<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Mengungsi &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/mengungsi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 20 Nov 2025 06:52:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Mengungsi &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Bupati Lumajang Minta Warga di Zona Merah untuk Mengungsi ke Lokasi Evakuasi</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-lumajang-minta-warga-di-zona-merah-untuk-mengungsi-ke-lokasi-evakuasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Nov 2025 13:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Evakuasi]]></category>
		<category><![CDATA[lokasi]]></category>
		<category><![CDATA[Mengungsi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227886</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menghimbau warga agar mereka yang berada di zona merah awan panas guguran (APG) Gunung Semeru, seperti warga Desa Sumberwuluh, Jugosari, Kecamatan Candipuro, serta Kecamatan Pronojiwo, untuk segera mengungsi ke lokasi evakuasi yang telah disiapkan pemerintah. Himbauan itu disampaikan, seiring meningkatnya status Gunung Semeru saat ini berada pada Level [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menghimbau warga agar mereka yang berada di zona merah awan panas guguran (APG) Gunung Semeru, seperti warga Desa Sumberwuluh, Jugosari, Kecamatan Candipuro, serta Kecamatan Pronojiwo, untuk segera mengungsi ke lokasi evakuasi yang telah disiapkan pemerintah. Himbauan itu disampaikan, seiring meningkatnya status Gunung Semeru saat ini berada pada Level IV (Awas) per pukul 17.00 WIB.</p>



<p>“Keselamatan warga adalah prioritas utama. Evakuasi ini dilakukan, agar setiap keluarga terlindungi dan prosesnya sudah dirancang dengan aman dan tertib,” kata Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang, Rabu (19/11/2025) tadi.</p>



<p>Pemerintah daerah dan BPBD Lumajang, pun telah menyiapkan lokasi evakuasi yang layak, serta melakukan koordinasi dengan aparat desa dan relawan untuk mempermudah mobilisasi warga. Setiap keluarga, diimbau untuk membawa perlengkapan penting secara sederhana, seperti masker, air minum, obat-obatan, dan dokumen penting.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Bunda Indah juga menekankan, bahwa langkah ini adalah langkah pencegahan, bukan tanda kepanikan. “Dengan kesiapsiagaan yang tepat, kita menghadapi situasi ini dengan tenang. Pemerintah bersama masyarakat selalu siap mendukung dan menjaga keselamatan warga,” tambahnya.</p>



<p>BPBD Lumajang dan pemerintah daerah terus memantau kondisi Semeru secara real time dan akan memberikan informasi terbaru melalui kanal resmi. Masyarakat diingatkan untuk mengutamakan informasi resmi dan menghindari rumor yang belum terverifikasi, sehingga rasa aman dan tenang tetap terjaga. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227886</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Desa Tambakrejo Malang Kembali Diterjang Banjir, 119 KK Terdampak dan Mengungsi</title>
		<link>https://memontum.com/desa-tambakrejo-malang-kembali-diterjang-banjir-119-kk-terdampak-dan-mengungsi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Nov 2024 14:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[diterjang]]></category>
		<category><![CDATA[kembali]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Mengungsi]]></category>
		<category><![CDATA[tambakrejo]]></category>
		<category><![CDATA[terdampak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=217131</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Kawasan Dusun Sendang Biru, Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, dikepung banjir, dengan ketinggian 100 cm hingga 150 cm, Jumat (29/11/2024) tadi. Diantara wilayah yang terendam banjir, seperti di kawasan RT 6, 9, 10, dan RT 27/RW 02, juga terjadi di RT 2 dan RT 6/ RW 02 serta di RT [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Kawasan Dusun Sendang Biru, Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, dikepung banjir, dengan ketinggian 100 cm hingga 150 cm, Jumat (29/11/2024) tadi. Diantara wilayah yang terendam banjir, seperti di kawasan RT 6, 9, 10, dan RT 27/RW 02, juga terjadi di RT 2 dan RT 6/ RW 02 serta di RT 21/RW 04, Dusun Sendang Biru.</p>



<p>Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malang, Ichwanul Muslimin, mengatakan bahwa berdasarkan data yang diperoleh, jumlah warga terdampak sampai saat ini ada 119 KK dengan unit rumah terdampak sebanyak 111 rumah. &#8220;Jumlah warga yang mengungsi sejumlah 50 KK, karena rumahnya tergenang banjir dan warga mengungsi ke tempat kerabat di dekat lokasi kejadian yang tidak tergenang air. Saat ini warga mendirikan dapur umum yang berlokasi 200 m dari lokasi kejadian, operasional dapur umum menggunakan bantuan logistik dari pihak desa, kelompok nelayan dan warga,&#8221; jelasnya, Jumat (29/11/2024) malam.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Diketahui, bahwa dapur umum sampai saat ini sudah dibangun dan melayani kebutuhan untuk 250-300 jiwa. &#8220;Untuk pencukupan kebutuhan air bersih, saat ini air bersih dilaksanakan swadaya oleh warga. Bagi warga terdampak, juga dilaksanakan pemeriksaan kesehatan oleh Puskesmas Sitiarjo,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Sedangkan rekomendasi kebutuhan untuk saat ini, diantaranya Alkon, Sembako untuk dapur umum, distribusi air bersih dan paket sandang. &#8220;Posko untuk penerimaan distribusi bantuan dipusatkan di Musala Nurul Falah di RT 21/RW 4 Dusun Sendang Biru,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Untuk saat ini, lanjutnya, Muspika Sumbermanjing Wetan sedang mempersiapkan tempat pengungsian di Penginapan Al Baqor milik Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Timur yang berkapasitas 40 orang. Dengan penghuni diprioritaskan untuk pengungsi Lansia dan anak-anak. Lokasi tempat pengungsian berjarak 500 m dari lokasi terdampak. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">217131</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Banjir Kiriman Terjang Kabupaten Probolinggo, Tiga Desa Terdampak dan Warga Mengungsi ke Kecamatan</title>
		<link>https://memontum.com/banjir-kiriman-terjang-kabupaten-probolinggo-tiga-desa-terdampak-dan-warga-mengungsi-ke-kecamatan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Mar 2024 15:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan]]></category>
		<category><![CDATA[kiriman]]></category>
		<category><![CDATA[Mengungsi]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[terdampak]]></category>
		<category><![CDATA[terjang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=206975</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Ratusan rumah di tiga desa di Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, terendam banjir akibat air bah kiriman, Sabtu (09/03/2024) sore. Akibat kejadian itu, ratusan warga pun harus mengungsi ke Kantor Kecamatan Dringu. Pantauan Memontum.com hingga Sabtu malam, warga yang terdampak harus diungsikan ke Kantor Kecamatan Dringu. Rata-rata, warga yang mengungsi ini mulai dari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Ratusan rumah di tiga desa di Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, terendam banjir akibat air bah kiriman, Sabtu (09/03/2024) sore. Akibat kejadian itu, ratusan warga pun harus mengungsi ke Kantor Kecamatan Dringu.</p>



<p>Pantauan Memontum.com hingga Sabtu malam, warga yang terdampak harus diungsikan ke Kantor Kecamatan Dringu. Rata-rata, warga yang mengungsi ini mulai dari perempuan, Lansia dan anak-anak.</p>



<p>Ketua RT08/RW03, Dusun Satrean, Desa Kedungdalem, Kecamatan Dringu, Basuki Hariyanto, mengatakan bahwa air bah datang secara tiba-tiba menerjang rumah. Akibatnya, banyak warga yang tidak bisa menyelamatkan harta bendanya. Termasuk, dirinya pun harus ikut mengungsi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Jadi air tiba-tiba datang, mas. Karena air dengan cepat masuk ke pemukiman, saya perintahkan warga saya untuk mengungsi. Termasuk saya, juga harus mengungsi di Kantor Kecamatan Dringu,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Umar Syarif, mengatakan bahwa saat ini petugas BPBD masih fokus pada evakuasi warga yang terdampak banjir. Untuk sementara, warga yang terdampak mengungsi di Kantor Kecamatan Dringu.</p>



<p>Ditambahkannya, terdapat tiga desa yang terendam banjir. Yakni, Desa Kedungdalem, Dringu dan Desa Kalisalam. Sementara, tinggi air yang merendam tiga desa tersebut hingga saat ini, sangat bervariasi. Namun yang pasti, warga dibuat terkejut dengan musibah ini.</p>



<p>&#8220;Kami sudah berkoordinasi dengan stakeholder terkait. Untuk Minggu (10/03/2025) besok, kami upayakan untuk melakukan pembersihan material. Termasuk, kita akan evaluasi kemungkinan yang bisa dilakukan, seperti mendirikan dapur umum,&#8221; ujarnya. <strong>(nun/pix/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">206975</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Antisipasi Longsor Susulan, Pemkot Malang Imbau Warga Mengungsi Sementara</title>
		<link>https://memontum.com/antisipasi-longsor-susulan-pemkot-malang-imbau-warga-mengungsi-sementara</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Mar 2024 07:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Mengungsi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[sementara]]></category>
		<category><![CDATA[susulan,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=207515</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Enam rumah warga yang terdampak bencana tanah longsor di Jalan Terusan Tanjung Putra Yudha V, RW 09, Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang, mengaku siap pindah sementara waktu. Itu dilakukan, guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya tanah longsor susulan. Salah satu warga terdampak, Joko, menyampaikan jika pihaknya tidak keberatan apabila sementara waktu tidak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Enam rumah warga yang terdampak bencana tanah longsor di Jalan Terusan Tanjung Putra Yudha V, RW 09, Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang, mengaku siap pindah sementara waktu. Itu dilakukan, guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya tanah longsor susulan.</p>



<p>Salah satu warga terdampak, Joko, menyampaikan jika pihaknya tidak keberatan apabila sementara waktu tidak menempati rumahnya. Sebab, ada resiko yang bakal terjadi, jika tetap bertahan di lokasi yang masih rawan itu.</p>



<p>“Takutnya itu kalau malam hari, apalagi kalau sampai terjadi hujan. Jadi, memang lebih baik mengungsi dahulu sementara waktu,” ucap Joko, Sabtu (09/03/2024) tadi.</p>



<p>Joko sendiri, di rumah itu tinggal bersama dengan sang istri dan kedua orang anaknya. Ke depan, pihaknya akan mengungsi di rumah saudaranya yang berada di Kabupaten Malang. “Sementara ini pindah di rumah kakak, tetapi nanti Senin rencananya mau pindah dahulu ke Desa Jedong, Wagir, Kabupaten Malang,” tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, Prayitno, mengatakan jika pihaknya bersama dengan Lurah Tanjungrejo telah melakukan koordinasi, untuk mengimbau warga yang terdampak. Sebab, tanah longsor tersebut sangat rawan tergerus atau terjadi bencana susulan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Kita sudah koordinasi dengan lurah, agar warga tidak menempati dahulu sampai dengan plengsengan selesai diperbaiki. Enam rumah yang terdampak ini, sudah diungsikan agar tidak menempati, karena ini kan rawan tergerus,” kata Prayitno.</p>



<p>Kemudian, dikatakan jika tanah yang ada di area tersebut merupakan tanah gembur dan urukan. Terlebih, juga sudah pernah diplengseng. Apalagi, kejadian tanah ambrol itu sudah kesekian kalinya terjadi, saat musim hujan tiba.</p>



<p>“Jadi air hujan yang terus turun berhari-hari itu menumpuk di bawah dan menambah beban tanah. Jadi tembok plengsengan itu terisi air terus. Akhirnya tidak mampu menahan. Saat ini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sudah meninjau dan memang bulan ini cuaca ektrem,” ujarnya.</p>



<p>Lebih lanjut, Pemerintah Kota Malang melalui BPBD juga telah memberikan beberapa bantuan kepada warga yang terdampak bencana tersebut. Seperti bantuan makanan dan minuman, hingga terpal untuk mengurangi dampak tanah yang tergerus air.</p>



<p>“Kami dari BPBD Kota Malang sudah kirim terpal, sudah kami siapkan 15 dan sudah terpasang 6, itu tentunya untuk mengurangi dampak tanah yang tergerus air. Selain itu, kami siapkan sesek kurang lebih 170 lembar ukuran 1,5 x 2 meter, untuk penahan sementara. Setiap rumah juga sudah dibantu dengan diberikan makanan dan minuman satu box,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">207515</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Lumajang Tetapkan Tanggap Darurat 14 Hari dan Minta Warga Mengungsi Sementara</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-lumajang-tetapkan-tanggap-darurat-14-hari-dan-minta-warga-mengungsi-sementara</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Jul 2023 18:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[darurat]]></category>
		<category><![CDATA[hari]]></category>
		<category><![CDATA[Mengungsi]]></category>
		<category><![CDATA[minta]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[sementara]]></category>
		<category><![CDATA[tanggap]]></category>
		<category><![CDATA[tetapkan]]></category>
		<category><![CDATA[warga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192665</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Pasca terjadinya bencana banjir lahar dingin Gunung Semeru, Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, menetapkan masa tanggap darurat selama 14 hari ke depan. Itu dikatakannya, saat meninjau lokasi pengungsian di Balai Desa Jarit, Candipuro, Jumat (07/07/2023) malam. &#8220;Saya sudah menetapkan masa tanggap darurat selama 14 hari. Saya menugaskan Pak Sekda, untuk menunjuk Satgas Darurat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Pasca terjadinya bencana banjir lahar dingin Gunung Semeru, Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, menetapkan masa tanggap darurat selama 14 hari ke depan. Itu dikatakannya, saat meninjau lokasi pengungsian di Balai Desa Jarit, Candipuro, Jumat (07/07/2023) malam.</p>



<p>&#8220;Saya sudah menetapkan masa tanggap darurat selama 14 hari. Saya menugaskan Pak Sekda, untuk menunjuk Satgas Darurat Bencana,&#8221; kata Cak Thoriq-sapaan Bupati Lumajang.</p>



<p>Cuaca ekstrim dengan intensitas hujan tinggi selama beberapa hari ini, tambahnya, mengakibatkan banjir dan tanah longsor di beberapa wilayah di Kabupaten Lumajang. Bahkan, terjangan keras material lahar dingin Semeru juga mengakibatkan beberapa jembatan mengalami kerusakan hingga terputus total.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Bupati mengungkapkan, bahwa fokus utama saat ini adalah keselamatan jiwa. Di tengah intensitas hujan yang masih tinggi ini, dirinya mengimbau agar warga di tepian sungai untuk mengungsi sampai kondisi dipastikan aman. &#8220;Masyarakat yang ada di tepian lahar kita evakuasi di tempat pengungsian di beberapa balai desa termasuk yang ada di Balai Desa Jarit ini,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Pemerintah Kabupaten Lumajang terus melakukan asesmen untuk menginventarisir dampak yang ditimbulkan akibat bencana alam ini. &#8220;Yang perlu kita segerakan adalah normalisasi akses segera bisa diurai, dibersihkan. Berikutnya, kita akan menginventarisir infrastruktur yang perlu kita benahi kembali, beberapa jembatan yang ada di jalan kabupaten juga terputus kita inventarisir,&#8221; tambahnya. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192665</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Rumah Terendam Banjir, Keluarga Bupati Jember Mengungsi ke Lantai 2</title>
		<link>https://memontum.com/rumah-terendam-banjir-keluarga-bupati-jember-mengungsi-ke-lantai-2</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Jan 2022 15:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Mengungsi]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Terendam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=161949</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Penyebab meluapnya aliran Sungai Kali Jompo, Senin (17/01/2022) sejak pukul 18.00, karena curah hujan tinggi di lereng Gunung Argopuro dan Gunung Pasang. Hujan dengan intensitas tinggi terjadi di kawasan Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi (Sebelumnya tertulis Desa Slawu, Kecamatan Patrang, red) sejak pukul 15.00. Kenaikan debit air berlangsung cepat, laporan dari TRC BPBD [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Penyebab meluapnya aliran Sungai Kali Jompo, Senin (17/01/2022) sejak pukul 18.00, karena curah hujan tinggi di lereng Gunung Argopuro dan Gunung Pasang. Hujan dengan intensitas tinggi terjadi di kawasan Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi (Sebelumnya tertulis Desa Slawu, Kecamatan Patrang, red) sejak pukul 15.00.</p>



<p>Kenaikan debit air berlangsung cepat, laporan dari TRC BPBD Jember terpantau ketinggian air mencapai 2 meter. Terkait dampak dari luapan air Sungai Kali Jompo itu, menyebabkan pemukiman warga di sejumlah titik wilayah di Kecamatan Kaliwates terdampak banjir. Diantaranya, Jalan Bromo, Jalan Kertanegara (belakang Rumah Makan Lumintu) dan Jalan Sentot Prawirodirjo (belakang Hotel Aston).</p>



<p>Selain itu, juga diketahui rumah pribadi Bupati Jember, Hendy Siswanto di Jalan Sultan Agung, Lingkungan Kampung Ledok, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, juga terendam banjir setinggi 2 meter. Saat dikonfirmasi di rumahnya, Bupati Hendy mengatakan, terkait dampak banjir hampir terjadi di beberapa wilayah, khususnya Kecamatan Kaliwates.</p>



<p>&#8220;Termasuk rumah saya juga terdampak. Dan ini memang banjir tahunan dan rumah saya juga mesti terdampak,&#8221; kata Bupati Hendy saat meninjau banjir di rumahnya.</p>



<p>Banjir tersebut, lanjut Bupati Hendy, karena curah hujan tinggi yang berasal dari wilayah atas. &#8220;Dari Gunung Pasang, yang jelas dari kaki Gunung Argopuro. Dan ini bukan banjir bandang, namun karena intensitas air yang cukup tinggi (luapan aliran Sungai Kali Jompo),&#8221; ujarnya.</p>



<p>Sebelumnya, terkait dampak banjir, kata Hendy, tidak hanya berdampak pada rumahnya saja. &#8220;Tingginya air tadi setinggi dada saya. Sebelumnya sempat dua meteran. Tetangga saya di belakang rumah, tenggelam semua itu rumahnya. Ada sekitar 30 rumah tenggelam,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Namun demikian, kata Hendy, terkait banjir yang juga berdampak di rumahnya, sudah dilakukan pemetaan wilayah agar dampaknya tidak meluas. &#8220;Biasanya kalau sudah banjir setinggi ini, tidak ada banjir lagi berikutnya,&#8221; ujar Hendy.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-malang-rencanakan-bangun-skywalk-di-dua-lokasi-dari-dana-bank-dunia">Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/objek-wisata-banyuwangi-2026-perkuat-seni-dan-budaya-masyarakat">Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/cara-unik-umkm-malang-kenalkan-gamis-bordir-gandeng-petugas-kebersihan-jadi-model-ramadan">Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kecamatan-lumbang-dan-potensi-produksi-madu-yang-dihasilkan">Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antisipasi-pewarna-makanan-berlebih-wali-kota-malang-siapkan-tes-sampel-di-pasar-takjil">Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil</a></li>
</ul>


<p>Hendy juga menyampaikan, terkait dampak banjir baik di rumahnya maupun rumah warga, sementara juga ada 4 rumah yang pemiliknya harus mengungsi. &#8220;Khawatir berdampak atau mengkhawatirkan, jadi mengungsi dahulu. Tapi ini sudah mulai surut. Nanti mereka kembali lagi. Khusus keluarga saya, sementara ke lantai 2,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Terpisah, Kepala BPBD Jember, Sigit Akbari mengatakan bahwa untuk data sementara dari TRC BPBD Jember, ada beberapa sungai yang meluap. &#8220;Yakni di aliran Sungai kawasan (Kelurahan) Jumerto. Tadi juga naik dua meteran. Kemudian sekitar kawasan Sungai (Jalan) Bromo, tadi air juga naik dan keruh,&#8221; kata Sigit.</p>



<p>Kemudian, di kawasan Jembatan Semangir, Kelurahan Mangli menjadi pantauan TRC BPBD Jember. &#8220;Tapi masih aman meskipun sempat banjir sebentar. Total ada 6 titik lokasi banjir dari data TRC BPBD Jember, sementara ini. Yang meluber di aliran Sungai Kali Jompo ini,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Terkait banjir di rumah Bupati Jember, Sigit menambahkan juga menjadi langganan. &#8220;Juga menjadi indikator jika (rumah bupati) banjir. Maka (pemukiman) di belakangnya juga tergenang,&#8221; sambungnya.</p>



<p>Ditanya soal data rumah terendam atau terdampak banjir, pihaknya masih melakukan pendataan. &#8220;Masih pendataan, ada jembatan putus juga, jalan tergerus infonya masih kami telusuri. Juga ada warga yang terisolir karena jembatan putus itu. Masih kami data,&#8221; ujarnya lagi.</p>



<p>Pantauan di lokasi rumah Bupati Jember Hendy Siswanto, untuk dampak banjir saat ini air dikuras dan disedot menggunakan alkon koordinasi antara TRC BPBD Jember, relawan, Petugas Damkar dan Penyelamatan Pemkab Jember. <strong>(rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">161949</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Awan Panas Semeru Tak Membuat Masyarakat Mengungsi, Bupati Tetap Minta Berjaga</title>
		<link>https://memontum.com/awan-panas-semeru-tak-membuat-masyarakat-mengungsi-bupati-tetap-minta-berjaga-2</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Jan 2021 05:29:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Awan Panas]]></category>
		<category><![CDATA[Mengungsi]]></category>
		<category><![CDATA[semeru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=132243</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, mengimbau agar masyarakat tetap tenang mensikapi aktifitas Gunung Semeru yang kembali mengeluarkan Awan Panas Guguran (APG) pada Sabtu (16/01) pukul 17.24. Dalam pantauan Minggu pagi ini, kondisi terkini Gunung Semeru oleh pos pantau, dinyatakan aman. &#8220;Meski mengeluarkan awan, namun kondisi tidak mengkhawatirkan. Ini merupakan aktifitas rutin Semeru,&#8221; kata [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, mengimbau agar masyarakat tetap tenang mensikapi aktifitas Gunung Semeru yang kembali mengeluarkan Awan Panas Guguran (APG) pada Sabtu (16/01) pukul 17.24. Dalam pantauan Minggu pagi ini, kondisi terkini Gunung Semeru oleh pos pantau, dinyatakan aman.</p>



<p><br>&#8220;Meski mengeluarkan awan, namun kondisi tidak mengkhawatirkan. Ini merupakan aktifitas rutin Semeru,&#8221; kata Bupati saat dimintai keterangan di Pendopo Arya Wiraraja.</p>



<p>Berdasarkan pengamatan di Pos Pantau di Gunung Sawur, Minggu pagi ini kondisi Gunung Semeru kembali normal dengan status Level II (Waspada). Meski dinyatakan kembali normal, Bupati menyampaikan bahwa TNI-Polri beserta BPBD Kabupaten Lumajang, tetap standby di lokasi untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat sekitar.</p>



<p>&#8220;BPBD tetap standby, dilaporkan bahwa masyarakat juga tidak ada yang mengungsi atau mengevakuasi diri. Tetapi, masyarakat tetap berjaga sebagai langkah antisipasi,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Bupati menjelaskan, bahwa dampak dari Awan Panas Guguran Gunung Semeru sejumlah daerah dilaporkan mengalami hujan abu vulkanik. &#8220;Hujan abu dilaporkan terjadi di Kecamatan Senduro dan Pasrujambe dan ada yang memberi laporan ke saya di Probolinggo juga sempat terjadi hujan abu,&#8221; ungkapnya. <strong>(kom/adi/ryk/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">132243</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
