temannya, tiba-tiba DM teman satu sekolahnya langsung menendangnya dan terjadilah pertengkaran,” terang Rudi.</p>
<p>Saat kejadian sambung Rudi, sempat teman – teman merekam melalui kamera Handphonenya yang berdurasi selama 19 detik dan Video pemukulan DM terhadap Korban DZ sempat viral di wilayah sekitar sementara itu DZ pasca kejadian DZ mengalami sakit dibagian pelipis sebelah kiri juga terkadang sering mengalami demam.</p>
<p>Rudi mengungkapkan, untuk sementara ini Adek ( DZ) belajar dirumah, dibimbing orang tua, kemungkinan masuk sekolahnya nunggu sampai anaknya sembuh, sedangkan dari pihak sekolah menyelesaikan.</p>
<p>Sementara, pihak sekolah SMPN O9 Jember melalui humasnya Masduki ketika di konfirmasi mengatakan, tidak mengetahui persis pokok permasalahan dan mengaku kejadian pemukulan terhadap DZ oleh DM sepulang sekolah (diluar Jam Sekolah) dan mengetahui dari orang tuanya masing masing.</p>
<p>“Yang jelas permasalahan antara DZ dan DM itu salah sangka, satu pihak menyatakan bergurau dan satu pihak mengatakan tidak terima, tapi sudah selesai, dan sepakat untuk saling bermaaf-maafan, untuk DZ yang belum sekolah mungkin perlu kita kunjungi dalam waktu dekat sementara kepada pelaku, kita sudah memberikan dan sudah mengambil tindakan, kita serahkan kepada kedua orang tuanya, artinya tidak boleh sekolah dalam batas tertentu,” pungkas Masduki.</p>
<p>Diketahui sebelumnya atas Kejadian tersebut Rudi Zulkarnaen (ayah korban DZ) membawa atau melaporkan permasalahan tersebut ke Mapolres Jember di buktikan dengan surat pelaporan tertanggal 8 September 2019 yang ditunjukkan.<strong>(gik/yud/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">99640</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pasca Pencabutan Laporan Wali Murid SMKM 2 Kota Malang, Alhaidary: Ini Pelajaran Bagi Semua Pihak</title>
		<link>https://memontum.com/pasca-pencabutan-laporan-wali-murid-smkm-2-kota-malang-alhaidary-ini-pelajaran-bagi-semua-pihak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Oct 2019 04:18:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[kekerasan di sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[pencabutan laporan]]></category>
		<category><![CDATA[polres malang kota]]></category>
		<category><![CDATA[SMK Muhammadiyah 2 Kota Malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/98601-pasca-pencabutan-laporan-wali-murid-smkm-2-kota-malang-alhaidary-ini-pelajaran-bagi-semua-pihak</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pasca pencabutan laporan oleh 10 wali murid SMK Muhammadiyah 2 Kota Malang, Agus &#8221; Piranhamas&#8221; Setiawan, masih menunggu proses hukum lebih lanjut dari pihak Polres Malang Kota. Dalam waktu dekat pihak Polres Malang Kota akan melakukan gelar perkara usai pencabutan laporan dan saling memaafkan antara tersangka dan korban. Informasi yang diperoleh [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pasca pencabutan laporan oleh 10 wali murid SMK Muhammadiyah 2 Kota Malang, Agus &#8221; Piranhamas&#8221; Setiawan, masih menunggu proses hukum lebih lanjut dari pihak Polres Malang Kota. Dalam waktu dekat pihak Polres Malang Kota akan melakukan gelar perkara usai pencabutan laporan dan saling memaafkan antara tersangka dan korban.</p>
<p>Informasi yang diperoleh Memontum.com, pada Senin (21/10/2019), pihak keluarga Agus sudah mendatang kantor advokat MS Alhaidary SH MH. Saat itu yang datang adalah Via, istri Agus untuk berkonsultasi .Saat Memontum.com mengkonfirmasikan ini ke MS Alhaidary melalui ponselnya, dia membenarkan hal iitu.</p>
<p>&#8220;Benar, Senin istrinya menemui saya untuk konsultasi masalah itu, tapi blm ada tindak lanjutnya. Saya ikut senang kalau ternyata ada perdamaian dan laporan dicabut. Itu lebih bagus untuk kedua belah pihak. Semoga bagi semua pihak khususnya terlapor dapa mengambil hikmah dan pelajaran dari peristiwa itu,&#8221; ujar MS Alhaidary pada Sabtu (16/10/2019) sore.</p>
<p>Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah rekaman kekerasan yang dilakukan oleh motivator terhadap sejumlah siswa SMK Muhammadiyah 2 Kota Malang, viral di media sosial. Kekerasan tersebut terjadi saat ada kegiatan seminar dan motivasi sekolah dengan mendatangkan motivator dari pihak luar.</p>
<p>Jika dilihat di Banner yang bertuliskan Seminar Motivasi Berwirausaha, yang terpasang di aula SMK Muhammaditah 2, terdapat tulisan PT Piranhamas Group. Motivator tersebut terlihat mengamuk dan menampar beberpa siswa sambil berteriak Gobl**. Rekaman kekerasan tersebut langsung viral di Facebook. Usai diamankan oleh polrea Mang Kota, Agus Piranhaman mengaku khilaf.</p>
<p>&#8221; Saya benar-benar khilaf. Selesai acara saya langsung meminta maaf. Dalam hidup ini, saya tidak pernah melakukan ini. Saya terima anak magang SMK sejak 2008, saya juga pernah lama mengajar di SMK. Tidak pernah terjadi seperti ini,&#8221; ujar Agus.</p>
<p>Sebelum terjadinya kekerasan itu, dia mengaku sempat mengatakan kalau para siswa tidak boleh menertawakan kesalahan orang lain.</p>
<p>&#8221; Sebelumnya ada anak yang tertidur, saya suruh kedepan duduk di panggung. Saya juga menegaskan kepada siswa supaya kalau ada yang salah, jangan ditertawakan. Ternyata saat operator dari pihak sekolah ada kesalahan menulis dan ditertawakan,&#8221; ujar Agus. Dari sinilah Agus mengaku khilaf hingga terjadilah penamparan terhadap 10 siswa SMKM 2 Kota Malanng.</p>
<p>Jumat (25/10/2019) pukul 14.00, Wali Murid SMKM 2 Kota Malang mencabut laporannya terhadap Agus Setiawan atau yang lebih dikenal dengan sebutan sang Motivator Agus Piranhamas (50) warga Jl Piranha Atas Gang V, Kelurahan Tunjungsekar, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.</p>
<p>Mereka beramai-ramai mendatangi Mapolres Malang Kota untuk mencabut laporannya. Saat ditemukan dengan Agus Piranhamas, mereka saling memaafkan. Terlihat sebagai rasa penyesalannya yang sangat mendalam, Agus beberapa kali meminta maaf kepada para wali murid. Bahkan saat para Wali Murid ini hendam pulang, Agus terlihat bersalaman sambil mencium tangan mereka.(gie/yan) <strong>(gie/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">98601</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wali Murid SMKM 2 Kota Malang Cabut Laporan, Saling Memaafkan</title>
		<link>https://memontum.com/wali-murid-smkm-2-kota-malang-cabut-laporan-saling-memaafkan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Oct 2019 11:26:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[kekerasan di sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[pencabutan laporan]]></category>
		<category><![CDATA[polres malang kota]]></category>
		<category><![CDATA[SMK Muhammadiyah 2 Kota Malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/98582-wali-murid-smkm-2-kota-malang-cabut-laporan-saling-memaafkan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum, Kota Malang &#8211; Sebanyak 10 wali murid SMK Muhammadiyah 2 Kota Malang, Jumat (25/10/2019) pukul 14.00, mencabut laporannya terhadap Agus Setiawan atau yang lebih dikenal dengan sebutan sang Motivator Agus Piranhamas (50) warga Jl Piranha Atas Gang V, Kelurahan Tunjungsekar, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Mereka beramai-ramai mendatangi Mapolres Malang Kota untuk mencabut laporannya. Saat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum, Kota Malang</strong> &#8211; Sebanyak 10 wali murid SMK Muhammadiyah 2 Kota Malang, Jumat (25/10/2019) pukul 14.00, mencabut laporannya terhadap Agus Setiawan atau yang lebih dikenal dengan sebutan sang Motivator Agus Piranhamas (50) warga Jl Piranha Atas Gang V, Kelurahan Tunjungsekar, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.</p>
<p>Mereka beramai-ramai mendatangi Mapolres Malang Kota untuk mencabut laporannya. Saat ditemukan dengan Agus Piranhamas, mereka saling memaafkan.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-98584" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191025-WA0093-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191025-WA0093-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191025-WA0093-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191025-WA0093-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191025-WA0093-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Bahkan terlihat sebagai rasa penyesalannya yang sangat mendalam, Agus beberapa kali meminta maaf kepada para wali murid. Bahkan saat para Wali Murid ini hendam pulang, Agus terlihat bersalaman sambil mencium tangan mereka.</p>
<p>Bahtiar, kakak dari Jiwandono, yang hadir MaPolres Malang Kota mengatakan bahwa para wali murid sepakat untuk mencabut laporannya.</p>
<p>&#8220;Anak-anak sudah lelah dengan peristiwa ini sehingg orang tua sepakat mencabut laporan dan saling memaafkan. Pencabutan laporan sudah kami laksanakan kemarin. Tadi ini proses mediasi. Kami ingin suasana kembali normal seperti sedia kala. Kita sudah membuat tertukis untuk saling memaafkan,&#8221; ujar Bahtiar.</p>
<p>Kasat Reskrim Polres Malang Kota AKP Komang Yogi Arya Wiguna SIK MH mengatakan bahwa denga adanya pencabutan perkara ini, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan gelar perkara.</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191025-WA0090-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" class="aligncenter size-full wp-image-98583" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191025-WA0090-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191025-WA0090-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191025-WA0090-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191025-WA0090-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8220;Menyikapi kejadian ini terkait dugaan pemukulan dengan tersangka AS, wali murid atau orang tua korban seluruhnya datang ke Polres Malang Kota. Mereka.mencabut laporan dan secara tertulis sudah memaafkan apa yang dibuat tersangka. Saat ini proses masih berlanjut. Kedatangan Wali murid kita tampung aspirasi mereka. Dalam waktu dekat menyikapi aspek ini kita akan kaji dan melakukan gelar perkara. Nanti hasilnya akan kami sampaikan,&#8221; ujar AKP Komang.</p>
<p>Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah rekaman kekerasan yang dilakukan oleh motivator terhadap sejumlah siswa SMK Muhammadiyah 2 Kota Malang, viral di media sosial. Kekerasan tersebut terjadi saat ada kegiatan seminar dan motivasi sekolah dengan mendatangkan motivator dari pihak luar.</p>
<p><strong>BACA :</strong> <a href="https://kotamalang.memontum.com/1719-motivator-gampar-10-murid-smk-muhammadiyah-2-sambil-teriak-goblok-ngaku-khilaf" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Motivator Gampar 10 Murid SMK Muhammadiyah 2 Sambil Teriak Goblok, Ngaku Khilaf</a></p>
<p>Jika dilihat di Banner yang bertuliskan Seminar Motivasi Berwirausaha, yang terpasang di aula SMK Muhammaditah 2, terdapat tulisan PT Piranhamas Group. Motivator tersebut terlihat mengamuk dan menampar beberpa siswa sambil berteriak Gobl**.</p>
<p>Rekaman kekerasan tersebut langsung viral di Facebook. Usai diamankan oleh polres Mang Kota, Agus Piranhaman mengaku khilaf.</p>
<p>&#8220;Saya benar-benar khilaf. Selesai acara saya langsung meminta maaf. Dalam hidup ini, saya tidak pernah melakukan ini. Saya terima anak magang SMK sejak 2008, saya juga pernah lama mengajar di SMK. Tidak pernah terjadi seperti ini,&#8221; ujar Agus.<strong> (gie/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">98582</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Murid SMKM 2 Kota Malang Digampar Motivator, Kapolres Makota Sediakan Konseling Penghilang Trauma</title>
		<link>https://memontum.com/murid-smkm-2-kota-malang-digampar-motivator-kapolres-makota-sediakan-konseling-penghilang-trauma</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Oct 2019 11:13:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[kekerasan di sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[Konseling]]></category>
		<category><![CDATA[polres malang kota]]></category>
		<category><![CDATA[SMK Muhammadiyah 2 Kota Malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/98240-murid-smkm-2-kota-malang-digampar-motivator-kapolres-makota-sediakan-konseling-penghilang-trauma</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander SIK MH, bersama rombongan datangi rumah Novan di Jl Mulyodadi, Jetak Lor, Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Minggu (20/10/2019) pukul 13.00. Novan sendiri adalah salah satu dari 10 siswa SMK Muhammadiyah 2 Kota Malang yang telah menjadi korban kekerasan sang motivator Agus Setiawan alias [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang </strong>&#8211; Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander SIK MH, bersama rombongan datangi rumah Novan di Jl Mulyodadi, Jetak Lor, Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Minggu (20/10/2019) pukul 13.00.</p>
<p>Novan sendiri adalah salah satu dari 10 siswa SMK Muhammadiyah 2 Kota Malang yang telah menjadi korban kekerasan sang motivator Agus Setiawan alias Agus Piranhamas (50) warga Jl Piranha Atas, Gang V, Kelurahan Tanjungsekar, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Saat didatangi oleh oleh AKBP Dony, di rumah Novan sudah ada 3 korban kekerasan lainnya yakni Afandi, Wahyu dan Jiwandono.</p>
<p>Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander SIK MH, mengatakan bahwa kedatangannya bersama unit PPA Polr3s Malang Kota untuk memberikan konseling kepada para korban untuk menghilangkan rasa trauma pasca penganiayaan yang dilakukan oleh Agus Piranhamas.</p>
<p>&#8221; Unit PPA akan datangi secara rutin para korban. Kami memberikan konseling menghilangkan trauma korban sehingga bisa mengikuti proses belajar mengajar kembali. Selain itu juga untuk menghilangkan rasa takut. Kami sangat prihatin dengan kejadian ini. Motivator harusnya memberi semangat positif, namun tersangka malah melakukan hal memalukan kekerasan terhadap anak bawah umur. Semoga dengan konseling ini mental anak-anak terbangun kembali,&#8221; ujar AKBP Dony.</p>
<p>Asnan, ayah Novan memberikan apresiasi kepada pihak Polres Malang Kota yang segera bergerak cepat mengamankan pelaku. Tak hanya itu, juga mengirimkan konseling kepada para korban untuk hilangkan rasa trauma dan membangun kembali mental anak pasca mengalami kekerasan.</p>
<p>&#8221; Kemarin anak saya sempat tidak masuk 2 hari pasca kejadian. Mungkin besok Senin sudah bisa masuk sekolah kembali. Kami berharap peristiwa ini tidak pernah terulang kembali,&#8221; ujar Asnan.</p>
<p>Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah rekaman kekerasan yang dilakukan oleh motivator terhadap sejumlah siswa SMK Muhammadiyah 2 Kota Malang, viral di media sosial. Kekerasan tersebut terjadi saat ada kegiatan seminar dan motivasi sekolah dengan mendatangkan motivator dari pihak luar.</p>
<p>Jika dilihat di Banner yang bertuliskan Seminar Motivasi Berwirausaha, yang terpasang di aula SMK Muhammaditah 2, terdapat tulisan PT Piranhamas Group. Motivator tersebut terlihat mengamuk dan menampar beberpa siswa sambil berteriak Gobl**. Rekaman kekerasan tersebut langsung viral di Facebook.</p>
<p><strong>BACA :</strong> <a href="https://kotamalang.memontum.com/1719-motivator-gampar-10-murid-smk-muhammadiyah-2-sambil-teriak-goblok-ngaku-khilaf" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Motivator Gampar 10 Murid SMK Muhammadiyah 2 Sambil Teriak Goblok, Ngaku Khilaf</a></p>
<p>Informasi Memontum.com bahwa pada.Kamis (17/10/2019) pukul.08.00, dilaksanakan Seminar Motivasi Berwirausaha di SMK Muhammadiyah 2 Kota Malang di Jl Baiduri Sepah, Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.</p>
<p>Pihak sekolah mendatangkan motivator dari pihak luar yakni berinisal AP, warga Jl Piranha Atas, Kelurahan Tunjungsekar, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Pria yang sehari-harinya sebagai pakar internet marketing konsultan dan juga praktisi bisnis online ini dipercaya diundang sebagao motivator dalam seminar tersebut.</p>
<p>Sang motivator Agus Setyawan alias Agus Piranhamas, warga Jl Piranha Atas Gang V, Kelurahan Tunjungsekar, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, akhirnya berhasil dibekuk petugas Reskrim Polres Malang Kota, saat berada di Surabaya, pada Jumat (18/10/2019) pukul 14.00. Belum diketahui keberadaan Agus di Surabaya, apakah hendak kabur atau ada keperluan lain, pastinya petugas sudah melakukan pengamanan dan membawanya ke Mapolres Malang Kota.</p>
<p>Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander SIK MH mengatakan bahwa tersangka AP ditangkap saat berada di Surabaya. Dia sudah kami amankan di kawasan Surabaya. Dia kami kenakan UU No 35 Tahun 2014 dengan ancaman 5 tahun penjara,&#8221; ujar AKBP Dony.<br />
<strong><br />
BACA JUGA :</strong> <a href="https://kotamalang.memontum.com/1678-viral-motivator-ngamuk-tampar-beberapa-siswa-smk-muhammadiyah-2-kota-malang" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Viral, Motivator Ngamuk, Tampar Beberapa Siswa SMK Muhammadiyah 2 Kota Malang</a></p>
<p>Jumat hingga puk.15.00, dari 10 korban sebanyak 9 orang sudah melapor. &#8220;Sebanyak 9 orang sudah melapor. Ada 1 hang belum melapor karena hidungnya masih mimisan. Dari hasil visum ada 1 yang mengalami luka robek di bibir dan lainnya luka-luka lebam,&#8221; ujar AKBP Dony.</p>
<p>Sang motivator, Agus Setiawan alias Agus Piranhamas (50) warga Jl Piranha Atas, Gang V, Kelurahan Tanjungsekar, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Sabtu (19/10/2019) pukul 13.00, dirilis di Mapolres Malang Kota. Saat bertemu para wartawan, Agus mengaku khilaf.</p>
<p>&#8221; Saya benar-benar khilaf. Selesai acara saya langsung meminta maaf. Dalam hidup ini, saya tidak pernah melakukan ini. Saya terima anak magang SMK sejak 2008, saya juga pernah lama.mengajar di SMK. Tidak pernah terjadi seperti ini,&#8221; ujar Agus. <strong>(gie/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">98240</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Motivator Gampar 10 Murid SMK Muhammadiyah 2 Sambil Teriak Goblok, Ngaku Khilaf</title>
		<link>https://memontum.com/motivator-gampar-10-murid-smk-muhammadiyah-2-sambil-teriak-goblok-ngaku-khilaf</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Oct 2019 16:59:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[kekerasan di sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[penganiayaan]]></category>
		<category><![CDATA[SMK Muhammadiyah 2 Kota Malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/98211-motivator-gampar-10-murid-smk-muhammadiyah-2-sambil-teriak-goblok-ngaku-khilaf</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sang motivator, Agus Setiawan alias Agus Piranhamas (50) warga Jl Piranha Atas, Gang V, Kelurahan Tanjungsekar, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Sabtu (19/10/2019) pukul 13.00, dirilis di Mapolres Malang Kota. Saat bertemu para wartawan, Agus mengaku khilaf. &#8220;Saya benar-benar khilaf. Selesai acara saya langsung meminta maaf. Dalam hidup ini, saya tidak pernah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang </strong>&#8211; Sang motivator, Agus Setiawan alias Agus Piranhamas (50) warga Jl Piranha Atas, Gang V, Kelurahan Tanjungsekar, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Sabtu (19/10/2019) pukul 13.00, dirilis di Mapolres Malang Kota. Saat bertemu para wartawan, Agus mengaku khilaf.</p>
<p>&#8220;Saya benar-benar khilaf. Selesai acara saya langsung meminta maaf. Dalam hidup ini, saya tidak pernah melakukan ini. Saya terima anak magang SMK sejak 2008, saya juga pernah lama.mengajar di SMK. Tidak pernah terjadi seperti ini,&#8221; ujar Agus.</p>
<p>Sebelum terjadinya kekerasan itu, dia mengaku sempat mengatakan kalau para siswa tidak boleh menertawakan kesalahan orang lain.</p>
<p>&#8220;Sebelumnya ada anak yang tertidur, saya suruh kedepan duduk di panggung. Saya juga menegaskan kepada siswa supaya kalau ada yang salah, jangan ditertawakan. Ternyata saat operator dari pihak sekolah ada kesalahan menulis dan ditertawakan,&#8221; ujar Agus. Dari sinilah Agus mengaku khilaf hingga terjadilah penamparan terhadap 10 siswa SMKM 2 Kota Malang sambil meneriakinya goblok.</p>
<p>Agus ditangkap pada Jumat (18/10/2019) pukul 14.00 saat berada di Bandara Juanda. Sebab sebelumnya, Agus hendak mengisi seminar di Makasar. Namun setibanya di Makasar, dia ditelp oleh petugas kepolisian hinggga langsung kembali lagi ke Bandara Juanda Surabaya.</p>
<p>Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander SIK MH mengatakan bahwa tersangka dikenakan UU No 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak. &#8221; Tersangka kami kenakan UU perlindungan anak dengan ancaman 5 tahun penjara,&#8221; ujar AKBP Dony Alexander.</p>
<p>Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah rekaman kekerasan yang dilakukan oleh motivator terhadap sejumlah siswa SMK Muhammadiyah 2 Kota Malang, viral di media sosial. Kekerasan tersebut terjadi saat ada kegiatan seminar dan motivasi sekolah dengan mendatangkan motivator dari pihak luar.</p>
<p>Jika dilihat di Banner yang bertuliskan Seminar Motivasi Berwirausaha, yang terpasang di aula SMK Muhammaditah 2, terdapat tulisan PT Piranhamas Group. Motivator tersebut terlihat mengamuk dan menampar beberpa siswa sambil berteriak Gobl**. Rekaman kekerasan tersebut langsung viral di Facebook.</p>
<p>Informasi Memontum.com bahwa pada.Kamis (17/10/2019) pukul.08.00, dilaksanakan Seminar Motivasi Berwirausaha di SMK Muhammadiyah 2 Kota Malang di Jl Baiduri Sepah, Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.</p>
<p>Pihak sekolah mendatangkan motivator dari pihak luar yakni berinisal AP, warga Jl Piranha Atas, Kelurahan Tunjungsekar, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Pria yang sehari-harinya sebagai pakar internet marketing konsultan dan juga praktisi bisnis online ini dipercaya diundang sebagao motivator dalam seminar tersebut.</p>
<p>Sang motivator Agus Setyawan alias Agus Piranhamas, warga Jl Piranha Atas Gang V, Kelurahan Tunjungsekar, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, akhirnya berhasil dibekuk petugas Reskrim Polres Malang Kota, saat berada di Surabaya, pada Jumat (18/10/2019) pukul 14.00. Belum diketahui keberadaan Agus di Surabaya, apakah hendak kabur atau ada keperluan lain, pastinya petugas sudah melakukan pengamanan dan membawanya ke Mapolres Malang Kota.</p>
<p><strong>BACA :</strong> <a href="https://kotamalang.memontum.com/1678-viral-motivator-ngamuk-tampar-beberapa-siswa-smk-muhammadiyah-2-kota-malang" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Viral, Motivator Ngamuk, Tampar Beberapa Siswa SMK Muhammadiyah 2 Kota Malang</a></p>
<p>Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander SIK MH mengatakan bahwa tersangka AP ditangkap saat berada di Surabaya. Dia sudah kami amankan di kawasan Surabaya. Dia kami kenakan UU No 35 Tahun 2014 dengan ancaman 5 tahun penjara,&#8221; ujar AKBP Dony.</p>
<p>Jumat hingga puk.15.00, dari 10 korban sebanyak 9 orang sudah melapor. &#8220;Sebanyak 9 orang sudah melapor. Ada 1 hang belum melapor larena hidungnya masih mimisan. Dari hasil visum ada 1 yang mengalami luka robek di bibir dan lainnya luka-luka lebam,&#8221; ujar AKBP Dony. <strong>(gie/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">98211</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Motivator Kaploki Murid SMK Muhammadiyah 2, Walikota Malang Kecam Kekerasan, Kapolres Amankan Terduga</title>
		<link>https://memontum.com/motivator-kaploki-murid-smk-muhammadiyah-2-walikota-malang-kecam-kekerasan-kapolres-amankan-terduga</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Oct 2019 20:38:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[kekerasan di sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[SMK Muhammadiyah 2 Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[walikota malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/98200-motivator-kaploki-murid-smk-muhammadiyah-2-walikota-malang-kecam-kekerasan-kapolres-amankan-terduga</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Walikota Malang, H Sutiaji mengecam perbuatan kekerasan pada anak yang dilakukan oleh seorang motivator pada anak-anak di SMK Muhammadiyah 2 Malang pada hari Kamis tanggal 17 Oktober lalu. Menurut Walikota Sutiaji, kejadian tersebut telah mencoreng citra Kota Malang sebagai Kota Pendidikan. &#8220;Terlebih visi kita adalah menjadikan Malang sebagai Kota yang Bermartabat; [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Walikota Malang, H Sutiaji mengecam perbuatan kekerasan pada anak yang dilakukan oleh seorang motivator pada anak-anak di SMK Muhammadiyah 2 Malang pada hari Kamis tanggal 17 Oktober lalu. Menurut Walikota Sutiaji, kejadian tersebut telah mencoreng citra Kota Malang sebagai Kota Pendidikan.</p>
<p>&#8220;Terlebih visi kita adalah menjadikan Malang sebagai Kota yang Bermartabat; sehingga kejadian ini sangat melukai hati kita semua,&#8221; ujarnya.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-98202" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191018-WA0147-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191018-WA0147-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191018-WA0147-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191018-WA0147-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191018-WA0147-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8220;Saya, Pak Kapolres dan Pak Dandim sangat mengecam tindak kekerasan tersebut. Saya minta kepada Bapak Kapolres untuk menindak sekeras-kerasnya bagi siapapun yang melanggar aturan. Terlebih ini di dunia pendidikan,&#8221; seruan tersebut disampaikan Walikota Sutiaji pada saat sidak di SMK Muhammadiyah 2 Malang hari Jumat (18/10/2019).</p>
<p>Dengan didampingi Kapolres Malang Kota, Dony Alexander dan Dandim 0833 Kota Malang, Tommy Anderson; Ia juga menyesalkan terjadinya kejadian tersebut karena terjadi di lembaga pendidikan sebagai lembaga yang terhormat.</p>
<p>&#8220;Dalam minggu depan kami akan mengumpulkan semua Kepala Sekolah yang ada di Kota Malang untuk mengingatkan kembali bagaimana seharusnya mereka mendidik anak-anak kita sebagai penerus bangsa; kejadian ini menjadi tanggung jawab kita bersama, untuk itu Pemerintah Kota Malang tidak akan tinggal diam,&#8221; tegasnya.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-98201" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191018-WA0137-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191018-WA0137-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191018-WA0137-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191018-WA0137-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191018-WA0137-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Sementara itu, Dony Alexander mengungkapkan bahwa pihak Kepolisian akan bergerak cepat dalam menangani kasus ini. Karena hal ini merupakan tindak kekerasan pada anak yang seharusnya kita jaga dan lindungi.</p>
<p>&#8220;Tersangka telah kami amankan. Akan segera kami proses lebih lanjut, saya harap seluruh pihak bisa bersabar agar kami dapat melakukan pemeriksaan dengan baik. Kami pikir seluruh elemen masyarakat sangat prihatin dengan kejadian ini,&#8221; katanya. <strong>(*yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">98200</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
