<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>pameran seni &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pameran-seni/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 14 Feb 2023 13:38:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>pameran seni &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Peter Wang Tampilkan 36 Karya Seni Fotografi Silang Budaya di Lasem</title>
		<link>https://memontum.com/peter-wang-tampilkan-36-karya-seni-fotografi-silang-budaya-di-lasem</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Feb 2023 13:38:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Karya Seni]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pameran]]></category>
		<category><![CDATA[pameran seni]]></category>
		<category><![CDATA[Seni]]></category>
		<category><![CDATA[Seni Budaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=183209</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sebanyak 36 karya seni fotografi hasil jepretan Peter Wang, ditampilkan dalam pameran yang bertajuk Silang Budaya di Lasem. Pameran foto ini, dilaksanakan Sabtu (11/02/2023) hingga Sabtu (25/02/2023) mendatang, di Dialectic Gallery Jalan Sumbing No 11, Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Dari hasil karya tersebut, Peter Wang, mengaku jika ingin menampilkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Sebanyak 36 karya seni fotografi hasil jepretan Peter Wang, ditampilkan dalam pameran yang bertajuk Silang Budaya di Lasem. Pameran foto ini, dilaksanakan Sabtu (11/02/2023) hingga Sabtu (25/02/2023) mendatang, di Dialectic Gallery Jalan Sumbing No 11, Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen, Kota Malang.</p>



<p>Dari hasil karya tersebut, Peter Wang, mengaku jika ingin menampilkan keharmonisan masyarakat lintas budaya di Lasem, yang dikenal sebagai wilayah pembauran dua etnis, yakni Jawa dan Tionghoa. &#8220;Saya dapat cerita dari teman-teman bahwa Kota Lasem ini masih sangat unik. Dulu juga dipercayai bahwa orang China pertama kali mendarat di Pulau Jawa, itu di Lasem pada abad ke 11. Jadi, saat saya meninjau kesana ternyata memang Lasem ini sangat indah dan sangat eksotik,” ungkap Peter Wang, Selasa (14/02/2023) tadi.</p>



<p>Peter mengaku, jika pihaknya datang ke Kota Lasem di tahun 2005 hingga 2014. Dalam mengabadikan momen tersebut, dirinya tak sendiri, melainkan bersama dengan tim yang terdiri dari delapan orang. Sehingga, banyak sekali jepretan foto yang dihasilkan.</p>



<p>“Banyak sekali foto-foto di Lasem. Mungkin punya lebih dari 10 ribu frame. Yang kami tampilkan hanya ada 36 foto, karena ni kami kerucutkan hanya di persilangan budayanya saja,” lanjutnya.</p>



<p>Kemudian, Peter juga menceritakan terkait dengan foto-foto yang dianggapnya paling berkesan untuk ditampilkan dalam pameran tersebut. Pertama, yakni foto yang menggambarkan sosok Sidik, seorang pengrajin batik, asli Lasem yang hidup serba mandiri dan sebatang kara.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kpk-tetapkan-bupati-dan-sekda-cilacap-jadi-tersangka-setoran-thr">KPK Tetapkan Bupati dan Sekda Cilacap Jadi Tersangka Setoran THR</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jelang-lebaran-pertamina-malang-pastikan-stok-bbm-aman">Jelang Lebaran, Pertamina Malang Pastikan Stok BBM Aman</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ratusan-pengusaha-warmindo-malang-raya-manfaatkan-mudik-bersama-indomie-2026">Ratusan Pengusaha Warmindo Malang Raya Manfaatkan Mudik bersama Indomie 2026</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/spbu-tegal-besar-diduga-lakukan-ilegal-ini-respon-wakil-ketua-komisi-xii-dpr-ri">SPBU Tegal Besar Diduga Lakukan Ilegal? Ini Respon Wakil Ketua Komisi XII DPR RI</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-malang-larang-asn-gunakan-mobil-dinas-untuk-mudik-lebaran">Wali Kota Malang Larang ASN Gunakan Mobil Dinas untuk Mudik Lebaran</a></li>
</ul>


<p>“Itu Pak Sidik, beliau pembatik yang semuanya dilakukan sendiri. Dia hidup sendiri, sebatang kara. Mulai dari membeli kain, nyelup, membatik, itu dilakukan sendiri. Sampai ke Jakarta juga berangkat sendiri. Tulisan di papan tulis itu tulisan tangan dia. Jadi itu mungkin ungkapan emosinya dia pada saat itu,” jelasnya.</p>



<p>Selain itu, terdapat satu foto yang semakin memperkuat tema Silang Budaya di Lasem. Yakni, foto yang menggambarkan patung Raden Panji, yang disembahyangkan dalam Klenteng. Menurutnya, Raden Panji merupakan sosok pejuang asli Jawa yang diagungkan oleh masyarakat Tionghoa di sana.</p>



<p>“Di galeri ini juga ada 1 foto, Raden Panji yang disembayangkan di Klenteng. Nah, itu betul-betul adalah seorang pejuang Lasem, orang Jawa yang memang diagungkan. Akhirnya disembayangkan disana,” katanya.</p>



<p>Sementara, potret keharmonisan dua suku juga dipamerkan dalam satu foto, yang mana digambarkan dengan suasana pasar dengan penjual dan pembeli yang saling berinteraksi rukun. Padahal mereka berasal dari budaya yang berbeda.</p>



<p>“Di sisi kiri itu ada suasana pasar, ada satu ibu-ibu yang sedang belanja di pasar kelihatan tertawa dan guyon sambil interaksi. Dan itu memang foto kehidupan nyata di sana. Mereka sudah saling kenal, sudah tau masing-masing,” imbuhnya.</p>



<p>Melalui dokumentasi foto tersebut, Peter berharap, agar masyarakat dapat mengetahui keberadaan Kota Lasem. Selain itu, juga menjadikan sebagai salah satu destinasi wisata di Jawa Tengah yang menampilkan sisi keunikan antar dua ragam budaya. <strong>(rsy/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">183209</post-id>	</item>
		<item>
		<title>13 Seniman Pamerkan Karya Bertajuk Mom3nt di Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/13-seniman-pamerkan-karya-bertajuk-mom3nt-di-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Jan 2023 11:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Karya Seni]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pameran]]></category>
		<category><![CDATA[pameran seni]]></category>
		<category><![CDATA[Seniman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=182172</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Belasan seniman Kota Batu hingga Malang Raya, mengikuti gelaran pameran yang bertajuk Mom3nt di salah satu hotel di Malang. Gelaran tersebut, berlangsung selama sebulan atau mulai 23 Januari 2023 hingga 23 Februari 2023. Kurator Pameran, Akhmadi Budi Santoso, mengatakan jika pameran tersebut lebih merujuk kepada momen untuk mempertemukan para seniman yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Belasan seniman Kota Batu hingga Malang Raya, mengikuti gelaran pameran yang bertajuk Mom3nt di salah satu hotel di Malang. Gelaran tersebut, berlangsung selama sebulan atau mulai 23 Januari 2023 hingga 23 Februari 2023.</p>



<p>Kurator Pameran, Akhmadi Budi Santoso, mengatakan jika pameran tersebut lebih merujuk kepada momen untuk mempertemukan para seniman yang sudah diakui keberadaannya. Baik secara internasional maupun nasional.</p>



<p>&#8220;Ada 13 seniman yang terlibat dalam pameran itu. Ini bisa dilihat dari CV mereka, yang sempat ikut pameran di luar negeri. Seperti, Bambang BP, Bhekti Hermawanto, Dadang Rukmana, Fadjar Djunaidi, Friski Jayantoro, Gatot Kumaidi, Gatot Pujianto, Isa Anshory, Novantri S, Osyadha Ramadhanna, Suwandi Waeng, Wibi Wardhani, Victor Syahrul Akbar,” ucap Leck Budi-sapaan akrabnya, Sabtu (28/01/2023) tadi.</p>



<p>Kemudian, tambahnya, untuk jenis dan tema dari masing-masing karya yang dipamerkan, juga beragam. Mulai patung yang terbuat dari kayu, dengan bentuk diorama, atau mainan. Kemudian, lukisan dengan dua dimensi yang menggunakan water colour, hingga lukisan abstrak.</p>



<p>“Memang, kami bebaskan untuk masing-masing karya yang dipamerkan. Karena kami mengajak para seniman itu yang mempunyai gaya atau media beragam,” ujarnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kpk-tetapkan-bupati-dan-sekda-cilacap-jadi-tersangka-setoran-thr">KPK Tetapkan Bupati dan Sekda Cilacap Jadi Tersangka Setoran THR</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jelang-lebaran-pertamina-malang-pastikan-stok-bbm-aman">Jelang Lebaran, Pertamina Malang Pastikan Stok BBM Aman</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ratusan-pengusaha-warmindo-malang-raya-manfaatkan-mudik-bersama-indomie-2026">Ratusan Pengusaha Warmindo Malang Raya Manfaatkan Mudik bersama Indomie 2026</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/spbu-tegal-besar-diduga-lakukan-ilegal-ini-respon-wakil-ketua-komisi-xii-dpr-ri">SPBU Tegal Besar Diduga Lakukan Ilegal? Ini Respon Wakil Ketua Komisi XII DPR RI</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-malang-larang-asn-gunakan-mobil-dinas-untuk-mudik-lebaran">Wali Kota Malang Larang ASN Gunakan Mobil Dinas untuk Mudik Lebaran</a></li>
</ul>


<p>Lebih lanjut pihaknya juga menjelaskan, bahwa gaya seni pada dasarnya adalah cara seniman menggambarkan subjeknya dan bagaimana seniman mengekspresikannya. Gaya ditentukan oleh karakteristik yang menggambarkan karya seni, seperti cara seniman menggunakan bentuk, warna, komposisi dan masih banyak lagi.</p>



<p>“Faktor penting dalam menentukan gaya suatu karya adalah mengkaji cara seniman mengolah medium, dengan mempertimbangkan metode atau teknik yang digunakan seniman. Semua elemen gaya seni ini ditentukan oleh pilihan yang dibuat seniman saat mereka menyusun karya seni mereka,” jelasnya.</p>



<p>Kemudian, ujarnya, salah satu karya yang berjudul Ruang Merah, milik Suwandi Waeng, yang dianalogikan dengan tanaman seperti proses hidup manusia, itu memiliki makna tersendiri. Yakni, karena manusia itu perlu menerobos garis kebenaran untuk memaknai sesuatu.</p>



<p>“Dalam lukisan itu, kita sebagai manusia pada dasarnya perlu ruang bebas untuk bisa tumbuh dan berkembang,” imbuhnya.</p>



<p>Sebagai informasi, untuk pengunjung yang ingin melihat hasil karya para seniman itu, dapat langsung mengunjungi Relief Gallery, Lantai 1 Rayz UMM Hotel, Jalan Sengkaling No 1, Dau, Kabupaten Malang. Itu dibuka setiap hari, mulai dari pukul 10.00 hingga 22.00 WIB. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">182172</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ajak Ibu Rumah Tangga Lebih Produktif, Komunitas Mapaquilt Gelar Pameran Kain Perca</title>
		<link>https://memontum.com/ajak-ibu-rumah-tangga-lebih-produktif-komunitas-mapaquilt-gelar-pameran-kain-perca</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Dec 2022 10:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Karya Seni]]></category>
		<category><![CDATA[komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pameran]]></category>
		<category><![CDATA[pameran seni]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=179313</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Komunitas Malang Patchwork and Quilting (Mapaquilt) menggelar pameran kain perca di Gedung DPRD Kota Malang. Itu dilakukan, untuk mengajak para ibu rumah tangga, agar lebih produktif di tengah pandemi Covid-19. Perwakilan Mapaquilt, Ortien Wahyu Handayani, menyampaikan jika ada ratusan karya seni dari kain perca dengan berbagai bentuk yang dipamerkan. Tidak hanya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Komunitas Malang Patchwork and Quilting (Mapaquilt) menggelar pameran kain perca di Gedung DPRD Kota Malang. Itu dilakukan, untuk mengajak para ibu rumah tangga, agar lebih produktif di tengah pandemi Covid-19.</p>



<p>Perwakilan Mapaquilt, Ortien Wahyu Handayani, menyampaikan jika ada ratusan karya seni dari kain perca dengan berbagai bentuk yang dipamerkan. Tidak hanya itu, dalam pameran tersebut juga ada berbagai macam pelatihan jahit menjahit.</p>



<p>“Kita juga melakukan pelatihan jahit menjahit ala Mapaquilt. Dari namanya patchwork, yang berati menyambung potongan kain. Tapi yang jadi daya tarik itu di quiltingnya. Yakni jahitan yang tembus,” jelas Ortien, Sabtu (03/12/2022) tadi.</p>



<p>Dijelaskannya, dalam pembuatan karya tersebut, ada yang membutuhkan kain perca full dan ada pula yang menggunakan kain utuh. Kemudian, dipotong-potong agar menjadi kain perca. Itu sesuai dengan pola kebutuhan yang akan dibuat.</p>



<p>“Kalau butuh besar dan warna sama memang perlu kain utuh, walaupun tidak banyak. Ada yang jenis perca full, ada yang kain utuh di potong-potong agar menjadi perca. Kita punya pola asli, namanya snail trail, itu banyak kain dari sisa-sisa jahitan yang digunakan,” katanya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kpk-tetapkan-bupati-dan-sekda-cilacap-jadi-tersangka-setoran-thr">KPK Tetapkan Bupati dan Sekda Cilacap Jadi Tersangka Setoran THR</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jelang-lebaran-pertamina-malang-pastikan-stok-bbm-aman">Jelang Lebaran, Pertamina Malang Pastikan Stok BBM Aman</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ratusan-pengusaha-warmindo-malang-raya-manfaatkan-mudik-bersama-indomie-2026">Ratusan Pengusaha Warmindo Malang Raya Manfaatkan Mudik bersama Indomie 2026</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/spbu-tegal-besar-diduga-lakukan-ilegal-ini-respon-wakil-ketua-komisi-xii-dpr-ri">SPBU Tegal Besar Diduga Lakukan Ilegal? Ini Respon Wakil Ketua Komisi XII DPR RI</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-malang-larang-asn-gunakan-mobil-dinas-untuk-mudik-lebaran">Wali Kota Malang Larang ASN Gunakan Mobil Dinas untuk Mudik Lebaran</a></li>
</ul>


<p>Dari kain perca tersebut, dikatakannya bisa menghasilkan tas, bahkan selimut. Apalagi minat pasar dari kain perca dikatakan cukup bagus. Untuk kisaran harga yang diperjualbelikan itu, tergantung dari kesulitan barang yang dijualkan.</p>



<p>“Minat pasar cukup bagus. Kalau selimut harganya sekitar Rp 3 juta sampai Rp 4 juta. Tapi kalau untuk tas itu sekitar Rp 50 ribu, yang lebih kecil seperti gantungan kunci itu sekitar Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu. Tergantung tingkat kesulitannya,” lanjutnya.</p>



<p>Lebih lanjut dirinya menuturkan, bahwa setiap harinya peserta pelatihan yang hadir sekitar 15 sampai 25 orang. Di mana peserta tersebut akan menerima pelatihan yang berbeda di setiap harinya, sesuai dengan jenis karya yang telah dipilihnya saat sesi pendaftaran.&nbsp;</p>



<p>“Untuk mendaftar, itukan kami menyebar lokakarya. Nah masing-masing ibu yang tertarik untuk mengikuti pelatihan, kami sediakan contact person untuk dapat dihubungi dan mendaftar lewat nomor yang tertera. Jadi setiap pelatihan itu sudah tersedia harga. Peserta dibebaskan mau mengikuti pelatihan apa. Hasil karya juga untuk pribadi karena sudah ada kitsnya sendiri,” imbuhnya.</p>



<p>Sebagai informasi, pameran tersebut sudah digelar sejak Sabtu (26/11/2022) hingga Minggu (04/12/2022). Dalam pameran tersebut, juga memberikan pelatihan di bidang jahit menjahit, untuk membuat masker, tali masker (strap), sashiko, hingga kantong origami. <strong>(rsy/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">179313</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Buka Pameran Seni Rupa, Bupati Malang Dorong Desa Wisata Pujon Kidul Terus Berinovasi</title>
		<link>https://memontum.com/buka-pameran-seni-rupa-bupati-malang-dorong-desa-wisata-pujon-kidul-terus-berinovasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 Jul 2022 12:08:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pameran]]></category>
		<category><![CDATA[pameran seni]]></category>
		<category><![CDATA[Pujon]]></category>
		<category><![CDATA[Pujon Malang]]></category>
		<category><![CDATA[seni rupa]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=172612</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, secara langsung membuka gelaran pameran seni rupa &#8216;Cahaya Dari Timur&#8217; di area Desa Wisata Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Sabtu (23/07/2022) tadi. Pembukaan pameran seni lukis ini, ditandai dengan pengguntingan pita oleh Bupati Malang didampingi Muspika Pujon. Sebuah perform art dari salah satu seniman lukis lokal asal [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, secara langsung membuka gelaran pameran seni rupa &#8216;Cahaya Dari Timur&#8217; di area Desa Wisata Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Sabtu (23/07/2022) tadi. Pembukaan pameran seni lukis ini, ditandai dengan pengguntingan pita oleh Bupati Malang didampingi Muspika Pujon.</p>



<p>Sebuah perform art dari salah satu seniman lukis lokal asal Pujon yang diawali coretan tinta yang disaksikan langsung oleh Bupati Malang. Karya lukisan itu, diberi judul Bukit Nirwana yang akan dilelang untuk membantu teman seprofesi yang sedang terkena musibah.</p>



<p>&#8220;Selamat dan sukses atas terselenggaranya pameran seni rupa &#8216;Cahaya Dari Timur&#8217; hari ini. Sekaligus apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para seniman dan perupa atas semangatnya dalam mengikuti pameran ini. Desa Wisata Pujon Kidul sudah mendunia, tentunya memang harus banyak atau ada inovasi dalam pengembangannya,&#8221; kata Bupati Sanusi.</p>



<p>Dirinya juga memaparkan, bahwa sektor pariwisata memang tidak boleh stagnan. Kalau stagnan, maka wisatawan yang datang akan menilai kalau Pujon Kidul hanya seperti itu saja. &#8220;Oleh karenanya harus berinovasi, sehingga jika wisatawan datang lagi, sudah ada yang berbeda,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kpk-tetapkan-bupati-dan-sekda-cilacap-jadi-tersangka-setoran-thr">KPK Tetapkan Bupati dan Sekda Cilacap Jadi Tersangka Setoran THR</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jelang-lebaran-pertamina-malang-pastikan-stok-bbm-aman">Jelang Lebaran, Pertamina Malang Pastikan Stok BBM Aman</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ratusan-pengusaha-warmindo-malang-raya-manfaatkan-mudik-bersama-indomie-2026">Ratusan Pengusaha Warmindo Malang Raya Manfaatkan Mudik bersama Indomie 2026</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/spbu-tegal-besar-diduga-lakukan-ilegal-ini-respon-wakil-ketua-komisi-xii-dpr-ri">SPBU Tegal Besar Diduga Lakukan Ilegal? Ini Respon Wakil Ketua Komisi XII DPR RI</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-malang-larang-asn-gunakan-mobil-dinas-untuk-mudik-lebaran">Wali Kota Malang Larang ASN Gunakan Mobil Dinas untuk Mudik Lebaran</a></li>
</ul>


<p>Selain berinovasi, lanjut Bupati Sanusi, di Pujon Kidul harus mempunyai sajian tontonan dan hiburan kesenian yang bisa ditampilkan khusus. &#8220;Sehingga, wisatawan yang datang ke sini bisa menikmati keindahan alam Pujon Kidul. Selain itu, wisatawan juga bisa memiliki kesan lain dan menambah kenangan dari kesenian yang ada,&#8221; terangnya.</p>



<p>Dalam kesempatan ini, Bupati Sanusi juga berbagi pengalaman saat berkunjung ke Pulau Bali, beberapa waktu lalu. Sama halnya di Pujon Kidul, di Bali juga ada sajian para seniman lukis. Dirinya juga memberikan coretan pertama kemudian diselesaikan oleh seniman lukis tersebut.</p>



<p>&#8220;Karena itu, pameran &#8216;Cahaya Dari Timur&#8217; ini juga bisa dikemas di Pujon Kidul agar tamu yang datang berwisata di sini bisa dilukis dengan latar apa yang ada di Pujon Kidul. Jika di Bali juga ada sajian Tarian Barongan. Kepada para seniman, hasilkan lukisan terbaik, sehingga mampu menjadikan promosi dan nuansa tersendiri dari Pujon Kidul,&#8221; terangnya.</p>



<p>Sebagai informasi, dalam kegiatan ini turut diramaikan oleh 95 karya seni lukisan dari 40 pelukis yang berasal dari Pujon dan sejumlah wilayah di Kabupaten Malang, serta ada juga karya pelukis dari sejumlah kabupaten dan kota di Indonesia. Serta satu pelukis dari Belanda yang lukisannya dipamerkan dalam event yang sedianya digelar sepekan ke depan. <strong>(cw1/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">172612</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pengunjung DPRD Kota Malang Akan Disuguhi Pameran Seni Lukis</title>
		<link>https://memontum.com/pengunjung-dprd-kota-malang-akan-disuguhi-pameran-seni-lukis</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Jan 2022 13:33:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pameran]]></category>
		<category><![CDATA[pameran seni]]></category>
		<category><![CDATA[Seni Lukis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=161937</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Sebanyak 25 seniman menunjukkan karya lukis terbaiknya dalam pameran seni budaya yang bertajuk &#8216;Art-Bangkit dari Keterpurukan&#8217; yang digelar di Halaman Gedung DPRD Kota Malang. Rencananya, pagelaran itu akan digelar sejak Senin (17/01/2022) hingga Kamis (27/01/2022). Turut hadir dalam pembukaannya itu, yakni Forkopimda Kota Malang diantaranya yakni Wali Kota Malang, Sutiaji, Kapolresta Malang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Sebanyak 25 seniman menunjukkan karya lukis terbaiknya dalam pameran seni budaya yang bertajuk &#8216;Art-Bangkit dari Keterpurukan&#8217; yang digelar di Halaman Gedung DPRD Kota Malang. Rencananya, pagelaran itu akan digelar sejak Senin (17/01/2022) hingga Kamis (27/01/2022).</p>



<p>Turut hadir dalam pembukaannya itu, yakni Forkopimda Kota Malang diantaranya yakni Wali Kota Malang, Sutiaji, Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto, Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika serta pejabat yang lain.</p>



<p>Wali Kota Malang, Sutiaji, mengatakan bahwa dirinya akan membeli beberapa lukisan pilihannya yang telah dirinya lihat. &#8220;Tentunya, nanti saya beli sebanyak mungkin. Lukisan ini mempunyai pesan moral yang dibangun dan tentu saya apresiasi karya dari sahabat-sahabat di sini,&#8221; kata Sutiaji selepas pembukaan acara.</p>



<p>Dirinya juga mengapresiasi, akan tema yang ada dan membuat seniman hingga pengunjung yang datang benar-benar termotivasi. &#8220;Tema ini kunci dari kita untuk bangkit. Bangkit dari keterpurukan,&#8221; imbuh Sutiaji.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kpk-tetapkan-bupati-dan-sekda-cilacap-jadi-tersangka-setoran-thr">KPK Tetapkan Bupati dan Sekda Cilacap Jadi Tersangka Setoran THR</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jelang-lebaran-pertamina-malang-pastikan-stok-bbm-aman">Jelang Lebaran, Pertamina Malang Pastikan Stok BBM Aman</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ratusan-pengusaha-warmindo-malang-raya-manfaatkan-mudik-bersama-indomie-2026">Ratusan Pengusaha Warmindo Malang Raya Manfaatkan Mudik bersama Indomie 2026</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/spbu-tegal-besar-diduga-lakukan-ilegal-ini-respon-wakil-ketua-komisi-xii-dpr-ri">SPBU Tegal Besar Diduga Lakukan Ilegal? Ini Respon Wakil Ketua Komisi XII DPR RI</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-malang-larang-asn-gunakan-mobil-dinas-untuk-mudik-lebaran">Wali Kota Malang Larang ASN Gunakan Mobil Dinas untuk Mudik Lebaran</a></li>
</ul>


<p>Sementara itu, Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika, menyampaikan bahwa dirinya akan membeli langsung lukisan yang memperlihatkan dirinya. &#8220;Ya, nanti saya belilah, sebelum diambil yang lain,&#8221; ungkap Made sembari tersenyum.</p>



<p>Made juga mengungkapkan alasannya, memberi kesempatan para seniman untuk memamerkan karyanya di gedung DPRD Kota Malang. Dikatakan Made, bahwa hal tersebut merupakan komitmen Forkopimda Kota Malang untuk memberi wadah dan meneruskan tujuan dari tema yaitu bangkit dari keterpurukan.</p>



<p>&#8220;Tentu, mereka harus terus berkarya dan mempunyai semangat bahwa pandemi bisa kita lalui bersama,&#8221; terangnya. <strong>(cw1/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">161937</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Astra Citra Perupa Malang Gelar Pameran di MOG</title>
		<link>https://memontum.com/astra-citra-perupa-malang-gelar-pameran-di-mog</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Jun 2021 10:32:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[pameran seni]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=146364</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Demi memotivasi kreatifitas pelaku seni, khususnya seni rupa, komunitas Astra Citra Perupa gelar pameran lukisan. Bertempat di lantai 2 Mall Olympic Garden (MOG) pameran bertajuk &#8216;Gebyar&#8217; ini berlangsung hingga 30 Juni 2021 mendatang. Ketua Astra Citra Perupa, Bambang Randika Santoso, mengatakan sebanyak 12 seniman turut memeriahkan acara ini. Baca juga: &#8220;Anggota [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Demi memotivasi kreatifitas pelaku seni, khususnya seni rupa, komunitas Astra Citra Perupa gelar pameran lukisan. Bertempat di lantai 2 Mall Olympic Garden (MOG) pameran bertajuk &#8216;Gebyar&#8217; ini berlangsung hingga 30 Juni 2021 mendatang.</p>



<p>Ketua Astra Citra Perupa, Bambang Randika Santoso, mengatakan sebanyak 12 seniman turut memeriahkan acara ini.</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dugaan-korupsi-tanah-polinema-kuasa-hukum-terdakwa-minta-awan-setiawan-dibebaskan">Dugaan Korupsi Tanah Polinema, Kuasa Hukum Terdakwa Minta Awan Setiawan Dibebaskan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wujudkan-situasi-kondusif-lebaran-bupati-malang-ikuti-apel-gelar-pasukan-dan-pemusnahan-miras">Wujudkan Situasi Kondusif Lebaran, Bupati Malang Ikuti Apel Gelar Pasukan dan Pemusnahan Miras</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antisipasi-kerawanan-libur-lebaran-polresta-malang-kota-gelar-operasi-ketupat-semeru-2026">Antisipasi Kerawanan Libur Lebaran, Polresta Malang Kota Gelar Operasi Ketupat Semeru 2026</a></li>
</ul>


<p>&#8220;Anggota kami ada 60 lebih, tersebar di seluruh Jawa Timur. Yang ikut gelaran ini hanya 12 seniman, masing-masing membawa 3 hingga 4 lukisannya. Karena tempat terbatas,&#8221; ungkapnya, Sabtu (26/06).</p>



<p>Diakui pria yang akrab disapa Si Mbah itu, komunitasnya secara rutin menggelar pameran. Sebelum bertempat dalam mall yang berlokasi di Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen ini, pihaknya juga sempat mengadakan pameran di Gedung DPRD Kota Malang.</p>



<p>&#8220;Kita rutin hampir 3 bulan sekali adakan pameran. Apalagi di masa pandemi seperti ini, demi memotivasi kreatifitas para seniman, saya rasa pameran perlu digalakkan,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Dalam pameran tersebut, berbagai aliran dan jenis media dipamerkan. Ada aliran realis, naturalis, palet hingga abstrak.</p>



<p>Sementara medianya selain kanvas, ada yang menggunakan cat minyak atau akrilik. &#8220;Bahkan, ada yang menggunakan media berbahan batok kelapa yang dipotong-potong sedemikian rupa. Sehingga membentuk seni kaligrafi yang unik,&#8221; tandas Si Mbah.</p>



<p>Sementara itu, salah seorang seniman, Gegorius Kasiadi, mengungkapkan bahwa pameran ini cukup membantunya dalam penjualan lukisan. Pasalnya, di tengah pandemi, para seniman juga merasakan lumpuhnya ekonomi.</p>



<p>&#8220;Dalam kondisi seperti ini yang penting mengalir saja, berapapun lukisan yang laku, ya biar dapur tetap ngepul. Meski kami harus menurunkan harga hingga 50 persen dari biasanya,&#8221; katanya.</p>



<p>Harga lukisan yang dibanderol pun bermacam-macam tergantung kesulitan, ukuran serta bahan.</p>



<p>&#8220;Yang paling murah sekitar Rp 200 ribu, ada yang sampai Rp 10 juta. Tapi kalau sekarang tidak bisa dijadikan patokan harga segitu, jadi tetap bisa dinego,&#8221; pungkas pelukis yang akrab disapa Cak Grek itu. <strong>(mus/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146364</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Marginal Art Community Kembali Angkat Isu Lingkungan Melalui Pameran</title>
		<link>https://memontum.com/marginal-art-community-kembali-angkat-isu-lingkungan-melalui-pameran</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Jun 2021 08:31:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[pameran seni]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=144261</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Permasalahan sampah yang menggunung, mengisi dan mencemari lingkungan, makin pelik. Berangkat dari keresahan itu, Marginal Art Community gelar pameran bertajuk &#8216;Ada Apa Dengan Styrofoam?&#8217; di Gedung Dewan Kesenian Malang (DKM) Kota Malang. Ketua Panitia Pameran, Agus Gembo, mengatakan bahwa gelaran yang berlangsung hingga esok (06/06) ini, memanfaatkan sampah styrofoam. &#8220;Marginal Art [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Permasalahan sampah yang menggunung, mengisi dan mencemari lingkungan, makin pelik. Berangkat dari keresahan itu, Marginal Art Community gelar pameran bertajuk &#8216;Ada Apa Dengan Styrofoam?&#8217; di Gedung Dewan Kesenian Malang (DKM) Kota Malang.</p>



<p>Ketua Panitia Pameran, Agus Gembo, mengatakan bahwa gelaran yang berlangsung hingga esok (06/06) ini, memanfaatkan sampah styrofoam. &#8220;Marginal Art Community menggunakan kesenian untuk bergerak ke arah kehidupan yang lebih baik. Dan melalui pameran kali ini, kami ingin lebih menitikberatkan pada kesadaran terhadap penggunaan styrofoam dalam kehidupan sehari-hari,&#8221; ungkapnya.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dugaan-korupsi-tanah-polinema-kuasa-hukum-terdakwa-minta-awan-setiawan-dibebaskan">Dugaan Korupsi Tanah Polinema, Kuasa Hukum Terdakwa Minta Awan Setiawan Dibebaskan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wujudkan-situasi-kondusif-lebaran-bupati-malang-ikuti-apel-gelar-pasukan-dan-pemusnahan-miras">Wujudkan Situasi Kondusif Lebaran, Bupati Malang Ikuti Apel Gelar Pasukan dan Pemusnahan Miras</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antisipasi-kerawanan-libur-lebaran-polresta-malang-kota-gelar-operasi-ketupat-semeru-2026">Antisipasi Kerawanan Libur Lebaran, Polresta Malang Kota Gelar Operasi Ketupat Semeru 2026</a></li>
</ul>


<p>Marginal Art Community yang selalu concern terhadap isu lingkungan berhasil menggelitik orang-orang yang datang ke acara tersebut. Pasalnya, mereka selalu menggugah perhatian dengan isu-isu mengenai bagaimana sampah bisa digunakan sebagai medium untuk berkarya dan bergerak. Kali ini pun merupakan pameran ketiga mereka yang kembali mengangkat isu tentang lingkungan hidup.</p>



<p>&#8220;Kami sedang mengeja ulang tentang sampah styrofoam yang bahkan tanpa sadar telah menjadi salah satu limbah sampah terbesar yang mencemari bumi. Belum lagi banyaknya kandungan berbahaya dalam styrofoam sendiri yang bisa meracuni manusia jika masuk dan dikonsumsi. Sedangkan kita tahu kebanyakan limbah styrofoam awalnya digunakan sebagai bungkus makan,&#8221; sambungnya.</p>



<p>Bagi pria yang akrab disapa Gembo itu, ada keresahan-keresahan yang muncul dan menggeliat untuk tidak hanya diam. Maka Marginal Art Community bersepakat untuk , tidak ingin muluk-muluk mengingatkan, tapi membuat orang-orang yang datang lebih aware dan berpikir ulang tentang salah satu limbah sampah ini.</p>



<p>&#8220;Jadi kami lebih menitik beratkan pengkaryaan bukan pada medium styrofoamnya. Tapi lebih kepada semangat untuk lebih aware dan sadar akan bahaya dan akibat terhadap penggunaan styrofoam,&#8221; paparnya.<strong> (mus/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">144261</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sesep Do Dolan, Sebuah Bursa dan Pameran Karya Seniman Sepuh Malang</title>
		<link>https://memontum.com/sesep-do-dolan-sebuah-bursa-dan-pameran-karya-seniman-sepuh-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 May 2021 04:59:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Kabunga]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[pameran seni]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=142228</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Karya Bumi Ngalam (Kabunga) gelar bursa dan pameran hasil buatan seniman sepuh di Malang Town Square (Matos). Bertajuk &#8216;Sesep Do Dolan&#8217;, pameran yang rencananya akan berlangsung hingga 12 Mei ini diikuti oleh sekitar 20 seniman sepuh. &#8220;Sesep Do Dolan itu mengandung dua arti. Pertama, Sesep itu seniman sepuh, Do Dolan itu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang </strong>&#8211; Karya Bumi Ngalam (Kabunga) gelar bursa dan pameran hasil buatan seniman sepuh di Malang Town Square (Matos). Bertajuk &#8216;Sesep Do Dolan&#8217;, pameran yang rencananya akan berlangsung hingga 12 Mei ini diikuti oleh sekitar 20 seniman sepuh.</p>



<p>&#8220;Sesep Do Dolan itu mengandung dua arti. Pertama, Sesep itu seniman sepuh, Do Dolan itu podo dolan nang mall. Kedua, Sesep Do Dolan yaitu seniman sepuh podo dodolan,&#8221; jelas Ketua Pelaksana, Yuyun Sulastri, Sabtu (08/05).</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kpk-tetapkan-bupati-dan-sekda-cilacap-jadi-tersangka-setoran-thr">KPK Tetapkan Bupati dan Sekda Cilacap Jadi Tersangka Setoran THR</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jelang-lebaran-pertamina-malang-pastikan-stok-bbm-aman">Jelang Lebaran, Pertamina Malang Pastikan Stok BBM Aman</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ratusan-pengusaha-warmindo-malang-raya-manfaatkan-mudik-bersama-indomie-2026">Ratusan Pengusaha Warmindo Malang Raya Manfaatkan Mudik bersama Indomie 2026</a></li>
</ul>


<p>Mayoritas karya yang dipamerkan dalam acara ini adalah dalam bentuk lukisan yang tertuang dalam berbagai media. Mulai dari kanvas, sketsa, lukisan payung, lukisan topeng, dan masih banyak lagi.</p>



<p>&#8220;Disini lukisannya sekitar 40 buah dengan beragam harga, mulai dari Rp 250 ribu sampai Rp 1.25 juta. Selebihnya ini ada wayang, lukis payung, topeng, gambar sketsa wajah, baca tarrot juga ada,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Dijelaskan wanita yang akrab disapa Yuyun itu, pihaknya menemui banyak tantangan ketika menggelar acara ini. Pasalnya, karena yang berjualan adalah seniman sepuh, fisik mereka tidak kuat jika harus berjualan lama. Sedangkan ketika membuka stand di mall harus dari pagi hingga petang.</p>



<p>&#8220;Rata-rata para sepuh ini hanya kuat 3 jam, lalu ambruk, capek. Makanya banyak juga yang hanya menitipkan karyanya disini, karena tidak bisa hadir, kita juga jual secara online. Kalaupun hadir juga tidak bisa sampai full,&#8221; cerita Yuyun.</p>



<p>Meski begitu, dikatakan Yuyun, dirinya sangat bersyukur karena pihak Matos benar-benar mendukung acara mereka.</p>



<p>&#8220;Ini meja kursi dipinjami dari Matos, sekat-sekat antar kategori karya juga dari mereka. Kita hanya bawa karya yang mau dipamerkan dan karpet,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Menurut Yuyun antusiasme pengunjung Matos sangat apik terhadap acara ini. Apalagi ketika sudah diatas jam 3 sore, disaat ramai-ramainya pengunjung.</p>



<p>&#8220;Makanya kami kepikiran untuk memperpanjang acara. Awalnya sampai tanggal 12, kita pingin saat lebaran juga tetap buka, jadi berakhir tanggal 17 Mei. Diprediksi ketika lebaran, malah banyak orang yang ke mall, kemungkinan karya laku juga tinggi,&#8221; bebernya.</p>



<p>Melalui bursa dan pameran ini, Yuyun menjelaskan bahwa mereka ingin mandiri dan memberi ruang untuk menunjukkan bahwa seniman sepuh masih memiliki eksistensi untuk berkarya. Terlebih pihaknya juga akan membagikan sembako pada beberapa seniman sepuh yang ada di Kota Malang.</p>



<p>&#8220;Makanya digelarlah Sesep Do Dolan ini, kami tidak ingin berpangku tangan hanya minta sumbangan untuk beli sembako dan disalurkan pada seniman sepuh. Kami coba mandiri, 30 persen dari penjualan akan dibelikan sembako untuk seniman sepuh,&#8221; paparnya. <strong>(mus/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">142228</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sekda Wasto Kunjungi Pameran Hasil Karya Binaan Kabunga</title>
		<link>https://memontum.com/sekda-wasto-kunjungi-pameran-hasil-karya-binaan-kabunga</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Dec 2020 08:30:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Kabunga]]></category>
		<category><![CDATA[pameran seni]]></category>
		<category><![CDATA[Sekda Kota Malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=130263</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang  &#8211; Karya Bumi Ngalam (Kabunga) mengadakan pameran sekaligus workhsop yang bertajuk &#8216;The Jaranan&#8217;. Menampilkan seluruh karya dari hasil binaan Kabunga, pameran digelar di Gedung DKM (Dewan Kesenian Malang), Jumat (18/12) tadi. Ada dua kecamatan yang selama dua bulan ini, dibimbing oleh Kabunga melalui Sanggar Seni Kampung. Kecamatan itu antara lain, Blimbing dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang </strong> &#8211; Karya Bumi Ngalam (Kabunga) mengadakan pameran sekaligus workhsop yang bertajuk &#8216;The Jaranan&#8217;.</p>
<p>Menampilkan seluruh karya dari hasil binaan Kabunga, pameran digelar di Gedung DKM (Dewan Kesenian Malang), Jumat (18/12) tadi.</p>
<p>Ada dua kecamatan yang selama dua bulan ini, dibimbing oleh Kabunga melalui Sanggar Seni Kampung. Kecamatan itu antara lain, Blimbing dan Klojen. Ke dua kecamatan itu, dibimbing untuk membuat berbagai kreatifitas selama seminggu sekali.</p>
<p>&#8220;Kita ajarkan glass painting, menulis dan membatik payung, membuat kostum karnaval, serta desain batik ciri khas masing-masing. Jadi kita bagian penerapannya,&#8221; terang Ketua Kabunga, Yuyun Sulastri.</p>
<p>Sejatinya, Sanggar Seni Kampung ini melengkapi sanggar-sanggar yang sudah ada. Dana untuk penyelenggaraan workshop dan pelatihan, berasal dari swadaya.</p>
<p>&#8220;Oleh karena itu, peserta cukup terbatas. Maksimal hanya 30 orang atau peserta. Selain karena dana, juga menyesuaikan kondisi pandemi,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Yuyun menambahkan, bahwa sangat ingin mengembangkan ekonomi kreatif berbasis seni yang nantinya bisa berkembang menjadi UMKM.</p>
<p>&#8220;Kami Kabunga melalui Sanggar Seni Kampung menjemput bola, kita datang ke masyarakat memberi pelatihan secara gratis. Namun kedepannya, kami ingin bekerja sama dengan berbagai Dinas untuk membantu kami dalam program ini,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Sementara itu, Sekda Kota Malang, Wasto, menyempatkan diri menyambangi Gedung DKM (Dewan Kesenian Malang), untuk melihat serangkaian acara pameran.</p>
<p>Menurutnya, sentuhan kesabaran para pembuat karya seni tercermin dari hasil buah tangan yang terpajang. Dirinya pun berharap, kedepannya produk seniman ini bisa mengarah ke UMKM.</p>
<p>&#8220;Katakanlah seperti batik, yang mereka buat dengan ciri khas masing-masing wilayah. Kita bantu uruskan ijinnya. Terlebih masalah Haki (Hak Kekayaan Intelektual), supaya bisa legal dan lebih diterima pasar,&#8221; terang Wasto yang juga turut mendukung penuh pengembangan UMKM. <strong>(cw1/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">130263</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
