<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Lesanpuro &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/lesanpuro/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 04 Mar 2026 12:37:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Lesanpuro &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Harga Cabai Tinggi, Petani Lesanpuro Tetap Tertekan Biaya Obat Akibat Hama dan Hujan</title>
		<link>https://memontum.com/harga-cabai-tinggi-petani-lesanpuro-tetap-tertekan-biaya-obat-akibat-hama-dan-hujan</link>
					<comments>https://memontum.com/harga-cabai-tinggi-petani-lesanpuro-tetap-tertekan-biaya-obat-akibat-hama-dan-hujan#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Mar 2026 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[akibat]]></category>
		<category><![CDATA[Lesanpuro]]></category>
		<category><![CDATA[Petani]]></category>
		<category><![CDATA[tertekan]]></category>
		<category><![CDATA[tinggi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230704</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Harga cabai di pasaran Kota Malang, tengah meroket. Mirisnya, di balik angka Rp 100 ribu perkilogram yang sempat dikeluhkan pembeli, ada cerita menarik dari perjuangan petani yang harus berjibaku dengan hujan dan serangan hama. Anggota Kelompok Tani Sido Makmur, Kelurahan Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang, Sunarto, mengatakan bahwa harga tinggi memang membawa keuntungan. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Harga cabai di pasaran Kota Malang, tengah meroket. Mirisnya, di balik angka Rp 100 ribu perkilogram yang sempat dikeluhkan pembeli, ada cerita menarik dari perjuangan petani yang harus berjibaku dengan hujan dan serangan hama.</p>



<p>Anggota Kelompok Tani Sido Makmur, Kelurahan Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang, Sunarto, mengatakan bahwa harga tinggi memang membawa keuntungan. Namun, keuntungan itu tidak datang tanpa risiko.</p>



<p>&#8220;Petani memang sangat diuntungkan dengan harga yang tinggi. Tetapi dengan adanya musim hujan yang terjadi saat ini, hama juga sangat banyak,&#8221; kata Sunarto, Rabu (04/03/2026) tadi.</p>



<p>Menurutnya, hujan yang hampir turun setiap malam, mempercepat perkembangan hama thrips dan kutu kebul, yaitu musuh utama tanaman cabai. Sehingga, penyemprotan pestisida juga intens dilakukan. Jika pada musim kemarau cukup sekali dalam sepekan, kini harus menyemprot dua hingga tiga kali seminggu.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Kalau musim biasa seminggu sekali cukup. Sekarang bisa dua sampai tiga kali. Obatnya juga lebih banyak, hampir 100 persen lebih banyak dibanding musim tidak hujan. Sehingga, biaya produksi ikut melonjak. Keuntungan dari harga tinggi, sebagian terserap untuk membeli obat dan perawatan tambahan. Karena memang curah hujan lebat,” jelasnya.</p>



<p>Perjuangan itu, tambahnya, belum berhenti sampai di sana. Untuk mencapai panen puncak, petani harus bersabar. Dari lahan 2 ribu meter persegi tersebut, panen pertama hanya menghasilkan 19 kilogram. Panen kedua naik menjadi 80 kilogram. Produksi maksimal baru bisa dirasakan pada panen ke-9 hingga ke-11, dengan potensi mencapai 350 kilogram sekali petik.</p>



<p>“Kalau sudah puncak bisa sampai 350 kilo sekali panen. Tapi itu nanti di panen ke sembilan sampai sebelas,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/harga-cabai-tinggi-petani-lesanpuro-tetap-tertekan-biaya-obat-akibat-hama-dan-hujan/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230704</post-id>	</item>
		<item>
		<title>BPBD Kota Malang Rencanakan Pemindahan EWS di Titik Rawan Banjir Kelurahan Lesanpuro</title>
		<link>https://memontum.com/bpbd-kota-malang-rencanakan-pemindahan-ews-di-titik-rawan-banjir-kelurahan-lesanpuro</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Jan 2025 05:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Kelurahan]]></category>
		<category><![CDATA[Lesanpuro]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pemindahan]]></category>
		<category><![CDATA[rencanakan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218052</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang berencana memindahkan alat Early Warning System (EWS) dari salah satu lokasi yang dinilai kurang strategis ke area yang lebih membutuhkan. Hal ini dilakukan, untuk meningkatkan efektivitas mitigasi bencana banjir. Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Malang, Prayitno, menyampaikan bahwa pemindahan itu dilakukan juga berkaca dari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang berencana memindahkan alat Early Warning System (EWS) dari salah satu lokasi yang dinilai kurang strategis ke area yang lebih membutuhkan. Hal ini dilakukan, untuk meningkatkan efektivitas mitigasi bencana banjir.</p>



<p>Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Malang, Prayitno, menyampaikan bahwa pemindahan itu dilakukan juga berkaca dari kejadian banjir yang menimpa warga di sekitar aliran Sungai Amprong di Kelurahan Lesanpuro dan Kelurahan Madyopuro. &#8220;Kami akan memetakan ulang titik-titik penempatan EWS. Beberapa alat mungkin akan kami pindahkan ke lokasi yang lebih strategis. Di aliran Sungai Amprong ini hanya ada di Gang Sate, nanti akan kami tambahkan di beberapa titik aliran Sungai Amprong ini,&#8221; kata Prayitno, Kamis (02/01/2025) tadi.</p>



<p>Salah satu alat EWS yang direncanakan, akan dipindahkan yakni yang ada di kawasan Jalan Danau Ranau, Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Di lokasi tersebut menurutnya tidak terlalu berdampak karena genangan air hanya terjadi di jalan raya tanpa merendam rumah warga.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Dengan kondisi seperti ini, EWS di lokasi yang dampaknya kecil, seperti di Danau Ranau, mungkin akan kami pindahkan ke titik yang lebih rawan seperti Lesanpuro. Di sana, banyak rumah warga terendam saat banjir,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Dalam pemindahan EWS ini nantinya juga akan melibatkan para pejabat wilayah setempat, mulai dari camat, lurah dan para warga. Itu akan dilakukan di tahun 2025 ini. &#8220;Kami tidak akan berjalan sendiri. Pejabat wilayah harus terlibat agar EWS bisa dijaga bersama-sama,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Di akhir, Prayitno menuturkan bahwa untuk pengadaan EWS baru masih belum masuk dalam anggaran 2025. Itu karena sebelumnya, di wilayah tersebut tidak tercatat sebagai area rawan banjir. Namun, ke depan, BPBD akan mengusulkan EWS dengan fitur lebih canggih untuk memberikan peringatan lebih dini.</p>



<p>&#8220;Harga EWS bervariasi, mulai Rp 3,5 juta hingga Rp 150 juta tergantung fiturnya. Kami berharap bisa menyediakan EWS yang lebih sensitif, sehingga warga memiliki waktu evakuasi lebih lama, sekitar 10 menit sebelum banjir datang,&#8221; imbuh Prayitno. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218052</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hujan Deras Akibatkan Puluhan Rumah di Lesanpuro Terendam Banjir dan Lumpur Tebal</title>
		<link>https://memontum.com/hujan-deras-akibatkan-puluhan-rumah-di-lesanpuro-terendam-banjir-dan-lumpur-tebal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Dec 2024 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[akibatkan]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Lesanpuro]]></category>
		<category><![CDATA[lumpur,]]></category>
		<category><![CDATA[puluhan]]></category>
		<category><![CDATA[terendam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=217887</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Hujan deras yang terjadi pada Selasa (24/12/2024) sore hingga malam kemarin, mengakibatkan banjir yang merendam puluhan rumah warga di Kelurahan Lesanpuro, Jalan Ki Ageng Gribig, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang Gang 12. Akibatnya, masih banyak sisa lumpur yang tertinggal di rumah warga hingga hari ini, Rabu (25/12/2024) tadi. Ketua RW 04 Kelurahan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Hujan deras yang terjadi pada Selasa (24/12/2024) sore hingga malam kemarin, mengakibatkan banjir yang merendam puluhan rumah warga di Kelurahan Lesanpuro, Jalan Ki Ageng Gribig, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang Gang 12. Akibatnya, masih banyak sisa lumpur yang tertinggal di rumah warga hingga hari ini, Rabu (25/12/2024) tadi.</p>



<p>Ketua RW 04 Kelurahan Lesanpuro, Guntor, menyampaikan bahwa banjir itu berasal dari luapan Sungai Amprong ditambah dengan kiriman air dari daerah Tumpang. Sementara di RW 04, itu menjadi lokasi terdampak banjir paling parah.</p>



<p>&#8220;Banjir mulai terlihat sejak sore hari dan air baru surut pada malam hari. Ada sebanyak 80 rumah di RW 4 tergenang, sementara warga diungsikan ke mushola dan rumah tetangga yang aman. Tempat-tempat untuk jagongan di depan rumah juga terdampak,” kata Guntoro, saat ditemui tadi.</p>



<p>Guntoro juga mengeluhkan, karena kondisi sungai saat ini lebih dangkal dan ada pohon bambu yang masih tersangkut di aliran sungai. Sehingga, itu menurutnya dapat menghambat arus air. Pihaknya meminta agar Pemkot Malang dapat segera turun tangan.</p>



<p>&#8220;Karena untuk membersihkan bambu yang jatuh di sungai ini butuh alat berat. Kami khawatir apabila tidak segera ditangani, apalagi ini masih musim hujan,&#8221; tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Camat Kedungkandang, Fahmi Fauzan, menyebut bahwa ada tiga titik utama yang terdampak banjir. Pertama, di Gang Mirej, Kelurahan Madyopuro, Kota Malang, kedua, di Gang 12 Kelurahan Lesanpuro dan yang ketiga, di RW 3 Kelurahan Kedungkandang.</p>



<p>“Untuk di tiga lokasi itu, saat ini sedang dilakukan pembersihan. Beberapa warga sudah bisa menangani sendiri, hanya saja tinggal dilakukan pembersihan di jalan perumahan itu karena masih ada sisa-sisa lumpur,&#8221; ucap Fahmi.</p>



<p>Untuk saat ini, menurutnya di Gang Mirej dan Gang 12 sudah didirikan posko penampungan, dapur umum, serta distribusi makanan siap saji. Warga pun diperbolehkan untuk menyesuaikan kondisi masing-masing. Apabila rumah bisa ditempati maka itu diperbolehkan.</p>



<p>&#8220;Karena beberapa warga ada yang tidak mau dievakuasi dari rumah, karena banyak barang di rumahnya. Tapi secara umum untuk tempat penampungan sudah tersedia,&#8221; lanjutnya.</p>



<p>Diakhir, dalam penanganan pasca terjadi banjir menurutnya dibutuhkan alat berat dan telah dilakukan koordinasi bersama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR). “Dalam penanganan pasca banjir ini tidak bisa manual. Alat berat sudah dikerahkan untuk membantu pembersihan,” imbuh Fahmi. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">217887</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Datangi Pasar Lesanpuro, Abah Anton-Dimyati Didoakan Menang di Pilkada Kota Malang 2024</title>
		<link>https://memontum.com/datangi-pasar-lesanpuro-abah-anton-dimyati-didoakan-menang-di-pilkada-kota-malang-2024</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Oct 2024 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[anton-dimyati]]></category>
		<category><![CDATA[datangi]]></category>
		<category><![CDATA[didoakan]]></category>
		<category><![CDATA[Lesanpuro]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[menang]]></category>
		<category><![CDATA[pilkada]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=215958</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang, Abah Anton-Dimyati Ayatulloh, kedatangannya selalu dinanti dan menjadi perhatian masyarakat Kota Malang. Seperti halnya, saat datang ke Pasar Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Selasa (29/10/2024) tadi. Saat itu, para pedagang Pasar Lesanpuro, menyambut kehadiran Abah Anton, dengan penuh semangat. Bahkan, terdengar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang, Abah Anton-Dimyati Ayatulloh, kedatangannya selalu dinanti dan menjadi perhatian masyarakat Kota Malang. Seperti halnya, saat datang ke Pasar Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Selasa (29/10/2024) tadi.</p>



<p>Saat itu, para pedagang Pasar Lesanpuro, menyambut kehadiran Abah Anton, dengan penuh semangat. Bahkan, terdengar beberapa pengunjung pasar yang meneriakan nama Abadi (Abah Anton-Dimyati) menang total (Metal) dalam Pilkada 2024.</p>



<p>Pasangan Abadi sendiri, langsung disambut gempita oleh warga serta para pedagang yang sudah lama menantikan kehadiran Paslon dengan jargon Agamis, Bermartabat, Amanah, Dinamis dan Inovatif (ABADI) ini. Selama lebih dari 2,5 jam, Abah Anton dan Abah Dimyati berkeliling pasar yang dipadati sekitar 500 warga.</p>



<p>Abah Anton terlihat dikerumuni warga, baik itu yang ingin berbincang ataupun yang ingin bersalaman hingga meminta foto bersama. Tentunya, ini adalah bukti bahwa Abah Anton sangat dicintai masyarakat dan diharapkan kembali terpilih menjadi Wali Kota Malang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Seperti biasa, Abah Anton menyempatkan diri membeli barang jualan milik pedagang mulai dari kue, sayur hingga sandal. Dalam kesempatan tersebut, Abah Anton menyampaikan komitmen dan visi besar untuk Pasar Lesanpuro juga pasar-pasar lainnya di Kota Malang.</p>



<p>&#8220;Ke depan, pasar-pasar di Kota Malang akan dibenahi secara menyeluruh. Mulai dari hulu hingga hilir, bukan hanya sepotong-sepotong. Kami telah memikirkan cara untuk meramaikan pasar seperti tempat rekreasi, ada komitmen untuk itu,&#8221; ujar Abah Anton, yang disambut tepuk tangan para pedagang dan pengunjung pasar.</p>



<p>Abah Anton mengakui, bahwa salah satu tantangan utama Pasar Lesanpuro, adalah jumlah pengunjung yang masih kurang. Sehingga, pasar menjadi terasa sepi. Untuk itu, dirinya merencanakan berbagai kegiatan promosi dan event untuk menarik minat pengunjung.</p>



<p>“Pasar Lesanpuro nanti akan ramai dengan event-event dan promosi. Dan ini, berlaku juga untuk seluruh pasar di Kota Malang,” tambahnya.</p>



<p>Salah seorang pedagang yang biasa dipanggil Bu Niki, mengungkapkan dukungannya terhadap pasangan Abah Anton dan Abah Dimyati dengan tulus. &#8220;Abah Anton orangnya baik, semoga menang. Ojo nganti gak menang. Pasrah nang Gusti Allah, wong apik pasti direstui,” ucapnya berapi-api dan diamini pedagang lain serta warga yang menyaksikan. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">215958</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bobol Kotak Amal Musala di Lesanpuro Kota Malang, Seorang Wanita Ditangkap Warga</title>
		<link>https://memontum.com/bobol-kotak-amal-musala-di-lesanpuro-kota-malang-seorang-wanita-ditangkap-warga</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Sep 2023 07:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Ditangkap]]></category>
		<category><![CDATA[Lesanpuro]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[musala]]></category>
		<category><![CDATA[seorang]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=197995</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Seorang wanita berinisial MK (45), warga Jalan Beringin, Kecamatan Sukun, Kota Malang, tertangkap basah membobol dan mencuri uang kotak amal di Musala Nurus Syafa&#8217;ah Jalan Lesanpuro, Gang XVIII, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Selasa (12/09/2023) sekitar pukul 10.00. Saat ditangkap, MK tidak bisa mengelak karena warga sudah memergoki aksinya. Selain itu, di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Seorang wanita berinisial MK (45), warga Jalan Beringin, Kecamatan Sukun, Kota Malang, tertangkap basah membobol dan mencuri uang kotak amal di Musala Nurus Syafa&#8217;ah Jalan Lesanpuro, Gang XVIII, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Selasa (12/09/2023) sekitar pukul 10.00.</p>



<p>Saat ditangkap, MK tidak bisa mengelak karena warga sudah memergoki aksinya. Selain itu, di dalam tasnya juga ditemukan uang yang diduga hasil curian dari kotak amal, obeng, tang dan bor. Atas perbuatannya, MK segera dibawa ke Polsek Kedungkandang.</p>



<p>Menurut keterangan saksi mata, Marsiati (70), bahwa sebulan lalu juga pernah terjadi aksi pencurian uang kotak amal di lokasi yang sama. Dari rekaman CCTV, pelakunya juga seorang wanita.</p>



<p>&#8220;Tadi jam 10.00, ada wanita yang lewat depan rumah saya. Ciri-cirinya sama dengan wanita yang sebulan lalu dan pernah mencuri uang di musala. Saya kemudian mengikutinya dari belakang dan ternyata wanita itu menuju ke musala,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Pelaku dengan santainya masuk le dalam musala dan merusak dua kotak amal. &#8220;Pagar musala dalam keadaan tertutup, tetapi tidak dikunci. Sehingga, pelaku langsung masuk ke dalam musala. Tidak lama setelah itu, saya mendengar suara-suara gaduh seperti sedang membuka sesuatu,&#8221; jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Kejadian itu, pun dilaporkan ke takmir hingga bersama warga lain mendatangi lokasi. Tahu banyak orang datang, pelaku segera bergegas keluar dari musala. &#8220;Pelakunya langsung ditangkap. Saat itu 1 kotak amal sudah rusak dan uangnya telah hilang. Sedangkan 1 kotak amal lainnya dalam kondisi rusak, namun uangnya masih ada,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Junaedi Setiawan (24) warga yang ikut dalam penangkapan, mengatakan bahwa pelaku sudah mempersiapkan alat-alat untuk merusak kotak amal. &#8220;Ketika tas ransel milik pelaku dibuka, ternyata berisi berbagai peralatan seperti tang, obeng, dan bor berikut sejumlah uang curian dari kotak amal. Diketahui, pelaku melakukan pembobolan dengan cara merusak bagian kunci kotak amal,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Saat dimintai keterangan oleh warga, ternyata pelaku ini mengaku pernah melakukan aksi serupa di musala yang sama pada akhir Juli 2023 lalu. &#8220;Ketua RT kemudian menghubungi Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Wanita itu diserahkan ke Polsek Kedungkandang.</p>



<p>Sementara itu, Kapolsek Kedungkandang, Kompol Agus Siswo Hariyadi membenarkan adanya kejadian tersebut. &#8220;Dari hasil pemeriksaan, pelaku ini punya riwayat gangguan jiwa dan dikuatkan dengan dokumen yang ada. Kemudian, uang yang diambil tidak lebih dari Rp 200 ribu. Selanjutnya, akan kami pertemukan pihak warga dengan pihak keluarga pelaku untuk proses lebih lanjut,&#8221; tegasnya.<strong> (gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">197995</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bobol Kafe, Warga Lesanpuro Kota Malang Ditangkap Polisi</title>
		<link>https://memontum.com/bobol-kafe-warga-lesanpuro-kota-malang-ditangkap-polisi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Jun 2022 13:15:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Ditangkap Polisi]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Lesanpuro]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=170842</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Seorang tersangka pencurian, DTR alias Teguh (33), warfa Kelurahan Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, hingga Rabu (15/06/2022), masih meringkuk di balik jeruji besi Polsek Lowokwaru. Sebelumnya, dia ditangkap karena telah mebobol OZ Pool and Cafe di Jl Ikan Tombro, Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, beberapa waktu lalu. Informasi Memontum.com bahwa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Seorang tersangka pencurian, DTR alias Teguh (33), warfa Kelurahan Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, hingga Rabu (15/06/2022), masih meringkuk di balik jeruji besi Polsek Lowokwaru. Sebelumnya, dia ditangkap karena telah mebobol OZ Pool and Cafe di Jl Ikan Tombro, Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, beberapa waktu lalu.</p>



<p>Informasi Memontum.com bahwa pelaku melakukan aksinya pada Sabtu (30/04/2022), sekitar pukul 10.00. Pelaku membobol pintu kafe dan menguras perabotan di dalam nya. Aksi itu terekam CCTV hingga dilaporkan ke Polsek Lowokwaru.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/sasar-224-pemudik-dishub-kota-malang-tambah-kuota-mudik-gratis-jadi-enam-bus">Sasar 224 Pemudik, Dishub Kota Malang Tambah Kuota Mudik Gratis Jadi Enam Bus</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/musrenbang-rkpd-2027-bupati-ipuk-sebut-fokus-penguatan-sdm-ekonomi-berbasis-hirilisasi-dan-pariwisata">Musrenbang RKPD 2027, Bupati Ipuk Sebut Fokus Penguatan SDM, Ekonomi Berbasis Hirilisasi dan Pariwisata</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-malang-pastikan-sanksi-tegas-untuk-sppg-yang-langgar-sop">Wali Kota Malang Pastikan Sanksi Tegas untuk SPPG yang Langgar SOP</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/diduga-korupsi-pengadaan-jasa-outsourcing-kpk-tetapkan-bupati-pekalongan-sebagai-tersangka">Diduga Korupsi Pengadaan Jasa Outsourcing, KPK Tetapkan Bupati Pekalongan sebagai Tersangka</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/terdakwa-dugaan-penggelapan-emas-rp-33-miliar-minta-diskon-hukuman">Terdakwa Dugaan Penggelapan Emas Rp 3,3 Miliar Minta &#8216;Diskon&#8217; Hukuman</a></li>
</ul>


<p>Atas laporan itu, petugas melakukan penyelidikan hingga beberapa hari lalu berhasil menangkap Teguh di rumahnya. &#8220;Bahwa korban telah kehilangan satu buah CPU komputer server pool, dua buah tabung gas LPG, 15 pak rokok dan uang tunai senilai Rp 350 ribu. Kemudian, setelah dicek ternyata semuanya telah dicuri oleh seseorang yang terekam dalam CCTV,&#8221; jelas Kapolsek Lowokwaru Kompol Suyoto.</p>



<p>Dari tangan pelaku, petugas mengamankan satu unit sepeda motor Scoopy warna coklat hitam dengan nopol N 3526 ABG dan satu buah helm berwarna merah. Kemudian petugas juga mengamankan satu buah jaket warna hitam, satu buah tas warna coklat dan satu buah mesin kopi merk Ferrari Ferro berwarna silver. &#8220;Tersangka sudah kami tahan,&#8221; ujarnya. Kini petugas masih terus melakukan pengembangan. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">170842</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lahan Pemakaman Kian Menipis, Pemkot Malang Akan Bangun TPU Seluas 15 Ribu Meter Persegi di Lesanpuro</title>
		<link>https://memontum.com/lahan-pemakaman-kian-menipis-pemkot-malang-akan-bangun-tpu-seluas-15-ribu-meter-persegi-di-lesanpuro</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Dec 2021 10:13:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Lesanpuro]]></category>
		<category><![CDATA[pemakaman]]></category>
		<category><![CDATA[pemkot malang]]></category>
		<category><![CDATA[TPU]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=160213</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Ketersediaan lahan untuk pemakaman di Kota Malang, semakin lama dirasa kian menipis. Oleh karena itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) akan menambah lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU) di wilayah Lesanpuro. Pembahasan pembangunan TPU seluas kurang lebih 15.000 meter persegi ini, berlangsung dengan Forum Group Discussion (FGD) di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Ketersediaan lahan untuk pemakaman di Kota Malang, semakin lama dirasa kian menipis. Oleh karena itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) akan menambah lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU) di wilayah Lesanpuro.</p>



<p>Pembahasan pembangunan TPU seluas kurang lebih 15.000 meter persegi ini, berlangsung dengan Forum Group Discussion (FGD) di salah satu hotel Kota Malang, Selasa (14/12/2021). &#8220;Jadi kita sudah dapat Surat Keputusan (SK) Wali Kota terkait penggunaan lahan untuk makam di wilayah Lesanpuro. Sehingga hari ini kita agendakan FGD untuk membahas Detail Engineering Design (DED),&#8221; ujar Kepala DLH Kota Malang, Wahyu Setianto.</p>



<p>Dijelaskan Wahyu, terdapat dua SK Wali Kota yang diterimanya. Pertama, lahan dengan jumlah 11.000 sekian meter persegi, dan yang kedua lahan seluas lebih dari 3.000 meter persegi.</p>



<p>&#8220;Kalau ditotal kurang lebih 15.000 meter persegi lebih sedikit,&#8221; sambungnya.</p>



<p>Saat ini, di Kota Malang memiliki sembilan TPU, dimana lahannya telah menipis. Bahkan di satu makam, bisa menumpuk dua sampai empat jenazah.</p>



<p>&#8220;Sembilan TPU itu kondisinya sudah ditumpuk-tumpuk, penuh. Contoh saja di TPU Sukun, itu ada sampai empat jenazah yang ditumpuk, belum lagi di TPU Kasin. Jadi hitungannya sudah habislah, adapun  ya tinggal sedikit sekali,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/sasar-224-pemudik-dishub-kota-malang-tambah-kuota-mudik-gratis-jadi-enam-bus">Sasar 224 Pemudik, Dishub Kota Malang Tambah Kuota Mudik Gratis Jadi Enam Bus</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/musrenbang-rkpd-2027-bupati-ipuk-sebut-fokus-penguatan-sdm-ekonomi-berbasis-hirilisasi-dan-pariwisata">Musrenbang RKPD 2027, Bupati Ipuk Sebut Fokus Penguatan SDM, Ekonomi Berbasis Hirilisasi dan Pariwisata</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-malang-pastikan-sanksi-tegas-untuk-sppg-yang-langgar-sop">Wali Kota Malang Pastikan Sanksi Tegas untuk SPPG yang Langgar SOP</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/diduga-korupsi-pengadaan-jasa-outsourcing-kpk-tetapkan-bupati-pekalongan-sebagai-tersangka">Diduga Korupsi Pengadaan Jasa Outsourcing, KPK Tetapkan Bupati Pekalongan sebagai Tersangka</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/terdakwa-dugaan-penggelapan-emas-rp-33-miliar-minta-diskon-hukuman">Terdakwa Dugaan Penggelapan Emas Rp 3,3 Miliar Minta &#8216;Diskon&#8217; Hukuman</a></li>
</ul>


<p>Jika sesuai rencana, TPU Lesanpuro akan terealisasi pada tahun 2022 dengan fasilitas yang lebih lengkap dan lebih bagus dibandingkan sembilan titik sebelumnya. &#8220;Tadi ada masukan dari pak RW dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) terkait jalan. Nah sementara eksisting jalan ada 2 meter, padahal itu sangat kurang representatif. Apalagi, kalau ada ambulance papasan. Sehingga kita inventarisir dulu kekurangannya, apa harus pengadaan jalan, ada hibah dari warga, atau bagaimana. Nanti kita lapor ke pimpinan dulu,&#8221; terang Wahyu.</p>



<p>Selain itu, nantinya TPU Lesanpuro akan diberi fasilitas seperti Musholla, tempat istirahat, lahan parkir, dan pagar. Karena pembangunan fisik tidak terlalu banyak, Wahyu memprediksi anggaran yang dibutuhkan tak besar.</p>



<p>&#8220;Anggaran belum karena DED masih belum selesai. Tapi kemungkinan tidak terlalu besar, karena pembangunan fisiknya hanya seperti musholla, tempat berteduh, lahan parkir, tempat istirahat, dan pagar. Lalu nanti saya minta juga sudah ada sekat untuk kavling, jadi makamnya rapi,&#8221; beber Wahyu.</p>



<p>Meski begitu, TPU Lesanpuro ini nantinya bukan dikhususkan untuk semua agama. Pasalnya, jika dilihat di lapangan, TPU untuk non-muslim masih sangat mencukupi di Kota Malang.</p>



<p>&#8220;Ini bukan TPU Terpadu, kalau TPU Terpadu kan bisa dipakai ntuk semuanya agama. Jadi mungkin nanti cuma dipisah-pisah, ada tembok. Karena kalau TPU Terpadu memang butuh lebih luas lahannya. Sedangkan sementara ini kalau kita amati, TPU non-muslim masih mencukupi, tapi yang Islam sudah kehabisan,&#8221; terang Wahyu. <strong>(mus/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">160213</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Urban Farming Lesanpuro Wakili Kota Malang Lomba Bejo Jahe Merah</title>
		<link>https://memontum.com/urban-farming-lesanpuro-wakili-kota-malang-lomba-bejo-jahe-merah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Jul 2020 13:53:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Lesanpuro]]></category>
		<category><![CDATA[lomba]]></category>
		<category><![CDATA[Urban Farming]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/118961-urban-farming-lesanpuro-wakili-kota-malang-lomba-bejo-jahe-merah</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Di masa pandemi ini, masyarakat Kota Malang mulai menunjukan inovasi-inovasinya untuk menangkal virus Covid 19. Tidak hanya dengan kedisiplinan untuk menerapkan protokol kesehatan seperti physical distancing, menggunakan masker dan handsinitizer. Salah satu inovasi yaitu budi daya herbal seperti jahe. Pada hari jumat (10/7/2020) di kawasan Urban Farming Jl Danau Kerinci 7 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Di masa pandemi ini, masyarakat Kota Malang mulai menunjukan inovasi-inovasinya untuk menangkal virus Covid 19. Tidak hanya dengan kedisiplinan untuk menerapkan protokol kesehatan seperti physical distancing, menggunakan masker dan handsinitizer. Salah satu inovasi yaitu budi daya herbal seperti jahe.</p>
<p>Pada hari jumat (10/7/2020) di kawasan Urban Farming Jl Danau Kerinci 7 RT 4 RW 7 Lesanpuro digelar pembinaan terkait lomba Bejo Jahe Merah.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-118962" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200710-WA0124-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200710-WA0124-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200710-WA0124-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200710-WA0124-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200710-WA0124-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>RW 7 mewakili Kota Malang, bersaing dengan beberapa kota lain. Sebelumnya bersaing dengan kecamatan lain di Kota Malang.</p>
<p>&#8220;Bejo ini ada 7 kota. Malang dibagi 5 wilayah. Per kecamatan dibagi 3, yang masuk kecamatan Kedungkandang 2, sama Sukun Mulyorejo untuk mewakili Kota Malang,&#8221; ujar Lurah Lesanpuro Ahmad Zhuri.</p>
<p>Selain digelar lomba, sosialisasi juga sangat penting. Walikota Malang yang datang melakukan sosialisasi terhadap masyarakat sekitar. Sebelum terjadinya pandemi Covid 19 ini Malang Herbal jauh-jauh hari sudah direncanakan untuk menguatkan imune masyarakat dari segala virus.</p>
<p>&#8220;Kami secara masif per kelurahan akan melakukan gerakan penanaman herbal. Kami juga bekerjasama dengan Bintang 7 dan nanti kita tambah juga dengan penanaman sirih,&#8221; ujar Walikota Malang Sutiaji.</p>
<p>Kesadaran masyarakat yang sangat penting juga akan diimbaukan, ini sangat bermanfaat dan seharusnya seluruh masyarakat Kota Malang dapat berinovasi lebih lagi agar dapat bermanfaat bagi semuanya.</p>
<p>&#8220;Ketika masyarakat sudah sadar akan peran tumbuhan ini walaupun Covid 19 sudah selesai. Apapun jenis penyakit yang berkaitan dengan virus, bisa tertahan dengan herbal ini. Namun tetap saja kebersihan lingkungan juga penting,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Walikota Malang juga mengimbau untuk meningkatkan Urban Farming ini lebih luas lagi. Bukan hanya tanaman herbal tetapi juga ada tanaman sayuran dan rempah sehingga juga dapat bermanfaat lebih lagi bagi masyarakat.</p>
<p>&#8220;Namanya juga Urban Farming ya nanti bisa di tanam di sekitar rumah di teras. Di lahan-lahan kosong di sekitar rumah. Kita akan membiasakan masyarakat untuk penanaman rempah lalu di konsumsi,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Ekonomi sekarang yang sedang merosot, membuat pemerintah semakin tertantang untuk dapat memaksimalkan potensi-potensi dari masyarakat. Pemerintah Kota Malang juga akan berencana, memberikan bantuan kepada masyarakat yang kreatif seperti ini agar dapat lebih meningkat dan baik.</p>
<p>&#8220;Bantuan dari pemerintah untuk relokasi pendanaan dari kelurahan nanti kita akan buatkan. Ada sekitar 57 kelurahan kita akan proses nanti, semoga ini akan meningkatkan kreatifitas masyarakat dan kita akan memaksimalkan,&#8221; tutupnya. <strong>(mg1/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">118961</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Partai Perindo Berbagi Untuk Masyarakat</title>
		<link>https://memontum.com/partai-perindo-berbagi-untuk-masyarakat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Nov 2017 04:48:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Lesanpuro]]></category>
		<category><![CDATA[partai perindo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/4103-partai-perindo-berbagi-untuk-masyarakat</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kepedulian Partai Perindo untuk menyejahterakan masyarakat sudah tidak perlu diragukan lagi. Seperti halnya yang dilakukan oleh DPD Partai Perindo Kota Malang pada Sabtu (3/11/2017) siang. Meskipun hujan cukup lebat mengguyur Kota Malang dan sekitarnya, tidak menyurutkan DPD Partai Perindo untuk berbagi dan bersilaturahmi bersama warga Kelurahan Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Memontum Kota Malang &#8211; Kepedulian Partai Perindo untuk menyejahterakan masyarakat sudah tidak perlu diragukan lagi. Seperti halnya yang dilakukan oleh DPD Partai Perindo Kota Malang pada Sabtu (3/11/2017) siang. Meskipun hujan cukup lebat mengguyur Kota Malang dan sekitarnya, tidak menyurutkan DPD Partai Perindo untuk berbagi dan bersilaturahmi bersama warga Kelurahan Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.</p>
<p>Ketua  DPD Partai Perindo Kota Malang, Laily Fitriyah Liza min Nelly, hadir menyatu dengan warga Lesanpuro. Tanpa mengenal lelah, Nelly bersilaturrahmi ke rumah warga dan juga menampung aspirasi dari masyarakat, mengetahui permasalahan-permasalahan yang ada. Selai  itu DPD Partai Perindo juga berbagi untuk warga kurang mampu. Mereka membagikan beras kepada warga kurang mampu.</p>
<p>&#8220;Ini adalah kegiatan rutin yang akan kami lakukan secara berkesinambungan dan terus menerus di 5 kecamatan dan 57 Kelurahan di Kota Malang. Kita datang dan berbagi untuk menyejahterakan masyarakat. Untuk setiap kelurahan kami memberikan bantuan untuk 100 KK kurang mampu,&#8221; Nelly.</p>
<p>Mereka berkumpul dan berbagi kebahagiaan. Bersama pengurus DPC Kedungkandang dan Ranting Kelurahan Lesanpuro,  Nelly juga memaparkan mengenai visi dan misi Partai Perindo untuk masyarakat Kota Malang. Dia juga memaparkan rencana kerja Partai Perindo Kota Malang baik jangka pendek, menengah dan jangka panjang.</p>
<p>Sosok Nelly memang cukup menarik perhatian masyarakat. Bagaimana tidak, selain serius dalam memaparkan tentang Partai Perindo, Nelly juga menyelinginya dengan joke yang mengundang tawa. Tentunya hal itu dilakukan supaya masyarakat yang mendengar paparan  tidak tegang dan dapat tertawa bersama. Tentunya yang terpenting adalah kebersamaan Partai Perindo dan masyarakat. Menyambung tali silaturrahmi agar Partai Perindo semakin dekat dengan masyarakat.</p>
<p>&#8220;Tujuan utama dari kegiatan ini  adalah menyambung tali silaturrahmi ,mendekatkan Partai Perindo dengan masyarakat dan membumikan cita cita Partai Perindo di tengah tengah masyarakat sebagai pemilik kedaulatan demokrasi, dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk Masyarakat. Kegiatan ini akan terus kami lakukan untuk masyarakat semakin sejahtera,&#8221; ujar Nelly. <strong>(gie/jun)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4103</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
