<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>oknum aparat &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/oknum-aparat/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 20 Apr 2021 17:58:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>oknum aparat &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pagar Nusa Meminta Aparat Tindak Tegas Aksi Barbar Oknum PSHT</title>
		<link>https://memontum.com/pagar-nusa-meminta-aparat-tindak-tegas-aksi-barbar-oknum-psht</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Apr 2021 17:58:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Aksi Barbar]]></category>
		<category><![CDATA[Guru MTS di Gumukmas Lapor ke Polisi Dijotosi Oknum PSHT]]></category>
		<category><![CDATA[oknum aparat]]></category>
		<category><![CDATA[Pagar Nusa Sabet Juara Umum II]]></category>
		<category><![CDATA[Tindak Tegas dan Jangan Tebang Pilih]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=140559</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Aksi barbar oknum anggota perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Teratai (PSHT) yang menyebabkan anggota perguruan silat Pagar Nusa harus dirawat di rumah sakit, memantik keprihatinan pengurus Pagar Nusa. Pasalnya anggota perguruan silat terafiliasai dengan Nahdlatul Ulama (NU) itu kerap diserang oleh perguruan silat PSHT. Pengurus Pagar Nusa meminta ketegasan dari pihak aparat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Aksi barbar oknum anggota perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Teratai (PSHT) yang menyebabkan anggota perguruan silat Pagar Nusa harus dirawat di rumah sakit, memantik keprihatinan pengurus Pagar Nusa. Pasalnya anggota perguruan silat terafiliasai dengan Nahdlatul Ulama (NU) itu kerap diserang oleh perguruan silat PSHT.</p>



<p>Pengurus Pagar Nusa meminta ketegasan dari pihak aparat kepolisian untuk menindak para pelaku sesuai hukum yang berlaku.</p>



<p>“Kasus yang terjadi di Bangsalsari dan Puger itu bukan yang pertama. Catatan kami, selama ini sudah puluhan kali anggota Pagar Nusa diserang oleh oknum pesilat PSHT. Dari puluhan kasus tersebut, hanya empat yang dibawa ke jalur hukum,” ujar&nbsp; Ketua Pagar Nusa Jember, H Fathorrozi, dalam jumpa pers bersama yang digelar di Kantor PC NU Jember, Selasa (20/04) tadi</p>



<p>Karena itu, dalam rapat bersama dengan PC NU Jember, Pagar Nusa sepakat untuk mengawal kasus ini bisa diselesaikan di pengadilan. Pagar Nusa mantap menolak penyelesaian damai di luar pengadilan.</p>



<p>“Kami minta polisi berani bertindak tegas demi keutuhan NKRI dan juga menjaga kondusivitas di&nbsp; Jember. Kalau memang ada anggota kami yang melanggar hukum, silakan ditindak,” papar Rozi, sapaan akrabnya.</p>



<p><strong><em>Baca Juga:</em></strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pmi-jember-siapkan-ribuan-tumbler-untuk-pendonor-di-bulan-ramadan">PMI Jember Siapkan Ribuan Tumbler untuk Pendonor di Bulan Ramadan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/seminar-nasional-bupati-fawait-tegaskan-kopi-jember-identitas-budaya-dan-ekonomi">Seminar Nasional, Bupati Fawait Tegaskan Kopi Jember Identitas Budaya dan Ekonomi</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/perkuat-akses-layanan-kesehatan-bupati-jember-minta-masyarakat-tak-ragu-datangi-faskes">Perkuat Akses Layanan Kesehatan, Bupati Jember Minta Masyarakat Tak Ragu Datangi Faskes</a></li>
</ul>


<p>Beberapa kasus kekerasan yang melibatkan oknum PSHT telah terjadi beberapa kali. Kasus yang terakhir terjadi di Bangsalsari pada hari Sabtu (17/04) dan Minggu (18/04). Kasus ini bermula ketika empat Anggota Pagar Nusa sedang ngabuburit mencari menu berbuka. Salah satu diantara empat pesilat tersebut mengenakan kaos atau atribut Pagar Nusa. Saat itu mereka dihadang oleh sekelompok anggota PSHT agar mencopot kaos mereka. “Lalu mereka bertemu sekitar 20 pesilat PSHT dan diminta mencopot kaos anggota kami menolak, lalu dikeroyok,” tutur Rozi.</p>



<p>Sementara itu, Wakil Ketua PC NU Jember, Akhmad Taufiq, juga meminta kepada media untuk tidak ragu menulis nama PSHT jika terjadi kasus anarkis yang melibatkan perguruan tersebut. “Karena selama ini kami melihat, hanya ditulis oknum pesilat tanpa ada nama perguruannya,” papar Taufiq.</p>



<p>Untuk diketahui, Perguruan silat Pagar Nusa meminta polisi bertindak tegas kepada pelaku pengeroyokan terhadap anggotanya tersebut. Pagar Nusa mengaku prihatin karena anggotanya kerap diserang oleh perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT).</p>



<p>Tidak hanya terjadi kepada anggota Pagar Nusa, ulah arogan yang berakhir dengan aksi kekerasan juga terjadi pada perguruan silat yang lain. Salah satunya pada anggota Gerakan Aksi Silat Muslimin Indonesia (GASMI) di daerah Desa Kasian, Kecamatan Puger.</p>



<p>”Kasusnya terjadi di daerah Kasian, Kecamatan Puger hanya karena menyapa dengan mengebel (klason) sekolompok anggota PSHT. Mereka kemudian membuntuti dan tidak terima kemudian memberhentikan anggota kita lalu dihajar,” kata Khoirul salah satu pengurus Gasmi.</p>



<p>Atas nama organisasi, Khoirul juga menginginkan tindakan tegas kepada oknum PSHT yang telah melakukan aksi kekerasan.</p>



<p>”Makanya saya ikut rapat dengan Pagar Nusa dan PCNU Jember agar aparat kepolisian menindak tegas oknum PSHT suka dengan aksi kekerasan,” jelasnya. <strong>(rio/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">140559</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Menyamar Jadi Aparat Warga Karang Ploso Rampas Sepeda Motor dan Hp</title>
		<link>https://memontum.com/menyamar-jadi-aparat-warga-karang-ploso-rampas-sepeda-motor-dan-hp</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Nov 2017 05:00:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[gadungan]]></category>
		<category><![CDATA[oknum aparat]]></category>
		<category><![CDATA[perampasan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/4113-menyamar-jadi-aparat-warga-karang-ploso-rampas-sepeda-motor-dan-hp</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Batu &#8211; Mengaku aparat, tiga warga asal Desa Bocek dan Desa Donowarih, Kecamatan Karang Ploso, Kabupaten Malang rampas paksa sepeda motor dan 1 buah Hp di Bukit Teletubis, Dusun Binangun, Desa Bumiaji. Ketiganya pelaku berinisial S alias G (32), inisial B alias G (40), inisial R alias K (26) tegolong nekat. Dengan mengaku aparat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Memontum Batu &#8211; Mengaku aparat, tiga warga asal Desa Bocek dan Desa Donowarih, Kecamatan Karang Ploso, Kabupaten Malang rampas paksa sepeda motor dan 1 buah Hp di Bukit Teletubis, Dusun Binangun, Desa Bumiaji.</p>
<p>Ketiganya pelaku berinisial S alias G (32), inisial B alias G (40), inisial R alias K (26) tegolong nekat. Dengan mengaku aparat dengan memeriksa korban dan memukulinya mereka langsung merampas barang korban. </p>
<p>&#8220;Jadi mereka ini mengaku sebagai aparat. Kemudian seolah memeriksa korban minta KTP dan sebagainya. Lalu korban dipukuli, dan membawa kabur motor,&#8221;  kata Kompol Nurmala, Waka Polres Batu, Jumat (3/11) di Mapolres Batu saat press rilis.</p>
<p>Kejadian tersebut terjadi pada hari Jumat (15/9/2017) silam sekitar pukul 21.00 WIB, korban yang tengah duduk bersama rekannya di tepian Lapangan Teletubbies, Dusun Binangun, Bumiaji, Kota Batu tiba-tiba didatangi tiga orang tak dikenal. Ketiganya berboncengan menggunakan sepeda motor Kawasaki Kaze.</p>
<p>Berdalih dengan mengaku sebagai aparat, mereka memaksa korban mengeluarkan identitas dari dompet, berikut handphone. Tak cukup dengan itu, kedua korban ini lantas dikeroyok dan menggondol satu unit sepeda motor merek Honda Beat dan satu unit handphone milik korban.</p>
<p>&#8220;Korban langsung melapor saat itu juga. Selang hari kemudian, korban mendapati seseorang berjaket parasit putih yang sangat ia kenal, serupa dengan jaket pelaku pencurian lalu menghubungi petugas kepolisian,” tambah Nurmala.</p>
<p>Benar saja, saat diciduk di rumah tersangka GT di Desa Bocek, Karangploso, Kabupaten Malang, 27 Oktober lalu, tersangka mengakui seluruh perbuatannya. Dari hasil pendalaman kemudian dilakukan penangkapan kedua pelaku lain yakni KL (26) dan GD (40) secara terpisah.</p>
<p>“Dari pengembangan tersebut dapat diamankan juga sepeda motor korban dan handphone korban,” tukasnya.</p>
<p>Atas perbuatan tersangka, ketiga tersangka akan dikenai pasal 365 KUHP atas tindaknpencurian dengan kekerasan. &#8221; Dengan ancaman kurungan penjara maksimal 9 tahun,&#8221; pungkasnya. <strong>(lih)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4113</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
