<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>langka &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/langka/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 02 Feb 2026 12:35:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>langka &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Optimalkan Lereng Gunung Raung, Banyuwangi Kembangkan Dua Jenis Kopi Langka</title>
		<link>https://memontum.com/optimalkan-lereng-gunung-raung-banyuwangi-kembangkan-dua-jenis-kopi-langka</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Feb 2026 08:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[kembangkan]]></category>
		<category><![CDATA[langka]]></category>
		<category><![CDATA[lereng]]></category>
		<category><![CDATA[optimalkan]]></category>
		<category><![CDATA[raung,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229918</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyebut bahwa Kabupaten Banyuwangi menyimpan potensi besar &#8216;emas hijau&#8217; yang tumbuh subur di lereng Gunung Raung. Di jalur pendakian gunung yang masuk di wilayah Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi, itu tumbuh subur Kopi Arabika Yellow Caturra dan Yellow Bourbon. Kedua jenis kopi tersebut, tergolong varietas langka di Indonesia, yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyebut bahwa Kabupaten Banyuwangi menyimpan potensi besar &#8216;emas hijau&#8217; yang tumbuh subur di lereng Gunung Raung. Di jalur pendakian gunung yang masuk di wilayah Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi, itu tumbuh subur Kopi Arabika Yellow Caturra dan Yellow Bourbon.</p>



<p>Kedua jenis kopi tersebut, tergolong varietas langka di Indonesia, yang di pasaran tergolong kelas premium dan memiliki nilai jual tinggi. &#8220;Ini salah satu jenis kopi premium yang dimiliki Banyuwangi. Tidak banyak daerah di Indonesia yang bisa mengembangkan Yellow Caturra dan Yellow Bourbon dengan kualitas baik. Tapi, Banyuwangi punya keunggulan itu,&#8221; kata Bupati Ipuk Fiestiandani, Senin (02/02/2026) tadi.</p>



<p>Kopi premium ini, ditanam di lahan seluas 7 hektare dengan produktivitas rata-rata mencapai 1 ton perhektar. Dari luasan tersebut, total produksi biji kopi (Green Bean) mencapai 7 ton pertahun.</p>



<p>Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Banyuwangi, Danang Hartanto, menjelaskan kopi tersebut kini mulai dikembangkan secara serius di Banyuwangi. Dirinya menyebut, kondisi geografis lereng Gunung Raung sangat mendukung pertumbuhan Kopi Arabika berkualitas ekspor itu.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Tanah vulkanik yang subur, ketinggian wilayah, serta iklim sejuk menjadi faktor utama pembentuk karakter rasa kopi. &#8220;Topografi di Kalibaru sangat ideal. Tanahnya subur, iklimnya cocok, sehingga menghasilkan kopi dengan cita rasa yang khas dan berpotensi besar untuk pasar internasional,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Berdasarkan asal usulnya, varietas Yellow Caturra diyakini berasal dari Kolombia, Kosta Rika dan Nikaragua, kemudian dikembangkan di Brasil. Begitupun dengan Kopi Yellow Bourbon, juga berasal dari Brasil. Di Indonesia, varietas ini dibawa pada masa kolonial Belanda dan dapat ditemukan di beberapa daerah dataran tinggi saja seperti di Jawa Barat, Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur (Flores, Bajawa).</p>



<p>Danang menyebut, ceri kopi ini dikenal karena buahnya berwarna kuning saat matang dan menawarkan rasa manis serta asam yang seimbang. Pengembangan kopi langka ini, juga menjadi bagian dari strategi diversifikasi produk pertanian Banyuwangi untuk meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan petani.</p>



<p>&#8220;Kami tidak hanya mengejar kuantitas, tapi kualitas. Dengan kopi premium seperti ini, harga jualnya jauh lebih baik dan berdampak langsung pada pendapatan petani,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Pemkab Banyuwangi, lanjut Danang, terus mendorong penguatan budidaya, pascapanen, hingga pemasaran kopi agar mampu bersaing di pasar global. &#8220;Potensi ini akan terus kami kembangkan dengan pendampingan dan penguatan hilirisasi. Harapannya, Kopi Arabika Banyuwangi dari lereng Gunung Raung bisa semakin dikenal dunia,&#8221; tambahnya. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229918</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sidak Dua Pasar Tradisional, Wali Kota Malang Sebut Bahan Pokok Relatif Stabil Meski Minyakita Langka</title>
		<link>https://memontum.com/sidak-dua-pasar-tradisional-wali-kota-malang-sebut-bahan-pokok-relatif-stabil-meski-minyakita-langka</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Jun 2025 04:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[langka]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[minyakita]]></category>
		<category><![CDATA[relatif]]></category>
		<category><![CDATA[stabil,]]></category>
		<category><![CDATA[tradisional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223348</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang, melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di dua pasar tradisional Kota Malang, yakni Pasar Bareng dan Pasar Mergan, Kamis (26/06/2025) tadi. Pelaksanaan Sidak tersebut dilakukan, guna memantau stabilitas harga bahan pokok menjelang 1 Muharam. Pria yang kerap disapa Wahyu, itu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang, melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di dua pasar tradisional Kota Malang, yakni Pasar Bareng dan Pasar Mergan, Kamis (26/06/2025) tadi. Pelaksanaan Sidak tersebut dilakukan, guna memantau stabilitas harga bahan pokok menjelang 1 Muharam.</p>



<p>Pria yang kerap disapa Wahyu, itu menyampaikan bahwa secara umum harga kebutuhan pokok di kedua pasar masih tergolong stabil. Hanya beberapa komoditas yang mengalami kenaikan, seperti cabai rawit dan bawang merah, namun masih dalam batas wajar.</p>



<p>&#8220;Tadi dari Pasar Bareng, sekarang kita di Pasar Mergan. Rata-rata harga relatif stabil, tidak ada kenaikan yang drastis. Memang ada fluktuasi pada cabai rawit dan bawang merah, tapi masih aman,” kata Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Selain itu, dirinya juga menyoroti kelangkaan minyak goreng bersubsidi merek Minyakita, yang ditemukan di dua pasar tersebut. Meskipun pihak pasar sudah melakukan permintaan, namun distribusi dari pihak distributor belum berjalan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Minyakita ini yang paling dicari. Tadi ada beberapa merek lain, tapi harganya lebih tinggi. Bahkan ada yang lebih murah dari Minyakita, tapi masyarakat tetap memilih Minyakita. Sayangnya, stok kosong karena distributor tidak mengirim,” ujarnya.</p>



<p>Wali Kota Wahyu juga menegaskan, bahwa kelangkaan tersebut tidak ada kaitannya dengan temuan pelanggaran sebelumnya. Sejauh ini, distribusi bahan pokok lainnya masih berjalan lancar.</p>



<p>“Setelah kejadian kemarin, semua lancar dan aman. Tapi nanti kita akan bahas dalam rapat TPID untuk melihat seperti apa rekomendasinya agar penyaluran Minyakita bisa kembali normal,” tambahnya.</p>



<p>Untuk saat ini, inflasi di Kota Malang berada di angka 1,3 persen (year-on-year) dan itu menurutnya masih tergolong stabil. “Harga bahan pokok tidak ada yang menyumbang inflasi secara signifikan. Tomat aman, minyak goreng hanya masalah distribusi, jadi secara keseluruhan tidak berdampak besar,” tuturnya.</p>



<p>Lebih lanjut untuk ke depan, nantinya juga akan memantau harga di pasar-pasar modern. Itu dilakukan, sebagai pembanding data dari pasar tradisional. “Untuk pasar modern, datanya secara rutin masuk ke Diskopindag, nanti kita bandingkan,” imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(pro/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223348</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pupuk Langka, PC PMII Pamekasan Gelar Aksi di Kantor Bupati dan Datangi Pupuk</title>
		<link>https://memontum.com/pupuk-langka-pc-pmii-pamekasan-gelar-aksi-di-kantor-bupati-dan-datangi-pupuk</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Jan 2024 10:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pamekasan]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[datangi]]></category>
		<category><![CDATA[kantor]]></category>
		<category><![CDATA[langka]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=204230</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pamekasan &#8211; Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Pamekasan melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Pamekasan dan menjujug ke distributor Pupuk CV Sugesti, Senin (08/01/2024) tadi. Aksi itu dilakukan, karena di Kabupaten Pamekasan mengalami kelangkaan pupuk. Sementara, pada saat bersamaan di Pamekasan sedang menghadapi musim tanam jagung dan padi. Atas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Pamekasan</strong> &#8211; Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Pamekasan melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Pamekasan dan menjujug ke distributor Pupuk CV Sugesti, Senin (08/01/2024) tadi. Aksi itu dilakukan, karena di Kabupaten Pamekasan mengalami kelangkaan pupuk.</p>



<p>Sementara, pada saat bersamaan di Pamekasan sedang menghadapi musim tanam jagung dan padi. Atas beberapa kondisi itu, harga pupuk menjadi melejit tidak sesuai harga eceran tertinggi (HET).</p>



<p>Ketua PC PMII Pamekasan, Homaidi, mengatakan jika aksi itu bertujuan agar pemerintah daerah mengevaluasi Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) dan meningkatkan pengawasan terkait kelangkaan pupuk bersubsidi. &#8220;Kami juga meminta pemerintah mengevaluasi RDKK di setiap kecamatan. Juga, agar pemerintah mengevaluasi pengiriman pupuk bersubsidi dari distributor ke kios dan petani,&#8221; katanya.</p>



<p>Mahasiswa Universitas Madura (Unira) ini juga menegaskan, agar distributor yang menjual pupuk di atas HET untuk ditindak. Karena, hal itu melanggar Permentan Nomor 49 Tahun 2020.</p>



<p>&#8220;Kami juga paham Permendag Nomor 4 Tahun 2023. Sehingga, kami menuntut Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) agar memberikan rekomendasi ke PT Pupuk Indonesia untuk mencabut izin karena ada distributor dan kios yang diduga tidak standard perizinan,&#8221; tegasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Kepala Disperindag Pamekasan, Akhmad Basri Yulianto, yang menemui aksi massa menyampaikan jika pihaknya tidak bisa serta merta mencabut izin ketika menemukan distributor atau kios yang menju tidak sesuai standard. &#8220;Kalau menemukan tidak sesuai standard perizinan, tidak serta merta dicabut. Karena sudah di atur di Pasal 30 Permendag tadi,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Diketahui, usai melakukan aksi kepada eksekutif, pengurus PC PMII Pamekasan juga langsung bergegas menjujug Distributor Pupuk di CV Sugesti di Jalan Raya Kangenan, Kecamatan Kota, Kabupaten Pamekasan. Para mahasiswa, ingin mengetahui langsung proses penyaluran pupuk.</p>



<p>Pemilik CV Sugesti, Ibrahim, mengatakan bahwa penyaluran pupuk sudah berjalan dengan lancar. Bahkan, tiap hari distributor maupun kios menyetorkan data.</p>



<p>&#8220;Menurut saya, seharusnya unjuk rasa itu jangan setahun sekali, kalau mau mencocokkan data di distributor atau kios. Namun, bisa tiap bulan atau tiap hari,&#8221; paparnya.</p>



<p>Menurut Ibrahim, bahwa CV Sugesti menyalurkan pupuk pada empat daerah. Yakni Kecamatan Kota, Kecamatan Palengaan, Kecamatan Batumarmar dan Kecamatan Pasean.</p>



<p>&#8220;Seharusnya jika mereka menduga ada tumpang tindih di penyaluran dan tidak sesuai standard, harusnya dari awal melakukan evaluasi. Karena stok pupuk bisa aman penyaluran,&#8221; jelasnya. <strong>(azm/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">204230</post-id>	</item>
		<item>
		<title>KKI Sebut Kakatua Masalembu Sumenep Wisata Langka Potensial dan Bakal Dilirik Wisatawan Mancanegara</title>
		<link>https://memontum.com/kki-sebut-kakatua-masalembu-sumenep-wisata-langka-potensial-dan-bakal-dilirik-wisatawan-mancanegara</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Nov 2023 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[dilirik]]></category>
		<category><![CDATA[kakatua]]></category>
		<category><![CDATA[langka]]></category>
		<category><![CDATA[Mancanegara]]></category>
		<category><![CDATA[masalembu]]></category>
		<category><![CDATA[potensial,]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Wisatawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=200997</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sumenep &#8211; Keberadaan Burung Kakatua dapat sorotan dari Koservasi Kakatua Indonesia (KKI), saat menghadiri Festival Desa Wisata Cerdas Mandiri dan Sejahtera (Festival Dewi Cemara), yang berlangsung di Taman Potre Koning, Kabupaten Sumenep, Minggu (05/11/2023) tadi. Menurut perwakilan KKI, Dude Nandika, mengatakan bahwa Burung Kakatua dari Desa Masakambing, Kepulauan Masalembu, itu merupakan salah satu potensi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Sumenep</strong> &#8211; Keberadaan Burung Kakatua dapat sorotan dari Koservasi Kakatua Indonesia (KKI), saat menghadiri Festival Desa Wisata Cerdas Mandiri dan Sejahtera (Festival Dewi Cemara), yang berlangsung di Taman Potre Koning, Kabupaten Sumenep, Minggu (05/11/2023) tadi.</p>



<p>Menurut perwakilan KKI, Dude Nandika, mengatakan bahwa Burung Kakatua dari Desa Masakambing, Kepulauan Masalembu, itu merupakan salah satu potensi wisata hebat yang dimiliki Kabupaten Sumenep. Pasalnya, burung ini sudah sangat langka keberadaannya. Apalagi, untuk wilayah barat Indonesia, Kabupaten Sumenep satu-satunya yang memiliki habitat Burung Kakatua ini.</p>



<p>&#8220;Burung ini sebarannya paling kecil dan Kakatua ini paling langka di dunia, karena dengan populasinya yang sangat kecil. Ini merupakan salah satu aset wisata potensial yang bisa dikembangkan menjadi wisata ekologi Kakatua,&#8221; terang Dude.</p>



<p>Seharusnya, tambahnya, aset wisata Burung Kakatua ini tidak hanya menarik wisatawan lokal, tapi juga wisatawan mancanegara (Wisman). Dengan kelangkaannya, banyak sekali pecinta burung di luar negeri, itu memiliki minat yang sangat besar untuk melihat Burung Kakatua dari Drsa Masakambing.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Sebenarnya, yang harus dikembangkan dari event ini adalah masyarakat sudah memiliki paket wisata untuk akses menuju ke Masakambing, bagaimana? Aksessibilitynya seperti apa? Itu yang perlu dipamerkan atau ditampilkan sekaligus bagian dari promosi wisatanya lebih digalakkan lagi,&#8221; kata Dude</p>



<p>Dijelaskannya juga, potensi-potensi alam di Masakambing perlu ditampilkan. Juga perlu ditingkatkan potensi mangrove dan potensi agrowisata yang ada di sana. Sebab di Masakambing itu, kepulauan yang secara keseluruhan bagian dari masyarakat desa. Habitat ini menjadi perkebunan yang seharusnya perlu ditonjolkan.</p>



<p>&#8220;Perlu didorong di masyarakat Masakambing adalah paket wisata dan potensi-potensi wisata lebih menonjol supaya lebih dilirik oleh wisatawan,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Dikatakannya, bahwa habitat di Masakambing, itu boleh dibilang sudah tidak ada lagi sebenarnya. Hanya Hutan Mangrove yang kondisinya sebagian besar juga sudah rusak. &#8220;Jadi, perlu dibentuk perkebunan yang heterogen (bertingkat) bukan perkebunan monokultur. Ada pohon utama dan ada pohon pendamping,&#8221; terang Dude yang sangat konstruktif dalam memberikan masukan. <strong>(edo/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">200997</post-id>	</item>
		<item>
		<title>PKL Alun-alun Kota Batu Alami Dilema, LPG 3 Kg Masih Langka Jelang Weekend</title>
		<link>https://memontum.com/pkl-alun-alun-kota-batu-alami-dilema-lpg-3-kg-masih-langka-jelang-weekend</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Jul 2023 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[alami]]></category>
		<category><![CDATA[ALun-alun]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[dilema]]></category>
		<category><![CDATA[jelang]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[langka]]></category>
		<category><![CDATA[masih]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[weekend]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=194256</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Pedagang Kaki Lima (PKL) area Alun-alun Kota Batu, mulai dilema dengan langkanya tabung LPG 3 Kg. Sebab dalam beberapa hari ke depan, akan memasuki masa weekend. Sementara, kebutuhan akan LPG di hari Sabtu dan Minggu, masih belum terpikir untuk pasokan di mana akan membeli kebutuhan LPG. Ketua Paguyuban PKL Alun-alun Kota [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Pedagang Kaki Lima (PKL) area Alun-alun Kota Batu, mulai dilema dengan langkanya tabung LPG 3 Kg. Sebab dalam beberapa hari ke depan, akan memasuki masa weekend. Sementara, kebutuhan akan LPG di hari Sabtu dan Minggu, masih belum terpikir untuk pasokan di mana akan membeli kebutuhan LPG.</p>



<p>Ketua Paguyuban PKL Alun-alun Kota Batu, Puspita Herdysari, mengatakan bahwa ada sebanyak 560 pedagang yang sudah mendapatkan tabung gas LPG 3 Kg, dalam operasi pasar sebelumnya. Dengan rincian, setiap pedagang mendapatkan satu tabung. Hanya saja, seiring dengan pemakaian LPG oleh PKL sejak operasi pasar, pastinya LPG akan habis. Sehingga, PKL butuh melakukan pembelian tabung untuk usahanya.</p>



<p>Hal inilah, paparnya, yang kini menjadi kekhawatiran menjelang weekend. Karenanya, pihaknya berharap ada kemudahan atau pembelian LPG dari Pertamina. Setidaknya, untuk persiapan PKL di akhir pekan dan jumlahnya tidak harus 560 tabung.</p>



<p>&#8220;Karena terjadi kelangkaan LPG, tentu saja kondisi menjelang weekend nanti membuat PKL menjadi khawatir. Meskipun, setiap PKL sudah memiliki satu tabung LPG untuk berjualan,&#8221; terangnya, Rabu (26/07/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Dikhawatirkan, paparnya, saat nanti banyak pengunjung atau wisatawan luar kota yang membeli makanan atau kudapan, tetapi PKL kehabisan LPG. &#8220;Makanya kami berharap, setidaknya ada sekitar 250 LPG 3 Kg, yang disiapkan untuk PKL dalam melayani pembeli nantinya. Peruntukannya, yaitu untuk kategori pedagang makanan berat seperti lalapan, kudapan juga warung kopi,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Karenanya, tambah Puspita, menghadapi weekend nanti pihaknya sudah mengajukan rekomendasi untuk penambahan pemakaian LPG 3 kg ke Pertamina. Sementara untuk kepastiannya, bahwa pihak Pertamina masih konsentrasi di desa-desa. &#8220;Tujuan kami melakukan rekomendasi itu, adalah untuk tidak membuat PKL menjadi was-was saat weekend nanti. Sehingga, ada solusi yang kita tawarkan,&#8221; elasnya. <strong>(put/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">194256</post-id>	</item>
		<item>
		<title>LPG 3 Kg di Wilayah Kabupaten Probolinggo Mulai Langka</title>
		<link>https://memontum.com/lpg-3-kg-di-wilayah-kabupaten-probolinggo-mulai-langka</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Jul 2023 12:04:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[kabar]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[langka]]></category>
		<category><![CDATA[mulai]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[wilayah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=194128</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Keberadaan tabung gas LPG 3 Kg di beberapa kecamatan di Kabupaten Probolinggo, mulai sulit ditemukan alias langka. Salah satunya, seperti di Kecamatan Krejengan, Kecamatan Pajarakan dan Kecamatan Kraksaan, mulai sulit ditemukan. Seperti yang disampaikan salah satu penjual LPG 3 Kg di Desa Jatiurip, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, Abdurrahman. Dirinya mengatakan, bahwa terakhir [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Probolinggo</strong> &#8211; Keberadaan tabung gas LPG 3 Kg di beberapa kecamatan di Kabupaten Probolinggo, mulai sulit ditemukan alias langka. Salah satunya, seperti di Kecamatan Krejengan, Kecamatan Pajarakan dan Kecamatan Kraksaan, mulai sulit ditemukan.</p>



<p>Seperti yang disampaikan salah satu penjual LPG 3 Kg di Desa Jatiurip, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, Abdurrahman. Dirinya mengatakan, bahwa terakhir kali mendapatkan pasokan LPG dari agennya sebanyak 10 tabung LPG pada Sabtu (22/07/2023) lalu.</p>



<p>Dengan 10 tabung LPG tersebut, biasanya akan bertahan selama tiga sampai empat hari. Sedangkan, dengan jumlah pasokan yang mulai menurun, seperti halnya pada Sabtu (22/07/2023) lalu, maka hanya mendapat lima biji tabung yang langsung habis tidak sampai sehari.</p>



<p>&#8220;Bahkan, orang luar desa dan luar kecamatan, itu sampai mencari gas ke toko saya. Berarti, bukan cuma di daerah Krejengan saja yang sulit gas LPG 3 Kg sekarang. Biasanya, sekali ambil saya 10 tabung dan sejak Sabtu kemarin hanya dapat lima tabung,&#8221; terangnya, Senin (24/07/2023) tadi.</p>



<p>Dengan sulitnya pasokan gas LPG 3 Kg, maka tidak mempengaruhi harga jual tabung gas LPG. Karena, sampai saat ini harga gas LPG 3 Kg masih bertahan dikisaran harga Rp 18 ribu.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Kalau harga masih tetap Rp 18 ribu dan tidak ada perubahan. Tadi malam saja, mungkin sekitar sepuluh orang yang datang ke toko mencari gas LPG 3 Kg,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Sementara itu, warga Desa Ketompen, Kecamatan Pajarakan, Muh Rizkil Hidayat, juga mengaku kesulitan mencari tabung gas LPG 3 Kg. Sulitnya keberadaan gas LPG tersebut, membuatnya harus menggunakan alternatif lain untuk memasak makanan sebagai kebutuhan sehari-hari dengan tungku.</p>



<p>&#8220;Ya mau bagaimana lagi, harus kembali ke kebiasaan zaman dahulu. Harus pakai tungku. Kalau tidak pakai tungku seperti kita yang di desa, mau pakai apa lagi. Alat canggih mungkin hanya magicom untuk masak nasi. Namun untuk goreng atau masak lauk dan lainnya, tetap butuh api. Jadi ya hanya tungku itu solusinya,&#8221; curhatnya.</p>



<p>Dikonfirmasi terpisah, Kabag Perekonomian dan Sumberdaya Alam Kabupaten Probolinggo, Jurianto, mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih menelusuri terkait kebenaran terkait kesulitan gas LPG 3 Kg tersebut.</p>



<p>Pihaknya tidak melakukan pengurangan ataupun penambahan stok untuk kesediaan LPG 3 Kg.</p>



<p>&#8220;Kami masih lakukan penelusuran ke lapangan. Dan dari kami sendiri tidak mengurangi jumlah stok maupun penambahan stok, jadi semuanya normal,&#8221; terangnya. <strong>(nun/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">194128</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Presiden Jokowi Kunjungi Malang, LPG 3 Kg di Kota Batu Langka</title>
		<link>https://memontum.com/presiden-jokowi-kunjungi-malang-lpg-3-kg-di-kota-batu-langka</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Jul 2023 06:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungi]]></category>
		<category><![CDATA[langka]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=194071</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke wilayah Malang, memunculkan kabar kurang bagus di Kota Batu. Itu karena, masyarakat di Kota Batu mengeluhkan langkanya LPG 3 Kg. Bahkan, kelangkaan ini juga dirasakan pelaku usaha kecil hingga pedagang. Seperti yang diungkapkan warga Kelurahan Sisir Kecamatan/Kota Batu, Pratiwi Fauzi, bahwa dirinya sudah beberapa hari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke wilayah Malang, memunculkan kabar kurang bagus di Kota Batu. Itu karena, masyarakat di Kota Batu mengeluhkan langkanya LPG 3 Kg. Bahkan, kelangkaan ini juga dirasakan pelaku usaha kecil hingga pedagang.</p>



<p>Seperti yang diungkapkan warga Kelurahan Sisir Kecamatan/Kota Batu, Pratiwi Fauzi, bahwa dirinya sudah beberapa hari lalu kesulitan dalam mencari LPG 3 Kg. Sementara dirinya yang mencoba mencari di stok tingkat pedagang kecil, diketahui kosong. Begitu juga, saat mencoba di tingkat agen.</p>



<p>&#8220;Memang sulit sekarang mencari LPG 3 Kg. Hingga akhirnya, saya tadi mencoba pesan ke toko dan dijanjikan kalau tidak nanti malam,&#8221; terangnya, saat ditemui di tempat usahanya warung Nasi Pecel Jalan Arjuno, Kelurahan Sisir, Kecamatan/Kota Batu, Senin (24/07/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Mengenai harga, tambahnya, bahwa beberapa hari sebelum LPG menjadi langka, masih di harga Rp 19 ribu. &#8220;Ya semoga saja tidak ada kenaikan harga, meskipun langka,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Sementara itu, Nadia warga Desa Sidomulyo, Kecamatan/Kota Batu, menyampaikan bahwa dirinya harus rela mencari LPG hingga daerah Sengkaling, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. &#8220;Sebelumnya, saya cari di tingkat pedagang (eceran, red) daerah sekitar rumah, tapi kosong semua. Akhirnya, saya terus mencari dan baru dapat di daerah Sengkaling. Jauh memang, tapi tidak apa-apa dari pada nanti tidak bisa masak,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Menanggapi kondisi kelangkaan LPG, Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag), pun langsung melakukan pengecekan ke beberapa agen. Diketahui, bahwa stok LPG memang mengalami kelangkaan atau kosong.</p>



<p>Kepala Diskumdag Kota Batu, Eko Suhartono, menyampaikan bahwa penyebab langkanya LPG karena saat libur tanggal merah pada 19 Juli 2023 lalu, tidak ada kiriman dari Pertamina. &#8220;Dari informasi yang kita dapat, langkanya LPG karena pengiriman. Kemudian, juga bersamaan dengan banyaknya selamatan desa, sehingga banyak warga yang menggelar hajatan. Sehingga, stok semakin langka,&#8221; jelas Eko, saat dikonfirmasi via ponselnya.</p>



<p>Untuk itu, paparnya, atas kondisi kesulitan LPG ini, pihak Diskumdag meminta Pertamina bisa menambah stok kebutuhan LPG di setiap agen. Sehingga, tidak terjadi kekosongan.</p>



<p>&#8220;Permintaan kita ke Pertamina bertujuan dengan harapan agar stok kebutuhan masyarakat Kota Batu, bisa terpenuhi. Apalagi, Kota Batu adalah daerah wisata,&#8221; tegasnya. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">194071</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Respon Kelangkaan LPG 3 Kg, Pertamina Rayon I Malang Raya Tegaskan Agar ke Pangkalan Resmi</title>
		<link>https://memontum.com/respon-kelangkaan-lpg-3-kg-pertamina-rayon-i-malang-raya-tegaskan-agar-ke-pangkalan-resmi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Jun 2023 12:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[langka]]></category>
		<category><![CDATA[LPG]]></category>
		<category><![CDATA[LPG 3kg]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pertamina]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=190365</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Salah satu warga Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Lutfia Indah, mengeluhkan kelangkaan LPG 3 Kg di beberapa toko atau agen. Bahkan, dirinya mengaku sudah berkeliling di empat toko berbeda, namun ketersedian stok mengalami kekosongan. Tidak hanya itu, Indah juga telah mencoba menghubungi dua toko yang berbeda, namun hasilnya tetap sama. Bahwa, LPG [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Salah satu warga Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Lutfia Indah, mengeluhkan kelangkaan LPG 3 Kg di beberapa toko atau agen. Bahkan, dirinya mengaku sudah berkeliling di empat toko berbeda, namun ketersedian stok mengalami kekosongan.</p>



<p>Tidak hanya itu, Indah juga telah mencoba menghubungi dua toko yang berbeda, namun hasilnya tetap sama. Bahwa, LPG 3 Kg mengalami kekosongan. Sehingga, terpaksa dirinya harus membeli dan mencari di lain tempat.</p>



<p>“Tadi kebetulan pas mau memasak, ternyata LPG habis. Jadi, coba beli ke empat toko sekitar rumah tapi semua kosong. Terus, saya coba menghubungi layanan LPG lewat pesan singkat. Tapi dua-duanya juga kosong. Jadi, sudah ada enam toko yang stoknya kosong. Tapi sore tadi dihubungi salah satu toko, sudah ada stok katanya,” ujar Lutfia Indah, Rabu (07/06/2023) tadi.</p>



<p>Sementara itu, Sales Branch Manager Pertamina Rayon I Malang Raya, Ahmad Ubaidillah Maksum, dikonfirmasi terpisah menyampaikan jika LPG 3 Kg di Kota Malang, tidak mengalami kendala. Dimana, distribusi tetap dilakukan sesuai alokasi harian yang telah ditetapkan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Untuk LPG 3 Kg, itu tidak ada kendala distribusi dan tetap dilakukan sesuai alokasi harian. Beberapa pangkalan tersebut, masih melayani pembeli gas LPG 3 Kg,” ucap Ubaid, saat dikonfirmasi melalui sambungan selular.</p>



<p>Kemudian, saat disinggung mengenai alasan kelangkaan LPG 3 Kg, Ubaid menjelaskan bahwa kelangkaan terjadi di toko-toko pengecer yang tidak resmi. Sehingga, pihaknya menyarankan untuk memastikan terlebih dahulu pada toko tersebut.</p>



<p>“Pastikan dahulu toko tersebut, itu pengecer yang tidak resmi atau mungkin mendapatkan pasokan gas dari sumber yang tidak terverifikasi atau di luar dari pangkalan resmi LPG 3 Kg,” katanya.</p>



<p>Lebih lanjut Ubaid juga menegaskan, bahwa pangkalan-pangkalan resmi tidak mengalami kendala. Sebab, kuota pengiriman LPG 3 Kg di Malang Raya, perharinya mencapai 430 metrik ton atau sekitar 140 ribu tabung. Karena itu, kelangkaan yang terjadi kemungkinan besar berasal dari pengecer yang tidak resmi.</p>



<p>&#8220;Semua pangkalan kuotanya sudah terjadwal, jadi tidak ada kendala. Kuotanya Malang Raya itu 430 MT per hari atau sekitar 140.000 tabung ukuran 3 kg,” imbuh Ubaid. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">190365</post-id>	</item>
		<item>
		<title>KSP Siap Awasi Ketersediaan Pasokan Minyak Goreng di Pasaran</title>
		<link>https://memontum.com/ksp-siap-awasi-ketersediaan-pasokan-minyak-goreng-di-pasaran</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Mar 2022 08:35:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[KSP]]></category>
		<category><![CDATA[langka]]></category>
		<category><![CDATA[Minyak Goreng]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=165941</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jakarta &#8211; Kantor Staf Presiden (KSP) akan ikut mengawasi ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi minyak goreng bersubsidi di pasaran. Hal ini disampaikan, untuk merespon keresahan publik akibat isu kelangkaan dan kenaikan harga minyak goreng. &#8220;KSP pasti ikut memantau dan memastikan kebijakan baru ini dapat berjalan secara efektif. Sehingga, ketersediaan minyak goreng di masyarakat terpenuhi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jakarta</strong> &#8211; Kantor Staf Presiden (KSP) akan ikut mengawasi ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi minyak goreng bersubsidi di pasaran. Hal ini disampaikan, untuk merespon keresahan publik akibat isu kelangkaan dan kenaikan harga minyak goreng.</p>



<p>&#8220;KSP pasti ikut memantau dan memastikan kebijakan baru ini dapat berjalan secara efektif. Sehingga, ketersediaan minyak goreng di masyarakat terpenuhi dan dengan harga yang terjangkau, khususnya minyak goreng curah,&#8221; kata Tenaga Ahli Utama KSP, Bustanul Arifin, Sabtu (19/03/2022).</p>



<p>Dirinya menghimbau, agar masyarakat untuk tidak khawatir, karena ketersediaan pasokan minyak goreng menjadi perhatian besar pemerintah. Sebagai informasi, masyarakat kini bisa mendapatkan minyak goreng curah dengan harga Rp 14.000/liter karena pemerintah telah memberlakukan kebijakan subsidi per 16 Maret lalu.</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dugaan-korupsi-tanah-polinema-kuasa-hukum-terdakwa-minta-awan-setiawan-dibebaskan">Dugaan Korupsi Tanah Polinema, Kuasa Hukum Terdakwa Minta Awan Setiawan Dibebaskan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/giliran-bupati-cilacap-terjaring-ott-penyidik-kpk">Giliran Bupati Cilacap Terjaring OTT Penyidik KPK</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/harga-telur-puyuh-melonjak-pedagang-sebut-stok-banyak-diserap-program-mbg">Harga Telur Puyuh Melonjak, Pedagang Sebut Stok Banyak Diserap Program MBG</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jaga-daya-beli-masyarakat-pemkab-malang-gelar-pasar-murah-di-kepanjen">Jaga Daya Beli Masyarakat, Pemkab Malang Gelar Pasar Murah di Kepanjen</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/program-rt-berkelas-disesuaikan-regulasi-pencairan-kegiatan-nonfisik-dilakukan-usai-lebaran">Program RT Berkelas Disesuaikan Regulasi, Pencairan Kegiatan Nonfisik Dilakukan Usai Lebaran</a></li>
</ul>


<p>Pemerintah juga akan terus berupaya menyesuaikan harga jual minyak goreng, baik curah maupun kemasan, dengan kemampuan daya beli masyarakat. Selain itu, KSP menegaskan pemerintah akan menindak tegas pihak-pihak yang menahan pasokan dan/ atau mengakibatkan kebocoran dalam subsidi minyak goreng curah. Hal ini dilakukan untuk memastikan agar subsidi minyak goreng tepat sasaran dan efektif. <strong>(hms/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">165941</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
