<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Khas Situbondo &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/khas-situbondo/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 29 Aug 2022 10:54:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Khas Situbondo &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Nasi Sabur, Kuliner Lawas Khas Situbondo</title>
		<link>https://memontum.com/nasi-sabur-kuliner-lawas-khas-situbondo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Aug 2022 10:54:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Khas Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[makanan khas]]></category>
		<category><![CDATA[produk makanan]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=174466</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Kabupaten Situbondo tidak hanya dikenal dengan keindahan wisata pantai. Namun, berbagai kuliner yang kaya akan rempah-rempah, pun juga dimiliki oleh Situbondo. Seperti salah satunya, Nasi Sabur, yang merupakan kuliner khas Situbondo. Mengunjungi Situbondo, kurang pas rasanya bila tidak mencicipi Nasi Sabur. Konon, menu legendaris ini sudah ada sejak zaman lampau dan sajiannya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Kabupaten Situbondo tidak hanya dikenal dengan keindahan wisata pantai. Namun, berbagai kuliner yang kaya akan rempah-rempah, pun juga dimiliki oleh Situbondo. Seperti salah satunya, Nasi Sabur, yang merupakan kuliner khas Situbondo.</p>



<p>Mengunjungi Situbondo, kurang pas rasanya bila tidak mencicipi Nasi Sabur. Konon, menu legendaris ini sudah ada sejak zaman lampau dan sajiannya pun tidak pernah berubah.</p>



<p>Nasi Sabur adalah nasi putih biasa yang ditaburi beberapa makanan pelengkap seerti serundeng plus lauk daging sapi&nbsp; dan tahu yang dimasak menggunakan bumbu opor. Selain itu, Nasi Sabur yang juga dikenal dengan nama Nasi Ringgit, ini juga dalam penyajiannya disuguhkan dengan menggunakan sambel garam.</p>



<p>Meski menu dari Nasi Sabur tergolong sangat sederhana, namun makanan khas ini tetap menjadi bagian masyarakat Situbondo. Bahkan, begitu menyebut makanan ini, pasti masyarakat, khususnya Situbondo belahan Timur, di Kecamatan Asembagus, Banyuputih dan Kecamatan Kota Situbondo, sangat melekat.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-wahyu-berangkatkan-9-bus-mudik-gratis-tujuan-ponorogo-dan-banyuwangi-paling-diminati">Wali Kota Wahyu Berangkatkan 9 Bus Mudik Gratis, Tujuan Ponorogo dan Banyuwangi Paling Diminati</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/salat-tarawih-di-masjid-raya-pesona-jember-diguncang-ledakan-fasilitas-rusak-dan-satu-jamaah-terluka">Salat Tarawih di Masjid Raya Pesona Jember Diguncang Ledakan, Fasilitas Rusak dan Satu Jamaah Terluka</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/basarnas-beri-penghargaan-pemkab-sidoarjo-dalam-keterlibatan-operasi-sar-bangunan-ponpes-al-khoziny">Basarnas Beri Penghargaan Pemkab Sidoarjo dalam Keterlibatan Operasi SAR Bangunan Ponpes Al-Khoziny</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/gubernur-jatim-berangkatkan-mudik-gratis-dari-pelabuhan-jangkar-situbondo">Gubernur Jatim Berangkatkan Mudik Gratis dari Pelabuhan Jangkar Situbondo</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kapolda-jatim-cek-kesiapan-posyan-dan-pospam-di-mojokerto-jelang-arus-mudik-lebaran">Kapolda Jatim Cek Kesiapan Posyan dan Pospam di Mojokerto Jelang Arus Mudik Lebaran</a></li>
</ul>


<p>&#8220;Selain rasanya yang lezat dan nikmat, Nasi Sabur juga ramah di dompet. Karena, untuk persatu porsi biasa dijual dengan harga sekitar Rp13 ribu,&#8221; kata Mahrus (29), salah seorang sopir travel asal Banyuwangi, yang biasa menikmati sajian ini, Senin (29/08/2022) tadi.</p>



<p>Dirinya yang merupakan salah satu penyuka Nasi Sabur, hampir tidak pernah melewatkan kesempatan saat melintas di Situbondo. Bahkan, tidak jarang beberapa penumpangnya, pun turut diperkenalkan dengan makanan khas Situbondo ini.</p>



<p>&#8220;Karena ingin merasakan, terkadang penumpang juga ikut makan,&#8221; paparnya.</p>



<p>Seorang penjual Nasi Sabur di Jalan Raya Kelurahan Patokan, Ririk (40), mengatakan bahwa dirinya menjual nasi khas ini, karena memang sudah turun temurun. Selain makanan yang disajikan adalah memang makanan khas, juga karena harganya yang murah meriah. Sehingga, banyak diminati dan mendapat tempat di masyarakat.</p>



<p>&#8220;Saya menjual Nasi Sabur ini, karena memang usaha orang tua. Jadi, saya sebagai generasi lanjutan. Sementara masyarakat, juga sangat meminati makanan ini,&#8221; ungkapnya. <strong>(her/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">174466</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Inovasi Topeng Mongkor, Kesenian Khas Situbondo yang Kian Eksis di Tengah Pendemi Covid-19</title>
		<link>https://memontum.com/inovasi-topeng-mongkor-kesenian-khas-situbondo-yang-kian-eksis-di-tengah-pendemi-covid-19</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Aug 2021 17:50:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[di Tengah Pendemi]]></category>
		<category><![CDATA[Khas Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Kian Eksis]]></category>
		<category><![CDATA[Topeng Mongkor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=151011</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Pandemi Covid-19, tidak sepenuhnya membuat kesenian di Situbondo, menjadi redup. Seperti Kesenian Topeng Mongkor seni tradisional khas Situbondo, ternyata mampu bertahan dan justru terus menggeliat. Hosnatun atau biasa disapa Cak Tutun-panggilan akrabnya, selaku Pendiri Perkumpulan Masyarakat Topeng Mongkor (PMTM) Situbondo, menjelaskan bahwa menggeliatnya kesenian tradisi ini sebagai wujud kepedulian dalam melestarikan budaya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Pandemi Covid-19, tidak sepenuhnya membuat kesenian di Situbondo, menjadi redup. Seperti Kesenian Topeng Mongkor seni tradisional khas Situbondo, ternyata mampu bertahan dan justru terus menggeliat.</p>



<p>Hosnatun atau biasa disapa Cak Tutun-panggilan akrabnya, selaku Pendiri Perkumpulan Masyarakat Topeng Mongkor (PMTM) Situbondo, menjelaskan bahwa menggeliatnya kesenian tradisi ini sebagai wujud kepedulian dalam melestarikan budaya luhur dan khasanah seni tradisional Situbondo</p>



<p><strong><em>Baca Ju0ga:</em></strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/gubernur-jatim-berangkatkan-mudik-gratis-dari-pelabuhan-jangkar-situbondo">Gubernur Jatim Berangkatkan Mudik Gratis dari Pelabuhan Jangkar Situbondo</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tekan-balap-liar-kapolres-situbondo-tantang-pemuda-adu-cepat-di-lomba-lari-100-meter">Tekan Balap Liar, Kapolres Situbondo Tantang Pemuda Adu Cepat di Lomba Lari 100 Meter</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dprd-situbondo-ikuti-gelaran-bimtek-penguatan-perda-dan-reformasi-birokrasi-di-surabaya">DPRD Situbondo Ikuti Gelaran Bimtek Penguatan Perda dan Reformasi Birokrasi di Surabaya</a></li>
</ul>


<p>Dikatakan, PMTM Situbondo sengaja mendirikan Sanggar Seni dan Budaya Topeng Mongkor. Tujuannya, agar dinaungi siswa siswi dari sekolah-sekolah dan universitas di Situbondo dan sekitarnya, termasuk masyarakat sekitar melalui berbagai kegiatan rutin berkesenian, pementasan, termasuk ajang kreasi seni dan budaya.</p>



<p>&#8220;Kesenian Topeng Mongkor ini juga sering tampil di Pendopo. Apabila ada tamu kehormatan yang berkunjung ke Kabupaten Situbondo, biasa disuguhi topeng khas ini,&#8221; ujar Cak Tutun, Selasa (17/08) tadi.</p>



<p>Selama masa pandemi, dijelaskan, kesenian ini tetap bertahan. Bahkan, PMTM Situbondo berencana mendirikan beberapa toko sembako dan alat tulis atau stasionery.</p>



<p>PMTM Situbondo juga mendirikan Klinik Terapi Kesehatan Listrik dan UMKM obat tradisional, dalam bentuk jamu tradisional Situbondo. Ini adalah sebuah market interkoneksi tradisional swadaya pertama di Situbondo, yang memberikan peluang berusaha bagi masyarakat petani agrobisnis lokal berekonomi lemah. Adapun di sektor lingkungan, lanjutnya, PMTM Situbondo mengajak masyarakat lokal untuk melakukan investasi dengan cara menanam kayu keras. <strong>(her/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">151011</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
