<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Musim Penghujan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/musim-penghujan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 12 Oct 2022 07:54:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Musim Penghujan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pergantian Musim, Kadinkes Kabupaten Malang Ingatkan Warga untuk Antisipasi Batuk dan Pilek</title>
		<link>https://memontum.com/pergantian-musim-kadinkes-kabupaten-malang-ingatkan-warga-untuk-antisipasi-batuk-dan-pilek</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Oct 2022 16:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Kadinkes]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[musim hujan]]></category>
		<category><![CDATA[Musim Penghujan]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[Perubahan Musim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=176651</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Memasuki musim penghujan atau pergantian musim dari panas ke penghujan, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Malang, drg Wiyanto Wijoyo, mengingatkan warga kabupaten agar mewaspadai gejala batuk dan pilek. Kedua penyakit ini, biasa akan diderita masyarakat, ketika tidak mampu menjaga keseimbangan badan atau kesehatan. &#8220;Iya, sekarang sudah memasuki pergantian musim. Karena musim yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Memasuki musim penghujan atau pergantian musim dari panas ke penghujan, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Malang, drg Wiyanto Wijoyo, mengingatkan warga kabupaten agar mewaspadai gejala batuk dan pilek. Kedua penyakit ini, biasa akan diderita masyarakat, ketika tidak mampu menjaga keseimbangan badan atau kesehatan.</p>



<p>&#8220;Iya, sekarang sudah memasuki pergantian musim. Karena musim yang akan dihadapi adalah penghujan, maka biasa penyakit yang datang adalah batuk dan pilek. Inilah, yang harus diwaspadai,&#8221; ujar Kadinkes Kabupaten Malang Sabtu (08/10/2022) petang.</p>



<p>Untuk mengantisipasi batuk dan pilek, Wiyanto mengatakan, tentunya setiap warga harus menjaga keseimbangan tubuhnya masing-masing. Salah satunya, biasanya multi vitamin.</p>



<p>&#8220;Yang paham kondisi atau ketahanan tubuhnya seperti apa, tentunya masing-masing orang atau warga. Inilah, yang harus diantisipasi, agar tidak sampai sakit,&#8221; paparnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dalami-laporan-pelayanan-mbg-dprd-kota-malang-akan-panggil-sppg">Dalami Laporan Pelayanan MBG, DPRD Kota Malang Akan Panggil SPPG</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-malang-sampaikan-lkpj-2025-dprd-akan-dalami-sumber-surplus-anggaran">Wali Kota Malang Sampaikan LKPJ 2025, DPRD Akan Dalami Sumber Surplus Anggaran</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antrean-pasar-murah-membludak-meski-munculkan-kecewa-diskopindag-kota-malang-bakal-lakukan-evaluasi">Antrean Pasar Murah Membludak Meski Munculkan Kecewa, Diskopindag Kota Malang Bakal Lakukan Evaluasi</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kualitas-indek-pelayanan-publik-pemkab-lumajang-kian-meningkat-dan-masuk-kategori-sangat-tinggi">Kualitas Indek Pelayanan Publik Pemkab Lumajang Kian Meningkat dan Masuk Kategori Sangat Tinggi</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-probolinggo-lantik-67-pejabat-administrator-dan-pengawas">Wali Kota Probolinggo Lantik 67 Pejabat Administrator dan Pengawas</a></li>
</ul>


<p>Selain mengantisipasi datangnya penyakit batuk dan pilek, Kadinkes Wiyanto juga meminta, agar masyarakat turut mengantisipasi datangnya nyamuk demam berdarah. Caranya, tentunya dengan menerapkan 3M. Dengan langkah ini, diharapkan tidak ada warga kabupaten yang terserang penyakit demam berdarah.</p>



<p>&#8220;Karena masa peralihan, pastinya juga harus mengantisipasi datangnya nyamuk demam berdarah. Jadi, antisipasi dengan melakukan 3M, harus dilakukan. Ini juga, yang perlu dilakukan oleh warga,&#8221; paparnya.</p>



<p>Seiring dengan datangnya musim peralihan, Kadinkes Wiyanto juga berharap, agar wilayah-wilayah yang biasa terjadi banjir, pun juga melakukan antisipasi. Selain banjir yang bisa dialami warga, tentunya langkah preventif mencegah datangnya penyakit.</p>



<p>&#8220;Ketika banjir, pasti air akan menggenang. Inilah yang harus dilakukan, ketika air menggenang. Sehingga, jangan sampai ada penyakit yang muncul,&#8221; terangnya seraya berharap agar musibah banjir yang sampai masuk ke pemukiman warga tidak terjadi. <strong>(sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">176651</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sampah di Sungai Mayangan Jadi Perhatian Wali Kota Probolinggo</title>
		<link>https://memontum.com/sampah-di-sungai-mayangan-jadi-perhatian-wali-kota-probolinggo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Mar 2021 13:31:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Dibuang ke Sungai]]></category>
		<category><![CDATA[DLH Kota Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Habib Hadi Zainal Abidin]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Musim Penghujan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=136125</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo – Walikota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin, mengimbau agar masyarakat tidak lagi membuang sampah ke sungai. Selain dapat mengakibatkan banjir, juga dapat memicu kualitas air sungai menjadi tercemar. Hal ini diungkapkan Wali Kota, sehubungan dengan banyaknya sampah di sungai yang ada di Wilayah Kecamatan Mayangan. Tepatnya, di Timur Terminal Cargo, yang ada di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> – Walikota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin, mengimbau agar masyarakat tidak lagi membuang sampah ke sungai. Selain dapat mengakibatkan banjir, juga dapat memicu kualitas air sungai menjadi tercemar.</p>



<p>Hal ini diungkapkan Wali Kota, sehubungan dengan banyaknya sampah di sungai yang ada di Wilayah Kecamatan Mayangan. Tepatnya, di Timur Terminal Cargo, yang ada di Jalan Patimura Rt 01 Rw 08 Gang Tajungan, Kelurahan Mangunharjo. Hingga saat ini, masih dihiasi dengan sampah.</p>



<p>Sampah plastik masih menjadi paling dominan ditemukan di bantaran sungai. Sampah yang tak bisa terurai ini menjadi kendala yang paling serius. Perlu kesadaran bersama masyarakat untuk menjaga lingkungan sungai, terutama agar kualitas air sungai tersebut dapat senantiasa bersih.</p>



<p><strong><a href="https://memontum.com/136102-hebohpuluhan-orang-ambil-paksa-jenazah-pasien-covid-19-di-rsu-wanolangan-dringu-probolinggo#ixzz6oFBXkM7u" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Baca Juga : Heboh…Puluhan Orang Ambil Paksa Jenazah Pasien Covid-19 di RSU Wanolangan Dringu Probolinggo</a></strong></p>



<p>“Sampah di tepian sungai yang ada di wilayah kecamatan Mayangan menjadi PR bersama, Pemkot Probolinggo berupaya terus mengimbau agar dengan kesadaran sendiri tidak membuang sampah sembarangan, apalagi itu dilakuan disaat musim penghujan,” terangnya, Jumat (05/03) tadi.</p>



<p>Kepala DLH Kota Probolinggo, Rachmadeta Antariksa, mengatakan meski ditengah pandemi Corona Covid-19, petugas terus melakukan upaya pembersihan. Jika sudah bersih, sebaiknya dijaga bersama agar tidak ada lagi sampah yang dibuang di sungai.</p>



<p>“Beberapa waktu lalu petugas membersihkan sampah di bantaran sungai yang ada di wilayah Rt 01 Rw 08, tepatnya di sisi Timur Terminal Cargo. “Ayo kita jaga kebersihan lingkungan kita bersama, jangan membuang sampah di sungai,” himbaunya.</p>



<p>Dengan begitu, sambungnya, kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan semakin meningkat guna menciptakan keindahan aliran sungai harus tetap terjaga. “Setiap hari petugas membersihkan sampah di sekitar lokasi dan diharapkan tidak ada lagi sampah yang dibuang ke sungai,” harapnya.<strong>(geo/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">136125</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dewan Minta Perbaikan Jalan, DPUPR Probolinggo Pastikan Penanganan Usai Penyerapan</title>
		<link>https://memontum.com/dewan-minta-perbaikan-jalan-dpupr-probolinggo-pastikan-penanganan-usai-penyerapan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Jan 2021 07:46:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Anggaran]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Kota]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Kota Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[memontum]]></category>
		<category><![CDATA[Musim Penghujan]]></category>
		<category><![CDATA[pemeliharaan jalan]]></category>
		<category><![CDATA[perbaikan jalan]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=132764</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Ketua Komisi III DPRD Kota Probolinggo, Agus Riyanto, meminta agar Dinas Pekerjaan Umum (DPUPR) Kota Probolinggo, segera proaktif mensikapi sejumlah ruas jalan yang mulai mengalami kerusakan. Caranya, segera mungkin melakukan perawatan jalan yang rusak sehingga tidak membahayakan pengguna jalan atau masyarakat. “Kami meminta kepada Dinas PUPR, untuk segera melakukan perbaikan jalan yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo </strong>&#8211; Ketua Komisi III DPRD Kota Probolinggo, Agus Riyanto, meminta agar Dinas Pekerjaan Umum (DPUPR) Kota Probolinggo, segera proaktif mensikapi sejumlah ruas jalan yang mulai mengalami kerusakan. </p>



<p>Caranya, segera mungkin melakukan perawatan jalan yang rusak sehingga tidak membahayakan pengguna jalan atau masyarakat.</p>



<p>“Kami meminta kepada Dinas PUPR, untuk segera melakukan perbaikan jalan yang rusak. Seperti yang ada di Jalan Semeru, agar tidak membahayakan bagi para pengguna jalan,” katanya, Kamis (21/01) tadi. </p>



<p>Agus mengaku, akibatnya banyaknya jalan yang rusak selama musim penghujan, dirinya kerap mendapat laporan dan keluhan dari masyarakat. </p>



<p>Harapannya, masyarakat minta Pemerintah Kota, memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat pengguna jalan.</p>



<p>“Sering saya mendapat laporan kerusakan jalan. Masyarakat meminta, segera ada penanganan,” tegas Agus.</p>



<p>Kabid Pemeliharaan Jalan Dinas PUPR, Andung, mengklaim perbaikan jalan sudah dikerjakan oleh pihaknya. Namun, dirinya mengakui bahwa belum semua jalan rusak tertangani. </p>



<p>“Anggaran yang disiapkan memang belum bisa diserap. Sehingga, penanganan masih menunggu anggaran,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Untuk menekan potensi kecelakaan lalu lintas, pihaknya telah memasang sejumlah rambu-rambu jalan. Dengan harapan, pengguna jalan bisa lebih berhati-hati.</p>



<p>“Sampai sekarang, dokumen pengisian anggaran masih belum turun. Sehingga, penanganan kerusakan jalan belum bisa dilakukan,” terangnya. <strong>(geo/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">132764</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dinkes Minta Empat Kecamatan Urban Waspada DB</title>
		<link>https://memontum.com/dinkes-minta-empat-kecamatan-urban-waspada-db</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Nov 2020 09:38:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[langkah 3m]]></category>
		<category><![CDATA[Musim Penghujan]]></category>
		<category><![CDATA[waspada db]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=126947</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Musim penghujan yang sudah mulai intens selama beberapa hari terakhir, menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang. Mensikapi perkembangan itu, dinas berharap agar empat kecamatan urban, yakni Kecamatan Turen, Kepanjen, Singosari dan Kecamatan Lawang, ekstra waspada terhadap munculnya demam berdarah. &#8220;Selain tetap waspada dan menjalankan protokol kesehatan, dalam mengantisipasi penyebaran Covid [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Musim penghujan yang sudah mulai intens selama beberapa hari terakhir, menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang. Mensikapi perkembangan itu, dinas berharap agar empat kecamatan urban, yakni Kecamatan Turen, Kepanjen, Singosari dan Kecamatan Lawang, ekstra waspada terhadap munculnya demam berdarah.</p>
<p>&#8220;Selain tetap waspada dan menjalankan protokol kesehatan, dalam mengantisipasi penyebaran Covid 19, warga juga diharapkan melakukan antisipasi serupa terhadap perkembangan nyamuk demam berdarah. Karena, saat ini sudah memasuki musim penghujan dan perkembangbiakan nyamuk demam berdarah, juga perlu diwaspadai,&#8221; kata Kepala Dinkes Kabupaten Malang, drg Arbani Mukti Wibowo, seusai mengikuti peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW di Pendopo Kepanjen, Rabu (4/11).</p>
<p>Dari data terakhir sebelum pandemi Covid 19, atau sekitar Februari 2020, Kecamatan Turen masih berada di zona tidak aman dalam mengantisipasi demam berdarah. Sementara tiga kecamatan urban lainnya, masih di urutan di bawah Kecamatan Turen, yang artinya perlu tetap melakukan antisipasi.</p>
<p>&#8220;Kalau dibilang aman, tentu masih belum. Karena, kecamatan urban masih menjadi memiliki ancaman dalam perkembangan DB,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Disinggung langkah antisipasi, Arbani menjelaskan, harapannya seperti perusahaan, perkantoran hingga sekolah, meminimalisir keberadaan bak mandi ketika membuat kamar mandi. Karena, bak mandi yang dibuat, tidak dalam kondisi tertutup dan minim pengawasan jentik nyamuk. Jadi, bisa digunakan nyamuk untuk bersarang dan berkembang biak.</p>
<p>&#8220;Kalau pun membuat kamar mandi baru, lebih praktis dengan menggunakan ember, yang tentu saja bisa dibuka dan tutup. Atau yang lebih bagusnya, menggunakan shower. Sehingga, bisa mengurangi perkembangbiakan nyamuk,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>Masih menurut Arbani, yang perlu dipahami pula, bahwa selain langkah 3M (menguras, menutup dan mengubur) serta memperhatikan bak mandi, juga pada tempat-tempat air bersih. Seperti bak mandi rumah, itu relatif mudah dalam pengawasan, karena setiap hari selalu digunakan. Namun, berbeda dengan kamar mandi umum atau seperti perkantoran, perusahaan atau sekolah.</p>
<p>Bagaimana dengan penanganan pasien atau warga yang terkena DB, mantan Direktur RSUD Lawang ini mengatakan, puskesmas di seluruh kecamatan di Kabupaten Malang, siap merawat dan memberikan pengobatan. Artinya, ketika ada gejala demam, apalagi sampai tiga hari, segera melakukan pemeriksaan.</p>
<p>&#8220;Gejala demam berdarah sekarang, itu tidak seperti yang sudah-sudah. Artinya, bintik merah pada tubuh atau lengan, belum tentu terlihat di masing-masing penderita. Namun, gejala demam selama tiga hari berturut-turut, adalah yang menjadi identik atau perlu dilakukan pemeriksaan,&#8221; imbuhnya.<strong> (sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">126947</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Satlantas Batu Warning Jalan Ir Soekarno Dadaprejo</title>
		<link>https://memontum.com/satlantas-batu-warning-jalan-ir-soekarno-dadaprejo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Nov 2020 10:18:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan Ir Soekarno Dadaprejo]]></category>
		<category><![CDATA[kota batu]]></category>
		<category><![CDATA[Musim Penghujan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=126770</guid>

					<description><![CDATA[Musim Penghujan, Kontur Jalan Harus Diwaspadai Memontum Kota Batu &#8211; Arus balik paska libur panjang, menjadi perhatian serius Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kota Batu. Mensikapi kepadatan arus kendaraan plus hujan deras yang acapkali mengguyur, petugas kepolisian mengingatkan kawasan-kawasan di Kota Batu, yang harus senantiasa diwaspadai kontur jalannya. &#8220;Untuk pengendara yang sedang perjalanan arus balik dari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h3><strong>Musim Penghujan, Kontur Jalan Harus Diwaspadai</strong></h3>
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Arus balik paska libur panjang, menjadi perhatian serius Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kota Batu. Mensikapi kepadatan arus kendaraan plus hujan deras yang acapkali mengguyur, petugas kepolisian mengingatkan kawasan-kawasan di Kota Batu, yang harus senantiasa diwaspadai kontur jalannya.</p>
<p>&#8220;Untuk pengendara yang sedang perjalanan arus balik dari Kota Batu menuju ke Kota Malang, agar berhati-hati saat melintas di Jalan Ir. Soekarno, Dadaprejo, Kota Wisata Batu. Karena, kontur tanah di lokasi selain menurun, juga bergelombang. Jadi, harus sabar dan hati2,&#8221; kata anggota Satlantas Polresta Batu, Briptu Herry Suratin.</p>
<p>Selain kondisi jalan, dirinya menjelaskan, bahwa di lokasi itu menjadi titik pertemuan antara kendaraan yang hendak ke Kota Batu, atau pun meninggalkan Kota Batu. Sehingga, kepadatan kendaraan lumayan tinggi.</p>
<p>&#8220;Jalanan basah berpotensi kendaraan selip. Perlu diperhatikan, bahwa pintu masuk ke Kota Batu yakni, sepanjang jalan Ir. Soekarno berbeda dengan ruas jalan lain yang melebar,&#8221; paparnya.</p>
<p>Hal yang tidak kalah pentingnya, tambahnya, kita jangan lupa dengan kondis pandemi saat ini. Sehingga, berfikir terlebih dahulu sebelum bertindak. &#8220;Jangan lupa juga dengan protokol kesehatan. Sehingga, selama di jalan senantiasa aman,&#8221; ujarnya. <strong>(mg2/sit)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">126770</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Musim Penghujan, Kota Surabaya Merekah dengan Bunga Tabebuya</title>
		<link>https://memontum.com/musim-penghujan-kota-surabaya-merekah-dengan-bunga-tabebuya-2</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Nov 2018 12:00:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Surabaya Merekah dengan Bunga Tabebuya]]></category>
		<category><![CDATA[Musim Penghujan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=66422</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya&#8212;Warnanya yang cantik membuat pengguna jalan tertarik untuk melihatnya. Sepintas, bunga yang bermekaran disekitaran jalan protokol di Kota Surabaya itu, mirip dengan bunga sakura yang ada di Negara Jepang. Sesekali pengguna jalan melambatkan lajur keendaraannya, bahkan sepintas ada yang berhenti dan menepi sejenak untuk berswafoto dengan background bunga yang bernama tabebuya itu. Fenomena yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Surabaya&#8212;</strong>Warnanya yang cantik membuat pengguna jalan tertarik untuk melihatnya. Sepintas, bunga yang bermekaran disekitaran jalan protokol di Kota Surabaya itu, mirip dengan bunga sakura yang ada di Negara Jepang. Sesekali pengguna jalan melambatkan lajur keendaraannya, bahkan sepintas ada yang berhenti dan menepi sejenak untuk berswafoto dengan background bunga yang bernama tabebuya itu. Fenomena yang amat jarang di Surabaya tersebut, kini menjadi daya tarik tersendiri bagi warga Kota Pahlawan.</p>
<p>Ada empat macam warna bunga tabebuya yang ada di Surabaya, yakni merah muda, putih, kuning dan ungu. Bunga tumbuhan ini mudah terjatuh dari pohonnya saat terhempas angin, atau air hujan di musim hujan seperti saat ini.</p>
<p>Bunga dengan nama latin Tabebuia Chrysotricha ini jenis tanaman yang berasal dari negara Brasil. Tanaman ini termasuk jenis pohon besar dan seringkali disama-samakan dengan Bunga Sakura, karena bentuknya yang meyerupai dengan bunga sakura.</p>
<p>Puspita Anggaraini mengaku senang melihat pemandamgan Kota Surabaya yang seakan seperti kota-kota yang ada di Jepang. Perempuan kelahiran Probolinggo ini mengapresiasi langkah Wali Kota Surabaya Tri Risma Harini yang bersedia untuk menanam tumbuhan tersebut di area protokol jalan.</p>
<p>“Ya meskipun saya bukan asli sini, tapinsaya bangga lihat fenomena ini. Karena dengan ini Kota Surabaya menjadi viral karena adanya bunga-bunga ini,” ungkapnya, ketika awak Memo X menemuinya di kawasan protokol Jalan Darmo Surabaya (29/11).</p>
<p>Puspita mengaku, tertarik berhenti.<br />
Lantaran ia ingin mengabadikan momen langkah ini. Dengan adanya fenomena tabebuya, dirinya berharap agar Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya lebih gencar lagi, menanam tumbuh-tumbuhan yang ada di Surabaya.</p>
<p>“Bukan hanya tabebuya saja, semoga kendepannya Bu Risma menanam bibit bunga yang baru, agar ke depanya Kota Surabaya tambah bagus, dengan dihiasi bunga warna-warni yang bermekaran,” katanya.</p>
<p>Sedangkan Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya Muhammad Fikser mengatakan Tabebuya kini tersebar di sejumlah jalan protokol. Di antaranya di Jalan Ahmad Yani, Jalan Darmo, dan Jalan Raya Gubeng, Surabaya.</p>
<p>Bibit Tabebuya yang tumbuh subur di protoko Kota Surabaya itu, kata Fikser, berasal dari budidaya petani bunga yang berada di Kebun Bibit (Taman FLora) Surabaya. Namun, Pemkot, juga tak jarang memasoknya dari petani-petani yang berasal dari Malang dan Kediri.</p>
<p>Menurutnya, saat itu bunga tabebuya belum banyak yang ditanam. Namun ketika 2010, Pemkot Surabaya memulai secara serius melakukan penanaman sejumlah jenis pohon dan tanaman, seiring dengan peremajaan ruang terbuka hijau di Surabaya.</p>
<p>&#8220;Idenya dari Ibu Risma, waktu dia masih menjabat Kepala Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Kota Surabaya, belum jadi wali kota itu,&#8221; papar Fikser. Ketika itu, Bambang DH menjabat wali kota.</p>
<p>Yang unik, mekarnya tabebuya pada beberapa hari ini adalah fenomena yang langka, karena lazimnya bunga tersebut berkembang di waktu musim kemarau saja Bukan pada musim menjelang hujan seperti sekarang ini.</p>
<p>&#8220;Mekarnya di musim hujan ini unik, karena saat mendung, angin berhembus, membuat Surabaya jadi romantis,&#8221; candanya.</p>
<p>Namun, memasuki musim penghujan, kini bunga-bunga cantik tersebut mulai berguguran, karena disapu dengan derasnya air hujan. Kendati demikian, tak munyulut rasa daya tarik warga untuk mengabadikan umtuk di unggah di sosial media mereka, walau bunganya sedang jatuh dan berguguran. (sur/ano/yan)</p>
<p class="yj6qo">
<p class="adL">
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">66422</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
