<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>kota batu &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/kota-batu/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 27 Aug 2023 11:28:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>kota batu &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Melihat Perkembangan Jajanan Ladu Beras Ketan Khas Kota Batu</title>
		<link>https://memontum.com/melihat-perkembangan-jajanan-ladu-beras-ketan-khas-kota-batu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Aug 2023 07:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[Beras ketan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[jajanan]]></category>
		<category><![CDATA[Jajanan Tradisional]]></category>
		<category><![CDATA[kota batu]]></category>
		<category><![CDATA[melihat]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=196822</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Jajanan Ladu, yang menjadi khas Kota Batu, siapa sangka masih eksis hingga saat ini. Salah satu desa yang hingga saat ini masih bertahan memproduksi Ladu, yakni di Dusun Kandangan, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Meskipun, saat ini di tempat tersebut hanya ada dua warga yang memproduksi jajanan jadul itu. Salah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Jajanan Ladu, yang menjadi khas Kota Batu, siapa sangka masih eksis hingga saat ini. Salah satu desa yang hingga saat ini masih bertahan memproduksi Ladu, yakni di Dusun Kandangan, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Meskipun, saat ini di tempat tersebut hanya ada dua warga yang memproduksi jajanan jadul itu.</p>



<p>Salah satu warga yang memproduksi Ladu, Sungkono (43), mengatakan bahwa perkembangan peminat Ladu selama beberapa terakhir mengalami penurunan. Bahkan, selama dua bulan ini sepi peminat.</p>



<p>&#8220;Biasanya bulan-bulan tertentu, misalnya Hari Raya banyak yang membeli jajanan Ladu ini. Tapi, mungkin bulannya nggak cocok, terus banyak yang keluar biaya anaknya sekolah dan sepi hajatan. Imbasnya, sekarang Ladu jadi sepi,&#8221; terangnya, saat ditemui di rumah produksi di Dusun Kandangan, Minggu (27/08/2023) siang.</p>



<p>Dalam sehari, paparnya, biasanya sebanyak 12 kilogram Ladu terjual. Tetapi, beberapa hari lalu sebanyak 24 kilogram Ladu hingga sepekan, masih belum terjual. &#8220;Untuk harga jual Ladu, setengah kilogram saya jual Rp 43 ribu. Dan, yang seperempat kilogram saya jual Rp 22 ribu,&#8221; tuturnya.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-malang-pastikan-harga-bahan-pangan-turun">Wali Kota Malang Pastikan Harga Bahan Pangan Turun</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-ajak-masyarakat-taat-pajak-dan-tertib-laporan-spt-tahunan">Bupati Lumajang Ajak Masyarakat Taat Pajak dan Tertib Laporan SPT Tahunan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/1-270-pedagang-pasar-induk-gadang-direlokasi-swadaya-ke-lahan-sewa">1.270 Pedagang Pasar Induk Gadang Direlokasi Swadaya ke Lahan Sewa</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/soroti-masalah-pendidikan-di-kabupaten-malang-bupati-sanusi-terima-audiensi-bersama-bem">Soroti Masalah Pendidikan di Kabupaten Malang, Bupati Sanusi Terima Audiensi bersama BEM</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tinjau-relokasi-pasar-induk-gadang-pemkot-malang-pastikan-pedagang-pindah-usai-lebaran">Tinjau Relokasi Pasar Induk Gadang, Pemkot Malang Pastikan Pedagang Pindah Usai Lebaran</a></li>
</ul>


<p>Produksi jajanan Ladu tersebut, paparnya, digelutinya sejak empat tahun lalu. Sebelumnya, jajanan ini sudah ditekuni bersama keluarganya selama 23 tahun, yang salah satunya adalah pembuat Ladu. Hanya saja, kini yang memproduksi hanya menyisakan dua orang warga.</p>



<p>&#8220;Kalau ditekuni, sebenarnya Ladu mendapatkan hasil yang bagus. Keuntungannya rata-rata dahulu saat masih populer, bisa mencapai Rp 4 juta sampai Rp 5 juta, dalam sebulan dari omset kotor paling banyak Rp 10 juta. Dan, di kampung ini yang memproduksi Ladu hanya dua orang. Saya dan ibu saya. Sebelumnya, itu ada enam orang dan yang bertahan masih dua,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Cara pembuatan Ladu, imbuhnya, selama ini dengan cara manual. Beras ketan pilihan direndam selama 5 jam. Lalu diselep jadi tepung baru direbus.</p>



<p>Setelah matang, kemudian ditumbuk dicampur gula pasir cair. Kemudian diolah terus dilempengkan lalu dijemur. Setelah kering, diiris kotak-kotak lalu di open.</p>



<p>&#8220;Ladu yang menjadi khas jajanan Kota Batu, ini rasanya kriuk leleh di mulut dengan rasa manis. Dan, tanpa bahan pengawet,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Mengenai pemasaran selama ini, diakuinya, masih berada di pasaran lokal Kota Batu. &#8220;Kemarin izin halal sudah saya buat. Di sini karena saya ingin pemasaran bisa keluar Kota Batu. Saya terbentur modal. Saya berharap, Ladu ini benar-benar menjadi ikon Kota Batu. Tahun 2022 lalu memang pernah Dinas Pariwisata Kota Batu mengunjungi kampung kami hingga menamakan Kampung Ladu tetapi hanya sekali saja. Saya ingin Pemkot Batu memperhatikan Ladu yang menjadi jajanan khas Kota Batu ini,&#8221; harapnya. <strong>(put/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">196822</post-id>	</item>
		<item>
		<title>TPA Songgokerto Kota Batu Terbakar</title>
		<link>https://memontum.com/tpa-songgokerto-kota-batu-terbakar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Aug 2023 05:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala BPBD]]></category>
		<category><![CDATA[kota batu]]></category>
		<category><![CDATA[Songgokerto]]></category>
		<category><![CDATA[Terbakar]]></category>
		<category><![CDATA[tpa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=196811</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Songgokerto di Kecamatan/Kota Batu, terbakar. Peristiwa itu, pun sontak mengundang perhatian hingga petugas pun melakukan pemadaman. Kepala Pelaksana BPBD Kota Batu, Agung Sedayu, mengatakan bahwa peristiwa itu terjadi sekitar 10.00. Dari kejadian itu, kini petugas tengah melakukan pemadaman dan pendinginan lokasi. Baca Juga : &#8220;Memang benar, TPA [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Songgokerto di Kecamatan/Kota Batu, terbakar. Peristiwa itu, pun sontak mengundang perhatian hingga petugas pun melakukan pemadaman.</p>



<p>Kepala Pelaksana BPBD Kota Batu, Agung Sedayu, mengatakan bahwa peristiwa itu terjadi sekitar 10.00. Dari kejadian itu, kini petugas tengah melakukan pemadaman dan pendinginan lokasi.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-malang-pastikan-harga-bahan-pangan-turun">Wali Kota Malang Pastikan Harga Bahan Pangan Turun</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-ajak-masyarakat-taat-pajak-dan-tertib-laporan-spt-tahunan">Bupati Lumajang Ajak Masyarakat Taat Pajak dan Tertib Laporan SPT Tahunan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/1-270-pedagang-pasar-induk-gadang-direlokasi-swadaya-ke-lahan-sewa">1.270 Pedagang Pasar Induk Gadang Direlokasi Swadaya ke Lahan Sewa</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/soroti-masalah-pendidikan-di-kabupaten-malang-bupati-sanusi-terima-audiensi-bersama-bem">Soroti Masalah Pendidikan di Kabupaten Malang, Bupati Sanusi Terima Audiensi bersama BEM</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tinjau-relokasi-pasar-induk-gadang-pemkot-malang-pastikan-pedagang-pindah-usai-lebaran">Tinjau Relokasi Pasar Induk Gadang, Pemkot Malang Pastikan Pedagang Pindah Usai Lebaran</a></li>
</ul>


<p>&#8220;Memang benar, TPA Songgokerto terbakar. Petugas sudah di lokasi dan tengah melakukan pendinginan,&#8221; terangnya, Minggu (27/08/2023) tadi.</p>



<p>Untuk penyebab kebakaran, dirinya mengaku masih belum mengetahui. Hanya saja, petugas terus berkonsentrasi ke pendinginan agar asap tidak terus mengepul dan mengganggu warga sekitar. Dengan pendinginan yang dilakukan, diharapkan tidak ada titik api dan kepulan asap.</p>



<p>&#8220;Penyebab kebakaran masih belum diketahui. Saat ini, petugas fokus pada pendinginan agar asap dan titik api tidak ada,&#8221; ujarnya. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">196811</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkot Batu Terbitkan Surat Edaran Pengelolaan Sampah melalui TPS3R</title>
		<link>https://memontum.com/pemkot-batu-terbitkan-surat-edaran-pengelolaan-sampah-melalui-tps3r</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Aug 2023 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[edaran]]></category>
		<category><![CDATA[kota batu]]></category>
		<category><![CDATA[melalui]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[pemkot batu]]></category>
		<category><![CDATA[Pengelolaan]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[surat edaran]]></category>
		<category><![CDATA[terbitkan]]></category>
		<category><![CDATA[TPS3R]]></category>
		<category><![CDATA[walikota batu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=196408</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Batu telah menerbitkan Surat Edaran (SE) tentang optimalisasi pengelolaan sampah melalui Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Resuse, Recycle (TPS3R) yang ditandatangani 15 Agustus 2023. Ini diwujudkan, sebagai upaya untuk mengurangi jumlah timbunan sampah di TPA Tlekung. Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, menyampaikan bahwa sebenarnya pengelohan sampah di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Batu telah menerbitkan Surat Edaran (SE) tentang optimalisasi pengelolaan sampah melalui Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Resuse, Recycle (TPS3R) yang ditandatangani 15 Agustus 2023. Ini diwujudkan, sebagai upaya untuk mengurangi jumlah timbunan sampah di TPA Tlekung.</p>



<p>Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, menyampaikan bahwa sebenarnya pengelohan sampah di Kota Batu telah diatur dalam Perda Nomor 2 tahun 2014. Kemudian, diperkuat oleh Perwali Nomor 67 tahun 2018 tentang Kebijakan dan Strategi Daerah Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga. Kemudian, juga adanya Perwali Nomor 66 tahun 2020 tentang Pedoman Pengelolaan Sampah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Wali Kota Nomor 73 tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan Wali Kota Batu Nomor 66 tahun 2020 tentang Pedoman Pengelolaan Sampah.</p>



<p>Meski begitu, ujarnya, tujuan diterbitkannya SE Nomor 660/2404/422.110/2023 tentang Optimalisasi Pengelolaan Sampah melalui TPS3R di Kota Batu, adalah pemerintah akan mendorong secara masif untuk seluruh masyarakat. Dimulai dari RT, RW, desa, instansi pemerintah dan swasta serta semua yang berperan menghasilkan sampah untuk mulai memilah dan mengolah sampah dengan benar.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>&#8220;Diharapkan melalui SE ini, dapat mendorong peran aktif seluruh masyarakat secara masif dalam pengolahan sampah yang benar di Kota Batu,&#8221; terangnya di Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Selasa (22/08/2023) tadi.</p>



<p>Mengenai pengelolaan sampah sendiri, jelas Aries, adalah sangat berkaitan dengan kesadaran dalam mengolahnya. Permasalahan sampah menjadi tanggungjawab bersama karena berdampak kepada seluruh masyarakat.</p>



<p>&#8220;Jadi, permasalahan sampah harus diperbaiki pengelolaannya,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Tri Wahyono Efendi, mengatakan bahwa persoalan sampah menjadi tanggung jawab bersama untuk mengolahanya dengan benar. Terkait TPS3R, Dinas Lingkungan Hidup juga harus turun lapangan untuk memberikan sosialisasi serta pengetahuan mengenai fungsi dan manfaatnya kepada masyarakat. Bahkan, untuk pengolahan sampah TPS3R tersebut, juga dibutuhkan payung hukum melalui Perdes.</p>



<p>&#8220;Kadang, masyarakat juga belum paham TPS3R. Untuk itulah, Dinas Lingkungan Hidup juga harus turun lapangan untuk sosialisasi dan memberikan standar operasionalnya untuk TPS3R,&#8221; imbuhnya. <strong>(put/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">196408</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Respon Keluhan Pengunjung, Direktur Selecta Sampaikan Barang yang Hilang Ditaruh di Tangga Pintu</title>
		<link>https://memontum.com/respon-keluhan-pengunjung-direktur-selecta-sampaikan-barang-yang-hilang-ditaruh-di-tangga-pintu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Jun 2023 14:15:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[barang]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[direktur]]></category>
		<category><![CDATA[ditaruh]]></category>
		<category><![CDATA[hilang]]></category>
		<category><![CDATA[keluhan]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[kota batu]]></category>
		<category><![CDATA[pengunjung,]]></category>
		<category><![CDATA[pintu]]></category>
		<category><![CDATA[respon]]></category>
		<category><![CDATA[sampaikan]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[Selecta]]></category>
		<category><![CDATA[Selecta Batu]]></category>
		<category><![CDATA[tangga]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Selecta]]></category>
		<category><![CDATA[yang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=190831</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Keluhan wisatawan gegara barang hilang saat tertinggal di kawasan wisata Taman Rekreasi Selecta Kota Batu, menuai respon. Disampaikan, bahwa berdasarkan pantauan dari CCTV, jika hilangnya barang tersebut lantaran ditinggal pergi oleh pemiliknya ke wahana permainan lain. Direktur Taman Rekreasi Selecta, Sujud Hariadi, menyampaikan jika hilangnya barang bawaan wisatawan itu bukan di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Keluhan wisatawan gegara barang hilang saat tertinggal di kawasan wisata Taman Rekreasi Selecta Kota Batu, menuai respon. Disampaikan, bahwa berdasarkan pantauan dari CCTV, jika hilangnya barang tersebut lantaran ditinggal pergi oleh pemiliknya ke wahana permainan lain.</p>



<p>Direktur Taman Rekreasi Selecta, Sujud Hariadi, menyampaikan jika hilangnya barang bawaan wisatawan itu bukan di dalam restoran Cantik. &#8220;Jadi, barang bawaan wisatawan itu hilang saat ditaruh di area tangga pintu masuk restoran. Dan, bukan di dalam restoran,&#8221; terangnya kepada Memontum.com, Selasa (13/06/2023) malam.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dari pantauan CCTV, imbuh Sujud, saat itu wisatawan ini bercampur dengan rombongan lain. Ketika barang ditinggal pergi menuju wahana permainan lain yaitu Ferrish Wheel atau Bianglala, yang jaraknya cukup jauh, setelah selesai dan kembali ke tempat semula ternyata barang miliknya sudah raib.</p>



<p>&#8220;Memang tidak ada CCTV yang mengarah ke tangga tempat menaruh tas itu. Dan, saat di cek ulang dari CCTV kedai seberang restoran melalui pantulan kaca, terpantau bahwa barang milik wisatawan itu terbawa rombongan lain. Dan, saat kami tanya ke wisatawan itu, diketahui juga tidak ada barang berharga. Dari dua buah tas yang hilang, isinya hanya pakaian basah,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Sebagaimana diberitakan, wisatawan asal Sumenep mengeluhkan pelayanan wisata Selecta, karena barangnya hilang saat sempat tertinggal. Barang itu, hilang saat ditaruh di sekitar restoran cantik dan kedai damai area Selecta. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">190831</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dongkrak UMKM Jamu Herbal, Pj Wali Kota Batu Buka Gelaran Bursa Jamu Materia Medica</title>
		<link>https://memontum.com/dongkrak-umkm-jamu-herbal-pj-wali-kota-batu-buka-gelaran-bursa-jamu-materia-medica</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Jun 2023 12:30:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[buka]]></category>
		<category><![CDATA[Bursa]]></category>
		<category><![CDATA[dongkrak]]></category>
		<category><![CDATA[gelaran]]></category>
		<category><![CDATA[herbal,]]></category>
		<category><![CDATA[jamu]]></category>
		<category><![CDATA[Jamu Herbal]]></category>
		<category><![CDATA[jamu tradisional]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[kota batu]]></category>
		<category><![CDATA[materia]]></category>
		<category><![CDATA[medica]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM]]></category>
		<category><![CDATA[wali]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Batu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=190810</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Sebanyak 60 Stan UMKM dari Malang Raya, yang memproduksi jamu herbal berbahan baku kunyit, asam, kencur dan tanaman obat lainnya, mengikuti Bursa Jamu Materia Medica. Prosesi bursa jamu tersebut, dibuka oleh Pj Wali Kota Batu didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu serta Kepala UPT Materia Medica, Selasa (13/06/2023) tadi. Pj Wali [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum</strong><a href="https://kotabatu.memontum.com"><strong> Kota Batu</strong> </a>&#8211; Sebanyak 60 Stan UMKM dari Malang Raya, yang memproduksi jamu herbal berbahan baku kunyit, asam, kencur dan tanaman obat lainnya, mengikuti Bursa Jamu Materia Medica. Prosesi bursa jamu tersebut, dibuka oleh Pj Wali <a href="https://kotabatu.memontum.com">Kota Batu</a> didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu serta Kepala UPT Materia Medica, Selasa (13/06/2023) tadi.</p>



<p>Pj Wali Kota Aries mengatakan dengan digelarnya bursa jamu tersebut, akan menjadi alternatif yang sangat baik untuk mengedukasi masyarakat pentingnya olahan produk alam yang bisa dimanfaatkan untuk kesehatan.</p>



<p>&#8220;Di Malang Raya, ini banyak produk kesehatan dari herbal. Tentunya, masyarakat diharapkan kembali ke alam untuk mengurangi mengkonsumsi bahan kimia untuk kesehatan. Saya yakin, di sini masyarakat dikenalkan secara masif dan nanti akan kembali kepada pengobatan alternatif melalui obat herbal,&#8221; terang Pj Wali Kota di Kantor UPT Materia Medica Provinsi Jawa Timur, Jalan Lahor Kota Batu.</p>



<p>Dari beberapa UMKM yang mengikuti Bursa, diakui Aries, banyak yang berasal dari luar Kota Batu. Kendati demikian, dirinya akan melihat potensi tanaman di Kota Batu. Apakah bisa disinergikan dengan bahan lokal menjadi obat atau jamu herbal.</p>



<p>&#8220;Kalau kita punya potensi tanaman, ya kita buat jamu herbal. Meskipun, produk jamu herbal ini dari Malang, kan tidak ada salahnya juga kita mendukung untuk memperkenalkan. Dan, juga tidak ada salahnya masyarakat memilih mana yang terbaik,&#8221; tuturnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dengan begitu, tegasnya, bila ada UMKM jamu herbal dari Kota Batu yang mau naik kelas, maka Pemkot akan mensupport dengan memberikan fasilitas.</p>



<p>&#8220;Kalau ada UMKM jamu herbal, maka kita arahkan dengan ketentuan yang ada supaya BPOM masuk dan sertifikasi masuk. Sehingga, bisa menjadi bebas dijual. Kalau itu tidak kita lakukan, maka akan terhambat dengan regulasi dan bahkan malah nanti akan disalahkan karena tidak legal. Kalau produk Kota Batu akan kami fasilitasi,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala UPT Materia Medica, dr Ratna Yulianti, mengatakan bahwa Bursa Jamu Materia Medica diikuti 60 stan UMKM jamu herbal yang berasal dari Malang Raya. Dimana, pesertanya menampilkan ragam produk jamu dan olahan makanan herbal terbaik yang memiliki kualitas dan daya saing tinggi.</p>



<p>“Bursa jamu ini menjadi bentuk dukungan bagi UMKM dan pelaku industri herbal untuk meningkatkan kualitas dan inovasi,” ujarnya.</p>



<p>Lebih dari itu, jamu herbal sebelumnya lebih dikenal kalangan para orang tua. Maka, melalui kegiatan itu juga memperkenalkan jamu herbal ke kalangan muda untuk dikonsumsi.</p>



<p>&#8220;Yang jelas, di sini juga dibuat inovasi untuk memperkenalkan jamu herbal kepada kalangan muda untuk dikonsumsi. Misalnya, dibuat toping pada minuman. Dan, tentunya tujuan kami selain jamu herbal bisa lebih dikenal masyarakat juga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat lewat penjualan jamu herbal,&#8221; paparnya. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">190810</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wisata Selecta Batu Malang Dikeluhkan Pengunjung, Gegara Barang Hilang saat Tertinggal</title>
		<link>https://memontum.com/wisata-selecta-batu-malang-dikeluhkan-pengunjung-gegara-barang-hilang-saat-tertinggal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Jun 2023 12:15:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[keluhan]]></category>
		<category><![CDATA[kota batu]]></category>
		<category><![CDATA[Selecta]]></category>
		<category><![CDATA[Selecta Batu]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=190807</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Pelayanan Wisata Selecta Malang dikeluhkan pengunjung, Selasa (13/06/2023) tadi. Itu karena, sejumlah barang bawaan milik pengunjung wisatawan asal Sumenep-Madura, raib di sekitar restoran cantik dan kedai damai area Selecta, saat sempat tertinggal. Raibnya barang bawaan milik pengunjung, diduga karena terbatasnya closed circuit television (CCTV) atau kamera pengawas CCTV di area Selecta. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum <a href="https://kotabatu.memontum.com">Kota Batu</a></strong> &#8211; Pelayanan Wisata Selecta Malang dikeluhkan pengunjung, Selasa (13/06/2023) tadi. Itu karena, sejumlah barang bawaan milik pengunjung wisatawan asal Sumenep-Madura, raib di sekitar restoran cantik dan kedai damai area <a href="https://kotabatu.memontum.com">Selecta</a>, saat sempat tertinggal.</p>



<p>Raibnya barang bawaan milik pengunjung, diduga karena terbatasnya closed circuit television (CCTV) atau kamera pengawas CCTV di area Selecta. Akibatnya, pergerakan orang di sekitar lokasi kejadian sulit terlacak.</p>



<p>Pengunjung asal Sumenep, Mila, mengaku kecewa lantaran barang bawaan yang tertinggal di area Selecta, hilang. Padahal, area tersebut masuk tanggung jawab Selecta</p>



<p>&#8220;Barang bawaan punya saya sempat tertinggal. Saat balik dari arena permainan dan mau kembali mengambil barang, ternyata sudah tidak ada,&#8221; keluhnya, Selasa (13/06/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Pengunjung lain yang juga ketinggalan barangnya di lokasi Selecta, Helmi, pun membenarkan kejadian tersebut. Saat kembali ke tempat, barang bawaannya sudah raib.</p>



<p>&#8220;Saya minta bantuan Security. Tapi, tidak bisa mengatasi. Security memang sempat mengecek CCTV, tapi CCTVnya hanya satu. Kan aneh sekelas Selecta, hanya ada satu CCTV,&#8221; herannya.</p>



<p>Operator CCTV, Dony, saat dikonfirmasi juga tidak bisa mencarikan jalan keluar. Satu-satunya CCTV yang mengarah ke tempat kejadian perkara (TKP), tidak bisa merekam dengan jelas gerak gerik pengunjung.</p>



<p>&#8220;Hanya ini CCTV yang mengarah ke lokasi. Lainnya, di restoran tapi tidak langsung mengarah,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Security Selecta, Izal Danu F, pun mengiyakan CCTV yang ada di sepanjang jalan lokasi kejadian hanya satu. Keterbatasan menjadi alasan tim security, saat mengecek barang bawaan pengunjung yang hilang.</p>



<p>&#8220;Mohon maaf, ini CCTV hanya satu. Ini keterbatasan kami. Nanti, kalau barang sudah ketemu saya antar sebagai bentuk tanggung jawab kami,&#8221; paparnya.</p>



<p>Sementara itu, Direktur Taman Rekreasi Selecta, Sujud Hariadi, dikonfirmasi terpisah menjelaskan bahwa pihaknya masih belum mendapat laporan atau mengetahui atas informasi dugaan hilangnya barang milik wisatawan.</p>



<p>&#8220;Saat ini saya masih di luar kota. Dan, saya juga belum mengetahui informasi itu baik dari manager ataupun dari kepala sekuriti. Karena, sekarang saya bersama General Manajer dan biasanya kepala sekuriti kalau ada kejadian menginformasikan di grup,&#8221; jelasnya saat dikonfirmasi lewat ponsel, Selasa (13/06/2023) sore.</p>



<p>Untuk antisipasi kejadian kehilangan, tambahnya, di area Taman Rekreasi Selecta, banyak dipasang CCTV. Bahkan, biasanya ketika wisatawan mengatakan barang bawaannya hilang, itu biasanya saat ditemukan t0ernyata barang itu ketlisut (kesingsal).</p>



<p>&#8220;Terus terang, memang sementara belum ada laporan dari manajemen. Saya nggak bisa komentar banyak, tapi segera saya cek,&#8221; tegasnya. <strong>(srd/put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">190807</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jelang Idul Adha, Pj Wali Kota Aries Pastikan Hewan Kurban Kota Batu Aman dari Penyakit</title>
		<link>https://memontum.com/jelang-idul-adha-pj-wali-kota-aries-pastikan-hewan-kurban-kota-batu-aman-dari-penyakit</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Jun 2023 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Hewan Kurban]]></category>
		<category><![CDATA[idul adha]]></category>
		<category><![CDATA[kota batu]]></category>
		<category><![CDATA[LSD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=190773</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, memastikan hewan kurban yang masuk ke Kota Batu, harus aman dari penyakit saat perayaan Idul Adha. Hal itu disampaikan, seiring mulai merebaknya penyakit baru yakni Lumpy Skin Disease (LSD). Disampaikan Pj Wali Kota Aries, memang penyakit LSD pada sapi dikabarkan sudah menjalar di daerah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="https://memontum.com">Memontum</a> Kota Batu</strong> &#8211; Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, memastikan hewan kurban yang masuk ke Kota Batu, harus aman dari penyakit saat perayaan Idul Adha. Hal itu disampaikan, seiring mulai merebaknya penyakit baru yakni Lumpy Skin Disease (LSD).</p>



<p>Disampaikan Pj Wali Kota Aries, memang penyakit LSD pada sapi dikabarkan sudah menjalar di daerah luar Kota Batu. Tetapi, selama ini dinas terkait di Kota Batu, sudah melakukan langkah-langkah preventif.</p>



<p>&#8220;Kita sudah melakukan langkah-langkah pencegahan dan itu sudah aman. Di sini, di <a href="https://kotabatu.memontum.com">Kota Batu</a> sudah aman,&#8221; terangnya, saat berada di Materia Medica Jalan Lahor, Kota Batu, Selasa (13/06/2023) tadi.</p>



<p>Mengapa dinyatakan aman, menurutnya, di Kota Batu sendiri bukan produsen sapi potong. Namun, lebih kepada sapi yang diperah susunya. Sedangkan, untuk suplai sapi yang masuk menjelang kurban, adalah berasal dari Malang Raya seperti daerah sekitar Pujon dan Karangploso. Sementara yang berasal dari luar Malang Raya, itu tidak akan diterima.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>&#8220;Jadi, nanti hewan ternak yang masuk di wilayah Kota Batu, akan betul-betul diseleksi Dinas Pertanian Kota Batu melalui bidang yang menangani peternakan dan kesehatan hewan. Maka, kita yakin Kota Batu aman menjelang Idul Adha,&#8221; paparnya.</p>



<p>Dari data yang diperoleh, LSD atau Lumpy Skin Disease adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dari keluarga Poxviridae. Penyakit ini ditandai dengan munculnya benjolan pada kulit sapi, terutama pada bagian leher, punggung dan perut. Selain benjolan, sapi yang terinfeksi LSD juga dapat mengalami demam, kehilangan nafsu makan, lesu dan mengalami penurunan produksi susu.</p>



<p>Sedangkan, penyakit LSD pada sapi disebabkan oleh virus dari keluarga Poxviridae. Virus ini menyebar melalui gigitan serangga seperti nyamuk dan lalat. Sapi yang terinfeksi akan mengalami periode inkubasi selama 5-14 hari sebelum timbul gejala. Penyebaran penyakit dapat terjadi secara cepat di antara sapi yang berada dalam kandang yang sama atau antara kandang yang berdekatan.&nbsp;<strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">190773</post-id>	</item>
		<item>
		<title>65 Tenaga Pendidik Kota Batu Gelar Studi Tiru Sekolah Adiwiyata 2023 di Jawa Tengah</title>
		<link>https://memontum.com/65-tenaga-pendidik-kota-batu-gelar-studi-tiru-sekolah-adiwiyata-2023-di-jawa-tengah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Jun 2023 06:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[adiwiyata]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kota batu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=190760</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Sebanyak 65 tenaga pendidik yang terdiri dari kepala sekolah, koordinator Adiwiyata serta tim pembina gerakan dan berbudaya lingkungan hidup ditambah tim penilai Sekolah Adiwiyata dari berbagai jenjang pendidikan di Kota Batu, mengikuti &#8216;Studi Tiru Sekolah Adiwiyata 2023&#8217; yang berlangsung selama tiga hari. Pelaksanaan itu, dimulai dari 13 hingga 15 Juni 2023 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="https://memontum.com">Memontum </a>Kota Batu</strong> &#8211; Sebanyak 65 tenaga pendidik yang terdiri dari kepala sekolah, koordinator Adiwiyata serta tim pembina gerakan dan berbudaya lingkungan hidup ditambah tim penilai Sekolah Adiwiyata dari berbagai jenjang pendidikan di Kota Batu, mengikuti &#8216;Studi Tiru Sekolah Adiwiyata 2023&#8217; yang berlangsung selama tiga hari. Pelaksanaan itu, dimulai dari 13 hingga 15 Juni 2023 di Jawa Tengah dan diberangkatkan langsung oleh Pj Wali <a href="https://kotabatu.memontum.com">Kota Batu</a>, Aries Agung Paewai dari halaman Balai Kota Among Tani, Senin (13/06/2023) tadi.</p>



<p>Disampaikan Pj Wali Kota Aries, bahwa sekolah Adiwiyata adalah jenis sekolah yang mengutamakan kepedulian dan berbudaya terhadap lingkungan. Di sini, program yang dimiliki mulai dari menciptakan tempat belajar yang baik, ikut membantu melestarikan lingkungan hingga bertanggung jawab untuk menyelamatkan lingkungan hidup.</p>



<p>&#8220;Hari ini, saya memberangkatkan 65 tenaga pendidik diantaranya kepala sekolah dan pengawas untuk melakukan studi tiru sekolah Adiwiyata di Kabupaten Tegal dan Sukoharjo, Jawa Tengah,&#8221; terangnya.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Kegiatan ini, tambahnya, merupakan upaya untuk mengamati dan belajar dari sekolah-sekolah Adiwiyata di Jawa Tengah, yang telah sukses dalam menerapkan program Adiwiyata.</p>



<p>&#8220;Studi tiru ini akan dilakukan di tiga sekolah Adiwiyata di Jawa Tengah, yang telah berhasil meraih predikat Adiwiyata, baik dari jenjang internasional, nasional maupun mandiri. Yaitu ASEAN ECO SCHOOL yang diraih oleh SMK Negeri 1 Adiwerna Kabupaten Tegal, Sekolah Adiwiyata Mandiri SMP Negeri 1 Sukoharjo Kabupaten Sukoharjo dan Sekolah Adiwiyata Nasional (SD Tarakanita Solo Baru Kabupaten Sukoharjo. Ketiga sekolah ini dianggap sebagai model yang dapat dijadikan inspirasi oleh pihak sekolah adiwiyata di Kota Batu,&#8221; urainya.</p>



<p>Untuk saat ini, tambahnya, dari 154 sekolah di Kota Batu, baru ada 38 sekolah atau 24,6 persen yang memiliki predikat Sekolah Adiwiyata. Dari sini, perlu ditingkatkan terutama yang memiliki predikat nasional harus naik level menjadi mandiri. Sedangkan, yang berada di tingkat provinsi meningkat meraih tingkat nasional.</p>



<p>&#8220;Melalui studi tiru ini, saya berharap, para peserta bisa mendapatkan inspirasi dan wawasan baru yang akan membantu mereka dalam meningkatkan kualitas pendidikan Sekolah Adiwiyata di Kota Batu,&#8221; tegasnya.&nbsp;<strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">190760</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Perkosa Keponakan di Bawah Umur hingga Hamil, Pria Asal Karangploso Divonis 15 Tahun Penjara </title>
		<link>https://memontum.com/perkosa-keponakan-di-bawah-umur-hingga-hamil-pria-asal-karangploso-divonis-15-tahun-penjara</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Jun 2023 09:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[divonis penjara]]></category>
		<category><![CDATA[karangploso]]></category>
		<category><![CDATA[kota batu]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pelecehan Seksual]]></category>
		<category><![CDATA[pemerkosaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=190748</guid>

					<description><![CDATA[Momentum Kota Batu &#8211; Terdakwa kasus perkosaan terhadap anak bawah umur yang tidak lain adalah masih keponakan sendiri, Mul (42), warga Desa Tawangargo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, akhirnya menjalani sidang dengan agenda putusan di Pengadilan Negeri Malang, Senin (12/06/2023) tadi. Karena perbuatannya yang telah memaksa hingga mengancam, memukul juga mengiming-imingi uang kepada korbannya sebesar Rp [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Momentum Kota Batu</strong> &#8211; Terdakwa kasus perkosaan terhadap anak bawah umur yang tidak lain adalah masih keponakan sendiri, Mul (42), warga Desa Tawangargo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, akhirnya menjalani sidang dengan agenda putusan di Pengadilan Negeri Malang, Senin (12/06/2023) tadi. Karena perbuatannya yang telah memaksa hingga mengancam, memukul juga mengiming-imingi uang kepada korbannya sebesar Rp 50 ribu hingga melakukan perbuatan berulang-ulang, atas perbuatannya itu Mul divonis 15 tahun penjara.</p>



<p>Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Batu, Mohammad Januar Ferdian, dalam persidangan mengatakan terdakwa Mul telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja melakukan kekerasan memaksa anak untuk melakukan persetubuhan. &#8220;Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 81 Ayat (3) Jo Pasal 76 D UU RI No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana telah dirubah kedua dengan UU RI No 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak, sebagaimana dalam dakwaan pertama Penuntut Umum,&#8221; jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Malang, dengan amar putusan yakni memutuskan menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Mul dengan pidana penjara selama 15 tahun, dikurangi kurungan tahanan juga dikenai denda sebesar Rp 937.500.000, subsidair pidana kurungan selama 2 bulan. &#8220;Dalam persidangan, juga menetapkan agar terdakwa dibebani membayar biaya perkara sebesar Rp 5 ribu,&#8221; ujar Januar.</p>



<p>Dijelaskannya, bahwa kronologis tindak pidana kekerasan seksual itu, berawal pada Juli 2022 lalu saat korban diajak belajar motor oleh Muliyani di sekitar Jalan Panderman Hills, Desa Oro-oro Ombo, Kecamatan/Kota Batu. Selanjutnya, korban kemudian diajak di sebuah gubuk. Di gubuk itulah, Muliyani mulai menyetubuhi keponakannya dengan cara diseret, diancam kemudian memukul. Bahkan, diiming-imingi uang Rp 50 ribu jika menuruti aksi bejat Muliyani untuk disetubuhi.</p>



<p>&#8220;Karena rasa takut dan terpaksa, korban menuruti kemauan Muliyani. Selang seminggu, Muliyani kembali menyetubuhi korban dengan alasan belajar motor juga di Panderman Hills. Tapi kali ini, dilakukan di semak-semak. Aksi bejat itu berlanjut hingga Agustus, September sampai November 2022 di rumah korban. Hingga, korban pada Januari 2023 perutnya mulai membesar dan dinyatakan hamil 24 Minggu oleh dokter RS Hasta Brata. Di sinilah, aksi bejat Muliyani terbongkar yang kemudian ditangani pihak berwajib,&#8221; ujarnya. <strong>(put/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">190748</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
