<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Kupatan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/kupatan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 03 May 2023 10:41:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Kupatan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Meriahkan Festival Kupatan Tulungagung, Kemenkominfo Gelar Diskusi Literasi Waspada Link Phising</title>
		<link>https://memontum.com/meriahkan-festival-kupatan-tulungagung-kemenkominfo-gelar-diskusi-literasi-waspada-link-phising</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 May 2023 11:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Tulungagung]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[diskusi]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten tulungagung]]></category>
		<category><![CDATA[kemenkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[Kupatan]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[literasi digital]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=187863</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Tulungagung &#8211; Diskusi literasi digital &#8216;Makin Cakap Digital&#8217; gelaran Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) kembali hadir di tengah hajatan atau Festival Budaya Ketupat atau &#8216;Kupatan&#8217; di lapangan Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Rabu (03/05/2023) besok malam sekitar pukul 19.00 WIB. Diskusi luring (offline) bertajuk &#8216;Jangan Asal Klik, Waspada Link Phising&#8217; itu, kembali akan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Tulungagung</strong> &#8211; Diskusi literasi digital &#8216;Makin Cakap Digital&#8217; gelaran Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) kembali hadir di tengah hajatan atau Festival Budaya Ketupat atau &#8216;Kupatan&#8217; di lapangan Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Rabu (03/05/2023) besok malam sekitar pukul 19.00 WIB.</p>



<p>Diskusi luring (offline) bertajuk &#8216;Jangan Asal Klik, Waspada Link Phising&#8217; itu, kembali akan menghadir tiga nara sumber. Yakni, Wakil Ketua RTIK Tulungagung, Mochamad Ismanu Roziqi, Pengajar dan Konsultan IT, Ary Sunaryo, Dosen UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Deny Yudiantoro dan Ari Utami sebagai moderator.</p>



<p>&#8220;Diskusi ini digelar gratis. Bahkan, dapat diikuti dengan cara mendaftar ke link registrasi peserta di https://s.id/DaftarTulungagung0305. Selain mendapat e-sertifikat, panitia juga menyediakan hadiah e-money sebesar Rp 1 juta, untuk 10 peserta yang beruntung,” tulis Kemenkominfo dalam rilisnya, Selasa (02/05/2023) tadi.</p>



<p>Selain acara diskusi, ajang festival lebaran ketupat Karang Taruna Desa Plosokandang menyambut Idul Fitri 1444 Hijriah, juga akan dimeriahkan dengan beberapa suguhan acara. Di antaranya, Pawai kirab tumpeng ketupat, Pawai perkusi hadroh, Bazar UMKM, Parade 1.000 ketupat, Kembang api dan Acara perlombaan maupun hiburan lain.</p>



<p>Terkait tema diskusi, Kemenkominfo mengatakan, angka kejahatan phising di Indonesia jumlahnya terbilang tinggi. Hingga kuartal pertama 2022 tercatat sebanyak 600.796 serangan dan meningkat menjadi 947.920 pada kuartal kedua 2022.</p>



<p>&#8220;Phising sendiri adalah salah satu kejahatan siber yang berupa upaya pengelabuan atau penipuan untuk memperoleh data sensitif pengguna,&#8221; jelas Kemenkominfo.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-dan-dprd-kota-malang-jemput-dukungan-pusat-untuk-penanganan-pasar-besar">Pemkot dan DPRD Kota Malang Jemput Dukungan Pusat untuk Penanganan Pasar Besar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-pastikan-pembangunan-kkdmp-berjalan-tertib-dan-memiliki-kepastian-hukum">Bupati Lumajang Pastikan Pembangunan KKDMP Berjalan Tertib dan Memiliki Kepastian Hukum</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bahas-masalah-incenerator-waste-to-energy-bupati-malang-audensi-bersama-rektor-universitas-brawijaya">Bahas Masalah Incenerator Waste To Energy, Bupati Malang Audensi bersama Rektor Universitas Brawijaya</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/peringatan-nuzulul-quran-sekda-kabupaten-malang-ingatkan-pentingnya-pembangunan-spiritual-masyarakat">Peringatan Nuzulul Quran, Sekda Kabupaten Malang Ingatkan Pentingnya Pembangunan Spiritual Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/masuki-pertengahan-ramadan-kiriman-uang-pmi-via-kantor-pos-malang-turun-rp-18-miliar">Masuki Pertengahan Ramadan, Kiriman Uang PMI via Kantor Pos Malang Turun Rp 1,8 Miliar</a></li>
</ul>


<p>Agar terhindar dari phising, Kemenkominfo menghimbau masyarakat untuk tidak sembarang meng-klik tautan tidak dikenal guna mencegah kejahatan siber seperti phising. &#8220;Apabila menemukan link yang mencurigakan, waspada agar jangan sembarang meng-klik link tersebut. Bisa saja itu merupakan link palsu atau phising. Segeralah keluar dari situs mencurigakan tersebut,&#8221; tulisnya.</p>



<p>Kemenkominfo menambahkan, berdasarkan Survei Indeks Literasi Digital Nasional yang dilakukan instansinya bersama Katadata Insight Center pada 2021, didapatkan skor atau tingkat literasi digital masyarakat Indonesia sebesar 3.49 dari 5.00. Dengan skor tersebut, tingkat literasi digital di Indonesia masuk dalam kategori &#8216;sedang&#8217;.</p>



<p>&#8220;Secara keseluruhan, Indeks Literasi Digital Indonesia 2021 mencapai 3.49 dari skala 1-5, atau naik dari pencapaian tahun sebelumnya 3.46,&#8221; tulis Kemenkominfo.</p>



<p>Diskusi literasi digital di lingkungan komunitas merupakan salah satu upaya Kemenkominfo untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan hingga kelompok masyarakat (komunitas) menuju Indonesia #MakinCakapDigital. &#8220;Kegiatan ini diharapkan mampu menaikkan tingkat literasi digital 50 juta masyarakat Indonesia pada tahun 2024,&#8221; tambah Kemenkominfo.</p>



<p>Untuk diketahui, program #literasidigitalkominfo tahun ini mulai dilaksanakan sejak 27 Januari 2023. Program Kemenkominfo yang berkolaborasi dengan Siberkreasi dan 18 mitra jejaring ini membidik segmen pendidikan dan segmen kelompok masyarakat sebagai peserta.</p>



<p>Tahun ini, program Indonesia Makin Cakap Digital (IMCD) menargetkan 5,5 juta warga masyarakat sebagai peserta, utamanya yang belum pernah mengikuti kegiatan literasi digital. IMCD sendiri bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan teknologi digital secara positif, produktif dan aman.</p>



<p>Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan dapat diakses melalui website info.literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Page, dan Kanal Youtube Literasi Digital Kominfo. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">187863</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jaga Tradisi Islam di Jawa, Kampung Budaya Polowijen Hidupkan Kembali Riyayan Kupatan</title>
		<link>https://memontum.com/jaga-tradisi-islam-di-jawa-kampung-budaya-polowijen-hidupkan-kembali-riyayan-kupatan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 May 2021 09:41:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Kampung Budaya Polowijen]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Kupatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=142986</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kampung Budaya Polowijen (KBP) terus berupaya melestarikan tradisi Islam di Jawa. Salah satunya adalah Riyoyo Kupatan yang merupakan salah satu rangkaian dari Idul Fitri. &#8220;Riyoyo Kupatan merupakan ajaran Sunan Kalijaga yang sampai saat ini masih lestari terselenggara dimana-mana. Umumya diselengarakan H+7 bulan Syawal Tahun Hijriyah. Namun saya akui bahwa ada sedikit [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kampung Budaya Polowijen (KBP) terus berupaya melestarikan tradisi Islam di Jawa. Salah satunya adalah Riyoyo Kupatan yang merupakan salah satu rangkaian dari Idul Fitri.</p>



<p>&#8220;Riyoyo Kupatan merupakan ajaran Sunan Kalijaga yang sampai saat ini masih lestari terselenggara dimana-mana. Umumya diselengarakan H+7 bulan Syawal Tahun Hijriyah. Namun saya akui bahwa ada sedikit penurunan dan pergeseran pelaksanaannya sendiri,&#8221; ujar Penggagas Kampung Budaya Polowijen, Isa Wahyudi, Jumat (21/05).</p>



<p><strong><span style="text-decoration: underline">Baca juga:</span></strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bahas-masalah-incenerator-waste-to-energy-bupati-malang-audensi-bersama-rektor-universitas-brawijaya">Bahas Masalah Incenerator Waste To Energy, Bupati Malang Audensi bersama Rektor Universitas Brawijaya</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-malang-pastikan-sanksi-tegas-untuk-sppg-yang-langgar-sop">Wali Kota Malang Pastikan Sanksi Tegas untuk SPPG yang Langgar SOP</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/anggota-satgas-tmmd-kediri-beri-materi-wawasan-kebangsaan-untuk-siswa-mi-al-munir">Anggota Satgas TMMD Kediri Beri Materi Wawasan Kebangsaan untuk Siswa MI Al-Munir</a></li>
</ul>


<p>Dijelaskan pria yang akrab disapa Ki Demang itu, makna filosofi kupatan diambil dari bahasa arab kaffatan dan lidah orang jawa menyebutnya kupatan artinya adalah kesempurnaan. Kesempurnaan manusia apabila saling maaf-memaafkan, saling berbagi dan memberi serta saling menjalin silaturahmi.</p>



<p>&#8220;Sedangkan makna simbolis lain ketupat, kenapa memakai janur kuning agar kembali bersinar seperti Nur Muhammad. Ketupat dibuat dengan melilitkan janur satu dengan yang lain dengan maksud terjalin tali silaturahmi serta bersudut empat dan lima yang berati kiblat papat tengah pancer. Dan memakai beras dan ketan agar badan ini waras dalam ikatan,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Riyayan Kupatan yang berlangsung di KBP berlangsung khidmat. Sebelum acara inti dilakukan, sebagian warga menabuh gamelan.</p>



<p>&#8220;Lalu acara dimulai dengan tembang mocopat dan di buka dengan Tari Beskalan. Tarian itu juga punya makna filosofi, bahwa Riyayan Kupatan sebagai penanda segeralah dimulai program, kegiatan pelestarian seni budaya kembali seperti jadwal biasanya,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Seperti diketahui, KBP memiliki jadwal terbanyak dalam Kalender Event Kota Malang 2021. Meski masih dalam susana pandemi Covid-19, Ki Demang bersama warga terus berupaya melangsungkan berbagai event tradisi untuk makin mengenalkan pada masyarakat luas.<strong> (mus/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">142986</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ini Alasan Tradisi Kupatan di Trenggalek Tidak Digelar</title>
		<link>https://memontum.com/ini-alasan-tradisi-kupatan-di-trenggalek-tidak-digelar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 May 2021 13:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Kupatan]]></category>
		<category><![CDATA[wabup trenggalek]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=142809</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Jelang perayaan Hari Raya Ketupat, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Trenggalek undang sejumlah tokoh masyarakat di Kecamatan Durenan dan Kecamatan Kota di Mako Polres Trenggalek. Dalam kegiatan ini para pemangku kebijakan di Trenggalek berharap, perayaan Kupatan tahun 2021 kembali ditiadakan. Dimasa pandemi Covid-19, tahun 2020 lalu perayaan keagamaan yang erat di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Jelang perayaan Hari Raya Ketupat, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Trenggalek undang sejumlah tokoh masyarakat di Kecamatan Durenan dan Kecamatan Kota di Mako Polres Trenggalek. Dalam kegiatan ini para pemangku kebijakan di Trenggalek berharap, perayaan Kupatan tahun 2021 kembali ditiadakan.</p>



<p>Dimasa pandemi Covid-19, tahun 2020 lalu perayaan keagamaan yang erat di masyarakat Trenggalek, khususnya warga Kecamatan Durenan ini ditiadakan. Karena masih berada dalam situasi pandemi, diharapkan tahun ini perayaan kupatan tidak digelar.</p>



<p><span style="text-decoration: underline">Baca juga:</span></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/di-10-merchant-ini-kau-bisa-pakai-ultra-voucher-gift-card-sebagai-alat-pembayaran">Di 10 Merchant Ini Kamu Bisa Pakai Ultra Voucher Gift Card Sebagai Alat Pembayaran</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ajang-top-bumd-award-2021-bupati-trenggalek-dinobatkan-jadi-top-pembina">Ajang Top BUMD Award 2021, Bupati Trenggalek Dinobatkan jadi Top Pembina</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/diguyur-hujan-lebih-dari-10-jam-gedung-balai-rw-pandanwangi-ambruk">Diguyur Hujan Lebih Dari 10 Jam, Gedung Balai RW Pandanwangi Ambruk</a></li>
</ul>


<p>Kapolres Trenggalek, AKBP Doni Satria Sembiring menyampaikan, Kupatan merupakan hari raya keagamaan yang rutin digelar setiap tahun. Tahun lalu karena Covid-19 sehingga kegiatan ini tidak digelar.</p>



<p>&#8220;Tingginya kematian akibat Covid-19 menjadi alasan Hari Raya Ketupat ditiadakan. Hal ini dilakukan guna mengurangi angka penyebaran, terlebih mencegah adanya cluster baru penularan Covid-19,&#8221; ungkap Kapolres Doni, Selasa (18/05/2021) siang.</p>



<p>Kapolres menegaskan, peniadaan kupatan alasannya pandemi masih berlangsung, bahkan angka kematian akibat Covid-19 di Trenggalek masih cukup tinggi di atas rata rata nasional. Sehingga hal ini tidak bisa dianggap baik-baik saja.</p>



<p>&#8220;Resiko penyebaran masih tinggi, mobilitas masyarakat dalam tradisi kupatan ditakutkan dapat memicu penyebaran yang tidak terkendali. Tidak ingin seperti India, akibat tradisi mandi di sungai mengakibatkan penyebaran Covid-19 di negara itu kian tidak terkendali. Angka kematian cukup tinggi, tambahan kasus harian juga banyak dan menjadikan negara ini berada pada urutan 2 dengan kasus terbanyak di dunia,&#8221; terangnya.</p>



<p>Hal ini dikarenakan risiko penyebaran Covid-19 masih tinggi. Seperti halnya arahan Presiden Jokowi jika ada beberapa daerah dan provinsi yang kenaikan kasusnya tinggi sehingga tempat wisata harus ditutup.</p>



<p>&#8220;Sesuai arahan beliau keselamatan masyarakat adalah hukum tertinggi Salus Populis Suprema Lex Esto. Saya harapkan dalam rakor ini ada kesepakatan bersama apakah perayaan ini digelar atau tidak. Kalau kami berharap kembali di tiadakan seperti tahun lalu, guna menghindari resiko penyebaran,&#8221; tegas Kapolres.</p>



<p>Hal yang sama juga diimbau Komandan Kodim 0806 Trenggalek, Letkol Arh Uun Samson Sugiharto yang berharap perayaan keagamaan Kupatan ini bisa kembali ditiadakan tahun ini.</p>



<p>&#8220;Kami meminta kelegaan dari para tokoh dan masyarakat di Durenan serta kecamatan lain yang biasa menggelar Kupatan untuk kembali meniadakan perayaan kupatan di tahun ini. Risiko penyebaran Covid 19 masih tinggi, sehingga saya berharap perayaan kupatan kembali ditiadakan tahun ini,&#8221; kata Dandim Uun.</p>



<p>Dikatakan Dandim, jika nantinya tradisi kupatan ini tetap dilakukan maka akan memicu mobilitas orang dari kabupaten tetangga misalnya, untuk ikut merayakan kupatan di Durenan.</p>



<p>&#8220;Melalui pertemuan ini kami berharap ada kesepakatan bersama. Harapannya, perayaan kupatan kembali ditiadakan dan para ulama mau menghimbau masyarakat. Karena himbauan dari para ulama ini tentunya akan lebih efektif didengar oleh masyarakat,&#8221; tuturnya.</p>



<ul><li><strong>Kabar</strong>&nbsp;<strong>Selebihnya Trenggalek,&nbsp;<a href="https://trenggalek.memontum.com/"><em>KLIK DISINI…</em></a></strong></li></ul>



<p>Dikonfirmasi terpisah, Wakil Bupati Trenggalek, Syah Muhamad Natanegara dalam kesempatan rakor pengamanan Hari Raya Kupatan di Mako Polres Trenggalek itu menambahkan perayaannya jangan ditinggalkan namun dengan tata cara yang baru dan aman.</p>



<p>&#8220;Kita harus terbiasa dengan cara baru dalam perayaan hari raya keagamaan. Tradisinya jangan ditinggalkan, ketupatnya tetap kita buat, namun untuk kalangan keluarga saja,&#8221; ucap Wabup Syah.</p>



<p>Suami Fatihatur Rohmah ini menegaskan, tradisi kupatan memang sepatutnya untuk dipertahankan. Akan tetapi, dengan kondisi yang tidak dimungkinkan digelar karena masih dalam situasi pandemi.</p>



<p>&#8220;Tradisinya kita pertahankan namun kerumunannya yang kita cegah. Dengan begitu cluster penyebaran Covid-19 bisa kita cegah,&#8221; pungkasnya.<strong> (mil/syn)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">142809</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tradisi Kupatan Bawa Berkah Bagi Pedagang Janur</title>
		<link>https://memontum.com/tradisi-kupatan-bawa-berkah-bagi-pedagang-janur</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Jun 2018 14:07:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Kupatan]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/44888-tradisi-kupatan-bawa-berkah-bagi-pedagang-janur</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Setelah perayaan hari raya Idul Fitri, ada tradisi kupatan dan sepertinya suatu hal yang wajib untuk juga dilakukan, kegiatan ini hampir dilaksanakan diseluruh daerah di indonesia khususnya pulau jawa, salah satunya masyarakat di Lamongan. Adanya tradisi tersebut menjadi berkah tersendiri bagi sekelompok pedagang janur seperti yang terlihat mereka berjualan janur dipasar tradisional [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Setelah perayaan hari raya Idul Fitri, ada tradisi kupatan dan sepertinya suatu hal yang wajib untuk juga dilakukan, kegiatan ini hampir dilaksanakan diseluruh daerah di indonesia khususnya pulau jawa, salah satunya masyarakat di Lamongan.</p>
<p>Adanya tradisi tersebut menjadi berkah tersendiri bagi sekelompok pedagang janur seperti yang terlihat mereka berjualan janur dipasar tradisional Sidoharjo Lamongan, mereka merupakan pedagang janur musiman yang selalu ada sehari setelah perayaan Idul Fitri sampai menjelang perayaan kupatan.</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/06/IMG_20180621_155250-copy.jpg?resize=500%2C300&#038;ssl=1" alt="" width="500" height="300" class="aligncenter size-full wp-image-44889" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/06/IMG_20180621_155250-copy.jpg?w=500&amp;ssl=1 500w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/06/IMG_20180621_155250-copy.jpg?resize=300%2C180&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Ribuan helai janur ini didatangkan para pedagang langsung dari Lumajang, tidak tanggung tanggung janur yang didatangkan juga dalam jumlah yang banyak dengan diangkut truck.</p>
<p>Seperti yang dikatakan Maryam salah seorang Pedagang janur, ibu parubaya ini menjualnya dengan harga janur dipatok Rp.25 ribu, perikat, yang berisikan lima puluh helai janur. Sedangkan untuk janur yang sudah dibentuk kupat harganya beda lagi yakni Rp. 1000 rupiah perbiji.</p>
<p>&#8220;Dalam sehari mampu menghabiskan 2 mobil pick up janur, dan jika sehari mendekati perayaan kupatan janur yang terjual lebih laris manis lagi,&#8221; ungkap Maryam, Kamis (21/06/2018).</p>
<p>Sementara itu, salah seorang pembeli Hj. Astutik (45) mengaku membeli bungkus ketupat adalah tradisi yang selalu ia lakukan menjelang Kupatan (7 hari setelah Hari Raya Idul Fitri)</p>
<p>“Beli bungkusnya buat bikin ketupat. Nanti ketupatnya disantap sama opor, semur ayam dan kentang buat jamuan makan keluarga dan tamu saat Lebaran (kupatan),” terangnya.</p>
<p>Tradisi lebaran ketupat dilaksanakan diberbagai tempat, ada yang menyantapnya secara bersama sama dengan lauk pendamping seperti opor atau kare. Tradisi yang membawa berkah bagi pedagang janur musiman. <strong>(bis/zen/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">44888</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
