<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>koleksi &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/koleksi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 11 Dec 2025 12:37:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>koleksi &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Dispbudparpora Kota Kediri Gelar Seminar Kajian Koleksi Guna Dorong Pelestarian Benda Purbakala</title>
		<link>https://memontum.com/dispbudparpora-kota-kediri-gelar-seminar-kajian-koleksi-guna-dorong-pelestarian-benda-purbakala</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Dec 2025 09:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dispbudparpora]]></category>
		<category><![CDATA[dorong]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[koleksi]]></category>
		<category><![CDATA[pelestarian]]></category>
		<category><![CDATA[purbakala]]></category>
		<category><![CDATA[Seminar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228652</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Kediri – Pelestarian benda purbakala dan peninggalan sejarah, menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga identitas budaya bangsa. Selain memiliki nilai historis, sejumlah peninggalan tersebut juga menjadi sumber ilmu pengetahuan bagi generasi mendatang. Termasuk, memperkuat rasa kebanggaan nasional serta berpotensi mendukung sektor pariwisata dan ekonomi lokal. Sebagai upaya menjaga warisan budaya, Dinas Kebudayaan, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Kediri</strong> – Pelestarian benda purbakala dan peninggalan sejarah, menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga identitas budaya bangsa. Selain memiliki nilai historis, sejumlah peninggalan tersebut juga menjadi sumber ilmu pengetahuan bagi generasi mendatang. Termasuk, memperkuat rasa kebanggaan nasional serta berpotensi mendukung sektor pariwisata dan ekonomi lokal.</p>



<p>Sebagai upaya menjaga warisan budaya, Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga (Disbudparpora) Kota Kediri menggelar Seminar Kajian Koleksi, yang melibatkan para pemuda dan mahasiswa pemerhati budaya. Kegiatan tersebut, berlangsung di Museum Airlangga Kota Kediri, Kamis (11/12/2025) tadi.</p>



<p>Kepala Disbudparpora Kota Kediri, Bambang Priambodo, dalam sambutannya mengatakan bahwa seminar ini tidak hanya menjadi simbol jati diri daerah, tetapi juga sarana edukasi bagi masyarakat. “Seminar ini menjadi simbol sekaligus petunjuk jati diri suatu daerah. Peninggalan sejarah adalah bukti nyata tradisi, nilai-nilai leluhur, dan identitas kolektif bangsa,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Bambang menjelaskan, bahwa peninggalan sejarah berperan penting sebagai media pembelajaran konkret bagi generasi muda. “Benda-benda peninggalan menjadi sumber belajar langsung tentang peradaban, budaya, dan peristiwa masa lalu. Ini membantu generasi muda memahami sejarah secara nyata,” tambahnya.</p>



<p>Melalui pelaksanaan seminar ini, Bambang berharap para pelajar dan pemuda terus mendalami ilmu budaya. Dirinya juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Kediri, yang telah menyelamatkan sejumlah arca dan benda sejarah untuk kemudian ditempatkan dan dirawat di Museum Airlangga.</p>



<p>“Harapan kami, generasi muda tidak berhenti mempelajari budaya. Pemerintah Kota Kediri telah menyelamatkan berbagai arca dan peninggalan sejarah, yang kini ditempatkan di Museum Airlangga untuk dipelajari bersama,” paparnya. <strong>(pan/sit/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228652</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dispussipda Kota Malang Tambah Dua Koleksi Naskah Kuno</title>
		<link>https://memontum.com/dispussipda-kota-malang-tambah-dua-koleksi-naskah-kuno</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Aug 2025 05:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Dispussipda]]></category>
		<category><![CDATA[koleksi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[naskah]]></category>
		<category><![CDATA[tambah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225035</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke 80 Republik Indonesia (RI), Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah (Dispussipda) Kota Malang, menambah dua koleksi naskah kuno. Dua koleksi itu, yakni Nahwu dan Usadha, yang masing-masing diperoleh melalui akuisisi pada 20 Juni 2025. Kepala Dispussipda Kota Malang, Yayuk Hermiati, menyampaikan bahwa naskah kuno Nahwu, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke 80 Republik Indonesia (RI), Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah (Dispussipda) Kota Malang, menambah dua koleksi naskah kuno. Dua koleksi itu, yakni Nahwu dan Usadha, yang masing-masing diperoleh melalui akuisisi pada 20 Juni 2025.</p>



<p>Kepala Dispussipda Kota Malang, Yayuk Hermiati, menyampaikan bahwa naskah kuno Nahwu, ditulis di media kertas Eropa dengan aksara Arab dan Pegon. Isinya berupa ilmu tata bahasa Arab, dengan terjemahan interlinier berbahasa Jawa. Sementara itu, naskah Usadha berbahan lontar, ditulis dengan aksara Bali dan berbahasa Jawa Kuno.</p>



<p>&#8220;Di dalam naskah tersebut, memuat pengetahuan pengobatan tradisional, mulai dari identifikasi penyakit, sarana pengobatan, hingga mantra-mantra yang digunakan. Penambahan dua naskah kuno ini, merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya,&#8221; kata Yayuk, Sabtu (16/08/2025) tadi.</p>



<p>Kemudian, dikatakannya bahwa dalam proses akuisisi dilakukan sesuai dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS). Yakni, sekitar Rp 5 juta hingga 10 juta untuk setiap naskah, tergantung dari hasil negosiasi dengan pemilik.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Jadi kami tidak melihat kertasnya lontar atau apa, tapi tergantung dari pemilik dan negosiasi. Kami juga punya HPS nya,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Untuk memastikan keaslian, Dispussipda melibatkan tenaga ahli filologi dari Universitas Airlangga (Unair). Sehingga yang memastikan atau memverifikasi, alih bahasa, maupun alih media naskah yakni dari tenaga ahli tersebut.</p>



<p>&#8220;Jadi sebelum dipastikan sebagai naskah kuno, tenaga ahli terlebih dahulu melakukan pendampingan dan penelitian,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Dengan penambahan dua koleksi tersebut, Dispussipda Kota Malang kini memiliki total 31 naskah kuno. Dari jumlah tersebut, lima naskah sudah terdaftar di Perpustakaan Nasional (Perpusnas), yakni Serat Yusuf, Mambangul Ngulum, Ala-ayuning Tanggal, Primbon dan Nahwu.</p>



<p>&#8220;Masyarakat pun juga bisa langsung melihat naskah kuno di Perpustakaan Kota Malang, Jalan Ijen,&#8221; imbuh Yayuk. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225035</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Museum Daerah Lumajang Ambil Bagian di Pameran Temporer Koleksi Museum 2024</title>
		<link>https://memontum.com/museum-daerah-lumajang-ambil-bagian-di-pameran-temporer-koleksi-museum-2024</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Nov 2024 08:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[bagian]]></category>
		<category><![CDATA[daerah]]></category>
		<category><![CDATA[koleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Museum]]></category>
		<category><![CDATA[Pameran]]></category>
		<category><![CDATA[temporer]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=216818</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Museum Daerah Kabupaten Lumajang, turut ambil bagian dalam pelaksanaan Pameran Temporer Koleksi Museum 2024, yang bertajuk &#8216;East Java Spirit of Museum&#8217; di Museum MPU Tantular, Kabupaten Sidoarjo, mulai 20 hingga 22 November 2024. Pelaksanaan pameran ini, dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Dwi Supranto. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Museum Daerah Kabupaten Lumajang, turut ambil bagian dalam pelaksanaan Pameran Temporer Koleksi Museum 2024, yang bertajuk &#8216;East Java Spirit of Museum&#8217; di Museum MPU Tantular, Kabupaten Sidoarjo, mulai 20 hingga 22 November 2024. Pelaksanaan pameran ini, dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Dwi Supranto.</p>



<p>Momen acara ini, menjadi ajang strategis untuk memperkenalkan koleksi-koleksi museum dari berbagai daerah di Jawa Timur. Termasuk, Muuseum Daerah Kabupaten Lumajang.</p>



<p>Perwakilan dari Museum Daerah Kabupaten Lumajang, Ita Lestari dan Siyono Hadi Kurniawan, di gelaran itu turut memamerkan berbagai koleksi unggulan yang mencerminkan kekayaan sejarah dan budaya Lumajang. Koleksi tersebut, meliputi Prasasti Pasrujambe, keramik kuno dan benda-benda peninggalan sejarah lain.</p>



<p>Ita Lestari menegaskan, bahwa keikutsertaan Museum Daerah Lumajang dalam pameran ini merupakan langkah strategis untuk mempromosikan kekayaan sejarah daerah kepada publik. “Kami berharap masyarakat yang melihat koleksi kami, itu dapat lebih mengenal dan menghargai warisan budaya Lumajang. Ini juga sebagai upaya kami untuk mendukung penguatan identitas budaya lokal,” katanya, Jumat (22/11/2024) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Siyono Hadi Kurniawan menambahkan, bahwa Museum Daerah Lumajang tidak hanya menampilkan koleksi sejarah, tetapi juga menyediakan informasi lengkap tentang destinasi wisata budaya di Lumajang. “Kami ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk menarik perhatian wisatawan dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan sejarah,” katanya.</p>



<p>Selain menjadi ajang promosi, pameran ini diharapkan dapat mendorong peningkatan jumlah kunjungan ke museum, yang pada akhirnya berkontribusi pada pengembangan sektor ekonomi kreatif di daerah.</p>



<p>Keikutsertaan Museum Daerah Lumajang juga mencerminkan semangat kolaborasi dan inovasi dalam upaya mempopulerkan museum sebagai pusat edukasi dan rekreasi. Dengan hadirnya koleksi-koleksi dari berbagai daerah di Jawa Timur, pameran ini mempertegas posisi museum sebagai penjaga warisan budaya sekaligus penggerak perekonomian lokal berbasis pariwisata sejarah.</p>



<p>&#8220;Melalui pameran seperti ini, Museum Daerah Kabupaten Lumajang berharap dapat terus menginspirasi masyarakat untuk lebih mencintai dan melestarikan budaya lokal,&#8221; tambahnya. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">216818</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Disdikbud Kota Malang Kenalkan Koleksi Museum melalui Program Jemput Bola ke Sekolah</title>
		<link>https://memontum.com/disdikbud-kota-malang-kenalkan-koleksi-museum-melalui-program-jemput-bola-ke-sekolah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Sep 2024 08:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Disdikbud]]></category>
		<category><![CDATA[jemput]]></category>
		<category><![CDATA[kenalkan]]></category>
		<category><![CDATA[koleksi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[melalui]]></category>
		<category><![CDATA[Museum]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=214369</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang mulai melakukan program jemput bola untuk memperkenalkan koleksi Museum Mpu Purwa kepada peserta didik tingkat SD dan SMP. Program tersebut, menjadi proyek percontohan di tahun 2024 dan menargetkan ada lima sekolah sebagai sasaran awal. Pamong Budaya Pertama Bidang Kebudayaan Disdikbud Kota Malang, Norman Candra [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang mulai melakukan program jemput bola untuk memperkenalkan koleksi Museum Mpu Purwa kepada peserta didik tingkat SD dan SMP. Program tersebut, menjadi proyek percontohan di tahun 2024 dan menargetkan ada lima sekolah sebagai sasaran awal.</p>



<p>Pamong Budaya Pertama Bidang Kebudayaan Disdikbud Kota Malang, Norman Candra Setiansyah, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sebelumnya sudah direncanakan. Hanya saja, tertunda dan baru bisa dilakukan pada tahun ini.</p>



<p>“Kegiatan museum keliling ini baru pertama kali kami laksanakan. Biasanya, kami mengundang siswa untuk datang ke museum. Namun tahun ini kami memilih metode jemput bola dengan mendatangi sekolah-sekolah untuk mengenalkan koleksi museum,” kata Norman.</p>



<p>Meskipun koleksi yang dibawa dalam pengenalan itu terbatas, Disdikbud Kota Malang memberikan beberapa koleksi unggulan atau masterpiece yang memiliki kekhasan sejarah terkait Kota Malang. Tujuannya adalah agar siswa lebih mengenal Museum Mpu Purwa dan koleksi yang ada di dalamnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Harapannya, siswa dapat mengetahui lebih banyak tentang Museum Mpu Purwa, termasuk lokasinya dan koleksi yang disimpan di sana. Museum ini merupakan bagian dari sejarah Kota Malang,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Selain itu, melalui kegiatan tersebut, siswa mendapatkan penjelasan dari narasumber, salah satunya mengenai arkeologi dan arca yang ada di Museum Mpu Purwa. Penjelasan itu juga diharapkan dapat memperkaya pengetahuan siswa tentang sejarah dan kebudayaan lokal.</p>



<p>Untuk tahap awal, program ini akan menyasar lima sekolah, yaitu SD Bandungrejosari 1, SMP Cor Jesu, SMP Negeri 3, SMP Negeri 7, dan SMP Negeri 16. Jika berhasil, program tersebut direncanakan akan diperluas pada tahun berikutnya, dengan mencakup masyarakat umum, jenjang SMA hingga perguruan tinggi.</p>



<p>&#8220;Saat ini kami masih menyasar SD dan SMP karena jenjang pendidikan tersebut berada di bawah kewenangan Disdikbud Kota Malang. Namun, jika program ini berhasil, kami berharap cakupannya bisa diperluas tahun depan,” imbuhnya.</p>



<p>Selain museum keliling, Disdikbud juga menyediakan layanan pemandu di Museum Mpu Purwa untuk siswa, masyarakat, atau pengunjung yang ingin mengenal lebih dalam tentang koleksi museum. Meski pemandu bukan ahli arkeologi, mereka telah dibekali pengetahuan untuk memberikan gambaran umum mengenai koleksi museum. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">214369</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Buka Exhibition Museum, Pj Wali Kota Kediri Tekankan Cara Baru dalam Nikmati Koleksi Museum</title>
		<link>https://memontum.com/buka-exhibition-museum-pj-wali-kota-kediri-tekankan-cara-baru-dalam-nikmati-koleksi-museum</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Sep 2024 11:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[koleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Museum]]></category>
		<category><![CDATA[nikmati]]></category>
		<category><![CDATA[tekankan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=214185</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Kediri &#8211; Pj Wali Kota Kediri, Zanariah, membuka gelaran Exhibition Museum, Jumat (13/09/2024) tadi. Pelaksanaan yang digelar di Taman Sekartaji, akan berlangsung hingga 15 September dan mengambil tema &#8216;Merajut Harmoni Dalam Keberagaman&#8217;. &#8220;Museum merupakan tempat yang penuh dengan sejarah, budaya dan ilmu pengetahuan. Meski kelihatannya koleksi museum adalah benda-benda diam, namun sebenarnya mereka [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Kediri</strong> &#8211; Pj Wali Kota Kediri, Zanariah, membuka gelaran Exhibition Museum, Jumat (13/09/2024) tadi. Pelaksanaan yang digelar di Taman Sekartaji, akan berlangsung hingga 15 September dan mengambil tema &#8216;Merajut Harmoni Dalam Keberagaman&#8217;.</p>



<p>&#8220;Museum merupakan tempat yang penuh dengan sejarah, budaya dan ilmu pengetahuan. Meski kelihatannya koleksi museum adalah benda-benda diam, namun sebenarnya mereka bisa berbicara. Dari sana, kita dapat belajar tentang masa lalu, masa kini dan masa depan,&#8221; kata Pj Wali Kota</p>



<p>Dirinya mengungkapkan, melalui acara ini, bisa merubah sterotipe jika berkunjung ke museum itu membosankan dan tidak asyik. Makanya, coba dihadirkan dengan suasana baru di Taman Sekartaji.</p>



<p>Pengelola museum dapat terus update dengan perkembangan dan tren saat ini. Seperti museum di luar negeri, pengunjung museum dilibatkan untuk bereksplorasi suatu kegiatan tematik.</p>



<p>Seperti di Museum Maritim Australia, setiap pengunjung mendapat activity book dan dapat dipelajari tema yang sesuai dengan rentang usia dan kebutuhan. Kalau di Indonesia ada Museum Bahari Jakarta, yang telah memiliki kegiatan workshop dan teknologi virtual reality. Selain itu, pengelola juga berupaya mendekati calon pengunjung generasi muda lewat keaktifan media sosial.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Jadi sepulang dari museum, pengunjung akan membawa pulang pengalaman yang menyenangkan sekaligus ilmu pengetahuan dari koleksi yang dimiliki museum. Saya berharap, inovasi seperti ini bisa diadaptasi dan dipraktikan di museum. Sehingga, para pengunjung tahu dan betah di dalam museum,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Selaras dengan tema, tambah Pj Wali Kota, hubungan yang harmonis antara manusia dan lingkungannya harus selaras dengan alam. Dirinya berharap, acara ini dapat menjadi ruang belajar, mengeksplirasi ragam kearifan lokal serta menginsipirasi untuk menjawab tantangan zaman. Dimana, inovasi dapat menyatu dengan tradisi. Setelah melewati rutinitas yang padat, rasanya pas bila masyarakat menghabiskan pekan ini di Taman Sekartaji.</p>



<p>&#8220;Anak-anak bisa belajar dan tumbuh dalam suasana yang penuh semangat budaya lokal. Sekaligus turut mendorong menggerakkan perekonomian masyarakat karena di sini juga ada UMKM. Tapi jangan lupa untuk tetap menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Pada kesempatan itu, Pj Wali Kota Kediri mengapresiasi kerja sama yang baik antara Pemkot Kediri dengan beberapa museum daerah sekitar. Diantaranya, Museum Mpu Tantular Sidoarjo, Museum Anjuk Ladang Nganjuk, Museum Daerah Tulungagung, serta Museum 10 November Surabaya yang berpartisipasi dalam pameran ini. &#8220;Terima kasih telah mengizinkan koleksi-koleksinya dipamerkan di Taman Sekartaji. Saya yakin kolaborasi ini tidak hanya memperkaya khazanah budaya tetapi juga mempererat tali silaturahmi. Semoga ke depan acara ini dapat diadakan lebih besar, lebih keren, dan lebih seru lagi,&#8221; paparnya.</p>



<p>Kepala Disbudparpora Kota Kediri, Zachri Ahamad, menambahkan bahwa selain pameran, ada beberapa kegiatan di Exhibition Museum. Seperti, Lomba Bercerita Bahasa Jawa tingkat Sekolah Dasar, Lomba Mewarnai tingkat Taman Kanak-kanak, Drama Musikal, hiburan, dan bazar UMKM. Masyarakat bisa datang mulai pukul 09.00 &#8211; 21.00 WIB. &#8220;Silahkan datang ini bisa menjadi salah satu kegiatan menikmati weekend. Ini pertama kali kita adakan di Taman Sekartaji untuk mendekatkan kepada masyarakat agar lebih mengenal koleksi museum. Kita bisa belajar peninggalan arkeologis dan nilai sejarah,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Turut hadir dalam pelaksanaan itu, Sekretaris Daerah Bagus Alit, Asisten Pemerintahan dan Kesra Mandung Sulaksono, perwakilan kepala OPD, perwakilan dari pengelola museum yang mengikuti pameran, dan tamu undangan lainnya. <strong>(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">214185</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lestarikan Naskah Kuno, Dispussipda Kota Malang Identifikasi Koleksi di Museum Karmel Padmawiyata</title>
		<link>https://memontum.com/lestarikan-naskah-kuno-dispussipda-kota-malang-identifikasi-koleksi-di-museum-karmel-padmawiyata</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Aug 2024 06:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dispussipda]]></category>
		<category><![CDATA[Identifikasi]]></category>
		<category><![CDATA[karmel]]></category>
		<category><![CDATA[koleksi]]></category>
		<category><![CDATA[lestarikan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Museum]]></category>
		<category><![CDATA[naskah]]></category>
		<category><![CDATA[padmawiyata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=212944</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah (Dispussipda) Kota Malang terus berkomitmen melestarikan warisan budaya berupa naskah kuno. Seperti salah satunya yang ada di Museum Karmel Padmawiyata, di Jalan Talang, Oro-Oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Kepala Dispussipda Kota Malang, Yayuk Hermiati, menyampaikan bahwa program pelestarian naskah kuno telah berlangsung sejak tahun [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah (Dispussipda) Kota Malang terus berkomitmen melestarikan warisan budaya berupa naskah kuno. Seperti salah satunya yang ada di Museum Karmel Padmawiyata, di Jalan Talang, Oro-Oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang.</p>



<p>Kepala Dispussipda Kota Malang, Yayuk Hermiati, menyampaikan bahwa program pelestarian naskah kuno telah berlangsung sejak tahun 2022. Program tersebut mencakup pendataan naskah kuno di gereja-gereja Kota Malang dan sosialisasi kepada masyarakat. Termasuk budayawan, sejarawan, peneliti dan kolektor naskah kuno.</p>



<p>“Tahun ini, tim penelusuran naskah kuno Dispussipda Kota Malang bekerja sama dengan filolog untuk melakukan alih aksara dan alih bahasa pada naskah kuno Serat Yusuf dan Babad Mambangul Ngulum serta identifikasi awal naskah kuno di Museum Karmel Padmawiyata,” jelas Yayuk, Rabu (14/08/2024).</p>



<p>Dijelaskannya, bahwa naskah kuno Serat Yusuf, berbahan lontar dan terdiri dari 105 lempir yang menceritakan kehidupan Nabi Yusuf dalam bentuk puisi naratif. Sementara, Babad Mambangul Ngulum merupakan naskah kuno berbentuk buku yang ditulis tangan dengan tinta alami di atas kertas Eropa.</p>



<p>“Kedua naskah ini merupakan sumbangan masyarakat dan telah didaftarkan ke Perpustakaan Nasional RI,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain mengelola naskah yang telah dimiliki, Dispussipda Kota Malang juga melakukan identifikasi terhadap koleksi naskah kuno di Museum Karmel Padmawiyata. Berdasarkan informasi dari buku Mengenal Koleksi Museum Mpu Purwa dan Situs-situs di Kota Malang tahyn 2015 dan Sebaran Benda Cagar Budaya (BCB) Kota Malang tahun 2020, ada 23 naskah kuno yang tersebar di Kota Malang.</p>



<p>“Setelah dilakukan kegiatan observasi dan pendataan, dari 23 tersebut didapatkan hanya 15 naskah kuno tersimpan dengan baik, salah satunya di Museum Karmel Padmawiyata ini,” ujarnya</p>



<p>Sementara itu, Penanggung Jawab Museum Karmel Padmawiyata, Romo Ignasius Budiono, menyambut baik upaya pelestarian tersebut. Menurutnya, kedatangan tim Dispussipda bersama filolog membantu mempublikasikan koleksi naskah kuno yang selama ini tersembunyi dari perhatian publik.</p>



<p>&#8220;Kami berharap melalui upaya ini, koleksi naskah kuno yang kami miliki dapat dikenal oleh khalayak luas dan dilestarikan dengan baik,” imbuh Romo Ignasius Budiono.</p>



<p>Kegiatan pelestarian tersebut dilakukan berdasarkan Undang-Undang No 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan dan Peraturan Pemerintah No 24 Tahun 2014, yang menekankan pentingnya penyimpanan, perawatan, dan pelestarian naskah kuno sebagai warisan budaya bangsa. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">212944</post-id>	</item>
		<item>
		<title>1.200 Koleksi dan Ribuan Artefak Sejak Abad 13 Lengkapi Museum Baru Banyuwangi Omahseum</title>
		<link>https://memontum.com/1-200-koleksi-dan-ribuan-artefak-sejak-abad-13-lengkapi-museum-baru-banyuwangi-omahseum</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 May 2024 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[artefak]]></category>
		<category><![CDATA[koleksi]]></category>
		<category><![CDATA[lengkapi]]></category>
		<category><![CDATA[Museum]]></category>
		<category><![CDATA[omahseum]]></category>
		<category><![CDATA[ribuan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=209571</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Jumlah museum di Kabupaten Banyuwangi, bertambah. Adalah Omahseum yang beralamat di Jalan Widuri, No 21, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, yang menambah jumlah museum berikut koleksi yang dihadirkan. Museum ini, menghadirkan sejumlah koleksi bersejarah yang berkaitan dengan Blambangan sejak dari abad 13. Peresmian museum ini sendiri, berlangsung sangat istimewa karena bertepatan dengan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Jumlah museum di Kabupaten Banyuwangi, bertambah. Adalah Omahseum yang beralamat di Jalan Widuri, No 21, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, yang menambah jumlah museum berikut koleksi yang dihadirkan. Museum ini, menghadirkan sejumlah koleksi bersejarah yang berkaitan dengan Blambangan sejak dari abad 13.</p>



<p>Peresmian museum ini sendiri, berlangsung sangat istimewa karena bertepatan dengan momentum peringatan Hari Museum Sedunia yang jatuh setiap 18 Mei. Museum tersebut, diinisiasi oleh seorang kolektor bernama Thomas Racharto.</p>



<p>Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, meresmikan langsung Omahseum ini dan mengapresiasi inisiatif itu. Menurutnya, hal tersebut menjadi sarana edukatif dan destinasi wisata baru.</p>



<p>&#8220;Saya sangat senang atas inisiatif Pak Thomas Racharto dan keluarga. Ini dedikasi yang penting untuk wahana edukasi dan wisata sejarah bagi siapa saja yang ingin mengenal Banyuwangi,” kata Bupati Ipuk, Minggu (19/05/2024) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Bupati Ipuk menambahkan, bahwa pemerintah daerah siap untuk mengintegrasikan Omahseum dalam program-program promosi pariwisata di ujung Timur Jawa ini. Apalagi, letak Omahseum yang berada di jalur wisata menuju ke Ijen dan Desa Adat Osing Kemiren.</p>



<p>&#8220;Masyarakat bisa menikmati sejumlah museum. Selain di Museum Blambangan dan Museum PIGGI (Pusat Informasi Geologi Geopark Ijen), juga bisa ke Omahseum,” jelas Bupati Ipuk.</p>



<p>Omahseum sendiri, ujarnya, merupakan inisiatif dari Thomas Racharto. Ia adalah seorang kolektor yang banyak mengoleksi benda-benda kuno sejak 1971. Setelah bergelut puluhan tahun, ia memiliki tidak kurang dari 1.200 koleksi. Ribuan artefak Blambangan kuno seperti lingga, kendi, manik-manik, kitab kuno, keris, pedang, sampai fosil-fosil tersaji di Omahseum. Salah satunya yang menarik, adalah naskah kuno Lontar Sritanjung.</p>



<p>&#8220;Ini akan diajukan oleh Perpustakaan Daeran sebagai IKON (Ingatan Kolektif Nasional) ke Perpustakaan Nasional,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Lontar Sritanjung sendiri merupakan naskah yang diyakini sebagai legenda asal usul nama Banyuwangi. Naskah ini merupakan koleksi langka dan memiliki arti penting bagi sejarah dan kepercayaan masyarakat Blambangan. <strong>(kom/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">209571</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pindah Lokasi ke Museum Mpu Purwa, Museum Musik Indonesia Kemas 40 Ribu Koleksi</title>
		<link>https://memontum.com/pindah-lokasi-ke-museum-mpu-purwa-museum-musik-indonesia-kemas-40-ribu-koleksi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Oct 2023 11:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[koleksi]]></category>
		<category><![CDATA[lokasi]]></category>
		<category><![CDATA[Museum]]></category>
		<category><![CDATA[pindah]]></category>
		<category><![CDATA[purwa,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=200694</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sebanyak 40 ribu koleksi mulai dari kaset, CD, piringan hitam, instrumen musik hingga majalah yang berada di Museum Musik Indonesia (MMI) Gedung Kesenian Gajayana, Kota Malang, dikemas dimasukkan dalam kardus untuk segera diusung ke tempat baru, Senin (30/10/2023) tadi. Ketua Musem Musik Indonesia, Ratna Sakti Wulandari, mengatakan jika hal itu dilakukan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Sebanyak 40 ribu koleksi mulai dari kaset, CD, piringan hitam, instrumen musik hingga majalah yang berada di Museum Musik Indonesia (MMI) Gedung Kesenian Gajayana, Kota Malang, dikemas dimasukkan dalam kardus untuk segera diusung ke tempat baru, Senin (30/10/2023) tadi.</p>



<p>Ketua Musem Musik Indonesia, Ratna Sakti Wulandari, mengatakan jika hal itu dilakukan karena koleksi tersebut akan dipindahkan dan menempati tempat baru, tepatnya di Museum Mpu Purwa yang berlokasi di Perum Griya Santa, Jalan Soekarno Hatta, Kota Malang. &#8220;Karena gedung yang kami tempati saat ini (Gedung Kesenian Gajayana), itu sedang dilakukan perbaikan dan mau dikembalikan fungsinya murni untuk gedung pertunjukan,” kata Ratna.</p>



<p>Dalam melakukan pengemasan koleksi tersebut, ujarnya, dilakukan dengan sangat hati-hati. Yaitu, tiap koleksi dikemas sesuai dengan kategori masing masing dalam tiap kardus. Dari sekian banyak koleksi, ada sejumlah item yang dikemas dengan perlakuan khusus.</p>



<p>“Misalnya kaset musik Amerika, dijadikan satu sesuai dengan lemarinya. Begitu juga dengan piringan hitam musik Eropa, akan dijadikan satu sesuai lemarinya. Sehingga nantinya memudahkan ketika pembongkaran. Kemudian, instrumen tradisi kita pakai bubble wrap, setelah itu kita taruh dus supaya tidak rusak karena guncangan. Sayang kalau pinggirannya rompal,&#8221; jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kemudian, pihaknya juga menargetkan jika pengemasan dan pemindahan koleksi tersebut bisa selesai pada 01 November 2023 mendatang. Sehingga, semua koleksi yang ada di Gedung Kesenian Gajayana sudah dipastikan tidak ada (kosong).</p>



<p>“Kita akan pindah permanen ke Museum Mpu Purwa. Jadi kita akan merubah semua informasi MMI di website, sosmed, bahwa kita pindah kesana (MPU Purwa), tugas kita untuk mensosialisasikan dan memberitahu kepindahan kita kepada stakeholder. Kita marketingkan lagi lah. Insya Allah disana mencukupi,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Lebih lanjut Ratna memperkirakan, Museum Musik Indonesia bisa kembali beroperasi pada akhir tahun 2023, di mana soft launching lokasi baru diharapkan bisa terlaksana pada awal tahun depan. Untuk proses yang dianggap lama, yakni dalam faktor estetika dan tertib administrasi. Terlepas dari itu, dengan kepindahan ke lokasi baru, Ratna berharap kiprah Museum Musik Indonesia bisa lebih baik lagi.</p>



<p>&#8220;Karena disana mungkin lebih dekat dengan pusat kota, pengunjung akan lebih banyak. Akses lebih mudah dan kolaborasi dengan MPU Purwa lebih banyak. Kita juga sosialisasinya lebih mudah, sehingga kita berharap bisa lebih baik,&#8221; imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">200694</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Literasi Berbasis Digital Digemari, Disperpusip Kota Batu Tambah Koleksi E-book di Pojok Baca Digital</title>
		<link>https://memontum.com/literasi-berbasis-digital-digemari-disperpusip-kota-batu-tambah-koleksi-e-book-di-pojok-baca-digital</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Aug 2023 09:53:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[baca]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[berbasis]]></category>
		<category><![CDATA[digemari,]]></category>
		<category><![CDATA[digital]]></category>
		<category><![CDATA[disperpusip]]></category>
		<category><![CDATA[e-book]]></category>
		<category><![CDATA[koleksi]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[pojok]]></category>
		<category><![CDATA[tambah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=194808</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kota Batu menambah 6 ribu koleksi baca e-book di Pojok Baca Digital yang tersedia di Mall Pelayanan Publik (MPP) Kota Batu. Ini dilakukan, untuk mendongkrak tingkat gemar baca meski indeksnya di angka 61 persen. Kepala Disperpusip Kota Batu, Shanti Restuningsasih, mengatakan bahwa penambahan koleksi e-book ini [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kota Batu menambah 6 ribu koleksi baca e-book di Pojok Baca Digital yang tersedia di Mall Pelayanan Publik (MPP) Kota Batu. Ini dilakukan, untuk mendongkrak tingkat gemar baca meski indeksnya di angka 61 persen.</p>



<p>Kepala Disperpusip Kota Batu, Shanti Restuningsasih, mengatakan bahwa penambahan koleksi e-book ini dikarenakan literasi berbasis digital mulai digemari masyarakat terutama generasi milenial. &#8220;Karena literasi berbasis digital digemari, jadi kami menambah enam ribu koleksi e-book yang bisa dimanfaatkan masyarakat di Pojok Baca Digital MPP Kota Batu,&#8221; katanya di Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Rabu (02/08/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/sasar-224-pemudik-dishub-kota-malang-tambah-kuota-mudik-gratis-jadi-enam-bus">Sasar 224 Pemudik, Dishub Kota Malang Tambah Kuota Mudik Gratis Jadi Enam Bus</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/musrenbang-rkpd-2027-bupati-ipuk-sebut-fokus-penguatan-sdm-ekonomi-berbasis-hirilisasi-dan-pariwisata">Musrenbang RKPD 2027, Bupati Ipuk Sebut Fokus Penguatan SDM, Ekonomi Berbasis Hirilisasi dan Pariwisata</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-malang-pastikan-sanksi-tegas-untuk-sppg-yang-langgar-sop">Wali Kota Malang Pastikan Sanksi Tegas untuk SPPG yang Langgar SOP</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/diduga-korupsi-pengadaan-jasa-outsourcing-kpk-tetapkan-bupati-pekalongan-sebagai-tersangka">Diduga Korupsi Pengadaan Jasa Outsourcing, KPK Tetapkan Bupati Pekalongan sebagai Tersangka</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/terdakwa-dugaan-penggelapan-emas-rp-33-miliar-minta-diskon-hukuman">Terdakwa Dugaan Penggelapan Emas Rp 3,3 Miliar Minta &#8216;Diskon&#8217; Hukuman</a></li>
</ul>


<p>Ditambahkannya, kegemaran masyarakat ini, berlangsung saat sebelum pandemi Covid-19. Bahkan, ketika ditunjang perpustakaan daerah, minat baca masyarakat dari angka 43 persen meningkat menjadi 61 persen.</p>



<p>&#8220;Dari 48 ribu e-book yang sebelumnya ada, maka ditambah 6 ribu judul buku terbaru. Ini bisa dimanfaatkan masyarakat di pojok baca. Nah, untuk buku konvensional ada 34.300 buku dan sekarang ditambah sekitar 500 buku,&#8221; urainya.</p>



<p>Shanti menambahkan, meskipun indeks minat baca masyarakat sudah bagus, tetapi pekerjaan terberat adalah mempertahankan serta meningkatkan. &#8220;Tentunya, saya harap setelah ditambahnya koleksi e-book juga buku terbaru, indeks minat baca masyarakat bisa meningkat mengingat Batu adalah kota wisata,&#8221; paparnya. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">194808</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
