<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>LESBUMI &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/lesbumi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 20 Sep 2025 10:56:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>LESBUMI &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Lesbumi Kota Malang Hadirkan Festival Sekarbanjar Ketiga</title>
		<link>https://memontum.com/lesbumi-kota-malang-hadirkan-festival-sekarbanjar-ketiga</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Sep 2025 13:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[hadirkan]]></category>
		<category><![CDATA[ketiga]]></category>
		<category><![CDATA[LESBUMI]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[sekarbanjar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226103</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Festival Sekarbanjar kembali digelar untuk ketiga kalinya pada Jumat (19/09/2025) hingga Sabtu (20/09/2025) di kawasan Genting, Kelurahan Merjosari, Kota Malang. Gelaran yang bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, ini resmi dibuka oleh Sekretaris PCNU Kota Malang, KH Dr Faisol Fatawi, Jumat (19/09/2025) malam. Dalam sambutannya, KH Faisol Fatawi, memberikan apresiasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Festival Sekarbanjar kembali digelar untuk ketiga kalinya pada Jumat (19/09/2025) hingga Sabtu (20/09/2025) di kawasan Genting, Kelurahan Merjosari, Kota Malang. Gelaran yang bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, ini resmi dibuka oleh Sekretaris PCNU Kota Malang, KH Dr Faisol Fatawi, Jumat (19/09/2025) malam.</p>



<p>Dalam sambutannya, KH Faisol Fatawi, memberikan apresiasi atas konsistensi Lesbumi Kota Malang dan warga Genting dalam menjaga tradisi dan budaya lokal melalui Festival Sekarbanjar. Menurutnya, sejak pertama kali digelar pada 2023, festival tersebut menjadi ruang kebersamaan yang menguatkan kehidupan sosial masyarakat.</p>



<p>“Sekarbanjar ini punya makna indah. Sekar berarti bunga, banjar berarti barisan. Jadi saya artikan bunga-bunga yang berjejer rapi, melambangkan keindahan yang terus tumbuh dan harus dilestarikan,” katanya.</p>



<p>Di tahun ini, Festival Sekarbanjar mengusung tema Tawasul Rasul Membuhul Asal Usul, sebagai bentuk persembahan cinta kepada Nabi Muhammad SAW. Tak hanya itu, festival tersebut juga menjadi ajang penghormatan terhadap leluhur, alam dan budaya setempat.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Ketua SC Panitia Festival Sekarbanjar, Eko B Siswandoyo, menjelaskan bahwa rangkaian acara dimulai sehari sebelumnya dengan Saba Sumber dan Tandur Wit di Sumber Serut, Genting Lowokwaru, pada Kamis (18/09/2025). Kegiatan tersebut berupa susur mata air sekaligus menanam pohon Gayam dan Sukun sebagai simbol penghormatan pada alam.</p>



<p>&#8220;Pada Jumat paginya kemarin, agenda dilanjutkan dengan ziarah makam leluhur, kirab budaya pada malam harinya, serta pementasan seni tradisi Topeng Menak. Kemeriahan festival juga semakin terasa dengan berbagai hiburan rakyat, mulai dari Buto Gedruk, bantengan, hingga jemparingan,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Tidak hanya itu, para warga juga turut serta dalam lomba-lomba untuk anak-anak, pemberian Anugerah Sekarbanjar, hingga ritual jabutan, sebuah tradisi khas yang sarat makna kebersamaan. Puncak acara berlangsung pada Sabtu (20/09/2025) malam, dengan pengajian maulid yang menghadirkan KH Dr Rijal Mummaziq.</p>



<p>“Festival ini bukan hanya perayaan, tetapi juga pengikat rasa cinta pada Nabi, leluhur, dan bumi tempat kita berpijak,” imbuh Eko. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226103</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hadiri Pembukaan Festival Sekarbanjar Lesbumi NU, Plt Gubernur Jatim Ingatkan Pelestarian Budaya</title>
		<link>https://memontum.com/hadiri-pembukaan-festival-sekarbanjar-lesbumi-nu-plt-gubernur-jatim-ingatkan-pelestarian-budaya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Oct 2023 09:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[gubernur]]></category>
		<category><![CDATA[hadiri]]></category>
		<category><![CDATA[ingatkan]]></category>
		<category><![CDATA[LESBUMI]]></category>
		<category><![CDATA[pelestarian]]></category>
		<category><![CDATA[pembukaan]]></category>
		<category><![CDATA[sekarbanjar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=199330</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Plt Gubernur Jawa Timur (Jatim), Emil Elestianto Dardak, membuka kegiatan perayaan Maulid Nabi Muhammad pada Festival Sekarbanjar Lesbumi NU di Jalan Sumber Serut Dusun Genting RW 07, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jumat (06/10/2023) sore. Dalam kesempatan tersebut, pria yang kerap disapa Emil, itu menyoroti pentingnya pelestarian budaya di Jawa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Plt Gubernur Jawa Timur (Jatim), Emil Elestianto Dardak, membuka kegiatan perayaan Maulid Nabi Muhammad pada Festival Sekarbanjar Lesbumi NU di Jalan Sumber Serut Dusun Genting RW 07, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jumat (06/10/2023) sore.</p>



<p>Dalam kesempatan tersebut, pria yang kerap disapa Emil, itu menyoroti pentingnya pelestarian budaya di Jawa Timur, khususnya di Kota Malang. Menurutnya, ada beberapa aspek yang menjadikan perayaan tersebut penting dalam konteks pelestarian budaya dan nilai-nilai keagamaan.</p>



<p>“Pertama, semua melihat bahwa Nahdlatul Ulama (NU) ini kiprahnya dan juga kehadirannya sangat luas di seluruh penjuru Jawa Timur. Artinya memiliki jejaring yang luar biasa, maka apabila NU punya kepedulian kepada pelestarian budaya, tentunya akan sangat efektif juga untuk mengungkit minat dari berbagai kalangan,&#8221; kata Emil.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kemudian, ditambahkannya jika melalui kegiatan tersebut juga untuk menyadari bahwa sebagai masyarakat yang beriman dan bertaqwa. Sehingga, dalam jalur berbudaya tersebut, juga di dalam jalur yang dituntun oleh para kiai.</p>



<p>“Tentu melalui kegiatan ini juga untuk menghidupkan dan menyemarakkan budaya guna menjaga warisan budaya leluhur. Selain itu, festival ini juga memiliki potensi untuk mengembangkan pariwisata di wilayah Sumber Serut, yang diharapkan akan lebih dikenal oleh masyarakat luas,” katanya.</p>



<p>Lebih lanjut, saat disinggung mengenai penyeimbangan antara bernegara, beragama dan berbudaya, Emil menyampaikan bahwa negara Indonesia diberdiri di atas cita-cita. Dimana perbedaan budaya bukan penghalang untuk bersatu. Selain itu, negara Indonesia juga didirikan atas landasan ketuhanan, sehingga budaya adalah anugerah yang harus disyukuri.</p>



<p>&#8220;Semua budaya bersumber dari Yang Maha Kuasa. Mari kita kemudian lestarikan. Maka ini kemudian membuat antara konsep kenegaraan, konsep kebudayaan, dan konsep keagamaan ini menjadi satu, tidak sejalan dengan konsep lainnya,&#8221; imbuh Emil. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">199330</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tawasul Kebangsaan Haul Bung Karno di Pendopo Kepanjen, Bupati Malang Apresiasi Langkah Lesbumi NU</title>
		<link>https://memontum.com/tawasul-kebangsaan-haul-bung-karno-di-pendopo-kepanjen-bupati-malang-apresiasi-langkah-lesbumi-nu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Jun 2022 11:08:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Malang]]></category>
		<category><![CDATA[LESBUMI]]></category>
		<category><![CDATA[NU]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=171266</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi hadiri Tawassul Kebangsaan dalam rangka memperingati Haul Ke-52 Bung Karno dan Menyambut Hari Santri Nasional di Pendopo Panji, Kepanjen, Kabupaten Malang, Kamis (23/06/2022). &#8220;Atas nama Pemerintah Kabupaten Malang, kami mengapresiasi langkah Lesbumi NU Kabupaten Malang yang menginisiasi terselenggaranya kegiatan ini,&#8221; kata Sanusi. Bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengingatkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi hadiri Tawassul Kebangsaan dalam rangka memperingati Haul Ke-52 Bung Karno dan Menyambut Hari Santri Nasional di Pendopo Panji, Kepanjen, Kabupaten Malang, Kamis (23/06/2022). &#8220;Atas nama Pemerintah Kabupaten Malang, kami mengapresiasi langkah Lesbumi NU Kabupaten Malang yang menginisiasi terselenggaranya kegiatan ini,&#8221; kata Sanusi.</p>



<p>Bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengingatkan kembali jasa Bung Karno, terutama perannya dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. &#8220;Mudah-mudahan makna dari pelaksanaan kegiatan ini dapat memberikan spirit bagi kita, dan semoga mampu memberikan manfaat positif bagi masyarakat, bangsa dan negara. Peringatan Haul Bung Karno ini harus dijadikan sebagai sumber inspirasi dan kreatifitas,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-malang-pastikan-harga-bahan-pangan-turun">Wali Kota Malang Pastikan Harga Bahan Pangan Turun</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-ajak-masyarakat-taat-pajak-dan-tertib-laporan-spt-tahunan">Bupati Lumajang Ajak Masyarakat Taat Pajak dan Tertib Laporan SPT Tahunan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/1-270-pedagang-pasar-induk-gadang-direlokasi-swadaya-ke-lahan-sewa">1.270 Pedagang Pasar Induk Gadang Direlokasi Swadaya ke Lahan Sewa</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/soroti-masalah-pendidikan-di-kabupaten-malang-bupati-sanusi-terima-audiensi-bersama-bem">Soroti Masalah Pendidikan di Kabupaten Malang, Bupati Sanusi Terima Audiensi bersama BEM</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tinjau-relokasi-pasar-induk-gadang-pemkot-malang-pastikan-pedagang-pindah-usai-lebaran">Tinjau Relokasi Pasar Induk Gadang, Pemkot Malang Pastikan Pedagang Pindah Usai Lebaran</a></li>
</ul>


<p>Sanusi juga menyatakan bahwa Tawassul Kebangsaan ini, sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan anak bangsa kepada the founding fathers Republik Indonesia. &#8220;Mari kita maknai kegiatan ini sebagai spirit, untuk memberikan kontribusi pemikiran positif kepada negeri ini, selagi kita masih muda, enerjik, intelek dan kreatif,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Bupati Malang berpesan kepada Lesbumi NU Kabupaten Malang, yang notabene merupakan lembaga yang bergerak di bidang seni dan budaya, agar senantiasa mampu untuk memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat.</p>



<p>&#8220;Tentunya edukasi dan sosialisasi tersebut dilakukan melalui program &#8211; program yang dapat menumbuhkan semangat nasionalisme, semangat untuk mencintai produk dan kebudayaan dalam negeri serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila dan ajaran agama,&#8221; terang Sanusi. Kegiatan ini dimulai dengan pemberian Gunungan dari Bupati Malang kepada Dalang Ki Ardi Purbo Antono, sebagai tanda dimulainya Pagelaran Wayang Kulit. Sebagai informasi, bahwa dalam kegiatan ini turut hadir diantaranya Ketua DPRD Kabupaten Malang, Darmadi, Kejari Kabupaten Malang, Diah Yuliastuti, Keluarga Besar Lesbumi NU PBNU hingga PCNU.<strong> (cw1/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">171266</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkab Gelar Seminar Sejarah Gajah Mada Putra Lamongan, Ketua Lesbumi PBNU Agus Sunyoto Ungkap fakta-fakta Baru Gajah Mada di Lamongan</title>
		<link>https://memontum.com/pemkab-gelar-seminar-sejarah-gajah-mada-putra-lamongan-ketua-lesbumi-pbnu-agus-sunyoto-ungkap-fakta-fakta-baru-gajah-mada-di-lamongan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Dec 2019 12:03:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Gajah Mada]]></category>
		<category><![CDATA[LESBUMI]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Seminar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/101179-pemkab-gelar-seminar-sejarah-gajah-mada-putra-lamongan-ketua-lesbumi-pbnu-agus-sunyoto-ungkap-fakta-fakta-baru-gajah-mada-di-lamongan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Siapa tak kenal Gajah Mada? sosok yang selalu mengingatkan orang pada Sumpah Amukti Palapa, penaklukan Nusantara, hingga peristiwa berdarah di alun-alun Bubat. Namun siapa sangka sosok Perdana Menteri Kemaharajaan Majapahit yang dikenal sebagai panglima perang yang selalu unggul dalam pertempuran adalah seorang negarawan, intelektual hukum dan birokrat yang ulung. Menurut hasil penelitian [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Siapa tak kenal Gajah Mada? sosok yang selalu mengingatkan orang pada Sumpah Amukti Palapa, penaklukan Nusantara, hingga peristiwa berdarah di alun-alun Bubat. Namun siapa sangka sosok Perdana Menteri Kemaharajaan Majapahit yang dikenal sebagai panglima perang yang selalu unggul dalam pertempuran adalah seorang negarawan, intelektual hukum dan birokrat yang ulung.</p>
<p>Menurut hasil penelitian yang telah dilakukan sejarawan yang juga Ketua Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PBNU Agus Sunyoto, terungkap fakta-fakta baru Gajah Mada.</p>
<p>Versi Agus Sunyoto, aturan hukum Kerajaan Majapahit dibuat dari pemikiran Gajah Mada. Itu disampaikannya saat hadir sebagai pembicara dalam Seminar Sejarah PU Gajah Mada Putra Lamongan di Pendopo Lokatantra, Rabu (4/12/2019).</p>
<p>Hal ihwal Gajah Mada sebagai putra Lamongan juga sudah dibukukannya dengan judul yang sama. Menurut dia, Gajah Mada yang membuat berbagai norma hukum di era Majapahit. Mulai dari hukum ekonomi pasar, hukuman bagi yang melakukan perzinahan, hingga aturan hukum perlindungan terhadap kaum perempuan.</p>
<p>Perdana Menteri Gajah Mada menurutnya membuat aturan dengan sangat detail. Mulai dari hukum perdagangan, yakni bagi penjual yang melakukan kecurangan akan mendapat hukuman setimpal.</p>
<p>Selain itu juga ada hukuman bagi yang melakukan zina, dan hukuman berat terhadap pelecehan seksual.</p>
<p>“Perlindungan terhadap perempuan di masa Gajah Mada luar biasa tingginya, hingga pelaku pemerkosa di hukum mati,” ungkapnya.</p>
<p>Sementara itu Bupati Fadeli berharap penuh untuk terus berupaya mengungkap fakta dibalik sejarah yang banyak ditulis selama ini.</p>
<p>Fakta Gajah Mada lahir di Lamongan dengan nama kecil Joko Modo ditunjukkanya dengan adanya makam ibundanya, Nyi Andong Sari di Dusun Cancing Desa Sendangrejo Kecamatan Ngimbang.</p>
<p>Kemudian adanya Situs Sitinggil di Desa Mojorejo Kecamatan Modo yang diyakni tempat Joko Modo melakukan ritual ibadah. Serta adanya Prasasti Biluluk yang menegaskan arti penting dna strategis Lamongan di masa lalu.</p>
<p>Dia berharap fakta siapa sebenarnya Gajah Mada. Terutama semangatnya, dari orang berkasta rendah hingga menjadi menteri besar agar dipahami oleh generasi muda saat ini.</p>
<p>“Upaya menyakinkan bahwa Gajah Mada putra Lamongan tidak boleh berhenti sampai seminar ini saja. Sampaikan kepada masyarakat siapa sebenarnya Gajah Mada, Anak-anak Lamongan harus bangga dengan Lamongan yang memiliki arti penting dan strategis di masa Airlangga dan Majapahit.” ujar Fadeli.<strong> (aju/zen/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">101179</post-id>	</item>
		<item>
		<title>LESBUMI Lamongan Jelajah Sejarah dan Ngaji Relief, Cara Beda Peringati HSN</title>
		<link>https://memontum.com/lesbumi-lamongan-jelajah-sejarah-dan-ngaji-relief-cara-beda-peringati-hsn</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Nov 2019 02:18:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Santri Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[LESBUMI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/99100-lesbumi-lamongan-jelajah-sejarah-dan-ngaji-relief-cara-beda-peringati-hsn</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Beragam cara dalam mengisi peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2019 di Lamongan, Jawa Timur. Bahkan sampai saat juga masih berlansung. Seperti yang dilakukan Pimpinan Cabang (PC) Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) Lamongan. Minggu, (3/11/2019). Lesbumi memperingatinya dengan menggelar Jelajah Sejarah dan Ngaji Relief. Ketua PC Lesbumi Lamongan, Supriyo mengungkapkan, PC Lesbumi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Beragam cara dalam mengisi peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2019 di Lamongan, Jawa Timur. Bahkan sampai saat juga masih berlansung. Seperti yang dilakukan Pimpinan Cabang (PC) Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) Lamongan. Minggu, (3/11/2019).</p>
<p>Lesbumi memperingatinya dengan menggelar Jelajah Sejarah dan Ngaji Relief.</p>
<p>Ketua PC Lesbumi Lamongan, Supriyo mengungkapkan, PC Lesbumi memberi warna berbeda dalam rangkaian HSN.</p>
<p>Dan ia meyakini jelajah sejarah dilakukan dengan mendatangi situs-situs bersejarah yang ada di wilayah pantura Lamongan, yakni Makam Sunan Drajat, Petirtan Brumbun dan Makam Sunan Sendang Duwur, tidak dilakukan di lain daerah Lamongan.</p>
<p>“Belajar sejarah sangat penting, termasuk mengaji relief,” katanya.</p>
<p>Lokasi yang dipilih adalah lokasi yang terkait dengan kesejarahan, dimana lokasi situs Drajat dan Sendang Duwur merupakan 2 situs islam yang cukup tua di wilayah pantura.</p>
<p>Menurut Supriyo, Jelajah Sejarah dalam rangkaian peringatan HSN 2019 oleh Lesbumi merupakan salah satu cara Lesbumi untuk memberikan edukasi kepada generasi muda terkait situs-situs bersejarah agar kelestariannya tetap terjaga.</p>
<p>Sebab, realitanya masih banyak kalangan yang kurang memiliki perhatian yang serius terhadap situs-situs masa awal perkembangan islam.</p>
<p>Dalam kegiatan jelajah, para peserta juga diajak untuk mempelajari relief-relief yang terdapat pada situs yang di kunjungi.</p>
<p>“Baik dari sisi kajian kesejarahan terhadap situs maupun upaya pelestarian terhadap situs,” ujarnya.</p>
<p>Intinya mengkaji dan memahami makna simbolik dari relief yang ada di situs-situs tersebut.</p>
<p>Seperti pahatan Singo Mengkok di bangunan cungkup makam Drajat dan juga di dinding-dinding gapura paduraksa di Sendang Duwur. <strong>(dc/zen/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">99100</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
